Laporan Kinerja
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan 2020
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2020
K
KATA PENGANTAR
ami memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya sehingga telah membimbing kami dalam menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Sekretariat Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Manusia Kesehatan (Badan PPSDMK) ini.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi, dan melihat kebijakan di bidang perencanaan strategis yang telah ditetapkan di lingkup Kementerian Kesehatan maupun Badan PPSDM Kesehatan, Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan mengacu pada peta jalan atau cascading pelaksanaan kegiatan selama lima tahun ke depan.
Dokumen Lkj ini akan menjadi tolak ukur hasil dari pelaksanaan perjanjian kinerja, rencana kegiatan dan anggaran, pelaksanaan kegiatan dan realisasi, serta monitoring dan evaluasi.
Laporan kinerja dituangkan dalam perjanjian kinerja (PK) Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sebagai Esselon II yang ditandatangani di awal periode sebagai komitmen pimpinan dalam pencapaian target kinerja yang ditetapkan kegiatan selanjutnya dituangkan dalam dokumen anggaran ( DIPA), sebagai salah satu pedoman dan sumber daya yang dimiliki organisasi untuk mencapai target kinerja. Lkj ini juga akan didukung oleh instrumen pemantauan, yang akan diukur secara periodik untuk menilai capaian kinerja secara valid, akuntabel, dan transparan. Dan pada akhirnya, dokumen Lkj ini merupakan hasil pelaporan kinerja yang telah dicapai unit Sekretariat Badan di akhir periode kurun satu tahun.
Kami memohon maaf bila terdapat kekeliruan penyusunan walaupun penulisan LKj ini, dan kami membuka diri terhadap kritik serta masukan untuk penyempurnaan dokumen ini di masa berikutnya.
Semoga kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya dapat menjadi pendorong dan penggerak tercapainya target Program Badan PPSDM Kesehatan selama kurun waktu Tahun 2020.
Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan
dr. Trisa Wahjuni Putri, M.Kes NIP 196304121989032001
Laporan Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan 2020
|2
Daftar Isi
Kata Pengantar ii
Daftar Isi vii
Ikhtisar Eksekutif iv
Bab I Pendahuluan 1
I. Latar Belakang 72
II. Maksud Dan Tujuan 3
III. Struktur Organisasi 5-6
Bab II Perencanaan Kinerja 11
I. Rencana Aksi Kegiatan 12
II. Perjanjian Kinerja 18
Bab III Akuntabilitas Kinerja 23
I. Capaian Kinerja Organisasi 24
II. Evaluasi Dan Analisa Capaian III. Kinerja
28
IV. Sumber Daya 53
Bab IV Penutup 62
Ikhtisar Eksekutif
apaian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2019 adalah 95,16 (AA =”Sangat Memuaskan”). Jika capaian kinerja 2019 disandingkan dengan capaian kinerja tahun 2018 : 95,25 ada penurunan sejumlah 0,09 poin sedangkan dengan 2 tahun sebelumnya tahun 2017 : 97,26 dan tahun 2016 : 97,08 terlihat ada penurunan. Namun penurunan ini bukan dikarenakan tidak tercapainya target indikator, melainkan adanya perubahan tata cara penilaian capaian indikator dengan standar metode perhitungan menggunakan control kerangka logis yang harus ada hubungan dari hulu ke hilir mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Gambar 1. 1. Capaian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan 2016- 2019 (Hasil Evaluasi SAKIP)
C
95,16
Laporan Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 merupakan wujud pertanggungjawaban atas pencapaian kinerja untuk mewujudkan tujuan, sasaran, dan indikator yang ingin dicapai dalam tahun 2020 sebagai berikut :
1. Indeks reformasi birokrasi Kementerian Kesehatan pada program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan 56% di tahun 2020
2. Persentase kinerja RKAKL pada program Pengembangan Pemberdayaan SDM Kesehatan 80% di tahun 2020
3. Jumlah Dokumen Data dan Informasi Tenaga Kesehatan yang Terupdate Secara Teratur sebanyak 35 di tahun 2020
4. Jumlah mahasiswa aktif yang dididik di Poltekkes Kemenkes RI sebesar 103.992 mahasiswa.
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan merupakan unsur pelaksana yang bertanggung jawab kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan manajemen di lingkup Badan PPSDM Kesehatan. Seluruh kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan didasarkan pada tujuan, sasaran strategis dan target kinerja yang tertuang dalam Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2020-2024 dan Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2020.
Pada tahun 2020 ini rata rata target kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan senilai 91 % dengan status Hijau, melalui indikator sebagaimana berikut:
Pencapaian Kinerja Tahun 2020 Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian Status
1 Indeks reformasi birokrasi Kementerian Kesehatan pada program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan
56 35,39 63,20
2 Persentase kinerja RKAKL pada program Pengembangan Pemberdayaan SDM Kesehatan
80 85,13 106,41%
3 Jumlah dokumen data dan informasi Tenaga Kesehatan di seluruh provinsi yang terupdate secara teratur
35 Dokumen 35 Dokumen 100%
4 Jumlah mahasiswa yang dididik di Poltekkes Kemenkes RI
103.922 orang 98.091 orang 94,39%
Jumlah anggaran tahun 2020 yang digunakan untuk mencapai kinerja adalah sebesar Rp. 4.863.183.597.000 dan sudah terealisasi sebesar Rp. 4.828.319.466.131- atau 99,73%
.
Target kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 tidak bisa tercapai, dengan banyaknya revisi anggaran dan efisiensi terkait pandemi Covid-19 maka kegiatan- kegiatan yang seharusnya dilaksanakan menjadi terkendala.
BAB I PENDAHULUAN
I.
LATAR BELAKANGahun 2020 merupakan awal tahapan RPJMN 2020-2024, periode awal RPJMN ini menjadi tantangan bagi evaluasi di Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan untuk dapat lebih ekstra detail dalam merangkum seluruh capaian, menganalisa keterkaitan data, anggaran, serta mencari literasi pengungkapan keberhasilan dan kegagalan dari capaian kinerjanya yang akan dituangkan dalam Laporan Kinerja (LKj) secara akuntabel.
Penyusunan LKj yang akuntabel merupakan salah satu wujud penyelenggaraan good govermance yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, azas akuntabilitas ini menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sekretariat Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Badan PPSDM Kesehatan ) merupakan unit eselon II di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan sekaligus mempunyai fungsi koordinatif dan fasilitasi dalam Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di seluruh Satuan Kerja (Satker) lingkup Badan PPSDM Kesehatan.
Penyusunan LKj merupakan bentuk evaluasi dari Rencana aksi kegiatan. Dimana Rencana Aksi Kegiatan tersebut juga menjabarkan rencana aksi program yang mencerminkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Sekretariat Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan merupakan salah satu unit eselon II di Lingkungan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Badan PPSDM Kesehatan) yang memiliki tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberi dukungan administrasi Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber daya Manusia Kesehatan sesuai peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan Pasal 753. Dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga termasuk dalam kegiatan memberikan dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya pada Badan PPSDM Kesehatan.
Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan menyelenggarakan fungsi
T
a. Koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran dan pengelolaan data dan informasi;
b. Pengelolaan urusan keuangan dan barang milik negara;
c. Penyiapan koordinasi dan pelaksaan urusan hukum, organisasi tata laksana dan hubungan masyarakat;
d. Pelaksanaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, kerumahtanggaan, arsip, dokumentasi pengadaan; dan
e. Pemantauan, evaluasi dan Pelaporan (pasal 754).
Sumber daya manusia Kesehatan merupakan pelaku utama pembangunan Kesehatan yang sangat menentukan keberhasilan dari pembangunan Kesehatan diseluruh wilayah nusantara dalam mewujudkan Indonesia sehat. Pengembangan dan pemberdayaaan SDM Kesehatan menjadi program yang senantiasa dilaksanakan baik dalam jangka menengah maupun dalam jangka Panjang secara Nasional. Selama program pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan dilaksanakan maka dukungan manajemen dan pelaksanaan teknis lainnya diperlukan.
Sekretariat Badan sebagai Dukungan Manajemen diartikan manajemen secara umum adalah suatu proses di mana seseorang dapat mengatur segala sesuatu yang dikerjakan oleh individu atau kelompok. Manajemen perlu dilakukan guna mencapai tujuan atau target dari individu ataupun kelompok tersebut secara kooperatif menggunakan sumber daya yang tersedia. George Roben Terry mengartikan manajemen sebagai proses khas dari beberapa tindakan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Seluruh tindakan tersebut bertujuan mencapai target dengan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia. Kata dukungan dapat diartikan sebagai pemberian dorongan atau bantuan baik kepada perseorangan atau Lembaga/organisasi. Dengan demikian dukungan manajemen dalam rencana aksi kegiatan ini diartikan sebagai pemberian bantuan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, koordinasi dan pemantauan serta evaluasi guna mencapai tujuan secara efisien dan efektif.
Sekretariat badan juga sebagai Pengembangan suatu program pada umumnya untuk menghadapi suatu kondisi yang sedang dialami atau berkaitan dengan perkembangan permasalahan yang harus diselesaikan. Beberapa masalah strategis yang berkaitan dengan sumber daya manusia kesehatan dalam lima tahun terakhir dan akan tetap ada dalam lima tahun ke depan yang mewarnai pembangunan kesehatan diantaranya adalah:
a. Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan belum dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia untuk pembangunan kesehatan terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan;
b. Perencanaan kebijakan dan program sumber daya manusia Kesehatan masih lemah dan kurang didukung dengan sistem informasi terkait sumber daya manusia kesehatan yang memadai.
c. Masih kurang terpadunya antara kebutuhan dan pengadaan berbagai jenis sumber daya manusia kesehatan, kualitas hasil pendidikan sumber daya manusia kesehatan dan pelatihan sumber daya manusia kesehatan pada umumnya masih belum merata.
d. Dalam pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan, pemerataan sumber daya manusia kesehatan berkualitas masih kurang, pengembangan karier, sistem penghargaan, dan sanksi belum sebagaimana mestinya, regulasi untuk mendukun g sumber daya manusia kesehatan masih terbatas; dan
e. Pembinaan dan pengawasan mutu sumber daya manusia kesehatan masih kurang, dan dukungan sumber daya kesehatan pendukung masih kurang.
Tuntutan sekaligus kebutuhan pembangunan kesehatan yang berkaitan dengan sumber daya manusia kesehatan adalah diperlukannya sumber daya manusia kesehatan yang mencukupi dalam jumlah, jenis dan kulaitasnya serta terdistribusi secara adil dan merata ke seluruh wilayah Indonesia. Dalam sistem kesehatan nasional yang telah ditetapkan melalui
Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 sumber daya manusia kesehatan merupakan salah satu sub sistem yang juga mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan.
Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan meliputi perencanaan kebutuhan dan program sumber daya manusia yang diperlukan, pengadaan yang meliputi pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan sumber daya manusia kesehatan, pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan, termasuk peningkatan kesejahteraannya, dan pembinaan serta pengawasan mutu sumber daya manusia kesehatan. Yang dimaksud dengan sumber daya manusia kesehatan adalah tenaga kesehatan dan tenaga pendukung/penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya dan manajemen kesehatan. Tenaga kesehatan sesuai Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dikelompokkan ke dalam tenaga medis, tenaga psikologi klinis,tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga keteknisian medis, tenaga teknik biomedika, tenaga kesehatan tradisional, dan tenaga kesehatan lain. Untuk memantau keberhasilan program
pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan dikembangkan indikator kinerja program yang terdiri atas : persentase Puskesmas tanpa dokter atau tidak memiliki tenaga dokter, persentase Puskesmas dengan jenis tenaga Kesehatan sesuai standar, persentase Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten/Kota yang memiliki dokter spesialis 4 dasar dan 3 spesialis lainnya dan jumlah sumber daya manusia Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya.
.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Penyusunan LKj Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban Sekretaris Badan selaku satker lembaga yang melakukan Perjanjian Kinerja atas entitas pelaksanaan program/kegiatan dan pengelolaan anggaran dalam rangka mencapai sasaran/target yang telah ditetapkan.
Adapun tujuan dari penyusunan LKj Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 adalah untuk menilai dan mengevaluasi pencapaian kinerja dan sasaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan selama tahun 2020. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan kemudian dirumuskan suatu simpulan yang dapat menjadi salah satu bahan masukan dan referensi dalam menetapkan kebijakan dan strategi tahun berikutnya.
LKj Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 memuat hasil pengukuran kinerja berdasarkan Perjanjian Kinerja yang telah ditetapkan. Diselaraskan dengan perbandingan antara target kinerja dalam Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Sekretariat Badan Tahun 2020 – 2024 dengan realisasinya, performance gap, analisis, serta strategi guna peningkatan kinerja di masa mendatang ( performance improvement).
Selain untuk memenuhi prinsip akuntabilitas, LKj tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. LKj Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2020 juga disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan atas pelaksanaan tugas dan fungsi selama Tahun 2020 dalam rangka memberikan dukungan manajemen bagi seluruh Satuan Kerja di lingkungan
Badan PPSDM Kesehatan untuk mewujudkan Pembangunan Kesehatan. LKj ini dapat digunakan sebagai upaya perbaikan untuk peningkatan kinerja di lingkungan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan, serta untuk mendapatkan masukan dari stakeholders demi perbaikan kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan yang berkelanjutan
III. ORGANISASI
Mengacu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, Sekretariat Badan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan adalah unsur pendukung administrasi pimpinan Badan PPSDM Kesehatan dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan. Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan dipimpin oleh Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, dan memiliki 4 (empat) Kepala Bagian yakni Bagian Program dan Informasi, Bagian Keuangan dan BMN, Bagian Hukum, Organisasi dan Hubungan Masyarakat, dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Dalam melaksanakan tugasnya Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan menyelenggarakan fungsi sebagaimana digambarkan 1.1 :
Gambar 1.1
Fungsi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Dalam Memberikan Dukungan Administrasi Badan PPSDM Kesehatan (Permenkes RI Nomor 64 Tahun 2015)
Berikut struktur organisasi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan :
Gambar 1.2
Struktur Organisasi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan (Berdasarkan Permenkes Nomor 64 Tahun 2015)
2020
Penjabaran pelaksanakan tugas dan fungsi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan adalah sebagai berikut :
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pengelolaan data dan informasi, dan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan hukum, organisasi, dan tata laksana, serta hubungan masyarakat.
Mempunyai tugas pelaksanaan urusan perbendaharaan, pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi, dan pengelolaan barang milik negara.
Mempunyai fungsi pelaksanaan pengembangan pegawai, pelaksanaan pengadaan dan mutasi kepegawaian, pengelolaan ketatausahaan dan rumah tangga; dan pengelolaan layanan pengadaan barang/jasa.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka dalam menjalankan sebagai berikut : Gambar 1.3
Pelaksanaan Kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2020
IV. SISTEMATIKA
Sistematika penulisan atau outline dari LKj Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2019 mengacu Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, adalah sebagai berikut :
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
I. RENCANA AKSI KINERJA A. VISI DAN MISI
Periode tahun 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, sehingga menjadi sangat penting dan strategis. RPJMN 2020-2024 akan menjadi penentu keberhasilan dan pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, dimana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (upper-middle income country/MIC) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, layanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Sesuai dengan RPJPN 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Visi Pemerintah 2020-2024: “Terwujudnya Indonesia Maju Yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong royong”
Pembangunan Manusia dilakukan berlandaskan pada Tiga Pilar Pembangunan, yakni (i) Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial, (ii) Produktivitas, dan (iii) Pembangunan Karakter
Kesehatan merupakan salah satu pilar penting, khususnya terkait Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial. Dalam agenda ini, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM menjadi sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter, melalui tiga pilar. Pilar
Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial mencakup tata kelola kependudukan, perlindungan sosial, kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas anak, perempuan dan pemuda. Pilar peningkatan produktivitas mencakup pendidikan dan pelatihan vokasi, pendidikan tinggi, penguatan IPTEK-Inovasi, dan peningkatan prestasi olah raga.Pilar pembangunan karakter mencakup revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, penguatan moderasi beragama, peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas.
Mengacu pada visi pemerintah, maka Kementerian Kesehatan menetapkan Visi Kementerian Kesehatan 2020-2024: “Terwujudnya Masyarakat Sehat, Produktif, Mandiri dan Berkeadilan untuk menuju Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.
Dalam rangka mencapai terwujudnya Visi Pemerintah yakni: “Terwujudnya yang baik, bersih dan inovatif Indonesia Maju Yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong royong”, maka telah ditetapkan 9 (sembilan) Misi Pemerintah 2020-2024, yakni:
1. Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia
2. Penguatan Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri dan Berdaya Saing 3. Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan
4. Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan
5. Memajukan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa
6. Penegakan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya 7. Perlindungan bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh
Warga
8. Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya 9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan
Guna mendukung peningkatan kualitas manusia Indonesia, Kementerian Kesehatan menetapkan misi sebagai berikut:
1. Memperkuat upaya kesehatan yang bermutu dan menjangkau seluruh penduduk Indonesia
2. Memberdayakan masyarakat dan pembangunan berwawasan kesehatan 3. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan mutu sumberdaya Kesehatan 4. Memantapkan tata kelola pemerintahan
B. Tujuan
Guna mewujudkan visi dan misi Kementerian Kesehatan 2020-2024, Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sebagai unit yang berfungsi dalam mengupayakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan, memiliki tujuan kegiatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis dalam rangka memantapkan dukungan manajemen pada penyelenggaraan program pengembangan dan pemberdayaan manusia kesehatan agar pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan tahun 2020-2024 berhasil-guna dan berdaya-guna sebagaimana yang telah tertuang dalam Rencana Aksi Program (RAP) Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020-2024.
C. Sasaran Strategis
Untuk mencapai visi dan misi Kementerian Kesehatan/ Badan PPSDM Kesehatan diatas, maka Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sesuai tugas fungsinya menetapkan 2 (dua) sasaran strategis yang akan dicapai dalam 5 (lima) tahun kedepan mendukung pencapaian keberhasilan sasaran strategis RAP Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020-2024 yang telah tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) tahun 2020-2024 yakni sebagai berikut :
1. Meningkatkan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, yang
akan dicapai selama 5 (lima) tahun melalui indikator :
a. Nilai reformasi birokrasi Kementerian Kesehatan pada program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan sebesar 56%
b. Persentase kinerja RKAKL pada program Pengembangan Pemberdayaan SDM Kesehatan sebesar 80%
c. Jumlah Dokumen Data dan Informasi Tenaga Kesehatan yang Terupdate Secara berkala sebanyak 175 dokumen
2. Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi Lainnya, yang akan dicapai selama 5(lima) tahun melalui indikator :
a. Jumlah mahasiswa aktif yang dididik di Poltekkes Kementerian Kesehatan RI 483.922 orang
b. Jumlah tenaga kesehatan lulusan Poltekkes Kementerian Kesehatan RI yang didayagunakan di fasyankes pemerintah sebanyak 1500 orang
Target Indikator Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan 2020-2024
No. Sasaran Program /
Kegiatan Indikator Kinerja
TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
1
Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
Indeks reformasi birokrasi Kementerian Kesehatan pada program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan
56 58 60 60 60
2
Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada program Pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan
Presentase Kinerja RKAKL pada program Pengembangan Pemberdayaan SDM Kesehatan
80 % 82% 85% 87% 90%
3
Tersedianya Data dan Informasi Tenaga Kesehatan yang terupdate secara teratur
Jumlah dokumen data dan informasi tenaga kesehatan yang terupdate secara teratur
35 35 35 35 35
4
Pendidikan Tenaga Kesehatan di Poltekkes Kemenkes RI
Jumlah mahasiswa aktif yang dididik di Poltekkes Kemenkes RI
103.922 95.000 95.000 95.000 95.000
D. Arah Kebijakan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
Dalam pelaksanaan kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program PPSDM Kesehatan serta Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi harus mengacu pada kebijakan pelaksanaan kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan yang telah ditetapkan. Arah kebijakan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan adalah terlaksananya koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan.
E.
Strategi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatana. Integrasi perencanaan, pemantauan, dan evaluasi melalui sistem berbasis aplikasi elektronik;
b. Sentralisasi pengelolaan data dan informasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan;
c. Standarisasi operasional kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan;
d. Intensifikasi aplikasi keuangan pada sistem administrasi keuangan kegiatan;
e. Pendampingan pelaporan keuangan dan Barang Milik Negara;
f. Akselerasi penyusunan produk hukum.
Gambar Keterkaitan Visi, Misi, Sasaran Strategis
II. PERJANJIAN KINERJA
Berdasarkan pasal 8 Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP), dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) menjadi dasar penyusunan perjanjian kinerja (PK). Dokumen perjanjian kinerja ini disusun dengan mencantumkan alokasi anggaran dan indikator kinerja serta target kinerja yang tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan. Adapun petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014. Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 memuat 2 Sasaran Strategis dengan 4 Indikator, berikut disampaikan :
Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2020
Sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2019, fungsi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan yakni dalam :
1. Meningkatkan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program PPSDM Kesehat, dan berfungsi
2. Melaksanakan Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi pada dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) di lingkup Badan PPSDM Kesehatan.
Dua fungsi yang menjadi sasaran kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tersebut tertuang dalam RAK Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020-2024.
Tugas dan fungsi tersebut juga dijelaskan secara rinci dalam Peraturan Menteri
SASARAN NO INDIKATOR TARGET
Dukungan manajemen dan pelaksanaan program
pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya manusia kesehatan
1
Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan pada Program Pengembangan
dan Pemberdayaan SDM Kesehatan 56%
2
Persentase kinerja RKAKL pada Program Pengembangan Pemberdayaan SDM Kesehatan
80%
3
Jumlah dokumen Data dan informasi Tenaga Kesehatan yang terupdate secara teratur melalui SISDMK.
35 Dokumen Pembinaan dan
Pengelolaan Pendidikan Tinggi
4 Jumlah mahasiswa aktif yang dididik di
Poltekkes Kemenkes RI 103.922
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 64 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sebagai unit yang memberikan layanan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada seluruh Satuan Kerja (Satker) dan Unit Layanan Teknis (UPT) di lingkup Badan PPSDM Ksehatan, juga melakukan pembinaan pengelolaan pendidikan tinggi pada UPT Badan PPSDM Kesehatan yakni Poltekkes Kemenkes. Adapun proses pelaksanaan kegiatan ini beserta penganggarannya dilaksanakan oleh masing - masing Politeknik Kesehatan Kemenkes
ANGGARAN
Untuk mewujudkan target yang tertuang dalam PK tersebut pada tahun 2020 berdasarkan Nomor : SP DIPA- 024.12.1.630870/2020 untuk mewujudkan target yang tertuang dalam perjanjian kinerja tersebut pada tahun 2020 Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 184.325.346.000,- dan didukung dengan anggaran dekonsentrasi sebesar Rp. 39.120.816.000,-. Sehingga total anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 yang mendukung pencapaian indkatornya sebesar Rp. 223.446.162.000,-. Selama tahun 2020 terdapat realokasi anggaran dan penambahan alokasi pagu anggaran untuk Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sebesar Rp. 4.373.483.824.000,- (surat Direktur Jenderal Anggaran Nomor S-97/MK.2/2020 tanggal 19 Mei 2020, Nomor: S-217/MK2/2020 tanggal 27 Agustus 2020, Nomor: S-345/MK.2/2020 tanggal 23 November 2020 tentang penambahan anggaran insentif Nakes dan PPDS dalam penanganan Covid 19) yang didukung dengan anggaran dekonsentrasi sebesar Rp 9.499.339.000,-. Sehingga total anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 sebesar Rp. 4.567.308.509.000,-.
Alokasi Anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan TA 2020 berdasarkan Belanja
Sekretariat Badan PPSDMK Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal
Pagu Anggaran 88.468.675.000 4.462.773.574.000 6.566.921.000
(Berdasarkan DIPA -024.12.1.630870/2020)
Alokasi Anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan TA 2020 Berdasarkan Kegiatan
Kegiatan Alokasi Pagu
I. Kantor Pusat Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
1. Data dan Informasi Tenaga Kesehatan di Seluruh Provinsi 678.338.000
2. Regulasi PPSDM Kesehatan 566.385.000
3. Layanan Dukungan Manajemen Program PPSDM Kesehatan 4.427.947.801.000 4. Layanan Sarana dan Prasarana Internal (Overhead) 7.000.202.000
5. Layanan Perkantoran 121.616.444.000
Total Anggaran Kantor Pusat Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan 4.557.809.170.000 II. Dekonsentrasi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
1. Data dan Informasi Tenaga Kesehatan 3.838.192.000
2. Dukungan Manajemen Program PPSDM Kesehatan 5.661.147.000 Total Anggaran Dekonsentrasi Sekretariat Badan PPSDMK 9.499.339.000 Total Anggaran Sekretariat Badan PPSDMK dengan Dekonsentrasi 4.567.308.509.000
88,468,675,000
4,462,773,574,000
6,566,921,000
Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal
Pagu Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
I. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Capaian Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2019 adalah 95,16% (AA
=”Sangat Memuaskan”). Jika dibandingkan dengan capaian kinerja pada tahun 2018 (95,25%), capaian kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan mengalami penurunan sebesar : 0,09%. Namun demikian jika dilihat dari nilai rata-rata SAKIP dari tahun 2015-2019, nilai SAKIP Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan masih mendapatkan katagori “AA”.
II. EVALUASI DAN ANALISA CAPAIAN KINERJA
Indikator Kinerja Tahun Anggaran 2020 belum bisa dibandingkan dengan evaluasi dan analisa kinerja tahun-tahun sebelumnya, karena adanya 3 indikator baru di tahun 2020 ini, yang bisa dibandingkan hanya indikator Jumlah Dokumen data dan informasi tenaga kesehatan di seluruh provinsi yang terupdate secara teratur.
Target dan Indikator Kinerja Setbadan PPSDMK 2015-2019
Target dan Indikator Kinerja Setbadan PPSDMK 2020
SASARAN NO INDIKATOR TARGET CAPAIAN REALI
SASI
Dukungan manajemen dan pelaksanaan program
pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya manusia kesehatan
1
Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
56% 35,39% 63,20%
2
Persentase kinerja RKAKL pada Program Pengembangan Pemberdayaan SDM Kesehatan
80% 85,13 106,41%
3
Jumlah dokumen Data dan informasi Tenaga Kesehatan yang terupdate secara teratur melalui SISDMK.
35 Dokumen
35 Dokumen
100%
Pembinaan dan
Pengelolaan Pendidikan Tinggi
4
Jumlah mahasiswa aktif yang dididik di Poltekkes Kemenkes RI
103.922 98.091 94,39%
III. ANALISA CAPAIAN
LKj Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 selain dianalisis terhadap evaluasi pengukuran kinerja dengan membandingkan capaian dan target, juga menjelaskan hal yang menjadi faktor keberhasilan dari kebijakan/ program/ kegiatan maupun permasalahan yang menyebabkan kebijakan/program /kegiatan yang tidak berhasil dalam mencapai target yang ditetapkan. Analisis ini sangat penting sebagai masukan dalam penyusunan perencanaan dan anggaran berikutnya serta pengambilan kebijakan atas pelaksanaan kegiatan apakah kegiatan tersebut akan dilanjutkan, dihentikan atau dikembangkan.
A. Indikator I
Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
Definisi Operasional : Nilai terhadap komponen penilaian pengungkit pada 8 area perubahan Reformasi Birokrasi.
Cara Perhitungan : Penilaian terhadap pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Unit Eselon I dengan melakukan penghitungan pengungkit (nilai 60) dan hasil (nilai 40). Sedangkan untuk Eselon II Penghitungan pengungkit yang mempunyai nilai 60 dibagi dalam 2 (dua) komponen yaitu Pemenuhan nilai 20 dan Reform nilai 30.
Analisa Capaian Indikator :
• Capaian indikator Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan pada tahun 2020 ini masih 35,39% dari target 56% atau masih terealisasi sebesar 63,20%.
• Penilaian PMPRB Online dilaksanakan 3 kali dalam setahun, yaitu pada panel 1 dan panel 2 tanggal 17 Juni 2020, dan panel 3 seyogyanya akan dilaksanakan akhir tahun.
• Hasil penilaian pada panel 1 dan 2 membuat perubahan cara penilaian yang sebelumnya penilaian adalah skor 60 dari pengungkit dan skor 40 hasil , menjadi
perubahan pada penilaian pengungkit dengan skor 60 dibagi menjadi 3 yaitu pemenuhan, hasil antara dan reform. Dan untuk penilaian PMPRB Online untuk unit utama hanya pemenuhan dan reform, sedangkan penilaian hasil antara tidak dinilai . Rincian penilaian untuk pengungkit adalah 20 untuk pemenuhan, 10 untuk hasil antara, dan 30 untuk reform sehingga untuk hasil maksimal penilaian untuk unit utama hanya 50.
• Indikator ini tidak bisa disandingkan dengan tahun sebelumnya karena merupakan indikator Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan yang baru.
• Upaya yang dilakukan untuk pemenuhan target indikator Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan Pada Program PPSDM Kesehatan adalah melakukan revisi target RENSTRA dengan surat usulan dari Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Nomor PR.05.01/1/1173/2020 tanggal 07 September 2020 tentang Masukan / Revisi Narasi Target Renstra Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 Badan PPSDM Kesehatan.
B. Indikator II
Persentase kinerja RKA-K/L Program Pengembangan Pemberdayaan SDM Kesehatan.
Definisi Operasional : Penilaian kinerja yang dihitung secara otomatis oleh aplikasi
SMART DJA Kemenkeu untuk masing-masing Satker.
Cara Perhitungan :
a. Surat Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan No. PR.04.02/1/3632/2020 perihal Permintaan Laporan TW IV TA 2020 Satker di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan b. Monitoring dan evaluasi penginputan melalui daring/ email / Whatsapp baik itu grup
Whatsapp Monev Satker di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan maupun Grup Whatsapp Monev Dinas Kesehatan Provinsi per bulan.
c. Melakukan input capaian keluaran program per triwulan d. Melakukan input sasaran program
e. Melakukan konfirmasi capaian keluaran (RVK) Satker per bulan Analisa Capaian Indikator :
• Capaian indikator Persentase nilai kinerja RKAKL Badan PPSDM Kesehatan pada SMART DJA sebesar 85,13% dari target 80%, atau baru terealisasi 106,41%. Nilai kinerja ini dihitung secara otomatis berdasarkan aplikasiSMART DJA yang merupakan penggabungan dari rata-rata nilai Kinerja eselon I dan Satker di Kantor Pusat dan Kantor Daerah, serta dekonsentrasi.
• Karena indikator ini bergantung pada aplikasi, sehingga kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian indikator tersebut bersifat dinamis tergantung aplikasi, dengan catatan seluruh satker baik satker pusat, dekon dan UPT mengisi dengan benar secara teratur.
• Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan nilai kinerja tersebut adalah terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait aplikasi e-monev SMART DJA dan kendala-kendala pencapaian indikatornya.
C. Indikator III
Jumlah dokumen data dan informasi Tenaga Kesehatan di seluruh Provinsi yang terupdate secara teratur.
Definisi Operasional : Dokumen Data dan Informasi tenaga kesehatan yang sudah terupdate setiap tahunnya dan telah divalidasi dari seluruh provinsi melalui SI SDMK.
Cara Perhitungan : Merekap Dokumen data dan informasi tenaga kesehatan yang sudah melalui proses up date secara berjenjang dan telah divalidasi yang berasal dari seluruh provinsi yang diinput dalam SI SDMK.
Analisa Capaian Indikator :
• Dokumen Data dan Informasi tenaga kesehatan merupakan dokumen yang mendiskripsikan Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan di wilayah provinsi, kabupaten/kota yang didukung dengan data dan informasi SDMK terkini, valid dan lengkap melalui Sistem Informasi SDM Kesehatan.
• Dokumen disusun dan dihitung berdasarkan jumlah provinsi di Indonesia dimana masing – masing dinas kesehatan provinsinya dapat menyusun dan mempunyai dokumen data dan informasi Tenaga Kesehatan yang terupdate setiap tahunnya.
Penyusunan profil SDM kesehatan (dokumen data dan informasi) di masing – masing provinsi ini akan memudahkan penyusunan profil SDM Kesehatan secara nasional, di samping itu indikator ini menjadi sangat penting untuk perencanaan dan pendayagunaan SDM kesehatan agar penempatan tenaga kesehatan tersebar secara merata di seluruh Indonesia. Profil SDM kesehatan dapat diunduh pada www.bppsdmk.kemkes.go.id.
• Pencapaian indikator ini yang akan terpenuhi pada akhir bulan Desember tahun 2020, melalui serangkaian proses pencapaian target indikator.
Tahapan proses kegiatan selama satu tahun tersebut dilakukan berjenjang baik di tingkat pusat dan provinsi sebagaimana berikut :
Tingkat Pusat
1) Pada tingkat pusat dilakukan pertemuan pemutakhiran data dan informasi SDMK seluruh Provinsi,
2) Pendampingan dan fasilitasi pengelola data dan informasi SDMK dinas kesehatan Provinsi,
3) Penyusunan dokumen deskripsi data informasi PPSDMK Tingkat Provinsi
1) Mengkoordinasikan pertemuan pengelola SI SDMK Kabupaten/ Kota,
2) Fasilitasi dan Penyusunan dokumen deskripsi data dan informasi SDMK Provinsi.
• Capaian untuk indikator Dokumen data dan informasi tenaga Kesehatan yang diupdate secara teratur melalui SISDMK ada 35 dokumen atau 100 % dari target 35 dokumen.
Untuk tahun 2020, indikator ini satu-satunya indikator yang bisa disandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, namun bersifat flat karena setiap tahun targetnya tetap (35 dokumen) mengikuti jumlah provinsi dan 1 kantor pusat.
• Permasalahan dalam penyusunan dokumen data dan informasi tenaga kesehatan di seluruh provinsi yang terupdate diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Pengelola data SDMK diProvinsi dan Kabupaten atau Kota terjadi pergeseran atau penggantian, hal ini mengakibatkan perlu waktu untuk melatih kembali pengelola data baru.
b) Belum seluruh dinas kesehatan memiliki alokasi anggaran bersumber dana APBD yang mendukung kegiatan pengelolaan data dan informasi SDM Kesehatan, sebagian besar masih mengandalkan sumber Dana Dekonsentrasi.
c) Belum adanya kesadaran pemerintah daerah untuk memanfaatkan data SI SDMK untuk mendukung kebijakan pusat dalam kewenanganan penempatan tenaga Nakes di daerah.
• Sampai saat ini masih dilakukan upaya untuk meningkatkan perhatian dan kesadaran terhadap pentingnya data dan informasi SDM Kesehatan dalam mendukung program PPSDM Kesehatan yang meliputi unsur perencanaan, pengadaan, pendayagunaan serta pembinaan dan pengawasan mutu SDM Kesehatan di daerah.
Oleh karena itu upaya untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan :
1. Melakukan integrasi data terupdate dan interprobabilitas SI SDMK dengan sistem informasi lain yang terkait data SI SDMK. Indikator ini akan terpenuhi mealui integrasi lintas sektor atau Kementerian/Lembaga. Saat ini SI SDMK telah menginterprobability dengan sistem Aplikasi Nusantara Sehat, Perencanaan Kebutuhan ( RENBUT), Konsil Kedokteran Indonesia ( KKI), Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia ( KTKI), Sistem Aplikasi Pelatihan ( SIAP) ,Komite Akreditasi Rumah Sakit ( KARS ), Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kemenristek Dikti, HFIS milik BPJS dan system info lain yang akan dibuka peluang untuk integrasi. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden dalam Perpres No. 34/ 2019 tentang Sistem Data Indonesia.
2. Mengembangkan Bisnis Intelegent ( BI ) untuk SI SDMK sebagai tools yang mampu mengintegrasi data SI SDMK dari berbagai system informasi yang berbeda ( meta data) dan melakukan analisa data SDMK. Dengan pengembangan tersebut dimungkinkan penyatuan data dan manfaat SI SDMK makin bertambah.
3. Mendorong Provinsi untuk mengintegrasikan SI SDMK dengan PTSP atau SAMRT City untuk memperhatikan validitas dan kualitas data SI SDMK nya.
D. INDIKATOR IV
Jumlah mahasiswa aktif yang dididik di Poltekkes Kemenkes .
Definisi Operasional : Jumlah data mahasiswaTk.I,II dan III dan IV yang masih aktif Kuliah di 38 Poltekkes.
Cara Perhitungan : Dihitung berdasarkan data pelaporan mahasiswa di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) yang rutin dilaporkan pada awal dan akhir perkuliahan dengan disertai SK Peserta Didik.
Analisa Capaian Indikator :
• Jumlah mahasiswa aktif yang dididik di Poltekkes Kemenkes adalah sebanyak 98.091 atau 94,39% dari target 103.922 mahasiswa. Jumlah ini berasal dari program studi Diploma III, PJJ dan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Diploma IV, S2 Terapan dan Profesi mulai dari tingkat I,II,III dan IV.
• Peningkatan jumlah mahasiswa baru mengikuti pola penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan serentak di 38 Poltekkes Kemenkes secara periodik, sehingga penambahan mahasiswa aktif ada pada bulan penerimaan mahasiswa baru.
• Selama proses pemenuhan capaian kegiatannya, indikator ini mengalami kendala antara lain adanya pandemic wabah COVID-19 yang ditetapkan dengan surat Keputusan Presiden RI No. 12 Tahun 2020 tentang penetapan Bencana Non alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana nasional sehingga penerimaan mahasiswa baru yang sebelumnya sudah direncanakan dengan SIMAMA (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Bersama) dengan ujian tulis, maka dilaksanakan dengan berbasis portofolio dan tidak bisa sesuai jadwal. Serta kendala dalam pemenuhan mahasiswa didik pada program RPL, yaitu tidak adanya penerimaan mahasiswa baru untuk tahun 2020, sedangkan ada pengurangan untuk mahasiswa yang lulus untuk program ini.
D E K O N S E N T R A S I
Pencapaian kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020, juga didukung anggaran Dekonsentrasi di 34 provinsi.
Dekonsentrasi Program PPSDM Kesehatan diberikan sebagai dukungan dalam kegiatan : 1) Dukungan Manajemen Program PPSDM Kesehatan; dan
2) Data dan Informasi Tenaga Kesehatan di Seluruh Provinsi di 34 Dinas Kesehatan Provinsi.
Secara resmi kegiatan dekonsentrasi tahun 2020 yang diamanatkan kepada 34 Provinsi seluruh Indonesia telah di lakukan penandatanganan perjanjian kinerja antara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Badan PPSDM Kesehatan (terlampir Perjanjian Kinerja).
Sedangkan Jumlah keseluruhan alokasi dekonsentasi Program PPSDM Kesehatan tahun 2020 berjumlah sebagai berikut :
Alokasi Anggaran Dekonsentrasi Sekretariat Badan PPSDMK 2020
Dekonsentrasi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan
1. Data dan Informasi Tenaga Kesehatan 3.838.192.000
2. Dukungan Manajemen Program PPSDM Kesehatan 5.661.147.000 Total Anggaran Dekonsentrasi Sekretariat Badan PPSDMK 9.499.339.000
Beberapa permasalahan yang dihadapi pada proses pelaksanaan kegiatan dana dekonsentrasi tahun 2020 di Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sebagai berikut :
1) Masih ada Dinas Kesehatan Provinsi yang pencapaian outputnya dan realisasi anggarannya belum optimal,
2) respon yang kurang dalam pelaporannya dikarenakan lebih prioritas pada pelaksanaan kegiatan APBD, dilain pihak membutuhkan anggaran dekonsentrasi program PPSDM Kesehatan;
3) Terbatasnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjalankan program SDK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) dan seringnya pergantian pengelola karena mutasi tempat kerja, sehingga duplikasi dalam menjalankan tugas perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi.
Mengatasi permasalahan tersebut di atas, beberapa upaya dilakukan oleh Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan melalui :
1) pembentukan tim;
2) melakukan pendampingan pelaksanaan program;
3) monitoring dan evaluasi yang intensive, serta komunikasi dua arah.
IV. SUMBER DAYA
Sumber Daya Manusia (SDM) di Sekretariat Badan PPSDM yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan pada tahun 2020 sebanyak 120 orang, dengan proporsi berdasarkan pendidikan sebagai berikut :
Sumber: Bagian Kepegawaian dan Umum, Set. BPPSDMK Desember 2020
Proporsi SDM yang paling banyak adalah SDM dengan latar belakang Pendidikan yang S1 sebanyak 43 orang dan S2 sebanyak 41 orang, sedangkan jumlah yang paling rendah SD . Berdasarkan jumlah SDM di Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan hampir sebagian besar sudah ditingkatkan Pendidikan untuk mendukung pelaksanaan j dan fungsinya. Sedangkan kondisi SDM Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat bahwa jumlah SDM perempuan : 60 orang hampir sama banyaknya dengan laki-laki : 60 orang
V. AKUNTABILITAS ANGGARAN
Realisasi anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 untuk semua jenis belanja sebesar Rp. 4.850.102.666.821- atau mencapai sebesar 99,73 % dari total pagu sebesar Rp. 4.863.183.597.000,.
Sedangkan untuk realisasi kegiatan dekonsentrasi pada tahun 2020 ini sebesar 57,92 % atau Rp. 5.502.433.900,- dari pagu Rp. 9.499.339.000,- yang terdiri dari :
1. Dekonsentrasi Data dan Informasi terealisasi Rp. 1.917.134.300,- atau 49,95 % dari pagu Rp. 3.838.192.000,-
2. Dukungan manajemen program PPSDM Kesehatan realisasi sebesar Rp.
3.585.299.600,- atau 63,33 % dari pagu Rp. 5.661.147.000,-
Effisiensi anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan jika dilihat berdasarkan output RKA- KL adalah sebesar 15,08 % Diperoleh dari selisih presentase nilai capaian indikator kinerja Sekretariat Badan PPSDM sebesar 65,98% dengan Nilai Kinerja SMART DJA Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan per tanggal 10 Oktober 2020 sebesar 50,90.
Dari grafik diatas dapat dijabarkan realisasi anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan pada tahun 2020 ini paling besar dibandingkan 2 ( dua ) tahun sebelumnya sekalipun secara alokasi anggaran mengalami peningkatan. Apabila disandingkan dengan realisasi penyerapan
4,557,809,170,000
9,499,339,000 3,290,538,885,573
5,502,433,900
Setbadan PPSDMK Dekonsentrasi
Pagu Realisasi
2016 2017 2018 2019 2020
PAGU 359,226 159,469 140,519 168,439 4,557,809
REALISASI 302,841 111,409 126,998 152,486 3,290,538
anggaran tahun 2019 sebesar Rp.152.486.000.000 atau 90,53 % dari Pagu Rp.
168.439.000.000,- terlihat presentase capaian penyerapan anggaran tahun 2020 (72,19%) lebih rendah 18,34%. Namun jika dibandingkan dengan tahun 2017 penyerapan anggaran sebesar Rp. 126.998.000.000,- atau 90,38% dari pagu Rp. 140.519.000.000,- juga terlihat lebih kecil yakni 18,19%. Hal ini dikarenakan adanya penambahan/alokasi pagu anggaran terkait Pemberian insentif Nakes dan PPDS yang menangani pandemi Covid-19.
Realisasi anggaran kegiatan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sesuai dengan sasaran dan indikator yang diperjanjikan dapat dilihat sbb :
NO INDIKATOR / OUTPUT RKAKL PAGU REALISASI REALI
SASI
1
Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
16.363.791.599 7.189.372.503 43,93%
2
Persentase kinerja RKAKL pada Program Pengembangan
Pemberdayaan SDM Kesehatan
5.979.183.000 1.960.571.400 32,79%
3
Jumlah dokumen Data dan informasi Tenaga Kesehatan yang terupdate secara teratur melalui SISDMK.
912.418.000 271.741.500 29,78%
4 Jumlah mahasiswa aktif yang dididik
di Poltekkes Kemenkes RI 251.714.697.000 75.439.630.651 29,97%
Dengan adanya pandemic wabah Covid-19 yang terjadi di Indonesia maka Kementerian Kesehatan melakukan efesiensi pada beberapa kegiatan, khususnya yang mendukung pencapaian indikator kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan,untuk dialokasikan pada kegiatan yang terkait langsung Covid-19 antara lain:
a. Efisiensi Kegiatan Pertemuan feedback evaluasi capaian kinerja program PPSDM Kesehatan semester I tahun 2020 satker dan UPT dan Kegiatan monev pembinaan SAKIP dan capaian Program PPSDM Kesehatan
b. Kegiatan pertemuan monitoring dan evaluasi program PPSDM Kesehatan satker dan UPT semester I
c. Pertemuan Integrasi Pengelolaan Data dan Perencanaan Kebutuhan SDMK Nasional
d. Rapat Koordinasi Pemetaan Data SDMK, Kegiatan fasilitasi ke Daerah
e. Semua kegiatan yang bersifat mengundang orang / satker tidak dapat
dilaksanakan karena kondisi pandemic wabah Covid-19 sehingga beralih ke
metode daring dan Subbagian Perbendaharaan hanya melayani 5 SPM per hari
yang diprioritaskan untuk kegiatan yang langsung menangani Covid-19.
NILAI KINERJA SMART DJA
Pencapaian Nilai Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan juga dapat dilihat pada nilai kinerja output RKAKL pada dashboard SMART DJA Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan per 31 Desember 2020 seperti pada gambar berikut
Nilai Kinerja SMART DJA Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan per tanggal 31 Desember 2020 sebesar 84,06. Sebagaimana diketahui bahwa nilai kinerja pada dashboard SMART DJA merupakan gambaran penggunaan anggaran dengan capaian kinerja output RKAKL.
Nilai Kinerja pada dashboard SMART DJA Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan diperoleh melalui nilai realisasi anggaran Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Penyerapan anggaran sebesar 99,28%. Konsistensi atas RPD (awal) sebesar 0%
Konsistensi atas RPD (akhir) sebesar 88,52. Selain efisiensi anggaran di Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan juga mengalami effisiensi SDM dikarenakan banyak tenaga yang memasuki masa purnabakti ( pensiun) namun tetap melaksanakan kinerja dengan maksimal.
BAB IV PENUTUP
Laporan Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2020 disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan selama tahun 2020. Laporan Kinerja ini merupakan laporan pelaksanaan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2020 tentang RENSTRA 2020-2024.
Penyusunan Laporan Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Capaian kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan pada tahun 2020 secara keseluruhan
“Berhasil” dengan capaian 91 % dari target yang ditetapkan. Dari sebanyak 4 (empat) indikator kinerja kegiatan, hanya 1 yang mencapai kategori merah atau 63,20%. Jika mengacu Permen PPN/Kepala Bappenas RI No .1 thn 2017 masuk katagori Capaian Kinerja dengan notifikasi warna hijau artinya sudah tercapai atau On Track/ On Trend. Meskipun tidak bisa disandingkan per indikator dengan tahun 2019 (122,32%) karena merupakan awal untuk indikator baru dalam RPJMN 2020-2024, namun Secara keseluruhan capaian kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 mengalami penurunan dengan presentase rata-rata capaian 31,32%.
Untuk mencapai indikator kinerja tersebut berbagai upaya telah dilakukan sebagai perwujudan implementasi fungsi dukungan (supporting) manajemen dan pembinaan kepada seluruh Satker dan UPT di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan. Mencakup unsur-unsur perencanaan, realisasi anggaran, evaluasi dan monitoring, serta pelayanan terhadap stake holder internal, diawali dari bagian-bagian dalam kesekretariatan. Berdasarkan realisasi dan capaian indikator yang merupakan kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Tahun Anggaran 2020, maka rekomendasi yang akan dilakukan oleh Sekretariat Badan PPSDM kesehatan dalam upaya memperbaiki kinerja dan menghadapi tantangan ke depan, antara lain:
1. Mendorong percepatan revisi target indikator Indeks Reformasi Birokrasi sesuai perubahan perhitungan penilaian dan melakukan inovasi-inovasi melalui tim POKJA yang sudah dibentuk;
2. Optimalisasi koordinasi dan konsolidasi pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan capaian kinerja dan output, serta kegiatan/ program pada bagian bagian terkait di lingkup Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan;
3. Melakukan evaluasi dan pemantauan realisasi anggaran secara periodik melalui sistem evaluasi dan monitoring berbasis aplikasi online akurat dan tepat waktu yang akan dijadikan data guna deteksi dini atas tidak tercapainya target capaian kinerja, pola realisasi anggaran rendah dan menumpuk di akhir tahun
4. Melaksanakan proses e-planning dan e- budgeting serta verifikasi setiap satker dan UPT demi terciptanya proses perencanaan anggaran yang baik dan penyusunan anggaran berbasis kinerja.
5. Mengelola data dan informasi secara terintegrasi melalui sistem berbasis aplikasi elektronik yang diarahkan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat ( validity), lengkap ( complete ) dan tepat waktu ( real time).
Laporan Kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020 ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan transparan atas capaian kinerja dan strategi organisasi dalam menghadapi tantangan mendatang. Laporan ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan capaian kinerja Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan sehingga berdampak positif dalam menggerakkan dan memberikan dukungan manajemen di lingkup Badan PPSDM Kesehatan.