• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis termal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis termal"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Bab VII

Bab VII

Analisis termal

Analisis termal

Panas mungkin digunakan sebagai reagen. Melalui sebuah rentang suhu yang luas, Panas mungkin digunakan sebagai reagen. Melalui sebuah rentang suhu yang luas, suatu bahan mungkin mengalami perubahan secara fisik dan kimia, bereaksi dengan suatu bahan mungkin mengalami perubahan secara fisik dan kimia, bereaksi dengan atmosfer atau air kristalisasi yang dihasilkan dan kondisi lain. Sebuah perubahan atmosfer atau air kristalisasi yang dihasilkan dan kondisi lain. Sebuah perubahan dig

digababunungkgkan an ololeh eh pepenyenyearaarapapan n ataatau u pepeleplepasasan an enenergergi i dadalam lam bebentntuk uk papanasnas.. Be

Bebeberarapa pa peperurubabahahan n memelilipuputi ti pepenanambmbahahan an atatau au pepengngururanangagan n mamassssa, a, dadann kemungkinan perubahan konduktivitas termomekanik atau elektrik. Kecepatan dan kemungkinan perubahan konduktivitas termomekanik atau elektrik. Kecepatan dan tem

temperaperatur tur ketketika ika matmateriaerial l menmengalgalami ami perperubaubahan han secsecara ara fisifisik k dan dan kimkimia ia karekarenana mere

mereka ka dipdipanaanaskaskan n dan dan diddidinginginkinkan, an, dan dan perperubaubahan han eneenergi rgi dan dan masmassa sa melmeliputiputii meteri analisis termal. Titrimetri termometrik juga dibahas pada bab ini, meliputi meteri analisis termal. Titrimetri termometrik juga dibahas pada bab ini, meliputi   per

  perubaubahan han padpada a temtemperaperatur tur larylarytab tab yanyang g dipldiplot ot sebsebagaagai i funfungsi gsi wakwaktu tu terterhadahadapp volume titran.

volume titran.

Analisis termal diferensial dan kalometri

Analisis termal diferensial dan kalometri scaning diferensialscaning diferensial

Pada analisis termal diferensial (DTA) temperatur sampel dan material referensi Pada analisis termal diferensial (DTA) temperatur sampel dan material referensi yan

yang g ineinert rt secsecara ara tertermal mal diudiukur kur sebsebagaagai i fungfungsi si temtemperaperatur tur (bia(biasansanya ya temtemperaperatutu sam

sampelpel). ). BebBeberaperapa a trantransissisi i yanyang g samsampel pel terterjadi jadi terjterjadi adi akaakan n menmenghaghasilksilkan an padpadaa libe

liberasrasi i atau atau adsadsorporpsi si eneenergi rgi oleoleh h samsampel pel dendengan gan sebsebuah uah devdeviasi iasi berberpasapasangangann temperaturnya dari yang menjadi referensi. Temperatur diferensial ini (ΔT) yang temperaturnya dari yang menjadi referensi. Temperatur diferensial ini (ΔT) yang  pada sistem

 pada sistem keselukeseluruhan yang ruhan yang sedang diubah menjelasksedang diubah menjelaskan an analis temperatur ketikaanalis temperatur ketika transisi terjadi dan apakah tarsnsisinya eksotermik atau endotermik.

transisi terjadi dan apakah tarsnsisinya eksotermik atau endotermik.

Pen

Pendekdekatan atan kepkepada ada DTDTA A adaladalah ah kalkalorimorimetri etri scascaning ning difediferensrensial ial (DS(DSC). C). PadPadaa metode ini sampel dan material referensi juga disujekkkan mendekati temperatur  metode ini sampel dan material referensi juga disujekkkan mendekati temperatur    pro

  progragram m terkterkontrontrol. ol. PadPada a wakwaktu tu bahbahwa wa sebsebuah uah trantransissisi i terjterjadi adi daldalam am samsampel,pel, mes

meskipukipun, n, eneenergi rgi tertermal mal ditditambambahkahkan an atau atau disdisubsubstrak trak padpada a temtemperaperatur tur samsama.a. Karena energi input ini adalah ekuivaken secara tepat pada nilai kepada energi Karena energi input ini adalah ekuivaken secara tepat pada nilai kepada energi

(2)

terserap atau terlepas pada transisi khusus, sebuah rekaman kesetimbangan energi memetakan sebuah pengukuran energi transisi kalorimetrik langsung.

Informasi yang didapat dari teknik DTA dan DSC, berpasangan dengan analisis termomekanik, pola difraksi sinar-X, analisis sisa bahan kimia dan gas keluaran lainnya, menyediakan prakiraan reaksi kondisi zat padat secara kuantitatif dan kualitatif. Perbandingan data dapat dibuat dari mengoperasikan peralatan pada kondisi lingkungan dan tekanan yang bervariasi.

Perlatan DTA khusus diilustrasikan pada gambar 17.1. Furnace mengandung sebuah blok sampel dengan chamber terlokasi sama dan simetris. Masing-masing chmaber mengandung sebuah termokopel terpusat. Sampel diletakkan pada

salahsatu chamber dan sebuah material referensi, seperti α-AL2O3, diletakkan pada

chmaber yang lain. Temperatur furnace dan blok sampel kemudian ditingkatkan

  pada laju linear, paling sering 5o sampai 12oC per menit, salahsatu oleh

  pengingkatan tegangan melalui elemen pemanas oleh sebuah motor yang dikendalikan oleh trafo variabel atau oleh sebuah tipe kontroler umpan balik  termokopel teraktuasi. Perbedaan pada temperatur antara termokopel sampel dengan referensi (S,R), terhubung pada rangkaian berlawanan adalah pengukuran secara terus-menerus. Setelah penguatan (sekitar 1000 kali) oleh penambahan tinggi, noise lemah, penguat untuk signal level mikro volt, perbedaan signal direkam pada sumbu  y perekam mikro volt. Temperatur furnace diukur oleh termokopel terpisah yang dihubungkan ke sumbu  x perekam, sering melalui sebuah  penghubung es referensi atau kompensator temperatur ruangan. Karena termokopel diletakkan secara langkung pada sampel, atau diletakkan pada tempat sampel, teknik DTA memberikan akurasi termometrik tertinggi dari semua metode termal. Area di bawah kurva hasil, meskipun, proporsional sejumlah energi tertarsnfer  secara kebutuhan di atau luar sampel. Jika akurasi kalorimetrik maksimum diinginkan, karena di DSC sampel dan termokopel referensi dilepaskan dari kontak  langsung dengan sampel (gambar 17.2).

(3)

Gambar 17.1. Diagram skematik analiser termal diferensial Du Pont.

Gambar 17.2. Susunan sensor temperatur dalam (a) DTA dan (b) DSC

Rentang temperatur adalah antara -190o sampai 1600oC. Rentang ukuran sampel

dari 0,1 sampai 100 mg. Sensitivitas terendah dari 0,002oC pada DTA, atau 2  μcal/detik pada DSC, adalah umum. Dengan penggunaan tempat tekanan sesuai, teknik tersebut mungkin ditingkatkan ke tekanan atas ke 1000 psi dan terendah ke rentang 10-5torr.

Analisis Termogravimetrik 

Analisis termogravimetrik (TGA) menyediakan analisis dengan pengukuran   perubahan massa kuantitatif terasosiasi dengan sebuah transisi. Sebagai contoh, TGA dapat merekam secara langsung hilangnya massa dengan waktu atau

(4)

temperatur karena dehidrasi atau dekomposisi. Kurva termogravimetrik adalah karakteristik untuk senyawa atau sistem terbentuk karena rangkaian rekasi fisika kimia unik yang terjadi atas rentang temperatur definit dan pada laju yang adalah sebuah fungsi struktur molekul. Perubahan dalam massa adalah hasil putus dan atau   penggabungan ikatan secara fisika dan kimia yang bervariasi pada temperatur 

terelevasi yang memimpin perubahan produk volatil atau formasi produksi rekasi yang lebih tinggi. Dari data kurva didapatkan konsentrasi energi termodinamik dan kinetik reaksi kimia yang bervariasi, mekanisme reaksi, dan intermedit dan produk  reaksi terakhir.

Pada termogravimetri diferensial (DTGA) signal pengukuran aktual memunculkan sebagai sebuah plot penurunan atau penambahan massa yang membantu pada akurasi titi awal dan akhir, raksi overlaping yang sering terlihat sebagai kombinasi  puncak/piks pada TGA.

Instrumen

Untuk TGA, sampel adalah bobot secara terus-menerus karena dipanaskan ke temperatur elevasi. Sampel diletakkan pada wadah yang diletakkan kepada sebuah kesetimbangan rekaman atomatis. Kesetimbangan tipe null otomatis tidak mengikat sebauh elemen sensor yang mendeteksi sebuah deviasi berkas kesetimbangan dari  posisi null-nya. Satu transduser adalah pasangan fotosell, sebuah bendera terletak 

terhubuung ke lengan kesetimbangan, dan sebuah lampu (gambar 17.3). Sekali sebuah kesetimbangan awal telah ditempatkan, banyak muatan dalam bobot sampel menyebabkan kesetimbangan untuk berotasi. Gerakan ini bendera sehingga cahaya menyala pada masing-masing foto sel adalah tidak sama lama. Hasil signal tidak nol dikuatkan dan meghasilkan umpan balik sebagai arus ke motor torsi (pivot point kesetimbangan) untuk mengembalikan kesetimbangan ke keseimbangan. Arus ini sebanding dengan perubahan bobot dan direkam pada sumbu  y perekam. Perubahan dalam massa dapat juga dideteksi oleh kontraksi atau sebaliknya spiral ketelitian yang bergerak dideteksi oleh pergerakkan sebuah inti terpasang pada trafo diferensial variabel linear (gambar 17.4). Dengan salahsatu tipe kesetimbangan

(5)

kotak sampel dihitung dalam sebuah tempat kaca daya pyrex yang diletakkan di dalam furnace. Temepratur furnace dimonitor secara terus-menerus oleh termokopel yang memiliki signal dipasang ke sumbu  x perekam. Laju pemanasan linear 5o sampai 10oC per menit adalah secara umum dikerjakan.

Gambar 17.3. Diagram skema peralatan TGA dengan sensor optik 

Gambar 17.4. Diagram modular peralatan TGA dengan spiral dan koil transduser  sebagai sensor 

(6)

Pada termogravimetri diferensial, pengukuran signal nyata diukur dari rangkaian kapasitansi-resistansi wujud zat padat yang menggunakan output langsung listrik  signal perubahan bobot kesetimbangan suhu untuk input signal primer. Hasil output adalah turunan, Δw/Δt , yang digunakan pada interpretasi energi kinetik. Rentang

 penggunaaan temperatur umum untuk TGA dari rendah sampai 1200oC. Rentang

ukuran sampel dari 1 sampai 300 mg, dan sensitivitas turun ke beberapa mikrogram  perubahan bobot adalah umum.

Metodologi DSC (atau DTA) dan TGA

Kurva perubahan massa untuk kalsium oksalate monohidrat ditunjukkan pada

gambar 17.5. Air dihasilkan pada suhu di tas 100oC melalui penguapan. Pada

sekitar 250oC, patahan terjadi pada kurva pada pasangan stoikiometri ke garam

anhidran. Selanjutnya, pemanasan memberi lembah massa definit untuk karbonat (dari 500oC sampai 600oC) dan terakhir oksida (di atas 870oC). Lokasi eksak lereng massa tergantung pada laju pemanasan (laju pemanasan lebih rendah akan menggeser harga ke temperatur yang lebih rendah) dan atmosfer rendah sekeliling sampel. Kurva dalah perhitungan kuantitatif dapat dibuat untuk menentukan stoikiometri senyawa pada banyak temperatur yang digunakan.

Gambar 17.5. Analisis termogravimetrik kalsium oksalat monohidrat, laju

 pemanasan 6oC/menit

Analisis termal akan dipengaruhi oleh kondisi percobaan. Deviasi disebabkan oleh faktor percobaan termasuk atmosfer furnace, ukuran dan bentuk furncae dan  pemegang sampel, material pemegang sampel, dan resistansinya untuk mencegah

(7)

korosif, kawat dan ukuran butiran hubungan termokopel, laju pemanasan, kelajuan dan respon peralatan perekaman, lokasi termokopel, dalam sampel dan chamber  referensi. Pengaruh faktor lain mengahasilkan tergantung pada karakteristik sampel, termasuk ketebalan lapisan, ukuran partikel, densitas wadah, sejumlah sampel, konduktivitas termal material sampel, kapasitas panas, gas pengaruh dapat lolos, dan atmosfer sekeliling sampel.

Analisis termogravimetrik, peralatan berharga pada masing-masing haknya, adalah mungking berguna ketika pembelajaran analisis termal diferensial pelengkap. Secara tidak langsung, semua proses pengurangan massa meyerap atau melepas energi dan oleh karena itu dapat diukur oleh DTA dan DSC, tetapi tidak semua  proses perubahan energi dikendalikan oleh perubahan dalam massa. Perbedaan ini dalam dua teknik memungkinkan perbedaan menjadi dibuat antara perubahan fisik  dan kimia ketika sampel dijadikan subjek baik ke tes DSC (atau DTA) atau tes TGA.

Secara umum, masing-masing substansi akan memberikan termogram DSC dan DTA yang memiliki jumlah, bentuk, dan posisi tampilan endotermik dan eksotermik yang bervariasi memberikan sebuah rata-rata identifikasi substansi kualitatif. Ketika perubahan endotermik terjadi, temperatur sampel tertinggal di samping temperatur referensi karena pemanasan dalam sampel. Pada termogram, titik permulaan untuk perubahan fasa atau reaksi kimia adalah titik yang kurva   pertama mendeviasikan dari garis dasar. Ketika transisi lengkap, difusi termal

membawa sampel kembali ke kesetimbangan secara cepat. Temperatur pucak  (minimum) menandakan temperatur ketika reaksi lengkap. Ketika patahan adalah tidak tajam, sebuah titik yang dapat direproduksi dapat ditambah oleh  penggambaran satu garis tangensial ke garis dasar dan garis tangensial lainnya ke

slope kurva mula-mula.

Variasi perilaku yang dapat ditampilkan dari sebuah termogram DSC ditunjukan  pada gambar 17.6. Kapasitas panas pada beberapa titik adalah sebanding dengan

(8)

  perpindahan dari garis dasar kosong. Sebuah endoterm luar menandakan sebuah  perubahan lambat dalam kapasitas panas. Sebuah transisi orde dua atau kaca, dapat

diamati sebagai sebuah gereseran garis dasar (T 1), menandakan penurunan pada

orde dalam sistem. Bagian molekuler mulai untuk berotasi dna , melakukan, menimbulkan fleksibilitas dan kualitas plastis elastis, tekstil, dan lemak. Secara umum endoterm mewakili perubahan fisika bukan kimia.

Gambar 17.6. Termogram DTA

Endoterm tajam (T 2) teridentifikasi susunan kristalin, fusi atau penggabungan,

transisi wujud padat untuk material yang relatif murni. Endoterm yang lebih luar  (T 2) menutup perilaku rata-rata dari dehidrasi, perilaku fasa tergantung temperatur,

untuk pelelehan polimer. Perilaku eksotermik (tanpa dekomposisi) digabungkan dengan penurunan pada entalpi fasa atau sistem kimia. Bagian sempit eksotermik   biasanya menunjukkan kristalin sistem metastabil, apakah itu senyawa organik 

super dingin, inorganik, polimer amorf, atau cairan, atau terpanaskan terhasilkan energi tersimpan dari tekanan mekanik. Eksoterm luar menunjukkan polimerisasi reaksi kimia, getah penjaga dengan termo-setting. Eksoterm dengan dekomposisi dapat di sempitkan atau dilebarkan tergantung pada energi kinetik perilaku. Sifat mudah meledak dan mudah terbakar adalah paling tajam, dan lambat polivinilklorid adalah cepat, sementara pembakaran oksidatif dan dekomposisi adalah luasan secara umum.

Pada pendinginan salahsatu akan mengharapkan pembalikkan tampilan terobservasi   pada siklus pemanasan (sesuai gambar 17.6). Karena T 4 tidak ditemukan terjadi

(9)

ulang pada pendinginan, reaksi adalah non-reversibel secara nyata (kemungkinan sebuah dekomposisi pirolitik). Sebaliknya pengambilan sistem ke T 4, mari kita

mulai sikklus pendinginan sebelum temperatur itu. Karena mendinginnya, substansi

dilihat kepada kehilangan puncak transisinya pada T 3. Penjelasan dari area bawah

 puncak  T 2, transisi energi T 3 telah ditambahkan ke T 2. Indikasi sebuah kondisi

metastabil ini T 3, energi tertahan sedang dilepaskan pada satu tahap lebar pada

temperatur lebih rendah. Sepanjang kurva pendinginan, transisi kaca T 1 turun secara

nyata menuju tempat untuk melengkapi siklus.

Termogram berarti tetap adalah tidak selalu berupa garis lurus. Referensi  perpustakaan mengenai termogram adalah sangat diperlukan. Data temperatur pada  produk komersial atau titik leleh untuk zat murni dilaporkan pada literatur adalah nilai kecil ketika perbandingan dengan profil termal terscan secara dinamik. Teknik   pelengkap adalah sangat penting. Penetapan adalah produk gas dikembangkan pada

sebuah pasangan transisi DTA atau DSC, dan identifikasinya, sering kali mewakili   pada penjelasan jalur dekomposisi. Kromator gas dan spektrometer massa dapat

dipasangkan ke peralatan analisis termal untuk analisis produk dekomposisi gas  pengulangan. Analisis gas terkembang oleh bahan kimia adalah juga mungkin.

Dekomposisi termal pada kondisi inert, oksidatif, atau atmosfer khusus menyediakan kata kunci melalui perubahan pada termogram atau perpindahan tampilan termik.

Contoh 17-1

Termogram TGA dan DTA manganese hypophosphite monohydrate ditunjukan  pada gambar 17-7. Data pengurangan massa (kurva TGA) dari 200 mg sampel dalam kondisi vakum dan dengan analisis gas terhasilkan ditunjukkan hilangnya satu mol air 150oC, satu mol phosphine pada 360oC dan hilangkan mol air lainnya secara lambat mulai sekitar 800oC. Pada perbandingan dengan kurva DTA, dua   puncak utama menyisakan tidak teridentifikasi: eksoterm lebar pada 590oC dan endoterm pada 1180oC, ditambah beberapa tampilan puncak lebih kecil. Data termogravimeterik diperoleh dari operasi di bawah ruang vakum dan dalam sebuah

(10)

atomosfer nitrogen gagal menunjukkan beberapa kehilangan terasosiasi dengan  puncak-puncak tersebut. Masing-masing sampel diukur untuk densitas nyatanya, data yang dihasilkan ditunjukkan pada kurva DTA. Eksoterm DTA tajam pada 590oC mewakili perubahan fasa. Endoterm kecil secara relatif mulai di atas 900oC harus menunjukkan eksoterm kristalisasi ulang sesuai eliminisasi air yang dijatuhkan pada endoterm terkahir. Puncak pada 1180oC adalah karena pelelehan. Dengan informasi ini reakasi dekomposisi termal dan perubahan fasa adalah:

(

)

(

)

2 2 2 2 (s) 2 2 2(s) 2 (g) 2 2 2(s) 4(s) 2(g) 4(s) 4(s) 4(s) 2 2 7(s) 2 (g) 2 2 7(s) Mn H PO . H O Mn(H PO ) +H O Mn(H PO ) MnHPO PH -MnHPO MnHPO

2MnHPO Mn P O H O dan rekristalisasi

Mn P O α β  → → + → − → + 2 2 7(l) Mn P O →

Pembelajaran termal dengan polimer dapat memperkirakan kualitas hasil pada  penggunaan, di antaranya: kekakuan, awal, dan stabilitasnya. Titik lebur, transisi

fasa, pembakaran, dan temperatur tepakai dapat dikur secara akurat. Sekali lagi, sebuah polimer telah diklasifikasikan secara jelas oleh metode lain, termogram seringkali dapat digunakan untuk menetapkan, dengan perbandingan dengan material referensi terketahui, derajat polimerisasi, sejarah sampel termal, kesempurnaan dan arah kristal, pengaruh perbedaan ko-reaktan dan katalis,  prosentase polimer kristal, dan rantai ikatan terbentang. Sebagai contoh, termogram untuk massa molekuler rendah, non-linear, rantai ikatan polimer akan menunjukkan deret bukan endoterm lelehan luas dan rendah mengingat sebuah massa molekuler  tinggi, simetris, polimer linear akan menghasilkan endoterm luas single dan   pelelehan lebih tinggi. Jika sebuah polimer telah dirawat secara tidak lengkap, siklus pemanasan mungkin menghasilkan sebuah eksoterm pada sebuah temperatur  mendekati satu terkerjakan untuk reaksi polimerisasi. Sebuah eksoterm terjadi sesuai temperatur pelelehan dapat menandakan “kristalisasi dingin”, yang menghasilkan jika sebuah sampel dipadamkan secara cepat setelah dilelehkan.

(11)

Gambar 17.7. (a). TGA, (b). Kurva DTA Mn(H2PO2)2.H2O

Pada pemanasan ulang, kristalit secara cepat dan eksotermal menjauhi pelelehan kembali polimer. Temperatur pemanasan adalah sama terhasilkan sebagai eksoterm.

Jika massa molekuler atau densitas sebuah polimer telah ditetapkan oleh metode tepat, penentuan berikutnya temperatur melelehnya (proses sekitar 15 menit) dapat dihubungkan ke massa molekuler atau densitas. Kualitas produk dapat dirawat secara berikutnya oleh pengujian termogram polimer secara sederhana untuk  mendapatkan massa molekuler atau densitas dari grafik terkalibrasi tepat.

Sebagai pengganti penggunaan metode persiapan tradisional turunan dari sampel organik dan sebuah reagen, sampel dapat dipanaskan dengan sebuah reagen khusus  pada laju pemanasan terprogram pada sebuah atmosfer terpilih. Kurva DTA atau

DSC akan menunjukkan reaksi pembentukkan turunan, transisi sampel secara fisik  atau reagen dan transisi secara fisik produk menengah dan akhir. Ketika satu rektan adalah mudah menguap dan ada dalam sisa, pengoperasian kembali termogram  biasanya hanya akan menunjukkan karakteristik turunan.

Wilayah eksoterm atau endoterm dapat digunakan untuk menghitung panas reaksi atau panas transisi fasa. Kalibarasi sesuai adalah dibutuhkan dengan peralatan DTA, tetapi nilai-nilai ditentukan secara langsung dengan instrumen DSC.

Analisis Termomekanik 

Termomekanik analisis (TMA) menyediakan pengukuran penetrasi, ekspansi, kontraksi, ekstensi material sebagai sebuah fungsi temperatur, Perlengkapan khusus, terlihat pada gambar 17.8, terdiri dari probe terhubung secara mekanik ke inti linear variable differential transformer (LVDT). Inti dipasangkan dengan sampel oleh peralatan kaca probe terkandung termokopel untuk pengukuran

(12)

temperatur sampel. Beberapa pergerakan sampel diubah menjadi sebuah pergerakan inti transformer dan menghasilkan dalam sebuah hasil yang sebanding dengan   perpindahan probe, dan yang memiliki tanda adalah gejala arah pergerakkan.

Rentang temperatur adalah dari yang nitrogen cair ke 850oC.

Pada model penetrasi dan ekspansi, sampel diletakkan pada wadah kaca yang dikelilingi oleh furnace. Dibawah tidak bermuatan, ekspansi dengan temperatur  diamati. Perhitungan koefisien ekspansi linear termal mungkin dibuat secara langsung dari slope kurva yang dihasilkan. Sebuah massa uji ditempatkan ke atas ujung probe sepanjang sebelum penentuan gaya menjadi di pakai ke sampel untuk  mempelajari variasi di bawah muatan. Probe kecil diameter ujung dan sebuah massa uji tertampung digunakan ketika deteksi temperatur lemah sensitif, temperatur  distorsi panas, transisi kaca adalah sesuai. Diamater ujung lebih besar dan tanpa muatan digunakan pada model ekspansi ketika koefisien ekspansi dan dimensi  berubah karena tekanan objek pengamatan. Ukuran sampel dapat berentang dari 0,1 mL yang melapisi sampai ke 0,5 inchi padatan tebal. Penurunan sensitivitas ke  beberapa mikro inchi adalah dapat teramati.

Untuk pengukuran sampel pada tekanan, tempat sampel dan probe diletakkan oleh sistem pemegang sampel yang terdiri sebuah pengait yang tetap dan dapat digerakkan yang terbuat dari silika. Hal ini memungkinkan pengukuran ekstensi  pada lapisan dan serat. Bagian lubang sekitar 0,6 cm dikuatkan ke peralatan cetakan injeksi atau pembalut larutan atau film atau lapisan luar, juga sebuah serat pemutus ke sebuah loop dapat digunakan untuk uji ini. Probe pengait ganda didesain untuk  genggaman sepasang lapisan aluminium yang dihubungkan dengan salah satu ujung sampel serat. Pemgukuran yang dibuat dengan probe tersebut dapat dihubungkan ke mudulus sampel yang dapat diregangkan.

Volume ekspansi karakteristik sampel diukur oleh peletakan sampel dalam silinder  kaca yang diletakkan dengan ujung datar probe kaca pada sebuah perangkat piston silinder. Perubahan volume sampel diubah ke gerakkan piston secara linear.

(13)

Gambar 17.9. (a). Analiser termomekanik, (b). Konfigurasi probe

Contoh 17-2.

Perilaku kerangka minyak kapasitas panas dan ekspansi ditunjukkan pada gambar  17.9. Karakateristik ekspansi menunjukkan perubahan -108oC, -80oC, -47oC, -27oC,

dan -15oC, yang pada titik material adalah larutan secara nyata. Perubahan volume

tersebut menandakan perubahan kapasitas panas yang diukur oleh DSC pada

-106oC, -53oC, -26oC, -13oC, dan menekankan kebutuhan untuk penggunaan model

lebih banyak dari salahsatu model analisis termal untuk menggambarkan respon sistem termal.

Gambar 17.9. Perilaku termomekanik (ekspansi) dan kalorimetri scaning diferensial Analisis Termal Listrik 

Analisis termal listrik (ETA) mengukur konduktivitas listrik sebagai sebuah fungsi temperatur. Pada metode tegangan terpakai diaplikasikan menyilang dua elektrode terdapat dalam sampel. Arus hasila dikuatkan, diubah ke dalam signal linear, dan diplot pada sumbu y perekam, sementara temperatur diplot pada sumbu x. Metode

(14)

tersebut menemukan aplikasi meluas pada analisis termal listrik material isolator  dan material padat elektronik. Pada beberapa aplikasi, ETA lebih sensistif daripada DTA, sebagai contoh, deteksi desorpsi gas. Analisis termal listrik adalah paling   banyak dalam studi polimer, absorpsi gas pada permukaan, kelembaban, dan

kansungan plastik, dan sejumlah ketidakmurnian jejak pada sistem polimer.

Analiser Kandungan Organik Menyeluruh

Pada sistem furnce suhu tinggi dipasangkan secara tertutup dengan sebuah detektor  ionisasi api temperatur tinggi dan elektronik terpasang dan sistem pneumatik  dibutuhkan untuk kontrol dan pengukuran gas hasil apungan sampel (gambar  17.10). Apungan sampel tersebut, menempel ke probe termokopel, terjadi pada awalnya pada sebuah ukuran dingin furnace untuk mengizinkan furnace menjadi tersapu oleh gas pembersih mendekati awal program temperatur. Setelah pembersih  pertama, apungan sampel dipindahkan ke dalam tempat furnace terpanaskan. Gas   penyusun dari sampel disapu secara cepat ke dalam detektor ionisasi api yang

dirangkai pada temperatur di atas temperatur oven terakhir.

Gambar 17.10. Analiser kandungan organik keseluruhan

Temperatur mungkin diprogram melalui beberapa rentang yang diinginankan dari rendah sampai 530oC, atau dirangkai pada beberapa harga isotermal yang diinginkan. Laju penurunan karbon serendah 10-9 g/menit dapat dideteksi. Melalui   pendekatan 1 mg sampel cukup untuk penentuan laju dekomposisi polimer 

merendah ke laju terendah 0,01 %/menit. Pemimbangan ulang sampel setelah  pembakaran terjadi memberikan residu, yang kembali dapat dikeluarkan ke sebuah

(15)

residu yang dapat teroksidasi. Teknik ini dapat digunakan untuk penentuan sejumlah zat yang dapat teroksidasi dan zat yang tidak dapat teroksidasi dalam material organik yang digunakan sebagai filter dalam material polimer. Perbedaan sifat detektor ionisasi api menigizinkan penentuan jejak sejumlah material organik  di pemukaan air alami, air puncak yang dingin, dan air embun. Bidang aplikasi lain adalah penentuan tekanan penguapan dan tekanan penguapan kurva senyawa organik. Analiser memiliki aplikasi khusus untuk material yang tidak dapat dianalisis menggunakan kromatografi gas cairan karena pemecahan adalah mendidih terlalu tinggi atau terlalu tidak stabil menjadi terurau secara lengkap dari kolom.

Tritimetri Termometrik 

Titrimetri termometrik dan kalorimetri titrasi adalah teknik-teknik yang memili sistem temperatur sebagai sebuah fungsi titran yang ditambahkan. Kurva temperatur-volume hasilnya adalah sama untuk kurva titrasi linear lainnya.

Instrumen

Peralatan (gambar 17.11) terdiri dari secara dasar buret yang aoutomatis diatur oleh motor, sebuah chamber titrasi adiabatik, thermistor, dan rangkaian jembatan Wetston, dan peregam grafik batang. Untuk meminimalkan transfer panas di antara larutan dan sekelilingnya, titrasi dilakukan dibawah sedekat mungkin kondisi adiabatik pada wadah terisolasi atau tempat berkapasitas 100 – 250 mL yang ditutup dengan tutup yang dilengkap lubang untuk ujung buret, stirrer kaca, dan termistor.

Titran dikirim dengan laju aliran 0,1 – 1 mL/menit. Untuk mengurangi koreksi volume dan untuk meminimalkan variasi temperatur antara titran dan sampel, konsentrasi titran biasanya 100 kali lebih besar daripada reaktan. Sejumlah sampel dipilih sehingga volume titran tidak melebihi 1-3 mL yang dibutuhkan.

Karena perubahan temperatur dalam jalan titrasi rentang antara 0,01o dan 0,2o,

(16)

memiliki resistansi 2 kΩ dan sensitivitas -0,04 deg-1 Celcius pada rentang

temperatur 25oC, sebuah perubahan 0,01oC berpasangan ke sebuah

ketidakseimbangan potensial 0,157 mV. Temperatur titran dan sampel seharusnya kurang 0,2oC sebelum titrasi dimulai. Sebuah elemen pemanas kecil terlokasi di dalam wadah titrasi, dapat digunakan untuk menghangatkan sampel ke temperatur  titran atau sebagai perlengkapan kalibrasi ketika prakiraan pemanasan rekasi atau campuran.

Pada sebuah peralatan termometrik diferensial, elemen sensor temperatur diletakkan dikedua larutan sampel dan blanko (larutan murni dan titran). Sensitivitas diperbaikki dan efek panas berlebih, seperti pemutaran dan pemanasan pencairan diminimalkan.

Metodologi

Berlainan dengan titrasi tipe bervariasi potensiometrik yang tergantung pada

konstanta kesetimbangan dan oleh karena itu, energi bebas reaksi, ΔGoatau

-ΔGo= RT ln K  (17.1)

titrasi termometrik tergantung pada panas reaksi, Δ H , atau

Δ H = ΔG + T ΔS  (17.2)

Oleh karena itu, titrasi termometrik mungkin terlihat ketika semua metode energi  bebas gagal. Titik ini secara jelas ditunjukan pada gambar 17.12, dimana sebuah   perbandingan diberikan oleh kurva titrasi potensiometrik dan termometrik untuk 

HCl dan H3BO3. Berbeda dengan kurva potensiometrik, kurva titrasi termometrik 

memilki definisi yang bagus dan titik untuk asam lemah. Perubahan temperatur  titrasi tergantung pada panas reaksi sistem, sesuai persamaan

 N H  T 

Q

∆ = (17.3)

dengan N adalah jumlah mol air yang dibentuk oleh netralisasi, ΔH adalah molar   panas netralisasi, dan Q adalah kapasitas panas sistem. Dengan kata lain, ΔH dan Q

(17)

Gambar 17.12. (a). Potensiometrik dan (b). Kurva titrasi termometrik untuk asam hydrochloric dan boric dengan 0,2610 M sodium hydroxide

Pada kurva titrasi termometrik yang ditunjukkan pada gambar 17.12, titik A adalah dimana pembacaan temperatur dimulai, dan gari AB adalah lintasan temperatur  larutan sebelum penambahan titran. Jika garis AB menunjukkan slope tertanda, adalah sebuah tanda transfer panas berlebih antara larutan dan sekelilingnya. Pada titik B, penambahan titran dimulai, garis BC menunjukkan perubahan panas reaksi secara miring. Titik C adalah titik akhir. Garis CD kemungkinan dapat berupa slope naik atau turun. Ukuran kurva linear diekstrapolasi untuk memberikan titik awal dan kesetimbangan grafik untuk mengetahui volume titran yang terpakai dalam reaksi. Garis BB’ vertikal adalah perbedaaan temperatur (ΔT) yang digunakan untuk menghitung entalpi (persamaan 17.3).

Aplikasi

Aplikasi titrimetri termometrik termasuk penentuan konsentrasi sebuah zat yang   belum diketahui, penentuan rekasi stoikiometri, dan penentuan jumlah

(18)

termodinamik: ΔG, ΔH, dan ΔS. Aplikasi pertama adalah paling banyak berguna untuk ilmu kimia analitik. Ketelitian dan ketepatan pengukuran tergantung secara luas pada entalpi reaksi terliput, rentang dari 0,2 sampai 2%. Sekitar 0,0001 M adalah batas konsentrasi lebih bawah yang dapat dititrasi secara sukses pada kasus yang lebih bervariasi.

Semua asam dengan  K a > 10-10 dapat dititrasi secara termometrik pada 0,01 M

larutan dengan ketelitian 1% jika panas netralisasi adalah 13 ± 3 kcal/mol. Ekstensi asam terlalu lemah untuk titrasi secara termometrik adalah ditunjukkan secara jelas oleh kurva 17.13. Garis dan titik diperoleh untuk asam dan basa lemah lainnya,  bahkan pada emulsi.

Sistem noncairan adalah baik untuk titrasi termometrik, meskipun perhatian harus dibayar ke panas campuran larutan dengan cairan. Panas spesifik lebih rendah  banyak cairan pelarut organik memperkenalkan faktor sensitivitas yang beragam. Dibawah kondisi sedikit air secara ekstrim, bahkan diphelamine, urea, acetamide, acetanilide adalah dapat dititrasi secara cepat dengan asam perchloric dan asam acetic glasial. Basa Lewis, seperti dioxane, morpholine, pyridine, dan

tetrahydrofuran, telah dititrasi dengan asam Lewis SnCl4 pada pelarut CCl4,

 benzena, dan nitrobenzena.

Titrasi termometrik adalah sangat berguna pada titrasi acetic anhydride pada  pencucian acid-sulfuric acid acetylating, air dalam asam terkonsentrasi oleh titrasi dengan asam kuat, dan anhydrides bebas dalam asam kuat. Pada kenyataannya, metode berdasarkan panas reaksi menawarkan satu dari sedikit pendekatan ke analisis larutan terkonsentrasi material-material tersebut.

Hasil yang bagus dapat diperoleh pada rekasi resapan dan kombinasi ion seperti halida dengan perak atau merkuri (II), dan kation-kation dengan EDTA dan oksalat. Titrasi perak halida telah dilakukan pada tempertaur kemiringan pada garam terlebur.

(19)

Ketika reaksi titrasi adalah belum lengkap secara besar pada sekitar titik  kesetimbangan, kurva titrasi nyata menampakkan kurvatur dari yang kontanta kesetimbangan dan pasangan energi bebas dapat dihitung. Temperatur meningkat  bahwa terjadi selama sebuah reaksi eksotermik dapat digunakan untuk menentukan konstituen. Sebagai contoh, benzen telah ditentukan secara cepat dan dengan ketelitian bagus pada keberadaan cyclohexane oleh pengukuran panas nitrasi ketika campuran asam nitrasi standar ditambahkan ke sampel, temperatur meningkat adalah sebuah fungsi keberadaan benzen langsung. Dengan cara yang sama,  pemanasan reaksi telah digunakan untuk memperkirakan penas tahap berlebih pada susunan logam ammine kompleks, pemanasan chelation, dan panas reaksi dalam  jembatan/sumbu garam dibawah kondisi isotermal secara maya.

Gambar

Gambar 17.1. Diagram skematik analiser termal diferensial Du Pont.

Referensi

Dokumen terkait

Father began to discuss business with Henry Drome, a Glasgow merchant who was a relation of his first wife, Olive; and Jay’s mother spoke to Lady Hallim.. The pastor and his wife

Penelitian ini sejalan dengan Aziz (2014) hasil analisis hubungan tingkat pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kedisiplinan pemakaian masker dengan menggunakan uji

Tahap-tahap penelitian ini terdiri atas (1) penetapan fokus penelitian yaitu peneliti meminta ijin penelitian, melakukan observasi awal, memberikan pretes pada

Dalam sidang pleno organisasi tanggal 11 Juli 2004 di Hotel Horison Bandung ternyata masih banyak masukan baru untuk penyempurnaan ORTALA di antaranya nama

Berdasrkan hasil karakterisasi keausan yang telah dilakukan, diketahui bahwa pemanfaatan serbuk tempurung kelapa pada komposit Al2O3-Epoxy dapat meningkatkan

Berdasarkan muatan standar nasional pendidikan dan standar pengelolaan pendidikan agama, secara sederhana dapat dinyatakan beberapa indikator dari layanan pendidikan

Religi orang Bugis Makassar pada masa pra Islam, seperti tergambar dalam epik I La Galigo, sebenarnya sudah mengandung kepercayaan kepada Tuhan yang tunggal,