BUPATI BELITUNG
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG
NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG
PENDELEGASIAN WEWENANG PERIZINAN DAN NON PERIZINAN YANG MENJADI URUSAN PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG,
Menimbang: a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 11 ayat (4) Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu guna
meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan
memperpendek proses pelayanan dalam rangka mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, murah, transparan, pasti, dan terjangkau untuk percepatan pelaksanaan pelayanan perizinan terpadu serta, perlu memberikan pendelegasian wewenang perizinan dan non perizinan yang menjadi urusan Pemerintah Kabupaten Belitung kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang membidangi pelayanan perizinan terpadu;
b. bahwa Peraturan Bupati Belitung Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan di Bidang Perizinan dan Non Perizinan Kepada Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belitung sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Belitung Nomor 3 Tahun 2010, perlu diubah dan diganti untuk disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan perizinan terpadu;
c. bahwa...
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati Belitung tentang Pendelegasian Wewenang Perizinan dan Non Perizinan Yang Menjadi Urusan Pemerintah Kabupaten Belitung;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kotapraja Di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor
73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821);
2.Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
3.Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang
Pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 217, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4033);
4.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman
Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724);
5.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
6.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik….
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657);
7. Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 221);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 18 Tahun 2007
tentang Pola Organisasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Belitung (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2007 Nomor 18), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 10 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pola Organisasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Belitung (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2013 Nomor 10);
10.Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 14 Tahun 2008
tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Belitung (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2008 Nomor 14);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PENDELEGASIAN
WEWENANG PERIZINAN DAN NON PERIZINAN YANG MENJADI URUSAN PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG.
BAB I KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :
1. Bupati adalah Bupati Belitung.
2. Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu
yang selanjutnya disingkat BPMPPT adalah Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Belitung.
3. Kepala Badan adalah Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Belitung.
4. Satuan Kerja Perangkat Daerah Teknis yang selanjutnya
disebut SKPD Teknis adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan tertentu yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Belitung.
5. Perizinan adalah segala bentuk persetujuan yang dikeluarkan
oleh Pemerintah Kabupaten Belitung yang memiliki
kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
6. Non Perizinan adalah segala bentuk kemudahan pelayanan,
fasilitas fiskal, dan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
7. Pendelegasian Wewenang adalah penyerahan tugas, hak,
kewajiban, dan pertanggungjawaban Perizinan dan Non Perizinan, termasuk penandatanganannya atas nama pemberi wewenang.
8. Tim Teknis adalah tim yang terdiri dari unsur-unsur Satuan
Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Belitung yang dibentuk oleh Bupati.
BAB II
PENDELEGASIAN WEWENANG Pasal 2
(1) Dalam rangka mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah,
murah, transparan, pasti, dan terjangkau serta percepatan pelaksanaan pelayanan perizinan terpadu, Bupati memberikan pendelegasian wewenang perizinan dan non perizinan yang menjadi urusan Pemerintah Kabupaten Belitung kepada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Belitung.
(2) Perizinan dan non perizinan yang didelegasikan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), meliputi :
a. Perizinan Penanaman Modal, meliputi :
1. Izin Prinsip Penanaman Modal;
2. Izin Usaha Penanaman Modal Untuk Berbagai Sektor Usaha;
3. Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal;
4. Izin Usaha Perluasan Untuk Berbagai Sektor Usaha;
5. Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal;
6. Izin Usaha Perubahan Untuk Berbagai Sektor Usaha;
7. Izin Prinsip Penggabungan Perusahaan Penanaman
Modal;
8. Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman
Modal Untuk Berbagai Sektor Usaha;
b. Surat Izin Tempat Usaha (SITU);
c. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP);
d. Izin Gangguan (HO);
e. Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
f. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK);
g. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP);
h. Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol
(SIUP-MB);
i. Tanda Daftar Gudang (TDG);
j. Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
k. Surat Izin Usaha Industri (IUI), Izin Perluasan, dan Tanda
Daftar Industri (TDI);
l. Izin Hiburan;
m.Izin Dispensasi Kelas Jalan;
n. Izin Usaha Angkutan;
- Izin trayek; dan
- Izin angkutan barang
o. Izin Pendirian Lembaga Pendidikan Formal;
p. Izin Pendirian Lembaga Pendidikan Non Formal; dan
q. Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)/Izin Usaha
Pariwisata, meliputi:
1. daya tarik wisata;
2. kawasan pariwisata;
3. jasa transportasi pariwisata ;
4. jasa perjalanan pariwisata;
5. jasa makanan dan minuman;
6. penyediaan akomodasi;
7. penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi;
8. penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif,
konferensi dan pameran;
9. jasa informasi pariwisata;
10.jasa konsultan pariwisata;
11.jasa pramuwisata;
12.wisata tirta; dan
13.spa.
(3) Penambahan dan/atau pengurangan jenis perizinan dan non
perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dan ditetapkan kemudian oleh Bupati.
Pasal 3
(1) Pendelegasian wewenang perizinan dan non perizinan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, meliputi
penerbitan/pemberian, penolakan, dan pencabutan izin, termasuk pemungutan retribusi dalam hal sesuai ketentuan perizinan dikenakan retribusi daerah berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten yang berlaku.
(2) Pendelegasian wewenang perizinan dan non perizinan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh BPMPPT.
(3) Penyelenggaraan tugas pembinaan dan pengawasan terhadap
perizinan dan non perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, tetap dilaksanakan dan menjadi tanggungjawab Satuan Kerja Perangkat Daerah teknis yang bersangkutan.
Pasal 4
(1) Penandatanganan perizinan dan non perizinan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3, dilakukan oleh Kepala Badan.
(2) Apabila Kepala Badan belum ditunjuk oleh Bupati maka
penandatanganan perizinan dan non perizinan dilakukan oleh Pelaksana Tugas yang ditunjuk oleh Bupati.
(3) Apabila Kepala Badan/Pelaksana Tugas berhalangan lebih dari 3 (tiga) hari kerja, penandatanganan perizinan dan non perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pejabat struktural satu tingkat di bawahnya yang membidangi perizinan.
(4) Penandatanganan yang dilakukan oleh pejabat struktural
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan atas nama Kepala Badan.
Pasal 5
(1) Izin yang diberikan oleh BPMPPT sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 ayat (1) tembusannya disampaikan kepada SKPD teknis dan SKPD yang membidangi Ketertiban.
(2) Penyelenggaraan perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), secara bertahap akan dievaluasi. Pasal 6
(1) Dalam pelaksanaan penerbitan perizinan dan non perizinan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, BPMPPT melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah teknis terkait dan/atau melakukan pemeriksaan teknis lapangan melalui Tim Teknis.
(2) Tim Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
beranggotakan masing-masing dari unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah teknis terkait yang mempunyai kompetensi di bidangnya dan diberi wewenang untuk mengambil keputusan dalam memberikan rekomendasi mengenai diterima atau ditolaknya suatu permohonan perizinan.
(3) Perizinan yang memerlukan pemeriksaan oleh Tim Teknis
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah perizinan yang secara teknis dipersyaratkan adanya pemeriksaan lapangan.
(4) Pembentukan, tugas, wewenang, dan susunan personalia Tim
Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Bupati.
BAB III
KETENTUAN PERALIHAN Pasal 7
(1) Pelaksanaan Perizinan dan non Perizinan yang telah
dilimpahkan kepada BPMPPT sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1 Peraturan Bupati Belitung Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan di Bidang Perizinan dan Non Perizinan Kepada Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belitung sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Belitung Nomor 3 Tahun
2010, penyelenggaraannya disesuaikan berdasarkan
ketentuan dalam Peraturan Bupati ini.
(2) Penyerahan data dan dokumen terkait penyelenggaraan
pelimpahan Perizinan dan non Perizinan berdasarkan Peraturan Bupati ini, dilaksanakan oleh SKPD teknis kepada BPMPPT paling lama 3 (tiga) bulan setelah berlakunya Peraturan Bupati ini.
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP Pasal 8
Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Belitung Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan di Bidang Perizinan dan Non Perizinan Kepada Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belitung (Berita Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2008 Nomor 15) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Belitung Nomor 3 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Belitung Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan di Bidang Perizinan dan Non Perizinan Kepada Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belitung (Berita Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2010 Nomor 3), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.
Pasal 9
Petunjuk teknis pelaksanaan penyelenggaraan pelimpahan perizinan dan non perizinan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati ini diatur lebih lanjut oleh Kepala Badan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 10
Peraturan Bupati ini mulai berlaku 3 (tiga) bulan sejak tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Belitung.
Ditetapkan di Tanjungpandan pada tanggal 6 April 2015
BUPATI BELITUNG, Ttd.
SAHANI SALEH
Diundangkan di Tanjungpandan pada tanggal 6 April 2015
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BELITUNG,
Ttd.
KARYADI SAHMINAN