ii
Jurnal
Sosio-Humaniora
PENANGGUNG JAWAB
Kepala LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Ketua Umum :
Dr. Ir. Ch. Wariyah, M.P.
Sekretaris :
Awan Santosa, S.E., M.Sc.
Dewan Redaksi :
Dr. Kamsih Astuti, M.A.
Dr. Hermayawati, M.Pd.
Penyunting Pelaksana :
Tutut Dwi Astuti, S.E., M.Si.
Dra. Indra Ratna KW, M.Si.
Restu Arini, S.Pd., M.Pd.
Sumiyarsih, S.E., M.Si.
Pelaksana Administrasi :
Zulki Adzani Sidiq Fathoni
Hartini
Alamat Redaksi/Sirkulasi :
LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Jl. Wates Km 10 Yogyakarta
Tlpn (0274) 6498212 Pesawat 133 Fax (0274) 6498213
E-Mail : [email protected]
Web : lppm.mercubuana-yogya.ac.id
Jurnal yang memuat ringkasan hasil laporan penelitian ini diterbitkan oleh
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Mercu Buana Yogyakarta, terbit dua kali setiap tahun.
Redaksi menerima naskah hasil penelitian, yang belum pernah
dipublikasikan baik yang berbahasa Indonesia maupun Inggris. Naskah
harus ditulis sesuai dengan format di Jurnal Sosio-Humaniora dan harus
diterima oleh redaksi paling lambat dua bulan sebelum terbit.
iii
KATA PENGANTARPuji syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahNya, sehingga Jurnal Sosio-Humaniora Vol. 5 No. 2, September 2014 dapat kami terbitkan. Redaksi mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para penulis yang telah berbagi pengetahuan dari hasil penelitian, untuk dipublikasikan dan dibaca oleh pemangku kepentingan, sehingga memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi perkembangan IPTEKS.
Pada jurnal Sosio-Humaniora edisi September 2014 ini, disajikan beberapa hasil penelitian di bidang manajemen, bidang akuntansi dan bidang psikologi. Pada bidang manajemen disajikan artikel tentang faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan yang terdaftar di BEI, pengaruh dimensi kualitas jasa terhadap keputusan pembelian jasa perbankan pada Bank Mandiri unit Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta. Pada bidang akuntansi disajikan artikel tentang adopsi
accrual accounting pada pemerintahan Republik Indonesia, sedangkan pada bidang
psikologi disajikan artikel tentang hubungan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan motivasi kerja pada wanita karier di PT Kusuma Sandang Mekarjaya, nilai positif pekerjaan-keluarga pada ibu yang bekerja ditinjau dari dukungan sosial, dan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan dukungan sosial orangtua dengan motivasi belajar pada siswa di MTS Ibadurrahman Tibu Sisok Desa Loang Maka Lombok Tengah tahun ajaran 2013/2014.
Redaksi menyadari bahwa masih terdapat ketidaksempurnaan dalam penyajian artikel dalam jurnal yang kami terbitkan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan, agar penerbitan mendatang menjadi semakin baik. Atas perhatian dan partisipasi semua pihak redaksi mengucapkan terima kasih.
Yogyakarta, September 2014 Redaksi
iv
Jurnal Sosio-Humaniora Vol. 5 No. 2 ini telah direview oleh Mitra Bestari :1. Awan Santosa, S.E., M.Sc. bidang studi Manajemen
v
DAFTAR ISIHal Kata Pengantar ... iii Daftar Mitra Bestari ... iv Daftar Isi ... v HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DENGAN
MOTIVASI KERJA PADA WANITA KARIER DI PT KUSUMA SANDANG
MEKARJAYA ... 132-143 Betsy Amanda Syauta dan Reny Yuniasanti
EVALUASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BEI ... 144-161 Rina Dwiarti
NILAI POSITIF PEKERJAAN-KELUARGA PADA IBU YANG BEKERJA
DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL ... 162-177 Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DI MTS IBADURRAHMAN TIBU SISOK DESA LOANG MAKA LOMBOK TENGAH TAHUN AJARAN
2013/2014 ... 178-198 Habibi Al-Ajami dan Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto
PENGARUH DIMENSI KUALITAS JASA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JASA PERBANKAN Studi Kasus Pada Bank Mandiri Unit
Mandiri Mitra Usaha Yogyakarta ... 199-217 Subarjo
ADOPSI ACCRUAL ACCOUNTING PADA PEMERINTAHAN REPUBLIK
INDONESIA (Studi Literatur) ... 218-231 Maria Immaculata Andriani Novitasari
178
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSIPEDAGOGIK GURU DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DI MTS IBADURRAHMAN TIBU SISOK
DESA LOANG MAKA LOMBOK TENGAH TAHUN AJARAN 2013/2014 Habibi Al-Ajami dan Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi
Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Jl. Wates Km 10 Yogyakarta 55753 Email : [email protected]
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan motivasi belajar siswa, (2) untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa, dan (3) untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan dukungan sosial orang tua bersama-sama dengan motivasi belajar siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan skala, ada skala persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru, skala dukungan sosial orang tua, dan skala motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini semua siswa di MTs Ibadurrahman Tibu Sisok di desa Loang Maka Lombok Tengah Tahun Akademik 2013/2014 dengan jumlah sampel adalah 80 siswa. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment untuk analisis hipotesis pertama dan hipotesis kedua, dan teknik regresi untuk analisis hipotesis ketiga. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan motivasi belajar siswa , nilai r = 0,491, (2) ada hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa, nilai r = 0,595, dan (3) ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dan dukungan sosial orang tua bersama-sama dengan motivasi belajar siswa, nilai F = 27,800 dan p = 0,000 (p <0:01).
Kata kunci : Persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru, dukungan sosial orangtua, dan motivasi siswa
RELATIONSHIP BETWEEN STUDENTS PERCEPTION OF PEDAGOGICAL TEACHERS, SOCIAL SUPPORT PARENTS WITH LEARNING MOTIVATION TO
STUDENTS IN MTS IBADURRAHMAN TIBU SISOK LOANG MAKA CENTRAL LOMBOK ACADEMIC YEAR 2013/2014
ABSTRACT
This research is aimed (1) to know correlation between students' perceptions of the pedagogical competence of teachers with students' motivation, (2) to know correlation between social support parents with students' motivation, and (3) to know correlation between students' perceptions of the pedagogical competence of teachers and social support parents together with students' motivation. In this research, researchers used of scale, there are the scale of students' perceptions of the pedagogical competence of teachers , the scale of social support parents, and the scale of students' motivation. the population in this research all students at MTs Ibadurrahman Tibu Sisok in the village Loang Maka Central Lombok of the Academic Year 2013/2014, with the number of samples is 80 students. The techniques of analysis in this research using product moment correlation techniques to analysis the first hypothesis and the second hypothesis, and
179
regression techniques to analysis the third hypothesis. The results of analysis showed that (1) there is correlation between students' perceptions of the pedagogical competence of teachers with students' motivation the value of r = 0.491, (2) there is correlation between social support parents with students' motivation, the value of r = 0.595, and (3) there is correlation between students' perceptions of the pedagogical competence of teachers and social support parents together with students' motivation, the value of F = 27.800 and p = 0.000 ( p < 0:01 ) .
Keywords : Students' perceptions of pedagogical competence of teachers, parental social support, and student motivation
PENDAHULUAN
Sekolah merupakan lembaga
formal yang berkewajiban sebagai
bagian yang memfasilitasi dalam
upaya mencerdaskan kehidupan
bangsa dan berkewajiban pula dalam
menanggulangi masalah-masalah
pendidikan. Guru dan siswa sebagai
unsur pokok sekolah, dalam proses
belajar mengajarnya sudah barang
tentu akan menemukan berbagai
hambatan-hambatan.
Hambatan atau kendala yang
dihadapi selama proses belajar
mengajar tersebut, tergantung dari
peserta didik dan pendidik. Namun
dewasa ini, masalah yang kerap kali
muncul dalam dunia pendidikan,
biasanya terjadi karena motivasi
belajar peserta didik masih rendah,
yang berakibat pada rendahnya
dorongan untuk melakukan aktivitas
belajar.
Motivasi dalam belajar sangat
dibutuhkan sebagaimana pendapat
Sardiman (2012), bahwa “Motivation
is an essential condition of learning”
karena bagaimanapun motivasi merupakan “daya penggerak/ pendorong untuk melakukan sesuatu
pekerjaan, yang bisa berasal dari
dalam diri dan juga dari luar” (Dalyono, 2005). Dari pendapat
tersebut, motivasi belajar dapat
diartikan sebagai kondisi psikologis
yang mendorong seseorang untuk
180
dengan pendapat Winkel (2004),bahwa motivasi belajar adalah
“keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri peserta didik yang
menimbulkan kebiasaan belajar,
menjamin kelangsungan belajar dan
memberikan arah pada kegiatan
belajar demi mencapai suatu tujuan”. Dalam kegiatan belajar
mengajar, motivasi belajar pada siswa
akan menentukan berhasil tidaknya
proses belajar mengajar yang
dilakukan. Motivasi belajar pada siswa
menurut Sardiman (2012), akan
nampak dengan ciri-ciri; tekun
menghadapi tugas, ulet dan tidak
mudah putus asa, menunjukkan
minat terhadap bermacam-macam
masalah, lebih senang belajar
mandiri, cepat bosan terhadap
rutinitas, dapat mempertahankan
pendapat, tidak mudah melepas hal
yang diyakini, senang mencari dan
memecahkan masalah soal-soal.
Dari hasil observasi yang
dilakukan pada tanggal 20 Agustus
dan 08 Oktober 2013 didapat bahwa
motivasi belajar siswa di MTs
Ibadurrahman Tibu Sisok cenderung
rendah, hal tersebut terlihat selama
proses belajar mengajar di dalam
kelas, dari 80 siswa diperoleh 19
siswa yang belum sesuai dengan
indikator motivasi belajar yang
disampaikan Sardiman (2012), seperti
siswa kurang memperhatikan apa
yang disampaikan guru, anak tidak
mengumpulkan tugas kelas tepat
waktu, tidak mengerjakan PR, tidak
merespon apa yang ditanyakan guru,
tidak mengerjakan LKS, dan anak
kurang antusias dalam mengikuti
diskusi kelas.
Motivasi belajar yang rendah
akan berakibat pada rendahnya
prestasi belajar pada siswa, sebab
menurut Sardiman (2012) seseorang
akan berhasil dalam belajarnya kalau
dia mempunyai motivasi belajar.
Senada dengan pendapat tersebut,
Soemanto (2012), berpendapat
181
prestasi yang baik jika dia mempunyaimotivasi dalam aktivitas belajarnya.
Jika motivasi belajar pada siswa
selalu rendah maka akan berdampak
pada diri siswa sendiri, yaitu
kurangnya aktivitas belajar, bosan,
pasif, dan prestasi belajar rendah
(Sardiman, 2012; Amelia & Leviana,
2012).
Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar siswa,
menurut Harlen dan Crick (2003),
faktor-faktor yang mempengaruhi
motivasi belajar siswa terdiri dari
faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal seperti penilaian diri,
ketertarikan/ minat, berorientasi pada
tujuan, usaha, keyakinan dan
kesadaran diri. Faktor eksternal
seperti aturan sekolah, kelompok,
kompetensi pedagogik guru,
kurikulum, adanya penilaian, dan
dukungan keluarga.
Dari beberapa faktor ekternal
yang mempengaruhi motivasi belajar
di atas, peneliti akan melihat motivasi
belajar siswa dari faktor kompetensi
pedagogik guru dan dukungan
keluarga khususnya pada dukungan
sosial orangtua. Menurut Soemanto
(2012) dalam aktivitas belajar anak,
guru dan orangtua menyadari betul
akan pentingnya motivasi belajar
pada anak.
Kompetensi pedagogik guru
merupakan kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran peserta didik
yang meliputi; kemampuan dalam
memahami peserta didik, kemampuan
dalam merancang dan melaksanakan
pembelajaran, kemampuan
mengevaluasi hasil belajar dan
kemampuan dalam mengembangkan
peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi
yang dimilikinya (Yasin, 2011).
Mulyasa (2009),
mengemukakan akan pentingnya
kompetensi pedagogik guru sebagai
penentu dasar berhasil tidaknya
proses belajar mengajar, ini
182
pedagogik guru secara langsungmenyentuh kegiatan pengelolaan
pembelajaran peserta didik. Usman
(2008) juga menjelaskan salah satu
tugas guru dalam hal ini yakni
membangkitkan motivasi belajar
siswa sehingga siswa mau melakukan
aktivitas belajar. Dari paparan
tersebut, persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru,
merupakan pandangan atau penilaian
siswa tentang sejauhmana
kemampuan guru dalam memahami
peserta didik, kemampuan guru dalam
merancang dan melaksanakan
pembelajaran, kemampuan guru
dalam mengevaluasi hasil belajar, dan
kemampuan guru dalam
mengembangkan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi
yang dimilikinya.
Cecco & Graowford (dalam
Slameto, 2010) menjelaskan bahwa
siswa tidak akan cepat merasa bosan
dalam belajarnya jika guru tidak
menggunakan
pendekatan-pendekatan yang bersifat monoton.
Sedangkan Djamarah (2000)
berpendapat bahwa semangat belajar
anak akan tumbuh baik, apabila anak
merasa guru mampu memahami dan
memberikan rasa aman baginya.
Selain itu, salah satu faktor
eksternal yang menentukan tingkat
motivasi belajar siswa adalah faktor
dukungan sosial orangtua, karena
menurut pendapat Andartari, et al.
(2012) perhatian orangtua terhadap
anak akan meningkatkan motivasi
anak untuk belajar. Dukungan sosial
orang tua sendiri, penting bagi anak
dalam menjalankan semua
aktivitasnya, baik yang berkaitan
dengan pendidikan maupun dalam
kehidupan sosialnya. Dukungan sosial
orangtua merupakan bagian dari
dukungan sosial secara umum, yang
mana anak dan keluarga terdekatnya
tidak lepas dari kehidupan sosial
setempat.
Dalam memahami definisi
183
didasarkan pada definisi dukungansosial. Dukungan sosial menurut
Sarason (dalam Kunjtoro, 2002),
mengatakan bahwa dukungan sosial
adalah keberadaan, kesediaan,
kepedulian dari orang-orang yang
dapat diandalkan, menghargai dan
menyayangi. Sedangkan dukungan
sosial orangtua sendiri menurut Putri
(dalam Dhitaningrum & Izzati, 2013)
merupakan suatu bentuk hubungan
antara orang tua dengan anak,
dimana orang tua memberikan
dukungan dalam bentuk bantuan baik
secara emosional, informatif,
instrumental, dan penghargaan.
Senada dengan pendapat tersebut
Hamzah (2011), berpendapat bahwa
dukungan orangtua merupakan
bantuan-bantuan yang diterima anak,
bantuan tersebut berupa bantuan
emosional, penghargaan, material,
dan informasi. Dari beberapa
pendapat tersebut dapat disimpulkan
bahwa dukungan sosial orangtua
merupakan bentuk dukungan dari
orangtua yang dirasakan siswa
berupa dukungan emosional,
informatif, instrumental dan
penghargaan.
Dukungan sosial orangtua
lebih kepada segala bentuk aktivitas
yang bersifat positif yang dilakukan
demi terjadinya proses belajar pada
anak, Chapman (2014) berpendapat
bahwa sentuhan yang tulus dan
penuh kasih sayang yang dirasakan
anak dapat menjadi stimulus positif
bagi aktivitas belajar anak. Kuntjoro
(2002) berpendapat bahwa anak yang
merasa orangtua selalu memberikan
penghargaan atas usaha yang
dilakukan akan meningkatkan
keyakinan dan rasa percaya diri anak
dalam aktivitas belajarnya.
Sedangkan pendapat Reio (Tarmidzi
& Rambe, 2010) bahwa siswa yang
merasa dukungan materi yang
diberikan orangtua cukup akan
meningkatkan semangat dan minat
belajar siswa. Rohmat (2005)
184
belajar kepercayaan yang diberikanorangtua yang dirasakan oleh siswa
akan mendorong siswa untuk lebih
giat belajar.
Dari pendapat tersebut di atas
dapat disimpulkan bahwa dalam
aktivitas belajar, apabila anak
merasakan adanya dukungan sosial
yang diberikan orangtua berupa
suasana yang penuh perlindungan,
penghargaan, cukup kasih sayang
dan perhatian dari orangtua, maka hal
tersebut akan mampu meningkatkan
motivasi belajar pada anak, hal
tersebut sesuai dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Tan,
Ismanto & Babakal (2013), bahwa ada
hubungan positif antara dukungan
orangtua dengan motivasi belajar
siswa. Menurut House (dalam Intan &
Niken, 2012; Fathiyah, Nurhayati &
Harahap, 2011; Hasan & Rufaidah,
2013) ada empat bentuk dukungan
sosial orangtua, yakni: dukungan
emosional, dukungan penghargaan,
dukungan instrumental dan dukungan
informatif.
Dari penjelasan di atas, maka
dapat dikatakan bahwa persepsi
siswa tentang kompetensi pedagogik
guru dan dukungan sosial orangtua
mempengaruhi motivasi belajar pada
siswa di MTs Ibadurrahman Tibu
Sisok Desa Loang Maka Lombok
Tengah, inilah yang kemudian
membuat ketertarikan peneliti untuk
meneliti kedua faktor eksternal
motivasi belajar tersebut. Persepsi
siswa tentang kompetensi pedagogik
guru merupakan salah satu aspek
penting dalam meningkatkan motivasi
belajar siswa, karena kompetensi
pedagogik guru secara langsung
menyentuh kegiatan pengelolaan
pembelajaran peserta didik.
Selanjutnya dukungan sosial orangtua
yang meliputi dukungan emosi,
dukungan penghargaan, dukungan
instrumental atau material, dukungan
informasi, dan dukungan
185
dampak yang positif kepada siswa,karena dengan adanya dukungan
sosial orangtua, maka motivasi belajar
siswa akan meningkat.
Berdasarkan tinjauan teoritis di
atas maka peneliti mengajukan
hipotesis sebagai berikut;
1. Ada hubungan positif antara
persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru
dengan motivasi belajar pada
siswa di MTs Ibadurrahman
Tibu Sisok Desa Loang Maka
Kecamatan Janapria Lombok
Tengah Tahun Pelajaran
2013/2014.
2. Ada hubungan positif antara
dukungan sosial orangtua
dengan motivasi belajar pada
siswa di MTs Ibadurrahman
Tibu Sisok Desa Loang Maka
Kecamatan Janapria Lombok
Tengah Tahun Pelajaran
2013/2014.
3. Ada hubungan antara persepsi
siswa tentang kompetensi
pedagogik guru dan dukungan
sosial orangtua dengan
motivasi belajar pada siswa di
MTs Ibadurrahman Tibu Sisok
Desa Loang Maka Kecamatan
Janapria Lombok Tengah
Tahun Pelajaran 2013/2014.
MATERI DAN METODE
Penelitian ini melibatkan 3
variabel sebagai berikut :
1. Persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru.
Persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru
merupakan pandangan atau
penilaian siswa tentang
kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran peserta
didik. Persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru akan
diungkap dengan skala persepsi
siswa tentang kompetensi
pedagogik guru sesuai pendapat
186
kemampuan guru dalam
memahami peserta didik,
kemampuan guru dalam
merancang dan melaksanakan
pembelajaran, kemampuan guru
mengevaluasi hasil belajar, dan
kemampuan guru dalam
mengembangkan potensi peserta
didik.
2. Dukungan sosial orangtua
Dukungan sosial orangtua
merupakan bentuk dukungan dari
orangtua yang dirasakan siswa
berupa dukungan emosional,
informatif, instrumental dan
penghargaan. Dukungan sosial
orangtua akan diungkap dengan
skala dukungan sosial orangtua
sesuai dengan pendapat House
(dalam Intan & Niken, 2012;
Fathiyah, Nurhayati & Harahap,
2011; Hasan & Rufaidah, 2013)
yang terdiri dari; dukungan emosi,
dukungan penilaian, dukungan
informasi dan dukungan
instrumen/material.
3. Motivasi belajar siswa
Motivasi belajar siswa
merupakan suatu daya yang
menggerakkan atau mendorong
siswa untuk melakukan aktivitas
belajar. Motivasi belajar siswa
akan dilihat melalui skala
motivasi belajar yang mengacu
pada pendapat Sardiman (2012)
yang meliputi; tekun menghadapi
tugas, ulet dan tidak mudah putus
asa, menunjukkan minat terhadap
bermacam-macam masalah, lebih
senang belajar mandiri, cepat
bosan terhadap rutinitas, dapat
mempertahankan pendapat, tidak
mudah melepas hal yang diyakini,
senang mencari dan
memecahkan masalah soal-soal.
Skala persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru,
dukungan sosial orangtua dan
motivasi belajar siswa diuji cobakan
pada 59 siswa kelas VII, VIII dan IX di
187
Langko Kecamatan Janapria padatanggal 28 Januari 2014.
Hasil dari pengujian terhadap
validitas dan reliabilitas Skala
persepsi siswa tentang kompetensi
pedagogik guru menghasilkan 24 item
yang valid dari 40 item yang
diujicobakan. Koefisien validitas
bergerak antara 0,255 sampai dengan
0,660 sedangkan untuk pengujian
reliabilitas menggunakan reliabilitas
alpha, menunjukkan koefisien
reliabilitas sebesar 0,881. Hasil dari
pengujian terhadap validitas dan
reliabilitas Skala dukungan sosial
orangtua menghasilkan 28 item yang
valid dari 40 item yang diujicobakan.
Koefisien validitas bergerak antara
0,262 sampai dengan 0,665
sedangkan untuk pengujian reliabilitas
menggunakan reliabilitas alpha,
menunjukkan koefisien reliabilitas
sebesar 0,879. Hasil dari pengujian
terhadap validitas dan reliabilitas
skala motivasi belajar pada siswa
menghasilkan 35 item yang valid dari
48 item yang diujicobakan. Koefisien
validitas bergerak antara 0,210
sampai dengan 0,760 sedangkan
untuk pengujian reliabilitas
menggunakan reliabilitas alpha,
menunjukkan koefisien reliabilitas
sebesar 0,917.
Penelitian ini merupakan
penelitian populasi, karakteristik
subjek penelitian dalam penelitian ini
adalah siswa kelas VII, VIII, dan IX di
MTs Ibadurrahman Tibu Sisok Desa
Loang Maka Kecamatan Janapria
Lombok Tengah Tahun Ajaran
2013/2014. Jumlah subjek dalam
penelitian ini adalah 80 siswa.
Pengujian hubungan antara
satu variabel independen dengan satu
dependen (persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru dengan
motivasi belajar pada siswa atau
dukungan sosial orangtua dengan
motivasi belajar pada siswa) dengan
metode analisis korelasi product moment. Sedangkan pengujian hubungan dua variabel independen
188
secara bersama-sama dikorelasikandengan variabel dependen (hubungan
antara persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru dan
dukungan sosial orangtua dengan
motivasi belajar pada siswa) dengan
menggunakan metode analisis
regresi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil analisis korelasi product
moment dapat dilihat pada tabel
berikut;
Hasil Uji Korelasi Variabel Bebas dengan Motivasi Belajar Siswa
Variabel Bebas Koefisien Korelasi Sig (2 tailed) Ket X1 0,491 0,000 signifikan X2 0,595 0,000 signifikan
Berdasarkan tabel tersebut di
atas dapat diketahui bahwa variabel
persepsi siswa tentang kompetensi
pedagogik guru mempunyai
hubungan positif dan signifikan
dengan motivasi belajar siswa (p <
0,05), ini menunjukkan bahwa
hipotesis 1 terbukti. Besarnya nilai r =
0,491, apabila dikuadradkan(r2)
menjadi 0,241. Koefisien determinasi
(r2) sebesar 0,241 mempunyai arti
bahwa persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru
memberikan sumbangan efektif
terhadap motivasi belajar siswa
sebesar 24,1% sedangkan sisanya
sebesar 75,9% dipengaruhi variabel
dukungan sosial orangtua dan
variabel lain.
Berdasarkan hasil analisis
data tersebut di atas yang
menyatakan ada hubungan positif
antara persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru dengan
motivasi belajar siswa di MTs
Ibadurrahman Tibu Sisok dalam
penelitian ini diterima dengan
demikian dapat diartikan bahwa
semakin tinggi persepsi siswa tentang
kompetensi pedagogik guru, maka
motivasi belajar pada siswa akan
cenderung tinggi, dan sebaliknya
189
tentang kompetensi pedagogik gurumaka motivasi belajar siswa akan
cenderung rendah.
Harlen dan Crick (2003)
menyebutkan bahwa kompetensi
pedagogik guru akan mempengaruhi
motivasi belajar pada siswa. Wentzel
(1998) berpendapat bahwa guru yang
mempunyai kompetensi pedagogik
akan mampu menguasai bahan
pelajaran dan mampu menyajikan
materi dengan pendekatan bervariasi
sesuai dengan keadaan siswa, hal
tersebut akan dapat memotivasi
belajar siswa. Hal tersebut senada
dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Putri & Liana (2013)
bahwa kompetensi pedagogik guru
terbukti secara signifikan berpegaruh
terhadap motivasi belajar siswa.
Kompetensi pedagogik yang dimiliki
guru akan menghindari guru
menggunakan
pendekatan-pendekatan yang bersifat monoton,
dengan begitu siswa tidak akan cepat
merasa bosan (Cecco & Grawford
dalam Slameto, 2010).
Ketika siswa mempersepsi
guru memiliki kompetensi pedagogik,
hal tersebut tentunya akan dapat
memotivasi belajar siswa karena
menurut Usman (2008) bahwa proses
belajar mengajar dan hasil belajar
siswa sebagian besar ditentukan oleh
peranan dan kompetensi guru.
Variabel dukungan sosial
orangtua mempunyai hubungan yang
positif dan signifikan terhadap
motivasi belajar siswa ( p < 0,05). Hal
tersebut menunjukkan bahwa
hipotesis 2 terbukti. Besarnya nilai r =
0,595, apabila dikuadradkan (r2)
menjadi 0,354. Koefisien determinasi
(r2) sebesar 0,354 mempunyai arti
bahwa dukungan sosial orangtua
memberikan sumbangan efektif
terhadap motivasi belajar siswa
sebesar 35,4% sedangkan sisanya
sebesar 64,6% dipengaruhi variabel
190
Jadi, Hipotesis ke-dua yangmenyatakan ada hubungan antara
dukungan sosial orangtua dengan
motivasi belajar pada siswa di MTs
Ibadurrahman Tibu Sisok dalam
penelitian ini diterima, artinya bahwa
semakin tinggi dukungan sosial
orangtua yang dirasakan anak maka
motivasi belajar pada siswa akan
cenderung tinggi, sebaliknya jika
dukungan sosial orangtua yang
dirasakan anak rendah maka motivasi
belajar pada siswapun akan
cenderung rendah.
Hasil hipotesis dua di atas
sejalan dengan pendapat Wentzel
(1998) bahwa dukungan sosial yang
diberikan orangtua akan mampu
meningkatkan motivasi yang positif
terhadap aktivitas belajar anak. Kober
(2012), berpendapat bahwa anak
yang mendapat pujian, perhatian, dan
kasih sayang dari orangtua akan
meningkatkan keyakinan pada diri
anak. Sedangkan Soemanto (2012),
berpendapat bahwa apabila dalam
belajar anak memperoleh perhatian
dari orangtua, anak akan cenderung
meningkatkan aktivitas belajarnya.
Sejalan dengan pendapat tersebut
Chapman (2014) berpendapat bahwa
sentuhan yang tulus dan penuh kasih
sayang yang dirasakan anak dapat
menjadi stimulus positif bagi aktivitas
belajar anak. Reio (Tarmidzi &
Rambe, 2010), berpendapat bahwa
siswa yang memiliki dukungan materi
yang cukup akan mempunyai
semangat dan minat belajar. Menurut
Kurniadin & Machali (2012), penilain
positif yang diperoleh siswa dari
orangtua, mampu mendorong anak
untuk senantiasa berusaha
meningkatkan atau mempertahankan
belajarnya.
Dari pembahasan tersebut
dapat disimpulkan bahwa jika
dukungan sosial orangtua dirasa
tinggi oleh siswa maka motivasi
belajar pada siswa akan cenderung
tinggi, dan sebaliknya jika siswa
191
dirasa rendah maka motivasi siswaakan cenderung rendah. Hal tersebut
juga sesuai dengan hasil penelitian
yang dilakukan oleh Tan, Ismanto &
Babakal (2013), bahwa ada hubungan
positif antara dukungan sosial
orangtua dengan motivasi belajar
siswa.
Hipotesis 3 diuji dengan uji
regresi, dari uji regresi diketahui
besarnya nilai F sebesar 27.800 dan
p = 0,000 ( p < 0,01) dapat
disimpulkan bahwa variabel persepsi
siswa tentang kompetensi pedagogik
guru dan dukungan sosial orangtua
secara bersama-sama mempunyai
hubungan terhadap motivasi belajar
siswa. Ini menunjukkan bahwa
hipotesis 3 terbukti. Besarnya nilai r =
0,648 apabila dikuadratkan (r2)
menjadi 0,4199. Koefisien determinasi
(r2) sebesar 0,4199 artinya besarnya
sumbangan efektif variabel persepsi
siswa tentang kompetensi pedagogik
guru dan dukungan sosial orangtua
secara bersama-sama terhadap
motivasi belajar siswa sebesar
41,99% sedangkan sisanya sebesar
58,01% dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak dimasukkan dalam
penelitian ini.
Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar yang
tidak dimasukkan dalam penelitian ini
yakni terdiri dari faktor internal dan
faktor eksternal (Harlen dan Crick,
2003), faktor internal meliputi; harga
diri, regulasi diri, berorientasi pada
tujuan, kemampuan, usaha, percaya
diri, kesadaran sebagai pelajar. Faktor
eksternal meliputi; aturan sekolah,
budaya kelompok, kurikulum, dan
sistem penilaian.
Dari penelitian yang dilakukan,
diketahui bahwa siswa di MTs
Ibadurrahman Tibu Sisok
mempersepsi kompetensi pedagogik
guru dengan kategori sedang, hal
tersebut didapat dari hasil klasifikasi
untuk kategori sedang sebanyak 95%,
sedangkan untuk kategori rendah
192
menunjukkan bahwa siswa
mempersepsi sedang kemampuan
guru dalam memahami peserta didik,
kemampuan guru dalam
melaksanakan pembelajaran,
kemampuan guru dalam
mengevaluasi hasil belajar dan
kemampuan guru dalam
mengembangkan peserta didik.
Dari penelitian yang dilakukan,
diketahui pula bahwa dukungan sosial
orangtua yang dirasakan siswa di
MTs Ibadurrahman Tibu Sisok
termasuk dalam kategori tinggi hal
tersebut didapat dari hasil persentase
sebanyak 83,75%, untuk kategori
sedang sebanyak 16,25 %, dan tidak
ada siswa yang merasa dukungan
dari orangtua rendah. Keadaan di
lapangan menunjukkan bahwa
orangtua memang memberikan
dukungan sepenuhnya dalam
kegiatan-kegiatan sekolah putra-putri
mereka, hal tersebut terlihat dari
pengamatan peneliti selama mengajar
di MTs Ibadurrahman, beberapa
orangtua siswa secara aktif
menanyakan perkembangan
pendidikan putra-putrinya, mengantar
atau menjemput putra-putrinya,
menanyakan kebutuhan
putra-putrinya di sekolah dan orangtua
siswa juga ikut dalam komite sekolah.
Dari analisis teori dan keadaan di
lapangan tersebut dapat disimpulkan
bahwa siswa merasa mendapatkan
dukungan dari orangtua yang tinggi.
Dari hasil penelitian yang
dilakukan diketahui bahwa motivasi
belajar siswa di MTs Ibadurrahman
Tibu Sisok berada pada kategori
tinggi. Diketahui bahwa subjek yang
memiliki motivasi belajar dengan
klasifikasi tinggi sebanyak 71,25%,
untuk kategori sedang sebanyak
28,75%, dan tidak ada siswa yang
mempunyai motivasi belajar dalam
kategori rendah. Maka dapat
disimpulkan bahwa motivasi belajar
siswa di MTs Ibadurrahman Tibu
Sisok Desa berada pada kategori
193
Semua klasifikasi yang telahdijelaskan tersebut di atas dapat
peneliti simpulkan bahwa siswa di
MTs Ibadurrahman Tibu Sisok
mempersepsi kompetensi pedagogik
guru dengan kategori sedang, siswa
merasa mendapat dukungan dari
orangtua yang tinggi dan motivasi
belajar siswa dalam kategori tinggi.
KESIMPULAN
Berdasar hasil analisis korelasi
product moment dan analisis regresi
linear berganda dapat disimpulkan
bahwa :
1. Ada hubungan positif antara
persepsi siswa tentang kompetensi
pedagogik guru dengan motivasi
belajar siswa di MTs Ibadurrahman
Tibu Sisok Desa Loang Maka
Kecamatan Janapria Lombok
Tengah tahun ajaran 2013/2014.
Semakin tinggi persepsi siswa
tentang kompetensi pedagogik
guru maka motivasi belajar siswa
akan cenderung tinggi, sebaliknya
semakin rendah persepsi siswa
tentang kompetensi pedagogik
guru maka motivasi belajar siswa
akan cenderung rendah. Siswa di
MTs Ibadurrahman Tibu Sisok
mempersepsi kemampuan guru
dalam memahami peserta didik,
kemampuan guru dalam
melaksanakan pembelajaran,
kemampuan guru dalam
mengevaluasi hasil belajar dan
kemampuan guru dalam
mengembangkan peserta didik
dalam kategori sedang.
2. Ada hubungan positif antara
dukungan sosial orangtua dengan
motivasi belajar siswa di MTs
Ibadurrahman Tibu Sisok Desa
Loang Maka Kecamatan Janapria
Lombok Tengah Tahun Ajaran
2013/2014. Semakin tinggi
dukungan sosial orangtua maka
akan cenderung semakin tinggi
pula motivasi belajar siswa,
194
dukungan sosial orangtua makaakan semakin rendah pula motivasi
belajar siswa. Siswa di MTs
Ibadurrahman Tibu Sisok
merasakan adanya dukungan
emosi, dukungan penilaian,
dukungan informasi dan dukungan
instrumen atau material dalam
ketegori tinggi.
3. Ada hubungan positif antara
persepsi siswa tentang kompetensi
pedagogik guru dan dukungan
sosial orangtua dengan motivasi
belajar siswa di MTs Ibadurrahman
Tibu Sisok Desa Loang Maka
Kecamatan Janapria Lombok
Tengah Tahun Ajaran 2013/2014.
Semakin tinggi persepsi siswa
tentang kompetensi pedagogik
guru dan dukungan sosial
orangtua yang dirasakan siswa
maka akan semakin tinggi pula
motivasi belajar siswa, sebaliknya
semakin rendah persepsi siswa
tentang kompetensi pedagogik
guru dan dukungan sosial orangtua
yang dirasakan siswa maka akan
semakin rendah pula motivasi
belajar siswa. Siswa di MTs
Ibadurrahman Tibu Sisok
mempunyai motivasi belajar dalam
kategori tinggi sebanyak 71,25%.
DAFTAR PUSTAKA
Amelia, M. R., & Leviana. 2012. Motivasi Belajar Siswa Kelas
Bilingual dan Siswa Kelas Non-Bilingual di SMPN 89 Jakarta
Barat. Jurnal Psikologi, 10 (1). 1-13
Andartari, Susanti, S. & Andriani, V. (2012). Pengaruh Kemampuan Intelektual (IQ) dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Pada SMA Labschool
Rawamangun. Jurnal
Pendidikan Ekonomi dan Bisnis,
1 (1). 2302-2663.
Arikunto, S. (2002). Dasar-dasar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
195
Azwar, S. (2012). Penyusunan SkalaPsikologi, Edisi-2. Yogyakarta :
Pustaka Belajar.
Baron. R.A. & Byrne. D. (2003).
Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Brata, S. (2006). Psikologi pendidikan. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Cooper, C. L & Watson, M. (1991).
Cancer & stress : Psychological, Biological and Coping Studies.
Harper & Row, Publisher, Inc.
Darwin, B. (2008). Hubungan Persepsi Siswa Tentang
Perhatian Orangtua,
Kelengkapan Fasilitas Belajar Dan Penggunaan Waktu Belajar Di Rumah Dengan Prestasi Belajar Ekonomi. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 5 (1).
74-94.
Ditaningrum & Izzati. (2013). Hubungan Antara Persepsi Mengenai Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Siswa Sma Negeri 1
Gondang Kabupaten
Tulungagung. Jurnal Penelitian
Psikologi, 1 (2), 2252-6129.
Djamarah, S.B. (2000). Guru Dan
Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Fathiyah, N.F., Nurhayati, S.R., &
Harahap, F. (2011).
Pengembangan Model
Dukungan Sosial Bagi Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal
Penelitian Psikologi. 2 (1).
187-200.
Hamalik, O. (2004). Proses Belajar
Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamzah. (2008). Teori Motivasi dan
Pengukurannya. Jakarta: Bumi
Aksara.
Harlen, W & Crick, R. D. (2003). Testing and Motivation for Learning, Graduate School of Education, Assessment in Education. Journal Assassment
in Education. 10 (2). 169-207.
Hasan, N. & Rufaidah, R.E. 2013. Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Strategi Coping pada Penderita Stroke RSUD
196
Dr. Moewardi Surakarta. JurnalTalenta Psikologi. 2 (1). 41-63.
Intan, P.W. & Niken, T.P. (2012). Efikasi Diri Akademik, Dukungan Sosial Orangtua Dan Penyesuaian Diri Mahasiswa Dalam Perkuliahan. Jurnal Psikologi Persona, 1 (1).
110-128.
Kober, N. (2012). What Roles Do
Parent Involvement, Family Background, and Culture Play in Student Motivation?. CEP; The
George Washington University.
Kunjtoro, S. (2002). Pengaruh Dukungan Sosial Orangtua terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IX di MTs Darul Falah.
Jurnal Pendidikan, 6 (2). 58-67.
Latipah, E. (2010). Strategi Self
Regulated Learning dan Prestasu Belajar; Kajian Meta Analisis. Jurnal Psikologi, 37(1). 110-129.
Maslihah, Sri. (2011). Studi Tentang Hubungan Dukungan Sosial, Penyesuaian Sosial di Lingkungan Sekolah dan Prestasi Akademik Siswa
SMPIT Assyfa Boarding School Subang Jawa Barat. Jurnal
Psikologi Undip, 10 (2).
103-114.
Mulyasa, E. (1999). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2009). Menjadi Guru
Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan Menyenangkan. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Orford, J. (1992). Community psychology : Theory & Practise.
West Sussex : John Wiley & Suns. Ltd.
Prasetyo, E. (2004). Orang Miskin
Dilarang Sekolah. Yogyakarta:
Resist Book.
Priyatno, D. (2012). Belajar Cepat
Olah Data Statistik Dengan SPSS. Yogyakarta: CV Andi
Yogyakarta.
Purwanto, M.N. 2000. Prinsip-prinsip
dan Tekhnik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
197
Putri, SP. & Liana, C. (2013).Hubungan Kompetensi
Pedagogik Guru Sejarah dan Motivasi Belajar Siswa di Kelas X SMAN 13 Surabaya. Avatara:
e-Journal Pendidikan Sejarah. I
(3). 571-578.
Rakhmat, J. (2013). SQ FOR KIDS:
Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Sejak Dini.
Bandung: PT. Mizan Pustaka.
Robbins, S. P. (2007). Organizational
Behavior. Sixth edition. Prentice
Hall International Inc.
Rochmat, W. (2005). Peranan Orangtua dan Pendidik Dalam mengoptimalkan Potensi Anak Berbakat Akademik. Simposium
Keberbakatan yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro. 22 Juli; 1-9. Yogyakarta: UNY.
Sardiman, A.M. (2012). Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar. Cetakan 21. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Slameto. (2010). Belajar dan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi.
Jakarta: Rineka Cipta.
Soemanto, W. (2012). Psikologi Pendidikan; Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta :
Rineka Cipta.
Sudjana, N. & Rivai, A. (2001). Media
Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.
Sudjana, N. (2010). Dasar-dasar
Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru
Algensindo
Sukirman. (2011). Peranan Bimbingan Guru Dan Motivasi Belajar Dalam Rangka Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Sma Negeri 1 Metro Tahun 2010. Jurnal Guidena, 1 (1). 23 – 35.
Surya, M. (2003). Psikologi
Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Yayasan
Bhakti Winaya.
Suryabrata, S. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali
Press.
Syah, M. (2000). Psikologi Pendidikan
198
Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Tan, Ismanto & Babakal. (2013). Hubungan Antara Dukungan Orangtua dengan Motivasi Belajar pada Anak Usia Sekolah Kelas IV dan V di SD Negeri Kawangkoan Kalawat. Ejournal
Keperawatan (e-Kp), 1 (1). 1 –
8.
Tarmidi & Rambe. (2010). Korelasi Antara Dukungan Sosial Orangtua dan Self-Directed Learning pada Siswa SMA.
Jurnal Psikologi, 37 (2):
216-223.
Uno, H. B. (2007). Teori Motivasi Dan
Pengukuannya: Analisis Dibidang Pendidikan. Jakarta :
Bumi Aksara.
Usman, M. U. (2008). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Wentzel, R.K. (1998). Social Relationships and Motivation in Middle School: The Role of Parents, Teachers, and Peers.
Journal of Educational Psychology-American
Psychological Association, Inc.
0022-0663. 90 (2). 202-209.
Winkel, W. S. (2004). Psikologi
Pengajaran. Jakarta: Gramedia.
Yasin, F.A. (2011). Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guu Pendidikan Agama Islam di Madrasah. Jurnal eL-QUDWAH,
1(5), 157-181.
Yovanti, N. (2012). Pentingnya Motivasi Belajar. Jurnal Inspirasi: 3 (1). 187-201