• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS INDIKASI TURNOVER INTENTION TERHADAP ADANYA KONFLIK SANTRI PUTRI-KELUARGA DAN KEPUASAN STUDI DI PONDOK PESANTREN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS INDIKASI TURNOVER INTENTION TERHADAP ADANYA KONFLIK SANTRI PUTRI-KELUARGA DAN KEPUASAN STUDI DI PONDOK PESANTREN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN : 1979-7141 17 ANALISIS INDIKASI TURNOVER INTENTION TERHADAP ADANYA KONFLIK SANTRI PUTRI-KELUARGA DAN KEPUASAN STUDI DI PONDOK

PESANTREN Oleh:

Muhyiddin Zainul Arifin, dan Siti Sufaidah Prodi Sistem Informatika STMIK Bahrul ‘Ulum Jombang

RINGKASAN

Tingginya tingkat turnover intentions telah menjadi masalah serius bagi banyak lembaga pendidikan , bahkan pihak manajemen lembaga pendidikan mengalami frustasi ketika mengetahui bahwa proses pendaftaran yang telah berhasil menjaring calon santri yang berkualitas pada akhirnya ternyata menjadi sia-sia karena siswa yang baru diterima telah memilih studi di lembaga pendidikan lain. Untuk mencapai tingkat kepuasan studi yang maksimal dalam setiap pelaksanaan studi, siswa akan selalu menghadapi faktor-faktor yang diperkirakan dapat mempengaruhi kepuasan studi. Faktor-faktor-faktor tersebut dapat berupa konflik santri –keluarga.

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan antara pengaruh konflik santri-keluarga dan kepuasan studi terhadap turnover intentions di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan 3 (tiga) variable, yaitu variable independen turnover Intention dan konflik santri-keluarga sebagai variable eksogen serta variable dependen (variable endogen) yaitu kepuasan studi santri pondok pesantren

Analisis statistik yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Model ini menganalisis pengujian hubungan kausal antara variable laten (model structural) dan analisis pengujian validitas dan reabilitas yang didasarkan pada variable manifest (model pengukuran). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel acak terstratifikasi (Stratified random sampel), yaknik mengambil sampel secara acak proporsional dari masing-masing lokasi pondok putri di lingkungan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Jombang.

Dari hasil analisis data diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara turnover intension dan konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi santri putri di pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

1. P31 = 0,092, t = 0,912, p-value = 0,364 > 0,05, atau Ho diterima, yang berarti tidak terdapat pengaruh Turnover Intention terhadap kepuasan studi santri putri di pondok pesantren.

2. P32 = - 0,032, t = -0,32, p-value = 0.750 > 0,05, atau Ho diterima, yang berarti tidak terdapat pengaruh konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi santri putri di pondok pesantren.

Dengan demikian turnover intension dan konflik santri-keluarga tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan studi santri putrid di pondok pesantren.

(2)

18 ISSN: 1979-7141 PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Kualitas studi suatu pondok pesantren sangat ditentukan oleh kondisi dan perilaku santri yang dimiliki pondok pesantren tersebut. Fenomena yang seringkali terjadi adalah kualitas studi suatu pondok pesantren yang telah demikian bagus dapat dirusak, baik secara langsung maupun tidak, oleh berbagai perilaku santri yang sulit dicegah terjadinya. Salah satu bentuk perilaku santri tersebut adalah keinginan berpindah (turnover intentions) yang berujung pada keputusan santri untuk meninggalkan studinya. Tingginya tingkat turnover pada pondok pesantren akan semakin banyak menimbulkan berbagai macam biaya, baik biaya studi yang sudah diinvestasikan pada santri, tingkat kinerja studi yang mesti dikorbankan, maupun biaya pendaftaran dan studi kembali (Suwandi dan Indriantoro, 1999).

Saat ini tingginya tingkat turnover intentions telah menjadi masalah serius bagi banyak lembaga pendidikan , bahkan pihak manajemen lembaga pendidikan mengalami frustasi ketika mengetahui bahwa proses pendaftaran yang telah berhasil menjaring calon santri yang berkualitas pada akhirnya ternyata menjadi sia-sia karena siswa yang baru diterima telah memilih studi di lembaga pendidikan lain (Ariyanto 2001). Berdasarkan perkembangan jumlah santri yang ada dilingkungan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang selama 5 tahun terakhir terjadi penurunan rata-rata 2,65 % (Data Adminitrasi PP BU, 2011). Hal ini menjadi salah satu indikasi terdapatnya turnover intention di kalangan santri sehingga kondisi ini harus mendapat perhatian serius dalam rangka peningkatan kualitas system pendidikan di pesantren.

Setiap santri yang studi pada suatu lembaga pendidikan atau pondok pesantren tentunya sangat menginginkan tingkat kepuasan studi yang maksimal. Untuk mencapai tingkat kepuasan studi yang maksimal dalam setiap pelaksanaan studi, siswa akan selalu menghadapi faktor-faktor yang diperkirakan dapat mempengaruhi kepuasan studi. Faktor-faktor tersebut dapat berupa konflik santri –keluarga.

Penelitian ini merupakan replikasi penelitian Pasewark dan Victor (2006) mengenai pengaruh konflik pekerjaan-keluarga terhadap turnover intentions. Berbeda dengan penelitian Pasewark dan Viator (2006) selain penekanannya pada tempat studi

(3)

ISSN : 1979-7141 19 dengan kepuasan studi sebagai variable intervening yang tidak dihipotesiskan, dalam penelitian ini kepuasan studi sebagai professi intervening dihipotesiskan. Penelitian ini mengambil sampel dari santri pondok pesantren di Kabupaten Jombang. Alasan pemilihan santri yang studi di pondok pesantren sebagai salah satu studi, dikarenakan tingkat keinginan siswa untuk berpindah cukup tinggi seperti yang dikemukakan oleh Suwandi dan Indriantoro (1999).

2. Rumusan Masalah

Penelitian ini berusaha membuktikan adanya indikasi turnover intentions akibat adanya pengaruh konflik santri-keluarga dan kepuasan studi pada pondok pesantren dengan sedikit modifikasi yang merupakan adopsi dari penelitian Pasewark dan Victor (2006). Modifikasi yang dimaksud adalah memunculkan kepuasan studi sebagai professi intervening, sehingga berdasarkan uraian dan fenomena di atas, secara empiris akan diuji pengaruh konflik santri-keluarga terhadap turnover intentions dengan kepuasasan studi sebagai professi intervening pada pondok pesantren di Jombang. Masalah yang diteliti dapat dirumuskan dengan pertanyaan

sebagai berikut:

1. Apakah konflik santri putri -keluarga berpengaruh terhadap kepuasan studi santri putri?

2. Apakah konflik santri putri-keluarga berpengaruh terhadap turnover intentions santri?

3. Apakah kepuasan studi berpengaruh terhadap turnover intentions santri putri ? 4. Apakah konflik santri putri -keluarga dan kepuasan studi berpengaruh secara

simultan terhadap turnover intentions santri putri?

3. Pembatasan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas maka penelitian ini dilakukan pada santri putri lingkungan pondok pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang.

(4)

20 ISSN: 1979-7141 4. Signifikansi Penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pengembangan penelitian perilaku santri terutama yang berhubungan dengan sumber daya manusia pada Pondok Pesantren. Kontribusi tersebut meliputi:

a. Sebagai data awal untuk mengukur ditemukan indikasi turnover intentions di pondok pesantren.

b. Bahan implementasi terhadap adanya temuan turnover intention sehingga segera mendapatkan penanganan.

c. Sebagai indikator pengukuran terhadap upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar di pondok pesantren.

5. Kajian Riset Sebelumnya

Konflik studi-keluarga nampaknya berpengaruh terhadap beberapa studi dan profesi (Parasuraman dan Simmers, 2001). Penelitian sebelumnya menunjukkan profesi yang berhubungan langsung dengan banyaknya pelanggan/klien mudah menimbulkan konflik pekerjaan-keluarga seperti pelayan took (Dubinsky et al., 1986), penyedia layanan jasa studi dan retail manajemen (Good et al., 1988). Profesi dan studi juga sama untuk profesi ini sebab para profesional harus melakukan penyesuaian jadwal mereka sesuai dengan kebutuhan klien. Penelitian dalam studi yang berhubungan langsung dengan banyaknya jasa pendidikan menunjukkan konflik pekerjaan-keluarga memiliki hubungan positif dengan perputaran siswa, yang merupakan suatu permasalahan yang dialami oleh profesi jasa pendidikan.

Dari berbagai hasil penelitian tersebut masih dijumpai belum ada kejelasan secara kuantitatif untuk mengukur tingkat pengaruh turnover intention terhadap konflik keluarga, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap pengaruhnya dengan kepuasan studi.

METODOLOGI PENELITIAN 1. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan 3 (tiga) variable, yaitu variable independen turnover Intention dan konflik santri-keluarga sebagai variable eksogen serta variable dependen (variable endogen) yaitu kepuasan

(5)

ISSN : 1979-7141 21 studi santri pondok pesantren. Ingin diketahui bentuk hubungan antara variable secara simultan, sehingga analisis statistiknya menggunakan analisis Jalur (Path Analysis). Model ini menganalisis pengujian hubungan kausal antara variable laten (model structural) dan analisis pengujian validitas dan reabilitas yang didasarkan pada variable manifest (model pengukuran)

Model Persamaan strukturn diagram jalurnya seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

Gambar 1. Model Persamaan Struktur Diagram Jalur

Dimana:

ξ1 = variabel turnover intention

ξ2 = variabel konflik santri putri-keluarga

η1 = variabel kepuasan studi

a. Model Persamaan Struktural

Gambar 2. Model Persamaan Struktural ξ1 ξ2 η1 X2 X1 X3 X4 Y1 Y2 ξ1 ξ2 η1

(6)

22 ISSN: 1979-7141 Dimana:

ξ1 = Variabel laten turnover intention

X1= Variabel manifest voluntary X2= Variable manifest involuntary

ξ2 = Variabel laten konflik santri putri-keluarga

X3 = Variabel manifest ketidaksesuaian hubungan X4 = Variable manifest ketidakseimbangan hubungan η1 = Variabel laten kepuasan studi

Y1 = Variabel manifest fisik Y2 = Variable manifest psikologis

HASIL PENELITIAN

A. Pengujian Statistik data Penelitian 1. Penentuan Koefisien jalur

Dengan menggunakan metode backward diperoleh dua model hasil pengolahan data, yaitu model 1 dan model 2. Koefisien jalur akan ditunjukkan oleh kolom

Standarized Coefficient (Beta) seperti pada table berikut:

Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Stand ardize d Coeffi

cients t Sig. Correlations B

Std.

Error Beta

Zero-order Partial Part B Std. Error 1 (Constant) 78.33 3 6.595 11.877 .000 TurnoverI ntention .059 .064 .092 .912 .364 .091 .092 .092 Konflik -.020 .063 -.032 -.320 .750 -.028 -.032 -.032 2 (Constant) 76.81 6 4.559 16.848 .000 TurnoverI ntention .058 .064 .091 .902 .369 .091 .091 .091 3 (Constant) 80.92 0 .307 263.824 .000

(7)

ISSN : 1979-7141 23

Sedangkan table Anovanya seperti terlihat sebagai berikut:

ANOVA(d)

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 8.644 2 4.322 .454 .636(a) Residual 922.716 97 9.513 Total 931.360 99 2 Regression 7.671 1 7.671 .814 .369(b) Residual 923.689 98 9.425 Total 931.360 99 3 Regression .000 0 .000 . .(c) Residual 931.360 99 9.408 Total 931.360 99

a Predictors: (Constant), Konflik, TurnoverIntention b Predictors: (Constant), TurnoverIntention c Predictor: (constant)

d Dependent Variable: KepuasanStudi

Pada table Anova model 1, diperoleh berturut-turut:

a. P31 = 0,092, t = 0,912, p-value = 0,364 > 0,05, atau Ho diterima, yang berarti tidak terdapat pengaruh Turnover Intention terhadap kepuasan studi santri putri di pondok pesantren.

b. P32 = - 0,032, t = -0,32, p-value = 0.750 > 0,05, atau Ho diterima, yang berarti tidak terdapat pengaruh konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi santri putrid di pondok pesantren.

2. Faktor Residual

Pada model Summary terlihat pada table berikut:

Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the

Estimate Change Statistics R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change R Square Change F Change df1 df2 1 .096(a) .009 -.011 3.08424 .009 .454 2 97 .636 2 .091(b) .008 -.002 3.07008 -.001 .102 1 97 .750 3 .000(c) .000 .000 3.06719 -.008 .814 1 98 .369 a Predictors: (Constant), Konflik, TurnoverIntention

b Predictors: (Constant), TurnoverIntention c Predictor: (constant)

(8)

24 ISSN: 1979-7141 (X1)Turnover Intention

(X2) Konflik Santri-keluarga

(Y) Kepuasan Studi P31 = 0,092

P32 = - 0,032

P21 = 0,046

Є

dari table di atas terlihat bahwa koefisien determinasi yang diperlihatkan oleh R Square (R2, 3,12) = 0,09. Sehingga factor residual untuk variable Y adalah =

2 3,12

1R  1 0, 09  0,91= 0,95

3. Persamaan Struktur

Persamaan struktur diekspresikan dalam bentuk Y = P31X1 + P32X2 + e1

Y = 0,092 X1 – 0,032X2 + e1

Persamaan struktur dalam bentuk diagram jalur terlihat pada gambar berikut:

Gambar 4.1. diagram Jalur hubungan antara Turnover Intention dan Konflik terhadap Kepuasan Studi Santri di pondok Pesantren.

Dari diagram di atas dapat disusun persamaan structural: Y = 0,092X1 + e

Y = 0,032X2 + e

Y = 0,092X1 + 0,032X2 + e

B. Pembahasan

Dari hasil analisis data diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara turnover intension dan konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi santri putri di pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

(9)

ISSN : 1979-7141 25 1. P31 = 0,092, t = 0,912, p-value = 0,364 > 0,05, atau Ho diterima, yang berarti tidak

terdapat pengaruh Turnover Intention terhadap kepuasan studi santri putri di pondok pesantren.

2. P32 = - 0,032, t = -0,32, p-value = 0.750 > 0,05, atau Ho diterima, yang berarti tidak terdapat pengaruh konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi santri putrid di pondok pesantren.

Hal ini menunjukan bahwa turnover intension lebih menekankan pada sikap individu dimana sikap individu yang mengacu pada hasil evaluasi mengenai kelangsungan hubungannya dengan organisasi dimana dirinya bekerja dan belum terwujud dalam bentuk tindakan pasti (Suwandi dan Indriantoro, 1999). Sehingga keterkaitan antara turnover intension terhadap kepuasan studi tidak jelas dan cenderung tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap sikap santri dalam mengikuti pendidikan di pondok pesantren. Dengan demikian kepuasan studi lebih cenderung pada kondisi internal yang diciptakan dalam manajemen pondok sendiri. Pemenuhan sarana dan prasarana dalam pondok, suasana dan metode belajar yang baik lebih dominan menguasai kepuasan santri terhadap studi di pondok pesantren.

Tidak adanya hubungan antara konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi juga muncul dari kondisi santri yang sebagian besar memang tidak ditemukan konflik dalam keluarga mereka. Hal ini tentunya juga tidak berdampak terhadap kepuasan studi mereka. Secara umum kepuasan studi bagian dari karakter santri yang benar-benar memilih studi di pondok pesantren. Kepuasan Studi menurut Slamet (2002) merupakan orientasi emosional individu untuk menjalankan peran dan karakteristik studi mereka. Ditambahkan oleh Spector (1997) bahwa kepuasan studi merupakan derajat atau tingkatan seorang siswa menyukai studinya. Dengan demikian kepuasan studi lebih banyak muncul dari dalam individu santri dan tidak ditentukan oleh kondisi turnover intension dan konflik.

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan

Hasil analisis jalur dari data penelitian tentang hubungan antara turnover intension dan konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi di pondok pesantren, dapat disimpulkan bahwa;

(10)

26 ISSN: 1979-7141 a. Tidak terdapat pengaruh yang signikan antara turnover intension terhadap kepuaasan studi santri di pondok pesantren.

b. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi santri putrid di pondok pesantren.

c. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara simultan antara turnover intension dan konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi santri putrid di pondok pesantren.

2. Saran

Karena tidak didapatkan pengaruh yang signifikan antara turnover intension dan konflik santri-keluarga terhadap kepuasan studi di pondok pesantren maka perl dilakukan penelitian dengan menggunakan factor-faktor yang yang mempengaruhi kepuasan studi santri.

DAFTAR PUSTAKA

Agus, Sony Irwandi. (2002),”Analisis Pengaruh Job Insecurity terhadap Turnover Intentions: Studi Empiris Pada Akuntan Pendidik di Perguruan Tinggi”. Tesis Program Studi Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro

Ariyanto, Agus Toly, (2001) “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Turnover Intentions pada Staf Kantor Akuntan Publik”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 3 No.2, November:102-125

Dubinsky, A. J., R. D. Howell. T. N. Ingram, and D. N. Ballenger. (1986). “Salesforce Socialization”. Journal of Marketing, Vol. 50 (October),pp. 192-207.

Good, L. K., G. F. Sisler, and J. W. Gentry. (1988). “Antecedents of Turnover Intentions among Retail Management Personnel”. Journal of Retailing, Vol. 64 No. 3, pp. 295-314.

Judge T. A. dan Locke. (1993). “Effect and Disfunctional Thought Processes on Subjective Will-Being and Job Satisfaction”. Journal of Psychology, Vol.78 No. 3, pp. 475-490.

Parasuraman, S., and C. A. Simmers. (2001). “Type of Employment, Work-Family Conflict and well-being: A Comparative Study”. Journal of Organizational Behavior, Vol. 22 No. 5, pp. 551-568.

Pasewark W. R. and R.E. Victor, (2006). “Sources of Work-Family Conflict in The Accounting Profession”. Behavioral Research in Accounting, Vol. 18, pp. 147- 165.

(11)

ISSN : 1979-7141 27 Robbins, P. Stephens. (2003) . “Organizational Behavior”. Ten Edition. Prenctice Hall

Inc.

Shaw, D. Jason, John E. Delery, G. Douglas J., Gupta, Nina (1998).” An Organizational Level Analysis of Voluntary and Involuntary Turnover” Academy of Management Journal., Vol. 41 No. 5, pp. 511-525

Slamet, Budiman. (2002), “Pengaruh Tindakan Supervisi Terhadap Kepuasan Kerja Auditor yang Melakukan Audit Khusus: Studi Empiris Pada Kantor Perwakilan BPKP”. Tesis Program Studi Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro Spector, P.E and O’Connell, B.J. (1994), “The Contribution of Personality Traits,

Negative affectivity, Locus of Control and Type A to The Subsequent Reports of Job Stressors and Job Strains”. Journal of Occupational and Organizational Psychology, Vol. 19 No. 2, pp. 47-57.

Suwandi & Nur Indriantoro, (1999). “Model Turnover Pasewark & Strawser: Studi Empiris pada Lingkungan Akuntan Publik”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 2 No. 2, pp. 173-195.

Gambar

Gambar 2. Model Persamaan Struktural ξ1ξ2η1X2 X1 X3 X4  Y1 Y2 ξ1ξ2η1
Gambar 4.1.  diagram Jalur hubungan antara Turnover Intention dan Konflik terhadap  Kepuasan Studi Santri di pondok Pesantren

Referensi

Dokumen terkait

Laporan akhir ini dibuat untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III pada jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik

Kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang dalam mewujudkan tertib kepemilikan dokumen masih kurang optimal terutama dari segi kuantitas, kualitas

Dari bentuk sosialisasi tersebut khususnya untuk ke masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang belum memanfaatkan bentuk sosialisasi yang lain yaitu media massa baik melalui

Keutamaan pelaksanaan pemanfaatan lahan dengan pola diversifikasi usahatani dan ternak sapi adalah : Pola usahatani terpadu dapat diterapkan kepada masyarakat yang

Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan pengambilan sampel dengan teknik sensus sampling pada 75 orang aparat pengawas intern

Pada proses konfirmasi, auditor sebaiknya melihatbpengalamanbtahunblalu. Hal ini untuk memanajemen waktu yang digunakan dalam proses audit. Jika berdasarkan pengalaman

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Ibu Di Wilayah Kerja BPS S JL. Pekauman Banjarmasin Tahun 2013. Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan