• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Motor Induksi Tiga Fasa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Motor Induksi Tiga Fasa"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Konstruksi Stator Mesin Induksi
Gambar 2.2 Penampang Potongan Motor Induksi Rotor Sangkar
Gambar 2.4 Penampang Potongan Motor Induksi Rotor Lilit2
Gambar 2.5 Analisa Medan Putar
+6

Referensi

Dokumen terkait

Arus ini akan menimbulkan ggm ( gaya gerak magnet) pada belitan stator. Gaya gerak magnet tersebut menghasilkan fluks yang berputar sehingga tercipta medan putar pada belitan

Motor induksi jenis ini mempunyai rotor dengan kumparan yang tediri dari beberapa batang konduktor yang disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai sangkar tupai

Bertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor, yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor

pada kumparan tersebut akan timbul medan magnet putar dengan kecepatan.. Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor

8.. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya F cukup besar untuk memikul kopel beban, rotor akan berputar searah medan putar stator. Perputaran rotor akan semakin meningkat

Lalu akan timbul flux medan putar, karena adanya flux medan putar pada kumparan stator,mengakibatkan rotor berputar karena adanya induksi magnet dengan kecepatan

Pada keadaan motor bekerja normal, rotor berputar pada arah putaran medan magnetik yang dihasilkan oleh arus stator, kecepatannya diantara nol sampai kecepatan serempak dan

Rotor akan berputar searah dengan arah medan magnet putar tetapi kecepatan putaran rotor tidak akan sama dengan kecepatan stator, karena bila kecepatanya sama maka