KATA PENGANTAR
Laporan kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas semua kegiatan yang dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2016.
Laporan ini menyajikan analisis realisasi kinerja sasaran, sekaligus sebagai bahan untuk mengupayakan perbaikan dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Dengan Laporan Kinerja ini diharapkan adanya optimalisasi peran kesekretariatan dalam peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kinerja seluruh jajaran di lingkungan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dalam memberikan dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya bagi semua satuan kerja di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan pada tahun-tahun selanjutnya.
Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan
dr. Kirana Pritasari, MQIH NIP. 196404081990032001
KATA PENGANTAR
BAB II PERENCANAAN KINERJA 11
A. Tujuan dan Sasaran Strategis 13
B. Perjanjian Kinerja 13
C. Strategi 14
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 16
Hal Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016 14
Tabel 3.1 Capaian Kinerja Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya pada Program PPSDM Kesehatan Tahun 2016 17
Tabel 3.2 Capaian Kinerja Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi Tahun
2016 18
Tabel 3.3 Alokasi dan Realisasi Anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
Tahun 2016 38
Tabel 3.4
Alokasi dan Realisasi Anggaran pe Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016
39
Tabel 3.5 Alokasi dan Realisasi Anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
KATA PENGANTAR
Hal
Grafik 3.1 Target dan Capaian Indikator Jumlah Dokumen Norma, Standar,
Prosedur dan Kriteria (NSPK) Tahun 2015-2019 19
Grafik 3.2 Target dan Capaian Indikator Jumlah Dokumen Data dan Informasi
Program PPSDM Kesehatan Tahun 2015-2019 22
Grafik 3.3 Target dan Capaian (Kumulatif) Indikator Jumlah Satuan Kerja yang
Ditingkatkan Sarana dan Prasarananya Tahun 2015-2019 25 Grafik 3.4 Target dan Capaian per Tahun Indikator Jumlah Satuan Kerja yang
Ditingkatkan Sarana dan Prasarananya Tahun 2015-2019 26 Grafik 3.5 Target dan Capaian Indikator Jumlah Lulusan Tenaga Kesehatan dari
Poltekkes Kemenkes Tahun 2015-2019 30
Grafik 3.6 Pegawai Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Berdasarkan Jenis Kelamin
Tahun 2016 35
Grafik 3.7 Persentase Pegawai Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Berdasarkan
Golongan Tahun 2016 36
Grafik 3.8 Distribusi Pegawai Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Berdasarkan
Hal
Gambar 1.1 Pelaksanaan Kegiatan Bagian Program dan Informasi Tahun 2016 5
Gambar 1.2 Pelaksanaan Kegiatan Bagian Hukum, Organisasi dan Hubungan
Masyarakat Tahun 2016 6
Gambar 1.3 Pelaksanaan Kegiatan Bagian Keuangan dan BMN Tahun 2016 7
Gambar 1.4 Pelaksanaan Kegiatan Bagian Kepegawaian dan Umum Tahun 2016 8
Gambar 1.5 Struktur Organisasi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Berdasarkan
Permenkes 64 Tahun 2015 9
Gambar 3.1 Dokumen Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Badan
PPSDM Kesehatan Tahun 2016 21
Gambar 3.2 Satuan Kerja (Poltekkes Mamuju) yang Ditingkatkan Sarana dan
Prasarananya 29
S
ekretariat Badan PPSDM Kesehatan merupakan unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan, serta mepunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan manajemen di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan. Untuk itu, seluruh kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan didasarkan pada tujuan, sasaran strategis dan target kinerja yang tertuang dalam Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Sekretariat Badan PPSDM Keseahtan Tahun 2015-2019 dan Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016.Secara umum, pada tahun anggaran 2016 Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan telah memenuhi seluruh target kinerja yang diukur melalui indikator sebagaimana berikut:
Pencapaian Kinerja Tahun 2016 Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1 Jumlah Dokumen Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria PPSDM
Kesehatan 20 Dokumen 21 Dokumen 105%
2 Jumlah Dokumen Data dan Informasi
Program PPSDM Kesehatan 34 Dokumen 34 Dokumen 100%
3 Jumlah Satuan Kerja Yang
DitingkatkanSaranadan Prasarananya
(Kumulatif) 17 Satker 66 Satker 388,23%
4 Jumlah Lulusan Tenaga Kesehatan Dari Politeknik Kesehatan Kemenkes
RI 20.000 orang 20.145 orang 100,72%
anggaran yang digunakan untuk mencapai kinerja tersebut sebesar Rp.359.225.985.000,- atau terealisasi 84,30% dan jika dengan pagusetelah self blocking sebesar Rp. 326.761.663.000,- atau terealisasi 92,68%. Hal ini menunjukkan adanya efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sebesar 13,48% dengan capaian keluaran 78,52%. ran
S
B A B I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
ekretariat Badan PPSDM Kesehatan bedasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan merupakan salah satu unit eselon II di Badan PPSDM Kesehatan yang mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Salah satu azas penyelenggaraan good governance yang tercantum dalam
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 adalah azas akuntabilitas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akuntabilitas tersebut salah satunya diwujudkan dalam bentuk penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP).
Dalam LKj IP mengukur kegiatan-kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan. Hasil pengukuran kinerja merupakan perbandingan antara target kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya. Dengan perbandingan tersebut dapat diketahui celah kinerja (performance gap), yang selanjutnya dianalisis untuk mengetahui penyebab ketidakberhasilan, sehingga dapat ditetapkan suatu strategi guna peningkatan kinerja di masa mendatang (performance improvement).
sasaran strategis yang dituangkan dalam Rencana Aksi Kegiatan Sekretariat Badan Tahun 2015 – 2019 dan sekaligus sebagai alat kendali dan pemacu peningkatan kinerja setiap unit kerja atau bagian di lingkungan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan, serta sebagai salah satu alat untuk mendapatkan masukan bagi pengambil keputusan demi perbaikan kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan. Sedangkan untuk target kinerja ditetapkan berdasarkan Rencana Kerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2015-2019 karena pada saat penyusunan LKj IP Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016 ini revisi Renstra Kementerian Kesehatan dan RAP Badan PPSDM Kesehatan belum ditetapkan.
Selain untuk memenuhi prinsip akuntabilitas, LKj IP tersebut juga merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Melalui LKj IP Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016 ini, dapat dilihat kinerja keberhasilan yang telah dicapai oleh Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan melalui pengukuran yang dilakukan, karena penyusunan LKj IP Sekretriat Badan PPSDM mengacu kepada Rencana Aksi Kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dan Penetapan Rencana Kerja Tahun 2016.
B. TUJUAN
C. KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, kedudukan, tugas dan fungsi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan adalah sebagai berikut:
1. Kedudukan
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan adalah unsur pembantu pimpinan Badan PPSDM Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan. Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dipimpin oleh Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan.
2. Tugas
Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan menyelenggarakan fungsi, antara lain:
a. Koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran serta
pengelolaan data dan informasi.
b. Pengelolaan urusan keuangan dan barang milik negara.
c. Penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan hukum, organisasi, tata
laksana, dan hubungan masyarakat.
d. Pelaksanaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, kerumahtanggaan, arsip,
dokumentasi dan layanan pengadaan, dan
D. SUSUNAN ORGANISASI
Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan terdiri atas:
1. Bagian Program dan Informasi, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaan data dan informasi, dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan.
Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian Program dan Informasi menyelenggarakan fungsi:
a. Penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan
anggaran.
b. Pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data dan informasi.
c. Pemantauan, evaluasi, dan laporan.
Bagian Program dan Informasi terdiri atas:
a. Subbagian Program dan Anggaran
b. Subbagian Data dan Informasi
c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan
Gambar 1.1
Pelaksanaan Kegiatan Bagian Program Dan Informasi Tahun 2016
2. Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan hukum, organisasi dan tata laksana serta hubungan masyarakat.
Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:
a. Penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan
perundangan-undangan.
b. Penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi dan tata laksana serta
fasilitasi implementasi reformasi birokrasi, dan
c. Pelaksanaan urusan advokasi hukum, hubungan masyarakat dan
perpustakaan.
Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat terdiri atas:
a. Subbagian Peraturan Perundang-Undangan
b. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana, dan
c. Subbagian Advokasi Hukum dan Hubungan Masyarakat.
perundangan-undangan, organisasi dan tata laksana, serta advokasi hukum dan hubungan masyarakat.. Berikut gambaran kinerja Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat periode Tahun Anggaran 2016 :
Gambar 1.2
Pelaksanaan Kegiatan Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat Tahun 2016
3. Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN), mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan dan pengelolaan barang milik negara.
Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan urusan perbendaharaan.
b. Pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi, dan
c. Pengelolaan barang milik negara.
Bagian Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas:
a. Subbagian Perbendaharaan.
b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi, dan
Pada tiap tahun Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara dalam rangka mendukung pelaksanaan tugasnya melaksanakan beberapa pertemuan yang dilaksanakan untuk memfasilitasi fungsi koordinasi terkait urusan perbendaharaan, verifikasi dan akuntasi, serta barang miliki negara. Berikut gambar kinerja Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara periode Tahun Anggaran 2016 :
Gambar 1.3
Pelaksanaan Kegiatan Bagian Keuangan Dan BMN Tahun 2016
4. Bagian Kepegawaian dan Umum, mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, pengelolaan layanan pengadaan barang/jasa, kerumahtanggaan, kearsipan dan dokumentasi.
Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan pengembangan pegawai.
b. Pelaksanaan pengadaan dan mutasi kepegawaian.
c. Pengelolaan ketatausahaan dan rumah tangga, dan
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Pengembangan Pegawai.
b. Subbagian Pengadaan dan Mutasi Pegawai, dan
c. Subbagian Umum dan layanan Pengadaan.
Pada tiap tahun Bagian Umum Dan Kepegawaian dalam rangka mendukung pelaksanaan tugasnya melaksanakan beberapa pertemuan yang dilaksanakan untuk memfasilitasi fungsi koordinasi terkait pengembangan pegawai, pengelolaan ketatausahaan dan rumah tangga, serta pengelolaan layanan pengadaan barang/ jasa. Berikut gambaran kinerja Bagian Kepegawaian dan Umum periode Tahun Anggaran 2016 :
Gambar 1.4
Gambar 1.5
Struktur Organisasi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Berdasarkan Permenkes Nomor 64 Tahun 2015
E. SISTEMATIKA
Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, sistematika penulisan atau outline dari LKj IP, terdiri dari:
1. RINGKASAN EKSEKUTIF
Menguraikan secara singkat isi LKj IP Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan.
2. BAB I PENDAHULUAN
3. BAB II PERENCANAAN KINERJA
Bab ini menguraikan tentang tujuan dan sasaran, Rencana Kinerja Tahunan, serta Perjanjian Kinerja.
4. BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
Bab ini menguraikan tentang pengukuran kinerja, analisis akuntabilitas kinerja, serta sumber daya.
5. BAB IV PENUTUP
P
B A B II
PERENCANAAN KINERJA
erencanaan kinerja merupakan proses penetapan target program kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran program kegiatan yang telah disepakati dan ditetapkan. Rencana kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016 pada hakekatnya diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran dan indikator kinerja yang tertuang dalam Rencana Aksi Kegiatan Sekretariat Badan Tahun 2015 – 2019.
Menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/52/I/2015 disusun Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 (Renstra Kemenkes 2015 - 2019), dimana didalamnya disebutkan bahwa salah satu program pembangunan kesehatan adalah Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (SDM) Kesehatan yang menjadi tanggung jawab Badan PPSDM Kesehatan.
Secara umum tugas pokok dan fungsi Badan PPSDM Kesehatan adalah melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia di bidang kesehatan, yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya didukung oleh 4 eselon II teknis dan 1 sekretariat, 38 politeknik kesehatan serta 6 BBPK dan Bapelkes. Masing– masing Satuan Kerja (satuan kerja) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yakni Poltekkes dan BBPK/Bapelkes memiliki peran dan fungsi yang saling bersinergi serta mendukung satu sama lain.
Bapelkes berperan memenuhi jumlah, jenis dan mutu SDM Kesehatan sesuai yang direncanakan dan dibutuhkan.
Penjabaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan PPSDM Kesehatan dituangkan dalam dokumen perencanaan yang memberikan penjelasan program/ kegiatan, indikator, target, sampai dengan kerangka pendanaan dan kerangka regulasi Badan PPSDM Kesehatan sesuai Rencana Aksi Program Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2015-2019 yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan PPSDM Kesehatan Tahun Tahun 2015 Nomor: HK.02.03/I.1/008232/ 2015 tanggal 31 Agustus 2015 tentang Rencana Aksi Program Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber
Daya Manusia Kesehatan Tahun 2015-2019. menunggu revisi RAP 2016 selesai
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sebagai salah satu unit Eselon II di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan bertanggungjawab sebagai pelaksana kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan. Dalam pelaksanaan fungsinya Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan mengacu pada Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2015-2019 yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Nomor: HK.02.04/I.1/002832/2016 tanggal 21 Maret 2016 tentang Rencana Aksi Kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan.
A. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS 1. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan adalah
meningkatnya manajemen dan dukungan pelaksanaan upaya pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan.
2. Sasaran Strategis
Untuk mencapai tujuan tersebut, ditetapkan pencapaian sasaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2016, yaitu:
a. Jumlah dokumen Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) PPSDM
Kesehatan sebanyak 20 dokumen.
b. Jumlah dokumen data dan informasi program PPSDM Kesehatan sebanyak
34 dokumen.
c. Jumlah satuan kerja yang ditingkatkan sarana dan prasarananya sebanyak 17
Satuan kerja (kumulatif).
d. Jumlah lulusan tenaga kesehatan dari Poltekkes Kemenkes RI sebanyak
20.000 orang.
B. PERJANJIAN KINERJA
Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016 berisikan penugasan dari Kepala Badan PPSDM Kesehatan untuk melaksanakan program atau kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja dan target. Melalui Perjanjian Kinerja Tahun 2016 inilah, Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan menjadi terukur sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.
Strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019. Rencana Aksi Kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan 2015-2019 ini disusun untuk menentukan tujuan dan arah pelaksanaan program selama kurun waktu 5 (lima) tahun. Sedangkan dalam pelaksanaan kegiatannya ditetapkan Rencana Kinerja Tahunan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan, yang berisi indikator untuk mengukur keberhasilan dari kinerja yang telah dilaksanakan selama 1 (satu) tahun.
Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016 dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015 – 2019 dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut.
Tabel. 2.1
Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016
1 Jumlah Dokumen Norma, Standar,
Prosedur dan Kriteria PPSDM Kesehatan 20 Dokumen 2 Jumlah Dokumen Data dan Informasi
Program PPSDM Kesehatan 34 Dokumen 3 Jumlah Satuan Kerja Yang Ditingkatkan
Sarana Dan Prasarananya (kumulatif) 17 Satuan Kerja Meningkatnya pembinaan
dan pengelolaan pendidikan tinggi
4 Jumlah Lulusan Tenaga Kesehatan Dari
Politeknik Kesehatan Kemenkes RI 20.000 Orang C. STRATEGI
a. Perencanaan kebijakan dan program.
Perencanaan program/kegiatan dan anggaran di lingkungan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan disusun berdasarkan anggaran berbasis kinerja yang mengutamakan azas pembiayaan sesuai fungsi, dan sejalan dengan persamaan gender.
b. Pemantauan dan evaluasi.
Pemantauan pelaksanaan kegiatan ditujukan untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan selama Tahun 2016. Pemantauan ditekankan pada input dan proses penyelenggaraan kegiatan dari masing-masing kegiatan di lingkungan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan.
c. Pengendalian dan penilaian, didukung melalui peningkatan jumlah dan kemampuan
A
B A B III
AKUNTABILITAS KINERJA
khir periode tahun 2016, Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan mengukur pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan sesuai dengan Perjanjian Kinerja (PK). Pengukuran capaian PK dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Hasil pengukuran kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dituangkan dalam laporan Kinerja Instansi Pemerintah Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan.
Pengukuran kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dilakukan dengan proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan Sekretariat Badan PPSDM yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi, misi dan strategi instansi pemerintah. Analisis laporan kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan yang diuraikan pada bab ini untuk menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dengan program dan kebijakan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dalam rangka mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi sebagaimana ditetapkan dalam rencana strategik.
A. CAPAIAN KINERJA
Tabel. 3.1
Capaian Kinerja Meningkatnya Dukungan Manajemen
Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program PPSDM Kesehatan Tahun 2016
No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1 Jumlah Dokumen Norma, Standar,
Prosedur dan Kriteria PPSDM
Kesehatan 20 Dokumen 21 Dokumen 105%
2 Jumlah Dokumen Data dan
Informasi Program PPSDM
Kesehatan 34 Dokumen 34 Dokumen 100%
3 Jumlah Satuan Kerja Yang
Ditingkatkan Sarana dan Prasarananya (kumulatif)
17 Satuan
Kerja 66 Satuan Kerja 388,23%
Pada Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan terdapat kegiatan dalam rangka
Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi dengan sasaran kegiatan adalah
Tabel. 3.2
Capaian Kinerja Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi Tahun 2016
No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1 Jumlah Lulusan Tenaga
Kesehatan Dari Politeknik Kesehatan Kemenkes RI
20.000 orang 20.145 orang 100,72%
B. EVALUASI DAN ANALISA CAPAIAN KINERJA
Evaluasi dan analisa capaian kinerja masing-masing sasaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dapat dijelaskan sebagaimana berikut:
1. Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program PPSDM Kesehatan dengan indikatorcapaian :
a. Jumlah Dokumen Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria PPSDM Kesehatan
Definisi Operasional:
Jumlah dokumen kebijakan teknis/rancangan Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan yang disusun oleh satuan kerja di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan.
Cara Perhitungan:
Grafik 3.1
Target dan Capaian Indikator
Jumlah Dokumen Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Tahun 2015-2019
Pada grafik di atas dapat dilihat bahwa capaian indikator Jumlah Dokumen Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) PPSDM Kesehatan pada tahun 2016 telah tercapai sebanyak 21 dokumen atau tercapai 105%. Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2015 sebanyak 20 NSPK maka capaian tahun 2016 ini dihasilkan 21 NSPK dari 20 NSPK yang ditargetkan, terdapat kenaikan capaian sebesar 5%. Kenaikan capaian ini berkaitan dengan banyaknya produk hukum yang perlu diterbitkan untuk mengakomodir semua peraturan perundang-undangan dalam rangka penguatan pelaksanaan program di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan.
yang disusun. Berdasarkan kenaikan capaian NSPK pada tahun 2016 ini maka dapat diprediksi capaian dokumen NSPK yang disusun sampai akhir tahun 2019 nanti sebanyak 104 dokumen NSPK atau akan tercapai 104%.
Pencapaian target indikator ini diperoleh melalui kegiatan yang diselenggarakan baik di Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan untuk mengakomodir Pusat-Pusat di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan dalam rangka menghasilkan dokumen rancangan peraturan yang disusun dalam bentuk rancangan UU, PP, Perpres, Permenkes, Kepmenkes pedoman teknis, petunjuk teknis, perjanjian kerjasama dan standar/prosedur terkait PPSDMK. Dokumen NSPK ini sangat diperlukan untuk menunjang output dari unit di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan yang memerlukan regulasi dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan. Adapun produk jenis NSPK yang dihasilkan dapat dilihat pada lampiran 1.
Salah satu regulasi yang dihasilkan pada tahun 2016 untuk memayungi program pengembangan SDM Kesehatan adalah penerbitan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2016 tentang Program Percepatan Kualifikasi Pendidikan Pendidikan Tenaga Kesehatan. Regulasi ini diterbitkan sebagai payung hukum dalam pengembangan program percepatan peningkatan kualifikasi pendidikan tenaga kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2016 ini merupakan penjabaran dari UU nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang mengatur dan memberikan masa peralihan selama 6 tahun bagi tenaga kesehatan (bidan, perawat, tenaga gizi, kesehatan lingkungan, analisis laboratorium, perawat gigi, teknisi farmasi dan lain-lain yang berpendidikan di bawah Diploma III untuk menlanjutkan pendidikannya tanpa perlu meninggalkan tugas.
Pencapaian target indikator ini dalam menghasilkan dokumen rancangan peraturan yang disusun dalam bentuk NSPK tahun 2016 telah tercapai melebihi target, namun upaya optimalisasi diperlukan dalam mendukung kinerja Badan PPSDM Kesehatan dari segi NSPK. Optimalisasi yang perlu dilakukan dalam penyusunan peraturan adalah koordinasi dalam melakukan pengkajian setiap muatan NSPK yang terkait bidang atau program teknis baik di lingkungan internal dan eksternal Badan PPSDM Keseatan.
Untuk lebih meningkatkan kualitas capaian indikator tersebut, perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dengan pusat atau unit teknis terutama yang berkaitan materi teknis dari NSPK yang dibahas tersebut. Beberapa NSPK yang telah disusun dapat dilihat pada gambar 3.1. berikut:
Gambar 3.1
b. Jumlah Dokumen Data dan Informasi Program PPSDM Kesehatan Definisi Operasional:
Dokumen data dan informasi program PPSDM Kesehatan yang meliputi perencanaan, pendayagunaan, pembinaan dan pengawasan mutu SDM Kesehatan.
Cara Perhitungan:
Menghitung jumlah provinsi yang mengirimkan dokumen data dan informasi (profil) pengembangan dan pemberdayaan SDMK wilayahnya.
Pada tahun 2016, capaian indikator Jumlah Dokumen Data dan Informasi Program PPSDM Kesehatan telah tercapai 34 dokumen tersusun dari target 34 dokumen, artinya telah tercapai 100%. Target dan capaian indikator tahun 2015-2019 dapat dilihat pada grafik 3.2. berikut:
Grafik 3.2
Target dan Capaian Indikator
Pada grafik di atas dapat dilihat bahwa capaian indikator Jumlah Dokumen Data dan Informasi Program PPSDM Kesehatan pada tahun 2016 telah tercapai sebanyak 34 dokumen atau tercapai 100% sesuai dengan target yakni sebanyak 34 Dinas Kesehatan Provinsi menyusun profil data dan informasi program PPSDM kesehatan tahun 2016. Capaian indikator ini tidak dapat dibandingkan antara capaian tahun 2016 dengan tahun 2015 karena kegiatan penyusunan profil tersebut baru dilaksanakan pada tahun 2016.
Target indikator Jumlah Dokumen Data dan Informasi Program PPSDM
Kesehatanpada tahun 2015 – 2019 adalah sebanyak 34 dokumen setiap tahunnya.
Berdasarkan capaian indikator pada tahun 2016 maka indikator ini dapat diprediksi akan tercapai 100% setiap tahunnya hingga tahun 2019 nanti. Hal ini berpedoman pada jumlah provinsi yang ada di Indonesia dimana setiap provinsi diharapkan dapat menyusun dan mempunyai profil data dan informasi program PPSDM Kesehatan yang ada di provinsi masing-masing. Melalui penyusunan profil SDM kesehatan provinsi ini akan memudahkan penyusunan profil data dan informasi program PPSDM Kesehatan secara nasional, di samping itu indikator ini menjadi sangat penting untuk perencanaan dan pendayagunaan SDM kesehatan agar tersebar secara merata di seluruh nusantara.
Proses pencapaian target indikator ini dicapai melalui rangkaian kegiatan yang dilakukan selama tahun 2016 mulai dari pertemuan-pertemuan sosialisasi ke provinsi, pendampingan pada petugas data dan informasi dinas kesehatan provinsi hingga pertemuan pemutakhiran data untuk menyusun profil masing-masing provinsi tersebut, sehingga setiap provinsi mempunyai satu dokumen Data dan Informasi Program PPSDM Kesehatan di provinsinya.
wilayah tersebut selama periode tahun 2016. Kendala tersebut antara lain belum seluruh Dinas Kesehatan baik kabupaten/kota maupun provinsi memandang penting data dan informasi SDM Kesehatan sehingga belum seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di wilayahnya tercakup dalam pelaksanaan pemetaan SDM Kesehatan; belum seluruh dinas kesehatan memiliki alokasi anggaran yang mendukung kegiatan pengelolaan data dan informasi SDM Kesehatan, sebagian besar masih mengandalkan sumber Dana Dekonsentrasi. Namun demikian dalam dua tahun terakhir telah mengalami peningkatan perhatian terhadap pentingnya data dan informasi SDM Kesehatan dalam mendukung program PPSDM Kesehatan yang meliputi unsur perencanaan, pengadaan, pendayagunaan serta pembinaan dan pengawasan mutu SDM Kesehatan.
c. Jumlah Satuan Kerja Yang Ditingkatkan Sarana dan Prasarananya (kumulatif).
Definisi Operasional:
Satuan kerja yang ditingkatkan sarana prasarananya melalui pembangunan/ rehabilitasi gedung dan pengadaan operasional.
Cara Perhitungan:
Berdasarkan definisi operasional di atas ditargetkan sebanyak 17 satuan kerja ditingkatkan sarana dan prasaranya (kumulatif), yakni melalui menyelenggarakan pembangunan/rehabilitasi gedung dan lingkungan, pengadaan ABBM dan pengadaan operasional, serta telah menyampaian BAST. Capaian indikator dapat dilihat pada grafik 3.3 berikut:
Grafik 3.3
Target dan Capaian (Kumulatif) Indikator Jumlah Satuan Kerja Yang Ditingkatkan Sarana dan Prasarananya Tahun 2015-2019
Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa indikator ini dihitung secara kumulatif,
maka capaian pada tahun 2016 untuk indikator jumlah satuan kerja yang
yang ditingkatkan sarana dan prasarannya. Jumlah capaian 66 satuan kerja yang ditingkatkan sarana dan prasarananya ini merupakan capaian yang diperoleh pada tahun 2015 yakni sebanyak 17 satuan kerja dan capaian tahun 2016 sebanyak 49 satuan kerja. Artinya secara kumulatif untuk satuan kerja yang ditingkatkan sarana
dan prasarananya sudah tercapai 388,24% di tahun 2016. Sedangkan capaian
pada tahun 2016 dapat dilihat pada grafik 3.4. berikut.
Grafik 3.4
Target dan Capaian per Tahun Indikator Jumlah Satuan Kerja Yang Ditingkatkan Sarana dan Prasarananya
Apabila dianalisa capaian pertahunnya untuk tahun 2016 saja telah tercapai sebanyak 49 satuan kerja yang ditingkatkan sarana dan prasarananya dari target pertahun tahun 2016 yakni sebanyak 11 satuan kerja atau telah tercapai 445,45%.
Usulan Revisi Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2015 Penghapusan Catatan Halaman IV DIPA dan Perpindahan Anggaran Satker Pusat dan Daerah.
Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2015 terdapat kenaikan persentase capaian, karena pada tahun 2016 anggaran belanja modal Badan PPSDM Kesehatan 4 kali lebih besar dari tahun 2015 yang diperuntukkan bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan yang jumlahnya 49 satuan kerja, lebih banyak dibandingkan tahun 2015 yang tambahan alokasi anggarannya hanya untuk 11 satuan kerja.
Apabila diproyeksikan ke target tahun 2019 (kumulatif) sebanyak 44 satuan kerja telah ditingkatkan sarana dan prasaranya, maka persentase capaian indikator ini sejak tahun 2015 - 2016 telah tercapai 150% yakni sebanyak 66 satuan kerja telah ditingkatkan sarana dan prasarananya.
Angka capaian pada indikator Jumlah satuan kerja yang ditingkatkan sarana dan prasarananya pada tahun 2016 ini diperoleh melalui :
1) Laporan Poltekkes Kemenkes terkait realisasi anggaran per belanja,
khususnya belanja modal dan BAST.
2) Pemantauan melalui aplikasi Sistem Informasi Barang dan Jasa (Sibaja) dan
juga pemantauan langsung yang dilakukan baik melalui via e-mail, surat resmi, maupun kunjungan atau supervisi ke Poltekkes Kemenkes.
3) Pengolahan data e-Monev Kinerja Terpadu SMART – DJA Kementerian
Keuangan, yang mana melalui Busines Intelegence (BI) aplikasi ini dapat membantu dalam menganalisa realisasi pembangunan/rehabilitasi gedung dan lingkungan, pengadaan ABBM dan pengadaan operasional.
namun masih diperlukan upaya untuk mengoptimalkan pencapaian dalam pelaksanaan kegiatan.
Pada tahun 2016 dengan adanya kebijakan Inpres Nomor 8 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran 2016, mengakibatkan dilakukannya revisi anggaran, APBNP dan buka blokir yang cukup memakan waktu sehingga berdampak terhadap proses pelaksanaan kegiatan untuk Pengadaan Barang dan Jasa (proses lelang) yang baru dapat direalisasikan pada akhir tahun.
Upaya yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan capaian indikator ini adalah perlu adanya peningkatan kompetensi SDM kesehatan yang khusus menangani terkait belanja modal termasuk sistem monitoring dan pelaporannya. Selain itu diperlukan koordinasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan kegiatan yang memudahkan pengendalian dan monitoring. Upaya yang dilaksanakan diantaranya melakukan evaluasi dan pemantauan pelaksanaan proses pengadaan melalui
sistem monitoring online Sibaja dan monitoring realisasi anggaran secara berkala
Gambar 3.2
Satuan Kerja (Poltekkes Mamuju)
Yang Ditingkatkan Sarana dan Prasarananya
Sumber: Poltekkes Mamuju
2. Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi, pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan merupakan kegiatan pembinaan yang
dilakukan terhadap Satuan kerja Poltekkes Kemenkes RI dengan indikatorcapaian :
d. Jumlah Lulusan Tenaga Kesehatan Dari Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Definisi Operasional:
Cara Perhitungan:
Merekap jumlah peserta didik yang lulus/menyelesaikan pendidikan di 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dari berbagai program studi yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan.
Tujuan indikator ini adalah menggambarkan banyaknya jumlah peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan profesional baik dalam program diploma III dan atau program diploma IV di Poltekkes Kemenkes. Salah satu program di Poltekkes Kemenkes yang mendukung peningkatan lulusan Poltekkes adalah melalui pengembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) terutama di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK). Program PJJ ini sebagai solusi untuk
menjawab tantangan besarnya kebutuhan atau demand tenaga kesehatan untuk
mendapatkan pendidikan lanjutan, meningkatkan kompetensi, mengembangkan karir, dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat tanpa meninggalkan tempat tugas dan tanpa terkendala oleh waktu, biaya atau jarak. Adapun target dan capaian indikator ini untuk tahun 2015-2019 dapat dilihat pada grafik 3.5 berikut:
Grafik 3.5
Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa target indikator jumlah lulusan tenaga kesehatan dari Politeknik Kesehatan Kemenkes RI pada tahun 2016 adalah 20.000 orang dan capaian indikator tersebut pada tahun 2016 sebanyak 20.145 orang atau tercapai 100,73%, melebihi target yang telah ditetapkan. Jika dibandingkan dengan capaian indikator tahun 2015, maka capaian indikator pada tahun 2016 secara persentase terjadi penurunan, namun penurunan ini tidak dapat dikatakan sebagai penurunan kinerja karena penambahan lulusan yang melebihi target tersebut disebabkan adanya peserta didik yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan sesuai waktu yang telah ditentukan selama 3 tahun sehingga perlu penambahan masa pendidikan dimana peserta didik ini baru bisa dapat menyelesaikan pendidikannya pada tahun berikutnya.
Apabila diproyeksikan kepada target tahun 2019, maka target yang telah ditetapkan setiap tahun ini diperkirakan dapat tercapai sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan pembukaan prodi baru pada Poltekkes Kemenkes RI. Sesuai Kalender Akademik lulusan Politeknik Kesehatan Kemenkes RI dihasilkan pada semester genap dan ganjil. Angka capaian pada indikator ini diperoleh dari laporan yang disampaikan oleh Poltekkes Kemenkes yang telah melaksanakan wisuda selama tahun 2016.
Salah satu prestasi dari capaian indikator yakni pada Poteknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta yang telah berperan dalam meningkatkan kualitas lulusan Poltekkes Kemenkes adalah kerjasamanya dengan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat dalam mendidik putri-putri daerah Bengkayang menjadi tenaga bidan untuk diangkat menjadi Bidan Desa di Kabupaten Bengkayang dalam rangka pembentukan 120 Desa Siaga. Kerjasama juga dilakukan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat, untuk mendidik putra-putri Kabupaten Sorong Selatan pada 6 (enam) jurusan yaitu Analis Kesehatan, Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan Gigi, dan Kesehatan Lingkungan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta juga melakukan kerjasama dengan Malinau, Kalimantan Timur untuk mendidik mahasiswa Prodi D-III Analis Kesehatan, Gizi, Kebidanan dan Kesehatan Lingkungan.
Gambar 3.3
Lulusan Tenaga Kesehatan Dari Politeknik Kesehatan Kemenkes RI
3. Kegiatan Dekonsentrasi
Pada tahun 2016, terdapat kegiatan di Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan yang mendukung provinsi dalam bentuk dana dekonsentrasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan untuk sasaran meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya di 34 Dinas Kesehatan Provinsi. Pada awal tahun 2016 telah di lakukan penandatanganan kinerja yang telah ditetapkan indikator kinerja dan target dari setiap dinas kesehatan provinsi yang menerima dana dekonsentrasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan.
Dalam proses pelaksanaan kegiatan dana dekonsentrasi beberapa kendala yang dihadapi adalah kurangnya perencanaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bersumber APBN dan APBD, dimana pada tahun 2016 dekonsentrasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan adalah tahun pertama pelaksanaan setelah 2 (dua) tahun yakni periode tahun 2014-2015 tiodak terdapat kegiatan ini. Selain kurangnya persiapan, kendala juga disebabkan karena kegiatan lebih mengutamakan APBD karena pada kegiatan ini dipertanggungjawabkan dengan kepala daerah (gubernur), di samping itu juga kurangnya koordinasi antar bagian pelaksana program di dinas kesehatan provinsi. Capaian kegiatan dekonsentrasi tahun 2016 ini belum dapat dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, sehingga tidak dapat diperbandingkan.
C. SUMBER DAYA
1. Sumber Daya Manusia (SDM)
Keadaan SDM di Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin, golongan, dan latar belakang pendidikan sebagai berikut :
a. Berdasarkan jenis kelamin
Grafik 3.6
Pegawai Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2016
Sumber: Bagian Kepegawaian dan Umum, Sekretariat BPPSDMK Desember 2016
b. Berdasarkan golongan
Grafik 3.7
Persentase Pegawai Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Berdasarkan Golongan Tahun 2016
Sumber : Bagian Kepegawaian dan Umum, Set. BPPSDMK, Desember 2016
c. Berdasarkan latar belakang pendidikan
Grafik 3.8
Distribusi Pegawai Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Tahun 2016
Sumber: Bagian Kepegawaian dan Umum, Set.BPPSDMK, Desember 2016
2. Sumber Daya Anggaran
Anggaran belanja Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan untuk Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2016 sebesar Rp. 359.225.985.000,- (dengan sumber dana Rupiah Murni) dan telah direalisasikan sebesar Rp. 302.841.242.609,- atau sebesar 84,30%. Pada tahun 2016 terdapat kebijakan Inpres No 8 Tahun 2016 tentang Langkah- Langkah Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran 2016. Dengan adanya kebijakan tersebut anggaran
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan di self blocking sebesar Rp. 32.464.322.000,-
sehingga pagu setelah self blocking menjadi Rp. 326.761.663.000,- dan realisasi
Tabel 3.3
Alokasi dan Realisasi Anggaran
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016
Uraian Pagu Awal Pagu (SB) Realisasi (Rp) % Realisasi
(Pagu Awal) % Realisasi (Pagu SB)
Set.
BPPSDMK 359.225.985.000 326.761.663.000 302.841.242.609 84,30 92,68 Dekonsentrasi 18.908.426.000 14.638.923.000 12.366.662.154 65,40 84,48
Total 378.134.411.000 341.400.586.000 315.207.904.763 83,36 92,33 Sumber: SMART, 23 Januari 2017
Pada tahun 2016 ini Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dapat merealisasikan anggarannya ditambah dekonsentrasi sebesar 83,36% atau sebesar Rp.
315.207.904.763,- dari pagu awal Rp. 378.134.411.000,-. Sedangkan dari pagu self
blocking sebesar Rp. 341.400.586.000,- realisasinya adalah 92,33%. Dengan efisiensi penggunaan anggaran sebesar 13,48% dan capaian output sebesar 74,95% serta nilai kinerja sebesar 78,52% (Sumber e-monev DJA Kemenkeu, 23 Januari 2017).
Secara persentase jika dibandingkan dengan realisasi anggaran tahun 2015 sebesar 95,85%, dengan realisasi anggaran tahun 2016 baik dari pagu awal maupun
dengan pagu self blocking terdapat penurunan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2016
adanya penambahan belanja modal 4 kali lipat lebih besar dibandingkan dari tahun 2015, yakni pada tahun 2016 untuk anggaran belanja modal sebesar Rp. 15.677.157.000,-, sedangkan tahun 2015 anggaran belanja modal sebesar Rp. 3.686.267.000,-. Selain itu juga dapat dipengaruhi dari adanya anggaran dekonsentrasi untuk dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya sebesar Rp. 18.908.426.000,-.
Tabel 3.4
Alokasi dan Realisasi Anggaran per Output Kegiatan Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016
Output kegiatan Pagu Awal Pagu (SB) Realisasi (Rp) %
dikembangakan 236.525.000 191.725.000 124.243.750 52,53 64,80 NSPK program
PPSDM Kesehatan 1.472.610.000 1.127.215.000 1.066.689.469 72,44 94,63 Data dan informasi
PPSDM Kesehatan 2.379.385.000 1.840.877.000 1.495.927.719 62,87 81,26 Dukungan
layanan
manajemen 33.765.442.000 25.875.472.000 21.597.662.471 63,96 83,47
Layanan
perkantoran 305.871.366.000 283.907.407.000 266.219.124.160 87,04 93,77
Kendaraan
bermotor 1.405.094.000 799.404.000 717.050.000 51,03 89,70
Perangkat pengolah data
dan komunikasi 7.152.126.000 6.826.126.000 6.438.373.000 90,02 94,32
Peralatan dan fasilitas
perkantoran 6.548.005.000 5.798.005.000 4.792.649.940 73,19 82,66
Gedung/bangunan 395.432.000 395.432.000 389.522.100 98,51 98,51
359.225.985.000 326.761.663.000 302.841.242.609 84,30 92,68
Sumber: SMART, 23 Januari 2017
Tabel 3.5
Alokasi dan Realisasi Anggaran
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan pada Kantor UPT dan Dekonsentrasi Tahun 2016
No Indikator Pagu Awal Pagu (SB) Realisasi (Rp) % Realisasi
(Pagu Awal) % Realisasi (Pagu SB) 1. NSPK program
PPSDM
Kesehatan 1.472.610.000 1.127.215.000 1.066.689.469 72,44 94,63 2. Jumlah
2.379.386.000 1.840.877.000 1.495.927.719 62,87 81,26
Data dan Informasi
(Dekonsentrasi) 10.698.739.000 7.407.501.000 6.254.656.221 58,46 84,44 Total 13.078.125.000 9.248.378.000 7.750.583.940 59,26 83,80 3. Jumlah satuan
kerja yang ditngkatkan sarana dan prasarananya
1.405.936.000.000 1.029.165.917.000 986.478.047.626 70,17 95,85
4. Jumlah lulusan tenaga kesehatan dari Poltekkes Kemenkes RI
1.211.941.006.000 1.041.064.751.000 909.526.514.890 75,05 87,37
L
B A B I V
P E N U T U P
aporan Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2016 menyajikan keberhasilan maupun hambatan dari capaian indikator yang telah diperjanjikan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2016. Secara umum, sasaran strategis yang ditetapkan telah dipenuhi oleh Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan. Hal ini terlihat dari 4 indikator kinerja yang diperjanjikan, 2 indikator kinerja tercapai sesuai dengan target dan 2 indikator lainnya tercapai melebihi target.
Kunci keberhasilan tersebut antara lain karena adanya komitmen dan dukungan pimpinan serta jajaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan yang bersama-sama melakukan upaya peningkatan kinerja di lingkungan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan. Diluar beberapa kendala yang muncul dalam pencapaian target ini, koordinasi antar unit kerja semakin terbangun dengan baik.
Sekretariat merupakan unsur pendukung (supporting) dalam sebuah organisasi namun memiliki peran yang strategis dan mendasar dalam pengelolaan/manajemen unit kerja dalam lingkungan Badan PPSDM Kesehatan, tidak hanya berperan dalam pembinaan dan pemberian dukungan manajemen keseluruh unit saja. Melainkan, dapat juga dilihat sebagai perekat, penopang dan penunjang dalam organisasi Badan PPSDM Kesehatan, dimana unsur-unsur perencanaan, evaluasi dan monitoring, serta pelayanan terhadap stakeholder internal, berawal dari bagian-bagian dalam kesekretariatan. Mengingat hal tersebut, agar fungsi dan peran Sekretariat dapat dengan optimal berjalan, yang secara otomatis mendorong peningkatan kinerja di lingkungan Seklretariat Badan PPSDM Kesehatan.
1. Melakukan evaluasi dan pemantauan realisasi anggaran secara berkala melalui Sistem Monitoring On line yang telah berjalan, sekaligus deteksi dini atas rendahnya capaian target.
2. Mempercepat proses lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah, untuk segera
dilakukan setelah Rencana Kerja Anggaran KL disetujui DPR.
3. Mempercepat proses penerbitan pedoman yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
4. Optimalisasi koordinasi dan konsolidasi pelaksanaan kegiatan/program terhadap
bagian-bagian terkait.