• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUATAN EDIBLE FILM BERBASIS KARAGENAN DARI Eucheuma cottonii DENGAN POLIETILEN GLIKOL SEBAGAI PLASTICIZER THE PRODUCTION OF EDIBLE FILM BASED ON CARRAGEENAN FROM Eucheuma cottonii WITH POLYETHYLENE GLYCOL AS PLASTICIZER SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PEMBUATAN EDIBLE FILM BERBASIS KARAGENAN DARI Eucheuma cottonii DENGAN POLIETILEN GLIKOL SEBAGAI PLASTICIZER THE PRODUCTION OF EDIBLE FILM BASED ON CARRAGEENAN FROM Eucheuma cottonii WITH POLYETHYLENE GLYCOL AS PLASTICIZER SKRIPSI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBUATAN

EDIBLE FILM

BERBASIS KARAGENAN

DARI

Eucheuma cottonii

DENGAN POLIETILEN GLIKOL

SEBAGAI

PLASTICIZER

THE PRODUCTION OF EDIBLE FILM BASED ON

CARRAGEENAN FROM Eucheuma cottonii WITH

POLYETHYLENE GLYCOL AS PLASTICIZER

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pangan

Oleh:

YUSDHIKA BAYU SAPUTRO

12.70.0144

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA

SEMARANG

(2)
(3)

i

RINGKASAN

Edible film dapat digunakan untuk melapisi makanan dan mampu menunjang karakteristik makanan. Seaweed Eucheuma cottonii dapat menghasilkan karagenan kappa dan berpotensi untuk dibuat menjadi edible film. Plasticizer seperti polietilen glikol perlu ditambahkan untuk meningkatkan fleksibilitas edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan polietilen glikol sebagai plasticizer

terhadap karakteristik fisik yaitu sifat kelarutan, kuat tarik, dan persentase elongasi

edible filmEucheuma cottonii. Analisa-analisa yang dilakukan meliputi pengujian kuat tarik serta persentase elongasi edible film menggunakan texture analyzer dan pengujian kelarutan edible film pada pelakuan berbagai suhu, perlakuan berbagai pH, serta perlakuan berbagai konsentrasi lemak. Metode penelitian dilakukan dengan pembuatan

edible film dengan penambahan polietilen glikol sebanyak 5% dan 0% (tanpa penambahan polietilen glikol). Dilakukan analisa kelarutan edible film dengan menggunakan larutan pH 4, pH 7, dan pH 10 pada suhu 75oC dan 100oC, dengan lemak dan tanpa lemak. Analisa kuat tarik dan persentase elongasi edible film dengan texture analyzer. Dari hasil penelitian, edible film dengan penambahan polietilen glikol menghasilkan waktu kelarutan yang cepat dibanding tanpa penambahan polietilen glikol. Kelarutan paling cepat terjadi pada larutan pH 4, suhu 100oC, dengan lemak. Hasil uji kuat tarik edible film dengan penambahan polietilen glikol sebanyak 5% lebih kecil dibandingkan tanpa penambahan polietilen glikol. Hasil uji persentase elongasi

(4)

ii

SUMMARY

(5)

iii

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur terima kasih Penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus karena berkat, pertolongan, pendampingan, rahmat, dan kasih karunia-Nya, Penulis dapat menyelesaikan Laporan skripsi yang berjudul “Pembuatan Edible Film berbasis Karagenan dari Eucheuma cottonii dengan Polietilen Glikol sebagai Plasticizer” dengan

lancar dan tepat waktu. Laporan Skripsi ini dibuat untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pangan di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang. Kelancaran dan keberhasilan proses pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini tentunya tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Tuhan Yesus Kristus, yang telah memberkati, menjaga, melindungi, dan membimbing penulis pelaksanaan hingga pembuatan laporan skripsi ini sehingga bisa terselesaikan dengan baik.

2. Ibu Dr. V. Kristina Ananingsih, S.T., M.Sc. sebagai Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang dan sekaligus sebagai dosen pembimbing II yang telah menyediakan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, dan senantiasa berkenan untuk berbagi pengetahuan kepada penulis.

3. Program Indofood Riset Nugraha tahun 2015-2016 dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. yang telah memberikan beasiswa penelitian, membantu operasional penelitian, serta mendukung dalam pembuatan laporan skripsi.

4. Ibu Dr. A. Rika Pratiwi, M.Si. sebagai dosen pembimbing I yang telah menyediakan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, dan senantiasa berkenan untuk berbagi pengetahuan kepada penulis.

5. Kedua orangtua, Bapak Yuspriyanto dan Ibu Yuliana yang telah mendukung, memberi semangat dan membiayai penulis sehingga dapat menyelesaikan penelitian dan laporan ini.

(6)

iv

penulis dalam pelaksanan penelitian di laboratorium maupun dalam penyusunan skripsi.

7. Mas Pri, Mas Soleh, Mbak Agata, dan Mas Lilik selaku laboran Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang atas kesabaran dan kemurahan hati dalam membantu dan membimbing penulis selama masa penelitian. 8. Adik-adik, Rian, Robert, Reva, dan keluarga besar yang telah memberi semangat,

dukungan, doa, dan kasih sayang kepada penulis.

9. Ignatius Dicky, Theresia Sherly, Hygiena Venty, Gracia Arsanti, Franscisca Sari, Novia Widya, dan Caniggia Pranadika sebagai rekan kerja penulis yang telah menemani, bekerjasama, dan memberi dukungan semangat dari pembuatan proposal, pelaksanaan penelitian di laboratorium, dan dalam penyusunan skripsi ini. 10. Teman-teman Fakultas Teknologi Pertanian terkhusus angkatan 2012 yang selalu

memberikan semangat dan dukungan, serta telah menjadi sahabat terbaik dan keluarga baru penulis tidak hanya saat perkuliahan tetapi juga diluar lingkungan perkuliahan.

11. Veronika Kris Hapsari yang selalu memberi semangat, dukungan, bantuan, serta perhatian kepada penulis mulai dari pembuatan proposal, pelaksanaan penelitian, hingga penyusunan laporan skripsi.

12. Seluruh pihak yang telah membantu penulis selama masa kuliah dan skripsi yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa penulisan dan penyusunan laporan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, Penulis memohon maaf apabila laporan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu, Penulis sangat mengharapkan berbagai saran dan kritik dari para pembaca. Penulis berharap agar laporan skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

Semarang, 2016 Penulis

(7)

v

1.2.1.Seaweed Eucheuma cottonii ... 2

1.2.2.Edible Film……... 4

3.1.Karakteristik Kelarutan Edible Film ... 16

3.2.Kelarutan Edible Film pada pH 4, Suhu 75oC dan 100oC,

3.5.Kelarutan Edible Film dengan penambahan PEG 5% dan penambahan PEG 0% pada Suhu 75oC pada Larutan pH 4, pH 7, dan pH 10, tanpa Lemak dan dengan Lemak ... 24

(8)

vi

3.7.Kelarutan Edible Film dengan penambahan PEG 5% dan penambahan PEG 0% pada Larutan tanpa Lemak, Suhu 75oC

dan Suhu 100oC, pada Larutan pH 4,pH 7, dan pH 10………... 27

3.8.Kelarutan Edible Film dengan penambahan PEG 5% dan penambahan PEG 0% pada Larutan dengan Lemak, Suhu 75oC dan Suhu 100oC, pada Larutan pH 4,pH 7, dan pH 10………... 29

3.9.Kuat Tarik dan Persentase Elongasi………. 31

4. PEMBAHASAN ... 33

4.1.Karakteristik Kelarutan Edible Film………... 33

4.2.Kuat Tarik Edible Film………... 35

4.3.Persentase Elongasi Edible Film………... 36

5. KESIMPULAN DAN SARAN ... 37

5.1.Kesimpulan ... 37

5.2.Saran ... 37

6. DAFTAR PUSTAKA ... 38

(9)

vii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Komposisi Kimia dari Eucheuma cottonii... 4

Tabel 2. Formulasi Tepung Karagenan………... 11

Tabel 3. Formulasi Pembuatan Edible Film…………... 13

Tabel 4. Kelarutan Edible Film dengan Penambahan Polietilen Glikol 5%... 16

Tabel 5. Kelarutan Edible Film dengan Penambahan Polietilen Glikol 0%... 17

Tabel 6. Kelarutan Edible Film pada Larutan pH 4, Suhu 75oC dan 100oC, tanpa Lemak dan dengan Lemak………... 18

Tabel 7. Kelarutan Edible Film pada Larutan pH 7, Suhu 75oC dan 100oC, tanpa Lemak dan dengan Lemak... 20

Tabel 8. Kelarutan Edible Film pada Larutan pH 10, Suhu 75oC dan 100oC, tanpa Lemak dan dengan Lemak ………..… ... 22

Tabel 9. Kelarutan Edible Film pada Suhu 75oC pada Larutan pH 4, pH 7, dan pH 10, tanpa Lemak dan dengan Lemak …... 24

Tabel 10. Kelarutan Edible Film pada Suhu 100oC pada Larutan pH 4, pH 7, dan pH 10, tanpa Lemak dan dengan Lemak... 26

Tabel 11. Kelarutan Edible Film pada Larutan tanpa Lemak Suhu 75oC dan Suhu 100oC, pada Larutan pH 4,pH 7, dan pH 10... 28

Tabel 12. Kelarutan Edible Film pada Larutan dengan Lemak Suhu 75oC dan Suhu 100oC, pada Larutan pH 4,pH 7, dan pH 10………... 30

(10)

viii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Bahan Seaweed Eucheuma cottonii…... 4

Gambar 2. Rancangan Penelitian…...………... 10

Gambar 3. Pembuatan Tepung Karagenan... 12

Gambar 4. Pembuatan Edible Film………... 14

Gambar 5. Pengujian Kuat Tarik dan Persentase Elongasi……… ... 15

Gambar 6. Kelarutan Edible Film pada pH 4 Suhu 75oC dan 100oC, tanpa Lemak dan dengan Lemak ……….………... 19

Gambar 7. Kelarutan Edible Film pada pH 7 Suhu 75oC dan 100oC, tanpa Lemak dan dengan Lemak ………... 21

Gambar 8. Kelarutan Edible Film pada pH 10 Suhu 75oC dan 100oC, tanpa Lemak dan dengan Lemak ………..……….. 23

Gambar 9. Kelarutan Edible Film pada Suhu 75oC pada Larutan pH 4, pH 7, dan pH 10, tanpa Lemak dan dengan Lemak …... 25

Gambar 10. Kelarutan Edible Film pada Suhu 100oC pada Larutan pH 4, pH 7, dan pH 10, tanpa Lemak dan dengan Lemak... 27

Gambar 11. Kelarutan Edible Film pada Larutan tanpa Lemak Suhu 75oC dan Suhu 100oC, pada Larutan pH 4,pH 7, dan pH 10... 29

Gambar 12. Kelarutan Edible Film pada Larutan dengan Lemak Suhu 75oC dan Suhu 100oC, pada Larutan pH 4,pH 7, dan pH 10... 31

Gambar 13. Kuat Tarik Edible Film………... 32

(11)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Uji Normalitas Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 0%... 41 Lampiran 2. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 0% Menggunakan Uji Beda Duncan

pada pH yang Sama... 41 Lampiran 3. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 0% Menggunakan Uji Beda Duncan

Antar pH yang Berbeda pada Suhu 75oC... 42 Lampiran 4. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 0% Menggunakan Uji Beda Duncan

Antar pH yang Berbeda pada Suhu 100oC... 43 Lampiran 5. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 0% Menggunakan Uji Beda Duncan

Antar pH yang Berbeda pada Larutan tanpa Lemak... 44 Lampiran 6. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 0% Menggunakan Uji Beda Duncan

Antar pH yang Berbeda pada Larutan dengan Lemak... 45 Lampiran 7. Uji Normalitas Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 5%... 46 Lampiran 8. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 5% Menggunakan Uji Beda Duncan

pada pH yang Sama... 47 Lampiran 9. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 5% Menggunakan Uji Beda Duncan

Antar pH yang Berbeda pada Suhu 75oC... 48 Lampiran 10. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 5% Menggunakan Uji Beda Duncan

Antar pH yang Berbeda pada Suhu 100oC... 49 Lampiran 11. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 5% Menggunakan Uji Beda Duncan

Antar pH yang Berbeda pada Larutan tanpa Lemak... 50 Lampiran 12. Uji Data Kelarutan Edible Film dengan Penambahan

Polietilen Glikol Sebanyak 5% Menggunakan Uji Beda Duncan

Antar pH yang Berbeda pada Larutan dengan Lemak... 51 Lampiran 13. Uji Normalitas Data Kuat Tarik Edible Film... 52 Lampiran 14. Uji Beda Data Kuat Tarik Edible Film Menggunakan

Independent Sample T-Test... 52 Lampiran 15. Uji Normalitas Data Persentase Elongasi Edible Film... 53 Lampiran 16. Uji Beda Data Persentase Elongasi Edible Film Menggunakan

Referensi

Dokumen terkait

Sementara jika dilihat dari kepadatan penduduk per km2, Kecamatan Lamasi merupakan daerah terpadat yaitu 487,42 penduduk per kilo meter persegi (km2) dengan luas

Kabupaten Indragiri Hilir merupakan daerah pantai dan rawa pasang surut dengan penyebaran sungai hampir di seluruh kecamatan.. Disamping sungai, selat dan terusan

Pengujian fitur penghitung nilai output bertujuan menguji apakah proses defuzzyfication menghasilkan nilai output yang benar Skenario pengujian adalah dengan cara

[r]

Dengan terlaksananya penelitian ini diharapkan untuk dapat mengetahui skenario terbaik dari pengembangan model sistem dinamik , yang nantinya akan memberikan solusi

Lapisan kulit yang paling luar disebut dengan epidermis. Lapisan epidermis memiliki ketebalan yang berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1

BPR Wijaya Mulya Santosa sudah menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Hal ini dibuktikan dari : 1) Dasar pengukuran dan

Berdasarkan klasifikasi tipe rumah sakit, klinik Iibu dan anak adalah rumah sakit khusus tipe E (spesial hospital) yang menyelenggarakan hanya satu macam pelayan