Induksi Tunas dan Perakaran Bambu Kuning Bambusa vulgaris secara in vitro
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian kultur embrio matoa yang dilakukan oleh Tanur (2008) pada media MS dengan perlakuan penambahan zat pengatur tumbuh NAA dan kinetin menunjukkan bahwa untuk
Pada hakekatnya pertumbuhan dan morfogenesis tanaman secara in-vitro dikendalikan oleh keseimbangan dan interaksi dari Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang berada
Dengan keadaan lingkungan seperti ini rata-rata persentase hidup setek cabang bambu kuning cukup bagus karena pada tanah yang sesuai tanaman bambu akan tumbuh dengan
Berdasarkan hal tersebut telah ditegaskan oleh Arimarsetiowati 2012 yang menyatakan bahwa zat pengatur tumbuh umumnya digunakan secara kombinasi dan morfogenesis dari eksplan
menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh Rootone-F pada stek tanaman bambu kuning ( Bambusa vulgaris Schrad) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter
Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) pada media dasar MS menunjukkan respon yang berdeda-beda pada pembentukan tunas pisang Barangan.. Berdasarkan data yang
Pada tunas taka tanpa radiasi sinar Gamma, media MS tanpa penambahan zat pengatur tumbuh menunjukkan penambahan jumlah daun sampai dengan minggu ke-8, tetapi tunas
Setelah masa kultur dua bulan eksplan yang dikulturkan pada media MS tanpa zat pengatur tumbuh untuk peubah jumlah tunas dan tinggi tunas berbeda nyata dengan dengan