31
Pengaruh Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur
Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Siska Aprianti
Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Sriwijaya Email: [email protected]
ABSTRACT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas mana yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dan laporan tahunan dari Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2010 sampai dengan 2012 yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan pengujian hipotesis. Variabel penelitian ini terdiri dari arus kas operasi , dan arus kas investasi , dan arus kas pendanaan sebagai variabel independen, dan harga saham (Y) sebagai variabel dependen dengan jumlah tahun selama 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh terhadap harga saham secara bersama-sama, dan secara parsial hanya satu variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham yaitu arus kas operasi. Hal ini menunjukkan bahwa arus kas investasi, dan arus kas pendanaan tidak berpengaruh terhadap penentuan besarnya harga saham.
Kata Kunci : Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pedanaan, dan Harga Saham.
A. PENDAHULUAN A.1. Latar Belakang
Saat ini dunia telah mengakui bahwa pasar modal merupakan sarana yang handal untuk mobilisasi dana. Apabila dikelola secara profesional, suatu negara yang hanya mengandalkan Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dalam menghimpun dana akan menemui kesulitan untuk mendapatkan sumber- sumber pembiayaan proyek-proyeknya. Kedua lembaga tersebut diatas umumnya hanya menyediakan pinjaman modal dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang. Sedangkan pasar uang hanya menyediakan penyertaan. Pasar modal membantu menyehatkan struktur permodalan perusahaan sekaligus memberi kesempatan kepada investor untuk ikut serta dalam pemilikan dan pembagian laba (dividen) serta mengharapkan capital gain.
Bagi perusahaan yang ingin terus mengembangkan usahanya tentu harus dapat meningkatkan modal usahanya dengan cara melakukan penjualan saham di pasar modal.
Semakin pesatnya perkembangan pasar modal di Indonesia saat ini membutuhkan dukungan informasi yang cepat dan berkesinambungan. Salah satunya adalah informasi kondisi keuangan. Untuk itu laporan keuangan harus mampu menggambarkan posisi keuangan dan hasil-hasil usaha perusahaan pada saat tertentu secara wajar.
Perusahaan yang sudah go publik harus mengungkapkan kepada publik mengenai kualitas kinerja perusahaan tersebut. Semua pihak yang terkait (stakeholder) sudah pasti akan mengambil keputusan yang dianggap paling bijaksana dengan menggunakan dasar pengungkapan kinerja perusahaan tersebut. Bentuk pengungkapan kinerja yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah laporan keuangan. Syarat utama yang diinginkan oleh para investor untuk bersedia menyalurkan dananya adalah perasaan aman akan investasi dan return yang akan diperoleh dari investasi tersebut. Laporan keuangan yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik tidak berarti investasi yang dilakukan oleh investor dijamin aman. Laporan keuangan disusun
32 oleh manajemen perusahaan sesuai dengan Stadar.
D a n Pelaporan keuangan merupakan suatu bentuk pertanggung-jawaban perusahaan terhadap berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu.
Investor harus melakukan analisa pasar untuk menilai harga suatu saham karena melakukan investasi dalam saham bersifat spekulatif, yaitu banyak mengandung risiko. Investasi dalam saham tergantung pada fluktuasi harga saham di bursa, ketidakstabilan tingkat bunga, ketidakstabilan pasar dan juga kinerja keuangan perasahasn tersebut. Pergerakan harga saham dalam jangka pendek tidak dapat diterka secara pasti. Harga saham selalu mengalami fluktuasi, naik dan turun dari satu ke waktu yang lain, namun tidak ada harga saham yang meningkat terus menerus dan juga tidak ada harga saham terus menerus turun, yang ada adalah harga meningkat dan menurun sesuai dengan polanya yang berlaku. Penurunan dan kenaikan ini terjadi oleh beberapa hal yang berkaitan seperti lingkungan secara umum (politik, ekonomi, sosial, pertahanan dan keamanan) dan lingkungan intern perusahaan. Dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI, khususnya Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi, memiliki tingkat laba yang cukup tinggi.
Untuk analisis investasi, informasi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas lebih sering digunakan oleh para analis keuangan, karena informasi tersebut dapat mencerminkan likuiditas dari suatu perusahaan. Informasi tersebut dapat ditemukan dalam laporan arus kas yang menjadi integral dari laporan keuangan perusahaan publik. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas perusahaan selama suatu periode. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan informasi tentang kegiatan operasi,
investasi, dan pembiayaan tersebut atas dasar kas. Data arus kas mempunyai manfaat dalam beberapa konteks keputusan, seperti : memprediksi kesulitan keuangan, menilai risiko, ukuran, dan waktu keputusan pinjaman, memprediksi peringkat (rating) kredit, menilai perusahaan, dan memberikan informasi tambahan pada pasar modal (Meythi, 2006) . Data yang terdapat dalam laporan arus kas merupakan indikator keuangan yang lebih baik dari akuntansi karena laporan arus kas relatif lebih mudah diinterpretasikan dan relatif lebih sulit untuk dimanipulasi. Selain itu, laporan arus kas merupakan informasi yang dapat memberikan sinyal untuk menilai prospek masa depan perusahaan yang akan dibeli melalui kepemilikan saham (pembelian saham).
Saham merupakan bentuk modal penyertaan atau bukti posisi kepemilikan dalam suatu entitas. Harga saham adalah nilai dari suatu saham yang terbentuk di pasar surat berharga sebagai akibat dari penawaran dan permintaan yang ada. Reaksi harga saham dapat ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan.
Penelitian mengenai arus kas terhadap harga saham antara lain dilakukan oleh Agung Taufik Hidayat(2008), Novy Budi Adliliawan(2010), Faris Fashihul Lisan(2011), para peneliti tersebut membuktikan hanya arus kas operasi yang mempengaruhi harga saham, tetapi beberapa peneliti lain seperti Ninna dan Suhairi (2006), dan Meythi (2006) tidak berhasil mendapatkan bukti adanya pengaruh arus kas terhadap harga saham.
Daniati (2006) menguji pengaruh kandungan informasi komponen laporan arus kas, laba kotor, dan size perusahaan dengan expected return saham memperoleh kesimpulan bahwa arus kas dari aktivitas investasi, laba kotor, dan size perusahaan mempunyai pengaruh terhadap
33 expected return saham. Hapsari (2008) menguji
pengaruh informasi laba akuntansi, komponen arus kas, size perusahaan dan tingkat leverage dengan expected return saham memperoleh kesimpulan bahwa hanya variabel arus kas dari aktivitas investasi yang mempunyai pengaruh terhadap expected return saham.
Berdasarkan uraian dan hasil penelitian sebelumnya maka peneliti tertarik untuk untuk menguji secara empiris pengaruh komponen laporan arus kas (arus kas operasi, investasi, dan pendanaan) terhadap harga saham. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini berjudul Pengaruh Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia(Studi Kasus Periode 2010 2012) .
A.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diperoleh identifikasi masalah sebagai berikut :
1. Apakah arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham?
2. Apakah arus kas dari aktivitas investasi berpengaruh secara signnifikan terhadap harga saham?
3. Apakah arus kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham?
4. Apakah arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh secara simultan signifikan terhadap harga saham?
B. TINJAUAN PUSTAKA B.1. Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Tujuan informasi arus kas adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama suatu periode akuntansi.
Arus kas dapat berasal dari tiga sumber utama yaitu Arus Kas Dari Aktivitas Operasi, Arus Kas Dari Aktivitas Investasi, Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan.
B.2. Harga Saham
Harga pasar (market price) adalah harga yang sedang berlaku di pasar. Nilai pasar saham adalah harga suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung di bursa efek. Apabila bursa efek telah tutup maka harga pasar adalah harga penutupannya (clossing price). Untuk mendapatkan jumlah nilai pasar (market value) suatu saham yaitu dengan mengalikan harga pasar dengan jumlah saham yang dikeluarkan (Sunariyah, 2004). Biasanya pergerakan harga saham disajikan setiap hari, berdasarkan harga penutupan di bursa pada hari tersebut. Saham biasanya diperdagangkan pada bursa dengan harga pasar yang akan berbeda-beda pada tiap-tiap waktunya, hal ini akan berkaitan dengan nilai dari suatu saham tersebut.
B.3. Pengaruh Arus Kas Terhadap Harga Saham
B.3.1. Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham
Pelaporan arus kas dari aktivitas operasi berisi informasi yang menentukan apakah dari
34 operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas
yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Nilai arus kas yang berasal dari aktivitas operasi dapat mencerminkan bagaimana operasi perusahaan berjalan serta akan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi kewajibannya, mempertahankan kemampuan operasi, membayar dividen tunai dan melakukan investtasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Hal ini didukung peneliti sebelumnya oleh penelitian Novy Budi Adiliawan (2010) yang menyimpulkan bahwa arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh terhadap harga saham. Semakin baik kemampuan operasi perusahaan, akan meningkatkan nilai net profit perusahaan yang ditunjukkan oleh nilai arus kas dari aktivitas operasi yang besar. Investor melihat pelaporan arus kas dari aktivitas operasi tersebut sebagai informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasinya.
B.3.2. Pengaruh Arus Kas Investasi Terhadap Harga Saham
Aktivitas Investasi adalah aktivitas perolehan atau pelepasan aktiva jangka panjang antara lain mencakup penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap dan pembelian kas untuk mesin produksi. Aktivitas investasi mencerminkan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Investor melihat pelaporan arus kas dari aktivitas investasi tersebut sebagai informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasinya.
Ninna Daniati (2006) melakukan pengujian mengenai pengaruh investasi pada return saham. Hasil studi ini menemukan bahwa peningkatan investasi berhubungan dengan
peningkatan arus kas masa yang akan datang dan mempunyai pengaruh positif dengan return saham pada saat pengumuman investasi baru.
B.3.3. Pengaruh Arus Kas Pendanaan Terhadap Harga Saham
AktivitasPendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi kewajiban jangka panjang dan modal perusahaan. Mencakup penerimaan kas dari penerbitan saham baru dan pengeluaran kas untuk pembayaran hutang. Hal ini didukung peneliti sebelumnya oleh penelitian Miller dan Rock (1985) dengan signaling theory menyatakan bahwa pasar akan bereaksi negatif terhadap pengumuman pendanaan dari kas karena akan berpengaruh terhadap arus kas dari operasi yang lebih rendah untuk masa yang akan datang, selain itu ia juga mengidentifikasi adanya sinyal lain yang berpengaruh terhadap arus kas dari pendanaan yaitu perubahan dividen yang sangat erat hubungannya dengan return saham.
C. METODOLOGI PENELITIAN C.1. Populasi dan Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu penelitian (periode 2009-2012). Dari populasi yang ada diambil sampelnya yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan berikut:
1. Perusahaan manufaktur adalah sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada kurun waktu penelitian (periode 2009-2012).
2. Tersedia data laporan keuangan yang diperlukan selama kurun waktu penelitian (periode tahun 2009-2012).
3. Dalam penelitian Perusahaan Maufaktur tidak terjadi merger dan akusisi.
35 Berdasarkan kriteria tersebut terdapat 16
perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria sebagai sampel.
C.2. Pengukuran Variabel C.2.1. Variabel Dependen
1. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi (X1)
Arus kas dari aktivitas operasi yang berasal dari total arus kas dari masing-masing aktivitas di dalam laporan arus kas pada saat dipublikasikan. Persamaan dalam variabel ini adalah :
PAOit = (AOit AOit-1) / AOit-1 Dimana
PAOit = Perubahan arus kas dari aktivitas operasi perusahaan i pada periode t.
AOit = Arus kas dari aktivitas operasi perusahaan i pada periode t.
AOit-1 = Arus kas dari aktivitas operasi i pada periode t-1.
2. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (X2)
Arus kas dari aktivitas investasi yang berasal dari total arus kas dari masing- masing aktivitas di dalam laporan arus kas pada saat dipublikasikan. Persamaan dalam variabel ini adalah :
PAIit = (AIit AIit-1) /AIit-1 Dimana
PAIit = Perubahan arus kas dari aktivitas investasi perusahaan i pada periode t.
AIit = Arus kas dari aktivitas investasi perusahaan i pada periode t.
AIit-1 = Arus kas dari aktivitas investasi i pada periode t-1.
3. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan (X3)
Arus kas dari aktivitas pendanaan yang berasal dari total arus kas dari masing- masing aktivitas di dalam laporan arus kas pada saat dipublikasikan. Persamaan dalam variabel ini adalah :
PAPit = (APit APit-1) / APit-1 Dimana
PAPit = Perubahan arus kas dari aktivitas pendanaan perusahaan i pada periode t. Apit = Arus kas dari aktivitas pendanaan
perusahaan i pada periode t.
APit-1 = Arus kas dari aktivitas pendanaan i pada periode t-1.
C.2.2. Variabel Dependen : Variabel Harga Saham (Y)
Berasal dari harga pasar saham rata-rata yang diperoleh dari harga saham saat penutupan (closing price) setiap tahun. Persamaan dalam variabel ini adalah :
PHSit = (HSit HSit-1) / HSit-1 Dimana
PHSit = Perubahan harga saham perusahaan i pada periode t.
Hsit = Harga saham perusahaan i pada periode t. HSit-1 = Harga saham i pada periode t-1.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN D.1. Uji Normalitas
Pengujian normalitas didalam penelitian ini menggunakan uji statistik non-parameterik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Kriterianya apabila 0 diterima, sedangkan jika nilai signifikan lebih kecil
36
Tabel 1 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Arus Kas Operasi Arus Kas Investasi Arus Kas Pendanaan Harga Saham N 48 48 48 48
Normal Parametersa,b Std. Deviation Mean .781945 .36208 13.439188 -.56958 1.776663 -.18604 .584593 .49437 Most Extreme Differences
Absolute .127 .421 .179 .137
Positive .068 .349 .154 .137
Negative -.127 -.421 -.179 -.109
Kolmogorov-Smirnov Z .881 2.914 1.243 .947
Asymp. Sig. (2-tailed) .419 .000 .091 .332
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Sumber : Output SPSS versi 20, 2014 (Annual Report, diolah) Dari hasil pengolahan data, diperoleh
variabel Arus Kas Investasi (X2) yang tidak terdistribusi secara normal dengan tingkat
Laba sebesar 0,000. Artinya data tidak terdistribusi secara normal dikarenakan unstanderlize residual
trettmen dengan menggunakan model logaritma, yaitu melakukan transformasi data kedalam logaritma natural (LN), menurut Ghazali (2009). Berikut ini hasil dengan pengujian kolmogorov-smirnov setelah dilakukan transformasi data:
Tabel 2
Hasil Uji Normalitas Setelah Trasnformasi LN
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Arus Kas
Operasi LN_Arus Kas Investasi
Arus Kas
Pendanaan Harga Saham
N 48 29 48 48
Normal Parametersa,b Mean .36208 -.4275 -.18604 .49437
Std. Deviation .781945 1.43421 1.776663 .584593
Most Extreme Differences Absolute Positive .127 .068 .131 .131 .179 .154 .137 .137
Negative -.127 -.099 -.179 -.109
Kolmogorov-Smirnov Z .881 .705 1.243 .947
Asymp. Sig. (2-tailed) .419 .703 .091 .332
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Sumber : Output SPSS versi 20, 2014 (Annual Report, diolah) Dari hasil pengolahan data yang telah di
trettment dengan menggunakan logaritma natural (LN), diperoleh variabel Arus Kas Operasi (X1), LN_Arus Kas Investasi (X2), Arus Kas Pendanaan (X3), dan Harga Saham (Y), sudah terdistribusi secara normal dikarenakan unstanderlize residual nya Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya data diatas tersebut sudah terdistribusi secara normal dan dengan demikian data yang sudah di trettment dan sudah normal di atas tersebut dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya.
D.2. Uji Asumsi Klasik D.2.1. Uji Heterokedastisitas
Pengujian heterokedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji grafik dengan melihat grafik scatterplot. Hasil pengujian terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas (menyempit), dan tidak ada pola yang jelas, di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak di pakai untuk analisis berikutnya.
37
D.2.2. Uji Multikolinieritas
Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari Arus Kas Operasi sebesar 1,020, dengan nilai tolerence 0,981, Arus Kas Investasi sebesar 1,013, dengan nilai tolerence 0,987, dan Arus Kas Pendanaan sebesar 1,029, dengan nilai tolerence 0,972. Nilai VIF untuk semua variabel independen VIF < 10, dan nilai tolerence > 0,1. Maka dapat disimpulkan bahwa keempat variabel independen penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas.
D.2.3. Uji Autokolerasi
Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, dapat digunakan uji Durbin Watson. Hasil pengujian untuk autokorelasi menunjukkan nilai Durbin Watson adalah 1,882, lalu diketahui nilai du dan dl untuk K=4, N=48 (jumlah seluruh sampel penelitian) adalah du=1,671 dan dl=1,362. Oleh karena nilai Durbin Watson 1,882 lebih besar dari batas atas du=1,671, dan kurang dari 2,329 atau 4 1,671 (4- du). Maka dapat disimpulkan berdasarkan tabel pengambilan keputusan bahwa tidak ada autokorelasi positif atau negatif.
D.3. Pengujian Model Penelitian
Berdasarkan tabel diketahui bahwa koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,436 atau 43,6%. Artinya kombinasi variabel independen hanya mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 43,6%, sisanya sebesar 56,4% dijelaskan oleh variabel lain diluar pengujian.
Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa nilai f hitung sebesar 6,441 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,002. Nilai Fhitung tersebut dibandingkan dengan nilai Ftabel, dimana jumlah variabel bebas dan terikat (k) = 4, dan jumlah sampel (n) = 48. Maka diperoleh df1 = 3 dan df2 = 44 yang menghasilkan nilai Ftabel sebesar 2,81. Maka hal ini menunjukkan bahwa nilai Fhitung
memiliki nilai yang lebih besar dari nilai Ftabel (6,441 > 2,81). Dan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari tingkat
penelitian ini yakni 0,002, artinya dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hipotesis penelitian Ho5 ditolak dan Ha5 diterima. Artinya secara simultan variabel independen yakni Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, dan Arus Kas Pendanaan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yakni Harga Saham,
Penelitian ini menggunakan sampel (n)=48 dan jumlah variabel independen dan dependen (k)=4, Maka diperoleh df=44, dan nilai ttabel sebesar 1,680.Berdasarkan hasil pengujian parsial dari tabel diatas, variable arus kas operasi yang memiliki nilai thitung 4,325 > nilai ttabel 1,680. Dengan demikian maka berdasarkan hipotesis penelitian Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen yakni Arus Kas Operasi berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yakni Harga Saham. Variabel arus kas investasi dalam penelitian ini memiliki nilai thitung 0,468 < nilai ttabel 1,680. Dengan demikian maka berdasarkan hipotesis penelitian Ho2 diterima dan Ha2 ditolak. Artinya dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen yakni Arus Kas Investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yakni Harga Saham.Variable arus kas pendanaan yang memiliki nilai thitung 0,164 < nilai ttabel 1,680. Dengan demikian maka berdasarkan hipotesis penelitian Ho3 diterima dan Ha3 ditolak. Artinya dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen yakni Arus Kas Pendanaan tidak berpengaruh
38 signifikan terhadap variabel dependen yakni
Harga Saham.
D.4. Pembahasan
D.4.1. Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham
Dari hasil pengujian secara parsial dengan menggunakan uji t, variable Arus Kas Operasi yang memiliki nilai thitung 4,325 > nilai ttabel 1,676. Dengan demikian maka berdasarkan hipotesis penelitian Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen yakni Arus Kas Operasi berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yakni Harga Saham. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Hidayat (2008) dan Lisan (2011) yang menyatakan bahwa Arus Kas Operasi berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham, dan hasil penelitian ini menolak penelitian yang dilakukan oleh Hapsari (2008) yang menyatakan bahwa arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini menujukkan arus kas operasi merupakan suatu ukuran yang bagi pemakai laporan keuangan untuk melihat perubahan harga saham yang akan datang dari suatu perusahaan. Arus kas operasi yang tinggi cenderung mengalami peningkatan perubahan harga saham, sedangkan perusahaan dengan arus kas operasi yang rendah cenderung akan mengalami penurunan harga. Pelaporan arus kas dari aktivitas operasi berisi informasi yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Investor melihat pelaporan arus kas dari aktivitas operasi tersebut sebagai informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasinya.
D.4.2. Pengaruh Arus Kas Investasi Terhadap Harga Saham
Secara parsial dengan menggunakan uji t, variable Arus Kas Investasi dalam penelitian ini memiliki nilai thitung 0,468 < nilai ttabel 1,676. Dengan demikian maka berdasarkan hipotesis penelitian Ho2 diterima dan Ha2 ditolak. Artinya dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen yakni Arus Kas Investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yakni Harga Saham. Dari hasil tersebut menujukkan bahwa Arus Kas Investasi bukan proksi yang baik untuk perubahan laba yang akan datang. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Adiliawan (2010) yang menyatakan bahwa, Arus Kas Investasi tidak berpengaruh terhadap Harga Saham, dan hasil penelitian ini menolak penelitian yang dilakukan oleh Daniati (2006) yang menyatakan bahwa, Arus Kas Investasi berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham. Dengan hasil tersebut, menunjukkan bahwa aktivitas investasi tidak dapat dijadikan indikator dalam memprediksi harga saham. Pelaporan arus kas dari aktivitas investasi berisi informasi yang menyangkut perolahan atau pelepasan aktiva jangka panjang (aktiva tidak lancar) serta investasi lain yang tidak termasuk dalam setara kas. Investor dalam hal ini tidak melihat pelaporan arus kas dari aktivitas investasi tersebut sebagai informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasinya.
D.4.3. Pengaruh Arus Kas Pendanaanterhadap Harga Saham
Pengujian Secara parsial dengan menggunakan uji t, Arus Kas Pendanaan yang memiliki nilai thitung 0,164 < nilai ttabel 1,676. Dengan demikian maka berdasarkan hipotesis penelitian Ho3 diterima dan Ha3 ditolak. Artinya dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen yakni Arus Kas Pendanaan tidak
39 berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen
yakni Harga Saham. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Hapsari (2008) dan Adiliawan (2010) yang menyatakan bahwa, Arus Kas Pendanaan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Dan hasil penelitian ini menolak penelitian yang dilakukan oleh Susanto (2006) yang menyatakan bahwa, Arus Kas Pendanaan berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham. Dari hasil tersebut menujukkan bahwa arus kas dari aktivitas pendanaan berisi informasi aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi ekuitas dan pinjaman perusahaan. Investor dalam hal ini tidak melihat pelaporan arus kas dari aktivitas pendanaan tersebut sebagai informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasinya.
E. PENUTUP E.1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1. Secara parsial atau secara individu variable
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yakni Harga Saham dengan nilai thitung 4,325 lebih besar dari nilai ttabel 1,680. Sedangkan Variabel Arus Dari Aktivitas Kas Investasi dan Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Harga Saham thitung 0,468 dan 0,164 lebih kecil dari nilai ttabel 1,680.
2. Secara simultan atau secara bersama-sama dengan melakukan uji-F, menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen yakni Arus Kas Dari Aktivitas Operasi, Arus Kas Dari Aktivitas Investasi, dan Arus Kas Dari Aktivitas
Pendanaan, berpengaruh terhadap variabel dependen yakni Harga Saham secara signifikan dengan nilai tingkat signifikansi sebesar 0,002 dan nilai Fhitung 6,441 lebih besar dari nilai Ftabel 2,81, serta memiliki persentase pengaruh sebesar 43,6% terhadap variabel dependen yakni Harga Saham.
E.2. Saran
Berdasarkan Hasil dari kesimpulan yang telah diuraikan diatas, maka berikut ini penulis mencoba untuk memberikan saran-saran yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas, yaitu:
1. Bagi para pemakai laporan keuangan yang akan mengambil suatu keputusan dalam berinvestasi saham, hendaknya tidak hanya mengandalkan data mengenai Arus Kas Dari Aktivitas Operasi, Arus Kas Dari Aktivitas Investasi, dan Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan tetapi perlu juga memperhatikan fakor-faktor lain dalam hubungannya dengan harga saham seperti ukuran perusahaan, laba kotor, dan faktor lainya.
2. Bagi perusahaan diharapkan lebih memperhatikan pegerakan arus kas dari aktivitas operasi karena arus kas operasi merupakan suatu ukuran yang bagi pemakai laporan keuangan untuk melihat perubahan harga saham yang akan datang dari suatu perusahaan.
3. Bagi peneliti selanjutnya untuk menambah variabel-variabel di luar variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, dan juga menambah periode penelitian serta sampel penelitian sehingga data dan hasil yang diperoleh akan lebih baik.
40
DAFTAR PUSTAKA
Adiliawan, B. Novy. 2010. Pengaruh Komponen Arus Kas Dan Laba Kotor Terhadap Harga Saham Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang. Daniati, N. 2006. Pengaruh Kandungan Informasi
Komponen Laporan Arus Kas, Laba Kotor, Dan Size Perusahaan Terhadap Expected Return Saham. Simposium Nasional Akuntansi 9 (Padang), K-AKPM 21, hal 1-16.
Ghozali, Imam. 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi 4. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Hapsari, A. 2008. Pengaruh Informasi Laba Akuntansi, Komponen Arus Kas, Size Perusahaan, Dan Tingkat Leverage Terhadap Expected Return Saham. Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang.
Hidayat, A. Taufik. 2008. Analisis Pengaruh Arus Kas, Komponen Arus Kas, Dan Laba Akuntansi Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan LQ45 Di Bursa Efek Jakarta. Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang. Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar
Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.
James, C.Horne. 2005. Akuntansi Lanjutan 2. Penerbit PT. Raja GRafindo.
Lisan, F. Faris. 2011. Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Denga Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening. Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas. Meythi. 2006. Pegaruh Arus Kas Operasi
Terhadap Harga Saham Dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening. Simposium Nasional Akuntansi 9 (Padang), K-AKPM 01, hal 1-21.
Miller, M.H. & K. Rock, 1985, Dividend Policy under Asymmetric Information, Journal of Finance, Vol. 40, [4]: 1031- 1051.
Samsul, M. 2006. Pasar Modal & Manajemen Portofolio. Jakarta : Erlangga.
Sanusi, Anwar. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.
Stice, Earl K, James D. Stice and K. Fred Skoun. 2009. Akuntansi Intermediate Buku Satu Edisi 16. Jakarta: Salemba Empat
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian dan Bisnis. Bandung : Alfabeta.
Sunariyah. 2004. Pengetahuan Pasar Modal, Edisi Keempat. Yogyakarta : Unit Penerbit Dan Percetakan AMP YKPN.
Susanto, S. 2006. Relevansi Nilai Informasi Laba Dan Aliran Kas Terhadap Harga Saham Dalam Kaitannya Dengan Siklus Hidup Perusahaan. Simposium Nasional Akutansi 9 (Padang), K-AKPM 26, hal 1-17.
www.idx.co.id www.ipotnews www.sahamok.com