• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI REZKI ROFIK ALHUDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI REZKI ROFIK ALHUDA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

REZKI ROFIK ALHUDA

MODIFIKASI SENYAWA PARASETAMOL

MENJADI O-4-FLUOROBENZOIL PARASETAMOL

DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT

(Mus Musculus)

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2013

(2)

i

SKRIPSI

REZKI ROFIK ALHUDA

MODIFIKASI SENYAWA PARASETAMOL

MENJADI O-4-FLUOROBENZOIL PARASETAMOL

DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT

(Mus musculus)

PROGRAM STUDI FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2013

(3)

ii

Lembar Pengesahan

MODIFIKASI SENYAWA PARASETAMOL MENJADI

O-4-FLUOROBENZOIL PARASETAMOL DAN UJI

AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT (Mus

Musculus)

SKRIPSI

Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang 2013

Oleh :

REZKI ROFIK ALHUDA NIM : 09040066

Disetujui Oleh :

Pembimbing I

Dr. Bambang Tri Purwanto, MS, Apt. NIP. 19571006 198503 1 003

Pembimbing II

Drs. H. Achmad Inoni, Apt NIP. 0020124205

(4)

vii Lembar Pengujian

MODIFIKASI SENYAWA PARASETAMOL MENJADI

O-4-FLUOROBENZOIL PARASETAMOL DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT

(MUS MUSCULUS)

SKRIPSI

Telah Diuji dan Dipertahankan di Depan Tim Penguji pada Tanggal 4 September 2013

Oleh :

REZKI ROFIK ALHUDA NIM : 09040066

Disetujui Oleh :

Penguji I Penguji II

Dr. Bambang Tri Purwanto. MS, Apt. Drs. H. Achmad Inoni, Apt. NIP. 19571006 198503 1 003 NIP. 0020124205

Penguji III Penguji IV

Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt. Sp.FRS Annisa Farida Muti, S.Farm., Apt.Msc

(5)

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan judul Modifikasi Senyawa Parasetamol Menjadi O-4-Fluorobenzoil parasetamol Dan Uji Aktivitas Analgesik Pada Mencit (Mus musculus), untuk memenuhi syarat pencapaian gelar sarjana Farmasi pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis banyak sekali mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, baik dukungan moral, material, tenaga maupun spiritual. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada:

1. Bapak Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Muhadjir Effendy M.AP. yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan di program studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Ibu Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Tri Lestari Handayani, S.Kp. M.Kep. Sp.Mat atas kesempatan yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan program sarjana.

3. Ibu Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Aini Alifatin. M.Kep atas kesempatan yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan program sarjana.

4. Ibu Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Dra. Uswatun Chasanah. M.Kes atas dukungan yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan program sarjana.

5. Bapak Drs. Bambang Tri Purwanto, M.S., Apt. dan Bapak Drs. H. Achmad Inoni, Apt., selaku pembimbing atas semua perhatian, bimbingan, dukungan moral dan bantuan selama penulis menyelesaikan skripsi ini.

(6)

ix

6. Ibu Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt. Sp. FRS dan Ibu Annisa Farida Muti, S.Farm., Apt.Msc selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan serta perhatian untuk memperbaiki skripsi ini. 7. Ibu Dian Ermawati. S.Farm, Apt. selaku dosen wali yang selalu

memberi dukungan dan nasehat kepada penulis.

8. Ibu Arina Swastika S.Farm, atas bantuannya dalam pelaksanaan sempro dan semhas.

9. Seluruh staf Dosen Prodi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang dan Bapak Ibu Dosen dari Unair atas ilmu yang diberikan selama penulis menempuh studi.

10. Seluruh staf Laboratorium, dan Bapak Hady serta Mas Tegar dari ITD Medicine Unair yang telah banyak memberi bantuan selama penyelesaian skripsi ini.

11. Keluarga di Pamekasan Madura yang saya sayangi, Ramah Ja’far Razaki dan Ibu syafiatun, dan adek Rize taufiq Ramadhan atas kasih sayang, dukungan, do’a dan semangat yang begitu tulus.

12. Teman-teman modifikasi Retno, Aty, Ona, Desi, atas kerja sama, bantuan dan hari-hari menyenangkan di laboratorium

13. Teman-teman Madura’,Sahabat karib, Selvi, Sarah, Bu Dwi, Mhar, Risa, Yunita, Tiwi, Hafiz

Kesempunaan Adalah milik Allah SWT, maka dengan kerendahan hati penulis meyadari adanya kekurangan. Penulis mengharapkan banyak masukan dan kritik maupun saran dari semua pihak untuk kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan khusu dalam bidang kefarmasian.

Malang, juli 2013

(7)

x

RINGKASAN

Modifikasi senyawa Parasetamol menjadi O-4-Fluorobenzoil parasetamol dan uji aktivitas analgesik pada mencit (Mus Musculus)

Dalam usaha mengembangkan senyawa parasetamol untuk mendapatkan aktivitas analgesik yang lebih tinggi, maka dilakukan preparasi senyawa parasetamol dengan 4-fluorobenzoil klorida untuk menghasilkan suatu senyawa baru yaitu O-4-Fluorobenzoil parasetamol.

Preparasi senyawa O-4-Fluorobenzoil parasetamol direaksikan melalui reaksi asilasi yaitu: adisi nukleofil pada gugus karbonil, disusul oleh eliminasi ion klorida. Pada penelitian ini yang bertindak sebagai nukleofil adalah gugus OH pada senyawa parasetamol yang menyerang atom C karbonil dari 4-fluorobenzoil klorida sehingga dapat membentuk senyawa O-4-Fluorobenzoil parasetamol.

Selanjutnya senyawa hasil modifikasi di uji titik lebur, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), uji kualitatif dengan spektrofotometer UV-Vis, dan identifikasi struktur dengan spektrofotometer IR serta spektrometer 1H-NMR, sekaligus uji aktivitas analgesik dengan metode writhing test. Dalam metode ini hewan coba akan diberikan senyawa penginduksi secara intraperitoneal. Pemberian senyawa penginduksi nyeri (larutan asam asetat 0,6%) diberikan setelah 20 menit dengan masing-masing dosis 25mg/kg BB, 50mg/kg BB, 100mg/kg BB dan pengamatan respon nyeri berupa geliat selama 30 menit. Setelah itu dihitung persentase hambatan nyeri dari frekuensi geliat yang didapat.

Senyawa hasil modifikasi yang diperoleh berupa serbuk putih dan tidak berbau. Dari hasil pemeriksaan titik lebur dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dapat dinyatakan senyawa hasil cukup murni, dan berdasarkan identifikasi struktur menggunakan spektrofotometer IR dan spektrometer 1H-NMR dapat dinyatakan bahwa senyawa hasil preparasi yang dihasilkan adalah O-4-Fluorobenzoil parasetamol.

Berdasarkan uji aktivitas yang dilakukan untuk senyawa uji O-4-Fluorobenzoil parasetamol pada dosis 25mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 38,55%, pada dosis 50mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 55,15% dan pada dosis 100mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 78,78% dengan ED50 sebesar 37,10 mg/kg BB. Sedangkan untuk

parasetamol sebagai senyawa pembanding pada dosis 25mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 18,78%, pada dosis 50mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 34,24% dan pada dosis 100mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 65,75% dengan ED50 sebesar 67,97 mg/kg BB.

Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa senyawa O-4-Fluorobenzoil parasetamol mempunyai aktivitas analgesik lebih besar dibandingkan dengan parasetamol.

(8)

viii ABSTRAK

Modifikasi senyawa Parasetamol menjadi O-4-Fluorobenzoil parasetamol dan uji aktivitas analgesik pada mencit (Mus Musculus)

Dalam mengembangkan senyawa parasetamol yang mempunyai aktivitas analgesik lebih tinggi, maka dilakukan modifikasi senyawa parasetamol dengan 4-fluorobenzoil klorida untuk menghasilkan senyawa baru yaitu O-4-Fluorobenzoil parasetamol. Preparasi dilakukan melalui reaksi asilasi menggunakan metode Schotten Baumann. Selanjutnya senyawa hasil di uji dengan uji titik lebur, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), uji kualitatif dengan spektrofotometer UV-Vis, dan identifikasi struktur dengan spektrofotometer IR dan spektrometer 1H-NMR, serta uji aktivitas analgesik dengan metode writhing test. Dimana senyawa uji disuntik secara intraperitoneal dengan masing-masing dosis 25mg/kg BB, 50mg/kg BB, dan 100mg/kg BB yang dibandingkan dengan senyawa pembanding parasetamol dan diberikan larutan CMC Na 0,5% sebagai kontrol. Hasil uji dinyatakan dengan ED50.

Senyawa O-4-Fluorobenzoil parasetamol memiliki ED50 sebesar

37,10mg/kg BB sedangkan untuk parasetamol sebagai pembanding memiliki ED50

sebesar 67,97mg/kg BB. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa senyawa O-4-Fluorobenzoil parasetamol mempunyai aktivitas analgesik lebih besar dibandingkan dengan parasetamol.

Keyword: modifikasi, O-4-Fluorobenzoil parasetamol, Schotten Baumann, aktivitas analgesik.

(9)

ix ABSTRACT

Modification of paracetamol compounds into O-4-Fluorobenzoil paracetamol analgesic activity test in mice (Mus musculus).

In developing compounds that have analgesic activity of paracetamol is higher, then the modification of compound paracetamol with 4-fluorobenzoil chloride to produce a new compound that is O-4-Fluorobenzoil paracetamol. Preparation is done through acylation reaction using Schotten Baumann. Further results on the test compound with a melting point test, thin layer chromatography (TLC), a qualitative test with UV-Vis spectrophotometer, and the identification of structures with IR spectrophotometer and 1 H-NMR spectrometer, and with the analgesic activity test writhing test method. Where the test compounds were injected intraperitoneally with 25mg/kg dose of each BB, 50mg/kg BB and 100mg/kg BB compared to reference compounda given paracetamol and CMC Na0,5% solution as a control. The test results revealed the ED50 compound

O-4-Fluorobenzoil parasetamol has ED50 of 37.10mg/kg whereas for paracetamol as

comparators have ED50 of 67,97mg/kg. based on these results, it can be concluded that

the compound O-4-Fluorobenzoil parasetamol has a greater analgesic activity than paracetamol.

Keyword: modification, O-4-Fluorobenzoil paracetamol, Schotten Baumann, analgesic activity.

(10)

x DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PENGUJIAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

RINGKASAN ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Hipotesis Penelitian ... 6

1.5 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1 Tinjauan Tentang Nyeri ... 7

2.1.1 Definisi Nyeri ... 7

2.1.2 Penyebab Nyeri ... 7

2.1.3 Klasifikasi Nyeri ... 7

2.1.4 Penanganan Nyeri ... 8

2.2 Tinjauan Tentang Analgesik ... 11

2.2.1 Definisi Analgesik ... 11

2.1.4 Klasifikasi Analgesik ... 11

2.3 Tinjauan Tentang Antiinflamasi Nonstreoid ... 11

2.4 Tinjauan Tentang Mekanisme Aksi Analgesik-Antiinflamasi ... 12

2.5 Tinjauan Tentang Parasetamol ... 15

2.5.1 Farmakodinamik Parasetamol ... 16

2.5.2 Farmakokinetik Parasetamol ... 16

2.1.4 Dosis Parasetamol ... 17

2.6 Tinjauan Tentang Reaksi Asilasi... 17

(11)

xi

2.8 Tinjauan Tentang Kemurniaan Senyawa hasil Modifikasi ... 19

2.8.1 Tinjauan Tentang Jarak Lebur ... 19

2.1.4 Tinjauan Tentang Kromatografi Lapis Tipis ... 20

2.9 Tinjauan Tentang Karakteristik Struktur... 20

2.9.1 Tinjauan Tentang Spektrofotometer UV-Vis ... 20

2.9.2 Tinjauan Tentang Spektrofotometer IR ... 20

2.9.3 Tinjauan Tentang Spektrometer Resonansi Magnet Inti (1H-NMR) ... 21

2.10 Tinjauan Tentang Metode Pengujian Aktivitas Analgesik ... 21

2.10.1 Metode Stimulasi Panas ... 21

2.10.2 Metode Stimulasi Listrik ... 22

2.10.3 Metode Stimulasi Tekanan ... 22

2.10.4 Metode Stimulasi Kimiawi ... 23

2.11 Tinjauan Tentang Uji Statistik ANOVA ... 23

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL ... 25

BAB IV METODE PENELITIAN ... 28

4.1 Bahan Penelitian ... 28

4.2 Hewan Coba ... 28

4.3 Alat ... 28

4.4 Prosedur Reaksi Modifikasi Struktur Parasetamol Dengan Pereaksi 4-fluorobenzoil klorida ... 29

4.5 Analisis Kualitatif ... 30

4.5.1 Pemeriksaan Organoleptis ... 30

4.5.2 Pemeriksaan Jarak Lebur ... 30

4.5.3 Identifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis ... 30

4.5.4 Identifikasi Struktur Senyawa Hasil Modifikasi ... 31

4.5.4.1 Identifikasi Struktur dengan Spektrofotometer UV-Vis ... 31

4.5.4.2 Identifikasi Struktur dengan Spektrofotometer IR ... 31

4.5.4.3 Identifikasi Struktur dengan Spektrofotometer Resonansi Magnet Inti (1H-NMR) ... 31

4.6 Uji Aktivitas Analgesik ... 31

(12)

xii

4.6.2 Pembuatan Larutan Asam Asetat 0,6% v/v dan CMC Na 0,5% b/v

4.6.2.1 Pembuatan Larutan Asam asetat 0,6% v/v ... 32

4.6.2.2 Pembuatan Musilago CMC Na 0,5% b/v ... 32

4.6.3 Pengaturan dosis ... 32

4.6.4 Pembuatan Sediaan Uji ... 33

4.6.5 Pemberian Sediaan Uji pada mencit ... 33

4.6.6 Pelaksanaan Uji Aktivitas ... 34

4.7 Analisis Data ... 34

4.7.1 Analisis Statistik ANOVA ... 34

4.7.2 Penentuan Hambatan Nyeri ... 35

BAB V HASIL PENELITIAN ... 36

5.1. Senyawa Hasil Modifikasi ... 36

5.1.1 Persentase Senyawa Hasil Preparasi ... 36

5.2. Analisis Kualitatif Senyawa Hasil Modifikasi ... 36

5.2.1 Analisis Kualitatif Dengan Pemeriksaan Organoleptis ... 36

5.2.2 Analisis Kualitatif Dengan Pemeriksaan Jarak Lebur ... 36

5.2.3 Analisis Kualitatif Dengan Kromatografi Lapis Tipis ... 37

5.3. Identifikasi Struktur Senyawa Hasil Modifikasi ... 38

5.3.1 Identifikasi Struktur Senyawa Hasil Dengan Spektorofotometer UV-Vis ... 38

5.3.2 Identifikasi Struktur Senyawa Hasil Dengan Spektrofotometer IR ... 40

5.3.3 Identifikasi Struktur Senyawa Hasil Dengan Spektrometer Resonansi Magnet Inti (1H-NMR) ... 41

5.4. Uji Aktivitas Analgesik ... 45

5.4.1 Penentuan Frekuensi Geliat ... 45

5.4.2 Analisis Data Dengan ANOVA ... 47

5.4.3 Perhitungan % Hambatan Nyeri ... 47

5.5 Penentuan ED50 ... 49

BAB VI PEMBAHASAN ... 51

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ... 57

(13)

xiii

7.2 Saran ... 57 DAFTAR PUSTAKA ... 58

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

V.1 Hasil Pemeriksaan Organoleptis Senyawa Hasil Modifikasi ... 36 V.2 Hasil Pemeriksaan Jarak Lebur Senyawa Hasil Modifikasi ... 37 V.3 Harga Rf Senyawa Hasil Modifikasi Dan Senyawa Induk

Parasetamol ... 37 V.4 Karakteristik Spektra Inframerah Senyawa Hasil modifikasi dan Senyawa Induk Parasetamol ... 42 V.5 Karakteristik Spektra 1H-NMR Parasetamol ... 44 V.6 Karakteristik Spektra 1H-NMR Senyawa Hasil Modfikasi ... 45 V.7 Frekuensi Geliat Pada Kelompok Uji O-4-Fluorobenzoil

Parasetamol, Kelompok Pembanding, Dan Kelompok

Control CMC Na 0,5% b/v... 46 V.8 Persentase Hambatan Nyeri Kelompok Senyawa Uji

O-4-Fluorobenzoil parasetamol Dan Senyawa Pembanding

Parasetamol ... 48 V.9 ED50 Aktivitas Analgesik O-4-Fluorobenzoil parasetamol

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1.1. Struktur Anilin Dan Turunannya ... 2

2.1. Skema Mekanisme Terjadinya Nyeri Dan Mekanisme Kerja Obat NSAID.. 14

2.2. Struktur Parasetamol ... 15

2.3. Mekanisme Reaksi Asilasi Secara Umum ... 17

2.4. Mekanisme Reaksi Asilasi Senyawa O-4-Fluorobenzoil parasetamol ... 19

3.1. Skema Kerangka Konseptual ... 27

4.1. Kerangka Uji aktivitas Analgetik ... 36

5.1. Spektra Ultraviolet Parasetamol Dalam Metanol ... 39

5.2. Spektro Ultraviolet Senyawa Hasil Modifikasi Dalam Metanol... 40

5.3. Spektra Inframerah Parasetamol Dalam Pellet KBr... 41

5.4. Spektra Inframerah Senyawa Hasil Dalam Pellet KBr ... 41

5.5. Spektra 1H-NMR Parasetamol Dalam Pelarut DMSO-D6 ... 43

5.6. Spektra 1H-NMR Senyawa Hasil Modifikasi Dalam Pelarut DMSO-D6 ... 44

5.7. Kurva Hubungan Antara Dosis Dengan % Hambatan Nyeri Senyawa O-4-Fluorobenzoil parasetamol ... 48

5.8. Kurva Hubungan Antara Dosis Dengan % Hambatan Nyeri Senyawa Parasetamol ... 49

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Surat Pernyataan ... 60

2. Daftar Riwayat Hidup ... 61

3. Perhitungan Persentase Hasil ... 62

4. Hasil Perhitungan ANOVA ... 63

5. Perhitungan % Hambatan Nyeri ... 66

6. Hasil Perhitungan ED50... 67

7. Tabel F ... 68

8. Tabel r ... 69

(17)

xvii

DAFTAR PUSTAKA

Adam, R., and Johnson, J.R., 1949. Laboratory Experiment In Organic Chemistry, 4th edition, Toronto: The Macmillan Company, p.55.

Amico-Roxas M, Caruso A, Daidone G, Leone V, Matera M, Plescia S, Raffa D, 1989. Domer, F.R., 1971.Animal Experimental in Pharmacological Analysis, Lousiana:

Charles Thomas publisher, pp. 275-317

Fessenden, R.J., dan Fessenden, J.S., 1999. Kimia Organik. Diterjemahkan oleh A.H. Pudjaatmaka. Jilid I, Edisi ke-3. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Fessenden, R.J., dan Fessenden, J.S., 1999. Kimia Organik. Diterjemahkan oleh A.H. Pudjaatmaka. Jilid II, Edisi ke-3. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Foye, W.O., 1981. Principle of Medical Chemistry. 2nd Edition. Philadelphia; Lea and Febiger, pp. 252-273

Ganiswarna, S. G., 1995, Farmakologi dan Terapi, Edisi Keempat, Jakarta: Bagian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Gringauz, A., 1997. Introduction to Medical Chemistry How Drugs Act and Why. Willey. VCH, New York, pp. 141-167

Katzung, B. G., 2007. Basic and Clinical Pharmacology 10th Edition. McGraw-Hill, pp.573

Marissa, D.A., 2007. Penentuan Sifat Lipofilik (Rm), Elektronik (pKa) Dan Sterik

(MR) Senyawa Aspirin Dan Salsilamida Serta Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Analgesik. Skripsi. Surabaya: Fakultas Farmasi Universitas Airlangga,

Hal. 34, 53.

Mulja, M., Suharman, 1995. Analisis Instrumental, Surabaya: Airlangga University Press.

Pavia, D.L., Lampman, G.M., Kriz, G.S., 1996. Introduction To Spectroscopy, A Guide For Students of Organic Chemistry, 2 nd Ed., Department of Chemistry. Washington: Harcourt Brace College Publishers. Pp.28-29.

Pine, S.H., Hendricson, J.B., Cram, D.J., and Hammond, G.S., 1988. Kimia Organik II, terjemahan : Roehyati, J., Susanti, W., terbitan keempat, Bandung: ITB Press. Sari, I.P., 2005.Statistik Praktis Untuk Farmasi, Yogyakarta: pustaka Mahasiswa.

(18)

xviii

Satiadarma, K., Mulya, M., Tjahjono, D.H., Kartasasmita, R.E., 2004, Asas

Pengembangan Prosedur Analisis, Edisi Pertama, Surabaya: Airlangga

Uneversity Press.

Sherma J., Fried B., 2003. Handbook of Thin-Layer Chromatography. 3rd Ed. New York-Basel:Marcel Dekker, Inc., p.69.

Silverstein, R.M., Bassler, G.C., Morril, T.C., 1981, Spectrometric Identification of

Organic Compound, 4th Edition, New York: John Willey and Sons Inc, pp. 95-135, 181-213, 305-329.

Siswandono dan Soekardjo, B., 1998. Prinsip-prinsip Rancangan Obat, Surabaya: Airlangga University Press.

Siswandono dan Soekardjo, B., 2000. Kimia Medisinal Edisi 1, Surabaya: Airlangga University Press.

Siswandono dan Soekardjo, B., 2000. Kimia Medisinal Edisi 2, Surabaya: Airlangga University Press.

Skoog A. Dauglas., 1985. Principles of Instrumental Analysis. 3rd Ed. Holt-Saunders, pp. 188,208, 346-349.

Tjay T.H., Rahardja K., 2002. Obat-obat Penting, Edisi ketiga, Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Turner, R.A., 1965. Screening Method in Pharmacology. Vol.1, New York: Academic Press, pp. 100-117

Vogel, A.I., 1968. A text Book Of Practical Chemistry Including Qualitative Organic

Analysis. 4th Ed. English Language Book Society and Longmans Green & Co Ltd. pp. 269-270

Referensi

Dokumen terkait

rata-rata berdasarkan kriteria akan mendapatkan penghargaan khusus, yaitu menempatkan foto anggota tim mereka di ruang kelas dan bingkisan yang menarik. Pada tahap

Namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emphaty tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, hal ini disebabkan dalam pelayanan servis sepeda motor

Menurut Houglum (2005), prinsip rehabilitasi harus memperhatikan prinsip- prinsip dasar sebagai berikut: 1) menghindari memperburuk keadaan, 2) waktu, 3) kepatuhan, 4)

P SURABAYA 03-05-1977 III/b DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUD Dr.. DEDI SUSILA, Sp.An.KMN L SURABAYA 20-03-1977 III/b ANESTESIOLOGI DAN

Penderita dengan preeklamsi berat dilakukan pengelolaan secara aktif bila didapatkan keadaan ibu dengan kehamilan > 37 minggu, adanya tanda-tanda gejala impending eklamsi,

Berdasarkan konsep di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa dalam mewujudkan suatu organisasi khususnya organisasi birokrasi yang baik dan sehat maka dalam setiap

Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa faktor-faktor yang memiliki hubungan signifikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi suntik pada pasangan usia subur (PUS) di

Tujuan dari uji coba ini adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik selama mengikuti pembelajaran menggunakan alat peraga mesin Carnot, selain itu juga untuk