• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Sosio-Humaniora Vol. 5 No. 2., September 2014 ISSN :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Sosio-Humaniora Vol. 5 No. 2., September 2014 ISSN :"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ii

Jurnal

Sosio-Humaniora

PENANGGUNG JAWAB

Kepala LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Ketua Umum :

Dr. Ir. Ch. Wariyah, M.P.

Sekretaris :

Awan Santosa, S.E., M.Sc.

Dewan Redaksi :

Dr. Kamsih Astuti, M.A.

Dr. Hermayawati, M.Pd.

Penyunting Pelaksana :

Tutut Dwi Astuti, S.E., M.Si.

Dra. Indra Ratna KW, M.Si.

Restu Arini, S.Pd., M.Pd.

Sumiyarsih, S.E., M.Si.

Pelaksana Administrasi :

Zulki Adzani Sidiq Fathoni

Hartini

Alamat Redaksi/Sirkulasi :

LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Jl. Wates Km 10 Yogyakarta

Tlpn (0274) 6498212 Pesawat 133 Fax (0274) 6498213

E-Mail : [email protected]

Web : lppm.mercubuana-yogya.ac.id

Jurnal yang memuat ringkasan hasil laporan penelitian ini diterbitkan oleh

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas Mercu Buana Yogyakarta, terbit dua kali setiap tahun.

Redaksi menerima naskah hasil penelitian, yang belum pernah

dipublikasikan baik yang berbahasa Indonesia maupun Inggris. Naskah

harus ditulis sesuai dengan format di Jurnal Sosio-Humaniora dan harus

diterima oleh redaksi paling lambat dua bulan sebelum terbit.

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahNya, sehingga Jurnal Sosio-Humaniora Vol. 5 No. 2, September 2014 dapat kami terbitkan. Redaksi mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para penulis yang telah berbagi pengetahuan dari hasil penelitian, untuk dipublikasikan dan dibaca oleh pemangku kepentingan, sehingga memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi perkembangan IPTEKS.

Pada jurnal Sosio-Humaniora edisi September 2014 ini, disajikan beberapa hasil penelitian di bidang manajemen, bidang akuntansi dan bidang psikologi. Pada bidang manajemen disajikan artikel tentang faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan yang terdaftar di BEI, pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap keputusan pembelian jasa perbankan pada Bank Mandiri unit Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta. Pada bidang akuntansi disajikan artikel tentang adopsi

accrual accounting pada pemerintahan Republik Indonesia, sedangkan pada bidang

psikologi disajikan artikel tentang hubungan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan motivasi kerja pada wanita karier di PT Kusuma Sandang Mekarjaya, nilai positif pekerjaan-keluarga pada ibu yang bekerja ditinjau dari dukungan sosial, dan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan dukungan sosial orangtua dengan motivasi belajar pada siswa di MTS Ibadurrahman Tibu Sisok Desa Loang Maka Lombok Tengah tahun ajaran 2013/2014.

Redaksi menyadari bahwa masih terdapat ketidaksempurnaan dalam penyajian artikel dalam jurnal yang kami terbitkan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan, agar penerbitan mendatang menjadi semakin baik. Atas perhatian dan partisipasi semua pihak redaksi mengucapkan terima kasih.

Yogyakarta, September 2014 Redaksi

(4)

iv

Jurnal Sosio-Humaniora Vol. 5 No. 2 ini telah direview oleh Mitra Bestari :

1. Awan Santosa, S.E., M.Sc. bidang studi Manajemen

(5)

v

DAFTAR ISI

Hal Kata Pengantar ... iii Daftar Mitra Bestari ... iv Daftar Isi ... v HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DENGAN

MOTIVASI KERJA PADA WANITA KARIER DI PT KUSUMA SANDANG

MEKARJAYA ... 132-143 Betsy Amanda Syauta dan Reny Yuniasanti

EVALUASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG

TERDAFTAR DI BEI ... 144-161 Rina Dwiarti

NILAI POSITIF PEKERJAAN-KELUARGA PADA IBU YANG BEKERJA

DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL ... 162-177 Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DI MTS IBADURRAHMAN TIBU SISOK DESA LOANG MAKA LOMBOK TENGAH TAHUN AJARAN

2013/2014 ... 178-198 Habibi Al-Ajami dan Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto

PENGARUH DIMENSI KUALITAS JASA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JASA PERBANKAN Studi Kasus Pada Bank Mandiri Unit

Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta ... 199-217 Subarjo

ADOPSI ACCRUAL ACCOUNTING PADA PEMERINTAHAN REPUBLIK

INDONESIA (Studi Literatur) ... 218-231 Maria Immaculata Andriani Novitasari

(6)

178

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI

PEDAGOGIK GURU DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DI MTS IBADURRAHMAN TIBU SISOK

DESA LOANG MAKA LOMBOK TENGAH TAHUN AJARAN 2013/2014 Habibi Al-Ajami dan Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto

Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi

Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Jl. Wates Km 10 Yogyakarta 55753 Email : [email protected]

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan motivasi belajar siswa, (2) untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa, dan (3) untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan dukungan sosial orang tua bersama-sama dengan motivasi belajar siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan skala, ada skala persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru, skala dukungan sosial orang tua, dan skala motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini semua siswa di MTs Ibadurrahman Tibu Sisok di desa Loang Maka Lombok Tengah Tahun Akademik 2013/2014 dengan jumlah sampel adalah 80 siswa. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment untuk analisis hipotesis pertama dan hipotesis kedua, dan teknik regresi untuk analisis hipotesis ketiga. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan motivasi belajar siswa , nilai r = 0,491, (2) ada hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa, nilai r = 0,595, dan (3) ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan dukungan sosial orang tua bersama-sama dengan motivasi belajar siswa, nilai F = 27,800 dan p = 0,000 (p <0:01).

Kata kunci : Persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru, dukungan sosial orangtua, dan motivasi siswa

RELATIONSHIP BETWEEN STUDENTS PERCEPTION OF PEDAGOGICAL TEACHERS, SOCIAL SUPPORT PARENTS WITH LEARNING MOTIVATION TO

STUDENTS IN MTS IBADURRAHMAN TIBU SISOK LOANG MAKA CENTRAL LOMBOK ACADEMIC YEAR 2013/2014

ABSTRACT

This research is aimed (1) to know correlation between students' perceptions of the pedagogical competence of teachers with students' motivation, (2) to know correlation between social support parents with students' motivation, and (3) to know correlation between students' perceptions of the pedagogical competence of teachers and social support parents together with students' motivation. In this research, researchers used of scale, there are the scale of students' perceptions of the pedagogical competence of teachers , the scale of social support parents, and the scale of students' motivation. the population in this research all students at MTs Ibadurrahman Tibu Sisok in the village Loang Maka Central Lombok of the Academic Year 2013/2014, with the number of samples is 80 students. The techniques of analysis in this research using product moment correlation techniques to analysis the first hypothesis and the second hypothesis, and

(7)

179

regression techniques to analysis the third hypothesis. The results of analysis showed that (1) there is correlation between students' perceptions of the pedagogical competence of teachers with students' motivation the value of r = 0.491, (2) there is correlation between social support parents with students' motivation, the value of r = 0.595, and (3) there is correlation between students' perceptions of the pedagogical competence of teachers and social support parents together with students' motivation, the value of F = 27.800 and p = 0.000 ( p < 0:01 ) .

Keywords : Students' perceptions of pedagogical competence of teachers, parental social support, and student motivation

PENDAHULUAN

Sekolah merupakan lembaga

formal yang berkewajiban sebagai

bagian yang memfasilitasi dalam

upaya mencerdaskan kehidupan

bangsa dan berkewajiban pula dalam

menanggulangi masalah-masalah

pendidikan. Guru dan siswa sebagai

unsur pokok sekolah, dalam proses

belajar mengajarnya sudah barang

tentu akan menemukan berbagai

hambatan-hambatan.

Hambatan atau kendala yang

dihadapi selama proses belajar

mengajar tersebut, tergantung dari

peserta didik dan pendidik. Namun

dewasa ini, masalah yang kerap kali

muncul dalam dunia pendidikan,

biasanya terjadi karena motivasi

belajar peserta didik masih rendah,

yang berakibat pada rendahnya

dorongan untuk melakukan aktivitas

belajar.

Motivasi dalam belajar sangat

dibutuhkan sebagaimana pendapat

Sardiman (2012), bahwa “Motivation

is an essential condition of learning”

karena bagaimanapun motivasi merupakan “daya penggerak/ pendorong untuk melakukan sesuatu

pekerjaan, yang bisa berasal dari

dalam diri dan juga dari luar” (Dalyono, 2005). Dari pendapat

tersebut, motivasi belajar dapat

diartikan sebagai kondisi psikologis

yang mendorong seseorang untuk

(8)

180

dengan pendapat Winkel (2004),

bahwa motivasi belajar adalah

“keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri peserta didik yang

menimbulkan kebiasaan belajar,

menjamin kelangsungan belajar dan

memberikan arah pada kegiatan

belajar demi mencapai suatu tujuan”. Dalam kegiatan belajar

mengajar, motivasi belajar pada siswa

akan menentukan berhasil tidaknya

proses belajar mengajar yang

dilakukan. Motivasi belajar pada siswa

menurut Sardiman (2012), akan

nampak dengan ciri-ciri; tekun

menghadapi tugas, ulet dan tidak

mudah putus asa, menunjukkan

minat terhadap bermacam-macam

masalah, lebih senang belajar

mandiri, cepat bosan terhadap

rutinitas, dapat mempertahankan

pendapat, tidak mudah melepas hal

yang diyakini, senang mencari dan

memecahkan masalah soal-soal.

Dari hasil observasi yang

dilakukan pada tanggal 20 Agustus

dan 08 Oktober 2013 didapat bahwa

motivasi belajar siswa di MTs

Ibadurrahman Tibu Sisok cenderung

rendah, hal tersebut terlihat selama

proses belajar mengajar di dalam

kelas, dari 80 siswa diperoleh 19

siswa yang belum sesuai dengan

indikator motivasi belajar yang

disampaikan Sardiman (2012), seperti

siswa kurang memperhatikan apa

yang disampaikan guru, anak tidak

mengumpulkan tugas kelas tepat

waktu, tidak mengerjakan PR, tidak

merespon apa yang ditanyakan guru,

tidak mengerjakan LKS, dan anak

kurang antusias dalam mengikuti

diskusi kelas.

Motivasi belajar yang rendah

akan berakibat pada rendahnya

prestasi belajar pada siswa, sebab

menurut Sardiman (2012) seseorang

akan berhasil dalam belajarnya kalau

dia mempunyai motivasi belajar.

Senada dengan pendapat tersebut,

Soemanto (2012), berpendapat

(9)

181

prestasi yang baik jika dia mempunyai

motivasi dalam aktivitas belajarnya.

Jika motivasi belajar pada siswa

selalu rendah maka akan berdampak

pada diri siswa sendiri, yaitu

kurangnya aktivitas belajar, bosan,

pasif, dan prestasi belajar rendah

(Sardiman, 2012; Amelia & Leviana,

2012).

Ada beberapa faktor yang

mempengaruhi motivasi belajar siswa,

menurut Harlen dan Crick (2003),

faktor-faktor yang mempengaruhi

motivasi belajar siswa terdiri dari

faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal seperti penilaian diri,

ketertarikan/ minat, berorientasi pada

tujuan, usaha, keyakinan dan

kesadaran diri. Faktor eksternal

seperti aturan sekolah, kelompok,

kompetensi pedagogik guru,

kurikulum, adanya penilaian, dan

dukungan keluarga.

Dari beberapa faktor ekternal

yang mempengaruhi motivasi belajar

di atas, peneliti akan melihat motivasi

belajar siswa dari faktor kompetensi

pedagogik guru dan dukungan

keluarga khususnya pada dukungan

sosial orangtua. Menurut Soemanto

(2012) dalam aktivitas belajar anak,

guru dan orangtua menyadari betul

akan pentingnya motivasi belajar

pada anak.

Kompetensi pedagogik guru

merupakan kemampuan guru dalam

mengelola pembelajaran peserta didik

yang meliputi; kemampuan dalam

memahami peserta didik, kemampuan

dalam merancang dan melaksanakan

pembelajaran, kemampuan

mengevaluasi hasil belajar dan

kemampuan dalam mengembangkan

peserta didik untuk

mengaktualisasikan berbagai potensi

yang dimilikinya (Yasin, 2011).

Mulyasa (2009),

mengemukakan akan pentingnya

kompetensi pedagogik guru sebagai

penentu dasar berhasil tidaknya

proses belajar mengajar, ini

(10)

182

pedagogik guru secara langsung

menyentuh kegiatan pengelolaan

pembelajaran peserta didik. Usman

(2008) juga menjelaskan salah satu

tugas guru dalam hal ini yakni

membangkitkan motivasi belajar

siswa sehingga siswa mau melakukan

aktivitas belajar. Dari paparan

tersebut, persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru,

merupakan pandangan atau penilaian

siswa tentang sejauhmana

kemampuan guru dalam memahami

peserta didik, kemampuan guru dalam

merancang dan melaksanakan

pembelajaran, kemampuan guru

dalam mengevaluasi hasil belajar, dan

kemampuan guru dalam

mengembangkan peserta didik untuk

mengaktualisasikan berbagai potensi

yang dimilikinya.

Cecco & Graowford (dalam

Slameto, 2010) menjelaskan bahwa

siswa tidak akan cepat merasa bosan

dalam belajarnya jika guru tidak

menggunakan

pendekatan-pendekatan yang bersifat monoton.

Sedangkan Djamarah (2000)

berpendapat bahwa semangat belajar

anak akan tumbuh baik, apabila anak

merasa guru mampu memahami dan

memberikan rasa aman baginya.

Selain itu, salah satu faktor

eksternal yang menentukan tingkat

motivasi belajar siswa adalah faktor

dukungan sosial orangtua, karena

menurut pendapat Andartari, et al.

(2012) perhatian orangtua terhadap

anak akan meningkatkan motivasi

anak untuk belajar. Dukungan sosial

orang tua sendiri, penting bagi anak

dalam menjalankan semua

aktivitasnya, baik yang berkaitan

dengan pendidikan maupun dalam

kehidupan sosialnya. Dukungan sosial

orangtua merupakan bagian dari

dukungan sosial secara umum, yang

mana anak dan keluarga terdekatnya

tidak lepas dari kehidupan sosial

setempat.

Dalam memahami definisi

(11)

183

didasarkan pada definisi dukungan

sosial. Dukungan sosial menurut

Sarason (dalam Kunjtoro, 2002),

mengatakan bahwa dukungan sosial

adalah keberadaan, kesediaan,

kepedulian dari orang-orang yang

dapat diandalkan, menghargai dan

menyayangi. Sedangkan dukungan

sosial orangtua sendiri menurut Putri

(dalam Dhitaningrum & Izzati, 2013)

merupakan suatu bentuk hubungan

antara orang tua dengan anak,

dimana orang tua memberikan

dukungan dalam bentuk bantuan baik

secara emosional, informatif,

instrumental, dan penghargaan.

Senada dengan pendapat tersebut

Hamzah (2011), berpendapat bahwa

dukungan orangtua merupakan

bantuan-bantuan yang diterima anak,

bantuan tersebut berupa bantuan

emosional, penghargaan, material,

dan informasi. Dari beberapa

pendapat tersebut dapat disimpulkan

bahwa dukungan sosial orangtua

merupakan bentuk dukungan dari

orangtua yang dirasakan siswa

berupa dukungan emosional,

informatif, instrumental dan

penghargaan.

Dukungan sosial orangtua

lebih kepada segala bentuk aktivitas

yang bersifat positif yang dilakukan

demi terjadinya proses belajar pada

anak, Chapman (2014) berpendapat

bahwa sentuhan yang tulus dan

penuh kasih sayang yang dirasakan

anak dapat menjadi stimulus positif

bagi aktivitas belajar anak. Kuntjoro

(2002) berpendapat bahwa anak yang

merasa orangtua selalu memberikan

penghargaan atas usaha yang

dilakukan akan meningkatkan

keyakinan dan rasa percaya diri anak

dalam aktivitas belajarnya.

Sedangkan pendapat Reio (Tarmidzi

& Rambe, 2010) bahwa siswa yang

merasa dukungan materi yang

diberikan orangtua cukup akan

meningkatkan semangat dan minat

belajar siswa. Rohmat (2005)

(12)

184

belajar kepercayaan yang diberikan

orangtua yang dirasakan oleh siswa

akan mendorong siswa untuk lebih

giat belajar.

Dari pendapat tersebut di atas

dapat disimpulkan bahwa dalam

aktivitas belajar, apabila anak

merasakan adanya dukungan sosial

yang diberikan orangtua berupa

suasana yang penuh perlindungan,

penghargaan, cukup kasih sayang

dan perhatian dari orangtua, maka hal

tersebut akan mampu meningkatkan

motivasi belajar pada anak, hal

tersebut sesuai dengan hasil

penelitian yang dilakukan oleh Tan,

Ismanto & Babakal (2013), bahwa ada

hubungan positif antara dukungan

orangtua dengan motivasi belajar

siswa. Menurut House (dalam Intan &

Niken, 2012; Fathiyah, Nurhayati &

Harahap, 2011; Hasan & Rufaidah,

2013) ada empat bentuk dukungan

sosial orangtua, yakni: dukungan

emosional, dukungan penghargaan,

dukungan instrumental dan dukungan

informatif.

Dari penjelasan di atas, maka

dapat dikatakan bahwa persepsi

siswa tentang kompetensi pedagogik

guru dan dukungan sosial orangtua

mempengaruhi motivasi belajar pada

siswa di MTs Ibadurrahman Tibu

Sisok Desa Loang Maka Lombok

Tengah, inilah yang kemudian

membuat ketertarikan peneliti untuk

meneliti kedua faktor eksternal

motivasi belajar tersebut. Persepsi

siswa tentang kompetensi pedagogik

guru merupakan salah satu aspek

penting dalam meningkatkan motivasi

belajar siswa, karena kompetensi

pedagogik guru secara langsung

menyentuh kegiatan pengelolaan

pembelajaran peserta didik.

Selanjutnya dukungan sosial orangtua

yang meliputi dukungan emosi,

dukungan penghargaan, dukungan

instrumental atau material, dukungan

informasi, dan dukungan

(13)

185

dampak yang positif kepada siswa,

karena dengan adanya dukungan

sosial orangtua, maka motivasi belajar

siswa akan meningkat.

Berdasarkan tinjauan teoritis di

atas maka peneliti mengajukan

hipotesis sebagai berikut;

1. Ada hubungan positif antara

persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru

dengan motivasi belajar pada

siswa di MTs Ibadurrahman

Tibu Sisok Desa Loang Maka

Kecamatan Janapria Lombok

Tengah Tahun Pelajaran

2013/2014.

2. Ada hubungan positif antara

dukungan sosial orangtua

dengan motivasi belajar pada

siswa di MTs Ibadurrahman

Tibu Sisok Desa Loang Maka

Kecamatan Janapria Lombok

Tengah Tahun Pelajaran

2013/2014.

3. Ada hubungan antara persepsi

siswa tentang kompetensi

pedagogik guru dan dukungan

sosial orangtua dengan

motivasi belajar pada siswa di

MTs Ibadurrahman Tibu Sisok

Desa Loang Maka Kecamatan

Janapria Lombok Tengah

Tahun Pelajaran 2013/2014.

MATERI DAN METODE

Penelitian ini melibatkan 3

variabel sebagai berikut :

1. Persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru.

Persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru

merupakan pandangan atau

penilaian siswa tentang

kemampuan guru dalam

mengelola pembelajaran peserta

didik. Persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru akan

diungkap dengan skala persepsi

siswa tentang kompetensi

pedagogik guru sesuai pendapat

(14)

186

kemampuan guru dalam

memahami peserta didik,

kemampuan guru dalam

merancang dan melaksanakan

pembelajaran, kemampuan guru

mengevaluasi hasil belajar, dan

kemampuan guru dalam

mengembangkan potensi peserta

didik.

2. Dukungan sosial orangtua

Dukungan sosial orangtua

merupakan bentuk dukungan dari

orangtua yang dirasakan siswa

berupa dukungan emosional,

informatif, instrumental dan

penghargaan. Dukungan sosial

orangtua akan diungkap dengan

skala dukungan sosial orangtua

sesuai dengan pendapat House

(dalam Intan & Niken, 2012;

Fathiyah, Nurhayati & Harahap,

2011; Hasan & Rufaidah, 2013)

yang terdiri dari; dukungan emosi,

dukungan penilaian, dukungan

informasi dan dukungan

instrumen/material.

3. Motivasi belajar siswa

Motivasi belajar siswa

merupakan suatu daya yang

menggerakkan atau mendorong

siswa untuk melakukan aktivitas

belajar. Motivasi belajar siswa

akan dilihat melalui skala

motivasi belajar yang mengacu

pada pendapat Sardiman (2012)

yang meliputi; tekun menghadapi

tugas, ulet dan tidak mudah putus

asa, menunjukkan minat terhadap

bermacam-macam masalah, lebih

senang belajar mandiri, cepat

bosan terhadap rutinitas, dapat

mempertahankan pendapat, tidak

mudah melepas hal yang diyakini,

senang mencari dan

memecahkan masalah soal-soal.

Skala persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru,

dukungan sosial orangtua dan

motivasi belajar siswa diuji cobakan

pada 59 siswa kelas VII, VIII dan IX di

(15)

187

Langko Kecamatan Janapria pada

tanggal 28 Januari 2014.

Hasil dari pengujian terhadap

validitas dan reliabilitas Skala

persepsi siswa tentang kompetensi

pedagogik guru menghasilkan 24 item

yang valid dari 40 item yang

diujicobakan. Koefisien validitas

bergerak antara 0,255 sampai dengan

0,660 sedangkan untuk pengujian

reliabilitas menggunakan reliabilitas

alpha, menunjukkan koefisien

reliabilitas sebesar 0,881. Hasil dari

pengujian terhadap validitas dan

reliabilitas Skala dukungan sosial

orangtua menghasilkan 28 item yang

valid dari 40 item yang diujicobakan.

Koefisien validitas bergerak antara

0,262 sampai dengan 0,665

sedangkan untuk pengujian reliabilitas

menggunakan reliabilitas alpha,

menunjukkan koefisien reliabilitas

sebesar 0,879. Hasil dari pengujian

terhadap validitas dan reliabilitas

skala motivasi belajar pada siswa

menghasilkan 35 item yang valid dari

48 item yang diujicobakan. Koefisien

validitas bergerak antara 0,210

sampai dengan 0,760 sedangkan

untuk pengujian reliabilitas

menggunakan reliabilitas alpha,

menunjukkan koefisien reliabilitas

sebesar 0,917.

Penelitian ini merupakan

penelitian populasi, karakteristik

subjek penelitian dalam penelitian ini

adalah siswa kelas VII, VIII, dan IX di

MTs Ibadurrahman Tibu Sisok Desa

Loang Maka Kecamatan Janapria

Lombok Tengah Tahun Ajaran

2013/2014. Jumlah subjek dalam

penelitian ini adalah 80 siswa.

Pengujian hubungan antara

satu variabel independen dengan satu

dependen (persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru dengan

motivasi belajar pada siswa atau

dukungan sosial orangtua dengan

motivasi belajar pada siswa) dengan

metode analisis korelasi product moment. Sedangkan pengujian hubungan dua variabel independen

(16)

188

secara bersama-sama dikorelasikan

dengan variabel dependen (hubungan

antara persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru dan

dukungan sosial orangtua dengan

motivasi belajar pada siswa) dengan

menggunakan metode analisis

regresi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis korelasi product

moment dapat dilihat pada tabel

berikut;

Hasil Uji Korelasi Variabel Bebas dengan Motivasi Belajar Siswa

Variabel Bebas Koefisien Korelasi Sig (2 tailed) Ket X1 0,491 0,000 signifikan X2 0,595 0,000 signifikan

Berdasarkan tabel tersebut di

atas dapat diketahui bahwa variabel

persepsi siswa tentang kompetensi

pedagogik guru mempunyai

hubungan positif dan signifikan

dengan motivasi belajar siswa (p <

0,05), ini menunjukkan bahwa

hipotesis 1 terbukti. Besarnya nilai r =

0,491, apabila dikuadradkan(r2)

menjadi 0,241. Koefisien determinasi

(r2) sebesar 0,241 mempunyai arti

bahwa persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru

memberikan sumbangan efektif

terhadap motivasi belajar siswa

sebesar 24,1% sedangkan sisanya

sebesar 75,9% dipengaruhi variabel

dukungan sosial orangtua dan

variabel lain.

Berdasarkan hasil analisis

data tersebut di atas yang

menyatakan ada hubungan positif

antara persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru dengan

motivasi belajar siswa di MTs

Ibadurrahman Tibu Sisok dalam

penelitian ini diterima dengan

demikian dapat diartikan bahwa

semakin tinggi persepsi siswa tentang

kompetensi pedagogik guru, maka

motivasi belajar pada siswa akan

cenderung tinggi, dan sebaliknya

(17)

189

tentang kompetensi pedagogik guru

maka motivasi belajar siswa akan

cenderung rendah.

Harlen dan Crick (2003)

menyebutkan bahwa kompetensi

pedagogik guru akan mempengaruhi

motivasi belajar pada siswa. Wentzel

(1998) berpendapat bahwa guru yang

mempunyai kompetensi pedagogik

akan mampu menguasai bahan

pelajaran dan mampu menyajikan

materi dengan pendekatan bervariasi

sesuai dengan keadaan siswa, hal

tersebut akan dapat memotivasi

belajar siswa. Hal tersebut senada

dengan hasil penelitian yang

dilakukan oleh Putri & Liana (2013)

bahwa kompetensi pedagogik guru

terbukti secara signifikan berpegaruh

terhadap motivasi belajar siswa.

Kompetensi pedagogik yang dimiliki

guru akan menghindari guru

menggunakan

pendekatan-pendekatan yang bersifat monoton,

dengan begitu siswa tidak akan cepat

merasa bosan (Cecco & Grawford

dalam Slameto, 2010).

Ketika siswa mempersepsi

guru memiliki kompetensi pedagogik,

hal tersebut tentunya akan dapat

memotivasi belajar siswa karena

menurut Usman (2008) bahwa proses

belajar mengajar dan hasil belajar

siswa sebagian besar ditentukan oleh

peranan dan kompetensi guru.

Variabel dukungan sosial

orangtua mempunyai hubungan yang

positif dan signifikan terhadap

motivasi belajar siswa ( p < 0,05). Hal

tersebut menunjukkan bahwa

hipotesis 2 terbukti. Besarnya nilai r =

0,595, apabila dikuadradkan (r2)

menjadi 0,354. Koefisien determinasi

(r2) sebesar 0,354 mempunyai arti

bahwa dukungan sosial orangtua

memberikan sumbangan efektif

terhadap motivasi belajar siswa

sebesar 35,4% sedangkan sisanya

sebesar 64,6% dipengaruhi variabel

(18)

190

Jadi, Hipotesis ke-dua yang

menyatakan ada hubungan antara

dukungan sosial orangtua dengan

motivasi belajar pada siswa di MTs

Ibadurrahman Tibu Sisok dalam

penelitian ini diterima, artinya bahwa

semakin tinggi dukungan sosial

orangtua yang dirasakan anak maka

motivasi belajar pada siswa akan

cenderung tinggi, sebaliknya jika

dukungan sosial orangtua yang

dirasakan anak rendah maka motivasi

belajar pada siswapun akan

cenderung rendah.

Hasil hipotesis dua di atas

sejalan dengan pendapat Wentzel

(1998) bahwa dukungan sosial yang

diberikan orangtua akan mampu

meningkatkan motivasi yang positif

terhadap aktivitas belajar anak. Kober

(2012), berpendapat bahwa anak

yang mendapat pujian, perhatian, dan

kasih sayang dari orangtua akan

meningkatkan keyakinan pada diri

anak. Sedangkan Soemanto (2012),

berpendapat bahwa apabila dalam

belajar anak memperoleh perhatian

dari orangtua, anak akan cenderung

meningkatkan aktivitas belajarnya.

Sejalan dengan pendapat tersebut

Chapman (2014) berpendapat bahwa

sentuhan yang tulus dan penuh kasih

sayang yang dirasakan anak dapat

menjadi stimulus positif bagi aktivitas

belajar anak. Reio (Tarmidzi &

Rambe, 2010), berpendapat bahwa

siswa yang memiliki dukungan materi

yang cukup akan mempunyai

semangat dan minat belajar. Menurut

Kurniadin & Machali (2012), penilain

positif yang diperoleh siswa dari

orangtua, mampu mendorong anak

untuk senantiasa berusaha

meningkatkan atau mempertahankan

belajarnya.

Dari pembahasan tersebut

dapat disimpulkan bahwa jika

dukungan sosial orangtua dirasa

tinggi oleh siswa maka motivasi

belajar pada siswa akan cenderung

tinggi, dan sebaliknya jika siswa

(19)

191

dirasa rendah maka motivasi siswa

akan cenderung rendah. Hal tersebut

juga sesuai dengan hasil penelitian

yang dilakukan oleh Tan, Ismanto &

Babakal (2013), bahwa ada hubungan

positif antara dukungan sosial

orangtua dengan motivasi belajar

siswa.

Hipotesis 3 diuji dengan uji

regresi, dari uji regresi diketahui

besarnya nilai F sebesar 27.800 dan

p = 0,000 ( p < 0,01) dapat

disimpulkan bahwa variabel persepsi

siswa tentang kompetensi pedagogik

guru dan dukungan sosial orangtua

secara bersama-sama mempunyai

hubungan terhadap motivasi belajar

siswa. Ini menunjukkan bahwa

hipotesis 3 terbukti. Besarnya nilai r =

0,648 apabila dikuadratkan (r2)

menjadi 0,4199. Koefisien determinasi

(r2) sebesar 0,4199 artinya besarnya

sumbangan efektif variabel persepsi

siswa tentang kompetensi pedagogik

guru dan dukungan sosial orangtua

secara bersama-sama terhadap

motivasi belajar siswa sebesar

41,99% sedangkan sisanya sebesar

58,01% dipengaruhi oleh variabel lain

yang tidak dimasukkan dalam

penelitian ini.

Adapun faktor-faktor yang

mempengaruhi motivasi belajar yang

tidak dimasukkan dalam penelitian ini

yakni terdiri dari faktor internal dan

faktor eksternal (Harlen dan Crick,

2003), faktor internal meliputi; harga

diri, regulasi diri, berorientasi pada

tujuan, kemampuan, usaha, percaya

diri, kesadaran sebagai pelajar. Faktor

eksternal meliputi; aturan sekolah,

budaya kelompok, kurikulum, dan

sistem penilaian.

Dari penelitian yang dilakukan,

diketahui bahwa siswa di MTs

Ibadurrahman Tibu Sisok

mempersepsi kompetensi pedagogik

guru dengan kategori sedang, hal

tersebut didapat dari hasil klasifikasi

untuk kategori sedang sebanyak 95%,

sedangkan untuk kategori rendah

(20)

192

menunjukkan bahwa siswa

mempersepsi sedang kemampuan

guru dalam memahami peserta didik,

kemampuan guru dalam

melaksanakan pembelajaran,

kemampuan guru dalam

mengevaluasi hasil belajar dan

kemampuan guru dalam

mengembangkan peserta didik.

Dari penelitian yang dilakukan,

diketahui pula bahwa dukungan sosial

orangtua yang dirasakan siswa di

MTs Ibadurrahman Tibu Sisok

termasuk dalam kategori tinggi hal

tersebut didapat dari hasil persentase

sebanyak 83,75%, untuk kategori

sedang sebanyak 16,25 %, dan tidak

ada siswa yang merasa dukungan

dari orangtua rendah. Keadaan di

lapangan menunjukkan bahwa

orangtua memang memberikan

dukungan sepenuhnya dalam

kegiatan-kegiatan sekolah putra-putri

mereka, hal tersebut terlihat dari

pengamatan peneliti selama mengajar

di MTs Ibadurrahman, beberapa

orangtua siswa secara aktif

menanyakan perkembangan

pendidikan putra-putrinya, mengantar

atau menjemput putra-putrinya,

menanyakan kebutuhan

putra-putrinya di sekolah dan orangtua

siswa juga ikut dalam komite sekolah.

Dari analisis teori dan keadaan di

lapangan tersebut dapat disimpulkan

bahwa siswa merasa mendapatkan

dukungan dari orangtua yang tinggi.

Dari hasil penelitian yang

dilakukan diketahui bahwa motivasi

belajar siswa di MTs Ibadurrahman

Tibu Sisok berada pada kategori

tinggi. Diketahui bahwa subjek yang

memiliki motivasi belajar dengan

klasifikasi tinggi sebanyak 71,25%,

untuk kategori sedang sebanyak

28,75%, dan tidak ada siswa yang

mempunyai motivasi belajar dalam

kategori rendah. Maka dapat

disimpulkan bahwa motivasi belajar

siswa di MTs Ibadurrahman Tibu

Sisok Desa berada pada kategori

(21)

193

Semua klasifikasi yang telah

dijelaskan tersebut di atas dapat

peneliti simpulkan bahwa siswa di

MTs Ibadurrahman Tibu Sisok

mempersepsi kompetensi pedagogik

guru dengan kategori sedang, siswa

merasa mendapat dukungan dari

orangtua yang tinggi dan motivasi

belajar siswa dalam kategori tinggi.

KESIMPULAN

Berdasar hasil analisis korelasi

product moment dan analisis regresi

linear berganda dapat disimpulkan

bahwa :

1. Ada hubungan positif antara

persepsi siswa tentang kompetensi

pedagogik guru dengan motivasi

belajar siswa di MTs Ibadurrahman

Tibu Sisok Desa Loang Maka

Kecamatan Janapria Lombok

Tengah tahun ajaran 2013/2014.

Semakin tinggi persepsi siswa

tentang kompetensi pedagogik

guru maka motivasi belajar siswa

akan cenderung tinggi, sebaliknya

semakin rendah persepsi siswa

tentang kompetensi pedagogik

guru maka motivasi belajar siswa

akan cenderung rendah. Siswa di

MTs Ibadurrahman Tibu Sisok

mempersepsi kemampuan guru

dalam memahami peserta didik,

kemampuan guru dalam

melaksanakan pembelajaran,

kemampuan guru dalam

mengevaluasi hasil belajar dan

kemampuan guru dalam

mengembangkan peserta didik

dalam kategori sedang.

2. Ada hubungan positif antara

dukungan sosial orangtua dengan

motivasi belajar siswa di MTs

Ibadurrahman Tibu Sisok Desa

Loang Maka Kecamatan Janapria

Lombok Tengah Tahun Ajaran

2013/2014. Semakin tinggi

dukungan sosial orangtua maka

akan cenderung semakin tinggi

pula motivasi belajar siswa,

(22)

194

dukungan sosial orangtua maka

akan semakin rendah pula motivasi

belajar siswa. Siswa di MTs

Ibadurrahman Tibu Sisok

merasakan adanya dukungan

emosi, dukungan penilaian,

dukungan informasi dan dukungan

instrumen atau material dalam

ketegori tinggi.

3. Ada hubungan positif antara

persepsi siswa tentang kompetensi

pedagogik guru dan dukungan

sosial orangtua dengan motivasi

belajar siswa di MTs Ibadurrahman

Tibu Sisok Desa Loang Maka

Kecamatan Janapria Lombok

Tengah Tahun Ajaran 2013/2014.

Semakin tinggi persepsi siswa

tentang kompetensi pedagogik

guru dan dukungan sosial

orangtua yang dirasakan siswa

maka akan semakin tinggi pula

motivasi belajar siswa, sebaliknya

semakin rendah persepsi siswa

tentang kompetensi pedagogik

guru dan dukungan sosial orangtua

yang dirasakan siswa maka akan

semakin rendah pula motivasi

belajar siswa. Siswa di MTs

Ibadurrahman Tibu Sisok

mempunyai motivasi belajar dalam

kategori tinggi sebanyak 71,25%.

DAFTAR PUSTAKA

Amelia, M. R., & Leviana. 2012. Motivasi Belajar Siswa Kelas

Bilingual dan Siswa Kelas Non-Bilingual di SMPN 89 Jakarta

Barat. Jurnal Psikologi, 10 (1). 1-13

Andartari, Susanti, S. & Andriani, V. (2012). Pengaruh Kemampuan Intelektual (IQ) dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Pada SMA Labschool

Rawamangun. Jurnal

Pendidikan Ekonomi dan Bisnis,

1 (1). 2302-2663.

Arikunto, S. (2002). Dasar-dasar

Evaluasi Pendidikan. Jakarta:

(23)

195

Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala

Psikologi, Edisi-2. Yogyakarta :

Pustaka Belajar.

Baron. R.A. & Byrne. D. (2003).

Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Brata, S. (2006). Psikologi pendidikan. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Cooper, C. L & Watson, M. (1991).

Cancer & stress : Psychological, Biological and Coping Studies.

Harper & Row, Publisher, Inc.

Darwin, B. (2008). Hubungan Persepsi Siswa Tentang

Perhatian Orangtua,

Kelengkapan Fasilitas Belajar Dan Penggunaan Waktu Belajar Di Rumah Dengan Prestasi Belajar Ekonomi. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 5 (1).

74-94.

Ditaningrum & Izzati. (2013). Hubungan Antara Persepsi Mengenai Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Siswa Sma Negeri 1

Gondang Kabupaten

Tulungagung. Jurnal Penelitian

Psikologi, 1 (2), 2252-6129.

Djamarah, S.B. (2000). Guru Dan

Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Fathiyah, N.F., Nurhayati, S.R., &

Harahap, F. (2011).

Pengembangan Model

Dukungan Sosial Bagi Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal

Penelitian Psikologi. 2 (1).

187-200.

Hamalik, O. (2004). Proses Belajar

Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamzah. (2008). Teori Motivasi dan

Pengukurannya. Jakarta: Bumi

Aksara.

Harlen, W & Crick, R. D. (2003). Testing and Motivation for Learning, Graduate School of Education, Assessment in Education. Journal Assassment

in Education. 10 (2). 169-207.

Hasan, N. & Rufaidah, R.E. 2013. Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Strategi Coping pada Penderita Stroke RSUD

(24)

196

Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal

Talenta Psikologi. 2 (1). 41-63.

Intan, P.W. & Niken, T.P. (2012). Efikasi Diri Akademik, Dukungan Sosial Orangtua Dan Penyesuaian Diri Mahasiswa Dalam Perkuliahan. Jurnal Psikologi Persona, 1 (1).

110-128.

Kober, N. (2012). What Roles Do

Parent Involvement, Family Background, and Culture Play in Student Motivation?. CEP; The

George Washington University.

Kunjtoro, S. (2002). Pengaruh Dukungan Sosial Orangtua terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IX di MTs Darul Falah.

Jurnal Pendidikan, 6 (2). 58-67.

Latipah, E. (2010). Strategi Self

Regulated Learning dan Prestasu Belajar; Kajian Meta Analisis. Jurnal Psikologi, 37(1). 110-129.

Maslihah, Sri. (2011). Studi Tentang Hubungan Dukungan Sosial, Penyesuaian Sosial di Lingkungan Sekolah dan Prestasi Akademik Siswa

SMPIT Assyfa Boarding School Subang Jawa Barat. Jurnal

Psikologi Undip, 10 (2).

103-114.

Mulyasa, E. (1999). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2009). Menjadi Guru

Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan Menyenangkan. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Orford, J. (1992). Community psychology : Theory & Practise.

West Sussex : John Wiley & Suns. Ltd.

Prasetyo, E. (2004). Orang Miskin

Dilarang Sekolah. Yogyakarta:

Resist Book.

Priyatno, D. (2012). Belajar Cepat

Olah Data Statistik Dengan SPSS. Yogyakarta: CV Andi

Yogyakarta.

Purwanto, M.N. 2000. Prinsip-prinsip

dan Tekhnik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

(25)

197

Putri, SP. & Liana, C. (2013).

Hubungan Kompetensi

Pedagogik Guru Sejarah dan Motivasi Belajar Siswa di Kelas X SMAN 13 Surabaya. Avatara:

e-Journal Pendidikan Sejarah. I

(3). 571-578.

Rakhmat, J. (2013). SQ FOR KIDS:

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Sejak Dini.

Bandung: PT. Mizan Pustaka.

Robbins, S. P. (2007). Organizational

Behavior. Sixth edition. Prentice

Hall International Inc.

Rochmat, W. (2005). Peranan Orangtua dan Pendidik Dalam mengoptimalkan Potensi Anak Berbakat Akademik. Simposium

Keberbakatan yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro. 22 Juli; 1-9. Yogyakarta: UNY.

Sardiman, A.M. (2012). Interaksi dan

Motivasi Belajar Mengajar. Cetakan 21. Jakarta: PT Raja

Grafindo Persada.

Slameto. (2010). Belajar dan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi.

Jakarta: Rineka Cipta.

Soemanto, W. (2012). Psikologi Pendidikan; Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta :

Rineka Cipta.

Sudjana, N. & Rivai, A. (2001). Media

Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Sudjana, N. (2010). Dasar-dasar

Proses Belajar Mengajar.

Bandung: Sinar Baru

Algensindo

Sukirman. (2011). Peranan Bimbingan Guru Dan Motivasi Belajar Dalam Rangka Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Sma Negeri 1 Metro Tahun 2010. Jurnal Guidena, 1 (1). 23 – 35.

Surya, M. (2003). Psikologi

Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Yayasan

Bhakti Winaya.

Suryabrata, S. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali

Press.

Syah, M. (2000). Psikologi Pendidikan

(26)

198

Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Tan, Ismanto & Babakal. (2013). Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Motivasi Belajar pada Anak Usia Sekolah Kelas IV dan V di SD Negeri Kawangkoan Kalawat. Ejournal

Keperawatan (e-Kp), 1 (1). 1

8.

Tarmidi & Rambe. (2010). Korelasi Antara Dukungan Sosial Orangtua dan Self-Directed Learning pada Siswa SMA.

Jurnal Psikologi, 37 (2):

216-223.

Uno, H. B. (2007). Teori Motivasi Dan

Pengukuannya: Analisis Dibidang Pendidikan. Jakarta :

Bumi Aksara.

Usman, M. U. (2008). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Wentzel, R.K. (1998). Social Relationships and Motivation in Middle School: The Role of Parents, Teachers, and Peers.

Journal of Educational Psychology-American

Psychological Association, Inc.

0022-0663. 90 (2). 202-209.

Winkel, W. S. (2004). Psikologi

Pengajaran. Jakarta: Gramedia.

Yasin, F.A. (2011). Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guu Pendidikan Agama Islam di Madrasah. Jurnal eL-QUDWAH,

1(5), 157-181.

Yovanti, N. (2012). Pentingnya Motivasi Belajar. Jurnal Inspirasi: 3 (1). 187-201

Referensi

Dokumen terkait

(X) kembali pada jawaban lain yang dirasa lebih sesuai dengan pernyataan Anda.. Apapun jawaban yang Anda berikan, semua dianggap

Dalam meneliti hasil tulisan siswa, peneliti menggunakan rubrikpenilaian tulian sebagaimana terlampir (Putra, 2012: 119 ) sehingga didapatkan beberapa permasalahan yang

Assalamualaikum Wr. Salam Sejahtera Bagi Kita Semua. Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas hidayah-Nya maka Seminar Hasil Pengabdian Masyarakat 2020 dapat

Rencana Perubahan Status akan menjadi efektif apabila (i) persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Independen atas Usulan Go Private sudah diperoleh, (ii)

Perkembangan gejala penyakit pada daun kakao yang diperlakukan dengan formula fungisida yang diuji bervariasi berdasarkan jumlah bercak yang terlihat, tetapi berdasarkan

lQ~uankajian adalah untuk mengenal pasti apakah profil guru sekolah-sekolah k()~engah. vokasional yang mengajar mata pelajaran kimp~lan berasaskan kantetensl dari aspek

Varietas singkong berpengaruh terhadap karakter tapioka yaitu singkong manggu dengan umur panen 8-9 bulan memiliki nilai tekstur pilus secara sensori kerenyahan yang baik