+
Pada bulan Juli 2016, Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 1,74 persen. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia, 78 kota IHK mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-2. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,34 persen dan inflasi terendah di Gorontalo sebesar 0,06 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Jayapura sebesar 1,10 persen dan deflasi terendah di Maumere sebesar 0,05 persen. Inflasi Kota Bengkulu Juli 2016 terjadi pada semua kelompok pengeluaran kecuali kelompok kesehatan
yang mengalami deflasi 0,01 persen. Kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi tertinggi sebesar 6,12 persen, selanjutnya diikuti kelompok bahan makanan 1,81 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,48 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,39 persen, kelompok sandang 0,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen.
Dengan inflasi 1,74 persen pada bulan Juli 2016 ini, maka inflasi tahun kalender (Januari 2016-Juli2016 ) tercatat sebesar 3,62 persen, dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 5,84 persen.
No. 41/08/17/Th.XVIII, 1 Agustus 2016
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
,
J
ULI
2016
BULAN JULI 2016 KOTA BENGKULU MENGALAMI INFLASI 1,74 PERSEN
Perkembangan harga barang dan jasa di kota Bengkulu selama bulan Juli 2016 secara umum tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini tercermin dari naiknya nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juli 2016 (IHK 2012 = 100) sebesar 1,74 persen. Angka ini lebih tinngi dibanding bulan sebelumnya yang mengalam inflasi sebesar 1,35 persen, juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan keadaan Juli 2015 namun lebih rendah jika dibandingkan dengan Juli 2014.
Gambar 1
Inflasi Kota Bengkulu Desember 2013 - Juli 2016
0.35 1.03 -0.24 0.04 -0.04 -0.59 0.38
2.92
0.67 0.73 0.39 2.11 3.03 -0.82 -1.46 0.19 0.55 0.38 0.891.38
1.99 -0.22 -0.52 0.09 0.79 0.67 -0.25 0.04 -0.84 0.88 1.35 1.74 -2 -1 0 1 2 3 4 Des Jan 2014Feb Mar Apr May Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Jan 2015
Feb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sept Okt Nov des Jan 2016
mengalami deflasi 0,01 persen. Kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi tertinggi sebesar 6,12 persen, selanjutnya diikuti kelompok bahan makanan 1,81 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,48 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,39 persen, kelompok sandang 0,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen.
Berdasarkan perubahan harga yang terjadi pada setiap kelompok komoditi tersebut, masing-masing kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi/inflasi sebagai berikut : kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 1,1599 persen kelompok bahan makanan 04532 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0787 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,0350 persen, kelompok sandang 0,0098 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,0033 persen, sementara kelompok kesehatan menyumbang deflasi (-0,0004 persen).
Tabel 1
Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota Bengkulu Bulan Juli 2016 (IHK 2012 = 100)
*) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2016 terhadap IHK Juni 2015
Tabel 2
Perubahan Harga dan Andil Beberapa Komoditi Terhadap Inflasi Kota Bengkulu Juli 2016 (2012=100)
No Komoditi Perubahan Harga (persen)
Andil Inflasi (persen)
No Komoditi Perubahan Harga (persen)
Andil Inflasi (persen)
1 Angkutan udara 35,7690 1,0896 1 Sawi hijau -10,6637 -0,0119
2 Petai 31,3878 0,0268 2 Ketimun -8,3874 -0,0071
3 Ayam hidup 28,2469 0,0171 3 Tulang sapi -8,2551 -0,0187
4 Layur/beledang 24,2059 0,0139 4 Terong panjang -5,9223 -0,0046
5 Kentang 23,6393 0,0677 5 Tomat buah -4,912 -0,0231
6 Cabai rawit 15,1375 0,0045 6 Semangka -4,5436 -0,0052
7 Daun katuk 12,5001 0,0038 7 Pir -4,3001 -0,0022
8 Ikan asin belah 12,0176 0,0085 8 Sabun detergen bubuk/cair -3,6304 -0,0118 9 Angkutan antar kota 11,0102 0,0653 9 Tongkol/ambu-ambu -3,3403 -0,0079
10 Kape-kape 10,6070 0,0365 10 Kelapa -2,5766 -0,0084
Inflasi yang terjadi pada bulan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga tiket angkutan udara, petai, ayam hidup, ikan layur/beledang, kentang, cabai rawit dan beberapa komoditi lainnya yang semuanya mengalami kenaikan harga.
Kelompok pengeluaran Desember IHK 2015
IHK Juli 2016 Andil Inflasi Juli 2016 Juli 2016 *) Inflasi Laju Inflasi Tahun Kalender**) Laju Inflasi Year on Year***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 128,60 133,26 1,7395 1,74 3,62 5,84 1. Bahan makanan 139,10 140,88 0,4532 1,81 1,28 3,25
2. Makanan Jadi, minuman, rokok dan tembakau 124,00 129,21 0,0787 0,48 4,20 7,30 3. Perumahan, air, listrik gas, dan bahan bakar 118,91 120,90 0,0033 0,02 1,67 2,44
4. Sandang 114,20 118,55 0,0098 0,18 3,81 4,40
5. Kesehatan 126,35 130,23 -0,0004 -0,01 3,07 4,37
6. Pendidikan, rekreasi dan olah raga 129,40 130,63 0,0350 0,39 0,95 10,36
+
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1.
Kelompok Bahan Makanan
Pada bulan Juli 2016 kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,81 persen. Dari sebelas sub kelompok yang tergabung dalam kelompok ini, sembilan sub kelompok mengalami kenaikan indeks. Inflasi kelompok bahan makanan terutama terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan, sayur-sayuran, daging dan hasi-hasilnya, ikan segar, ikan diawetkan, telur, susu dan hasil-hasilnya, kacang-kacangan, buah-buahan dan kelompok lemak dan minyak. Secara keseluruhan, kelompok bahan makanan pada bulan ini memberi andil inflasi sebesar 0,4532 persen.
2.
Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Juli 2016 mengalami inflasi 0,48 persen. Kenaikan indeks pada kelompok ini dipicu oleh naiknya harga gula pasir, rokok kretek, rokok kretek filter, rokok putih, ayam goreng, coklat batang, ice cream, dan biskuit. Secara keseluruhan kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi sebesar 0,0787 persen.
3.
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Pada bulan Juli 2016, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi dengan besaran 0,02 persen. Kenaikan indeks terutama disebabkan oleh naiknya tarif listrik, upah pembantu rumah tangga dan pembersih lantai. Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberi andil deflasi sebesar 0,0033 persen.
4. Kelompok Sandang
Kelompok sandang pada bulan Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Penyebab terjadinya inflasi pada kelompok ini adalah karena naiknya harga emas perhiasan. Secara keseluruhan kelompok sandang memberikan andil inflasi sebesar 0,0098 persen.
5. Kelompok Kesehatan
Kelompok kesehatan pada bulan Juli 2016 mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. Penyebab terjadinya deflasi pada kelompok ini adalah karena turunnya harga pasta gigi. Secara keseluruhan kelompok kesehatan memberikan andil deflasi sebesar 0,0004 persen.
6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan Juli 2016 ini mengalami inflasi sebesar 0,39 persen. Inflasi terjadi pada kelompok ini karena adanya kenaikan biaya pendidikan di kelompok bermain dan taman kanak-kanak. Secara keseluruhan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga memberikan andil inflasi 0,0350 persen.
7. Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Juli 2016 merupakan pemicu inflasi tertinggi dengan besaran 6,12 persen. Terjadinya inflasi pada kelompok ini terutama disebabkan oleh naiknya harga tiket angkutan udara, angkutan antar kota yang bertepatan dengan libur panjang hari raya idul fitri, serta kenaikan harga mobil. Secara keseluruhan, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan menyumbang inflasi terbesar di bulan ini, yaitu sebesar 1,599 persen.
PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN
Pada Juli 2016 ini Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 1,74 persen, angka ini lebih tinggi dibanding kondisi Juli 2015 yang mengalami inflasi 1,38 persen namun jauh lebih rendah dibanding bulan Juli 2014 yang sebesar 2,92 persen. Laju inflasi tahunan/year on year pada Juli 2016 sebesar 5,84 persen, lebih rendah dari Juli 2015 namun lebih tinggi dari Juli 2014 yang masing-masing sebesar 8,26 persen dan 5,44 persen.
Gambar2
Perbandingan Inflasi Kota Bengkulu Bulan Juli 2014-2015 (2012=100)
PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI SUMATERA
Dari 23 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan Juli 2016 ini, semua kota mengalami inflasi. Dengan inflasi 1,74 persen, Bengkulu menempati urutan ke 2 se Sumatera. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan yang juga tertinggi nasional dengan besaran 2,34 persen, sementara kota di Sumatera yang mengalami inflasi terendah adalah Medan sebesar 0,07 persen.
Tabel 3
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota-Kota di Sumatera Juli 2016 (2012=100) 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00 9.00
Inflasi Juli Laju Inflasi Tahun Kalender
Laju Inflasi Year on year 2.92 3.51 5.44 1.38 1.09 8.26 1.74 3.62 5.84 2014 2015 2016
K O T A IHK Juli 2016 Juli 2016 Inflasi K O T A IHK Juli 2016 Juli 2016 Inflasi
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]
1 Tanjung Pandan 133,37 2,34 13 Sibolga 126,01 0,91
2 Bengkulu 133,26 1,74 14 Banda Aceh 118,44 0,73
3 Padang Sidempuan 123,23 1,57 15 Tembilahan 128,97 0,58
4 Padang 129,32 1,52 16 Bandar Lampung 124,92 0,53
5 Bukittinggi 123,34 1,46 17 Lubuk Linggau 122,23 0,49
6 Batam 125,32 1,41 18 Dumai 125,05 0,46
7 Pekan Baru 123,79 1,23 19 Meulaboh 123,18 0,41
8 Jambi 124,70 1,16 20 Metro 132,02 0,30
9 Pangkal Pinang 128,54 1,16 21 Pematang Siantar 128,29 0,17
10 Palembang 123,55 1,12 22 Lhokseumawe 119,20 0,15
11 Tanjung Pinang 124,80 1,12 23 Medan 127,54 0,07
+
Gambar 3
Inflasi Kota-Kota di Sumatera Pada Bulan Juni 2016 dan Juli 2016
PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI INDONESIA
Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia, pada bulan Juli 2016 ini, 78 kota IHK mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-2 dari 82 kota IHK yang dihitung tingkat inflasinya. Kota IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah Tanjung Pandan sebesar 2,34 persen dan inflasi terendah di Gorontalo sebesar 0,06 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Jayapura sebesar 1,10 persen dan deflasi terendah di Maumere sebesar 0,05 persen.
0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 Meul ab oh B and a Ace h Lho kse umawe Sib olg a Pem atang Sia nt ar Meda n Pa da ng Sid em p ua n Padang B ukit ti ng gi Tem bi lah an Pek an B ar u Dum ai B ungo Jam bi Pa le mbang Lub uk Li ng gau B engkulu B and ar Lamp ung Met ro Tanjung Pandan Pa ng kal Pi na ng B at am Tanjung Pi n ang Inflasi Jul-16 Inflasi Jun-16 Bengkulu
Perbandingan Inflasi Antar Kota di Indonesia Bulan Juli 2016 (2012=100) -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 Tanjung pandan Bengkulu Padang sidempuan Bau-bau Padang Tegal Bukittinggi Batam Pare pare Pekan baru Jambi Pangkal pinang Manokwari Sorong Makassar Palembang Tanjung pinang Mataram Kudus Tanjung Cilacap Semarang Ternate Balikpapan Bungo Yogyakarta Sukabumi Bima Sibolga Singaraja Purwokerto Pontianak Madiun Manado Surabaya Cilegon Kediri Malang Singkawang Kendari Banda aceh Bandung Serang Palopo Tual Dki jakarta Mamuju Sumenep Probolinggo Surakarta Tembilahan Banjarmasin Bandar lampung Denpasar Tasikmalaya Ambon Lubuk linggau Sampit Depok Dumai Banyuwangi Jember Meulaboh Palu Bogor Tangerang Metro Tarakan Watampone Bekasi Cirebon Palangkaraya Samarinda Pematang siantar Lhokseumawe Bulukumba Medan Gorontalo Maumere Merauke Kupang Jayapura
+
Tabel 4
Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi dan laju Inflasi Kota Bengkulu Menurut Kelompok/Subkelompok Bulan Juli 2016 (IHK 2012 = 100)
Kelompok/Sub kelompok IHK Juli 2016 Inflasi Juli 2016 Inflasi Tahun Kalender Inflasi Y o Y (1) (4) (5) (6) (7) U M U M / T O T A L 133,26 1,74 3,62 5,84 I BAHAN MAKANAN 140,88 1,81 1,28 3,25
Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 121,98 -2,11 -15,19 -7,32
Daging dan Hasil-hasilnya 152,32 3,91 23,14 15,38
Ikan Segar 136,06 2,72 15,55 12,96
Ikan Diawetkan 149,42 1,80 8,73 2,72
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 129,93 0,73 -0,41 0,96
Sayur-sayuran 186,69 4,67 5,36 12,84
Kacang - kacangan 116,06 0,30 0,24 0,50
Buah - buahan 181,80 0,53 5,88 12,41
Bumbu - bumbuan 134,29 6,66 -12,25 -13,66
Lemak dan Minyak 128,37 0,29 14,65 9,06
Bahan Makanan Lainnya 137,60 -0,31 1,12 2,25
II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 129,21 0,48 4,20 7,30
Makanan Jadi 128,24 0,13 2,37 6,01
Minuman yang Tidak Beralkohol 123,58 0,69 6,64 6,64
Tembakau dan Minuman Beralkohol 134,64 1,09 6,77 10,41
III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 120,90 0,02 1,67 2,44
Biaya Tempat Tinggal 118,26 0,00 1,31 1,79
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 133,59 0,29 2,76 4,24
Perlengkapan Rumahtangga 113,89 0,00 1,60 2,77 Penyelenggaraan Rumahtangga 115,65 -0,64 1,31 2,03 IV SANDANG 118,55 0,18 3,81 4,40 Sandang Laki-laki 121,52 0,00 1,33 2,25 Sandang Wanita 122,92 0,00 2,54 3,66 Sandang Anak-anak 120,97 0,00 4,52 4,72
Barang Pribadi dan Sandang Lain 107,14 0,86 8,76 8,49
V KESEHATAN 130,23 -0,01 3,07 4,37
Jasa Kesehatan 134,64 0,00 0,61 0,61
Obat-obatan 120,30 0,12 6,56 8,06
Jasa Perawatan Jasmani 146,00 0,00 0,87 7,02
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 128,67 -0,09 4,15 5,60
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 130,63 0,39 0,95 10,36
Pendidikan 140,99 0,64 0,64 13,36
Kursus-kursus / Pelatihan 117,49 0,00 0,00 14,03
Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 120,58 0,00 3,04 4,63
Rekreasi 110,17 0,00 0,60 3,06
Olahraga 130,74 0,00 1,37 5,10
VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 150,26 6,12 9,88 10,69
Transpor 176,91 8,60 13,10 14,23
Komunikasi Dan Pengiriman 100,19 0,00 0,17 0,19
Sarana dan Penunjang Transpor 121,58 0,00 5,44 5,70