• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Pedoman Penulisan KTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Pedoman Penulisan KTI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

Di dalam pendidikan tinggi kita mengenal karya ilmiah yaitu Karya Tulis Ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi yang masing-masing berkaitan dengan program pendidikan jenjang D.III, sarjana, magister dan doktor

Pendidikan D. III Keperawatan di Akademi Keperawatan Setih Setio Muara Bungo penulisan karya tulis ilmiah sebagai tugas akhir untuk menyelesaikan pendidikan .

A. PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI).

KTI untuk program D. III Keperawatan adalah karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa pada akhir tahap akademik. Penulisan KTI sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tahap akademik yang merupakan bukti kemampuan peserta dalam hal penguasaan metodologi maupun substansi penerapan asuhan keperawatan dalam memahami suatu masalah.

Penguasaan tentang substansi dan metodologi asuhan keperawatan diharapkan mengakomodasi berbagai jenis rancangan asuhan keperawatan.

B. BOBOT KTI

Bobot KTI dihitung berdasarkan kredit semester yang setara dengan 3 SKS atau kira-kira bobot kerja selama 45 hari, 6 – 8 jam sehari baik di lahan praktek rumah sakit maupun di masyarakat.

C. PEMBIMBING

Setiap mahasiswa akan di bimbing oleh dua orang pembimbing yang merupakan staf pengajar dengan keahlian sesuai substansi yang bidang yang didapat oleh mahasiswa diketahui oleh Pudir I dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Direktur Akademi Keperawatan Setih Setio Muara Bungo.

(2)

Tugas Pembimbing

Secara umum tugas pembimbing adalah mengarahkan mahasiswa dalam mempersiapkan KTI. Adapun secara rinci tugas pembimbing meliputi hal-hal berikut :

1. Mengarahkan mahasiswa tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengkajian atau pengumpulan data yang akan dilakukan terhadap klien.

2. Membantu mahasiswa untuk memilih alternatif pendekatan masalah atau merumuskan diagnose keperawatan

3. Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana tindakan keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan.

4. Memberi petunjuk kepada mahasiswa dalam mencari bahan pustaka dan informasi pengumpulan data.

5. Membantu mahasiswa dalam kelancaran pelaksanaan penulisan karya tulis ilmiah. Dalam memonitor tugas dan bimbingan di gunakan buku bimbingan karya tulis ilmiah yang harus selalu di bawa mahasiswa pada saat bimbingan dan pembimbing harus menandatangani dan menulis catatan yang penting dalam buku tersebut.

TUGAS PEMBIMBING DI LAHAN :

Memonitor proses penerapan asuhan keperawatan pada pasien yang dilakukan oleh mahasiswa dan menanda tangani bukti kegiatan mahasiswa selama mahasiswa melakukan penerapan proses asuhan keperawatan.

Persyaratan untuk menjadi Dosen pembimbing

1. Mempunyai bidang ilmu yang sesuai dengan bidang kajian KTI mahasiswa

2. Jenjang pendidikan minimal Strata I dan D.III Keperawatan untuk pembimbing di lahan.

D. PESERTA

Peserta yang dapat mengikuti penyusunan KTI ini adalah mahasiswa tingkat III semester VI, dengan kriteria :

1. Telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 85% (116 SKS) dari jumlah SKS yang ditentukan untuk menyelesaikan program D.III Keperawatan pada Akademi Keperawatan. 2. Mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,00

(3)

E. WAKTU DAN TUGAS MAHASISWA 1. Waktu penyelesaian KTI

a. KTI harus sudah selesai dalam waktu selambat-lambatnya 1 bulan setelah pengumpulan data dilakukan.

b. Bila dalam waktu 2 minggu penyelesaian KTI belum mencapai 50 % (konsep KTI belum masuk ke pembimbing), maka pihak akademik wajib memberi peringatan kepada mahasiswa penyusun KTI, setelah mendapat laporan dari dosen pembimbing .

c. Bila dalam waktu 3 minggu penyelesaaian KTI belum mencapai 100% , maka pada mahasiswa wajib diberi peringatan terakhir oleh akademik dan masih di beri kesempatan untuk menyelesaikan KTI menjelang ujian dilaksanakan, kalau pada batas waktu tersebut mahasiswa yang bersangkutan dapat menyelesaikan KTI tersebut.

d. Bila pada batas ujian mahasiswa tidak dapat menyelesaikan KTI nya maka mahasiswa yang bersangkutan dianggap gagal.

2. Tugas dan hak mahasiswa

a. Menghubungi dosen pembimbing secara teratur sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dosen pembimbing untuk mendapatkan bimbingan .

b. Mematuhi saran-saran perbaikan dari pembimbing

(4)

BAB II

PROSEDUR PENYUSUNAN KTI

A. PEMBAGIAN KASUS

Sebelum peserta melaksanakan pembuatan KTI , langkah awal yang harus ditempuh peserta adalah pembagian bidang kasus kelolaan. Yang terdiri dari :

1. Bidang Keperawatan Medikal Bedah (KMB) 2. Bidang Keperawatan Maternitas

3. Bidang Keperawatan Anak

4. Bidang Keperawatan Gawat Darurat 5. Bidang Keperawatan Gerontik 6. Bidang Keperawatan Keluarga

Pembagian bidang kasus kelolaan dilakukan dengan cara undian dan dengan distribusi mahasiswa untuk setiap bidang secara proporsional dengan mempertimbangkan kondisi dilapangan

B. PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan data dilakukan selama minimal 3 hari terhadap kasus kelolaan yang dilakukan di Rumah Sakit atau di masyarakat sesuai dengan bidang kasus yang didapat. Apabila pengumpulan tidak tidak sampai 3 hari, maka kasus tersebut tidak bisa di teruskan atau ditindaklanjuti dengan cara kunjungan rumah.

Proses pengkajian / pengumplan data dilakukan dengan mengunakan format pengkajian yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap bidang.

Dalam proses pengumpulan data mahasiswa dipantau oleh dosen pembimbing dan Clinical Instruktur (CI) dari lahan..

C. PENULISAN LAPORAN

Kerangka Penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah sebagai berikut: 1. Bagian Awal

Terdiri atas :

a. Halaman Sampul

b. Halaman persetujuan Pembimbing c. Kata Pengantar

(5)

e. Halaman daftar tabel (jika Ada) f. Halaman daftar lampiran 2. Bagian Inti

Bagian inti terdiri dari :

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan

C. Metode Pengumpulan Data D. Ruang Lingkup

BAB. II : TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian B. Etiologi / Predisposisi C. Pathophisiologi D. Gambaran klinis E. Komplikasi F. Pemeriksaan Diagnostik G. Asuhan Keperawatan

BAB.III : TINJAUAN KASUS A. Pengkajian, meliputi :

1. Identitas klien/keluarga, penanggung jawab 2. Riwayat Kesehatan Klien (bila perlu genogram) 3. Pemeriksaan fisik

4. Pola fungsional (fokuskan pada permasalahan yang ada) 5. Data penunjang

6. Analisa data

B. Diagnosa Keperawatan/daftar masalah C. Perencanaan (Nursing Care Plan – NCP) D. Tindakan (Nursing Note)

(6)

BAB IV : PEMBAHASAN

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

B. Saran 3. Bagian akhir

Bagian akhir terdiri dari : Daftar Pustaka

(7)

BAB III

DESKRIPSI ORGANISASI KTI

A. Bab I Pendahuluan

Bab ini merupakan pendahuluan yang memberikan gambaran pada pembaca/ penilai/ pemerhati tulisan karya tulis ilmiah untuk memberikan gambaran awal tentang permasalahan yang akan dikupas dan diberikan solusinya oleh penulis.

Bab Pendahuluan terdiri atas : 1. Judul

Judul menggambarkan masalah keperawatan (kebutuhan dasar manusia) yang akan dijadikan fokus penulisan karya tulis.

Mis.

Asuhan Keperawatan pada Nn. W dengan Gastritis di Ruang Interne Rumah Sakit H. Hanafie Muara Bungo

2. Latar Belakang Masalah

Adalah sekumpulan data/fakta yang dianalisa oleh penulis, sehingga menjadi suatu hal yang penting dan menjadikannya alasan bahwa permasalaan itu perlu untuk dikaji dan dikupas secara mendalam melalui pendekatan ilmiah. Data/ fakta dapat diperoleh melalui sumber-sumber yang autentik (missal journal, laporan penelitian, media massa, rekapitulasi data, dll).

3. Tujuan Penulisan

Adalah sasaran yang ingin dicapai/ diperoleh oleh penulis saat menyusun Karya Tulis Ilmiah Komprehensif ini. Sebaiknya penulisan tujuan bersifat operasional/ bisa dicapai/ dinilai/diukur .

4. Pegumpulan Data

Adalah cara yang digunakan oleh penulis dalam mengumpulkan data guna penyusunan penulisan, misal :

1. Observasi – partisipatif : penulis melakukan pengamatan dan turut serta dalam melakukan tindakan pelayanan keperawatan

2. Interview : penulis melakukan pengumpulan data dengan cara tanya jawab 3. Studi literature/dokumentasi

(8)

B. Penulisan Bab II Tinjauan Pustaka

Adalah landasan teori yang digunakan oleh penulis dengan memberikan kesempatan pada penulis untuk mengembangkan konsep keperawatan sedemikian rupa berbagai sumber yang relevan, autentik dan actual. Tinjauan Pustaka memungkinkan penulis menuangkan kemampuan analisis terhadp teori yang dimunculkan dan diprediksi masalah yang mungkin timbul.

Kerangka konsep berorientasi kepada kebutuhan penulis, komponen yang bisa ditulis antara lain :

a. Pengertian : , tahun buku minimal 2000 keatas b. Etiologi / Predisposisi

c. Pathophisiologi (sebaiknya ditambahkan dengan skema) d. Gambaran klinis

e. Komplikasi

f. Pemeriksaan Penunjang

g. Asuhan Keperawatan (minimal 2 sumber)

Sebaiknya untuk kasus analisa permasalahan keperawatan yang mungkin timbul Fokus Intervensi di tuliskan tindakan utama untuk mengatasi masalah keperawatan yang timbul. Focus intervensi tetap mengacu pada referensi yang ada.

C. Penulisan Bab III Tinjauan Kasus

Bab ini berisi pengelolaan kasus yang dilakukan oleh penulis secara tim dengan petugas pelayanan (pendekatan manajemen keperawatan). Bab III memberikan gambaran secara lengkap tentang keadaan klien/keluarga/kelompok yang ditangani penulis. Pengelolaan klien dilakukan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Tinjauan kasus sebaiknya menggambarkan kemampuan analisa, dan pemanfaatan yang optimal berbagai factor yang turut mendukung perbaikan status kesehatan klien.

Data yang terkumpul dalam Bab ini antara lain : 1. Pengkajian, meliputi :

a. Identitas klien/keluarga, penanggung jawab b. Riwayat Kesehatan Klien (bila perlu genogram) c. Pemeriksaan fisik

d. Pola fungsional (fokuskan pada permasalahan yang ada) e. Data penunjang

(9)

Bila kasus keluarga disesuaikan dengan format pengkajian keluarga. 2. Perencanaan (Nursing Care Plan – NCP)

Tersajikan dalam bentuk matrix

Bila kasus keluarga disesuaikan dengan format penulisan askep keluarga 3. Tindakan (Nursing Note)

Tersajikan dalam bentuk matrix

Menggambarkan monitoring/ perkembangan pelayanan selama 24 jam 4. Evaluasi disajikan dalam Catatan Perkembangan (Nursing Progress) SOAP

Tersajikan dalam bentuk matrix

D. Penulisan Bab IV Pembahasan

Adalah kemampuan penulis di dalam mengupas, mengamati dan memberikan solusi dengan alasan-alasan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada bab ini penulis berorientasi pada problem solving dengan argumentasi ilmiah/ logis. Permasalahan yang timbul dalam Tinjauan Kasus dan tidak sesuai dengan konsep dasar yang dikemukakan pada Bab II, pengangkatan diagnose keperawatan, rencana tindakan yang ditawarkan ataupun respon manusia yang timbul akibat pelayanan yang diberikan. Pada Bab ini penulis dalam mempertahankan argumentasinya diperbolehkan mengutip sumber-sumber referensi yang relevan.

Pada Bab ini sangat tidak disarankan penulisan

1. Penulisan ulang/ sejenis pada Bab sebelumnya dengan redaksi yang berbeda 2. Membandinkan isi Bab II degan Bab III saja

3. Menyajikan kembali hal-hal yang sudah dituliskan pada Bab III tanpa memberikan klarifikasi ilmiah

4. Menuliskan tentang teori keperawatan murni.

E. Penulisan Bab V Penutup

Penulisan pada Bab ini berisi kesimpulan dan rekomendasi, sedangkan rekomundasi lebih menekankan pada usulan yang sifatnya operasional atau aplikatif. Rekomendasi bisa ditujukan pada institusi, organisasi profesi, anggota profesi, provider, mahasiswa keperawatan. Lebih baik lagi bila rekomendasi disertakan pula prosedur tetap/ protap yang dilaksanakan pada institusi pelayanan yang bersangkutan.

(10)

F. Bagian Akhir 1. Daftar Pustaka

Menggunakan APA 1994, menurut sumbernya Contoh

BUKU:

Dick, R, & Ramson, S. (2002). Nursing Cultur Issues and developments. Sydney: WB. Saunders Comp.

Mochtar, Rustam., (1998). Sinopsis obstetri dan Genikologi, Fakultas Kedokteran : Universitas Bandung.

JURNAL :

Fagard, R.H. (2003) Epidemiologi of Hypertension in elderly. American Journal of Geriatric Cardiology, 11 (1), 3-28

SURAT KABAR

Peran enterpreuner dalam pendidikan profesi, (15 Juli, 1995). Kompas, hlm 1 & 8

SUMBER ELEKTRONIK :

DAVISON R. & KocK (2001) Profesional Ethics, at

http:// WWW.is. Cityu. Edu.hk/research/resourches/ethics/eth cs htm

2. Lampiran

Bagian ini diawali dengan halaman kosong yang ditandai kata LAMPIRAN ditengah bidang pengetikan . Halaman ini tidak diberi nomor, tetapi ikut dihitung. Dalam Lampiran disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting untuk KTI, tetapi yang akan mengganggu kelancaran membaca bila dicantumkan di bagian utama KTI. Nomor lampiran dinyatakan dengan angka arab dan diketik ditengah bidang pengetikan .

(11)

BAB IV

FORMAT PENATAAN KTI

A. Kertas dan Pengetikan 1. Kertas

Kertas KTI yang digunakan berukuran A4 (21 cm X 29,7 cm) dengan berat kertas minimum 80 gram

2. Pengetikan

KTI diketik dengan komputer menggunakan program pengolahan kata (microsoft word) dengan pilihan huruf “Time New Roman” ukuran besar huruf (Font)

Naskah : 12 Judul bab : 14

Judul KTI: 14 s/d 16 (tergantung pada panjang pendeknya judul) judul bab dan judul KTI diketik tebal (bold).

Pengetikan naskah dilakukan pada satu sisi halaman saja (tidak timbal balik), dengan jarak pengetikan dua spasi , dengan batas ukuran pengetikan :

a. Tepi atas : 4 cm b. Tepi bawah : 3 cm c. Tepi kiri : 4 cm d. Tepi kanan : 3 cm

Setiap bab selalu dimulai pada halaman baru, judul bab diketik pada batas atas bidang pengetikan, disusun simetris menggunakan huruf besar tanpa digaris bawahi atau pembubuhan titik diakhir kalimat.

Penomoran bab dan sub-sub bab jarak baris dilakukan sebagai berikut: 1) Penomoran.

Bab, sub-sub bab, dan seterusnya (bila ada) dapat diberi nomor dengan cara : I. A. 1 a. 1) a)

(12)

2) Jarak Baris

Jarak antara judul bab dan awal adalah 4 spasi

Jarak antara akhir naskah dengan sub judul maupun antara sub judul dan jarak anak sub judul adalah 4 spasi

Jarak antara sub judul dan awal naskah berikutnya 2 spasi Jarak antara alenia 2 spasi

Jarak antar baris 2 spasi

3. Penulisan Halaman

Halaman bagian awal KTI ditulis dibagian bawah tengah halaman dengan menggunakan hurup romawi kecil

Bagian Inti KTI ditulis halaman dengan menggunakan hurup arab diletakkan pada kanan atas halaman. Untuk halaman yang mengandung judul bab, maka halaman diketik dibagian bawah tengah halaman / kertas.

B. Garis Bawah atau Cetak Miring dan Cetak Tebal. 1. Garis bawah

Setiap kata judul buku, nama majalah atau surat kabar, contoh: Kompas, Majalah Kesehatan, Jurnal Keperawatan

2. Cetak miring

Setiap kata dalam bahasa yang tidak sama dengan bahasa yang dipakai dalam karya tulis ilmiah, contoh : Community empowerment, ulcus pepticum, hepar.

Setiap kata yang dianggap penting oleh penulis. 3. Cetak tebal

(13)

BAB V

ACUAN DAN PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

Suatu karya ilmiah yang baik harus dilengkapi dengan acuan kepada sumber informasi untuk menguatkan pernyataan penulis. Sumber informasi tersebut dikumpulkan dalam suatu daftar acuan yang disebut DAFTAR PUSTAKA. Daftar pustaka adalah suatu daftar sumber informasi yang telah digunakan dalam KTI. Semua bahan pustaka yang dikutip penulis dicantumkan dalam daftar pustaka yang ditempatkan setelah bab terakhir KTI.

Sumber data atau informasi yang tidak dipublikasikan, berasal dari komunikasi langsung ataupun catatan kuliah tidak dicantumkan dalam daftar putaka. Untuk sumber informasi semacam itu, pengacuan dalam teks dicantumkan keterangan dalam tanda kurung siku. Sebagai contoh: [data tidak dipublikasikan], atau [ Supriyanto, wawancara, 18 Februari 2005].

A Kutipan dalam naskah KTI

Didalam naskah KTI, pengacuan pada sumber informal dapat merupakan bagian kalimat dengan mencantumkan nama penulis yang diacu, tahun serta halaman yang memuat informasi tersebut dalam tanda kurung. Sebagai contoh: ……….(Sampurno, 2001: 15) atau Sampurno (2001:15) menyatakan bahwa ……….dst.

B. Daftar Pustaka

Sumber informasi yang dicantumkan dalam daftar pustaka berupa : 1. Buku

2. Monografi.

3. Artikel dalam majalah

4. Makalah dari suatu pertemuan ilmiah.

5. Laporan atau penerbitan resmi suatu badan/instansi

Untuk sumber informasi yang ditulis oleh 2 pengarang, maka kedua nama pengarang dituliskan dengan menambahkan tanda ampersand “&” diantara kedua nama pengarang tersebut, untuk menggantikan kata “dan” atau “and”. Sedangkan untuk sumber informasi yang dituliskan oleh lebih dari 3 orang pengarang, hanya dituliskan nama pengarang pertama disertai “et al”

(14)

BAB VI UJIAN KTI

A. Syarat ujian KTI a. Syarat akademik:

1) KTI telah dinyatakan layak ujian, dan mendapat rekomendasi dari pembimbing KTI . 2) Telas lulus semua mata ajaran semester I – VI.

b. Syarat administarasi :

1) Melunasi semua kewajiban administrasi keuangan dengan menyerahkan foto copy bukti pembayaran

2) Telah mengembalikan semua buku atau barang lain milik intitusi

B. Pelaksanaan ujian

Ujian dilaksanakan oleh 3 orang penguji ditambah 1 orang moderator dari pembimbing. Lama ujian berkisar 50-60 menit dengan pembagian kira-kira sebagai berikut :

a. Pembukaan oleh pemimpin sidang ujian : ± 3 menit b. Penyajian oleh peserta : ± 10 menit

c. Tanya jawab : 30-45 menit

d. Penutup : ± 3 menit

3. Penilaian Ujian

Nilai ujian KTI diperoleh dengan mempertimbangkan beberapa hal yaitu nilai (antar 0 – 4 ), bobot nilai (1 s/d 4), dan mutu sebagai hasil perkalian antara nilai dan bobot.

Seorang penguji memberi nilai kepada peserta yang terlihat dalam tabel diatas . Nilai akhir dari penguji adalah 30/10=3. setelah nilai dari masing-masing penguji terkumpul , pemimpin ujian (ketua tim penguji )mengitung nilai rata-rata . Angka rata-rata dituliskan dengan dua desimal dibelakang koma.

Dalam memberikan penilaian, penguji akan memperhatikan materi penilaian sebagai berikut a. Penyajian lisan

1) Kemampuan peserta dalam batas waktu yang diberikan, untuk menyelesaikan intisari penulisan dengan ringkas dan jelas

2) Alat Bantu yang dipergunakan, 3) Kejelasan Penyampaian

(15)

b. Sistematikan penulisan

1) Keseniambungan antara alenia, antar bab dalam susunan atau urutan 2) Terjadinya atau tidaknya pengulangan yang tidak perlu

3) Cara penulisan daftar pustaka dan rujukan. c. Isi Tulisan

1) Kejelasan dan kepadatan pengungkapan isi

2) Relevansi teori, konsep dan bahan terhadap permasalahan yang dikemukakan, ketepatan penggunaan cara pengumpulan data, analisa dan pembahasan permasalahan yang dihadapi, penarikan kesimpulan serta ketepatan saran-saran yang diajukan.

3) Cara penyajian tabel, dan data pada umumnya.

d. Kesimpulan dan saran

1) Kesimpulan yang diajukan harus berdasarkan hasil yang didapat dan menjawab tujuan penelitian.

2) Saran yang dibuat harus cukup spesifik dan dapat dilaksanakan. e Tanya jawab

1) Kemampuan menjawab secara sistematis, jelas dan masuk akal dalam kaitannya dengan pertanyaan yang diajukan.

2) Pengusaan peserta dalam pengetahuan yang ada hubungan dengan KTI

C. Hasil Ujian

Segera setelah pemimpin sidang menyatakan ujian selesai, peserta ujian dipersilahkan untuk keluar ruang sejenak, hal ini dimaksudkan untuk memberi waktu kepada para penguji untuk menentukan apakah peserta lulus atau tidak.

Nilai lulus adalah gabungan dari nilai yang diberikan oleh para penguji dengan batas lulus adalah 2, 00. Pemimpin sidang akan membacakan nilai-nilai yang masuk tanpa menyebutkan nama penguji. Jika terdapat perbedaan nilai yang sangat besar kira-kira 0,6 atau lebih maka tim penguji akan membahas nilai nilai tersebut, sampai didapatkan nilai yang wajar dan disepakati bersama.

Terdapat dua kategori hasil ujian KTI yaitu, lulus dan tidak lulus 1. Lulus

a Lulus tanpa syarat, peserta dengan hasil ujian KTI lulus dapat secara langsung mencetak dan menjilid KTI untuk diserahkan kepada perputakaan.

(16)

b Lulus dengan syarat memperbaiki KTI

Apabila penguji ujian meminta peserta memperbaiki KTI, maka peserta wajib memperbaiki KTInya sesuai dengan usul-usul dan kritik yang diberikan pada saat ujian. Pemimpin sidang (pembimbing) akan memberikan catatan perbaikan KTI, yang sebelumnya sudah disepakati oleh tim penguji. Waktu untuk memperbaiki, mencetak , menjilid KTI sehingga menyerahkan ke perpustakaan tidak lebih dari 2 (dua) minggu sejak selesai ujian.

2. Tidak lulus

Bila peserta dinyatakan tidak lulus, maka kepadanya akan diberikan kesempatan sekali lagi untuk mengulang ujian KTI, yang selambat-lambatnya dilaksanakan 1 minggu setelah ujian pertama.

D. Penyerahan KTI

KTI yang sudah diperbaiki sebelum diserahkan ke Perpustakaan harus mendapat pengesahan terlebih dahulu dari pembimbing. Jarak waktu antara ujian KTI dengan penyerahan keperpustakaan paling lama 2 minggu, Jumlah KTI yang harus diserahkan oleh peserta adalah 1 buah.

Bahan-bahan untuk kelengkapan penyelesaian program

Untuk dapat dinyatakan telah menyelesaikan studinya seseorang peserta diharuskan menyerahkan beberapa bahan yang merupakan persyaratan ke Pudir I untuk dapat diikut sertakan dalam Yudisium, yaitu: Surat keterangan penyerahan KTI .

Yudisum

Yudisium merupakan pengesahan penyelesaian studi progran D.III Keperawatan. Sidang yudisium dihadiri oleh Direktur dan dan staf dosen. Sidang yudisium dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum wisuda dilaksanakan. Peserta yang dimasukan dalam yudisium adalah peserta yang melakukan ujian KTI minimal 1 minggu sebelum tanggal yudisium.

(17)

Contoh : halaman Pernyatan Persetujuan untuk diuji

“ KTI ini telah disetujui, untuk diperiksa dan dipertahankan di hadapan tim penguji ujian akhir program Akademi Keperawatan Setih Setio Muara Bungo”

PEMBIMBING I : PEMBIMBING II :

Nama Dosen Pembimbing Nama Dosen Pembimbing

Mengetahui : Direktur

(18)

Contoh : Halaman Persetujuan Penguji

HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI

Diterima dan disetujui oleh Dewan Penguji Ujian akhir Program Akademi Keperawatan Setih Setio Muara Bungo Tahun akademik 2013/2014.

Muara Bungo , ...

TIM PENGUJI

Ketua : ... ...

Anggota : 1. ... ...

(19)

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Pengertian KTI ... 1 B. Bobot KTI ... 1 C. Pembimbing ... 1 D. Peserta ... 2

E. Waktu dan Tugas Mahasiswa ... 3

BAB II PROSEDUR PENYUSUNAN KTI ... 4

A. Pembagian Kasus ... 4

B. Pengkajian / Pengumpulan data ... 4

C. Penulisan Laporan ... 4

BAB III DESKRIPSI ORGANISASI KTI ... 7

A. Bab I Pendahuluan ... 7

B. Bab II Tinjauan Pustaka ... 8

C. Bab III Tinjauan Kasus ... 8

D. Bab IV Pembahasan ... 9

E. Bab V Penutup ... 9

F. Bagian Akhir ... 10

BAB IV FORMAT PENATAAN KTI... 11

A. Kertas dan Pengetikan ... 11

B. Garis bawah atau cetak miring dan cetak tebal ... 12

BAB V ACUAN DAN PENULISAN DAFTAR PUSTAKA ... 13

A. Kutipan dalam naskah KTI ... 13

B. Daftar Pustaka ... 13

BAB VI UJIAN KTI ... 14

A. Syarat Ujian KTI ... 14

B. Pelaksanaan Ujian ... 14

C. Hasil Ujian ... 15

D. Penyerahan KTI ... 16 Lampiran

Referensi

Dokumen terkait

Dalam perkuliahan-perkuliahan beliau – beliau memegang mata kuliah Sejarah Islam Indonesia, Pengantar Ilmu Politik, dan Filsafat Sejarah – materi yang dibahas dalam

Hasil penelitian yang diperoleh adalah kasus spondilitis tuberkulosis yang ditemukan pada tahun 2014 sebanyak 44 pasien.. Penyakit ini dapat menyerang segala jenis kelamin dan

fraud dapat dilakukan dengan membuat prosedur yang tepat dalam perusahaan.. karena hal ini merupakan langkah awal untuk mencegah fraud. Prosedur yang tepat tidak

Buku ini menjelaskan Injil sejati yang harus dikembalikan kepada keaslian, yaitu Injil yang tidak hanya berkuasa untuk menyelamatkan semua orang yang memeluknya, tetapi juga

(1999) mengemukakan bahwa komitmen kepada organisasi merupakan hubungan terbalik dengan keinginan untuk meninggalkan organisasi (turnover intentions); orang-orang yang berada

Devile Bendera : Bendera Merah Putih, Panji PA, Panji Pathfinder, Panji Eager Beaver dan Panji Little Lamb memasuki ruangan, semua hadirin berdiri.(

Hasil pengamatan yang dilakukan di Terminal Petikemas Serbaguna (Multipurpose) Nilam Timur Surabaya, penulis menyimpulkan bahwa Prosedur Administrasi Bongkar dan

Hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh GCG dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan pada industri rokok yang terdaftar di