• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Atman Budidaya kedelai di lahan sawah Sumatera Barat. J Ilmiah Tambua 5:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Atman Budidaya kedelai di lahan sawah Sumatera Barat. J Ilmiah Tambua 5:"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto T. 2010. Strategi peningkatan produksi kedelai sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri dan mengurangi impor.

Pengembangan Inovasi Pertanian 3:319-331.

Adisarwanto T, Subandi, Sudaryono. 2007. Teknologi produksi kedelai. Di dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto, Kasim H, editor. Kedelai

Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: BPPT. Hal 229-252.

Anda M. 2003. Penelaahan kualitas tanah pada lahan kering untuk mendukung pertanian berkelanjutan di daerah Sukaramah, Batu Mulia dan Bumi Asih, Kalimantan Selatan. J Tanah Trop 16:117-128.

Arsyad DM, Adie MM, Kuswantoro H. 2006. Perakitan varietas unggul kedelai spesifik agroekologi. Di dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto, Kasim H, editor. Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: BPPT. Hal 205-228.

Atman. 2006. Budidaya kedelai di lahan sawah Sumatera Barat. J Ilmiah Tambua 5:288-296.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2012. Produksi, luas panen dan produktivitas tanaman kedelai di Indonesia. www.bps.go.id [23 September 2012]. Balitkabi. 2009. Deskripsi varietas unggul kedelai 1918-2008. Malang: Balitkabi. Brévault T, Bikay S, Maldès JM, Naudin K. 2007. Impact of a no-till with mulch

soil management strategy on soil macrofauna communities in a cotton cropping system. Soil and Tillage Research 97:140-149.

Bunyamin Z, Aqil M. 2010. Analisis iklim mikro tanaman jagung (Zea Mays. L) pada sistem tanam sisip. Prosiding Pekan Serealia Nasional, 2010. Sulawesi Selatan: Balai Penelitian Tanaman Serealia. Hal 294-300. Chozin MA. 2006. Peran ekofisiologi tanaman dalam pengembangan teknologi

budidaya pertanian [Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Agronomi]. Bogor:

Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Hal 114.

Demirtaş Ç, Yazgan S, Candogan BN, Sincik M, Büyükcangaz H, Göksoy AT. 2010. Quality and yield response of soybean (Glycine max L. Merrill) to drought stress in sub-humid environment. Af J Biot 9:6873-6881.

Direktorat Perluasan Areal. 2009. Pedoman teknis perluasaan tanaman pangan

lahan kering tahun 2009. Jakarta: Direktorat Perluasan Areal. Ditjen

(2)

Dubey RS. 1999. Protein synthesis by plants under stressful conditions. Di dalam: Pessarakli M, editor. Handbook of Plant and Crop Stress, second edition. New York: Marcel Dekker, Inc. 365-397 p.

Erfandi D, Widati S. 2008. Dekomposisi bahan organik dan kondisi sifat fisik tanah dalam upaya mengatasi degradasi lahan. Prosiding Seminar dan

Kongres Nasional MKTI VI; Jambi. 2008. Hal 561-572.

Fahrurrozi, Hermawan B, Latifah. 2005. Pertumbuhan dan hasil kedelai pada berbagai dosis mulsa alang-alang dan pengolahan tanah. J Akta Agrosia 8:21-24.

Frederick JR, Camp CR, Bauer PJ. 2001. Drought-stress effect on branch and mainstem seed yield and yield components of determinate soybean. Crop

Sci 759-763.

Hamim. 2004. Underlying drought stress effects on plant: inhibition of photosynthesis. Hayati 11: 164-169.

Hamim, Sopandie D, Jusuf M. 1996. Beberapa karakteristik morfologi dan fisiologi kedelai toleran dan peka terhadap cekaman kekeringan. Hayati 3: 30-34.

Hapsoh, Yahya S, Purwoko BS, Hanafiah AS. 2005. Hasil beberapa genotip kedelai yang diinokulasi MVA pada berbagai tingkat cekaman kekeringan tanah ultisol. J Ilmiah Pertanian Kultura 40:77-83.

Hardjowigeno S. 2010. Ilmu tanah. Jakarta: Akademika Pressindo. Hal 288. Harjadi SS, Yahya S. 1988. Fisiologi stres lingkungan. Bogor: PAU Bioteknologi

IPB. Hal 236.

Harsono A, Purwaningrahayu RD, Taufiq A. 2007. Pengelolaan air dan drainase pada budidaya kedelai. Di dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto, Kasim H, editor. Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: BPPT. Hal 253-280.

Hidayat A, Mulyani A. 2002. Lahan kering untuk pertanian. Di dalam: Abdurachman et al. editor. Buku Pengelolaan Lahan Kering Menuju

Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan. Bogor: Pusat Percobaan

dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Hal 1-34.

Irawan B. 2005. Konversi lahan sawah: potensi dampak, pola pemanfaatannya, dan faktor determinan. J Forum Penelitian Agroekonomi 23:1-18.

Jamila, Kaharuddin. 2007. Efektivitas mulsa dan sistem olah tanah terhadap produktivitas tanah dangkal dan berbatu untuk produksi kedelai. J

(3)

Jodaugienė D, Pupalienė R, Sinkevičienė A, Marcinkevičienė A, Žebrauskaitė K, Baltaduonytė M, Čepulienė R. 2010. The influence of organic mulches on soil biological properties. Zemdirbyste-Agric 97:33-40.

Khan MAH, Parvej MR. 2010. Impact of conservation tillage under organic mulches on the reproductive efficacy and yield of quality protein maize.

J Agric Sci 5:52-63.

Kuntyastuti H, Taufiq A, Purwaningrahayu RD, Wijanarko A. 2006. Dinamika hara N, P dan K pada berbagai teknik pengelolaan di lokasi PTT. Laporan Teknis Penelitian TA 2005. Malang: Balitkabi.

Kuntyastuti H, Taufiq A. 2008. Komponen teknologi budidaya kedelai di lahan kering. Bul Palawija 1-17.

Lengkong JE, Kawulusan RI. 2008. Soil organic matter management to maintain soil fertility. Soil Environment 6:91-97.

Lestari T. 2004. Analisis variasi karakter kualitatif, kuantitatif dan sifat toleran kekeringan pada populasi tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr) hasil kultur jaringan [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Liu F, Anderse MN, Jensen CR. 2003. Loss of pod set caused by drought stress in associated with water status and ABA content of reproductive structures in soybean. Plant Biol 30:271-280.

Mapegau. 2006. Pengaruh cekaman air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merr). J Ilmiah Pertanian Kultura 4:43-49. Marschner H. 1995. Mineral nutrition of higher plants 2nd. San Diego: Academic

Press, Harcourt Brace & Company Publishers. 889 p.

Mayrowani H, Sumaryanto, Azahari DH, Ilham N, Friyatno S, Ashari. 2010. Optimalisasi sumberdaya pertanian pada agroekosistem lahan kering. Jakarta: Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Percobaan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Mulyani A. 2006. Potensi lahan kering masam untuk pengembangan pertanian.

Warta Percobaan dan Pengembangan Pertanian 28.

Mulyani A, Rachman A, Dairah A. 2009. Penyebaran lahan masam, potensi dan ketersediaannya untuk pengembangan pertanian. Bogor: Pusat Percobaan dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.

Nursyamsi D, Adiningsih JS, Sholeh, Adi A. 1997. Penggunaan bahan organik untuk meningkatkan efisiensi pupuk N pada Ultisol Sitiung, Sumatera Barat. Bogor: Puslitanak. Hal 319-330.

(4)

Oldeman LR, Las I, Darwis SN. 1979. An agroclimatic map of Sumatra. Bogor: IPB. 32 p.

Patakas A, Nikolaou N, Zioziou E, Radoglou K, Noitsakis B. 2002. The role of organic solute and ion accumulation in osmotic adjusment in drought stressed grapevines. J Plant Science 163:361-367.

Purwantoro, Kuswantoro H, Arsyad DM. 2009. Identifikasi galur-galur harapan kedelai adaptif lahan kering masam. Malang: Balitkabi.

Rachman A, Dariah A, Santoso D. 2006. Pupuk hijau. Di dalam Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Hal 41-57.

Rachman A, Subiksa IGM, Wahyunto. 2007. Perluasan areal tanaman kedelai ke lahan suboptimal. Di dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto, Kasim H, editor. Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: BPPT. Hal 185-204.

Rismaneswati. 2006. Pengaruh terracottem, kompos dan mulsa jerami terhadap sifat fisik tanah, pertumbuhan dan produksi kedelai pada tanah Alfisols. J

Agrivigor 6:49-56.

Soepardi HG. 2001. Strategi usahatani agribisnis berbasis sumber daya lahan. Di dalam Prosiding Nasional Pengelolaan Sumber daya Lahan dan Pupuk Buku I. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Hal 35-52.

Subagyo H, Suharta N, Agus BS. 2000. Tanah-tanah pertanian di Indonesia. Di dalam Buku Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Hal 21-66. Sudaryanto T, Swastika DKS. 2007. Ekonomi kedelai di Indonesia. Di dalam:

Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto, Kasim H, editor. Kedelai

Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: BPPT. Hal 1-27.

Sudaryono, Taufiq A, Wijanarko A. 2006. Peluang peningkatan produksi kedelai di Indonesia. Di dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto, Kasim H, editor. Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: BPPT. Hal 130-167.

Suhartina. 2007. Evaluasi galur harapan kedelai hitam toleran kekeringan dan berdaya hasil tinggi. Prosiding Seminar Peningkatan Produksi

Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Mendukung Kemandirian Pangan. Bogor:

Puslitbangtan. Hal 628.

Sumarno, Manshuri AG. 2006. Persyaratan tumbuh dan wilayah produksi kedelai di Indonesia. Di dalam: Sumarno, Suyamto, Widjono A, Hermanto,

(5)

Kasim H, editor. Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor: BPPT. Hal 74-103.

Taiz L, Zeiger E. 2002. Plant physiology. California: The Benjamin/Cummings Publ. Co. Inc. 559 p.

Taufiq A, Kuntyastuti H, Mansuri AG. 2004. Pemupukan dan ameliorasi lahan kering masam untuk peningkatan produktivitas kedelai. Di dalam: Prosiding Lokakarya Pengembangan Kedelai Melalui Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu di Lahan Kering Masam; Lampung, 30 Sep 2004. Lampung: BPTP Lampung. Hal 21-40.

Tisdale SL, Nelson WL, Beaton JD, Havlin JL. 1993. Soil fertility and fertilizers (Fifth Edition). New York: Macmillan Publishing Company.

Umar, Istina IN. 2003. Sistem pengaruh takaran pupuk kandang dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada lahan PMK. Prosiding

Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian dan Pengkajian Teknologi Spesifik Lokasi; Jambi. Riau: BPTP.

Wijanarko A. 2004. Penggunaan asam sitrat, kapur dan fosfat dikaitkan dengan keracunan aluminium, serapan hara dan pertumbuhan tanaman kedelai [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Zhang J, Smith DL, Liu W, Chen X, Yang W. 2011. Effect of shade and drought stress on soybean hormones and yield of main-steam and branch. Af J

Biot 10:14392-14398.

Zhu JK. 2002. Salt and drought stress signal transduction in plants. Plant Biol 53:247-273.

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul “ Analisis Neraca Air Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max [L] Merril) Pada Lahan Kering ” adalah salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Pertumbuhan dan produksi kedelai varietas Grobogan dan Anjasmoro di lahan bekas sawah menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap jumlah biji per polong dan bobot

Salah satu upaya dalam peningkatan produksi kedelai selain dengan menggunakan varietas unggul dengan produktivitas tinggi adalah perluasan area tanam dengan memanfaatkan