1
A. Latar Belakang Masalah
Orang tua memiliki peran penting dalam rumah tangga, terutama memberikan perhatian terhadap anak-anaknya. Di samping memberikan perhatian terhadap anak-anaknya, ibu juga mempunyai peran penting bagi pendidikan. Orang tua merupakan peran yang pertama dalam berinteraksi
kepada anak.1
Saat ini makin banyak wanita yang berambisi dan mampu mengembangkan karier, baik sudah menikah atau belum nikah, yang sudah mempunyai anak atau belum mempunyai anak, hal ini dimungkinkan karena meningkatnya jumlah wanita yang berpendidikan tinggi, ditinjau dari kebijakan pemerintahan, dan dari segi perundang-undangan. Wanita indonesia mendapatkan kesempatan yang sama seperti pria untuk mengenyam pendidikan dan untuk bekerja dalam mengembangkan kariernya. Dalam sejarah, wanita islam cemerlang dalam
bidang karier yang mereka pilih dalam bidang agama sastra.2
Pada masa sekarang wanita tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja (walaupun sebenarnya diantara banyak profesi yang ada,
1Atho’ Mudzhar, Wanita Dalam Masyarakat Indonesia, (Yogyakarta : Sunan Kalijaga,
2001), hlm. 298.
2
rumah adalah basis karier perempuan), banyak wanita yang bekerja diluar rumah dengan variasi alasan baik dengan faktor ekonomi atau hanya sekedar sebagai aktualisasi diri saja.
Peran wanita karier diluar rumah tangga itu bukannya tidak mempunyai konsekuensi, konsekuensi hendaknya sudah didasari dan diperhitungkan manakala istri turut bekerja, agar dampak yang tidak di inginkan dapat dihindari.
Namun banyak persoalan yang dialami oleh wanita karier terutama dalam membagi waktu untuk keluarganya yaitu suami, anak-anak hingga tugas-tugas rumah tangga, memberikan pendidikan kepada anak-anaknya waktu di rumah. Sementara peran ibu dalam rumah tangga untuk mendidik dan memberi motivasi anak adalah hal yang penting karena akan berpengaruh terhadap prestasi belajar anak.
Anak merupakan amanat dari Allah SWT untuk dijaga dan dirawat sebaik mungkin sesuai petunjuk agama agar menjadi anak yang soleh yang berguna bagi nusa dan bangsa. Kewajiban merawat anak ini tidak terlepas dari tanggung jawab moral yang harus dipukul oleh kedua orang tua,
lebih-lebih seorang ibu yang memiliki ikatan sejak dalam kandungan.3
Keluarga yang sibuk, terutama ibu tidak punya waktu untuk memberi perhatian dan melepaskan tanggung jawab terhadap anak sangat membahayakan. Lama kelamaan anak akan tidak terurus secara psikologis.
3Dadang hawari, Al-qur’an Ilmu Jiwa dan Kesehatan Jiwa (Jakarta: PT. Dana Bakti
Mereka banyak mengambil keputusan-keputusan yang membahayakan diri
sendiri dan masyarakat.4
Padahal keluarga ideal untuk proses pendidikan secara baik adalah keluarga sakinah, yaitu keluarga yang hidup dalam kedamaian dan ketenangan sehingga menumbuhkan kesejukan rohani bagi anggota keluarga, di dalam keluarga sakinah akan tumbuh anak-anak yang berperasaan halus dan berakhlaq mulia, aspek pendidikan yang menonojol di lingkungan keluarga adalah akhlaq yang berisi nilai-nilai moral. Nilai dan akhlaq yang luhur adalah hal yang diperhatikan para orang tua demi kepentingan mereka sendiri maupun anak-anaknya.
Wanita memang dikodratkan untuk menjadi ibu bagi anak-anaknya dan istri bagi suaminya, namun ada alasan tertentu wanita bekerja diluar rumah namun mereka tetap harus membagi waktunya untuk bekerja dan
mengurus anak-anaknya terutama memperhatikan dan memberi
pendidikan serta mengurus suami agar kehangatan dan keharmonisan rumah tangga terjaga.
Masalah belajar juga merupakan proses dari pada perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Perubahan yang terjadi dalam diri individu banyak sekali baik sifat maupun jenisnya karena itu sudah tentu tidak setiap perubahan dalam diri individu dan
semua aktivitas serta prestasi hidup tidak lain adalah perubahan hasil belajar. Kemampuan berubah dan kemampuan berkembang melalui belajar membuat manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih dan
menetapkan keputusan-keputusan penting untuk hidupnya.5
Saat ini di SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, dimana terdapat banyak orang tua murid yang menjadi wanita karier. Mereka memiliki kesibukan di luar rumah. Meskipun orang tua bekerja tetapi mereka selalu memperhatikan prestasi anak terutama ibu yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, mereka selalu memberi motivasi anaknya untuk selalu belajar agar anaknya mendapat prestasi baik dalam belajar. Disamping perhatian dari orang tua, terkadang anak memiliki keinginan menjadi seperti ibunya menjadi wanita karier sukses. Sehingga anak termotivasi untuk mendapat prestasi baik belajar. Namun ada juga anak yang merasa kasihan melihat ibunya juga bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga anak menjadi termotivasi untuk
meningkatkan prestasi belajar.6
Berpijak dari fenomena tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang “Pengaruh Wanita Karier Terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Negeri 06Kedungwuni Kabupaten Pekalongan” dengan alasan sebagai berikut:
5Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineke Cipta,
1991), 120.
6
Sri Widiyati, Hasil Observasi orang tua Siswa SD N egeri 06 Kedungwuni yang
1. Pentingnya dilakukan penelitian tentang ada tidaknya pengaruh antara wanita karier terhadap prestasi belajar siswa.
2. Di SD Negeri 06Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, terdapat ibu
dari siswa yang bekerja di luar rumah (wanita karier).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukaan diatas, maka penulis merumuskan pokok permasalahan sebagai objek pembahasan penelitian yaitu:
1. Bagaimana kegiatanwanita karier SD Negeri 06 Kedungwuni
Kabupaten Pekalongan?
2. Bagaimana prestasi belajar siswa SD Negeri 06Kedungwuni
Kabupaten Pekalongan?
3. Adakah pengaruh wanita karier terhadap prestasi belajar siswa SD
Negeri 06Kedungwuni Kabupaten Pekalongan?
Untuk menghindari agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan judul untuk itu diperlukan penegasan istilah pada setiap kata pada judul “Pengaruh Wanita Karier terhadap Prestasi Belajar Siswa di SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan” sebagai berikut :
a. Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu (orang dan badan) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuataan
seseorang.7
b. Wanita karier
Perempuan dewasa yang berkarier dalam hal pekerjaan yang
memberikan harapan untuk maju.8Yang di maksud wanita karier di sini
adalah wanita yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil.
c. Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah tingkat perubahan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dari anak yang diperoleh melalui serangkaian proses belajar. Tingkat perubahan ini disebut prestasi belajar dan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan yang diserap anak pada akhir
proses pembelajaran yang dituangkan dalam angka nilai tes.9
d. Siswa
Adalah pelajar atau murid. Yang dimaksud siswa dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 sampai kelas 5 yang berada di SD Negeri 06
Kedungwuni.10
7Departemen Pendidikan dan kebudayaan, kamus besar bahasa indonesia, Edisi III,
(Jakarta: Balai pustaka, 1998), hlm. 664.
8
Winkle WS, Psikologi pendidikan,(Jakarta: PT. Gramedia, 1983), hlm. 16.
9Udin S. Wina Taputra, Psikologi Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1995), hlm.197. 10
Departemen Pendidikan dan kebudayaan, kamus besar bahasa indonesia, Edisi III, (Jakarta: Balai pustaka, 1998), hlm. 690.
Jadi maksud judul adalah untuk membahas atau meneliti pengaruh posif atau negatif bagi wanita yang berkarier diluar rumah terhadap prestasi anak di SD Negeri 06Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
C. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah adalah sebagai berikut :
1. Untuk mendeskripsikan kegiatan wanita karier SD Negeri 06
Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
2. Untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa SD Negeri
06Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
3. Untuk mendeskripsikanpengaruh wanita karier terhadap prestasi
belajar siswa SD Negeri 06Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
D. Kegunaan Penelitian
Dari segi perumusan masalah diatas, maka kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Teoristis
Untuk memperluas wacana ilmu pengetahuan penulis tentang prestasi belajar anak yang ibunya berkarier.
2. Praktis
a. Memberikan informasi kepada orang tua anak akan pentingya memberikan perhatian agaranak termotivasi untuk belajar.
b. Sebagai masukan bagi para wanita karier dalam meningkatkan
prestasi belajar anaknya, yang mana bukan hanya
kesejahteraan materi yang menjadi tuntutan utama tetapi motivasi dari orang tua juga mempunyai peranan penting bagi anak.
c. Untuk mengetahui prestasi siswa SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, yang ibunya sebagai wanita karier dan apakah prestasi siswa SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan itu terpengaruh terhadap ibunya yang bekerja di luar rumah untuk mengembangkan kariernya.
E. Tinjauan Pustaka
1. Analisis Teori
Dalam penelitian ini digunakan banyak referensi untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah. Selama proses pembuatan penelitian ini telah ditemukan buku-buku yang membahas tentang wanita karier terhadap prestasi belajar anak, antara lain:
Menurut Kamus Besar Indonesia (Depdikbud, 1988), dalam buku Wanita Dalam Masyarakat Indonesia, Karier berarti: 1).
Perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, 2). Pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Adapun pengertian wanita karier sendiri adalah wanita yang berpendidikan cukup tinggi dan mempunyai status yang cukup tinggi dalam pekerjaannya, dan
cukup berhasil dalam berkarya.11
Sedangkan menurut Winkle WS, Wanita Karier adalah perempuan dewasa yang berkarier dalam hal pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Baik dalam bidang agama, sastra,
kedokteran, dan lain sebagainya. 12
Menurut Mahmud dan Heri Gunawan, menyatakan bahwa wanita karier adalah wanita yang berkecimpung dalam kegiatan profesi seperti dibidang usaha, perkantoran dan sebagainya, yang dilandasi dengan pendidikan dan keahlian, seperti ketrampilan,
kejujuran serta menjanjikan untuk mencapai kemajuan.13
Prestasi belajar adalah pernyataan hasil belajar yang diwujudkan dalam bentuk nilai yang menyatakan taraf prestasi yang telah dicapai
oleh murid.14 Menurut Udin S. Wina Taputra Prestasi belajar adalah
tingkat perubahan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dari anak yang diperoleh melalui serangkaian proses belajar. Tingkat perubahan
11 Atho’ Mudzhar, dkk, Wanita Dalam Masyarakat Indonesia, (yogyakarta : Sunan
Kalijaga, 2001), hlm. 302.
12
Winkel W.S, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, (Jakarta: PT. Gramedia, 1983), hlm. 161.
13
Mahmud dan gunawan, Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga, (Jakarta: Akademia Permata, 2013), hlm.168.
14
ini disebut prestasi belajar dan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan yang diserap anak pada akhir proses pembelajaran yang
dituangkan dalam angka nilai tes.15
Dalam buku Oemar Hamalik yang berjudul “ Metode Belajar
dan Kesulitan Belajar” menjelaskan bahwa prestasi juga hasil
interaksi antara beberapa faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu yang bersangkutan, sedangkan belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat interaksi dengan
lingkungan.16
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, ada 4 faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, antara lain: 1). Faktor internal yang meliputi: a). Faktor jasmaniah (fisiologis) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh.yang termasuk faktor ini misalnya penglihatan dan pendengaran. b). Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh yang terdiri atas: faktor potensial, faktor kecakapan, sikap dan motivasi. c). Faktor kematangan fisik maupun psikis, 2). Faktor Eksternal yang meliputi : faktor sosial, faktor budaya dan faktor lingkungan fisik. 4). Faktor lingkungan spritual atau
keamanan.17
15Udin S. Wina Taputra, Psikologi Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1995), hlm.197. 16Oemar Hamalik, Belajar dan Kesulitan – Kesulitan Belajar, (Bandung: Tarsito, 1986),
hlm.14.
17
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineke Cipta, 1991), 130.
Jadi Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah seorang ibu, sebab ibu memiliki peran penting dalam memberikan perhatian terhadap anak-anaknya dan memotivasi prestasi belajarnya. Jadi peran ibu sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar anak-anaknya.
2. Penelitian yang Relevan
Sebelum melakukan penelitian lebih lanjut, terlebih dahulu telah dilakukan penelaahan terhadap beberapa skripsi yang ada relevansinya dengan judul penelitian ini, antara lain:
Pertama, skripsi Nur Nahlati nim. 23205070 mahasiswa angkatan tahun 2007, yang berjudul “Dampak Wanita Karier
Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak-anaknya (Studi kasus di Perumahan Puri Kedungwuni )” bahwa kegiatan Wanita karier
mempunyai dampak terhadap Pendidikan Agama Islam Anak-anaknya
di Perumahan Puri Kedungwuni. 18
Kedua, skripsi Risalatul Muawanah, nim. 23220797 mahasiswa angkatan 2012, yang berjudul “Korelasi Peranan Wanita Karier
dengan Pendidikan Anak, Rumah tangga, dan Masyarakat (Studi di Desa Sidayu Bandar)” bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara
18Nur Nahlati “Dampak Wanita Karier Terhadap Pendidikan Agama Islam Anak-anaknya, Skripsi, Sarjana Pendidikan S.1 (Pekalongan: STAIN Pekalongan, 2007), hlm. vii.
peranan wanita karier dengan pendidikan anak, rumah tangga dan
masyarakat.19
Ketiga skripsi Raharjo yang berjudul “ Pengaruh Bimbingan
Orang tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V PAI”, yang berisi
tentang pengertian prestasi belajar dan faktor-faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar diantaranya adalah seorang ibu, ibu sangat mempengaruhi prestasi belajar anak-anaknya, disamping itu
ibu, bapak juga mempengaruhi prestasi anak-anaknya.20
Berdasarkan penjelasan ke tiga peneliti di atas terdapat perbedaan, yang pertama menyatakan bahwa kegiatan wanita karier mempunyai dampak terhadap pendidikan agama islam anak-anaknya. Sedangkan penelitian ke dua menyatakan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara peranan wanita karier dengan pendidikan rumah tangga dan masyarakat. Dan yang ke tiga menyatakan bahwa seorang ibu sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar anak-anaknya. disamping ibu, bapak dan keluarga lainya juga berpengaruh terhadap prestasi belajar anak.
19Risalatul Muawanah, “Korelasi Peranan Wanita Karier dengan Pendidikan Anak, Rumah tangga, dan Masyarakat,Skripsi, Sarjana Pendidikan S.1 (Pekalongan : STAIN
Pekalongan, 2012), hlm. vii
20
Raharjo, “Pengaruh Bimbingan Orang tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V
3. Kerangka Berpikir
Pendidikan yang dikenal pertama kali oleh anak, yaitu dari lingkungan keluarga, peranan orang tua atau keluarga terutama seorang ibu sangat penting, karena peran seorang ibu sangat menentukan keberagaman seseorang dalam menanamkan benih-benih pengetahuan terhadap anak-anaknya.
Seorang ibu adalah sosok yang terdekat dengan anak dan proses ini terjadi sejak anak ada di dalam rahim ibu, refleksi dari eksistensi fisik dan spiritual ibu tampak dalam diri anak, subtansi anak dengan sengaja atau tidak sengaja akan didasarkan pada ibunya.
Wanita sekarang tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja, banyak wanita yang bekerja diluar rumah dengan berbagai variasi alasan baik dengan faktor ekonomi atau hanya ingin bekerja untuk dapat sekedar membantu kebutuhan kelurga sehari-hari.
Dalam situasi demikian biasanya wanita dihadapkan pada pilihan yang sulit, yaitu antara mempertahankan kesinambungan karier dan harmonisasi didalam rumah tangga. Biasanya objek yang sensitif yang jadi sasaran pengorbanan utama adalah anak. Bahkan banyak orang tua yang karena alasan kesibukan kerja secara tidak sadar telah menyerahkan seluruh pengurusan anak kepada pengasuh atau pembantu rumah tangga.
Sebagai seorang ibu yang menjadi wanita karier memperhatikan dan memberikan motivasi kepada anak sangatlah penting, agar prestasi anak di sekolah meningkat, meskipun anak perlu diperhatikan khusus, tetapi ibu tidak harus meninggalkan tugasnya sebagai wanita karier (dengan bekerja di luar rumah). Di samping memberikan perhatian dan motivasi kepada anak, ibu juga harus memberikan fasilitas pendididikan yang memadai agar anak dapat meningkatkan prestasi belajar di sekolahnya.
4. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari permasalahan yang timbul dan kebenarannya masih perlu dibuktikan atau diuji
lapangan.21
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis bahwa “wanita karier mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
prestasi belajar siswa SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan”.
21 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Cet. 8 ( PT.
F. Metode Penelitian
1. Desain penelitian
Desain penelitian adalah proses yang diperlukan dalam perencanan dan pelaksanaan penelitian, yang terdiri dari :
a. Pendekatan penelitian
Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang analisanyamenekankan pada data-data
numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika.22
b. Jenis penelitian
Adapun jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field
reasarch) yang mana penelitian ini dilakukan dalam kancah
kehidupan yang sebenarnya. Penelitian lapangan mempunyai tujuan untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan
sehari-hari.23
Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh wanita karier terhadap prestasi belajar siswaSD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
22
Saifudin Anwar, Metodelogi Penelitian, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1999), hlm.5
23 Yatim Riyanto, Metodelogi Penelitian Pendidikan Suatu Tinjauan Dasar, (Surabaya :
2. Variabel Penelitian
a. Variabel Bebas
Variabel bebas ialah kondisi atau karakteristik oleh
pengeksperimen dimanipulasikan dalam rangka untuk
menerangkan hubungannya dengan fenomena yang
diobservasikan.24
Dalam variabel ini yang menjadi variabel bebas adalah “wanita karier” yang mempunyai indikator :
a. Pekerjaan rumah sebagai ibu rumah tangga
b. Pekerjaaan di luar rumah
c. Perhatian dan mendidik anak.25
b. Variabel Tergantung
Variabel tergantungialah kondisi atau karakteristik yang berubah, atau muncul, atau yang tidak muncul ketika pengeksperimen mengintrokdusikan, merubah, atau mengganti
variabel bebas.26
24 Sanapiah Faisal, Metodologi penelitian pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
1998) hlm. 83.
25Abdul Halim Abu Syuqqah,Kebebasan Wanita, Cet. , Jilid II (Jakarta: Gema Insani
Press, 1997, hlm. 108
Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah “prestasi belajar siswa”, yang diambil dari nilai raport siswa yang orang tuanya wanita karier SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
3. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.27Sedangkan
sampel merupakan sebagian dari atau wakil dari populasi yang
diteliti.28Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah orang tua
siswa SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang menjadi wanita karier berjumlah30.
Mengenaipenentuansampel, Suharsimi Arikunto memberikan batasan yaitu apabila populasinya kurangdari 100, lebih baik diambil
semuanya sehingga penelitian yang merupakan penelitian
populasi.29Dalam penelitian ini penulis mengambil semua populasi
sebanyak 30 sebagai sampel. 4. TeknikPengumpulan Data
Penggunaan teknik pengumpulan data secara tepat dan relevan dengan jenis data yang akan digali adalah langkah penting dalam suatu kegiatan penelitian. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka
27Suharsimi arikunto,Prosedur Lapangan Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : Rineka
Cipta 2002) hlm. 102.
28
Ibid., hlm. 104. 29
dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan metode sebagai berikut :
a. Observasi
Observasi adalah suatu metode pengumpulan data di mana
peneliti mengadakan pengamatan secara langsung.30 Metode ini
digunakan peneliti untuk mendapatkan data tentang wanita karier dan prestasi belajar SD Negeri 06Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
b. Angket
Angket adalah sejumlah pertanyaan yang disusun secara tertulis untuk memperoleh data-data berupa jawaban dari
responden (orang yang menjawab).31
Angket yang peneliti gunakan adalah angket tertutup, yaitu angket yang sudah disediakan jawabanya sehingga responden
tinggal memilih.32 Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah
dalam pengambilan kesimpulan dari jawaban-jawaban, disatu sisi agar memudahkan responden dalam menjawabnya.
Angket atau kuisioner ini dipergunakan untuk menggali data tentang wanita karier dan prestasi belajar siswa SD Negeri 06
30
Ibid., hlm. 108.
31 Koentjoroningrat, Metode-metode Penelitian Masyarakat, ( Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama, 1990), hlm.173
Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dengan responden orang tua siswa yang berkarier.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan meneliti bahan-bahan yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, raport, surat kabar, majalah prasasti, notulen rapat, leger, agenda
dan sebagainya.33 Metode ini digunakan untuk mengetahui data
yang berhubungan dengan wanita karier SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang bersifat dokumenter baik catatan transkip, notulen dan agenda yang berhubungan dengan wanita karier dan prestasi belajar siswa SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
d. Metode Analisis data
Analisis data adalah suatu usaha mengetahui tafsiran terhadap data yang terkumpul dari hasil penelitian. Data yang terkumpul tersebut kemudian diklasifikasikan dan disusun, selanjutnya diolah dan dianalisa. Analisa data tersebut merupakan temuan-temuan
lapangan.34
33
Suharsimi Arikunto, Ibid., hlm. 136
34Anas Sudijono, pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,
Dalam penelitian ini secara garis besar untuk menganalisa data yang diperoleh dari hasil pengukuran tentang pengaruh wanita karier terhadap prestasi belajar siswaSD Negeri 06Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, sehingga peneliti menggunakan metode analisis kuantitatif yang berwujud angka (numeric) hasil perhitungan peneliti dengan statistika yaitu dengan menggunakan
rumus regresi linier sederhana.35
1. Menentukan nilai a dan b
Y’ = a + bX
b = ( ) ( )
( ) ( )
2. Persamaan regresi linier
Apabila nilai b dan a sudah diketahui maka dimasukan dalam model persamaan regresi linier sederhana:
a = Y – bX
3. Pengujian terhadap koefisien regresi
Untuk melakukan uji signifikan dengan menggunakan uji t, maka langkah selanjutnya adalah kesalahan standar estimasi didapat dari rumus:
35
Salafudin, Statistika Terapan untuk Penelitian Sosial, (Pekalongan: STAIN Press. 2012), hlm. 147-151.
a. Menghitung kesalahan standar estimasi
Se =
√
b. Merumuskan hipotesis regresi linier sederhana:
Ho : β variabel independen (X) tidak berpengaruh
terhadap variabel (Y)
Ha : = 0 : variabel independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel independen (Y) c. Menghitung
t
test Se Sb =√
( ) t = – Keterangan :Y’ = Estimasi/taksiran nilai Y a = Penduga bagi intersep
X = Nilai X
d. Menentukan nilai
t
tabeldb = N – 2
Tingkat signifikan dapat 1% atau pun 5%
e. Membandingkan tTest dan t Tabel
Jika
t
test >t
tabel maka Ho ditolak, Ha diterima, makadisimpulkan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.
4. Menghitung koefisien korelasi
-( )( )
√{ -( ) }* -( ) +
G. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan skripsi ini terdiri atas tiga bagian sebagai berikut :
1. Bagian Muka, terdiri dari : Halaman judul, Halaman nota pembimbing, Halaman pengesahan, Halaman persembahan, Halaman moto, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar isi, Daftar tabel serta halaman daftar lampiran.
2. Bagian Isi, terdiri dari lima bab, yaitu :
Bab I Pendahuluan, berisikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, tinjaun pustaka, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II Wanita Karier dan Prestasi Belajar Siswa, yang menjadi dua sub, sub pertama wanita karier, yang berisi pengertian wanita karier, klasifikasi wanita karier, persepsi wanita karier, dampak positif dan negatif dari wanita karierserta kendala dan rintangan menjadi wanita karier, sedangkan sub kedua yaitu prestasi belajar siswa, meliputi : pengertian prestasi belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.
Bab III Laporan Penelitian SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang meliputi dua sub bab. Sub bab pertama berisi tentang Sejarah Berdirinya, Letak, Visi dan Misi, Struktur Organisasi, Keadaan
Guru dan Pegawai, keadaan siswa SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Keadaan sarana dan prasarana. Sub bab kedua adalah Orang tua siswa SD Negeri Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang berkarier. Sub bab ketiga adalah Hasil Prestasi Belajar Siswa SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
Bab IV Pengaruh Wanita Karier terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Negeri 06 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, di dalamnya membahas analisis wanita karier terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Negeri 06 Kedunguwuni Kabupaten Pekalongan.
Bab V penutup yang meliputi kesimpulan dan saran.
3. Bagaian Akhir, bagian ini terdiri dari daftar pustaka dan daftar lampiran.