• Tidak ada hasil yang ditemukan

TASAWUF DALAM HIERARKI ILMU ILMU ISLAM (11)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TASAWUF DALAM HIERARKI ILMU ILMU ISLAM (11)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

TASAWUF DALAM HIERARKI ILMU-ILMU ISLAM

FAUJI AZWAR SIREGAR

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

e-mail: [email protected]

PENDAHULUAN

Artikel ini mengkaji tentang “Tasawuf dalam Hierarki Ilmu-Ilmu Islam”. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui bahwa tasawuf dalam hierarki ilmu-ilmu islam sangat

penting, karena diperoleh dengan akal manusia dan ilmu yg diajarkan dan ditransformasikan

yang bersumber kepada syariat islam. Kajian ini menggunakan metode diskriptif analitis.

PEMBAHASANN

Tasawuf dalam Hierarki Ilmu-Ilmu Islam

Tasawuf dalam hierarki ilmu-ilmu islam menurut para ulama sangat

intelektual,sehingga para ulama membuat klasifikasi ilmu berdasarkan sudut pandang islam.

Dalam pembagian ilmu menurut al-Gazhali, berdasarkan cara perolehan ilmu , disbutkan

bahwa ilmu terdiri atas dua ; ilmu yang dihadirkan („ilm al-hudhuri/presential) dan ilmu yang

dicapai („ilm al-hushuli/attained), sedangkan tasawuf digolongkan kedalam „ilm-al hudhuri.

Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas membagi ilmu menjadi dua jenis ; imu

pemberian Allah (the God given knowledge) yang disebut ilmu-ilmu agama (the religious

sciences), dan ilmu capaian (the acquired knowledge) yang disebut ilmu-ilmu rasional,

(2)

Tasawuf digolongkan sebagaai metafisika Islam yang merupakan bagian dari ilmu-ilmu

agama (the religious sciences).

Dari aspek sumber, taswuf sebagai salah satu dari ilmu syariah, menurut Ibn

Khaldun, bersumber dari syariat yakni Alquran dan hadist, dan akal tidak memiliki peran

dalam ilmu-ilmu syariah kecuali menarik kesimpulan dari kaidah-kaidah utam untuk

cabang-cabang permasalahannya. Dari aspaek tujuan, pelajar sufi (al-murid) harus terus

meningkatkan kualitas ibadahnya dan beranjak dari tingkatan terendah sampai tingkatan

tertinggi (al-muqamaat) sampai mencapai kemantapaan tauhid (al-tauhid) dan makrifat ( al-ma’rifah). Dari asspek pembahsan, tasawuf membicarakan empat poko persoalan. Pertma, pembahsaan tentang mujahadah (al-mujahadah), zauq (al-zauwq), intropeksi diri (muhasabah

al-nafs), dan tingkatan spiritual (al-muqamat). Kedua, penyingkapan spritual (al-kasyf) dan

hakikat-hakikat (al-haqiqahi) alam gaib (‘alam al-gayb). Ketiga, keramat wali (al-karamat).

Keempat, istilah-istilah kaum sufi yang diungkap pasca „mabuk‟ spiritual (al-syathahat).1

KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa para ilmuan berbeda-beda dalam

mengklasifikasikan ilmu, ada yang berdasarkan dari segi sejarah, segi pembidangan atau

klasifikasi. Ilmu yang berguna dan yang tidak berguna, dari segi syar‟iyyah dan aqliyah dan

adaa juga dari segi sumbernya.

Dapat disimpulkan bahwa para ulama menempatkan tasaawuf sebagai bagian dari

ilmu-ilmu agama, meskipun sebagian ahli meyebutkan bahwa tasawuf dalam bentuk tasawuf

falsafi dipengaruhi oleh agama dan aliran filsafat tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Ja‟far, Gerbang Tasawuf ( Medan, Pedana Publishing 2016 ) hal. 22-23

1

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu juga dalam buku j uga di jelaskan “...ulama menempatkan tasawuf sebagai bagian dari ilmu-ilmu agama, meskipun sebagian ahli menyebutkan bahwa tasawuf

Dari artikel diatas dapat disimpulkan bahwa tasawuf dalam hierarki islam itu berasal dari Al-qur’an dan hadis dan tidak dapat dipisahkan dari ajaran islam sehingga tasawuf ini

Dari segi definisi mengenai tasawuf , membahas pendefinisian Tasawuf dari segi kata-kata yang didasari oleh sifat dan ciri-ciri yang dimiliki oleh kaum sufi. Secara hierarki

Fungsi : fungsi kelompok ilmu pemikiran islam termasuk ilmu tasawuf, ilmu islam dan filsafat adalah merupakan landasan bagi ilmu-ilmu terapan. Tujuan : ilmu tasawuf, ilmu kalam

 Syed Muhammad Naquib al-Attas mengkategorikan tasawuf sebagai metafisika Islam yang merupakan bagian dari ilmu-ilmu agama (the religious sciences).. Dapat diambil

Dari aspek sumber, tasawuf sebagai salah satu dari ilmu syariah, menurut Ibn Khaldûn, bersumber dari syariat yakni Alquran dan hadis, dan akal tidak. memiliki peran dalam

Dari aspek sumber, tasawuf sebagai salah satu dari ilmu syariah, menurut Ibn Khuldun, bersumber dari syariat yaitu al-qur’an dan hadis, dan akal tidak memiliki peran

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tasawuf dalam hierarki keislaman berarti tasawuf tetap berpegang teguh kepada sumber-sumber Islam yaitu Al-quran dan