• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Mudah Membaca Analisa Regresi Logistik Berganda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Cara Mudah Membaca Analisa Regresi Logistik Berganda"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Regresi Logistik Ganda dalam SPSS

Tutorial Regresi Logistik Ganda

Uji Regresi Logistik ganda adalah uji regresi yang dilakukan pada penelitian apabila variabel dependen berskala dikotom (nominal dengan 2 kategori). (Untuk lebih jelasnya dengan Tipe Data, Baca Artikel kami berjudul "Pengertian Data")

Tentunya semua variabel independen haruslah berskala data dikotom juga, tetapi apabila skalanya kategorik nominal lebih dari 2 kategori, masih dapat dilakukan uji regresi logistik ganda dengan cara melakukan dummy.

Bahasan tentang dummy akan kita bahas pada artikel berikutnya. Pada bahasan kali ini khusus akan membahas tutorial melakukan uji regresi logistik ganda dengan menggunakan software SPSS For Windows.

Langsung saja, buka Aplikasi SPSS!

Kita buat 6 variabel dengan definisi sebagai berikut:

Variabel Independen:

1. Tekanan Kandung Kemih: Kategori "Ya" dan "Tidak" 2. Pruritus: Kategori "Ya" dan "Tidak"

3. Kram Kaki: Kategori "Ya" dan "Tidak" 4. Gerak Janin: Kategori "Aktif" dan "Pasif" 5. Heart Burn: Kategori "Ya" dan "Tidak"

Variabel Dependen:

(2)

Ubah Value pada tab Variable View di SPSS sebagai berikut: Ya/Aktif = 1, Tidak/Pasif = 2. Ubah Measure menjadi "Nominal". Ubah Decimals menjadi "0". Ubah Type menjadi "Numeric"

Langkah berikutnya adalah isi data dengan nilai 1 atau 2. 1 apabila jawaban "Ya" atau "Aktif" dan 2 apabila "Tidak" atau "Pasif". Ebagai contoh gunakanlah 30 responden.

(3)

Ada beberapa metode atau teknik dalam melakukannya, yaitu antara lain: "Enter", "Stepwise", "Forward", "Backward" di mana masing-masing punya maksud yang berbeda. Dalam bahasan ini akan kita lakukan secara "stepwise" dengan proses manual, agar mudah memahami maksudnya.

Langkah Pertama adalah seleksi kandidat.

Seleksi Kandidat

Dalam langkah ini kita akan menyeleksi, variabel independen manakah yang layak masuk model uji multivariat. Di mana yang layak adalah yang memiliki tingkat signifikansi (sig.) atau p value < 0,025 dengan metode "Enter" dalam regresi logistik sederhana. Yaitu dengan melakukan satu persatu regresi sederhana antara masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

Caranya adalah sebagai berikut:

Klik Analyze, Regression, Binary Logistic

Masukkan variabel independen pertama yaitu "tekanan kandung kemih" ke dalam kotak Covariate. Masukkan variabel dependen ke kotak Dependent.

(4)

Klik OK

Lihat hasilnya!

Dari hasil di atas, lihat tabel "variables in the equation" dan lihat nilai "sig." . Didapat nilai signifikan <0,25, yang berarti variabel "tekanan kandung kemih" layak masuk model multivariat.

Lakukan dengan cara di atas pada empat variabel independen lainnya. Apabila signifikansi > 0,25 maka variabel independen yang bersangkutan tidak layak masuk model multivariat.

(5)

Setelah dilakukan seleksi kandidat, inventarisir variabel mana yang layak masuk model dan urutkan dalam tabel dimulai dari yang nilai signifikansinya terbesar.

Sebelum diurutkan (Semua)

Subvariabel

P value

Tekanan Kandung Kemih

Pruritus

Kram kaki

Gerak janin

Heart burn

0,377

0,041

0,045

0,088

0,244

Hasil analisis menunjukkan nilai p value subvariabel tekanan kandung kemih (0,377) dan heart burn (0,244) sehingga tidak masuk ke uji multivariat karena p valuenya > 0,25. Sedangkan pruritus (0,041), kram kaki (0,045), gerak janin (0,088) masuk ke uji multivariate karena p valuenya < 0,25.

Diurutkan (Hanya yang masuk model)

Subvariabel

P value

Gerak janin

Kram kaki

Pruritus

0,088

0,045

0,041

Berarti ada 3 variabel yang akan diuji, yaitu: gerak janin, kram kaki dan pruritus.

(6)

Analisis Multivariat

klik analyze, regression, binary logistic.

Masukkan ketiga variabel independen ke dalam kotak Covariate. Masukkan variabel dependen ke kotak Dependent.

Klik Options, centang CI For Exp (B)

Klik OK.

Lihat Hasilnya!

No

Subvariabel

B

Wald

Sig.

OR

CI 95%

1

Pruritus

2,035 3,508 0,061

7,651

0,910 - 64,342

2

Kram kaki

2,800 4,428 0,035

16,447

1,212

223.242

3

Gerak janin

3,278 6,268 0,012

26,525

2,038

345,305

Subvariabel kram kaki dan gerak janin memiliki p value < 0,05 yaitu kram kaki (0,035) dan gerak

janin (0,012). Sedangkan subvariabel pruritus memiliki p value > 0,05 yaitu 0,061. Langkah

berikutnya, subvariabel yang memiliki p value terbesar yaitu pruritus (0,061) dikeluarkan dari model.

(7)

Cek Apakah setelah satu variabel pruritus dikeluarkan, ada perubahan ODDS Ratio (Exp (B))

> 10%?

Apabila ada, kembalikan variabel yang dikeluarkan kembali pada model dan ulangi dengan

mengeluarkan yang terbesar selain yang dimasukkan kembali. Ulangi Terus hingga hanya tertinggal

satu variabel atau tidak ada yang bisa dikeluarkan lagi karena perubahan ODDS Ratio > 10%.

Pada SPSS, gunakan cara yang sama dengan cara di atas!

Lihat contoh uraian langkah sebagai berikut!

No

Subvariabel

B

Wald

Sig.

OR

CI 95%

1

Kram kaki

2,003 2,951 0,086

7,409

0,754 - 72,812

2

Gerak janin

2,852 5,536 0,019

17,319

1,610

186,288

Setelah subvariabel pruritus dikeluarkan, perubahan OR dapat dilihat pada tabel berikut:

Subvariabel

OR pruritus

ada

OR pruritus

tidak ada

Perubahan

OR (%)

Pruritus

7,651

-

-

Kram kaki

16,447

7,409

54

Gerak janin

26,252

17,319

34

Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa setelah subvariabel pruritus dikeluarkan diperoleh

perubahan OR > 10% yaitu pada subvariabel kram kaki (54%) dan subvariabel gerak janin (34%)

sehingga subvariabel pruritus dimasukkan kembali ke dalam pemodelan, seperti pada tabel berikut:

(8)

No

Subvariabel

B

Wald

Sig.

OR

CI 95%

1

Pruritus

2,035 3,508 0,061

7,651

0,910 - 64,342

2

Kram kaki

2,800 4,428 0,035

16,447

1,212

223.242

3

Gerak janin

3,278 6,268 0,012

26,525

2,038

345,305

Langkah selanjutnya adalah pengeluaran subvariabel kram kaki (0,035) karena memiliki p

value terbesar kedua setelah pruritus (0,061).

No

Subvariabel

B

Wald

Sig.

OR

CI 95%

1

Pruritus

1,179 1,759 0,185

3,252

0,569 - 18,570

2

Gerak janin

2,218 0,963 0,021

9,192

1,391

60,723

Setelah subvariabel pruritus dikeluarkan, perubahan OR dapat dilihat pada tabel berikut :

Subvariabel

OR kram kaki

ada

OR kram kaki

tidak ada

Perubahan

OR (%)

Pruritus

7,651

3,252

57,4

Kram kaki

16,447

-

-

Gerak janin

26,252

9,192

65,3

Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa setelah subvariabel kram kaki dikeluarkan diperoleh

perubahan OR > 10% yaitu pada subvariabel pruritus (57,4%) dan subvariabel gerak janin (65,3%)

sehingga subvariabel kram kaki dimasukkan kembali ke dalam pemodelan, seperti pada tabel berikut:

Model Akhir Multivariat

No

Subvariabel

B

Wald

Sig.

OR

CI 95%

(9)

2

Kram kaki

2,800 4,428 0,035

16,447

1,212

223.242

3

Gerak janin

3,278 6,268 0,012

26,525

2,038

345,305

Hasil analisis: dapat disimpulkan bahwa dari keseluruhan variabel independen yang diduga

mempengaruhi gangguan tidur (insomnia) pada ibu hamil trimester ketiga terdapat satu subvariabel

(gerak janin) yang paling berpengaruh terhadap gangguan tidur dengan p value 0,012 < 0,05. Nilai

OR terbesar yang diperoleh yaitu 26,252 artinya gerak janin aktif yang dirasakan responden

mempunyai peluang 26,252 kali menyebabkan adanya gangguan tidur (insomnia).

Kesimpulan Akhir:

1.

Semua variabel yang masuk model atau yang lolos seleksi kandidat, berarti memiliki

pengaruh terhadap variabel dependen.

2.

Apabila setelah diuji dalam model akhir multivariat, yang tersisa dalam model berarti

terbukti sebagai variabel independen yang secara bermakna atau signifikan

mempengaruhi variabel dependen. Sedangkan yang tidak masuk model akhir, berarti

sebagai variabel perancu atau counfounding yang artinya menjadi variabel yang

mempengaruhi hubungan variabel independen dan dependen.

3.

Variabel dengan ODDS Ratio terbesar dalam model akhir multivariat, menjadi variabel

yang paling dominan mempengaruhi variabel dependen.

Referensi

Dokumen terkait

Variabel intervening (Y) adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Z) menjadi hubungan

Dari model terbaik yang dihasilkan pada Tahap 4, dapat disimpulkan variabel yang mempengaruhi status kemiskinan rumah tangga di perkotaan tahun 2005 yaitu jumlah ART ( X1

Model regresi linier berganda merupakan suatu persamaan yang menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel bebas/ predictor (X1, X2,…Xn) dan satu variabel tak bebas/

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1, X2, …..Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Dari

ketiadaan garis: bukan berarti agan engga akan punya musuh, tapi ini artinya agan cenderung disukai semua orang, lebih suka berdamai dan kalo harus

Hal tersebut berarti bahwa variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (permintaan bayam organik), sehingga model regresi dapat

Diperoleh model regresi logistik ordinal yang menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi IPK mahasiswa yaitu | | Berdasarkan ketiga variabel yang berpengaruh nyata

KEGIATAN BELAJAR 1 Regresi Linier Berganda Regresi linier berganda merupakan model persamaan yang menjelaskan hubungan satu variabel tak bebas/ response Y dengan dua atau lebih