KATA PENGANTAR Assalam’mualaikum wr.wb..
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepda saya sehingga bisa menyusun makalah Marketing Strategi.
Makalah ini dapat di jadikan sebagai acuan untuk lebih mengetahui bagaimana perusahan itu dapat berkembang. Oleh karena itu diperlukan pengembangan dan pengayaan antara Dosen dan mahasiswa. makalah ini pun masih perlu diperkaya dengan contoh lain yang kedap fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar masyarakat.
Mudah-mudahan makalah ini bisa membantu banyak pihak. Saran yang sifatnya membangun guna perbaikan di masa datang sangatlah diharapkan.
Wasalam’mualaikum wr.wb..
BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang
Dalam perkembangan dunia industri mobil ini banyak mengalami kemajuan, hal ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah persaingan yang ketat diantara perusahaan-perusahaan industri tersebut. Persaingan nyata antar perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain dapat dilihat dalam penawaran produk (barang/jasa) agar diminati konsumen, sehingga dapat meningkatkan hasil penjualan perusahaan.
Perusahaan tumbuh dan berkembangnya seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas yang dijalankan perusahaan. Pertumbuhan perkembangan suatu perusahaan menuntut kemampuan dan kecakapan para pengelola dalam menjalankan perusahaannya, termasuk didalamnya kemampuan dalam mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Keputusan-keputusan yang tepat oleh manajer berdasarkan hasil pengukuran dan pengevaluasian terhadap pelaksanaan aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan.
Diantara perusahaan-perusahaan industri yang bersaing tersebut, termasuk didalamnya kelompok perusahaan yang bergerak di bidang industri kendaraan bermotor (otomotif). Perkembangan industri otomotif di Indonesia sendiri terus mengalami peningkatan yang berarti. Perkembangan dunia industri tersebut dapat dilihat dengan bermunculannya merk-merk baru dalam dunia industri tersebut. Hal tersebut mengakibatkan persaingan diantara perusahaan otomotif menjadi semakin ketat. Oleh sebab itu, diantara perusahaan-perusahaan tersebut terus gencar melakukan berbagai cara untuk memenangkan persaingan pasar.
Untuk memenangkan persaingan tersebut perusahaan perlu mengerahkan segala usaha demi tercapainya suatu tujuan, yaitu tercapainya hasil penjualan yang tinggi. Namun untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah, sebab diperlukannya suatu kesiapan dalam segala hal.
Persaingan di perusahaan industri otomotif sangat ketat. Perusahaan industri otomotif terus menggunakan berbagai cara dalam pemasaran produk yang di produksinya, yang salah satunya dengan menciptakan produk-produk baru yang berkualitas dan dapat diterima di pasar konsumen.
Sumber :
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Model Matrik BCG
Model BCG dikenal sebagai alat manajemen portofolio yang digunakan dalam teori siklus produk (product life cycle). Model BCG sering digunakan untuk memprioritaskan produk mana dalam bauran produk perusahaan yang mendapatkan lebih banyak dana dan perhatian. Model BCG didasarkan pada klasifikasi produk (dan secara implisit juga unit bisnis perusahaan) dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar (market growth) dan pangsa pasar relatif (relative market share) terhadap pesaing terbesar (highest competitor). Kerangka kerja ini mengategorikan produk dalam portofolio sebuah perusahaan sebagai bintang, sapi perah, anjing, atau tanda tanya sesuai dengan tingkat pertumbuhan, pangsa pasar, dan arus kas positif atau negatif. Dengan menggunakan arus kas positif, perusahaan dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan.
Perusahaan menganalisis dan kemudian menempatkan suatu unit bisnis (dalam hal ini, produk) ke dalam Matrix BCG pada empat kategori berikut:
1. Question marks adalah kondisi suatu unit bisnis di pasar yang berkembang, tetapi memiliki pangsa pasar yang rendah. Kondisi ini biasanya ditemukan pada produk-produk baru, di mana masih sedikit pembeli yang menggunakan produk-produk-produk-produk tersebut. Produk dapat memiliki tingkat permintaan yang tinggi namun tingkat return yang rendah karena pangsa pasar rendah. Tujuan dari strategi pemasaran untuk membuat pasar menggunakan produk-produk tersebut. Strategi yang dapat digunakan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk. Jika strategi yang diterapkan berhasil, maka produk bisa berpindah ke posisi stars. Sebaliknya jika gagal, maka akan berpindah ke posisi dogs. Alternatif strategi lainnya adalah divestasi.
setelah question marks. Pada kondisi ini, produk menjadi pemimpin dalam suatu unit bisnis yang masih perlu banyak dukungan untuk promosi dan penempatan. Berbagai alternatif strategi yang dapat dilakukan seperti integrasi ke belakang, integrasi ke depan, integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan produk, atau pengembangan produk. Jika pangsa pasar dijaga dengan baik, stars cenderung tumbuh menjadi cash cows. Sebaliknya jika tidak, stars akan kembali ke posisi dogs.
3. Cash cows adalah kondisi suatu unit bisnis yang berada pada posisi pangsa pasar yang tinggi di pasar yang dewasa. Jika keunggulan kompetitif telah dicapai, cash cows memiliki margin keuntungan yang tinggi dan menghasilkan banyak aliran kas. Oleh karena pertumbuhan yang rendah, maka promosi dan penempatan investasi juga rendah. Produk-produk pada kondisi ini biasanya diperjuangkan oleh perusahaan. Strategi terbaik adalah pengembangan produk atau diversifikasi. Namun ketika kondisi ini melemah, maka alternatif strategi lainnya adalah penciutan atau divestasi.
4. Dogs adalah kondisi suatu bisnis yang berada pada posisi pangsa pasar yang rendah di pasar yang pertumbuhannya juga rendah. Kondisi semacam ini sering kali membuat suatu divisi harus dilikuidasi, didivestasi, atau dipangkas melalui penciutan. Produk yang berada pada kondisi ini untuk pertama kalinya, strategi terbaik adalah penciutan.
Keterbatasan Model BCG
1. Penting untuk memahami bahwa Model Matriks BCG juga memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:
2. Masalah pertama adalah bagaimana kita mendefinisikan pasar dan bagaimana kitamendapatkan data tentang pangsa pasar.
3. Pangsa pasar yang tinggi tidak selalu menghasilkan profitabilitas setiap saat. 4. Saham atau ceruk bisnis (niche businesses) yang rendah dapat juga
menguntungkan(beberapa dogs bisa lebih menguntungkan daripada cash cows). 5. Model tidak mencerminkan tingkat pertumbuhan pasar secara keseluruhan. 6. Model ini mengabaikan efek sinergi antara unit bisnis.
7. Pertumbuhan pasar bukan satu-satunya indikator untuk daya tarik pasar
https://www.academia.edu/10189704/Model_Matriks_BCG_disertai_contoh_analisis_
2.2 Perusahaan yang ada dalam Industri Mobil A. PT. Astra Internasional
Sejarah Singkat
PT. Astra International. Tbk (Perseroan) didirikan pada tahun 1957 di Bandung dan dikelola serta dipimpin oleh William Soeryadjaja, Tjien Kian Tie dan Liem peng Hong. Pada tahun 1965 PT. Astra International memusatkan kantor pusatnya di Jakarta, dan kantor Bandung dijadikan sebagai cabang pertama . dengan nama PT. Astra Incorporated. Perseroan berdomisili di jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat di jl. Gaya Motor Raya No.8, Sunter II, Jakarta. PT.Astra International resmi berdiri secara hukum dan disahkan di hadapan Notaris Sie kwan Djioe dengan akte notaris No.67 tanggal 20 februari1957 di Jakarta, dan dalam keputusan menteri kesehatan RI No.J.A/53/5 tanggal 1 juli 1957 dan terdaftar di paniteran pengadilan negeri di Jakarta serta di umumkan dalam tambahan no.01117 berita Negara RI No.85 tanggal 22 oktober 1957.
Perusahaan ini awalnya bergerak dibidang usaha permobilan, yaitu Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Truck, Isuzu, BMW, Peuguet, dan pada bidang lainnya seperti :
1. PT.Federal , bergerak di bidang pemasaran sepeda motor Honda dan sepeda Federal .
2. United Traktor, bergerak di bidang usaha mesin berat pertanian seperti ; Traktor, Messey Ferguson, Sumitomo, Link Belt dan lain-lain.
3. Bidang usaha perkantoran dan perdagangan mesin Foto Copy Xerox, minyak pelumnas dan specialis Caltex.
4. Astra Argo bergerak dibidang usaha pertanian, perkebunan dan perkayuan.
Sumber :
B. PT. Indomobil Sukses Internasional Sejarah Singkat
PT. INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk (Perseroan) merupakan salah satu kelompok usaha otomotif yang terbesar dan terkemuka di Indonesia, dengan fokus usaha di bidang ritel, pelayanan purna jual dan pembiyaan kendaraan bermotor.
Perseroan dan Anak Perusahaan merupakan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan atau distributor dari sembilan merek kendaraan yang terkenal, yaitu Audi, Hino, Nissan, Renault, Suzuki, Ssangyong, Volkswagen dan Volvo, dengan ragam produk yang mencakup kendaraan roda empat dan dua, kendaraan niaga, kendaraan serbaguna, truk dan bis,truk alat berat dan kendaraan angkutan umum. Perseroan juga memiliki investasi dibeberapa perusahaan jasa keuangan, teknologi informasi, jasa pengelolaan gedung, manufaktur, perdagangan, penyewaan kendaraan bermotor dan sektor usaha lainnya yang merupakan jaringan distribusi, suku cadang dan layanan purna jual yang luas dan terintegrasi.
Dalam mengembangkan usahanya, Perseroan dan Anak Perusahaan menjalin kerjasama dengan mitra lokal maupun asing yang mempunyai reputasi internasional dan berpengalaman dalam bidangnya. Saham Perseroan tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Surabaya.
Alamat Perusahaan :
Alamat Wisma Indomobil Lt.6 Jl. MT. Haryono Kav.8, Jakarta Nomor Telepon /
Fax
(021) 856-48-50 / (021) 850 6850
Homepage http://www.indomobil.com
Anak Perusahaan :
PT. Indomobil Wahana Trada PT National Aeembler
PT. Multi Central Aryaguna
Sumber :
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/18396-indomobil_sukses_internasional\
C. PT. Ford Motor Indonesia Sejarah Singkat
Sebagai perusahaan Otomotif Dunia, Ford bukanlah pendatang baru di Indonesia.
Ford telah hadir di Indonesia sejak 1989, saat itu Ford di Indonesia diwakilkan oleh Indonesia Republic Motor Company (IRMC). PT Ford Motor Indonesia diresmikan pada bulan Juli 2000 sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Ford di Indonesia.
Mimpi yang berbuahkan Bisnis
Ford Motor Company, pertama kali merambah dunia otomotif pada tanggal 16 Juni 1903, saat Henry Ford dan 11 rekanan bisnisnya menandatangani perjanjian kerja sama. Dengan modal 28,000 USD, mereka merupakan pendiri perusahaan yang kini menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Hanya sedikit perusahaan yang tumbuh bersama berkembangnya industri otomotif pada abad ke-20 ini seperti Ford Motor Company.
Seperti halnya perusahaan besar lainnya, Ford Motor Company memulai bisnisnya dari skala yang kecil. Pernah tersirat kekuatiran pada saat Ford Motor Company baru berdiri. Pada tanggal 20 Juli 1903, kira-kira satu bulan sejak perusahaan ini berdiri, pengiriman pertama dilakukan kepada seorang dokter di Detroit.
Produksi Massal dimulai
Kendaraan Pertama
Henry Ford berpendapat bahwa masa depan perusahaan terletak pada produksi kendaraan yang terjangkau bagi masyarakat banyak. Diawal 1903, Ford Motor Company mulai menggunakan 19 huruf lapabet pertama untuk menamai kendaraan produksinya yang baru. Di tahun 1908, Model T pertama kali diproduksi. Ford Motor Company kemudian menjadi raksasa industri otomotif yang kemudian mendunia, setelah 19 tahun berkiprah di dunia otomotif dengan menjual 15 juta kendaraan Model T. Divisi Mercury didirikan untuk menjawab kebutuhan akan mobil dengan tingkat harga menengah. Ford Motor Company terus berkembang.
Menjadi Perusahaan Global
Di tahun 50an, seiring dengan diperkenalkannya Ford Thunderbird, Ford Motor Company menjadi perusahaan publik. Pada saat menjadi perusahaan publik pada tanggal 24 Februari 1956, didapatkan 350,000 pemegang saham baru. Henry Ford II amat peka terhadap perkembangan ekonomi dan politik pada tahun 50an, sehingga pada tahun 60an FMC berkembang menjadi perusahaan dunia dengan berdirinya Ford Eropa di tahun 1967, 20 tahun sebelum terbentuknya Masyarakat Ekonomi Eropa. Ford juga mendirikan North American Automotive Operation pada tahun 1971 yang menyatukan operasi Ford di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, lebih dari dua dekade sebelum berdirinya North American Free Trade Agreement.
Ford Motor Company bermula seabad yang lalu dari visi seseorang terhadap produk mobil yang dapat menjawab kebutuhan konsumen. Kini, FMC adalah bagian keluarga besar industri otomotif yang terdiri dari merek merek terkemuka seperti; Lincoln dan Mercury. FMC kini telah berkiprah hampir 200 tahun di industri otomotif, dan terus berkembang menjadi perusahaan global yang senantiasa berorientasi pada memproduksi mobil untuk menjawab kebutuhan konsumen yang senantiasa berubah.
Alamat Perusahaan :
Phone: 021 27588300 - 021 75922974 Website: www.ford.co.id
Fax: 021 75922974
Sumber :
http://www.ford.co.id/about/corporate/sejarah-ford
D. General Motor Corporation Sejarah singkat
General Motors Corporation (NYSE: GM), juga dikenal dengan GM, adalah sebuah perusahaan otomotif multinasional yang bermarkas di Renaissance Center di Detroit, Michigan, Amerika Serikat. GM mempunyai bisnis di 157 negara di seluruh dunia dan mempunyai pabrik di 31 negara. Saat ini, GM termasuk produsen mobil terbesar di dunia. Total, saat ini GM mempunyai 10 merek mobil: Baojun, Buick, Cadillac, Chevrolet, GMC,Jiefang, Holden, Opel,Wuling, dan Vauxhall.
Divisi Chevrolet dan GMC memproduksi truk, dan juga kendaraan penumpang lainnya. Merek lainnya termasuk ACDelco, Allison Transmission, dan General Motors Electro Motive Division yang memproduksi lokomotif diesel-listrik. GM juga mempunyai bagian dalam Isuzu, Subaru, dan Suzuki di Jepang dan sebuah joint venture dengan AutoVAZ (Lada) di Rusia. Pada Desember 2003, GM membeli Delta di Afrika Selatan, di mana GM telah sebelumnya mengambil 45% bagian pada 1997, dan sekarang menjadi anak perusahaan yang dimiliki penuh, General Motors Afrika Selatan.
Pada 2001, GM menjual 8,5 juta kendaraan melalui seluruh cabangnya. Pada 2002, GM menjual 15% dari seluruh kendaraan dan truk di dunia. Mereka juga memiliki Electronic Data Systems dari 1984 sampai 1996 dan, sebelummenjualnya ke News Corporation, DirecTV. GM memiliki Frigidaire dari 1918 sampai 1979.
Sumber :
2.3 Analis BCG pada PT Astra Internasional
Diesel Trucks, Peugeot dan BMW. Dari 6 merek mobil tersebut, Astra Group menguasai pangsa pasar mobil di Indonesia. Beberapa merek yang memberi kontribusi besar dalam penguasaan pangsa pasar ini antara lain: Toyota Avanza, Innova, Rush, Daihatsu Xenia, Terios, Grandmax dan Isuzu Phanter. Dari divisi otomotif Toyota menjadi penyumbang penjualan terbesar.
Produk otomotif di Indonesia terbagi menjadi dua kategori yaitu: Kendaraan penumpang dan kendaraan niaga. Kendaraan penumpang terbagi menjadi tiga yaitu: Sedan, MPV, SUV, Hatchback 4x2 dan SUV 4x4 yang masing-masing dibagi lagi berdasarkan besarnya kapasitas mesin.
Merujuk data Astra International tahun 2011, Astra menguasai 54 persen pasar otomotif sebesar 894.164 unit., dan pada 2012 pangsa pasar mobil Grup Astra mencapai 54%, atau setara 605.191 unit dari total pasar yang mencapai 1.116.230 unit. Penjualan Grup Astra tersebut disumbangkan lima pemain yaitu, Toyota, Daihatsu, UD Trucks, Peugeot, dan Isuzu. Pada 2013 pangsa pasar mobil Grup Astra mencapai 53%, atau setara 654.573 unit kendaraan dari total pasar yang mencapai 1.229.916 unit
Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di bulan Februari 2014 saja, ASII mampu menjual 60.454 unit mobil dan menguasai 54% pangsa pasar nasional. Jumlah itu naik 16% dari periode yang sama tahun lalu. Di bulan Februari tahun lalu, pangsa pasar mobil ASII hanya 50%.
Penjualan merek Daihatsu terlihat tumbuh paling signifikan. Dalam dua bulan, ASII menjual 35.072 mobil Daihatsu atau meraih pertumbuhan 32,8%. Namun, kontribusi utama tetap dari Toyota yang terjual 74.621 unit atau naik 4,03%. Sementara Isuzu terjual 5.472 unit, UD Trucks 100 unit, dan Peugeot 12 unit. Penjualan UD Trucks terlihat melorot. Di periode yang sama tahun lalu, penjualan UD Trucks mencapai 350 unit. Kinerja penjualan mobil ASII terlihat tumbuh di atas rata-rata penjualan industri mobil yang sebesar 7,6% year on year atau sebanyak 215.277.
melalui anak-anak usaha PT Astra International, seperti misalnya PT Astra Daihatsu Motor (ADM), PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), PT Toyota Astra Motor (TAM), dan PT Astra International Peugeot.
Tercatat, pertumbuhan penjualan Grup Astra ditopang dari dua merek besar, yakni Toyota dan Daihatsu. Toyota mengontribusi penjualan tertinggi, hingga 115.903 unit atau 63,12% dari total penjualan Astra. Di tempat kedua, Daihatsu menyumbang 32,77% dari total penjualan Grup setelah mampu menjual 60.172 unit mobil.
Disusul di posisi ketiga, Isuzu menyumbang 4,08% setelah terjual 7.506 unit mobil. Sementara itu, Peugeot membukukan penjualan 23 unit atau mengontribusi sekitar 0,01% dari total penjualan grup. Grup Astra juga berjaya di segmen mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) pada tahun ini, dengan menguasai 58% pangsa pasar.
Sepanjang Januari-April 2015, Grup Astra telah menjual 31.002 unit LCGC, lebih dari separuh penjualan mobil jenis tersebut di Tanah Air yang mencapai 53.725 unit. Pemasaran LCGC Grup Astra dilakukan melalui dua produk andalannya, yakni Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.