1 BAB I
P E N D A H U L U A N
A. GAMBARAN UMUM PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN 1. Kedudukan
Kabupaten Pekalongan sebagai daerah otonom dari Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri berdasarkan Undang-undang Nomor 13 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Jawa Tengah dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1988 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekalongan, Kabupaten Daerah Tingkat II Pekalongan dan Kabupaten Daerah Tingkat II Batang.
Daerah Kabupaten berwenang mengurus dan mengatur kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten meliputi perencanaan dan pengendalian pembangunan; perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang; penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat; penyediaan sarana dan prasarana umum; penanganan bidang kesehatan; penyelenggaraan pendidikan; penanggulangan masalah sosial; pelayanan bidang ketenaga-kerjaan; fasilitasi pengembangan koperasi; usaha kecil dan menengah; pengendalian lingkungan hidup; pelayanan pertanahan; pelayanan kependudukan dan catatan sipil; pelayanan administrasi umum pemerintahan; pelayanan administrasi pelayanan modal; penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya; dan urusan wajib yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan serta urusan pilihan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan daerah.
2
Dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan Tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Pekalongan masih berdasarkan Undang-undang Nomor : 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan penataan kelembagaan Perangkat Daerah melalui Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 13, 14, 15 dan 16 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. Setiap Daerah di pimpin oleh Seorang Kepala Daerah sebagai Kepala pemerintahan daerah yang dibantu oleh Seorang Wakil Kepala Daerah. Dalam menjalankan tugas dan kewenangan selaku Kepala Daerah, Bupati berkewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Pemerintah, dan memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD.
Sekretariat Daerah adalah unsur pembantu Pimpinan Pemerintah Kabupaten yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.
Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten yang selanjutnya disebut Sekretaris DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD Kabupaten, dipimpin oleh seorang Sekretaris dewan yang secara teknis operasional berada dan bertanggung jawab kepada pimpinan DPRD dan secara administratif bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretari Daerah.
Dinas Kabupaten merupakan unsur pelaksana otonomi daerah Kabupaten yang mempunyai tugas membantu Bupati
3
dalam melaksanankan kewenangan desentralisasi, sedangkan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah yang mempunyai tugas melaksanankan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik., dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Kecamatan merupakan Perangkat Daerah sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu, dipimpin oleh Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah dan Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah dalam wilayah Kecamatan dipimpin oleh seorang Lurah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat.
2. Tugas dan Fungsi
Pada Daerah Kabupaten / Kota di bentuk Lembaga Perangkat Daerah untuk membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya. Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.
Tugas dan Fungsi dari masing-masing lembaga perangkat daerah adalah sebagai berikut :
a. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagai Pimpinan Pemerintahan Daerah adalah implementator kebijakan publik yang mengemban tugas dan fungsi pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat serta mengemban fungsi manajemen pemerintahan di daerah mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai pada tingkat monitoring dan evaluasi (Surat Mendagri Nomor 120/562/S.J tanggal 3 Maret 2004 tentang Implementasi Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah).
4
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah Pasal 27, Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah mempunyai kewajiban sebagai berikut : 1) Memegang teguh dan mengamalkan Pacasila,
melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2) Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
3) Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. 4) Melaksanakan kehidupan demokrasi.
5) Mentaati dan menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan.
6) Menjaga etika dan norma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
7) Memajukan dan mengembangkan daya saing daerah. 8) Melaksanakan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan
baik.
9) Menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertikal di dfaerah dan semua perangkat daerah.
10) Menyampaikan Rencana strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah dihadapan Rapat Paripurna DPRD. 11) Memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan
daerah kepada Pemerintah dan memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD.
b. Tugas Sekretariat Daerah adalah membantu Bupati dalam melaksanakan tugas membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan koordinasi dinas daerah dan lembaga teknis daerah, dengan fungsi :
- Penyusunan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten ; - Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan
5
- Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah;
- Pembinaan administrasi dan aparatur pemerintah daerah - pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai
dengan bidang tugas dan fungsinya.
c. Tugas Sekretariat DPRD mempunyai tugas memberikan administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD dan menyediakan serta mengkoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemanpuan dan keuangan daerah, dengan fungsi:
- Penyelenggaraan administrasi kesekratriatan DPRD; - Penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD; - Penyelenggaraan rapat-rapat DPRD.
- Penyediaan dan pengkoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD.
d. Tugas Dinas Daerah Kabupaten adalah melaksanakan kewenangan desentralisasi, dengan fungsi :
- perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya ;
- Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang tugasnya;
- Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang tugasnya; - Pelaksanaan tugas lain yang diberikan ole Bupati sesuai
denga tugas dan fungsinya.
e. Tugas Lembaga Teknis Daerah adalah mmerupakan unsur pendukung tugas kepala daerah yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik, dengan fungsi :
- perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya ;
6
f. Tugas Kecamatan adalah membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Pembinaan Kemasyarakatan dalam wilayah kecamatan serta melaksanakan tugas pemerintah lainnya yang tidak termasuk dalam tugas perangkat daerah dan atau instansi lainnya, dengan fungsi :
- pengkoordinasian penyelenggaraan pemerintahan di Wilayah Kecamatan ;
- penyelenggaraan kegiatan pembinaan ideologi negara dan kesatuan bangsa;
- penyelenggaraan pelayanan masyarakat; - pelaksanaan pemberdayaan masyarakat;
- penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan umum dan keagrariaan;
- penyelenggaraan kegiatan pembinaan pemerintahan desa; - Pembinaan Kelurahan;
- Pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah;
- Pelaksanaan koordinasi operasional Unit Pelaksana Teknis Dinas Kabupaten;
- Penyelenggaraan kegiatan pembinaan pembangunan dan pengembangan partisipasi masyarakat;
- Penyusunan program, pembinaan administrasi, ketatausahaan dan rumah tangga;
- pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
g. Tugas Kelurahan adalah membantu Camat dalam penyelenggaraan pemerintahan kecamatan, dengan fungsi : - Pelaksanaan pelimpahan sebagaian kewenangan
pemerintahan dari Kecamatan;
7
- Koordinasi terhadap jalannya pemerintahan Kelurahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan Kemasyarakatan;
- Pelaksanaan tugas di bidang pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan yang menjadi tanggung jawabnya;
- Pelaksanaan usaha dalam rangka peningkatan partisipasi dan swadaya gotong-royong masyarakat;
- Pelaksanaan kegiatan dalam rangka pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah;
- Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
3. Susunan Organisasi
Susunan Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 13, 14, 15 dan 16 Tahun 2008 pada intinya adalah sebagai berikut :
a. Sekretariat Daerah, terdiri dari : - Sekretaris Daerah.
- Asisten Sekretaris Daerah, terdiri dari :
1) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ; 2) Asisten perekonomian dan Pembangunan;
3) Asisten Administrasi Umum. - Bagian, terdiri dari :
1) Bagian Pemerintahan; 2) Bagian Humas;
3) Bagian Hukum;
4) Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal 5) Bagian Pembangunan;
6) Bagian Kesra; 7) Bagian Organisasi; 9) Bagian Umum
10) Bagian Sumber Daya Alam
8 b. Sekretariat DPRD, terdiri dari :
- Sekretaris DPRD;
- Bagian Rapat dan Risalah; - Bagian Umum.
c. Dinas Daerah, terdiri dari : - Dinas Pendidikan ; - Dinas Pekerjaan Umum ;
- Dinas Pengairan, Pertambangan, Kebersihan dan Pertamanan ;
- Dinas Kesehatan ;
- Dinas pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset ; - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ;
- Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Industri dan Perdagangan ;
- Dinas Kelautan dan Perikanan ; - Dinas Pertanian dan Kehutanan ;
- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ; - Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
- Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan.
d. Lembaga Teknis, terdiri dari : - Inspektorat ;
- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal ;
- Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana;
- BP. RSUD Kraton ; - RSUD Kajen ;
- Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah ; - Kantor Pemberdayaan masyarakat ; - Kantor Ketahanan Pangan ;
9
- Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ;
- Satuan Polisi Pamong Praja ;
- Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu.
e. Pemerintah Kecamatan, terdiri dari : - Camat ;
- Sekretariat ;
- Seksi Tata Pemerintahan ;
- Seksi Ketentraman dan Ketertiban ; - Seksi Pemberdayaan Masyarakat ; - Seksi Kesejahteraan Sosial ; - Kelompok Jabatan Fungsional.
f. Pemerintah Kelurahan, terdiri dari : - Lurah ;
- Sekretariat ;
- Seksi Tata Pemerintahan ;
- Seksi Ketentraman dan Ketertiban ; - Seksi Pembangunan ;
- Seksi Kesejahteraan Rakyat .
4. Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintah Kabupaten Pekalongan berjumlah 10.788 orang Pegawai Negeri Sipil dengan kriteria pendidikan S2 224 orang, S1 3.095 orang, Diploma 4062 orang, SLTA 2.397 orang, SLTP 698 orang dan SD 312 orang, Golongan IV 3.007 orang, Golongan III 3.856 orang, Golongan II 3.318 orang, Golongan I 607 orang dan yang telah mengikuti pendidikan pimpinan dengan kriteria Diklatpim Tingkat I belum ada, Diklatpim Tingkat II 5 orang , Diklatpim Tingkat III 10 orang, Diklatpim Tingkat IV 40 orang serta dibantu oleh pegawai tidak tetap berjumlah 529 orang yang tersebar pada Satuan Unit Kerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
10
Tabel 1.1
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Pekalongan menurut Pendidikan Formal
No. Jenis Pendidikan Jumlah
1. 2. 3. 4. 5. 6. SD SLTP SLTA Diploma S1 S2 312 698 2397 4062 3095 224 JUMLAH 10788
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Pekalongan Tahun 2009.
Tabel 1.2
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Pekalongan menurut Pendidikan Struktural
No. Pendidikan Struktural Jumlah
1. 2. 3. 4. Diklat. Pim. Tk I Diklat. Pim. Tk II Diklat. Pim. Tk III Diklat. Pim. Tk IV - 5 10 40 JUMLAH 55
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Pekalongan Tahun 2009.
11
Tabel 1.3
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Pekalongan menurut Golongan
No. Golongan Jumlah
1. 2. 3. 4. Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV 607 3.318 3.856 3.007 JUMLAH 10.788
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Pekalongan Tahun 2009.
5 Aset Tetap Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tabel 1.4
Aset tetap Pemerintah Kabupaten Pekalongan terdiri dari :
No. Nama Bidang Barang Jumlah
Barang Ket. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Tanah
Jalan dan Jembatan Bangunan Air/ Irigasi Bangunan Gedung Monumen
Alat-alat Besar
Alat-alat Bengkel dan alat ukur Alat-alat Pertanian dan peternakan Alat-alat angkutan
Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga Alat-alat Studio dn alat komunikasi Alat-alat Kedokteran Alat-alat Laboratorium Alat-alat keamanan 1,132 508 1,329 3,396 53 78 1,598 301 1,309 215,182 1,558 3,450 16,525 1,375 Bidang Km Buah
12 15. 16. 17. 18. 19. Instalasi Jaringan Buku Perpustakaan Barang Bercorak dan kesenian/Kebudayaan
Hewan, Ternak dan Tanaman
8 9 676.941 8,704
104
Sumber : Bagian Aset Daerah Setda Kab. Pekalongan Tahun 2009
B. LINGKUNGAN STRATEGIS 1. Letak Geografi
Kabupaten Pekalongan sebagai salah satu Kabupaten di wilayah Propnsi Jawa Tengah, terletak antara 6-723’ LS dan 109-10978’BT sebelah utara berbatasan dengan laut jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara, sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Batang dan sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Pemalang dengan pusat Pemerintahan di Kajen.
Wilayah Kabupaten Pekalongan memiliki luas + 836,13 Km2, dimana 31,21 persenya ( 260,93 Km2 ) merupakan lahan sawah yang terdiri sawah pengairan teknis (79,26%) sisanya sawah tadah hujan (20,74%) dan 68,79 persen merupakan lahan kering (bukan lahan sawah). Terbagi dalam 19 Kecamatan dan 270 Desa serta 13 Kelurahan yang seluruhnya merupakan desa swasembada. Menurut topografi desa 58 desa berada didataran tinggi, 225 desa berada di dataran rendah, 6 diantaranya merupakan desa pantai.
2. Penduduk, Kesempatan Kerja dan Kemiskinan
Jumlah Penduduk Kabupaten Pekalongan tahun 2009 sebanyak 977.711 jiwa terdiri dari laki-laki 497.533 jiwa dan perempuan sebanyak 480.178 jiwa, apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2008 sebanyak 967.246 jiwa, sehingga mengalami pertumbuhan sebesar 1,08%, sedangkan pertumbuhan
13
penduduk pada tahun 2008 sebesar 1,26%.
Jumlah keluarga sejahtera pada tahun 2009 sebanyak 171.112 keluarga, meningkat dibandingkan tahun 2008 sebanyak 163.904 keluarga, terdiri dari Keluarga Sejahtera I meningkat dari 48.337 keluarga menjadi 53.107 keluarga, Kelaurga Sejahtera II meningkat dari 46.358 keluarga menjadi 46.557 keluarga, Keluarga Sejahtera III meningkat dari 58.878 keluarga menjadi 60.673 keluarga, dan Keluarga Sejahtera III plus meningkat dari 10.331 keluarga menjadi 10.775 keluarga. Sedangkan jumlah Keluarga Pra Sejahtera menurun dari 62.702 keluarga pada tahun 2008 menjadi 61.066 keluarga pada tahun 2009. Pada tahun 2009 kita juga telah meraih prestasi sebagai Juara Harapan I Lomba Kelompok Prio Utomo (KB Pria) Tingkat Jawa Tengah.
Dalam ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pekalongan tahun 2009 sebanyak 509.769 jiwa terdiri dari laki-laki 308.069 jiwa dan perempuan 201.700 jiwa. Tingkat kesempatan kerja pada tahun 2009 mencapai 92,92% sehingga potensi tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,08%. Bila dibanding tahun 2008 dimana untuk tingkat kesempatan kerja mencapai 92,62% dan tingkat pengangguran terbuka mencapai 7,38%, ada penurunan tingkat pengangguran sebesar 0,30%.
Dari sisi kesejahteraan tenaga kerja dapat dilihat dari tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) pekerja dan tingkat upah minimum yang diterima pekerja (UMK). Untuk Kabupaten Pekalongan tingkat KHL dan UMK pada tahun 2009 adalah sebesar Rp.762.886,- dan Rp.700.000,- meningkat sebesar Rp.80.620,- untuk KHL dan Rp.85.000 untuk UMK dibandingkan tahun 2008.
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pekalongan tahun 2009 sebesar 160.237 jiwa atau 16,39% dari jumlah penduduk, mengalami penurunan dibanding angka tahun 2008 sebanyak 170.000 jiwa atau 17,58%. Hal ini sejalan dengan komitmen dan upaya-upaya yang telah kita laksanakan bersama melalui berbagai program dan kegiatan dalam rangka mengurangi dan
14
menanggulangi kemiskinan, menuju Millenium Development Goals (MDGs) 2015.
Pada tahun 2009 pemerintah pusat juga memberikan dukungan berbagai program penanggulangan kemiskinan antara lain :
1. Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp.18.596.000.000,- untuk 92.980 KK;
2. Bantuan Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin) senilai Rp. 25.198.560.000,-;
3. Bantuan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp. 19.558.646.586,63 yang disalurkan melalui Puskesmas-puskesmas sebesar Rp 4.702.804.000,-, RSUD Keraton sebesar Rp 12.880.412.059,54 dan RSUD Kajen sebesar Rp 1.975.430.527,09.
3. Pangan dan Gizi, Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat
Ketersediaan pangan khususnya beras di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 sebanyak 136.954 ton sedangkan kebutuhan konsumsi penduduk seluruhnya adalah sebesar 126.744 ton, sehingga terdapat surplus sebesar 10.210 ton. Situasi pangan dan gizi di Kabupaten Pekalongan secara umum dalam kondisi aman, hal ini didasarkan pada hasil analisis kerawanan pangan dan gizi yang dihitung berdasarkan indikator status gizi balita, pertanian dan keluarga miskin.
Pada urusan pendidikan, tahun 2009 telah diupayakan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, baik yang berupa pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas baru maupun rehabilitasi. Capaian pembangunan pendidikan dapat dilihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk SD/MI sebesar 103,47%, meningkat dibandingkan tahun 2008 sebesar 103,28%, SLTP sebesar 99,38%, meningkat dibandingkan tahun 2008 sebesar 96,03%, dan untuk tingkat SLTA pada tahun 2009 sebesar 54,27%, meningkat bila dibanding tahun 2008 sebesar 43,57%. Angka
15
Partisipasi Murni (APM) SD/MI pada tahun 2009 sebesar 86,34%, menurun dibanding tahun 2008 sebesar 87,94%. Untuk SLTP pada tahun 2009 sebesar 76,67%, meningkat bila dibanding tahun 2008 sebesar 71,25%, Sedangkan Angka Partisipasi Murni SLTA tahun 2009 sebesar 31,96%, meningkat dibanding tahun 2008 sebesar 31,45%. Angka Partisipasi Murni untuk SD/MI sedikit menurun, hal ini lebih dikarenakan berkurangnya anak usia masuk sekolah. Hal ini juga tidak terlepas dari keberhasilan program keluarga berencana, dimana pasangan usia produktif membatasi jumlah kelahiran.
Di bidang kesehatan, untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu Usia Harapan Hidup (UHH), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI). Usia Harapan Hidup penduduk Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 dapat dipertahankan sebesar 70,28 tahun. Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2009 sebesar 8 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan untuk Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) tahun 2009 sebesar 114 per 100.000 kelahiran hidup, menurun dibanding tahun 2008 yaitu sebesar 173 per 100.000 kelahiran hidup. Adanya sedikit kenaikan pada Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu dikarenakan antara lain terjadinya 3 keterlambatan (terlambat memutuskan, terlambat mencapai tempat pertolongan, terlambat mendapat pertolongan) dan 4 terlalu (terlalu tua, terlalu muda, terlalu sering punya anak, terlalu rapat jaraknya). Dengan demikian faktor-faktor penyebab kematian tersebut perlu ada intervensi yang merupakan program prioritas.
Upaya yang telah dilakukan diantaranya melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi yaitu dengan menyusun rencana persalinan sejak ibu hamil kontak pertama dengan petugas kesehatan. Terkait dengan hal tersebut terdapat peningkatan status gizi masyarakat yang ditandai dengan menurunnya Kurang Energi Protein (KEP) dari tahun 2008 sebesar 17,6 % menjadi 15,5 % pada tahun 2009. Upaya yang telah
16
dilakukan adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita Gizi Kurang dan Gizi Buruk.
4. Agama
Suasana kerukunan hidup intern dan antar umat beragama diwilayah kabupaten Pekalongan sangat baik. Hal ini ditunjukan dari adanya kebebasan masing-masing umat beragama dapat melaksanakan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
Tempat peribadatan tahun 2009 tidak ada perubahan masih sama seperti tahun 2008 tercatat 633 Masjid, 14 Gereja, 3 Pura dan 2.285 Mushola. Banyaknya jumlah Masjid dan Mushola karena mayoritas penduduknya beragama Islam.
5. Perekonomian Daerah
Secara makro kinerja perekonomian daerah bisa dilihat dari angka Produk Domestik Bruto (PDRB), pendapatan per kapita dan tingkat inflasi. PDRB Kabupaten Pekalongan tahun 2009 atas harga berlaku mencapai sebesar 6,35 triliyun rupiah, meningkat 15,6% dibandingkan tahun 2008 sebesar 5,86 triliyun rupiah. Sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000, PDRB Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 mencapai sebesar 3,09 triliyun rupiah, meningkat sebesar 0,04% dibandingkan tahun 2008 sebesar 2,97 triliyun rupiah.
Apabila dilihat dari peranan sektor dominan dalam pembentukan PDRB pada tahun 2009, sektor industri pengolahan masih tertinggi yaitu sebesar 26,66%, disusul sektor pertanian sebesar 20,34%; sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar 18,66%, dan sektor jasa-jasa sebesar 16,66%.
PDRB per kapita penduduk Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 mencapai sebesar Rp.6.521.741,- meningkat 7,4% dibanding tahun 2008 sebesar Rp.6.072.355,-
17
Laju inflasi di Kabupaten Pekalongan tahun 2009 sebesar 3,28%, jauh lebih rendah dibanding tahun 2008 sebesar 10,61%. Laju inflasi yang rendah tersebut mengindikasikan bahwa perekonomian di Kabupaten Pekalongan semakin membaik, harga-harga berbagai komoditas pokok relatif stabil, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.
6. Infrastruktur
Peran infrastruktur sangat penting dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Selama tahun 2008 pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan dapat kami sampaikan sebagai berikut :
a. Jalan dan Jembatan
Pembangunan infrastruktur transportasi meliputi prasarana perhubungan yaitu jalan dan jembatan. Dalam rangka mendukung pertumbuhan sektor lain khususnya ekonomi, telah dilaksanakan peningkatan kualitas prasarana wilayah antara lain melalui kegiatan pemeliharaan serta peningkatan jalan dan jembatan secara rutin maupun berkala. Panjang jalan pada tahun 2009 yaitu 558,08 Km, dengan kondisi baik 219,58 Km, meningkat dibandingkan tahun 2008 sepanjang 182,28 Km, kondisi sedang 211,33 Km, menurun dibandingkan tahun 2008 sepanjang 219,48 Km, dan kondisi rusak 117,47 Km, menurun dibanding tahun 2008 sepanjang 121,82 Km, serta jalan dengan kondisi rusak berat sepanjang 9,7 Km, jauh di bawah kondisi tahun 2008 yaitu sepanjang 34,50 Km.
Kondisi jalan aspal pada tahun 2009 meningkat dibandingkan tahun 2008 yaitu dari 482,31 Km menjadi 496,74 Km. Kondisi jalan batu/kerikil menurun dari sepanjang 58,08 Km pada tahun 2008 menjadi 44,27 Km, jalan beton meningkat dari 2,94 Km pada tahun 2008 menjadi 12,75 Km.
Dilihat dari kondisi fisik jembatan, pada tahun 2009 terdapat peningkatan kualitas yaitu dengan kondisi baik sebanyak 296 buah, meningkat dari tahun 2008 sebanyak 288
18
buah. Jembatan dalam kondisi rusak yang semula sebanyak 14 buah pada tahun 2008, menurun menjadi 8 buah. Ke depan akan terus kita tingkatkan pemeliharaannya sehingga pada saatnya seluruh jembatan di Kabupaten Pekalongan dalam kondisi baik.
b. Irigasi dan Sungai
Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian khususnya padi di Kabupaten Pekalongan, telah dilaksanakan program-program pembangunan irigasi. Pada tahun 2009 kondisi jaringan irigasi mampu mengairi sawah seluas 22.732,52 Ha dengan jumlah bangunan irigasi sebanyak 308 buah bendung, 790 buah bangunan air dan 354,90 Km saluran primer dan sekunder. Kondisi bangunan air yang baik pada tahun 2009 sebanyak 645 buah, meningkat dibanding tahun 2008 sebanyak 643 buah, sedangkan saluran air dalam kondisi baik pada tahun 2009 sepanjang 430,43 Km meningkat dibanding tahun 2008 sepanjang 336,92 Km. Dengan terpeliharanya jaringan irigasi tersebut maka dapat meningkatkan intensitas pertanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas.
c. Air Bersih, Kelistrikan dan Telekomunikasi.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dalam rangka menunjang iklim kondusif bagi pengembangan investasi di Kabupaten Pekalongan, selama tahun 2009 telah dilakukan upaya-upaya untuk menangani air bersih, kelistrikan dan telekomunikasi.
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat sehingga upaya-upaya pemenuhannya akan terus diupayakan, baik melalui PDAM maupun program pembangunan air bersih lainnya. Jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Pekalongan tahun 2009 sebanyak 5.926 Sambungan Rumah (SR), meningkat dibanding pada tahun 2008 sebanyak 5.389 Sambungan Rumah (SR). Untuk memenuhi kebutuhan air bersih
19
bagi penduduk yang tidak terjangkau PDAM maka dilaksanakan program AMPL dan pembangunan sumur pompa (artetis).
Dalam rangka memacu pembangunan kelistrikan, telah ditempuh upaya melalui Program Listrik Masuk Desa dengan menambah fasilitas Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) , sehingga jumlah pelanggan dari semula 123.051 Sambungan Rumah (SR) pada tahun 2008 menjadi 127.982 Sambungan Rumah (SR) pada tahun 2009. Untuk wilayah terpencil dan belum berlistrik PLN tetapi memiliki potensi sumberdaya air yang memungkinkan, telah diupayakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Pada tahun 2009 telah dibangun 2 unit PLTMH yaitu di desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriono dengan daya 30 Kilo Watt yang mampu mengakses 77 sambungan rumah, dan di Desa Timbangsari Kecamatan Lebakbarang dengan daya 30 Kilo Watt dan mampu mengakses 64 sambungan rumah. Dengan demikian jumlah PLTMH di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 menjadi 11 unit, dari semula 9 unit pada tahun 2008. Selain PLTMH juga telah dilaksanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 4 wilayah Kecamatan yaitu Lebakbarang, Petungkriono, Paninggaran dan Doro sebanyak 944 unit. Dengan demikian maka prosentase desa berlistrik di Kabupaten Pekalongan pada saat ini telah mencapai 100%.
Di bidang telekomunikasi, melalui jalinan kerjasama yang semakin baik antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan pihak swasta, prasarana telekomunikasi selama tahun 2009 semakin baik. Pelayanan telepon seluler berbasis GSM dan CDMA semakin meningkat pula yaitu dengan bertambahnya operator penyedia layanan telepon seluler yang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan dengan jumlah BTS (Base Transmission Receiver) di Kabupaten Pekalongan yang sampai tahun 2009 mencapai 82 buah.
20
Dengan adanya peningkatan instalasi BTS ini maka hubungan komunikasi masyarakat semakin lancar dan luas, yang selanjutnya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Pekalongan.
C. TUJUAN DAN MANFAAT LAKIP
Tujuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan adalah untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai unsur penyelenggara Pemerintah dengan kewenangan yang diberikan dalam pengelolaan sumber daya yang ada dalam rangka mewujudkan suatu kepemerintahan yang baik (good governance).
Sesuai dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Pedoman Penyusunan LAKIP, yang merupakan pedoman pelaksanaan dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 maka LAKIP Pemerintah Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1) Mendorong Bupati untuk menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan secara baik dan benar yang didasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
2) Menjadikan Instansi Pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, transparan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
3) Menjadikan masukan dan umpan balik dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
4) Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
21 D. SISTEMATIKA PENYAJIAN LAKIP.
Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja ini mengkomunikasikan pencapain kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama Tahun 2009. Capaian Kinerja 2009 tersebut diukur dan dinilai berdasarkan rencana kinerja tahun 2009 yang disusun pada awal tahun anggaran. Rencana kinerja tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Pekalongan berdasarkan Repetada Tahun 2009 dan LAKIP Satuan Unit Kerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2009 dapat disajikan sebagai berikut :
1. Ringkasan Eksekutif 2. BAB I : Pendahuluan 3. BAB II : Rencana Stratejik 4. BAB III : Akuntabilitas Kinerja 5. BAB IV : Penutup
6. Lampiran-lampiran :
I. Rencana Kinerja Tahunan II. Pengukuran Kinerja Kegiatan III. Pengukuran Pencapaian Sasaran
22 BAB II
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)
A. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)
Sesuai tugas dan kewenangannya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun, yang termuat dalam RPJMD Kab. Pekalongan periode 2006 – 2011 dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan yang mencakup visi, misi, tujuan dan sasaran serta strategi pencapainan sasaran akan diuraikan dalam bab ini. Sedangkan uraian sasaran target kinerja yang ingin dicapai dalam tahun 2009 berikut program dan kegiatan pendukungnya akan dijelaskan dalam rencana kinerja tahun 2009.
1. Visi Pemerintah Kabupaten Pekalongan
Visi Pemerintah Kabupaten Pekalongan adalah :
“TERWUJUDNYA KEHIDUPAN MASYARAKAT KABUPATEN PEKALONGAN YANG DEMOKRATIS, MAJU, ADIL DAN SEJAHTERA”.
Penjelasan pernyataan Visi :
Visi tersebut menggambarkan 4 (empat) sifat yaitu: Demokratis, Maju, Adil dan Sejatera yang keempatnya tidak dapat dipisahkan merupakan rangkaian proses yang tidak dapat dihindari. Rangkaian proses tersebut yaitu bermula dari penciptaan kondisi masyarakat yang demokratis, didalamnya ada usaha-usaha memajukan pembangunan disegala bidang, dan pelaksanaan maupun distribusi hasil-hasil pembangunan itu diwujudkan secara
23
berkeadilan, sehingga memberikan hasil berupa kesejahteraan masyarakat lahir maupun batin. Secara konprehensif kondisi tersebut dapat dijelaskan sebagai RPJMD Kab. Pekalongan 2006-2011.
2. Pernyataan Misi
Suatu organisasi harus memastikan agar misi masa depan sesuai dan selaras dengan perubahan yang harus dilakukan, sehingga organisasi akan efektif dan efisien dalam pencapaian misi. Visi dan Misi akan mendorong alokasi sumber daya diseluruh unsur organisasi sehingga keduanya harus selaras.
Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan instansi pemerintah dan sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu melalui penetapan strategi yang dipilih. Proses perumusan misi harus memperhatikan masukan pihak-pihak yang berkepentingan (stake holders) dan memberi peluang untuk perubahan/penyesuaian dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategik.
Suatu pernyataan misi secara eksplisit menyatakan apa yang harus dicapai oleh suatu organisasi pemerintah dan kegiatan spesifik apa yang harus dilaksanakan dalam pencapaian hal tersebut dan harus memperhatikan secara jelas apa yang penting buat organisasi dan apa bidang usaha organisasi itu.
Misi Pemerintah Kabupaten Pekalongan adalah :
1. Meningkatkan perilaku pemerintah dan masyarakat yang demokratis, dinamis dan agamis serta adanya penguatan lembaga pemerintah dan lebaga kemasyarakatan.
2. Meningkatnkan pelaksanaan good governance, yang menjamin peningkatan kualitas pelayanan publik, menjamin rasa keadilan dan tumbuh kepercayaan dan partisipasi masyarakat.
3. Meningkatkan penyediaan dan pemerataan sarana dan prasarana publik.
24
4. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat (esehatan, pendidikan dan kesejahteraan) dan sarana pengembangan.
5. Menegakan perundangan dan peraturan daerah yang mencerminkan adanya supermasi hukum dan keadilan serta perlindungan terhadap HAM.
6. Meningkatkan pertumbuhan eknomi daerah yang betumpu pada pengembangan potensi ekonomi lokal dan dunia usaha. 7. Meningkatkan pengelolaan Sumber Daya Alam yang
berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pemanfaatan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
8. Mengembangkan pariwisata dan budaya lokal.
3. Tujuan
Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus menunjukan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang.
Dalam rangka pencapaian misi organisasi, maka perlu disusun tujuan organisasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai berikut:
1. Meningkatknya perilaku pemerintah dan masyarakat yang demokratis, dinamis dan agamis serta adanya penguatan lembaga pemerintah dan lebaga kemasyarakatan.
2. Meningkatnnya pelaksanaan good governance, yang menjamin peningkatan kualitas pelayanan publik, menjamin rasa keadilan dan tumbuh kepercayaan dan partisipasi masyarakat.
3. Meningkatnya penyediaan dan pemerataan sarana dan prasarana publik.
4. Meningkatnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat (esehatan, pendidikan dan kesejahteraan) dan sarana pengembangan.
25
5. Tegaknya perundangan dan peraturan daerah yang mencerminkan adanya supermasi hukum dan keadilan serta perlindungan terhadap HAM.
6. Meningkatnya pertumbuhan eknomi daerah yang betumpu pada pengembangan potensi ekonomi lokal dan dunia usaha. 7. Meningkatnya pengelolaan Sumber Daya Alam yang
berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pemanfaatan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
8. Mengembangnya pariwisata dan budaya lokal.
1. Sasaran
Adapun sasaran sebagai penjabaran dari tujuan merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh suatu instansi pemerintah dalam jangka waktu tertentu. Fokus utama penentu sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan atau operasional serta didukung dengan sumber dana dari APBD yang dilaksanakan Pemerintah Kab. Pekalongan. Untuk tujuan tersebut, maka sasaran dan indikator sasaran Pemerintah Kab. Pekalongan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya Kepatuhan Masyarakat terhadap peraturan Perundangan.
a. Terwujudnya kepatuhan masyarakat.
b. Terwujudnya pengamanan pejabat dalam acara resmi.
c. Terciptanya ketertiban, keindahan kota dan peningkatkatan PAD
d. Tersedianya pedoman penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
e. Tersedianya peraturan pedoman perizinan.
f. Adanya kepastian hukum terhadap perkara/ masalah hukum.
g. Terwujudnya perlindungan hukum kepada masayarakat. h. Terselesaikannya permasalahan dalam masyarakat.
26
2. Optimalisasi partisipasi masyarakat terhadap ketentraman dan ketertiban lingkungan.
a. Meningkatnya keamanan acara Pemda, hari-hari besar keagamaan Nasional dan Daerah.
b. Pelaksanaan pemilu yang lancar dan tertib.
c. Tersedianya bahan kebijakan pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan.
d. Suksesnya penyelenggaraan Pemilihan umum 2009.
e. Kondisi wilayah aman terkendali saat kunjungan tamu negara.
f. Terwujudnya keamanan pada hari raya natal dan tahun baru.
g. Terwujudnya keamanan pada pelaksanaan Pileg th 2009. h. Terwujudnya keamanan pada pelaksanaan Pilpres dan
wapres.
i. Menurunya tingkat kerawanan, kriminalitas dan gangguan ketentraman, ketertiban di masyarakat.
3. Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama di masyarakat.
a. Meningkatnya pemahaman penghayatan dan ajaran agama di masyarakat.
b. Meningkatnya pengamalan nilai-nilai Al Qur'an dalam kehidupan masyarakat.
c. Meningkatnya semangat keperintisan, kejuangan dan kepahlawanan.
d. Meningkatnya kepedulian sosial masyarakat.
4. Meningkatnya pelayanan kehidupan beragama yang memadai. a. Meningkatnya syiar agama Islam di Kab. Pekalongan.
b. Meningkatnya peran MUI dalam pembangunan di bidang Keagamaan di Kab. Pekl.
27
c. Meningkatnya prestasi Qori dan Qoriah menjadi 5 besar tingkat provinsi.
d. Meningkatnya kesejahteraan pengurus/ takmir masjid, dewan gereja dan agama lainnya.
e. Meningkatnya fungsi dan peran Masjid An Nur dalam syiar agama Islam.
f. Terwujudnya gelar kesenian dan muludan yang sukses. g. Meningkatnya fungsi Pura Linggoasri sbg sarana
peribadatan.
h. Meningkatnya peran BKSAG dalam pembinaan keagamaan dan pura sbg sarana peribadatan di kalangan umatnya. i. Meningkatnya fungsi & peran Masjid Al-Ikhlas sebagai
sarana ibadah.
5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM dalam penanganan ketentraman dan ketertiban.
a. Terwujudnya anggota Satpol PP yang profesional.
6. Meningkatnya pemahaman dan wawasan politik.
a. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan nilai luhur budaya bangsa.
b. meningkatnya pengahayatan semangat kebangsaan dan kehidupan berbangsa dan bernegara.
c. Tersedianya bahan pembinaan dikpolmas.
7. Meningkatkan fungsi kelembagaan masyarakat dan aparatur pemerintahan desa melalui perencanaan kegiatan.
a. Terisinya jabatan kepala Desa terpilih.
b. Makin tertibnya administrasi di tk Kecamatan. c. Meningkatnya kesejahteraan perangkat desa.
d. Terlaksananya pemanfaatan dan penggunaan tanah grantungan.
28
e. Meningkatnya dana untuk ke kegiatan pembangunan di kelurahan.
f. Meninngkatnya kesejahteraan perangkat desa yang purna tugas.
g. Meningkatnya kesejahteraan kesejahteraan sekdes yang sudah purna tugas.
8. Meningkatkan usaha ekonomi produktif masyarakat desa
a. Peningkatan bagi kelompok usaha bisnis yang lebih mengedepankan prinsip kerja sama dan kemitraan bagi para pihak.
b. Kesejahteraan masyarakat desa.
9. Meningkatkan peran serta dan meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
a. Terlaksananya pengaspalan jalan.
b. Dokumentasi data penembangan kota kajen.
c. Sinkronisasi dan harmonisasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.
d. Terlaksananya bantuan dana tak terduga. e. Penyaluran bantuan sosial berjalan lancar. f. Terberdayanya masyarakat pedesaan.
g. Lancarnya penyelenggaraan desiminasi informasi bagi masyarakat.
h. Terbinanya kelompok masyarakat pembangunan desa. i. Tersedianya pelatihan ketrampilan usaha pertanian dan
peternakan
j. Tersedianya operasional bantuan.
10. Meningkatnya kinerja penyelengara aparatur pemerintah. a. Terciptanya kerapian petugas lapangan.
b. Tersedianya pakain dinas beserta kelengkapannya. c. Meningkatnya kinerja anggota hansip/ linmas.
29
d. Peningkatan disiplin pegawai satpol pp. e. Terwujudnya kartu identitas pegawai. f. Penerbitan perijinan dan rekomendasi.
g. Tersosialisasinya kegiatan dibidang perizinan.
11. Tersedianya dokumen perencanaan sebagai pedoman pembangunan.
a. Tersedianya bahan pertanggung jawaban dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan. b. Tersusunnya kelancaran tugas pembangunan daerah.
c. Kelancaran dalam proses perencanaan pembangunan Kab. TA. 2009.
d. Kelancaran pelaksanaan perencanaan daerah sesuai dengan aspirai masyarakat.
e. Terbitnya Perda Musrenbang.
f. Terwujudnya skla prioritas di desa dan kecamatan. g. Peningkatan mutu pembangunan ekonomi daerah.
h. Terkumpulnya informasi/ Data Pelaksanaan Pengelolaan DBHCHT di 3 Kabupaten.
i. Terlaksananya dan terlaporkanya kegiatan dari DBHCHT di Kab.Pekalongan.
12. Meningkatnya rasio pelaksanaan perencanaan perencanaan a. Tersedianya perencanaan pembangunan bidang
perhubungan yang efektif. b. Terbangunnya Kasiba Lisiba
13. Meningkatnya partisipatif masyarakat dalam perencanaanmasyarakat dalam perencanaan pembangunan Kab. Pekalongan.
a. Pembangunan program AMPL berbasis masyarakat menjadi terarah.
b. Tersusunya rencana jaringan listrik pedesaan di Kabupaten Pekalongan.
30
14. Terwujudnya rumusan kebijakan pemerintah daerah dan penyebarluasan informasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
a. Tersedianya data dan informasi dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.
b. Terwujudnya akurasi dan adekuasi data dan informasi. c. Tersedianya data dan informasi untuk penyusunan kebijakan
perencanaan pembangunan bidang ekonomi.
d. Tersedianya database potensi sumber cukai yang dapat dimanfaatkan dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah.
15. Terlaksananya peningkatan mutu pelayanan publik melalui deregulasi dan debirokrasi pelayanan.
a. Tersedianya asuransi kesehatan DPRD.
b. Terwujudnya kemitraan asuransi profesi dokter BP. RSUD Kraton.
16. Terwujudnya penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kab. Pekalongan.
a. Meningkatnya pelaksanaan tugas Pemerintah Kab. Pekalongan.
b. Menunjang peningkatan pendayagunaan aparatur daerah. c. Meningkatnya kinerja pelaksanaan jabatan struktural. d. Tercapainya sasaran pembangunan daerah.
e. Terwujudnya peningkatan kinerja pelayanan publik.
17. Tersedianya sarana dan prasarana aparatur yang memadai a. Meningkatnya kelancaran pelaksanaan tugas
b. Melancarkan pelaksanaan kegiatan. c. meningkatnya kinerja program KB.
d. Meningkatnya kenyamanan bagi penghuni dan pengunjung. e. Tercapainya tertib administrasi perbendaharaan.
31 f. Peningkatan kinerja aparatur.
g. Berfungsinya dokumen kehumasan sebagai data basis perencanaan.
h. lancarnya arus informasi pembangunan kabupaten pembangunan kabupaten.
i. Meningkatnya jumlah sarana pemerintah. j. Tersedianya perlengkapan gedung kantor.
k. Tercapainya kelancaran kegiatan di Sekretariat DBHCHT Kab. Pekalongan
l. Meningkanya program KB.
m. Terciptanya lingkungan kantor yang aman dan nyaman. n. Terwujudnya rehab gedung kantor.
o. Terbangunnya gedung kantor.
p. Terpeliharanya lingkungan kerja yang bebas polusi.
18. Sertifikasi 50 bidang tanah milik Pemerintah Daerah a. Terlaksananya administrasi pertanahan yang baik.
b. Tercapainya kepastian batas daerah Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara.
c. Terpenuhinya kejelasan status kepemilikan tanah.
d. Peningkatan sarana & prasarana pendidikan yang memadao dan bertaraf internasional.
e. Peningkatan pelayanan dibidang pelayanan sarana dan prasarana umum pemerintah
f. Penataan jalan poros desa semakin lebar dan baik.
19. Meningkatnya kerjasama dengan 10 Kota/ Kabupaten a. Terselenggaranya pemerintahan dgn baik.
b. Meningkatnya komunikasi & koordinasi antar Pemerintah Kab. Seluruh Indonesia.
c. Lancarnya kerja sama antar wilayah
32
20. Terwujudnya kebijakan daerah dalam bentuk produk hukum. a. Terselesaikannya permasalahan PPU dan penyusunan
Raperda.
b. Terselesaikannya rencana kerja rancangan produk hukum daerah (Prokumda).
c. Tersedianya pedoman penyelenggaraan pemerintah derah. d. Keserasian prokumda terhadap PPU yang baru/ lebih tinggi. e. Terwujudnya Hardware dan software JDI hukum.
f. Meningkatkan sarana pendukung penyusunan rancangan produk hukum daerah (prokumda).
g. Dijadikan pedoman SKPD dalam pelaksanaan kegiatan. h. Tersedianaya buku himpunan SK DPRD dan laporan
kegiatan DPRD.
i. Terhimpunnya risalah DPRD.
j. Terbentuknya susduk DPRD periode 2009-2014. k. Tersedianya buku APBD.
l. Tersusunnya buku perubahan APBD.
m. Tersusunnya Perbup tentang penjabaran perubahan APBD. n. Tersusunnya Perbup tentang penjabaran APBD.
o. Tersedianya Perda perhitungan pelaksanaan APBD.
p. Tersedianya Peraturan KDH tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.
21. Terwujudnya dokumentasi kehumasan yang tertib dan teratur a. Tersebarnya informasi kegiatan DPRD.
Tersebarnya buku memori DPRD ke SKPD se Kab. Pekalongan
22. Terwujudnya tertib administrasi keuangan dan aset daerah a. Adanya perlindungan terhadap aset gedung dan kendaraan
dinas milik Pemkab.
33
c. Terwujudnya status kepemilikan atas tanah milik Kab. Pekalongan.
d. Terinventarisasinya barang inventaris daerah milik pemkab. e. Tersusunnya laporan keuangan semesteran.
f. Tersedianya laporan keuangan daerah akhir tahun. g. Tersedianya laporan keuangan SKPD.
h. Tersedianya prognosis SKPD laporan semesteran.
i. Tersusunnya draf gaji sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.
j. Terpeliharanya sistem secara baik.
k. Terlaksananya pengendalian otoritas kegiatan TA.2009. l. Terwujudnya tertib administrasi laporan pelaksanaan
Belanja langsung APBD Kab. Pekalongan.
m. Terwujudnya tertib administrasi laporan kegiatan non APBD kab. Pekalongan.
n. Terdistribusi dan termanfaatkannya buku petunjuk pelakasanaan kegiatan belanja langsung APBD oleh SKPD. o. Terwujudnya keseragaman penyusunan kontrak pengadaan
barang dan jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. p. Terwujudnya keseragaman penyusunan rencana kerja dan
syarat-syarat (RKS) pengadaan barang/ jasa sesuai dengan ketentuan.
q. Terwujudnya pemahaman tentang peraturan perundang-undangan jasa kontruksi dan peraturan lainnya yang terkait.
23. Terwujudnya peningkatan pendapatan asli daerah rata-rata sebesar 15% pertahun.
a. Meningkatnya kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah. b. Terlayaninya kebutuhan masyarakat.
c. Digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan barang daerah.
d. Tersedianya data obyek pajak PBB secara akurat. e. Tercapainya pendapatan retribusi pasar.
34
24. Meningkatnya ratio kemandirian keuangan daerah menjadi lebih besar dari 12%.
a. Terpenuhinya target nasional PBB .
b. Meningkatnya penerimaan pajak pusat/ dan provinsi secara signifikan.
25. Tersedianya akses data/ informasi secara cepat, mudah dan akurat.
a. Meningkatnya layanan jaringan .
b. Meningkatnya layanan data dan informasi. c. Kelancaran operasional tugas dan komunikasi.
26. Meningkatkan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan Bupati.
a. Pemanfaatan LHP untuk bahan koreksi intern.
b. Tertanganinya kasus pengaduan di lingkungan pemda. c. Pemanfaatan data temuan hasil pengawasan untuk tindak
lanjut hasil pengawasan.
d. Tersedianya Bahan koreksi intern. e. Pemanfaatan LHP non PKPT.
f. Dimanfaatkan LHE untuk bahan koreksi intern.
g. Pemanfaatan hasil evaluasi untuk bahan koreksi intern. h. Tersedianya bahan laporan dan evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan Daerah..
i. Terwujudnya pelaporan capaian kinerja dan keuangan secara periodik dan berkala sehingga pelaksanaan kegiatan tepat waktu, mutu biaya dan administrasi.
j. Tertanganinya TPGR.
k. Pemanfaatan laporan kinerja dan keuangan untuk penyusunan kebijakan.
l. Terkirimnya laporan bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan.
35
n. Meningkatnnya laporan waskat.
o. Terdapatnya penetapan kinerja SKPD.
27. Meningkatkan profesionalisme auditor dan aparatur pengawasan.
a. Terwujudnya pertanggungjawaban internal SKPD.
b. Pemanfaatan peserta yang telah mengikuti diklat, ujian, sosialisasi; bintek; pelatihan; kursus; seminar keluar daerah. c. Pemanfaatan aparatur pemerintah yang telah mengikuti
bimbingan teknis.
28. Terwujudnya tertib administrasi dan pelayanan kepegawaian yang prima
a. Terlaksananya proses pembahasan pengembangan karir PNS.
b. Peningkatan kesejahteraan para PNS yang purna tugas. c. Kepastian hukum akan kepangkatan PNS dan SK
pemberhentian PNS.
d. Tercapainya pembinaan karier dan terisinya jabatan struktural dan fungsional.
e. Terbitnya berita acara pengambilan sumpah janji PNS. f. Peningkatan dan pemerataan pelayanan masyarakat. g. Terbitnya SK mutasi sesuai jabatan Sot baru.
h. Administrasi kepegawaian tertata dengan baik.
29. Terwujudnya manajemen kepegawaian daerah sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan peraturan kepegawaian.
a. Peningkatan dan pemerataan pelayanan formasi pegawai. b. Data base PNS.
c. Terpenuhinya pedoman peratura kepegawaian. d. Tersedianya karpeg, karis/ karsu kepegawaian.
e. Tersedianya data tenaga honorer yang memenuhi syarat untuk mendapat nota persetujuan penetapan NIP.
36
30. Meningkatnya sumber daya manusia aparatur pemerintah yang handal dan profesinal.
a. Kader Pemerintahan bertambah
b. Terpenuhinya persyaratan bagi pejabat yang memduduki eselon IV.
c. Meningkatnya pengetahuan PPTK dalam melaksanakan kegiatan.
d. Peningkatan SDM
e. Terwujudnya bintek penyusunan tata kelola ( Persiapan BLU).
f. Terwujudnya sosialisasi implementasi BLU pada RSUD Kraton.
g. Terwujudnya kemampuan menyusun rencana strategis bisnis/ RSB 2009-2014.
h. Terwujudnya bimbingan tehnis penyusunan pedoman penatausahaan keuangan BLU.
i. Terwujudnya pemahaman sistem BLU RSUD.
j. Terwujudnya kemampuan pegawai menyusun tata kelola rumah sakit.
k. Terwujudnya kemampuan pegawai menyusun LK RS.
l. Terwujudnya kemampuan pegawai menyusun rencana strategis bisnis.
m. Terlaksananya penilaian angka kredit yang sesuai aturan. n. Terwujudnya SDM kesehatan yang berkualitas.
o. Meningkatnya pengetahuan SDM.
p. Meningkatnya pemahaman pemahaman penyelenggaraan pemerintahan desa.
q. Bintek penyusunan APBDes yang lancar dan baik.
r. Meningkatanya pemahaman tentang penyelenggaraan pemerintahan kelurahan.
s. Pemanfaatan peserta pelatihan dikantor sendiri.
t. Hasil studi banding ke luar daerah sebagai bahan masukan dan kebijakan.
u. Pemahaman tentang implementasi peraturan perundang-undangan.
37
v. Terwujudnya peningkatan kulaitas SDM aparatur. w. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan. x. Penghargaan terhadap Pengabdian PNS.
y. Terpenuhinya persyaratan kenaikan pengkat melalui ujian dinas dan penyesuaian ijazah.
z. Terpenuhinya persyaratan bagi pejabat yang menduduki jabatan eselon II dan III
å. Terpenuhinya persyaratan bagi CPNSD untuk diangakat menjadi PNS
31. Terbangunanya sistem pengelolaan arsip daerah 100%. a. Tercapainya kelancaran dalam pengelolaan arsip. b. Mengurangi volume arsip yang semakin menumpuk. c. Memasyarakatkan arsip.
d. Terselamatkannya arsip dari pengaruh lingkungan bersifat merusak fisik dan informasi arsip.
32. Meningkatnya transportasi informasi penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
a. Tersosialisasinya kegiatan dan kebijakan pimpinan daerah dan masyarakat dalam pembangunan Kab. Peklaongan. b. Termuatnya berita dan informasi pembangunan Kab.
Pekalongan.
c. Tersedianay saaarana mengolah informaasi.
d. Tersosialisasinya Aturan-aturan Keprotokoleran di Kabupaten Pekalongan.
33. Meningkatnya pelayanan kehumasan dan jalinan kemitraan dengan media.
a. Meningkatkan kemitraan antara pers dgn Pemkab. Pekalongan.
b. Masyarakat mengetahui informasi kegiatan Pemkab. Pekalongan.
c. Terselenggaranya program siaram radio FM Pekalongan. d. Optimalnya Siaran RKS FM.
38
34. Meningkatnya Kualitas jalan dan jembatan menjadi 80,82 KM. a. Tersedianya pedoman pembangunan sarana dan
prasarana jalan dan jembatan Tahun 2009.
b. Lancarnya proses penyususnan perencanaan infrastruktur tahun 2010.
c. Lancarnya aktivitas masyarakat.
35. Meningkatnya cakupan pelayanan sistem jaringan dan kapasitas air bersih di Kab. Pekalongan sebesar 40% untuk pelayanan air bersih non PDAM.
a. Tersedianya jaringan air bersih/ air minum yang memadai. b. Tersedianya data studi kelayakan pemanfaatan sumber
daya air.
36. Meningkatnya pengelolaan jaringan irigasi. a. Normalisasi fungsi saluran irigasi. b. Terciptanya keindahan taman pantura
c. Lestarinya fungsi jaringan irigasi pada D.I pesantren kletak d. Fungsi fisik sungai menjadi stabil.
e. Terkendalinya ancaman banjir pada daerah sekitar sungai.
37. Menurunnya jumlah kawasan kumuh dan meningkatnya kualitas lingkungan pemukiman.
a. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana kesehatan. b. Meningkatnya saluran drainase.
c. Pelaksanaan program PAMSIMAS berjalan dengan lancar dan optimal.
38. Terdapatnya struktur sarana dan pelayanan transportasi yang efektif dan efisien.
39
39. Tersedianya prasarana dan fasilitas pelayanan transportasi. a. Tersedianya sarana keselamatan lalu lintas.
b. Terwujudnya kegiatan sosialisasi kebijakan di bidang perhubungan kepada masyarakat.
c. Terciptanya kedisiplinan pengguna angkutan umum. d. Pengujian sesuai dengan standar.
e. Terwujudnya kenyamanan dalam bertugas. f. Tersedianya halte bus yang memadai. g. Tersedianya sarana keselamatan lalu lintas.
40. Terwujudnya budaya tertib berlalu lintas. a. Meningkatnya kelayakan angkutan umum.
b. Terciptanya arus lalu lintas yang lancar dan aman pada saat hari besar.
41. Peningkatan sarana prasarana pelayanan publik. a. Terciptanya penerangan jalan umum.
b. Meningkatnya budaya baca masyarakat.
c. Meningkatnya minat baca masyarakat dan melancarkan pengadaan buku.
d. Terpenuhinya pelayanan perpustakaan kelliling ke daerah- daerah di Kab. Pekl.
e. Peningkatan pelayanan perpustakaan.
f. Peningkatan sarana prasarana buku-buku perpustakaan. g. Peningkatan kualitas perpustakaan keliling.
h. Pengembangan sarana prasarana perpustakaan. i. Terpenuhinya layanan perpustakaan secara digital. j. Terbangunnya/ terpeliharanya sarana wilayah.
k. Meningkatnya kualitas lingkungan perkantoran dan pusat kegiatan masyarakat di ibu kota kecamatan.
l. Pelaksanaan pembangunan Rusunawa berjalan lancar. m. Terciptanya rasa aman disekitar landmark.
n. Tersedianya pedoman pengembangan sarana dan prasarana wilayah.
40
o. Meningkatnya funngsi dan estetika kota.
p. Pertumbuhan kawasan perumahan lebih tertata dan terencana.
42. Mewujudnya penyeragaman model pembelajaran pendidikan pra sekolah sebagai persiapan siswa.
a. Keikutsertaan dalam kegiatan lomba Tk. Kab. Dan Provinsi
43. Mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan pelaksanaan Wajar Diknas serta meningkatkan pengelolaan dan kemandirian institusi pendidikan, meningkatkan sarana prasarana sekolah serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
a. Dilantiknya Calon kepala sekolh SD, SMP, SMA dan SMK. b. Peningkatan mutu pendidikan.
c. Jumlah kebutuhan sekolah dan UPTD terpenuhi. d. Terlaksanany ujian akhir sekolah.
e. Peningkatan mutu SDSN f. Peningkatan efektifitas KBM.
g. Peningkatan kretivitas guru, kepala sekolah dan pengawas. h. Kenaikan pangkat/ golongan untuk 1000 guru.
i. Peningkatan profesionalisme guru.
j. Terbentuknya paskibra dan paswal Kab. Pekalongan. k. 1 Unit gedung kantor UPTD Kec. Bojong.
l. Kelancaran dalamkegiatan pelatihan maupun rapat-rapat. m. Kelancaran prosees KBM.
n. Terwujudnya gedung sekolah yang representatif dan sarana pendidikan.
o. Terselenggaranya kegiatan ekstrakulikuler. p. Meningkatnya kwalitas pendidikan.
q. Terbangunnya ruang praktik yang representtif.
r. Pembinaan seni budaya dikalangan pelajar dan guru meningkat.
41
aa. Meningkatnya pelayanan pendidikan dan pemerataan jangkauan pelayanan pendidikan.
44. Mewujudkan penyediaan pelayanan pendidikan alternatif bagi yang tidak atau yang belum memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan formal, menyediakan pengetahuan dasar ketrampilan berusaha secara profesional serta meningkatkankualitas pendidikan luar sekolah sesuaidengan kebutuhan.
a. Kelancaran proses KBM dan kegiatan administrasi disekolah.
b. Tersedianya modul paket B.
c. Terlaksananya kegiatan pembelajaran kesetaraan paket B. d. Terlaksananya kegiatan pembelajaran kesetaraan paket A. e. Mutu pembelajararan PDBAI meningkat.
f. Ujian nasional program kesetaraan paket C untuk siswa exs formal.
g. Ujian nasional program kesetaraan paket A B dan C reguler 45. Meningkatkan budaya olah raga di lingkungan masyarakat
dengan harapan terwujudnya hidup sehat jasmani.
a. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembinaan olah raga prestasi dan non prestasi.
b. Meningkatnya peran serta KONI dalam pembangunan olahraga di Kab. Pekl.
c. Meningkatnya semangat berlatih olah raga prestasi.
d. Meningkatnya prestasi olahraga pelajar Kabupaten Pekalongan.
e. Meningkatnya prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan. f. Suksesnya Kab. Pekalongan di porprov 2009.
g. Peningkakatan nama baik kab. Pekalongan di dunia olahraga.
h. Pengiriman atlit berprestasi.
46. Meningkatkan sikap dari perilaku pemuda yang beriman, bertaqwa, mandiri, inovatif dan kreatif.
a. Terwakilinya kegiatan pemuda di kab. Dan terbinanya karangtaruna guna pemberdayaan masyarakat.
b. Peningkatan sumber daya kepemudaan Kab. Pekalongan. c. Terkirimya dan terpilihnya wakil pemuda pelopor Kab.
42
d. meningkatnya pembangunan kepemudaan di Kab. Pekalongan.
e. Meningkatnya persatuan dan kesatuan,kebersamaan, motivasi dan tanggungjawab pemuda dalam pembangunan di Kab. Pekl,.
f. Pemilihan dan pengiriman pemuda pelopor. g. Peningkatan wawasan generasi muda.
47. Meningkatnya pemasaran dan promosi pariwisata secara terpadu dan terkoordinasi secara berkesinambungan.
a. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.
b. Dikenalnya obyek wisata dan potensi wisata Kab. Pekalongan.
c. Peningkatan kunjungan pada pameran
48. Melakukan rehabilitasi dan pengadaan sarana prasarana pariwisata di 7 ODTW (baik 3 utama maupun 4 ODTW baru yang akan dikembangkan).
a. Meningkatnya fasilitas, sarana prasarana 7 OW. b. Tersedianya perencanaan OW.
c. Kelancaran pembangunan wisata yang sesuai kelayakan lingkungan.
49. Meningkatnya pemahaman Meningkatnya pemahaman budaya daerah dengan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pendataan, pengembangan dan pelestarian kebudayaan daerah.
a. Kelestarian nilai-nilai budaya daerah.
b. Meningkatnya peringkat MTQ/ STQ Kab. Pekl.
c. Semakin berkembangnya organisasi kebudayaan, kesenian dan kelestarian nilai budaya.
d. Meingkatnya fasilitas gedung kesenian sebagai sarana hiburan rakyat.
43
e. Meningkatkan kelestarian peninggalan leluhur. f. Meningkatnya pemahaman budaya masyarakat
50. Meningkatnya daya tarik seni dan budaya daerah dengan penambahan sebesar 2 even tiap tahun.
a. Terbinanya kebudayaan daerah Kab.
b. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambangan kesenian dan kebudayaan daerah.
c. Terwujudnya sarana prasarana budaya
51. Pelayanan kesehatan masyarakat miskin. a. Tersalurnya beras miskin kpd RTM.
b. Pasien askeskin di BP RSUD Kraton dapat terlayani.
c. Terwujudnya pelayanan penguburan mayat tak dikenal dan visum.
d. Tersedianya dana bantuan dana dana pendampingan pelayanan kesehatan miskin Kab. Pekalongan.
e. Terselenggaranya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
f. Terlayaninya kesehatan penduduk miskin di RS.
g. Peningkatan pelayanan transfusi darah bagi masyarakat miskin
52. Mencukupi sumber daya kesehatan dgn tercukupinya kualitas kuantitas tenaga dan sarana prasarana kesehatan.
a. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan. b. Tersedianya mobil ambulan.
c. Terpenuhinya kebutuhan bahan alat pakai habis. d. Terpenuhinya kebutuhan logistik rumah sakit.
e. Terpenuhinya kebutuhan obat- obatan di Rumah Sakit. f. Sarana Rumah Sakit tercukupi.
g. Terpenuhinya kebutuhan alat kantor dan rumah tangga rumah sakit.
44
h. Tersedianya ruang kemoterapi.
i. Terpenuhinya kebutuhan alat kesehatan IGD.
j. Terpenuhnya kebutuhan bahan dan reagen laboratorium rumah sakit.
k. Terpenuhinya kebutuhan alkes medis dan dan non medis hemodialisa (cuci darah).
l. Terpenuhinya pasokan cadangan listrik di rumah sakit. m. Tersedianya sarana penyimpanana obat dan perbekalan
kesehatan.
n. Terpenuhinya kebutuhan bahan - bahan radiologi.
o. Terpenuhinya kebutuhan sarana penunjang radiologi dan suku cadang alkes di RSUD kajen.
p. Terpeliharanya ruang rawat inap.
q. Terpeliharanya ruang ICU, ICCU, NICU BP. RSUD Kraton dan RS kajen.
r. Terpeliharanya ruang poliklinik RSUD Kajen. s. Terpeliharanya saluran IPAL.
t. Terpeliharanya ruang cempaka. u. Pemeliharaan ruang nusa indah. v. Terpeliharanya ruang kenanga. w. Terpeliharanya ruang cendrawasih. x. Terpeliharanya ruang melati.
y. Terpeliharanya ruang mawar. z. Terpeliharanya ruang flamboyan. å. Terpeliharanya ruang bersalin.
ä. Terpeliharanya ruang instalasi laboratorium. ö. Terpeliharanya ruang instalasi farmasi. aa. Terpeliharanya gedung IBS.
bb. Terpeliharanya alat pemadam kebakaran. cc. Terpeliharanya ruang IGD.
dd. Pemeliharaan/ Perbaikan gedung fisioterapi. ee. Terpeliharanya gedung instalasi gizi.
45
gg. Terpeliharanya instalasi pengelolaan limbah Rumah Sakit. hh. Alat-alat kesehatan berfungsi dengan baik.
ii. Terpeliharanya mebeler rumah sakit dengan baik. jj. Perlengkapan Rumah Sakit berfungsi dengan baik. kk. Terpeliharanya ruang hemodialisa.
ll. Terpeliharanya diesel/ genset Rumah sakit.
mm. Terwujudnya distribusi air bersih rumah sakit dengan baik.
nn. Terwujudnya pemeliharaan komputer rumah sakit. oo. Terpeliharanya ruang rekam medis.
pp. Terpeliharanya parkir depan RSUD Kraton.
qq. Terwujudnya perbaikan ruangan, instalasi listrik dan perlindungan radiasi ruang rongten.
rr. Terwujudnya pemindahan alat rontgen/ X-Ray.
ss. Meningkatnya derajat kesehatan jemaah haji Kab. Pekalongan.
tt. Meningkatnya pelayanan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji.
uu. Tersedianya obat PKD sesuai standar mutu Yankesdas di puskesmas.
vv. Tersedianya bahan reagen laboaratorium di puskesmas dan Labkeda.
ww. Terpenuhinya kebutuhan obat- obatan dan bahan penunjang di RSUD kajen.
xx. Terakreditasinya puskesmas.
yy. Tercapainya type rumah sakit sesuai standar.
zz. Tersedianya data unit pelayanan kesehatan swasta yang sesuai dengan aturan dan perizinan.
åå. Tersedianya sarana pelayanan kesehatan yang memadai.
ää. Tersedianya alat kesehatan di puskesmas.
46
ggg. Tersedianya sumber daya penunjang kegiatan Yankkesmas dan informasi.
hhh. Tersedianya tenaga operator SIK di puskesmas dan dinas kesehatan.
dd. Pelayanan kesehatan dan rawat inap di puskesmas perwatan kandangserang.
53. Menurunkan angka kesakitan karena penyakit menular.
a. Menurunkan angka kesakitan dan kematian menular penyakit TB paru, Kusta, ISPA Diare dan penyakit kelamin, sehingga tdk menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. b. Menurunkan angka kesakitan penyakit menular bersumber
binatang.
c. Penurunan angka kesakitan dan penyakit PD3I, meningkatkan surveilance.
54. Meningkatkan cakupan imunisasi
a. Meningkatkan status gizi Bumil, KEK, Retri, angka kecukupan gizi, garam yodium dan penurunan prev KEP total.
55. Meningkatkan peran serta masyarakat melaui revalitas posyandu dengan mengaktivkan dan meningkatkan strata dan mandiri.
a. Meningkatnya mutu IRTP.
b. Meningkatkan mutu pelayanan farmasi.
c. Jaminan pelayanan kesehatan anaksekolah/ santri ponpes dan pengk. Mutu guru UKS.
d. Meningkatnya kesehatan ibu, anak dan lansia serta angka kematian ibu dan bayi.
e. Peningkatan perubahan perilaku menuju hidup sehat. f. Terwujudnya promosi kesehatan RS.
47
g. Terwujudnya cakupan desa siaga dengan SMD meningkatya peleyanan poskesten dan SBH.
h. Peningkatan strata posyandu di desa Terwujudnya sosialisasi dampak negatif rokok.
56. Meningkatkan mutu lingkungan hidup dengan membuat sarana jembatan dan rumah sehat percontohan serta sarana kese hatan ditempat umum.
a. Terwujudnya aksebilitas dan keterjangkauan Yankesdas di Desa
b. Teridentifikasinya masalah dan penyebab kematian secara akurat.
c. Terlayaninya kesehatan masyarakat kegawatdaruratan. d. Peningkatan pelaksanaan asuhan keperawatan kasus resiko
tinggi.
e. Tersedianya upaya penanganan kesehatan khusus (Kesehatan jiwa, mata dll).
f. Menurunkan faktor resiko penularan penyakit berbasis lingkungan.
g. Terselenggaranya kegiatan Pamsimas dalam rangka penyediaan air bersih
57. Meningkatkan partisipasi masyarakat akan tertib administrasi kependudukan dengan sosialisasi akan penduduk (KTP, KK dan Akta Catatan Sipil ).
a. Terwujudnya tertb dokumen capil
b. Terpenuhinya SDM SIAK di kecamatan. c. Terpenuhinya pelayanan penduduk miskin. d. Tersedianya data base kependudukan. e. Terwujudnya kelancaran pelayanan. f. Terlayaninya akta kelahiran.