ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB SUNTIK TRICLOFEM
Teks penuh
(2) KATA P. ii.
(3) iii.
(4) KATA PENGANTAR. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul : “Asuhan Kebidanan Akseptor KB Suntik Triclofem pada Ny. A P1 A0 Umur 28 Tahun dengan Peningkatan Berat Badan di PKD Wahyu Sehat Wonorejo Karanganyar Tahun 2012”. Karya Tulis Ilmiah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir sebagai salah satu syarat kelulusan Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan pengarahan dari berbagai pihak, Karya Tulis Ilmiah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Dra. Agnes Sri Hartati, M.Si, Selaku Ketua STIKes Kusuma Husada Surakarta. 2. Ibu Dheny Rohmatika, S.SiT, Selaku Ka. Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta 3. Retno Wulandari, S.ST, selaku dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penulis. 4. Kepala PKD Wahyu Sehat Wonorejo, yang telah bersedia memberikan ijin pada penulis dalam pengambilan data awal studi kasus ini. 5. Ny. A, yang telah bersedia menjadi responden dalam Karya Tulis Ilmiah ini. 6. Seluruh dosen dan staff Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta atas segala bantuan yang telah diberikan.. iv.
(5) 7. Bapak, Ibu, serta saudaraku yang telah memberikan doa, cinta, dan kasih sayangnya. 8. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam memberikan dukungan dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis membuka saran demi kemajuan penelitian selanjutnya. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.. Surakarta, Penulis. v. Juni 2012.
(6) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada Surakarta Program Studi DIII Kebidanan Karya Tulis Ilmiah, Juli 2012 GADING IFANASARI B09 022 ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB SUNTIK TRICLOFEM PADA Ny. A P1 A0 UMUR 28 TAHUN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DI PKD WAHYU SEHAT WONOREJO KARANGANYAR TAHUN 2012 (xii + 76 halaman + 1 tabel + 12 lampiran) INTISARI Latar Belakang : Salah satu metode kontrasepsi adalah kontrasepsi suntik yang didalamnya mengandung progesterone saja atau yang dikenal dengan sebutan Triclofem. Efek samping KB suntik Triclofem adalah kenaikan berat badan. Hipotesa para ahli, KB suntik merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus, yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari pada biasanya. Tujuan : Melaksanakan asuhan kebidanan akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan dengan menggunakan proses manajemen 7 langkah Varney. Penulis mampu menganalisa kesenjangan antara teori dan kasus nyata dilapangan termasuk faktor pendukung dan penghambat. Penulis mampu memberikan alternatif pemecahan masalah, mengembangkan saran secara operasional dalam memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan. Metodologi : Jenis studi kasus menggunakan metode deskriptif, lokasi di PKD Wahyu Sehat Wonorejo, waktu studi kasus dilakukan pada tanggal 01 – 31 Mei 2012, subyek studi kasus adalah Ny. A P1 A0 umur 28 tahun Akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan, tehnik pengumpulan data antara lain data primer, meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, observasi dan data sekunder yang meliputi studi dokumentasi dan stusi kepustakaan. Hasil : Asuhan yang diberikan yaitu beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan, informasi tentang efek samping dari KB suntik Triclofem, anjurkan untuk diet rendah kalori, anjurkan untuk olah raga teratur. Setelah dilakukan asuhan selama 4 minggu didapatkan hasil ibu sudah tahu tentang hasil pemeriksaan dan mengerti tentang efek samping dari KB suntik Triclofem, ibu bersedia untuk diet rendah kalori, bersedia untuk olah raga teratur. Kesimpulan : Pada kasus ini tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus yang ada dilapangan. Kata kunci : akseptor KB, Suntik Triclofem, kenaikan berat badan Kepustakaan : 26 literatur (2003 – 2011). vi.
(7) MOTTO DAN PERSEMBAHAN. MOTTO Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang yang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan. Tuhan telah menctapkan rezeki kita, bukan pada jumlahnya tetapi pada syaratnya. Maka, jadikanlah dirimu pandai, rajinkanlah dirimu, jujurkanlah dirimu, jadikanlah yang kau lakukan sebagai bukti kebenaran yang kau katakan. Dan janganlah kau katakan yang tidak pernah kau lakukan, setialah kepada yang benar. (Mario Teguh) Sempurnakanlah apa yang kita kerjakan dengan DO’A Knowledge is power. PERSEMBAHAN Karya Tulis Ilmiah ini penulis persembahkan kepada : 1. Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis. 2. Bapak, Ibu yang telah memberikan kasih dan sayang, serta motivasi dalam belajar. 3. Kakakku (Panama, Swestina, Meri, Wahyu, Mirna). dan. Keponakanku. Reza. dan. Fernand. 4. Temanku. Sinta,. Elfa. jazakumullohhu. khoiro. 5. Teman-teman. angkatan. berjuang 6. Almamater ku tercinta. vii. 2009. selamat.
(8) CURICULUM VITAE. BIODATA Nama. : Gading Ifanasari. Tempat / Tanggal Lahir. : Ngawi, 26 Nopember 1988. Agama. : Islam. Jenis Kelamin. : Perempuan. Alamat. : Dusun Kasreman RT 01 RW 02 Desa Kasreman, Kec. Kasreman, Kab. Ngawi, Jatim. PENDIDIKAN 1. SD N Kasreman III. Lulus tahun 2003. 2. SLTP N 2 Padas. Lulus tahun 2006. 3. SMK PGRI 4 Ngawi. Lulus tahun 2009. 4. Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada angkatan 2009 / 2010. viii.
(9) DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii KATA PENGANTAR .................................................................................. iv INTISARI .................................................................................................... vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................ vii CURICULUM VITAE ................................................................................. viii DAFTAR ISI ................................................................................................ ix DAFTAR TABEL ........................................................................................ xi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xii BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang....................................................................... 1 B. Perumusan Masalah ............................................................... 3 C. Tujuan Studi Kasus ................................................................ 3 D. Manfaat Studi Kasus .............................................................. 5 E. Keaslian Studi Kasus ............................................................. 5 F. Sistematika Studi Kasus ......................................................... 7. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Teori Medis ........................................................................... 9 1. Kontrasepsi ...................................................................... 9 2. KB Suntik ........................................................................ 14. ix.
(10) 3. KB suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) ... 20 4. Peningkatan Berat Badan ................................................. 24 B. Teori Manajemen Kebidanan ................................................. 30 1. Pengertian ........................................................................ 30 2. Manajemen Kebidanan ..................................................... 30 3. Data Perkembangan ......................................................... 43 C. Landasan Hukum ................................................................... 44 BAB III. METODOLOGI A. Jenis Studi Kasus ................................................................... 45 B. Lokasi Studi Kasus ................................................................ 45 C. Waktu Studi Kasus ................................................................ 45 D. Subyek Studi Kasus ............................................................... 46 E. Instrumen Studi Kasus ........................................................... 46 F. Tehnik Pengumpulan Data ..................................................... 46 G. Alat dan Bahan ..................................................................... 49. BAB IV. TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN A. Tinjauan Kasus ...................................................................... 51 B. Pembahasan .......................................................................... 70. BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................... 74 B. Saran ..................................................................................... 75. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN. x.
(11) DAFTAR TABEL. Tabel 2.1. Contoh menu makanan diet rendah kalori ............................... xi. 28.
(12) DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1.. Surat Ijin Studi Pendahuluan. Lampiran 2.. Surat Balasan Studi Pendahuluan. Lampiran 3.. Surat Ijin Penggunaan Lahan. Lampiran 4.. Surat Balasan dari Lahan. Lampiran 5.. Surat Permohonan Responden. Lampiran 6.. Informed Consent. Lampiran 7.. Format Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana. Lampiran 8.. SAP Efek Samping KB Suntik Triclofem + Leaflet. Lampiran 9.. SAP Diet Rendah Kalori + Leaflet. Lampiran 10. SAP Olahraga Teratur + Leaflet Lampiran 11. Lembar Observasi Lampiran 12. Lembar Konsultasi Proposal Karya Tulis Ilmiah. xii.
(13) BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Gerakan KB dan pelayanan kontrasepsi memiliki tujuan demografi yaitu mencegah terjadinya ledakan penduduk dengan menekan laju pertumbuhan penduduk (LPP) dan hal ini tentunya akan diikuti dengan menurunkan angka kelahiran atau TFR (Total Fertiliti Rate ) dari 2.87 menjadi 2.69 per wanita (Suratun dkk., 2008). Data yang didapatkan dari BKKBN, pada tahun 2009 peserta KB aktif sebesar 75,70%. Berdasarkan SDKI 2007, angka penggunaan kontrasepsi terbesar adalah suntik sebesar 71,6%, pil 13,2%, IUD 4,8%, implant 2,8%, MOW 3,1%, MOP 0,2%, pantang berkala 1,5%, senggama terputus 2,2% dan metode lainnya 0,4% (BKKBN, 2010). Program Keluarga Berencana memiliki banyak pilihan alat kontrasepsi mulai dari metode sederhana, efektif maupun mantap. Salah satu metode kontrasepsi adalah kontrasepsi suntik yang didalamnya mengandung progesterone. saja. atau. yang. dikenal. dengan. sebutan. Triclofem. (Saifudin, 2003). Peminat pemakai kontrasepsi suntik masih tinggi karena praktis. efektif, aman, tidak mempengaruhi ASI dan cocok untuk ibu. menyusui (Suratun dkk., 2008). Efek samping yang biasanya terjadi pada akseptor KB suntik Triclofem antara lain gangguan haid, berupa amenorea, menoragia, metroragia, dan.
(14) spotting. Sedangkan gangguan bukan haid, berupa sakit kepala, mual, muntah, rambut rontok, jerawat, kenaikan berat badan, kenaikan tekanan darah, penurunan libido, alergi, dan hiperpigmentasi (Hartanto, 2004). Hipotesa para ahli, KB suntik merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus, yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari pada biasanya (Hartanto, 2004). Peningkatan berat badan pada dewasa ini merupakan sesuatu yang menjadi masalah bagi sebagian orang, terutama orang pada orang dewasa berusia 25 tahun ke atas. Perubahan yang terjadi pada berat badan dalam waktu relatif singkat biasanya akan membuat mereka resah, hal ini terutama terjadi pada perempuan bila berat badannya mengalami peningkatan dari sebelumnya (Waspadji, 2003). Perubahan ini membuat mereka beranggapan bahwa berat badannya tidak ideal lagi, meskipun bila ditinjau dari segi kesehatan mungkin saja berat badannya tersebut tergolong ideal untuk orang seusianya (Waspadji, 2003). Peningkatan berat badan mungkin bagi beberapa orang tidak menjadi masalah besar, tetapi hal ini bagi sebagian wanita dapat mengurangi kecantikan dan membatasi aktifitas sehari-harinya (Suparto, 2000). Berdasarkan studi awal atau pendahuluan yang dilakukan di PKD Wahyu Sehat Wonorejo, didapatkan jumlah akseptor KB dari bulan januaridesember 2011 sebanyak 225 akseptor. Kontrasepsi suntik jenis Triclofem 123 akseptor (54,67%) suntikan jenis Cyclofem 65 akseptor (28,89%), pil 23 akseptor (10,22%), Kondom 5 akseptor (2,22%), implant 5 akseptor (2,22%) dan IUD 4 akseptor (1,78%), dan Dari seluruh jumlah akseptor KB suntik.
(15) Triclofem dengan jumlah 123 akseptor (54,67%). yang mengalami keluhan 80 akseptor (65,04%), yang tidak mengalami keluhan 43 akseptor (34,96%). Dari seluruh jumlah akseptor KB suntik Triclofem yang mengalami keluhan, peningkatan berat badan 45 akseptor (56,25%), yang mengalami pusing 15 akseptor (18,75%), yang mengalami. spoting 12 akseptor (15%), yang. mengalami mual 8 akseptor (10%). Berdasarkan data diatas, angka kejadian akseptor. KB Suntik yang. mengalami peningkatan berat badan tergolong masih tinggi. Maka penulis tertarik mengambil studi kasus dengan judul “Asuhan Kebidanan pada Ny. A P1 A0 umur 28 tahun Akseptor KB Suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan di PKD Wahyu Sehat Wonorejo”.. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah dalam studi kasus ini adalah “Bagaimana melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Akseptor KB Suntik Triclofem Pada Ny. A P1 A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan di PKD Wahyu Sehat Wonorejo dengan menggunakan manajemen kebidanan menurut Varney?”. C. Tujuan Studi Kasus 1. Tujuan Umum Melaksanakan asuhan kebidanan akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan dengan menggunakan manajemen Varney..
(16) 2. Tujuan Khusus a. Penulis mampu : 1) Melakukan pengkajian pada akseptor KB suntik Triclofem pada Ny. A P1A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan dalam bentuk data subyektif, maupun obyektif. 2) Melakukan interprestasi data dasar yang meliputi diagnosa kebidanan, masalah, dan kebutuhan pada akseptor KB suntik Triclofem pada Ny. A P1A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan . 3) Merumuskan diagnosa potensial pada akseptor KB suntik Triclofem pada Ny. A P1A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan. 4) Mengidentifikasi tindakan segera pada akseptor KB suntik Triclofem pada Ny. A P1A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan. 5) Menyusun perencanaan tindakan yang akan dilakukan sesuai pada akseptor KB suntik Triclofem pada Ny. A P1A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan. 6) Melaksanakan perencanaan tindakan asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik Triclofem pada Ny. A P1A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan. 7) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik Triclofem pada Ny. A P1A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan. b. Penulis mampu menganalisa kesenjangan antara teori dan kasus nyata dilapangan termasuk faktor pendukung dan penghambat..
(17) c. Penulis. mampu. memberikan. alternatife. pemecahan. masalah,. mengembangkan saran secara operasional dalam memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik Triclofem pada Ny. A P1A0 umur 28 tahun dengan peningkatan berat badan.. D. Manfaat Studi Kasus 1. Bagi penulis a. Menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan. b. Mampu menerapkan menejemen kebidanan 7 langkah varney pada akseptor KB Suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan. 2. Bagi profesi Sebagai masukan dalam upaya mengembangkan asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan. 3. Bagi institusi a. Rumah bersalin Mampu meningkatkan mutu pelayanan kebidanan pada akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan. b. Pendidikan Dapat digunakan sebagai bahan referensi dan sumber bacaan tentang asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan..
(18) E. Keaslian Penulisan Keaslian dari Karya Tulis Ilmiah dengan judul Asuhan Kebidanan Kebidanan pada Ny. A Akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan sudah pernah dilakukan oleh : 1. Ika widiyatik (2008), dengan judul “Asuhan Kebidanan Akseptor KB Suntik Depoprovera. Pada Ny. A Dengan Efek Samping Peningkatan. Berat Badan di BPS Dian Susanti Boyolali”. Peningkatan berat badan 7 kg Asuhan yang diberikan yaitu KIE dan diet rendah kalori serta olah raga yang teratur. Hasil dari asuhan yang diberikan memperlihatkan adanya penurunan berat badan yang dialami oleh akseptor KB suntik. Depo. provera adalah 1 kg , yang awalnya 57 menjadi 56 kg selama 4 minggu. 2. Dwi mariana puspita sari (2009),. dengan judul “Asuhan kebidanan. Akseptor KB Suntik Depo provera Pada Ny. R Dengan Peningkatan Berat Badan Di RB AN-NISSA Surakarta” peningkatan berat badan 8 kg asuhan yang diberikan yaitu KIE dan diet rendah kalori serta olah raga di rumah. Hasil dari asuhan yang diberikan memperlihatkan adanya penurunan berat badan yang dialami oleh akseptor KB Suntik Depo provera yaitu 3 kg, yang awalnya 69 kg menjadi 66 kg dalam waktu 4 minggu. 3. Wini swastika (2010), dengan judul “Asuhan Kebidanan Akseptor KB Suntik Depo provera Pada Ny.A Dengan Peningkatan Berat Badan Di Puskesmas Krembyongan Surakarta” peningkatan berat badan 8 kg asuhan yang diberikan yaitu KIE diet rendah kalori, olah raga teratur.
(19) serta menyarankan untuk pindah KB dari KB suntik triclofem menjadi IUD. Hasil dari asuhan yang diberikan memperlihatkan adanya penurunan berat badan yang dialami oleh akseptor KB suntik Depo provera yaitu 2 kg yang awalnya 59 kg menjadi 57 kg dalam waktu 4 minggu. Persamaan studi kasus ini terletak pada judul dan asuhan, sedangkan perbedaan studi kasus ini terletak pada subyek, waktu, dan lokasi pengambilan kasus.. F. Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini terdiri dari 5 bab yaitu : BAB I. PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, manfaat, studi kasus, tujuan studi kasus, keaslian studi kasus, dan sistematika penulisan.. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi teori medis tentang alat kontrasepsi yang meliputi pengertian, macam-macam alat kontrasepsi, KB suntik yang meliputi,. jenis. KB. suntik,. mekanisme. kerja,. efektifitas,. keuntungan, kerugian, efek samping, teori KB suntik MPA yang meliputi pengertian, mekanisme kerja, efektifitas, efek samping, keuntungan, kerugian, indikasi, kontraindikasi, teknik penyuntikan dan dosis, waktu penyuntikan dan peningkatan berat badan. Teori menejemen kebidanan, data perkembangan, dan kerangka konsep..
(20) BAB III METODOLOGI Bab ini berisi tentang jenis laporan studi kasus, lokasi studi kasus, subyek studi kasus, waktu pengambilan kasus, instrumen studi kasus yang digunakan, teknik pengumpulan data, alat-alat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan studi kasus ini. BAB IV TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini berisi tentang laporan kasus dengan menggunakan manajemen kebidanan menurut 7 langkah Varney mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi serta data perkembangan dengan. SOAP.. Sedangkan. dalam. pembahasan. penulis. menerangkan ada tidaknya kesenjangan antara teori dan kasus yang terjadi dilapangan. BAB V. PENUTUP Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan dirumuskan untuk menjawab tujuan penulisan dan merupakan inti dari pembahasan penanganan akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan. Sedangkan saran merupakan alternative pemecahan masalah dari kesimpulan.. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN.
(21) BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ͘ dĞŽƌŝDĞĚŝƐ ϭ͘ <ŽŶƚƌĂƐĞƉƐŝ Ă͘ WĞŶŐĞƌƚŝĂŶ ϭͿ <ŽŶƚƌĂƐĞƉƐŝ <ŽŶƚƌĂƐĞƉƐŝ ĂĚĂůĂŚ ƐƵĂƚƵ ĐĂƌĂ ƵŶƚƵŬ ŵĞŶĐĞŐĂŚ ƚĞƌũĂĚŝŶLJĂ ŬĞŚĂŵŝůĂŶ. LJĂŶŐ. ďĞƌƚƵũƵĂŶ. ƵŶƚƵŬ. ŵĞŶũĂƌĂŶŐŬĂŶ. ŬĞŚĂŵŝůĂŶ͕. ŵĞƌĞŶĐĂŶĂŬĂŶ ũƵŵůĂŚ ĂŶĂŬ ĚĂŶ ŵĞŶŝŶŐŬĂƚŬĂŶ ŬĞůƵĂƌŐĂ ƵŶƚƵŬ ŵĞŵďĞƌŝŬĂŶ ƉĞƌŚĂƚŝĂŶ ĚĂŶ ƉĞŶĚŝĚŝŬĂŶ LJĂŶŐ ŵĂŬƐŝŵĂů ƉĂĚĂ ĂŶĂŬ ;,ĂƌŶĂǁĂƚŝĂũŚ͕ϮϬϬϵͿ͘ ϮͿ ůĂƚŬŽŶƚƌĂƐĞƉƐŝ ůĂƚ ŬŽŶƚƌĂƐĞƉƐŝ ĂĚĂůĂŚ ĂůĂƚ ƵŶƚƵŬ ŵĞŶĐĞŐĂŚ ƚĞƌũĂĚŝŶLJĂ ŬĞŚĂŵŝůĂŶƐĞďĂŐĂŝĂŬŝďĂƚĂĚĂŶLJĂƉĞƌƚĞŵƵĂŶĂŶƚĂƌĂƐĞůƚĞůƵƌĚĞŶŐĂŶƐĞů ƐƉĞƌŵĂ;^ƵƌĂƚƵŶĚŬŬ͕͘ϮϬϬϴͿ͘ ϯͿ ŬƐĞƉƚŽƌ< ŬƐĞƉƚŽƌ < ĂĚĂůĂŚ ƉĞƐĞƌƚĂ ŬĞůƵĂƌŐĂ ďĞƌĞŶĐĂŶĂ ƉĂƐĂŶŐĂŶ ƵƐŝĂ ƐƵďƵƌ ĚŝŵĂŶĂ ƐĂůĂŚ ƐĞŽƌĂŶŐ ŵĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ ƐĂůĂŚ ƐĂƚƵ ĐĂƌĂ ĂůĂƚ ŬŽŶƚƌĂƐĞƉƐŝ ƵŶƚƵŬ ƉĞŶĐĞŐĂŚĂŶ ŬĞŚĂŵŝůĂŶ ďĂŝŬ ŵĞůĂůƵŝ ƉƌŽŐƌĂŵ ĂƚĂƵ ŶŽŶƉƌŽŐƌĂŵ;ŝŶŬĞƐ͕ϮϬϬϵͿ͘ ď͘ DĂĐĂŵͲŵĂĐĂŵŬŽŶƚƌĂƐĞƉƐŝ.
(22)
(23) ( .
(24) * .
(25) ( . ' +. %) , . # $
(26) .
(27) ( . . ( . - . . # $
(28) . %
(29) ( + . ( # $
(30) + . / / + . + . -
(31) ( " . ( 0 $
(32) . " # 1. . + .
(33) ' .
(34) .
(35) 2 . .
(36) +
(37) .
(38) .
(39) ' /. ' / .
(40) + . + . %
(41) .
(42) ^ƉĞƌŵŝĐŝĚĂ # . . 3 + .
(43) * + * + . . + ). .
(44) .
(45) . . + # $
(46) .
(47) ( / /.
(48) .
(49) 4 . 4 . . . . # . $
(50) .
(51) . . . 5+ $
(52) .
(53) . . 5+ $
(54) .
(55) 1. 1 . + . #. $
(56) . %
(57) 16'2" '7.
(58) 16'2" '7 " . . ). # $
(59) . -
(60) # . * &. (a) Yang hanya mengandung hormon progesterone 150 mg. (b) Yang mengandung 25 mg Medroxy progesterone acetat dan 5 mg estradiol cypionate yaitu cyclofem. (Suratun dkk., 2008).
(61) ( #
(62).
(63) *. * . + . .
(64) 8. 8 . .
(65) . # $
(66) . .
(67) # . & . 1 / /. + . !
(68) . 9 & .
(69) : .
(70)
(71) '("
(72) ' (. " , % .
(73) # / . .
(74) .
(75) ; ;5* 5;
(76) ;) 5 . # / .
(77) .
(78) </ - . . # $
(79) .
(80) ( & .
(81) +
(82). & + . =# > / )/ . +. .
(83) # ?.
(84)
(85) >
(86) . .
(87) 5 / . / .
(88) ( + / . 0 $
(89) . %
(90) 5/ / & / / . @ # $
(91) . -
(92) & # .
(93) 5/ / .
(94) & $) .
(95) . .
(96) .
(97) . /
(98). . + .
(99) 5/ / . . 5+ $
(100) . ,
(101) & .
(102) . .
(103) .
(104)
(105) ' .
(106) & .
(107) # . /
(108). ' . .
(109) 5/ . 5+ $
(110) . .
(111) 5/ # & . ( . -
(112) / & . ?.
(113) : .
(114) ?.
(115) ".
(116) . %
(117) . -
(118) / . .
(119) 5/ . ) . . .
(120)
(121) 1 . / # ) . . A . .
(122) '(" . . ;5* 5; '(" . .
(123) & . / . . /
(124). . & .
(125) # . 1 '(" ;5* 5;. B ) C@. %
(126) 5/ )+.
(127) * / . / * . ) '(" ;5* 5;. . .
(128)
(129) . '>) . # . / . . -
(130) 5/ .
(131) '(" . .
(132) 04 ) . . . .
(133) * / / . & . . .
(134) . + . ,
(135) 5/ .
(136) 2/ . # ' , / / . ! . '(" . 7) '(".
(137) ,)% . ) 16' > . 2 / . ' . * A . / 4) . + . . '.
(138) 5/ / . * . . '(" /. '(" . . 16=' . D . '(" . .
(139) >. . '(" . "#1 "#1
(140) "#1. "#1 . / . .
(141) '(" . ) .. . . ;ĞƉŽDĞĚƌŽŬƐŝWƌŽŐĞƐƚĞƌŽŶƐĞƚĂƚͿ & '(". DMPA adalah kontrasepsi yang berisi Depo Medoksi Progesteron. Asetat. 150. mg disuntikan. secara. intramuskuler. (IM) didaerah bokong yang diberikan setiap 12 minggu sekali (Everett, 2008).. ( & '(".
(142) ( .
(143) ( 3.
(144) . %
(145) ( . # $
(146) . 5/ / & '(". # / / ) - .
(147) . # / %
(148) . 5/ & '(".
(149) : ?.
(150) ".
(151)
(152) .
(153) ) .
(154) / . -
(155) .
(156) ( . %
(157) ( . !
(158). & '(".
(159) 5/ / .
(160) < . %
(161) < . -
(162) . ,
(163) < ) . !
(164) . .
(165) . / /. C
(166) * "#1 . $
(167) ' . # $
(168) . /. & . (".
(169) .
(170) . %
(171) ' . -
(172) & . ,
(173) # .
(174) .
(175) ' . 5+ $
(176). C
(177) 1 & '(".
(178) 6 .
(179) ; .
(180) ( . / / .
(181) ( .
(182) # . /
(183). # .
(184) * .
(185) .
(186). * B $ 2 . .
(187). (
(188) .
(189) .
(190) * .
(191). # .
(192) " / 3 .
(193) ( . . # / %
(194). $
(195) & '(".
(196) .
(197)
(198) + .
(199) * . .
(200) ( .
(201) ' . # / %
(202) . !
(203) * & '(".
(204) ) & . . . . . . . . .
(205) '(" % . # / %
(206) .
(207) . , 5+ $
(208) .
(209) 0 & . '(".
(210) # ? %), "#1. .
(211) # ? % .
(212).
(213) ' ? ), . (Wordpress, 2008).
(214). a. . & 0 %
(215) . . . + . / . . 3 3 3 +.
(216) #
(217) . @) @. # @ . b. =)/ .
(218) : . . 4 . ) ' / . . . . . ( . . / . 9 !
(219).
(220) .
(221) ( >>
(222) . . %
(223) # . ' ) . + + ' . + . + ;. . . + . . c. & .
(224) & . . / . . -
(225) .
(226) 6 + . . , . %
(227) * . . . d. & .
(228) ( # $
(229) . & .
(230)
(231) .
(232) & 15 ) . .
(233) & . # $
(234) .
(235) ( -
(236) . & 15 ?.
(237) 9 . & . . / . .
(238) / + . . . %
(239) ( ( . %
(240) . & .
(241) < . ' . . && A
(242) . . && 9 . , .
(243)
(244) # . # . + . .
(245) < . * ( ( ' 7 . . ; %2-
(246). * ,
(247). #
(248). &
(249). ( , 2
(250). ? 01&. ( .
(251). Sumber: (Mansjoer, 2003). # . (. ; -
(252). ' C,
(253). * ,
(254). #
(255). ( , 2
(256). . ?. ( .
(257). ;
(258). ' C, .
(259). * ,
(260). #
(261). &
(262). ( , 2
(263). -
(264) ( # !
(265) &. ?.
(266) . 4 . . / . .
(267) * .
(268) 4 . . . %
(269) (/ . (/ ?.
(270) ( / . .
(271) ( . /
(272). ( / . .
(273) ( . . . . . .
(274) ( .
(275). ( . . . / . -
(276) 9 ) . 4 .
(277) 4 . . ? .
(278) 4 . ?. * . .
(279) e. 7 ?. * A E A. Tinggi Badan - 150 F. 4. #
(280) . @) @. # @ 0 %
(281) . .
(282) . . Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapakan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisa data, diagnose kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi (Estiwidani dkk., 2008).. . ( 8 . -
(283) C . ? / . / . + " ) ?. . .
(284). ' /. ' / . / 5 . $
(285) .
(286)
(287). & . ;. ? 6 . 6. ? 6 . ". ? 6 + . . # . ? 6 . Pendidikan. : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dalam bidang kesehatan. Pekerjaan. : Untuk mengetahui penghasilan pasien, dapat mengetahui stasus gizi pasien. Alamat. : Untuk mengetahui alamat, tempat tinggal, dan lingkungan pasien. (Estiwidani dkk., 2008)..
(288). . 6 . 5 $
(289) &. / . + . !
(290) .
(291). 7 . 6 . 2 . . /. . . . .
(292) 5 . $
(293) .
(294). 7 . . . . 5 . $
(295) .
(296). 7 / . 6 ? :. +
(297)
(298) "
(299)
(300) 7 . . (2 . 7 . . 2 . 5 $
(301) . /
(302). 7 . & & ? . / .
(303) 5 $
(304) . " & . . #
(305) .
(306)
(307). 7 . 6 . 7 . 2 *&< '(.
(308) ) 5 . $
(309) " & . '( G. $ 2
(310) & . # / %
(311) .
(312). ).
(313) . ? ( . . . # $
(314) . " & . . . . . . /. . . . . . . -
(315) .
(316) ? 6 &"& . &" - &". . # $
(317).
(318) %
(319) ? ( . # $
(320) . " & . . !
(321) . -
(322) " + . ? " + . . # $
(323) . " & . . + . . !
(324) . ,
(325) . ? . # $
(326) . .
(327) # . ? 6 / . . # $
(328) . & . . . #
(329) .
(330). 7 .
(331) ( . . " &. 611. $
(332) .
(333). ' /.
(334). . ' . & ?. * ? 6 / . ;. 2$ A 2$ 0 .
(335) . " & . . $ 2 . & # / . %
(336) . 7 . ? 6 . . . . . 0 .
(337) . #. ? # ? %,, A %C, <. ,
(338) . ;. ? 6 . $ )! D2 0 .
(339) .
(340) * . ? 6. . . . 0 %
(341) . & . ? 6 3 . 0 %
(342) . & . ), . -
(343) .
(344). / .
(345) 1 ?. 7. ? 6 . / . 8 C
(346). (. ? 6 2 2 . 2 . 8 C
(347) . (. ? 6 . . 8 C
(348) . . ? 6. . . . 8 C
(349) .
(350) ?. >. ?. 6 . . .
(351) . . . 8 C
(352) . '. ?. 6 . . . 2 . 8 C
(353) . ". ?. 6 . . 8 C
(354) . 5 ? 6 2 8. C
(355) . %
(356) " ?. 9. ? 6 / . / 8. C
(357) . ) ? 6 / 2. 8 C
(358) . -
(359) . 5 ? 6 / . /2 8 C
(360) . %
(361). ' . ' . .
(362) 6 . B , 2 . B 2 ( %
(363) . . ' . / 5 . $
(364) .
(365) ' . ' . 5 $
(366) ( 8. -
(367) ?. ' . ?. ;" &. . ' . ' / ?.
(368) 1 .
(369) 1 & . .
(370) 1 .
(371) 1 A , . .
(372) 1 / . /
(373). 1 2 .
(374) 1 + .
(375) ; %
(376) . Data obyektif :
(377) 6 .
(378) .
(379) 8 . *'. ? 2$ A 2$ . 7. ? ) . D2 . ;. ? $ A ! D2 . #. ? %,, A %C, <. 0 .
(380).
(381) " . A , . -
(382) .
(383) (. ( ) . . 8 -
(384) . ( & '. + . + -
(385) . %
(386) . ( ) . / 8 -
(387) . . . . . . . . # $
(388) .
(389). . ! " #$ # ' . / > . / . / > . ) . ) ' . 8 C
(390) . . . . . 8 C
(391) . . # $
(392) . . . ) . . 8 C
(393) . & . ?.
(394)
(395) ( 15.
(396) 9 / & .
(397) / . + . .
(398) .
(399) ( . . . %
(400) & . . # $
(401) . !. # 1 . / . . . . 8 -
(402) . & . . . %&# ( / . .
(403) ) . 8 C
(404) 5+ &. . . ) . . A ! #
(405) . . ' . #4" 8 -
(406) ?. #. ? # /. ( . . 4. ? 4 /. ( / . . / . ". . ( . / / / . . ? ! . ( +. .
(407) ' ( ). Menurut Permenkes Nomor 1464/MENKES/PER/X/2010 pasal 9 bidan dalam menjalankan praktik, berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi: a. Pelayanan kesehatan ibu; b. Pelayanan kesehatan anak; dan c. Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana. Pasal 12 Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf c, berwenang untuk: a) Memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana; b) Memberikan alat kontrasepsi oral dan kondom. Pasal 13 Selain kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 12 Bidan yang menjalankan program Pemerintah berwenang melakukan pelayanan kesehatan meliputi: Pemberian alat kontrasepsi suntikan, alat kontrasepsi dalam rahim, dan memberikan pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit; Pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit hanya dapat dilakukan oleh bidan yang dilatih..
(408) BAB III METODOLOGI. A. Jenis Studi Kasus Karya Tulis Ilmiah ini merupakan laporan studi kasus dengan metode deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk memaparkan atau membuat gambaran tentang studi keadaan secara obyektif. Studi kasus adalah mengkaji suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal (Notoatmodjo, 2005). Studi kasus ini dilaksanakan pada Ny. A P1 A0 umur 28 tahun akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan dengan menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah Varney.. B. Lokasi pengambilan kasus Lokasi studi kasus adalah merupakan tempat atau lokasi pengambilan studi kasus (Notoatmodjo, 2005). Studi kasus ini dilakukan di PKD Wahyu Sehat Wonorejo.. C. Waktu Studi Kasus Waktu studi kasus adalah rentang waktu yang digunakan untuk pelaksanakan studi kasus (Notoatmodjo, 2005). Studi kasus ini dilakukan pada tanggal 01 – 31 Mei 2012..
(409) D. Subyek Studi Kasus Subyek adalah sumber utama data studi kasus, yaitu yang memiliki data mengenai variabel-variabel yang diteliti (Notoatmodjo, 2005). Subyek dalam studi kasus ini adalah Ny. A P1 A0 umur 28 tahun Akseptor KB suntik Triclofem dengan peningkatan berat badan.. E. Instrumen Studi Kasus Instrumen studi kasus adalah alat-alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data (Notoatmodjo, 2005). Instrumen pada kasus ini menggunakan pedoman wawancara dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada keluarga berencana dengan menggunakan pendekatan menejemen kebidanan 7 langkah Varney.. F. Teknik Pengumpulan Data 1. Data primer Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti terhadap sasarannya (Budiarto, 2002). Cara mendapatkan data primer dalam pengumpulan data antara lain sebagai berikut : a. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keadaan fisik pasien secara sistematis, dengan cara inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi, dan sesuai dengan format kebidanan ibu Akseptor KB suntik Triclofem (Varney, 2007)..
Garis besar
Dokumen terkait
Dilihat dari latar belakang diatas rumusan masalah pada penelitian ini adalah “apakah terdapat hubungan antara efek samping KB dengan skor kecemasan akseptor KB suntik 3 bulan
Tabel 3 menunjukkan bahwa pada efek samping gangguan menstruasi, perubahan berat badan, pusing (21,4%)dansakit kepala (14,3%) mayoritas dialami oleh pengguna suntik DMPA.Sedangkan
Dropout yang dilakukan oleh akseptor KB suntik adalah karena mengalami efek samping peningkatan berat badan yang menyebabkan kegemukan, mengalami efek samping pusing, mual
Berdasarkan hasil penelitian, efek samping akseptor KB suntik DMPA setelah 2 tahun pemakaian berupa gangguan menstruasi amenorea yaitu dari 74 responden, sebanyak 39
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan akseptor tentang KB suntik dengan kepatuhan akseptor KB dalam melakukan KB Suntik di
Responden dengan lama pemakaian lebih dari 1 tahun mayoritas mengalami efek samping gangguan haid, hal ini disebabkan pada pemakaian KB Suntik 3 Bulan dalam rentang waktu yang lebih
Dengan hasil penelitian ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui efek samping dari KB suntik 3 bulan salah yang berdampak pada kenaikan berat badan, sehingga masyarakat
Analisis Perbedaan Efek Samping Pada Pengguna KB Suntik 1 Bulan Dan 3 Bulan Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat nilai mean jumlah efek samping paling banyak adalah jenis KB suntik 1