• Tidak ada hasil yang ditemukan

HARI MINGGU MISI SEDUNIA KE-87

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HARI MINGGU MISI SEDUNIA KE-87"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

HARI MINGGU

MISI SEDUNIA KE-87

20 Oktober 2013

Jakarta, Agustus 2013 Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia Jl. Cut Meutia 10 Jakarta – 10340 Buku ini terdiri dari :

1. Pesan Paus Fransiskus

2. Renungan 1 : Kegigihan Iman

3. Renungan 2 : Kita harus Berdoa dengan Tekun 4. Perayaan Ekaristi dan Ibadat Sabda Tanpa Imam 5. Bahan Temu Bina Iman Anak Misioner

(3)

Pesan Bapa Suci

Pada Hari Minggu Misi Sedunia ke-87

20 Oktober 2013

CAKRAWALA EVANGELISASI BARU : ANTUSIASME KESAKSIAN HIDUP

(4)

Saudara dan saudari yang kukasihi,

Tahun ini kita merayakan Hari Minggu Misi atau Evangelisasi menjelang penutupan Tahun iman, yang merupakan momen penting untuk mempererat persahabatan kita dengan Tuhan dan untuk menegas-kan perjalanan kita sebagai Gereja yang mewartamenegas-kan Injil dengan berani. Dalam perspektif ini saya ingin mengembangkan beberapa pemikiran.

1. Iman merupakan anugerah Allah yang berharga. Allah membuka hati kita agar kita dapat mengenal dan mengasihi Dia. Ia mau menjalin hubungan dengan kita agar kita dapat mengambil bagian dalam hidup-Nya agar hidup kita penuh makna, lebih baik dan lebih indah. Allah mengasihi kita! Akan tetapi iman itu meminta tanggapan kita, meminta agar kita berani menyerahkan diri kepada Allah, meminta agar kita mengasihi seperti Allah mengasihi, dan me- minta agar kita tahu berterima kasih kepada Allah atas kerahiman-Nya yang tak terbatas.

Iman itu tidak dianugerahkan kepada orang tertentu saja melainkan kepada semua orang sebab hati semua orang ingin dikasihi Allah, ingin me-ngalami keselamatan dari Allah! Iman itu adalah sebuah anugerah yang tak boleh dinikmati sendiri, melainkan harus dibagikan. Jika kita tidak berbagi iman itu, kita menjadi orang kristiani yang terisolir, yang mandul dan sakit.

Pesan Paus Fransiskus

(5)

Pewartaan Injil adalah bagian integral dari identitas murid Kristus dan komitmen konstan yang menjiwai kehidupan Gereja. “Semangat misioner

adalah tanda nyata kedewasaan komunitas gerejani”

(Benediktus XVI, Anjuran Apostolik Verbum Domini, 95). Setiap komunitas adalah “dewasa” apabila me-ngakui imannya dengan bangga, merayakannya dengan penuh sukacita dalam liturgi, mewujud-nya-takan kasih dan mewarmewujud-nya-takan Sabda Allah tak henti-hentinya sambil keluar dari lingkup hidupnya sendiri untuk dibawa ke “masyarakat pinggiran”, terutama kepada mereka yang belum sempat mengenal Kristus.

Konsistensi iman pada level pribadi dan komuniter diukur juga dari kemampuan berbagi iman itu dengan sesama, disebarluaskan, dijelmakan men-jadi kasih, memberi kesaksian tentang Kristus ke-pada orang yang dijumpai dan keke-pada mereka yang mengambil bagian dalam perjalanan hidup bersama dengan kita.

2. Tahun iman yang mengenangkan 50 tahun dimu-lainya Konsili Vatikan II, merupakan dorongan agar seluruh Gereja memiliki kesadaran baru akan keha-dirannya dalam dunia zaman ini dan akan misinya di antara bangsa-bangsa. Tugas misi ini tidak me-nyangkut hanya secara geografis tetapi juga bangsa-bangsa, kebudayaan-kebudayaan dan pribadi-pri-badi sebab “cakrawala iman” tidak hanya melintasi daerah dan tradisi-tradisi, tetapi juga hati setiap orang laki-laki dan perempuan.

Konsili Vatikan II telah menegaskan bahwa tugas perutusan misioner, memperluas cakrawa-la iman, adacakrawa-lah tugas setiap pribadi dan setiap

(6)

komunitas kristiani, ”Karena umat Allah hidup dalam

jemaat-jemaat, terutama dalam keuskupan-keus- kupan dan paroki-paroki, serta dengan cara tertentu yang nampak di situ, maka adalah juga tugas jemaat- jemaat itu memberi kesaksian akan Kristus di hadapan para bangsa”. (Ad Gentes, 37).

Setiap komunitas hendaknya merasa disapa oleh Yesus sendiri ketika Ia berpesan kepada para Rasul agar mereka “menjadi saksi-Nya di Yerusalem

dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis 1,8). Sapaan Yesus ini

merupa-kan dimensi mutlak kehidupan kristiani, sebab kita semua diutus mewartakan Injil dengan perkataan dan perbuatan kepada semua orang.

Saya mengajak para uskup, para imam, para dewan imam dan dewan pastoral, setiap orang dan setiap kelompok yang diberi tanggung jawab dalam Gereja agar memberikan perhatian khusus kepada dimensi misioner dalam program-program pasto-ral dan pendidikan, sadar bahwa tugas perutusan itu belum memadai kalau tidak mencakup tanggung jawab dan tekad “memberi kesaksian akan Kristus di hadapan para bangsa.” Dimensi misioner itu bu-kan sekedar sejumlah program dan kegiatan dalam kehidupan kristiani, melainkan semangat dan spiritu-alitas yang menjiwai semua segi kehidupan kristiani. 3. Sering karya evangelisasi menemukan hambat-an-hambatan bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam komunitas kristiani itu sendiri seperti kurang-nya semangat, tidak adakurang-nya sukacita, kurang minat dan lebih-lebih kurang pengharapan dalam mewar-takan pesan Kristus kepada semua orang dan dalam

(7)

membantu orang berjumpa dengan Kristus.

Masih ada orang yang berpikir bahwa me-wartakan kebenaran Injil memperkosa kebebasan manusia. Dalam hal ini Paus Paulus VI mempunyai kata-kata inspiratif, ”Tentu kelirulah memaksakan

sesuatu pada hati nurani saudara-saudara kita. Tetapi mengajukan kepada hati nurani manusia kebenaran tentang Injil dan penebusan dalam Yesus Kristus dengan jelas dan dengan menghormati sepenuh-nya pilihan-pilihan yang akan diambilsepenuh-nya nanti, ... itu merupakan suatu kehormatan bagi kebebasan manusia”. (Anjuran Apostolik Evangelii Nuntiandi,

80 / EN 80).

Dengan berani dan dengan senang hati serta dengan penuh hormat hendaknya kita senantiasa mengundang orang berjumpa dengan Kristus, dan menjadi pembawa Injil-Nya. Yesus telah datang di tengah-tengah kita untuk memperkenalkan jalan ke-selamatan dan kita telah diberi tugas perutusan untuk mewartakan keselamatan itu kepada semua orang sampai ke ujung bumi.

Sering kita saksikan bahwa kekerasan, ke-palsuan, dan kesesatanlah yang dikedepankan dan yang disodorkan. Maka pada masa kini adalah sangat urgen menampilkan hidup yang baik menurut Injil melalui pewartaaan dan kesaksian, dan ini hendaknya dilakukan mulai dari dalam Gereja itu sendiri. Sebab, dalam perspektif ini setiap penginjil hendaknya ingat sebuah prinsip yang mendasar, bahwa Kristus tak dapat diwartakan tanpa Gereja.

Paus Paulus VI menulis,”Penginjilan

(8)

ter-isolir; tetapi penginjilan adalah suatu kegiatan yang secara mendalam bersifat gerejani. Bila seorang pengkhotbah di tempat paling tersembunyi, seorang katekis, atau seorang pastor di tempat yang paling jauh, berkhotbah tentang Injil, mengumpulkan je-maat, mewartakan iman, melayani sakramen, meski-pun ia sendirian, ia melakukan suatu kegiatan ge-rejani. Ia tidak bertindak atas suatu perutusan yang berasal dari dirinya sendiri atau berdasarkan suatu inspirsi pribadi, tetapi dalam kesatuan dengan per-utusan Gereja dan atas nama Gereja”. (E.N. 60).

Dan ini memberi kekuatan kepada misi, pun pula membangkitkan kesadaran dalam sang misio- naris dan penginjil bahwa ia tak pernah sendirian, melainkan ia adalah bagian dari dari tubuh yang satu yang dijiwai oleh Roh Kudus.

4. Pada masa kini, mobilitas yang sudah umum dan kemudahan komunikasi melalui media, sudah men-capuradukan orang, bangsa, pengetahuan, pengala-man. Karena alasan kerja, keluarga-keluarga berpin-dah dari satu benua ke benua yang lain; pertukaran profesi dan kebudayaan, turisme dan fenomena serupa mengakibatkan pergerakan orang yang luas. Kadang-kadang komunitas-komunitas paroki pun merasa sulit mengenal dengan tepat dan pasti, sia-pa-siapa tinggal dalam satu daerah secara tetap atau hanya sementara.

Terjadi juga bahwa di daerah yang pernah ter-inspirasi oleh iman, bertambah jumlah orang yang merasa diri jauh dari iman, menjadi acuh tak acuh terhadap agama atau terikat dengan kepercayaan-kepercayaan lain. Tak jarang, beberapa orang

(9)

beriman mengambil keputusan yang menjauhkan diri dari iman, dan dengan demikian mereka sepantasnya menerima ‘evangelisasi baru’. Tambahan lagi bahwa masih begitu banyak umat manusia yang belum di-gapai oleh Kabar Baik Yesus Kristus.

Sementara itu, kita sedang mengalami suatu masa krisis yang menyentuh banyak aspek kehidup- an, bukan hanya dalam bidang ekonomi, finansial, keamanan, lingkungan, tetapi juga tentang arti ke-hidupan dan nilai-nilai mendasar yang menjiwainya. Kehidupan bersama ditandai oleh ketegangan dan konflik, yang menimbulkan kesulitan dan ketidak-nyamanan dalam mencari jalan bagi suatu perdamai- an yang lestari.

Dalam situasi yang rumit ini, di mana cakra-wala masa kini dan masa depan dikelabui oleh awan yang mengancam, menjadi lebih mendesak lagi membawa dengan gagah berani Injil Kristus. Injil ini menyampaikan warta tentang harapan, rekonsiliasi, persekutuan, kedekatan Allah dengan belaskasih-Nya, keselamatan-Nya serta berita bahwa kasih Allah itu mampu mengatasi kegelapan kejahatan dan me-nuntun di jalan kebaikan. Manusia masa kini mem-butuhkan cahaya yang pasti yang menerangi jalan-nya dan ini dia mendapatjalan-nya hajalan-nya dalam pertemuan dengan Kristus.

Mari kita bawa ke dunia ini, melalui kesak-sian dan kasih kita, harapan yang ditimbulkan oleh iman kita. Karya misi Gereja kita bukan proselitisme, melainkan adalah kesaksian hidup yang menerangi jalan, yang membawa harapan dan kasih. Gereja kita - saya ulangi sekali lagi - bukan organisasi sosial,

(10)

perusahaan atau LSM: dia adalah komunitas orang yang dijiwai oleh Roh Kudus, yang telah meng- alami dan menghayati kekaguman perjumpaan dengan Yesus Kristus dan ingin berbagi pengalaman kegembiraan ini, dan berbagi Pesan keselamatan yang dibawa oleh Tuhan. Roh Kudus lah sedang menuntun Gereja dalam perjalanan ini.

5. Saya ingin mengajak semua agar menjadi pembawa Kabar Baik Kristus dan saya sangat berterima kasih kepada semua misionaris, laki-laki dan perempuan, kepada para imam Fidei Donum, kepada para biara- wan/ti, kepada semua orang beriman yang semakin hari semakin banyak yang mendengar panggilan Tuhan dan meninggalkan tanah airnya guna melayani Injil di tempat dan kebudayaan yang berbeda. Saya ingin pula menggarisbawahi bahwa Gereja-gereja yang masih muda dengan berani mengambil komit-men untuk komit-mengirim misionarisnya kepada Gere-ja-gereja yang dalam kesulitan – tak jarang kepada Gereja-gereja yang lebih tua juga – dan dengan de-mikian membawa semangat yang segar dan antu-siasme yang menjadi ciri khas penghayatan iman-nya, yang memperbarui hidup dan memberi harapan. Sesuai dengan pesan Yesus “pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Mt 28:19), hidup dalam suasana universal ini merupakan suatu kekayaan bagi setiap Gereja lokal, bagi setiap komunitas; memberi-kan misionaris tak pernah menjadi suatu kerugian, se-baliknya suatu keuntungan.

Saya mendorong semua yang mendengar panggilan ini supaya menjawab dengan bangga ke-pada suara Roh, sesuai dengan status hidup masing-

(11)

masing, dan supaya tidak takut mengikuti Tuhan. Saya ajak juga para Uskup, keluarga-keluarga religius, komunitas-komunitas dan kelompok-kelom-pok kristiani supaya, dengan visi yang luas dan

disernement yang tepat, mendukung panggilan

misioner Ad Gentes dan membantu Gereja-gereja yang membutuhkan imam, religius dan awam guna memperkuat komunitas kristiani. Perhatian ini se-harusnya hidup juga di antara Gereja-gereja anggota suatu konferensi Uskup tingkat nasional atau regional: sangat penting bahwa Gereja-gereja yang lebih kaya akan panggilan, membantu dengan bangga Gereja- gereja yang menderita karena kekurangannya.

Saya mengajak juga para misionaris, laki-laki dan perempuan, khususnya imam-imam Fidei

Donum dan awam, supaya hidup dengan gembira

pelayanan mereka dalam Gereja-gereja di mana mereka bertugas dan membawa serta kegembi-raan dan kekayaan iman Gereja-gereja dari mana mereka berasal, dengan mengingat Paulus dan Bar-nabas yang pada akhir perjalanan misioner mereka “menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan

dengan perantaraan mereka dan bahwa Ia telah mem-buka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman”

(Kis 14:27). Mereka itu bisa menjadi semacam jalan untuk ‘mengembalikan’ iman dengan membawa kese-garan Gereja-gereja muda, supaya Gereja-gereja yang lebih tua menemukan kembali antusiasme dan kegembiraan dalam berbagi iman, dalam suatu pertukaran yang menjadi kekayaan umum dalam kemuridan Tuhan.

Uskup Roma memikul bersama dengan para Uskup suatu keprihatinan terhadap semua Gereja dan

(12)

keprihatinan itu menemukan suatu bentuk pengha-yatan dalam komitmen Karya Kepausan Misioner, yang mempunyai tujuan menjiwai dan memperdalam kesadaran misioner setiap orang beriman dan setiap komunitas. Dan ini terlaksana melalui suatu pen-didikan misioner seluruh Umat Allah yang lebih mendalam, begitu pula dengan memupuk kepekaan komunitas-komunitas kristiani dalam memberikan bantuan guna memperluas Injil di dunia.

Dan sekarang hati kita terarah kepada umat Kristiani di pelbagai tempat di dunia ini yang me-ngalami hambatan dalam mengakui iman mereka di hadapan umum, begitu pula hak untuk menghayati imannya dengan bebas ditolak. Mereka ini adalah saudara dan saudari kita, saksi yang berani - yang jumlahnya melebihi jumlah para martir abad-abad pertama - yang menanggung dengan ketekunan rasuli bentuk-bentuk penganiayaan masa kini. Tidak-lah sedikit yang berani mengambil risiko terhadap hidup mereka untuk tetap setia kepada Injil Kristus.

Saya dalam doa menyatakan solidaritas saya kepada pribadi-pribadi, keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas yang mengalami kekerasan dan intoleransi dan kepada mereka saya sampaikan kata-kata Yesus yang meneguhkan hati, ”Kuatkanlah

hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16:33).

Paus Benediktus XVI mengimbau agar “firman

Tu-han disebarkan dan dimuliakan” (2Tes 3:1).

Semoga Tahun Iman ini semakin mengerat-kan hubungan dengan Kristus Tuhan, sebab hanya dalam Dialah terdapat kekuatan untuk membangun masa depan dan hanya dalam Dialah terdapat jaminan

(13)

kasih yang otentik dan konsisten (S.Apotolik. Porta

Fidei,15).

Saya memberkati dengan sepenuh hati para misionaris, laki-laki dan perempuan dan semua orang yang mengiringi dan mendukung misi Gereja yang mendasar ini agar pewartaan Injil dapat berkuman-dang di segala penjuru dunia, dan kita, pelayan injil dan misionaris akan mengalami “betapa menghibur

dan meneguhkan pewartaan Injil” (EN,80). Dari Vatikan, 19 Mei 2013, Hari Raya Pentakosta. Alih bahasa: Misionaris Xaverian.

(14)
(15)

KEGIGIHAN IMAN

Renungan

Di Rusia, ketika rezim komunis masih menin-das keras kebebasan beragama, banyak orang Kristen berkumpul secara diam-diam di sebuah rumah, un-tuk berdoa dan mendalami Kitab Suci. Suatu malam, sekelompok kecil orang beriman berkumpul di dalam sebuah pondok sederhana untuk mendalami Kitab Suci. Sekonyong-konyong, pintu didobrak dari luar dan ma-suklah tiga orang serdadu Rusia dengan seragam dan senjata lengkap. Dengan keras, salah seorang serdadu berteriak: Siapa saja di sini yang bukan orang Kristen, boleh keluar dan meninggalkan tempat ini. Suasana sepi mencekam untuk beberapa saat. Kesunyian pecah karena sebagian besar hadirin berlari meninggalkan ruangan hingga tinggal sedikit orang saja di dalam pondokan itu. Setelah semua orang tadi sudah menjauh, seorang serdadu menutup pintu. Lalu ketiganya meletakkan senjata, mengambil tempat duduk di antara mereka dan satu di antaranya berkata, “Kami juga orang Kristen,

seperti saudara sekalian. Kami mau berdoa hanya dengan mereka yang sungguh-sungguh percaya pada Tuhan”.

(16)

Di dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus me-ngajarkan betapa pentingnya sikap iman yang kokoh. Sikap iman ini berakar pada keyakinan bahwa Allah tidak akan meninggalkan orang-orang pilihan-Nya:Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia me-ngulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Lk.18: 7). Berdoa bukan sekedar memohon sesuatu. Lebih dari itu, berdoa berarti mengalami kehadiran Allah: ketika orang berdoa, surga turun melingkupi orang itu. Maka, berdoa tanpa henti berarti mengarahkan selalu pan-dangan mata batin kita pada Allah yang penuh kasih, yang tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya. Ajaran Yesus tentang iman yang kokoh bukan sekedar hiburan-tanpa dasar, seolah-olah iman seperti ini bertentangan dengan kenyataan yang pahit. Menilik perumpamaan yang Yesus pakai, yaitu tentang hakim yang buruk wa-taknya, kita tahu bahwa Yesus tidak menutup mata ter-hadap praktek ketidakadilan. Namun demikian, Tuhan mengajarkan bahwa di tengah buruknya situasi ketidak- adilan, kebaikan pasti akan menang. Iman adalah sumber kekuatan yang memampukan orang untuk menyanyikan lagu kemenangan kebaikan atas kejahatan, di tengah situasi ketidakadilan yang merajalela. Itulah pilihan beberapa orang Kristen di Rusia yang tetap tinggal di ruangan walau datang serdadu yang seolah mengancam. Keadilan Tuhan datang pada waktunya, bagi mereka yang percaya pada-Nya.

(17)

Kita Harus Berdoa

Dengan Tekun dan Teratur

Luk. 18:1-8

Renungan

Yesus menyampaikan perumpamaan tentang hakim yang tidak benar. Perumpamaan dimulai dengan memperke-nalkan seorang hakim yang jahat – tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun – dan seorang janda yang terus menerus datang meminta agar haknya dibela. Kemudi-an diceritakKemudi-an bagaimKemudi-ana hakim yKemudi-ang jahat itu akhirnya ter-paksa membela hak janda itu dengan motivasi supaya jangan terus diganggu olehnya.

Jika kita hanya berhenti pada kisah ini, maka kekoso-ngan dan kegosokekoso-ngan saja yang kita dapatkan. Namun, mari kita melangkah lebih jauh dalam mencari pesan Kabar Gem-bira melalui kisah ini. Kisah ini dipakai sebagai batu loncatan untuk mengerti kemurahan hati Allah. Dengan bertolak dari ‘keterpaksaan’ sang hakim dalam membela hak si janda, kita diajak oleh penginjil Lukas mengajukan pernyataan reflektif kritis tentang kerelaan/kemurahan hati Allah. Kalau hakim yang jahat dengan motivasi negatife mau membela perkara si janda yang terus-menerus meminta, apalagi Allah yang benar mau membela orang-orang pilihan-Nya yang selalu berdoa.

(18)

Kita mungkin kaget bahwa Allah dibandingkan dengan seorang hakim yang jahat oleh penginjil Lukas. Tetapi, ini hanya suatu perbandingan dengan maksud bahwa kalau hakim yang jahat itu mau membela si janda yang terus meminta, apalagi Allah yang benar akan bersedia membela orang-orang kesayangan-Nya yang selalu memohon pertolongan-Nya. Apabila orang jahat melaksanakan keputusan yang adil, apa- lagi Allah yang baik. Allah mengabulkan doa, meskipun dalam bentuk dan suasana yang berbeda. Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita, dan kehendak kita belum tentu sesuai de-ngan kehendak-Nya itu. Maka, di sini kita dituntut menaruh harapan kita kepada-Nya. Kita diajak menaruh harapan yang besar kepada Allah, karena Dia Bapa yang selalu menunggu anak-Nya untuk datang kepada-Nya.

Muncul pertanyaan yang menggelitik, Allah kan mengetahui apa yang kita butuhkan sebelum kita meminta kepada-Nya, untuk apa kita harus berdoa dengan tekun dan teratur? Dalam konteks hari pengadilan dan penyelamatan, kita pengikut Kristus hendaknya menarik hikmat dari kete- kunan si janda. Kalau janda yang lemah itu terus-menerus meminta dan akhirnya mendapat pertolongan dari hakim yang jahat, maka hendaknya pengikut-pengikut Kristus juga selalu berdoa dan memohon pembelaan dari Allah.

Doa bukan sarana untuk mengubah sikap hati sang Hakim terhadap umat-Nya atau ajang mempertobatkan Allah, tetapi doa merupakan sarana mengungkapkan dan memeli-hara iman kita kepada Allah. Iman yang bernafas dalam doa itu merupakan syarat yang menentukan untuk memperoleh keselamatan yang final itu. Doa yang tekun tidak hanya perlu untuk mendapat rejeki hari ini dan setiap hari, tetapi terutama untuk menumbuhkan iman kita akan Allah yang membela, membenarkan, dan menyelamatkan kita.

(19)

HARI MINGGU MISI SEDUNIA

KE-87

PERAYAAN EKARISTI

DAN

IBADAT SABDA TANPA IMAM

(20)

PERAYAAN EKARISTI

DAN

IBADAT SABDA TANPA IMAM

PERSIAPAN

Hari Minggu Misi adalah suatu perayaan iman untuk mendorong kesadaran umat agar mengambil bagian dalam karya misi Gereja universal.

Dibawakan oleh pemandu acara orang dewasa atau seorang anak remaja.

Umat beriman terkasih,

Hari ini adalah Hari Minggu Biasa XXIX, Gereja Katolik merayakan hari Minggu Misi Sedunia ke-87. Hari Misi Sedunia merupakan hari yang dikhususkan untuk menyadari akan panggilan kita sebagai misio- naris. Bapa Suci Fransiskus memberikan pesan agar kita menyadari kembali bahwa iman adalah anugerah Tuhan, yang harus dibagikan kepada sesama. Itulah yang menjadi bahan refleksi bagi kita, misionaris- misionaris Kristus.

(21)

Pada kesempatan ini kita bersyukur dan berterima kasih, secara khusus bagi para misionaris yang telah memberikan dirinya secara total bagi misi Gereja. Semoga melalui pewartaan Kabar Gembira yang di-sampaikan mereka, semakin banyak orang mengenal cinta Tuhan, dan masuk dalam persekutuan-Nya. Kita juga berdoa bagi Gereja di segala penjuru du-nia, semoga Gereja mampu memenuhi misinya untuk menghantar putera-puterinya kepada keselamatan universal, di mana setiap orang berjuang dan berhasil memperbaharui hidupnya.

Mari kita menyiapkan hati untuk memulai perayaan suci ini dengan menyanyikan lagu pembuka : ... RITUS PEMBUKA

Perarakan Masuk

Barisan Imam, Biarawan-biarawati, dan Petugas liturgi lain berarak menuju altar diiringi lagu pembuka sesuai tema. Bila memungkinkan dapat disertakan barisan anak-anak/remaja dengan mengenakan busana misioner yang berwarna hijau (Afrika), merah (Amerika), putih (Eropa), biru (Australia – Oceania), Kuning (Asia), sebagai simbol karya misi Gereja di seluruh dunia.

Pengantar (oleh Imam/Pemimpin Ibadat)

Iman atau Pemimpin ibadat memberikan pengantar singkat sebelum pernyataan tobat.

(22)

Tobat

I = Imam P = Pemimpin Ibadat

Tuhan Yesus Kristus,

Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk redam hatinya.

Tuhan, kasihanilah kami Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau datang memanggil orang yang berdosa. Kristus, kasihanilah kami.

Kristus kasihanilah kami.

Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami. Tuhan, kasihanilah kami.

Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

Amin. I/P U I/P U I/P U I/P U Kemuliaan

(23)

Doa Pembuka

Marilah kita berdoa :

Allah Bapa yang kuasa dan kekal, Engkau tak pernah mengecewakan orang yang berdoa mohon bantuan dan kekuatan. Kini kami ber-himpun di sini atas nama-Mu. Kami mohon, hadirlah di tengah-tengah kami dan semoga sabda Putera-Mu menjadikan kami orang-orang yang penuh pengharapan. Sebab Dialah Tuhan... Amin. I/P U LITURGI SABDA Bacaan I : Kel 17:8-13

Pembacaan dari Kitab Keluaran

”Bila Musa mengangkat tanganya, Israel menang” Pada waktu itu datanglah orang-orang Ama-lek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua, ”Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu, dengan memegang tongkat Allah di tanganku.” Lalu Yosua berbuat seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; sedangkan Musa, Harun, dan Hur naik ke puncak bukit. Dan terjadilah apabila Musa me-ngangkat tangannya, lebih kuatlah pasukan Israel,

(24)

tetapi, apabila Musa menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, lalu Harun dan Hur menopang kedua belah tangan Musa, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangan Musa tidak berge-rak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.

L : Demikianlah sabda Tuhan U : Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan

Antarbacaan – Mzr 121 :1-2. 3-4

do = d, 4/4, PS 805

Ref : Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan

untuk hidupku.

Ayat. (Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8; R:lih. 2)

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadi-kan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penja-gamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel. Tuhan penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan •

• •

(25)

menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.

Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.

Bacaan II : 2 Tim 3:14-42

P : Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius

”Setiap hamba Allah diperlengkapi untuk melak-sanakan segala karya baik”

Saudaraku terkasih, hendaklah engkau tetap ber-pegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan me- nuntun engkau kepada keselamatan oleh iman akan Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menya-takan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian orang-orang kepunyaan Allah diperleng-kapi untuk setiap perbuatan baik. Di hadapan Allah dan di hadapan Kristus Yesus yang akan menghaki-mi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu, demi per-nyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Beritakan-lah firman, siap-sediaBeritakan-lah baik atau tidak waktunya,

(26)

nyatakanlah apa yang salah, tegur dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Demikianlah Sabda Tuhan U : Syukur kepada Allah

Alleluya dan Bait Pengantar Injil Alleluia, Alleluia

Sabda Allah itu hidup, kuat dan tajam.

Ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Alleluia, Alleluia

Bacaan Injil : Lukas 18 : 1- 8

“Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya”

Pada suatu ketika Yesus menceritakan sebuah perumpamaan kepada murid-murid-Nya, untuk me-negaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya, ”Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Dan di kota itu ada pula seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ”Belalah hakku terhadap lawanku”. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Teta-pi kemudian ia berkata dalam hatinya, ”Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku”.

(27)

Kata Tuhan, ”Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum meno-long mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manu-sia itu datang, adakah Ia menemukan iman di bumi?” Demikianlah Injil Tuhan

U : Terpujilah Kristus Homili

Doa Umat

Imam/Pemimpin :

Tuhan telah meminta kita agar bertahan dengan ulet dalam doa kita jangan sampai putus asa. Mengingat permintaan itu maka beranilah kita berdoa :

Bagi Gereja-Mu di seluruh dunia

Bimbinglah Gereja-Mu agar mampu memenuhi mi-sinya, untuk menghantar putera-puterinya kepada keselamatan universal, di mana setiap orang ber-juang dan berhasil memperbaharui hidupnya, dalam semangat cinta kasih dan pengabdian yang tinggi. Marilah kita mohon...

Bagi Para Pemimpin Negara

Bukalah hati para pemimpin negara kami agar rela mendengarkan Sabda-Mu dan mengetahui apa yang harus mereka kerjakan dalam pembaharuan dunia ini.

Marilah kita mohon...

1.

(28)

Bagi Para Pelayan Gereja

Bantulah para pelayan Gereja-Mu agar menemukan peranan dan fungsinya dalam Gereja dengan maksud membangun tubuh Kristus bersama dengan saudara dan saudari seiman, sehingga dengan demikian na-ma-Mu tetap dipuji dan dimuliakan.

Marilah kita mohon... Bagi Mereka yang teraniaya

Utuslah Roh kesabaran dan kemurahan hati kepada para orang kristen yang teraniaya karena nama-Mu, semoga mereka sungguh memberi kesaksian yang benar tentang Injil-Mu.

Marilah kita mohon... Bagi para misionaris

Ajarilah misionaris kami agar bersikap rendah hati. Semoga mereka menerima manusia dan kebudayan lain dengan sikap hormat dan tulus, serta berikhtiar untuk menemukan apa yang baik dan benar yang ada pada manusia dan kebudayaan lain di mana mereka bekerja.

Marilah kita mohon... Bagi anak-anak misioner

Semoga anak-anak dan remaja misionaris cilik setia dan tekun berdoa, sehingga mereka menjadi rasul ci-lik yang mampu menjadi ”garam dan terang” dalam keluarga, dan lingkungan dimanapun mereka berada. Marilah kita mohon ...

Bagi Umat yang hadir dalam perayaan ini

Semoga kami semakin yakin, bahwa semua per- mohonan kami akan Kaukabulkan, asal kami ikut berusaha pula.

Marilah kita mohon...

3.

4.

5.

6.

(29)

Imam/Pemimpin

Allah Bapa kami, sering kami tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Semoga Roh-Mu sendiri mewa-kili kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. U : Amin.

LITURGI EKARISTI Persiapan Persembahan

Persiapan persembahan diawali dengan pengumpulan kolekte. Kolekte Hari Minggu Misi akan diserahkan ke Roma untuk membantu karya misi Gereja universal di seluruh dunia. Wakil-wakil umat/anak-anak dan remaja mengantar kepada Imam bahan-bahan persembahan : roti dan anggur, hasil kar-ya tangan dan usaha manusia.

Doa Persembahan Imam /Pemimpin:

Allah Bapa yang Mahakudus, dengan jujur dan rendah hati kami menghadap Dikau dan dengan persembahan ini kami mengakui, bahwa Engkaulah pemberi segala sesuatu yang baik. Kami mohon sudi-lah menerima kehadiran kami yang ingin mengikuti pengorbanan Imam Agung kami, Yesus Kristus,... U: Amin

Doa Sesudah Komuni

Antifon Komuni – Mzm 32 : 18-19

Tuhan menjaga hamba-Nya yang takwa, yang berharap akan kasih setia-Nya. Untuk melepaskan mereka dari maut, dan menghidupi mereka di masa kelaparan

(30)

Marilah berdoa :

Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur karena selalu kami dapat mengetuk pintu pada-Mu, untuk mohon perlindungan dan bantuan-Mu. Kabulkanlah doa-doa kami dan berilah yang baik bagi kami: cinta kasih kepada sesama serta iman akan Yesus, saudara kami, yang telah memperkenalkan Dikau kepada kami. Dialah Tuhan... Amin I/P: U : RITUS PENUTUP Amanat Pengutusan Perarakan Keluar

Di depan pintu Gereja atau di tempat yang disiapkan umat dapat memberikan salam kepada seluruh umat yang hadir. .

Imam/Pemimpin menyampaikan ucapan Proficiat, Sela-mat Berbahagia kepada seluruh uSela-mat, sambil mengajak umat untuk terus berdoa dan berderma bagi karya misi Gereja Universal.

Mengingatkan umat, bahwa kita semua dipanggil untuk terlibat dalam karya misi Gereja, untuk mewartakan cinta kasih Allah kepada seluruh umat manusia.

(31)

Bahan Temu Bina Iman Anak

Maria Bunda Misi

Tujuan :

1. Agar anak memahami bahwa Maria adalah Bunda Misi

2. Anak belajar dari Bunda Maria dalam bermisi Gagasan Pokok

Maria sebagai tanda besar sepanjang jalan hidup Gereja. Maria telah merintis jalan kesetiaan kepada Kristus dan melaksanakan rencana kesela- matan Allah. Maria adalah orang pertama menjadi murid Yesus, yang mewartakan kabar gembira seka-ligus sebagai Ibu. Ajaran dan teladan keibuannya menuntun Gereja untuk setia terhadap suatu tugas misi yang tidak mengenal batas. Dengan perantaraan Maria, Gereja dapat melaksanakan tugas perutusan dengan lebih berdaya guna dan berani pergi untuk diutus menjadikan segala bangsa murid Yesus Kritus, Putranya, (Mat 28:19).

Ibu dan Saudara-saudariku ialah mereka yang mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah. Yesus mau menunjukkan bahwa Maria adalah orang pertama yang pantas disebut sebagai Ibu Tuhan dan Saudari dari Tuhan karena setia mendengarkan, melaksanakan dan menghayati Sabda itu dalam hidupnya. Maria merupakan alat penampakkan Sabda yang menjelma menjadi manusia. Maria juga model yang paling sempurna dalam melaksanakan tugas misi yang diterima dari Allah Bapa.

(32)

Sebagai putra dan putri Maria, hendaklah kita belajar dari Maria untuk menjadi pembawa dan pelaksana misi, melalui perkataan, perbuatan, dan sikap hidup. Kita perlu belajar dari Maria bagaimana bermisi di tengah gelombang perkembangan arus globalisasi, sehingga kabar gembira yang kita bawa dapat diterima oleh semua dan demi kemuliaan Tuhan serta keselamatan banyak orang.

PROSES PERTEMUAN I. PEMBUKAAN

1. Lagu Pembukaan : Maria Bunda Kita 2. Tanda Salib

3. Doa Pembukaan

Ya Bapa, kami bersyukur karena Engkau memberi Maria sebagai Ibu yang setia men-dampingi setiap langkah hidup kami, terutama dalam melaksanakan tugas misi di tengah dunia ini. Kami mohon berkatilah kami anak-anak-Mu yang saat ini ingin mendalami semangat Bunda Maria sebagai pelaku utama karya misi. Bukalah hati kami, supaya kami dapat belajar dari Bunda Maria dalam tugas kami sebagai misionaris. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin. 4. Kata Pengantar

Anak-anak dan remaja sahabat Yesus yang baik, setiap kita bisa dan mampu menggem- birakan orang lain, seperti mengembirakan Bapak dan Ibu, menggembirakan teman-teman, menggembirakan mereka yang menderita lewat kehadiran kita, lewat perbuatan, lewat keter- libatan langsung membantu sesama yang

(33)

menderita, lewat pewartaan, dan kesaksian hidup. Mari kita mendengarkan cerita tentang persahabatan Yanti dan Shinta.

5.Kisah Yanti dan Shinta

Yanti dan Shinta adalah dua sahabat yang senantiasa berbagi dalam suka dan duka. Bahkan, seringkali mereka pergi berdua dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kunjungan-kun-jungannya. Menjelang liburan panjang, Yanti bertanya kepada Shinta, “Shinta besok liburan

panjang, kamu mau kemana?” Jawab Shinta, “rencanaku ingin berlibur ditempat nenek di desa”. Sejenak Yanti terdiam, dan kemudian ia

berkata, “Shinta, boleh aku ikut?” secara spon-tan, Yanti menjawab, “Tentu! Di sana kita bisa

mengunjungi orang-orang yang sederhana”.

Maka tibalah waktu yang telah mereka tentukan, untuk pergi berlibur. Mereka sangat gembira karena dapat berlibur di desa bersama-sama. Setibanya di desa Shinta bersama Yan-ti mengunjungi anak-anak cacat, miskin, dan juga yatim piatu yang ada di desa. Kehadiran Shinta dan Yanti sungguh menyenangkan, karena selain mereka pintar menghibur anak-anak yang cacat, miskin dan anak-anak yatim piatu tetapi mereka juga memberi derma; berupa uang, pakaian bekas, makanan dan lain-lain. Setelah berlibur seminggu bersama nenek, tidak terasa bahwa masa libur Shinta dan Yanti sudah selesai. Dengan berat hati anak-anak yang dikunjun-gi oleh Shinta dan Yanti melepas kepulangan mereka.

(34)

6. Makna atau pesan cerita singkat tadi

Kita semua bisa menyenangkan atau mem-bawa kabar gembira lewat kehadiran kita, atau-pun kegiatan konkrit yang kita buat sebagai rasa peduli dan peka terhadap sesama yang menderita atau membutuhkan bantuan kita.

7. Rangkuman

Anak-anak SEKAMI dengan motto “anak bantu anak”, adalah salah satu bentuk kegiatan misi yang dapat membantu sesama teman yang menderita, tersingkirkan, kurang mendapat per-hatian. Mereka diterima, diperhatikan, mem-buat mereka gembira dan bahagia. Dalam cerita tadi kita bisa belajar dari Sinta dan Yanti mem-bantu sesama teman-teman yang menderita, kurang mendapat perhatian dan kasih sayang; kehadiran mereka sudah menunjukkan sema- ngat bermisi. Mari kita belajar dari Sinta dan Yanti dalam melaksanakan misi SEKAMI.

(35)

II. PENDALAMAN KITAB SUCI 1. Maria dan Elisabet

2. Injil Lukas 1:39 – 45

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam-Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahim-nya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring : “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diber-katilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melon-jak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana”.

3. Memahami isi Kitab Suci dengan pertanyaan penuntun.

Apa yang dibuat oleh Maria dalam Injil Lukas 1:39-45?

Siapa yang punya pengalaman menggembira-kan teman yang sakit, mengalami kesulitan, dan yang sendirian?

Apa yang anak-anak lakukan untuk mengem-birakan orang lain?

a. b. c.

4. Penegasan dari Pendamping

Anak-anak dan remaja sahabat Yesus, kita semua punya pengalaman seperti Bunda Maria. Pengalaman itu pasti berbeda tapi yang tidak

(36)

boleh kita lupakan adalah kita mengembirakan orang lain, membantu mereka yang dalam kesu-litan, merupakan tugas misi. Seperti Maria peka akan kebutuhan Elisabet, yang membutuhkan kehadiran dan batuan sesamanya, kita juga dia-jak meneladani Maria, untuk siap sedia, peka, mau berkorban, tidak takut dalam melaksana-kan misi kita sebagai misionaris Yesus. Bunda Maria adalah Bunda Misi, menjadi contoh bagi kita dalam menjalankan misi. Dalam menjalan-kan misi kita perlu ingat bahwa Allah Jurusela-mat kita maka jangan cemas, jangan takut. Tapi kita perlu memuji Allah karena ia telah memilih kita menjadi alat-Nya untuk membawa kabar keselamatan bagi orang lain.

5. Pesan Perutusan

Kita memuliakan Tuhan dengan me- laksanakan tugas Misi secara baik dan penuh tanggung-jawab.

III. PERAYAAN IMAN 1. Lagu : Ave – Maria 2. Doa Permohonan

Ya Bapa, kami bersyukur karena kami memiliki seorang ibu, yaitu Maria. Kami mohon buatlah kami mampu meneladani sikap hidupnya, ter-utama dalam melaksanakan tugas misi di mana saja kami berada.

Marilah kita mohon…

Ya Bapa, anugerahkanlah kegembiraan kepa-da para misionaris-Mu, agar kepa-dalam tugas per-utusan yang mereka jalankan, mereka mampu

(37)

membawa kegembiraan bagi sesama yang berduka, terlantar, kurang mendapat perhatian dan kasih sayang.

Marilah kita mohon…

Ya Bapa, berkatilah anak-anak dan remaja SEKAMI di seluruh dunia, khususnya dalam paroki kami, semoga mereka setia menjalankan tugasnya sebagai misionaris cilik dan mengha-yati semangat 2D2K dalam hidup sehari-hari. Marilah kita mohon…

Ya Bapa, berkatilah para animator dan anima-tris, para pendamping Bina Iman agar mereka dapat mendampingi dan mengarahkan anak-anak dan remaja SEKAMI dengan baik dan benar.

Marilah kita mohon… 3. Lagu Bapa Kami

4. Kolekte – Persembahan 5. Lagu : Ya Nama-Mu Maria IV. PENUTUP

1. Tugas perutusan : Mengunjungi teman yang sakit 2. Doa Penutup

Ya Bapa yang baik, terima kasih atas pertemuan yang menggembirakan hari ini. Kami akan pulang dan melaksanakan tugas kami masing-masing maupun bersama. Kami mohon, berka-tilah kami supaya dapat menjalankan misi kami selama satu minggu ini, untuk memuliakan nama-Mu dan untuk kebaikan sesama kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

(38)

3. Pengumuman 4. Tanda Salib

(39)

HARI MISI

MENYAPA NURANI

MISIONER KITA

Misi menuntut doa dan tindakan kongkrit. Banyaklah yang dibutuhkan untuk penyebaran Injil. Hari Misi yang diawali oleh Paus Pius XI, yang menjawab permohonan dari Serikat Kepausan Pengembangan Iman untuk menentukan suatu ‘hari khusus bagi doa dan penyebaran iman’ yang dirayakan pada hari yang sama di seluruh dunia, di setiap keuskupan, paroki dan lembaga gereja… ‘hari khusus untuk meningkatkan derma dan persembahan untuk kepentingan penyebaran iman’. Sejak saat itu, Hari Misi telah menjadi sebuah kesempatan istimewa untuk mengingatkan umat Allah tentang peran serta yang permanen dari mandat per-utusan, sebab “misi adalah tanggung jawab semua orang

Kristen, semua keuskupan dan paroki, lembaga dan seri-kat gerejani” [RM 2].

Pada saat yang sama, Hari Misi adalah sebuah kesempatan yang menguntungkan guna menyadari lagi bahwa “karya misi menuntut bukan hanya sebuah

sumbangan tetapi juga sebuah partisipasi dalam tugas pewartaaan dan perbuatan amal kasih terhadap orang miskin. Semua yang kita terima dari Allah - hidup kita sendiri maupun barang milik kita- bukanlah milik kepu-nyaan kita semata” [RM 81].

(40)

Hari ini sangat penting dalam hidup Gereja: hari ini mengajar kita bagaimana memberi: sebuah pemberian yang dilakukan bagi Tuhan, demi Kabar Gembira, yang diberikan dalam kesatuan dengan perayaan ekaristi dan sungguh untuk seluruh kepentingan pewartaan di muka bumi’. Semoga hari ulang tahun ini menjadi kesempatan penuh makna untuk merenungkan betapa besar kebu- tuhan yang ada untuk memajukan semangat misioner dan mengumpulkan dana dan materi yang cukup guna membantu karya misi.

Bertolaklah dari Dia, terutama dalam praktek hidup harian kita dalam hal kesucian, dengan berdoa dan mendengarkan Firman-Nya. Bertolaklah dari Dia guna memberikan kesaksian tentang cinta-Nya [n. 8].

Karena itulah,

Bertolaklah dari Kristus, kamu yang telah mendapatkan belaskasihNya

Bertolaklah dari Kristus, kamu yang telah mengampuni dan diampuni

Bertolaklah dari Kristus, kamu yang telah mengalami sakit dan derita

Bertolaklah dari Kristus, kamu yang telah dicobai oleh semangat ‘setengah-setengah’; tahun rahmat ini tidaklah berakhir

Bernyanyilah dan pergilah.

Semoga Maria, Bunda Gereja, Bintang Evangelisa-si, menyertai kita di jalan misi kita, sebagaimana ia tetap tinggal di antara para rasul di hari Pentekosta. Kita ber-paling padanya penuh keyakinan. Melalui pengantaraan-nya kirapengantaraan-nya Tuhan memberikan kita rahmat berkepan-jangan dalam tugas misioner kita, yang adalah tanggung jawab kita semua, umat Allah.

(41)
(42)

Referensi

Dokumen terkait

1) Pelanggaran keempat dikenakan sanksi atas alasan sebagaimana dikenakan sanksi 6 (enam) bulan. 2) Pelanggaran kedua dikenakan sanksi atas alasan sebagaimana dikenakan

Apabila impuls telah lewat, maka sementara waktu serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls karena terjadi potensial kerja menjadi potensial istirahat.. Agar dapat berfungsi

Dari hasil simulasi yang telah dilakukan, pemasangan filter aktif shunt multilevel inverter dengan tipe H-bridge maupun diode clamped mampu mengurangi THDi sistem untuk setiap

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai F sebesar 4.165 dengan tingkat signifikan 0,008 karena tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05, maka hasil penelitian

Surat ketetapan Pajak daerah lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKPDLB, adalah Surat Keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit

Apa, as a noun modifier meaning “what kind” or “what sort,” is added after the noun and is at the end of the sentence. The noun preceding the verb performs the action of the

Telp. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi ekstrim kadar air, suhu, kelembaban tanah, dan serapan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mutu buah jeruk yang baik