DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
NEWS HEADLINES
JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART
Apresiasi IHSG yang terjadi dalam pekan lalu mensinyalkan positif bagi IHSG. Indikator teknikal mengkonfirmasikan trend menguat seperti yang tercermin pada indikator MACD. Demikian dengan indikator teknikal lainnya yakni lagging indikator yang tercermin dari indikator MA5 dan MA20 sinyal IHSG terkonfirmasi positif bagi IHSG.
JAKARTA INDICES STATISTICS
CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)
IHSG 5402.386 +8.622 9,196.716 5,441.306
LQ-45 896.300 +2.329 5,297.280 3,995.514
MARKET REVIEW
MARKET VIEW
Bursa saham Eropa tentatif melemah menanti hasil rapat European Central Bank (ECB), antara lain tentang suku bunga pada Kamis (9/3) malam waktu setempat serta karena merespon penurunan harga minyak mentah. Pasar juga mencermati kebijakan keuangan ECB ke depan. Harga minyak mentah turun lebih dari 5%, karena meningkatnya persediaan minyak AS menjadi 8,2 juta barel pekan lalu atau mencapai rekor tertinggi. Hal itu pula yang menyebabkan bursa saham Hong Kong tertekan yang dikontribusikan terutama oleh saham-saham energi.
Bursa saham Asia secara umum melemah pada perdagangan Kamis (9/3), kecuali Indonesia, Jepang, Filipina dan India. Bursa Cina melemah menyusul data Producer Price Index (PPI) bulan Februari 2017 yang naik 7,8% YoY dibanding 6,9% Yoy pada Januari. Kenaikan PPI itu diperkirakan akibat kenaikan harga komoditas, seperti baja dan bahan baku lainnya. Sedang Consumer Price Index (CPI) melambat 0,8% YoY, karena penurunan harga pada perayaan tahun baru Cina dan akibat cuaca dingin. Penjualan mobil di Cina periode Februari 2017 naik 8,9% YoY mencapai 1,5 juta unit akibat meningkatnya penjualan ritel. Namun penjualan mobil selama 2 bulan pertama tahun 2017 turun 2% YoY. Bursa Jepang menguat karena ekspektasi prospek laba eksportir menyusul melemahnya Yen. Yen melemah setelah data ADP Research Institute mengindikasikan penambahan angka pekerja oleh perusahaan dalam jumlah terbesar dalam hampir 3 tahun pada Februari. Sementara IHSG berkonsolidasi dan bergerak fluktuatif di dua arah. IHSG ditutup menguat 0,16% ke 5402,386. Investor asing mencatatkan net buy Rp 156,6 miliar.
Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2017 sebesar 3,3%, lebih tinggi dari tahun 2016 sebesar 3%. Namun laju pertumbuhannya masih lambat, bahkan lebih lambat dari rata-rata laju pertumbuhan dalam 2 dekade sebelum terjadi krisis keuangan. Hal itu disebabkan oleh keuntungan investasi dan aktivitas perdagangan yang masih lemah. OECD melaporkan risiko yang membayangi ekonomi global adalah ekonomi proteksionisme, perang dagang hingga volatilitas mata uang. World Bank mengingatkan perlambatan perdagangan dunia merupakan potensi masalah ekonomi global. Ketidakpastian kebijakan di Eropa dan Amerika Serikat berdampak negatif terhadap perdagangan, sehingga mengurangi pertumbuhan ekonomi global.
Isu keamanan juga masih menjadi perhatian saat ini. Keputusan Rusia membangun stasiun rudal Iskander di Kaliningrad memunculkan kekhawatiran atas keamanan di Eropa. Apalagi jika pembangunan itu dilakukan secara permanen. Tampaknya isu keamanan berkembang cukup merata di berbagai kawasan. Hal ini dapat mengganggu proses pemulihan ekonomi global. Dalam jangka pendek, pasar mencermati FOMC meeting The Fed pada 14-15 Maret 2017 tentang kenaikan Fed Fund Rate (FFR). Hasil FOMC meeting itu akan menjadi acuan strategi investasi bagi investor dan pengambilan kebijakan oleh negara-negara lain. Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan BI 7D RR rate.
Pemerintah akan mensyahkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, karena pelaku industri konstruksi tidak perlu khawatir dikriminalisasi ketika pekerjaan yang dilakukan bermasalah. Kegagalan bangunan karena kegagalan konstruksi terjadi ketika bekerja artinya masih ada di dalam kontrak kemudian. Jadi apabila ada sengketa paling tinggi akan diselesaikan melalui arbitrase. Seperti diketahui bahwa sektor jasa konstruksi memang telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Terlebih saat ini, seiring pertumbuhan ekonomi terus membaik, ditambah lagi dengan adanya kepastian hukum bagi pelaku industri jasa konstruksi. Optimistis sektor ini ke depan akan terus bertumbuh. pelaku industri konstruksi saat ini telah mendapatkan banyak pekerjaan baik di dalam dan di luar negeri. Tren industri konstruksi nasional menanjak. Oleh karena itu target 2019 diperkirakan bisa menciptakan 200 badan usaha naik dari kelas kontraktor menengah ke kontraktor besar. Saat ini sudah tercapai 70 persen dan diperkirakan dua tahun kedepan target ini bisa tercapai.
Sementara itu jelang pertemuan The Fed diperkirakan akan menjadi memicu fluktuasi pasar yang tinggi. Dalam pertemuan The Fed Maret ini diekspektasi berpeluang akan menaikan tingkat suku bunga acuan atau Fed Fund Rate. The Fed akan menggelar pertemuannya pada 14-15 Maret. Kendati demikian pasar akan menunggu laporan ekonomi terbaru dari AS seperti non farm payroll untuk petunjuk lebih lanjut akan kemungkinan kenaikan suku bunga. Sebelumnya data kerja AS dari sektor swasta yang dirilis pada hari Rabu lalu kembali mendukung lebih lanjut ekspektasi untuk the Fed menaikan suku bunga pada pekan depan. Tahun ini the Fed tampak serius akan kembali menaikkan suku bunga. Bahkan potensi kenaikan bisa dilakukan hingga 4 kali pada tahun ini. Artinya, terdapat potensi kenaikan suku bunga hingga 100 basis point. Kemungkinan besar The Fed menaikan suku bunga telah didukung oleh sejumlah data ekonomi dan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan perbaikan, ditambah data inflasi yang membaik. Artinya semakin terbuka suku bunga kenaikan.
Kenaikan suku bunga The Fed menjadi salah satu tantangan besar bagi perekonomian Indonesia. Antisipasi pun telah dilakukan oleh otoritas moneter Indonesia agar ekonomi mampu bertahan. Kondisi ekonomi Indonesia saat ini diharapkan mampu mengantisipasi kenaikan suku bunga AS. tersebut. Ppemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan, baik kebijakan fiskal hingga kebijakan moneter.
Jelang pertemuan The Fed pada pekan depan muncul ekspektasi besar terhadap kemungkinan suku bunga dinaikan. Sentimen ini mulai membawa dampak bagi pasar kawasan Asia, meski pada pembukaan perdagangan hari ini dibuka variatif. Sentimen tersebut juga akan berpengaruh bagi IHSG hari ini bergerak mixed, cenderung melemah.. • ADHI terbitkan obligasi Rp3,5 triliun
• ADHI targetkan kontrak baru 2017 Rp44 triliun
• WIKA memenangi tender jalan tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran • WIKA peroleh kontrak baru Rp 13,32 triliun di awal bulan ketiga 2017 • PGAS peroleh peringkat idAAA & prospek stabil dari Pefindo • KKGI keluarkan biaya eksplorasi USD 1,36 juta hingga Februari 2017 • TINS eksplorasi laut pada Februari 2017
• PPRO incar tiga proyek di Bandung • PPRO tambah tiga hotel
• Astra setor Rp 351 miliar ke SSIA awal April
• Laba MLPT 2016FY naik 49% YoY, penjualan turun 10,3% • POLY restrukturisasi utang
• POLY siapkan capex USD 20 juta
• BBRI targetkan bangun 25 outlet di tahun 2017 • MAYA targetkan 1 kantor cabang digital di tahun 2017 • BABP luncurkan Punyacelengan
• BNGA buyback saham
• BJBR dan BBTN jajaki penerbitan surat utang • Indomobil Finance rilis obligasi Rp 410 miliar
DAILY REPORT
10 March 2017 Support Level 5391/5380/5372 Resistance Level 5410/5417/5428 Major Trend Up Minor Trend UpDAILY NEWS
10 March 2017
DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
Adhi Karya (ADHI) berencana menawarkan obligasi Rp3,5 triliun pada semester I/2017. Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang nilainya mencapai Rp5 triliun. Adapun untuk sisanya sebesar Rp1,5 triliun akan diterbitkan pada tahun depan. Dana hasil emisi obligasi tersebut akan digunakan sebagai salah satu sumber pendanaan ekspansi pada 2017 dan pembayaran utang jatuh tempo obligasi.
Adhi Karya (ADHI) menargetkan kontrak baru Rp44 triliun pada 2017 dimana sekitar Rp22-Rp23 triliun diantaranya merupakan kontrak dari proyek LRT dan sisanya berasal dari proyek lain. Dengan target tersebut, perseroan menargetkan penjualan senilai Rp1,4 triliun pada 2017 atau meningkat 26% YoY. Dari penjualan itu, ADHI menargetkan laba bersih Rp503 miliar pada 2017.
Wijaya Karya (WIKA) berhasil memenangi tender jalan tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran dengan nilai proyek sebesar Rp 2,17 triliun. Perseroan berharap proyek akan berlangsung selama 457 hari kalendar kerja ini dapat berjalan dengan baik.
Wijaya Karya (WIKA) pada awal bulan ketiga 2017 telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 13,32 triliun atau mencapai 30,80% dari target kontrak baru tahun 2017 yang sebesar Rp 43,24 triliun. Sementara kontrak baru yang ditargetkan pada tahun 2017 meningkat 475% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perseroan tengah memproses kredit dan pinjaman sindikasi sebesar Rp 5 triliun dengan jangka waktu 3 tahun dan tingkat bunga yang kompetitif. Perseroan juga akan menerbitkan obligasi sekitar Rp 5 triliun-Rp 10 triliun dengan jangka waktu minimal 5-10 tahun.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAAA untuk Perusahaan Gas Negara (PGAS) dengan prospek peringkat stabil. Peringkat tersebut mencerminkan peran penting perusahaan bagi pemerintah Indonesia, posisi pasar perusahaan yang sangat kuat pada sektor distribusi dan transmisi gas domestik dan struktur permodalan yang konservatif. Namun peringkat itu dibatasi oleh risiko pasokan gas alam perusahaan. Peringkat akan diturunkan jika PGAS menarik pinjaman lebih besar dari yang diproyeksikan yang dapat melemahkan struktur permodalan dan proteksi arus kas secara signifikan. PGN menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2017 sekitar USD 500 juta atau setara Rp 6,674 triliun. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pengembangan jaringan pipa gas distribusi dan transmisi, serta kegiatan downstream, midstream, upstream dan supporting lainnya yang akan dilakukan bersama dengan entitas usaha.
Resources Alam Indonesia (KKGI) mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar USD 1.366.444 hingga Februari 2017. Aktivitas eksplorasi dilakukan oleh anak usaha perseroan yakni PT Insani Baraperkasa, dimana kegiatan eksplorasi pengembangan dilakukan di area Sub Blok Handil Bakti. Rencana aksi untuk Blok Loajanan akan terus dilakukan pemetaan geologi dan pembebasan lahan untuk menetapkan sub blok yang potensial di tambang. Untuk blok Separi masih dipelajari untuk dilakukan bor.
Timah (TINS) telah melakukan eksplorasi di laut pada Februari 2017 berupa kegiatan pemboran prospeksi & pemboran rinci di perairan Bangka dengan menggunakan 4 unit kapal bor. Kegiatan eksplorasi di darat pada bulan Februari 2017 meliputi pemetaan geologi, core logging, percontohan core, pengukuran grid bor dan pemboran timah primer di pulau Bangka dan Belitung. Biaya yang dikeluarkan atas kegiatan eksplorasi Timah di darat maupun di laut di daerah Bangka dan Belitung sampai dengan Februari sebesar
Rp 21,41 miliar dengan rincian sebesar Rp 10,54 miliar untuk biaya operasional dan Rp 10,87 miliar untuk biaya investasi. Hasil kegiatan eksplorasi hingga bulan Februari 2017 mendapatkan penemuan Sumberdaya baik di darat maupun di laut. Kegiatan eksplorasi di laut mendapatkan Sumberdaya Tertunjuk (indicated) sebesar 13 ton dan Sumberdaya Terukur (Measured) sebesar 1,019 ton.
Hingga periode 31 Desember 2016 Multipolar Technology (MLPT) membukukan laba bersih Rp 147,72 miliar atau naik dibandingkan sebelumnya Rp 99,17 miliar. Penjualan bersih turun menjadi Rp 1,92 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 2,14 triliun.
Asia Pacific Fibers (POLY) memperkirakan belanja modal sebesar USD 20 juta tahun ini. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan mesin pabrik. Pendanaan belanja modal bersumber dari kas internal senilai USD 10 juta dan sisanya diharapkan berasal dari dana hasil restrukturisasi dan mitra strategis untuk pengoperasian unit pirified terephtalate acid (PTA). Perseroan akan memanfaatkan dana untuk pembaruan mesin dan upgrade mesin lama untuk revamping. POLY juga sedang menjajaki mitra strategis untuk pengembangan bisnis PTA.
Asia Pasific Fibers (POLY) menargetkan persetujuan skema restrukturisasi utang dapat diperoleh pada awal semester II/2017 sehingga ruang gerak margrin menjadi lebih leluasa pada tahun ini. Saat ini proposal yang diajukan perseroan telah sampai di bawah level menteri sehingga diharapkan proposal tersebut dapat ditindaklanjuti lhe menteri. Adapun dua skema yang sedang dibahas terkait restrukturisasi adalah, pertama, penghapusan bunga dan kedua, jumlah utang dikonversi menjadi saham. Jika para kreditur setuju, 11% akan dipertahankan menjadi utang dan sisanya dikonversi ke saham.
Astratel Nusantara, anak usaha Astra International (ASII), akan membayar Rp 351 miliar kepada Surya Semesta Internusa (SSIA) sebagai uang muka pembelian saham pengelola jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada awal April tahun ini. Sisanya Rp 1,9 triliun akan dibayar pada Januari 2018.
PP Properti (PPRO) berencana membangun tiga hotel sepanjang 2017. Pembangunan hotel ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua tahun dan bisa meningkatkan pendapatan berkesinambungan. Hotel yang akan dikembangkan tahun ini berada di Surabaya dengan investasi Rp 57 miliar, Mataram (NTB) dengan investasi Rp 200 miliar, dan Labuan Bajo (NTT) senilai Rp 300 miliar.
PP Properti (PPRO) menargetkan pada tahun ini dapat menyelesaikan tiga rencana ekspansi di Bandung, Jawa Barat, baik melalui kerja sama dengan mitra lokal maupun akuisisi lahan. Perseroan sudah menjajaki peluang kemitraan dengan salah satu perusahaan di Bandung sejak 2015, namun hingga saat ini negosiasi masih berjalan alot. Namun, belakangan ini muncul juga opsi dari mitra tersebut untuk menjual putus lahan kepada PPRO tanpa kerja sama melalui joint venture. Hingga kini, kesepakatan kerja sama belum sepenuhnya jelas. Namun, mengingat negosiasi sudah berjalan lama, perseroan berharap keputusan akhir terkait kerja sama tersebut dapat ditentukan pada semester kedua tahun ini.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan membangun 25 gerai (outlet) digital tahun 2017 dengan biaya investasi Rp 1 miliar-Rp 3 miliar setiap gerai tergantung kecanggihan teknologi di kantor cabang tersebut. Saat ini perseroan sudah mempunyai 12 gerai
DAILY NEWS
10 March 2017
DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
BRI digital. Gerai tersebut menjadi amunisi BRI untuk menggaet pasar nasabah generasi milenia, atau generasi yang dalam kegiatan sehari-harinya sangat mengandalkan gawai dan teknologi. Saat ini terdapat 100 gerai cabang dual sistem atau cabang konvensional dengan dukungan digital. HIngga akhir tahun 2017, BRI berencana menambah 100 gerai cabang dual sistem tersebut. Selain efisiensi, perseroan berharap dengan adanya gerai digital dapat meningkatkan dana murah dan pendapatan non bunga BRI. Bank Mayapada Internasional (MAYA) menargetkan pada tahun 2017 bisa mempunyai satu kantor cabang digital. Perseroan belum memasukkan izin ke OJK. Namun jika konsep dan strategi sudah matang, maka MAYA akan segera memasukkan izin ke regulator. Pada kuartal III 2016, bank Mayapada mempunyai 207 cabang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank untuk membuka kantor secara digital. Hal ini dilakukan OJK dengan menerbitkan aturan
mengenai
digital branch
(kantor cabang digital) berupa surat NoS-98/PB.1/2016 pada 21 Desember 2016 lalu. Kantor cabang digital merupakan kantor atau unit bank yang khusus menyediakan dan
melayani transaksi dengan
digital banking.
MNC Bank (BABP) meluncurkan aplikasi
Punyacelengan
untukmemberikan layanan spesial kepada nasabah tabungan MNC
setelah sebelumnya meluncurkan aplikasi
Punyakartu
untukpemegang kartu kredit. Punyacelengan merupakan aplikasi mobile pertama di Indonesia yang dikembangkan untuk memberikan solusi kepada orang tua dalam memberikan pemahaman dasar nilai uang dengan konsep permainan yang menyenangkan (
gamification
).Punyacelengan
diluncurkan dalam rangka memperkuat komitmen perseroan dalam pengembangan inovasi produk dan layanan berbasis digital atau IT di tahun 2017. Pada tahun 2017, MNC Bank mengalokasikan Rp 80 miliar untuk memperkuat sektor IT. Investasi aplikasi ini sekitar Rp 3 miliar. MNC Bank menargetkan jumlah tabungan bertambah sekitar 15%-20% dengan nilai Rp 300-350 miliar pada tahun 2017. Perseroanmenargetkan pengguna
Punyacelengan
sebanyak 20-30 ribusampai akhir tahun 2017.
Bank CIMB Niaga (BNGA) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya aksi korporasi tersebut oleh RUPSLB yang rencananya akan diadakan pada 25 April 2017 dan persetujuan OJK.
Tiga Bank berencana menerbitkan obligasi dan sukuk tahun ini untuk memperkuat permodalan dan struktur pendanaan perusahaan. Ketiga bank tersebut adalah Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR), Bank Syariah Mandiri dan Bank Tabungan Negara (BBTN). BJBR berencana menerbitkan obligasi senior dan junior dengan nilai total Rp 2 triliun dengan tujuan untuk peningkatan modal. Selain itu, BBTN juga berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 10 triliun yang akan diterbitkan secara bertahap hingga tahun depan.
Indomobil Finance, anak usaha Indomobil Multi Jasa (IMJS), menerbitkan obligasi sebesar Rp 410 miliar melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap IV. Surat utang tersebut menawarkan kupon 8-9,4%.
DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
MARKET DATA
10 March 2017
COMMODITIES
DUAL LISTING
Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change (IDR)
Crude Oil (US$)/Barrel 49.56 0.28 TLKM (US) 29 9,825 64
Natural Gas (US$)/mmBtu 2.99 0.02 ANTM (GR) 0.05 708 0
Gold (US$)/Ounce 1200.75 -0.43
Nickel (US$)/MT 10200.00 -445.00
Tin (US$)/MT 19375.00 0.00
Coal (NEWC) (US$)/MT* 78.20 15.80
Coal (RB) (US$)/MT* 80.20 16.84
CPO (ROTH) (US$)/MT 662.50 -10.00
CPO (MYR)/MT 2956.50 -24.50
Rubber (MYR/Kg) 1106.50 -2.50
Pulp (BHKP) (US$)/per ton 701.13 10.76
*weekly
GLOBAL INDICES VALUATION
Change PER (X) PBV (X) Market Cap
Country Indices Price
%Day %YTD 2016E 2017F 2016E 2017F (USD Bn)
USA DOW JONES INDUS. 20858.19 0.01 5.54 17.40 15.74 3.46 3.25 5,916.4
USA NASDAQ COMPOSITE 5838.81 0.02 8.47 22.30 19.07 3.64 3.28 9,092.6
ENGLAND FTSE 100 INDEX 7314.96 -0.27 2.41 14.61 13.52 1.81 1.74 1,869.0
CHINA SHANGHAI SE A SH 3368.32 -0.74 3.65 13.59 11.89 1.44 1.31 4,353.2
CHINA SHENZHEN SE A SH 2102.35 -0.73 2.06 24.34 15.92 2.49 2.20 3,399.2
HONG KONG HANG SENG INDEX 23501.56 -1.18 6.82 11.78 10.77 1.16 1.08 1,915.6
INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5402.39 0.16 2.00 15.58 13.59 2.28 2.09 440.5
JAPAN NIKKEI 225 19318.58 0.34 1.07 18.22 16.74 1.70 1.59 3,022.4
MALAYSIA KLCI 1717.42 -0.47 4.61 16.30 15.28 1.63 1.55 232.6
SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3118.84 -0.84 8.26 14.49 13.49 1.16 1.11 352.7
FOREIGN EXCHANGE
FOREIGN EXCHANGE
Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change
USD/IDR 13,389.50 39.50 1000 IDR/ USD 0.07 -0.0002
EUR/IDR 14,161.67 29.92 EUR / USD 1.06 0.0000
JPY/IDR 116.30 -0.26 JPY / USD 0.01 0.0000
SGD/IDR 9,419.54 -4.91 SGD / USD 0.70 -0.0005
AUD/IDR 10,043.60 -10.59 AUD / USD 0.75 -0.0005
GBP/IDR 16,274.80 6.89 GBP / USD 1.22 -0.0010
CNY/IDR 1,937.40 -0.01 CNY / USD 0.14 0.0000
MYR/IDR 3,001.79 3.48 MYR / USD 0.22 -0.0003
KRW/IDR 11.56 -0.05 100 KRW / USD 0.09 -0.0009
CENTRAL BANK RATE
INTERBANK LENDING RATE
Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)
FED Rate (%) US 0.75 JIBOR (IDR) Indonesia 5.84
BI 7-Day Repo Rate (%) Indonesia 4.75 LIBOR (GBP) England 0.26
ECB Rate (%) Euro 0.00 SIBOR (USD) Singapore 0.17
BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.03
BOE Rate (%) England 0.25 Z TIBOR (YEN) Japan 0.03
PBOC Rate (%) China 4.35 SHIBOR (RENMINBI) China 4.11
INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS
IDR AVERAGE DEPOSIT
Description February-17 January-17 Description Rate (%)
Inflation YTD % 1.21 0.97 1M 6.11
Inflation YOY % 3.83 3.49 3M 6.26
Inflation MOM % 0.23 0.97 6M 6.20
Foreign Reserve (USD) 119.86 Bn 116.89 Bn 12M 6.1689
DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
MARKET DATA
10 March 2017
BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR
Date Agenda Expectation
10 Mar US Unemployment Rate Turun menjadi 4.7% dari 4.8%
10 Mar US Underemployment Rate --
11 Mar US Monthly Budget Statement Turun menjadi -$170.0 Bn dari $51.3 Bn
15 Mar US Empire Manufacturing Turun menjadi 15.0 dari 18.7
15 Mar US CPI MoM Turun menjadi 0.0% dari 0.6%
15 Mar US CPI YoY Naik menjadi 2.6% dari 2.5%
15 Mar US Retail Sales Advance MoM Turun menjadi -0.1% dari 0.4%
15 Mar US Business Inventories Turun menjadi 0.3% dari 0.4%
16 Mar FOMC Rate Decision Naik menjadi 0.75%-1.00% dari 0.50%-0.75%
Ket: (*) US Time (^) Tentative
LEADING MOVERS
LAGGING MOVERS
Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt
TLKM IJ 3960 2.06 7.45 ASII IJ 8250 -1.79 -5.61 BBCA IJ 15625 0.81 2.82 GEMS IJ 2560 -14.09 -2.28 BBNI IJ 6400 1.99 2.13 KLBF IJ 1460 -2.67 -1.73 CPIN IJ 3200 3.90 1.82 HMSP IJ 3980 -0.25 -1.08 BBRI IJ 12075 0.63 1.69 INCO IJ 2350 -4.47 -1.01 DNET IJ 1710 6.88 1.44 SRIL IJ 350 -12.94 -0.89 GGRM IJ 63625 1.27 1.42 BSIM IJ 810 -6.90 -0.84 EXCL IJ 2960 4.59 1.28 SMBR IJ 2370 -3.66 -0.82 BMRI IJ 11375 0.44 1.07 SCMA IJ 2740 -2.14 -0.81 UNTR IJ 25900 1.17 1.03 TBIG IJ 4990 -2.63 -0.57
UPCOMING IPO'S
Company Business IPO Price
(IDR)
Issued
Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter
PT Nusantara Pelabuhan Handal
Shipping Transportation
535.00 576.86 07-09 Mar 2017 16 Mar 2017 Trimegah Securities PT Bintraco Dharma Trade & Service
Auto Dealership
1750-2300 150.00 21-23 Mar 2017 30 Mar 2017 Ciptadana Securities CIMB Securities Indonesia
PT Forza Land Indonesia Property & Real Estate
300-350 312.50 TBA TBA Sinarmas Sekuritas
PT Anugerah Berkah Mandiri
Property & Real Estate
800-1250 3,333.33 TBA TBA RHB Securities, Mandiri, CIMB
Securities
PT Buyung Poetra Sembada
10 March 2017
DISCLAIMERThis report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
CORPORATE INFO
10 March 2017
DIVIDEND
Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment
BPFI 22.05 Cash Dividend 10 Mar’17 13 Mar’17 15 Mar’17 23 Mar’17
PPRO TBA Cash Dividend TBA TBA TBA TBA
ASII 113.00 Cash Dividend TBA TBA TBA TBA
CORPORATE ACTIONS
Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period
BPFI Rights Issue 613:100 284.00 02 Mar’17 03 Mar’17 09 Mar – 15 Mar’17
RIMO Rights Issue 5:597 101.00 06 Mar’17 07 Mar’17 13 Mar - 17 Mar’17
PPRO Rights Issue TBA TBA 30 Mar’17 31 Mar’17 06 Apr – 12 Apr’17
BKSL Rights Issue 5:3 112.00 TBA TBA TBA
BULL Rights Issue 1:1 100.00 TBA TBA TBA
BUMI Rights Issue TBA 926.00 TBA TBA TBA
GREN Rights Issue 1:20 550.00 TBA TBA TBA
PPRO Stock Split 1:4 -- 14 Feb’17 16 Feb’17 16 Feb’17
KKGI Stock Split 1:5 -- TBA TBA TBA
KICI Stock Split 1:2 -- TBA TBA TBA
ENRG Reverse Stock 8:1 -- 05 Apr’17 06 Apr’17 06 Apr’17
UNSP Reverse Stock 10:1 -- TBA TBA TBA
TOBA Tender Offfer -- 813.00 -- -- 28 Feb – 29 Mar’17
SOBI Tender Offfer -- 4250.00 -- -- 06 Apr – 05 May’17
GENERAL MEETING
Emiten AGM/EGM Date Agenda
POLY RUPST 09 Mar 2017
SCPI RUPSLB 09 Mar 2017
ADHI RUPST 10 Mar 2017
DAYA RUPSLB 10 Mar 2017
ICON RUPSLB 10 Mar 2017
WTON RUPST 13 Mar 2017
BMRI RUPST 14 Mar 2017
ETWA RUPSLB 14 Mar 2017
WSBP RUPST 14 Mar 2017
BBRI RUPST 15 Mar 2017
BSSR RUPST 15 Mar 2017
JSMR RUPST 15 Mar 2017
BBNI RUPST 16 Mar 2017
PTPP RUPST 16 Mar 2017
BBTN RUPST 17 Mar 2017
PANR RUPSLB 17 Mar 2017
WEHA RUPSLB 17 Mar 2017
WIKA RUPST 17 Mar 2017
WSKT RUPST 17 Mar 2017
CPGT RUPSLB 20 Mar 2017
10 March 2017
TECHNICAL ANALYSIS
10 March 2017
DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
TLKM
TRADING BUY
S1 3910 R1 3990 Trend Grafik Major Down Minor Up
S2 3830 R2 4070
Closing
Price 3960
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 3910-Rp 4070
• Entry Rp 3960, take Profit Rp 4070
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 68.11 Positif
MACD 10.07 Positif
True Strength Index (TSI) 29.68 Positif
Bollinger Band (Mid) 3878 Positif
MA5 3912 Positif 3,600 3,800 4,000 4,200 4,400 4,600
September October November December 2017 February March
TLKM Upward Sloping Channel
3,960 3,960 3,912 3,900 3,886.25 3,877 3,810 3,960 3,969.44 3,969.44 3,993.61 4,082.17 4,082.17 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 TLKM - Stochastic %D(6,3,3) = 82.72, Stochastic %K = 83.33, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00 82.716
80 20 82.716 83.3333 83.3333 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 0.0 TLKM - MACD (5,3) = -14.49, Signal() = -11.62 -14.4869 -11.6184 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 TLKM - TSI(3,5,3) = 29.68, Volume() = 83,224,896.00 27.325 0.00000 29.6803 83,224,89 TLKMWilliam's % R(14)= 0 00Volume()= 83 224 896 00 0.00000 83,224,89
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
BBNI
TRADING BUY
S1 6325 R1 6450 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 6200 R2 6575
Closing
Price 6400
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 6325-Rp 6575
• Entry Rp 6400, take Profit Rp 6575
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 12.56 Negatif
MACD -9.80 Positif
True Strength Index (TSI) 23.53 Positif
Bollinger Band (Mid) 2494 Positif
MA5 6325 Positif 4,600 4,800 5,000 5,200 5,400 5,600 5,800 6,000 6,200 6,400
September October November December 2017 February March
BBNI Wedge 6,277.5 6,125 6,033.33 5,629.75 5,144 5,144 5,144 6,290.63 6,325 6,375 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 BBNI - Stochastic %D(6,3,3) = 77.28, Stochastic %K = 79.17, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00 77.284
77.284 20 79.1667 79.1667 80 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 0.0 BBNI - MACD (5,3) = -19.99, Signal() = -12.25
-19.9893 -12.2527 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BBNI - TSI(3,5,3) = 23.53, Volume() = 11,001,500.00
16.3487 0.00000 23.5256
11,001,50
BBNIWilliam's % R(14)= 0 00Volume()= 11 001 500 00 0.00000
11,001,50
10 March 2017
TECHNICAL ANALYSIS
10 March 2017
DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
GGRM
TRADING BUY
S1 62800 R1 64025 Trend Grafik Major Down Minor Down
S2 61575 R2 65250
Closing
Price 63625
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 62800-Rp 64025
• Entry Rp 63625, take Profit Rp 64025
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 41.31 Negatif
MACD 25.15 Positif
True Strength Index (TSI) -23.96 Positif
Bollinger Band (Mid) 42354 Positif
MA5 63435 Positif 60,000 62,000 64,000 66,000 68,000 70,000 72,000 74,000 76,000 78,000
August September October November December 2017 February March
GGRM Upward Sloping Channel
63,625 63,435 63,118.8 60,956.9 60,089.1 60,089.1 60,075 63,625 63,625 64,187.5 66,000 66,052.6 66,052.6 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 GGRM - Stochastic %D(6,3,3) = 18.83, Stochastic %K = 21.95, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
20 18.8259 18.8259 21.9481 21.9481 80 -800 -600 -400 -200 0 200 400 600 800 1,000 1,200 0 GGRM - MACD (5,3) = 151.86, Signal() = 198.24 151.858 198.241 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 GGRM - TSI(3,5,3) = -23.96, Volume() = 284,500.00 -17.6268 -23.9626 0.00000 284,500 GGRMWilliam's % R(14)= 40 08Volume()= 284 500 00 -40.0844 284,500
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
ASII
TRADING BUY
S1 8200 R1 8325 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 8075 R2 8450
Closing
Price 8250
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band
Prediksi • Trading range Rp 8200-Rp 8450 • Entry Rp 8250, take Profit Rp 8450
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 7.77 Negatif
MACD -12.68 Positif
True Strength Index (TSI) 10.54 Positif
Bollinger Band (Mid) 1684 Positif
MA5 8420 Negatif 6,500 7,000 7,500 8,000 8,500 9,000
August September October November December 2017 February March
ASII Upward Sloping Channel
8,250 8,250 8,172.5 8,054.17 8,054.17 7,917 7,850 8,250 8,387.5 8,420 8,575 8,946.43 8,946.43 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 ASII - Stochastic %D(6,3,3) = 70.71, Stochastic %K = 46.53, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
46.5278 46.5278 20 70.7126 70.7126 80 -100.0 -50.0 0.0 50.0 100.0 0.0 ASII - MACD (5,3) = 17.33, Signal() = -11.42
-11.4242 17.3281 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 ASII - TSI(3,5,3) = 10.54, Volume() = 15,842,000.00
10.5415
0.00000
27.9825 15,842,00
ASIIWilliam's % R(14)= 46 43Volume()= 15 842 000 00 -46.4286
15,842,00
10 March 2017
TECHNICAL ANALYSIS
10 March 2017
DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
KLBF
TRADING BUY
S1 1450 R1 1485 Trend Grafik Major Down Minor Up
S2 1415 R2 1520
Closing
Price 1460
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area lower band
Prediksi • Trading range Rp 1450-Rp 1520 • Entry Rp 1460, take Profit Rp 1520
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 17.11 Positif
MACD -34.18 Positif
True Strength Index (TSI) -13.99 Positif
Bollinger Band (Mid) 6376 Negatif
MA5 1493 Negatif 1,380.0 1,440.0 1,500.0 1,560.0 1,620.0 1,680.0 1,740.0 1,800.0
August September October November December 2017 February March
KLBF Wedge 1,460 1,460 1,460 1,460 1,454.63 1,454.63 1,410.35 1,490.5 1,493 1,495.63 1,530 1,545.51 1,545.51 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 KLBF - Stochastic %D(6,3,3) = 44.80, Stochastic %K = 32.01, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
32.0106 32.0106 20 44.7972 44.7972 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 0.0 KLBF - MACD (5,3) = 6.69, Signal() = 3.20 3.20354 6.69034 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 KLBF - TSI(3,5,3) = -13.99, Volume() = 17,836,500.00 -5.97885 -13.9861 0.00000 17,836,50 KLBFWilliam's % R(14)= 85 71Volume()= 17 836 500 00 -85.7143 17,836,50
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
AKRA
TRADING BUY
S1 6100 R1 6275 Trend Grafik Major Down Minor Up
S2 5925 R2 6450
Closing
Price 6225
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area lower band
Prediksi • Trading range Rp 6100-Rp 6275 • Entry Rp 6225, take Profit Rp 6275
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 17.11 Negatif
MACD --34.18 Negatif
True Strength Index (TSI) -24.12 Positif
Bollinger Band (Mid) 6376 Positif
MA5 6210 Positif 5,400 5,600 5,800 6,000 6,200 6,400 6,600 6,800 7,000 7,200
August September October November December 2017 February March
AKRA Wedge 6,263.64 6,237.5 6,225 6,225 6,225 6,210 6,100 6,263.64 6,375 6,376.25 6,763.46 6,763.46 6,958.38 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 AKRA - Stochastic %D(6,3,3) = 17.96, Stochastic %K = 23.29, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
20 17.9558 17.9558 23.2906 23.2906 80 -100.0 -50.0 0.0 50.0 100.0 0.0 AKRA - MACD (5,3) = 17.12, Signal() = 25.03
17.1197 25.0316 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 AKRA - TSI(3,5,3) = -24.12, Volume() = 5,862,700.00
-24.116 -25.3558 0.00000
5,862,700
AKRAWilliam's % R(14)= 78 13Volume()= 5 862 700 00 -78.125
5,862,700
10 March 2017
TRADING VIEW
10 March 2017
DISCLAIMER
This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.
THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING
Price Support Resistance Indicators 1 Month
Ticker Rec
09-03-17 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low Agriculture
AALI Trading Sell 15225 15225 15100 14875 15100 15325 15550 Negatif Negatif Negatif 16275 14675
LSIP Trading Buy 1470 1470 1495 1425 1460 1495 1530 Negatif Negatif Negatif 1685 1470
SGRO Trading Sell 2040 2040 2010 1960 2010 2060 2110 Negatif Negatif Negatif 2080 1925
Mining
PTBA Trading Sell 10850 10850 10650 10650 10775 10900 11025 Negatif Negatif Negatif 11850 10625
ADRO Trading Sell 1685 1685 1670 1645 1670 1695 1720 Negatif Negatif Negatif 1755 1615
MEDC Trading Sell 2590 2590 2540 2440 2540 2640 2740 Negatif Negatif Negatif 2920 1365
INCO Trading Sell 2350 2350 2330 2270 2330 2390 2450 Negatif Negatif Negatif 2850 2300
ANTM Trading Buy 735 735 750 690 720 750 780 Positif Positif Negatif 860 725
TINS Trading Sell 980 980 965 930 965 1000 1035 Negatif Negatif Negatif 1145 940
Basic Industry and Chemicals
WTON Trading Sell 795 795 775 775 790 805 820 Negatif Negatif Negatif 845 800
SMGR Trading Buy 9250 9250 9350 8950 9150 9350 9550 Negatif Negatif Negatif 9875 8750
INTP Trading Buy 15500 15500 15875 15050 15325 15600 15875 Positif Positif Positif 16100 14800
SMCB Trading Buy 915 915 925 885 905 925 945 Positif Positif Positif 950 865
Miscellaneous Industry
ASII Trading Buy 8250 8250 8450 8075 8200 8325 8450 Negatif Negatif Negatif 8575 7850
GJTL Trading Buy 1195 1195 1235 1105 1170 1235 1300 Negatif Negatif Negatif 1295 1005
Consumer Goods Industry
INDF Trading Sell 8000 8000 7875 7875 7950 8025 8100 Negatif Negatif Negatif 8200 7800
GGRM Trading Buy 63625 63625 64025 61575 62800 64025 65250 Positif Positif Positif 66000 60050
UNVR Trading Buy 42425 42425 42575 41725 42150 42575 43000 Positif Positif Positif 42900 41000
KLBF Trading Buy 1460 1460 1520 1415 1450 1485 1520 Negatif Negatif Negatif 1550 1445
Property, Real Estate and Building Construction
BSDE Trading Buy 1765 1765 1785 1705 1745 1785 1825 Positif Positif Negatif 1920 1745
PTPP Trading Sell 3400 3400 3360 3250 3360 3470 3580 Negatif Negatif Negatif 3810 3440
WIKA Trading Buy 2480 2480 2550 2400 2450 2500 2550 Positif Positif Positif 2590 2450
ADHI Trading Sell 2290 2290 2260 2200 2260 2320 2380 Negatif Negatif Negatif 2400 1945
WSKT Trading Buy 2420 2420 2460 2320 2390 2460 2530 Positif Positif Negatif 2650 2400
Infrastructure, Utilities and Transportation
PGAS Trading Sell 2720 2720 2690 2650 2690 2730 2770 Negatif Negatif Negatif 3050 2630
JSMR Trading Sell 4530 4530 4490 4390 4490 4590 4690 Negatif Negatif Negatif 4990 4170
ISAT Trading Sell 6975 6975 6925 6825 6925 7025 7125 Negatif Negatif Negatif 7150 6200
TLKM Trading Buy 3960 3960 4070 3830 3910 3990 4070 Positif Positif Positif 3980 3810
Finance
BMRI Trading Buy 11375 11375 11550 11175 11300 11425 11550 Positif Positif Positif 11600 10900
BBRI Trading Buy 12075 12075 12275 11900 12025 12150 12275 Positif Positif Positif 12125 11650
BBNI Trading Buy 6400 6400 6575 6200 6325 6450 6575 Positif Positif Positif 6375 5500
BBCA Trading Buy 15625 15625 15925 15325 15525 15725 15925 Positif Positif Positif 15700 14950
BBTN Trading Buy 2080 2080 2150 2000 2050 2100 2150 Positif Positif Positif 2280 1875
Trade, Services and Investment
UNTR Trading Buy 25900 25900 26400 24050 25225 26400 27575 Positif Positif Positif 26600 21850