• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL TEKNIK SIPIL ANALISA PENGARUH MAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JURNAL TEKNIK SIPIL ANALISA PENGARUH MAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA PENGARUH MANAJEMEN K3 TERHADAP

PRODUKTIVITAS PEKERJA

Erno Fandianto

1

,Joko Setiono,.ST.,M.MT

2

,Qomariah,.BS.,MT

3 1. Mahasiswa D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi,

Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang email:[email protected]

2. Pengajar Jurusan Teknik SipilPoliteknik Negeri Malang 3. Pengajar Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Abstrak

Persaingan bisnis membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja dalam industri harus dilindungi oleh program kesehatan dan keselamatan (K3). PT. PP. (Persero) Tbk., sebagai sebuah perusahaan konstruksi sangat disiplin dalam menerapkan program K3 kepada seluruh pekerjanya dalam hal menjaga keselamatan kerja dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja supaya mereka dapat meningkatkan produktifitas kerja. Hasil dari penelitian ini adalah variabel manajemen K3 (pembinaan K3 dan sumber daya manusia) secara parsial dan simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktifitas pekerja dengan nilai signifikan keduanya sebesar 0,000 < 0,05 (a), adjusted R square = 0,908 dan nilai Fhitung 267,856 > Ftable 3,175. Berdasarkan uji parsial tampak

bahwa sumber daya manusia memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap produktifitas pekerja dengan nilai thitung = 18,821.

Kata kunci: manajemen k3, sumber daya manusia, produktifitas pekerja.

Abstract

Business competition needs high quality human resources. Human Resources of a company must be protected by health and safety program. PT. PP. (Persero) Tbk., a construction company really keeps discipline in applying health and safety program to all of its workers to protect and prevent them so they can maintain productivity. The results shows that the variables of health and safety management partially and simultaneously have a positive and significant effect on worker productivity with both of significant values of 0.000 < alpha of 0.05, adjusted R square = 90.8% and value Fcount 267.856 > Ftable 3.175. The partial test shows that

human resources has dominant effect on worker productivity with tcount = 18.821.

Key words: health and safety management, human resources, worker productivity.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

(2)

Batasan Masalah

Agar penelitian tidak meluas dan lebih fokus maka penelitian ini hanya membahas pengaruh sistem manajemen K3 yang terdiri dari pembinaan tentang K3 dan sumber daya manusia terhadap produktivitas pekerja pada proyek pembangunan gedung paska sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan kontraktor utama adalah PT. PP. (persero) Tbk., dan tenggang waktu penelitian ini adalah antara bulan Maret sampai Mei tahun 2012.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh variabel bebas yang terdiri dari pembinaan tentang K3 (X1) dan

sumber daya manusia (SDM) (X2) terhadap produktivitas pekerja secara parsial?

2. Bagaimana pengaruh variabel bebas yang terdiri dari pembinaan tentang K3 (X1) dan

sumber daya manusia (X2) dengan produktivitas pekerja secara simultan?

3. Manakah dari kedua variabel bebas (X1 dan X2) tersebut yang berpengaruh dominan

terhadap produktivitas kerja (Y)?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk:

1. Mengetahui pengaruh variabel bebas yang terdiri dari pembinaan tentang K3 (X1) dan

sumber daya manusia (SDM) (X2) terhadap produktivitas pekerja secara parsial.

2. Mengetahui pengaruh variabel bebas yang terdiri dari pembinaan tentang K3 (X1) dan

sumber daya manusia (X2) dengan produktivitas pekerja secara simultan.

3. Mengetahui dari kedua variabel bebas (X1 dan X2) tersebut yang berpengaruh dominan

terhadap produktivitas kerja (Y).

Manfaat Penelitian

Diharapkan penyusunan skripsi ini dapat memberi manfaat bagi: 1. Pengusaha

Hasil penelitian dapat menjadi masukan kepada pihak pengambil keputusan perusahaan dalam meningkatkan derajat K3 di perusahaan.

2. Akademi

Menambah wawasan bagi kalangan akademik mengenai hubungan antara manajemen K3 dengan produktivitas pekerja.

3. Pengembangan/Karya Ilmiah

Sebagai referensi untuk memberikan informasi tambahan bagi pembuatan karya ilmiah selanjutnya.

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang dibentuk oleh setiap perusahaan adalah salah satu wujud pelaksanaan program K3. Dengan adanya sistem manajemen K3 setiap perusahaan diharapkan dapat meminimalisirkan angka kecelakaan di tempat kerja dengan usaha pencegahan secara menyeluruh (Suardi, 2005). Menurut Sayuti Hasibuan (2000:3), sumber daya manusia adalah semua manusia yang terlibat di dalam suatu organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi tersebut. Produktivitas tenaga kerja kontruksi dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk, misalnya jumlah unit yang diselesaikan dibagi sumber daya (jam-orang) yang digunakan (Iman Soeharto, 1995;294).

METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian

(3)

Jenis Penelitian

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu menjelaskan hubungan dan pengaruh beberapa variabel yang sudah ditetapkan, maka jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Penjelasan (Eksplanatory). Penelitian Penjelasan (Eksplanatory) ialah Penelitian yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya (Singarimbun dan Effendy, 1995:5).

Jenis Data

Menurut Arikunto (2010: 161), Data adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data yang bersifat kualitatif dan data yang bersifat kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011:23), Data Kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar. Masih menurut Sugiyono (2011:13), data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang dibuat dalam bentuk angka.

Sumber Data

Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah: 1. Data Primer

Merupakan data yang diperoleh dari obyek yang kita teliti secara langsung. Dalam penelitian ini, data primer didapat langsung dari responden dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para pekerja PT. PP (Persero) Tbk., pada proyek pembangunan gedung Paska Sarjana UIN MALIK IBRAHIM Malang.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung melalui perusahaan atau yang sudah dalam bentuk jadi. Seperti catatan atau data para pekerja kontraktor PT. PP. (persero) Tbk., yang bekerja di proyek pembangunan gedung paska sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Teknik Pengumpulan Data

1. Kuesioner

Dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup dengan skala Likert. Menurut Arikunto (2006:151) kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban pada kolom yang sudah disediakan dengan memberi tanda cross (X).

2. Dokumentasi

Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari dokumen, catatan dan arsip perusahaan yang berhubungan dengan obyek yang diteliti untuk memperoleh data atau informasi yang diperlukan.

Populasi dan Sampel

(4)

Skala Pengukuran Variabel

Dalam penelitian ini menggunakan jenis data interval. Skala Likert mempunyai skala jawaban antara 1-5 adalah:

1. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju 2. Skor 4 untuk jawaban Setuju 3. Skor 3 untuk jawaban Netral 4. Skor 2 untuk jawaban Tidak Setuju 5. Skor 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju

Skala Pengukuran Variabel

Definisi operasional variabel merupakan unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel yang berisikan indikator dan memungkinkan peneliti mengumpulkan data yang relevan untuk variabel tersebut.

a) Variabel Dependen (Y)

Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah produktifitas pekerja, dengan indikator:

1) Kemauan kerja

2) Kemampuan kerja

3) Lingkungan kerja

4) Kompensasi

5) Jaminan sosial 6) Hubungan kerja b) Variabel Independen (X)

Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel independen (X) yaitu: 1) Pembinaan K3 (X1)

a) Penyuluhan

- Mengikuti penyuluhan K3

b) SafetyTraining

- Pelatihan penggunaan peralatan keselamatan kerja

- Pelatihan P3K

c) SafetyInspection - Inspeksi rutin K3 d) SafetyMeeting

- Suatu pertemuan yang membahas hal-hal yg berkaitan dgn permasalahan K3

e) Pemantauan Lingkungan Kondisi Kerja - Keselamatan terhadap lingkungan sekitar 2) Sumber Daya Manusia (X2)

Indikatornya adalah: a) Knowledge b) Skill

c) Attitude ... Tjokrowinoto (2001: 27)

Metode Analisis Data

Tenik analisis data yang digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y), yakni pengaruh pembinaan K3 (X1) dan sumber daya manusia

(X2) terhadap produktifitas pekerja (Y), yaitu:

1. Uji Asumsi Klasik

Model regresi yang baik harus bebas dari penyimpangan asumsi klasik, yang terdiri dari multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi dan normalitas.

a) Uji Multikolinieritas

(5)

Model regresi dikatakan bebas dari multikolinieritas apabila nilai VIF < 10, dan nilai tolerance > 0,1 (10%) (Imam Ghozali, 2007).

b) Uji Normalitas

Menurut Imam Ghozali (2007:110) menyatakan bahwa: “Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal”. Pengujian ini dapat dilakukan dengan grafik distribusi. Dalam penelitian ini pengujian normalitas data dilakukan dengan melihat normal P-P Plot yang membandingkan distribusi kumulatif dengan distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk garis diagonal dan plotting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonalnya (Imam Ghozali, 2007:110).

c) Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Salah satu cara untuk menguji ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen (ZPRED) dengan Residualnya (SRESID). Menurut Imam Ghozali (2007:105) dasar analisis untuk pengambilan keputusannya adalah:

 Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedasitas.

 Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedasitas.

d) Uji Autokorelasi

Pengujian ini untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 sebelumnya. Untuk mendeteksi gejala autokorelasi kita menggunakan uji Durbin-Watson (DW).

Range Nilai Durbin Watson Untuk Ketentuan Autokorelasi

Nilai (DW) Keterangan

Analisis ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y), yakni pengaruh pembinaan K3 (X1) dan

sumber daya manusia (X2) terhadap produktifitas pekerja (Y). Pengujian menggunakan

bantuan program SPSS V. 18.0.

Bentuk persamaan dari regresi linier berganda untuk dua prediktor ini yaitu: Y = + b1X1+b2X2+

 = Faktor – faktor lain yang berdampak terhadap variabel Y

3. Analisis Koefisien Determinasi

(6)

maka penulis akan menggunakan analisis koefisien determinasi yang diperoleh dengan mengkuadratkan koefisien korelasinya yaitu:

(Sumber: Sugiyono, 2011:231) Keterangan:

Kd = Nilai koefisien determinasi r2 = Nilai koefisien korelasi

4. Uji Hipotesis

a) Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t).

Untuk menguji apakah ada hubungan signifikan dari variabel–variabel bebas (X) berdampak terhadap variabel terikat (Y), selanjutnya pengujian dilakukan dengan menggunakan uji statistik t dengan langkah–langkah sebagai berikut:

1) Menentukan hipotesis parsial antara variabel bebas Pembinaan K3 (X1) terhadap

variabel terikat Produktifitas Pekerja (Y). Hipotesis statistik dari penelitian ini adalah:

H0: β1 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pembinaan K3

terhadap Produktifitas Pekerja.

Ha: β1 ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan pembinaan K3 terhadap

Produktifitas Pekerja.

2) Menentukan hipotesis parsial antara variabel bebas Sumber Daya Manusia (X2)

terhadap variabel terikat Produktifitas Pekerja (Y). Hipotesis statistik dari penelitian ini adalah:

H0: β2 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Sumber Daya Manusia

terhadap Produktifitas Pekerja.

Ha: β2 ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan Sumber Daya Manusia

terhadap Produktifitas Pekerja

3) Kemudian dibuat kesimpulan mengenai diterima tidaknya hipotesis setelah dibandingkan antara thitung dan ttabel dengan kriteria:

 Tolak H0 jika thitung > ttabel pada alpha 5% untuk koefisien positif.

 Tolak H0 jika thitung < ttabel pada alpha 5% untuk koefisien negatif.

 Tolak H0 jika nilai t –sign.< ɑ 0,05.

b) Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji Statistik F)

Untuk menguji adanya hubungan antara variabel bebas (X) secara simultan berdampak terhadap variabel terikat (Y) maka pengujian dilakukan dengan menggunakan uji statistik F dengan langkah–langkah sebagai berikut:

1) Menentukan hipotesis secara keseluruhan antara variabel bebas Pembinaan K3 (X1) dan Sumber Daya Manusia (X2) terhadap variabel terikat Produktifitas

Pekerja (Y).

H0 : βΌ,΍ = 0 Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bebas

Pembinaan K3 (X1) dan Sumber Daya Manusia (X2) terhadap

variabel terikat Produktifitas Pekerja (Y).

Ha: βΌ,΍ ≠ 0 Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bebas Pembinaan K3 (X1) dan Sumber Daya Manusia (X2) terhadap

variabel terikat Produktifitas Pekerja (Y). 2) Hasil Fhitung dibandingkan dengan Ftabel dengan kriteria:

 Tolak H0 jika Fhitung > Ftabel pada alpha 5% untuk koefisien positif.

 Tolak H0 jika Fhitung < Ftabel pada alpha 5% untuk koefisien negatif.

(7)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Uji Asumsi Klasik

1. Uji Multikolinearitas

Berdasarkan output perhitungan SPSS, diketahui bahwa semua variabel yang digunakan sebagai prediktor model regresi menunjukan nilai VIF yang cukup kecil, dimana semuanya berada di bawah 10 dan nilai tolerance semua variabel berada di atas 0,10. Hal ini berarti bahwa variabel-variabel bebas yang digunakan dalam penelitian tidak menunjukkan adanya gejala multikolinieritas, yang berarti bahwa semua variabel tersebut dapat digunakan sebagai variabel yang saling independen.

2. Uji Normalitas

Berdasarkan gambar output SPSS, menunjukkan bahwa titik-titik residual model regresi sudah berdistribusi normal karena titik-titik tampak menyebar di sekitar garis diagonal. Dengan demikian syarat kenormalan sebagai pengujian statistik menggunakan regresi sudah dapat terpenuhi.

3. Uji Heterokedastisitas

Berdasarkan gambar output SPSS, diketahui bahwa model regresi dari variabel bebas dan variabel terikat tidak terjadi heterokedastisitas karena titik-titik pada grafik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y dan tidak membentuk pola tertentu (Imam Ghozali, 2006).

4. Uji Autokorelasi

Hasil pengujian menunjukan nilai Durbin Watson dalam penelitian ini sebesar 1,854. Berdasarkan tabel nilai Durbin Watson untuk ketentuan autokorelasi, angka 1,854 berada di antara 1,55– 2,46 maka model regresi tidak terjadi autokorelasi.

Analisis Regresi Berganda

Berikut hasil regresi yang didapat berdasarkan hasil olahan program SPSS:

Hasil Uji Regresi

Variabel Unstandardized

Coefficients t Hitung Signifikasi

Konstanta -9,348 -6,575 0,000

Pembinaan K3 (X1) 0,773 14,371 0,000

Sumber Daya Manusia (X2) 0,897 18,821 0,000

R 0,955

R² 0,912

Adjusted R² 0,908

F 267,856

Sig. 0,000

Sumber: data primer diolah SPSS, 2012.

Dari hasil analisis dengan program SPSS tersebut, maka dapat diketahui persamaan regresi yang terbentuk. Dari hasil analisis regresi di atas, maka dapat disusun persamaan sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2+℮

Y = -9,348 + 0,773X1 + 0,897X2 +℮

Berdasarkan persamaan diatas dapat diartikan:

a) Konstanta ( α ) = -9,348, artinya jika tidak ada pengaruh pembinaan K3 (X1) dan

sumber daya manusia (X2) terhadap produktifitas pekerja (Y), maka nilai loyalitas

pelanggan (Y) negatif sebesar -9,348.

b) Nilai koefisien pembinaan K3 (X1) sebesar + 0,773 sehingga dapat diinterpretasikan

(8)

bagi pekerja di PT. PP (Persero) Tbk., Malang, maka akan mengakibatkan tingkat produktifitas pekerja semakin meningkat.

c) Nilai koefisien sumber daya manusia (X2) sebesar + 0,897 sehingga dapat

diinterpretasikan bahwa peningkatan sumber daya manusia sebesar satu satuan, maka akan diikuti dengan peningkatan produktifitas pekerja sebesar + 0,897. Koefisien variabel sumber daya manusia (X2) bernilai positif. Hal ini mengandung arti bahwa

semakin tinggi sumber daya manusia di PT. PP (Persero) Tbk., Malang, maka akan mengakibatkan tingkat produktifitas pekerja semakin meningkat.

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Besarnya koefesien determinasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada nilai R Square yaitu sebesar 0,912. Untuk melihat besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan cara menghitung koefisien determinasi KD=R2 X 100%= 0,912 X 100% sehingga diperoleh KD = 91,2% yang berarti pembinaan K3 dan sumber daya manusia dapat menjelaskan produktifitas pekerja sebesar 91,2%, sedangkan sisanya 8,8% (100%-91,2%) produktifitas pekerja dijelaskan oleh variabel lainnya di luar dari penelitian ini.

Pengujian Hipotesis

Pengujian selanjutnya adalah pengujian hipotesis, yang bertujuan untuk mengetahui apakah suatu persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi nilai variabel dependen atau tidak. Hasil uji hipotesis dapat dilihat hasilnya sebagai berikut.

1) Pengujian Hipotesis Pengaruh Variabel K3 terhadap Produktifitas Pekerja Secara Parsial (Uji Statistik t)

Berdasarkan dari hasil uji regesi, dapat diketahui nilai thitung serta nilai ttabel yaitu

sebesar 0,679 maka dapat dibuat analisa pengujian hipotesis sebagai berikut: a) Pengujian Hipotesis Pembinaan K3 terhadap Produktifitas Pekerja.

Berdasarkan out put koefisien regresi diperoleh thitung pembinaan K3 sebesar 14,371. Hal

ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel yaitu 14,371>

0,679. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan pembinaan K3 terhadap produktifitas pekerja. Hal ini bisa dilihat dari nilai sig.= 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel pembinaan K3 memiliki pengaruh terhadap peningkatan produktifitas para pekerja.

b) Pengujian Hipotesis Sumber Daya Manusia terhadap Produktifitas Pekerja.

Berdasarkan out put koefisien regresi diperoleh thitung sumber daya manusia sebesar

18,821. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel

yaitu 18,821> 0,679. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan sumber daya manusia terhadap produktifitas pekerja. Hal ini bisa dilihat dari nilai sig.= 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel sumber daya manusia juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan produktifitas para pekerja.

2) Pengujian Hipotesis Pengaruh Variabel K3 terhadap Produktifitas Pekerja Secara Simultan (Uji Statistik F)

Dari hasil perhitungan Fhitung 267,856 > Ftabel 3,175 dan signifikansi 0,000 < 0,005

sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara

variabel bebas Pembinaan K3 (X1) dan Sumber Daya Manusia (X2) terhadap variabel terikat

Produktifitas Pekerja (Y) secara simultan pada taraf uji signifikan 0,05.

3) Pengujian Hipotesis Pengaruh Variabel K3 Paling Dominan terhadap Produktifitas Pekerja

Variabel sumber daya manusia memiliki nilai thitung yang lebih besar dibandingkan

dengan thitung variabel pembinaan K3 yaitu 18,821>14,371 sehingga dapat diartikan bahwa

(9)

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai pengaruh pembinaan K3 dan sumber daya manusia terhadap produktifitas pekerja di PT. PP (Persero) Tbk., tepatnya para pekerja yang bekerja pada Proyek Pembangunan Gedung Paska Sarjana UIN MALIK IBRAHIM Malang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Variabel pembinaan K3 (X1) berpengaruh signifikan terhadap produktifitas pekerja. Hal ini

terbukti dari hasil uji t, thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan hal tersebut maka dapat

disimpulkan bahwa variabel pembinaan K3 (X1) secara parsial berpengaruh positif dan

signifikan terhadap variabel terikat produktifitas pekerja (Y). Hasil ini sesuai dengan yang dihipotesiskan di mana hipotesis menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara pembinaan K3 dengan produktifitas pekerja secara parsial.

2. Variabel sumber daya manusia (X2) berpengaruh signifikan terhadap produktifitas pekerja.

Hal ini terbukti dari hasil uji t, thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan hal tersebut maka

dapat disimpulkan bahwa variabel sumber daya manusia (X2) secara parsial berpengaruh

positif dan signifikan terhadap variabel terikat produktifitas pekerja (Y). Hasil ini sesuai dengan yang dihipotesiskan di mana hipotesis menyatakan terdapat hubungan yang signifikan sumber daya manusia dengan produktifitas pekerja secara parsial. Berdasarkan hasil uji regresi, diketahui koefisien variabel sumber daya manusia (X2) bernilai positif. Hal

ini mengandung arti bahwa semakin tinggi tingkat sumber daya manusia, maka akan mengakibatkan tingkat produktifitas pekerja akan semakin tinggi.

3. Variabel pembinaan K3 dan sumber daya manusia berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap produktifitas pekerja di PT. PP (Persero) Tbk., pada Proyek Pembangunan Gedung Paska Sarjana UIN MALIK IBRAHIM Malang. Hasil ini sesuai dengan yang dihipotesiskan di mana hipotesis menyatakan bahwa pembinaan K3 dan sumber daya manusia berpengaruh secara simultan terhadap produktifitas pekerja.

4. Dari hasil uji hipotesis, tampak bahwa variabel sumber daya manusia (X2) menjadi variabel

yang paling dominan pengaruhnya dibandingkan dengan variabel bebas lainnya terhadap produktifitas pekerja. Hal ini berarti bahwa sumber daya manusia akan memberi dampak yang lebih besar daripada pembinaan K3 terhadap peningkatan produktifitas pekerja.

Saran

Dari hasil penelitian, analisis data, pembahasan dan kesimpulan yang telah diambil, maka dapat dikemukakan saran sebagai berikut:

1. Bagi perusahaan PT. PP (Persero) Tbk., Malang, diharapkan semakin meningkatkan pembinaan K3 bagi seluruh pekerjanya agar para pekerja memiliki pengetahuan yang baik mengenai penerapan sistem K3 karena dengan penerapan K3 yang baik, maka kemungkinan akan terjadinya kecelakaan kerja dapat diminimalisir.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Hasibuan, Sayuti. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia: Pendekatan Non Sekuler. Surakarta: Penerbit Muhammadiyah University Press.

Imam Ghozali. 2007. Aplikasi Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan. Penerbit UNDIP.

Iman Soeharto, 1995. Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional. Jakarta :

Penerbit Erlangga.

Singarimbun, M. & Soyfan, A.(Eds). 1995. Metode Penelitian Survai. Yogyakarta: LP3ES.

Sinugan, Muchdarsyah. 1992. Produktivitas Apa dan Bagaimana. Jakarta : Bumi Aksara.

Suardi, Rudi. (2003) Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000: Penerapannya Untuk

Mencapai TQM, Edisi 2. Jakarta: Penerbit PPM

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : CV Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Pengolahan data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 13t00 dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi sederhanat Koefisien determinasi (R Square) adalah

• Dari hasil analisa statistik pengujian nilai koefisien debit, maka dari hasil hipotesis awal yang menyatakan bahwa nilai koefisien debit (Cd) tersebut berbeda

Pengujian Hipotesis 3, Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, nilai positif pada koefisien regresi menunjukkan pengaruh positif atau searah antara

Pengujian hipotesis penelitian berdasarkan analisa data uji regresi simultan (uji F) dapat dianalisis dan dijelaskan bahwa hipotesis 2 kualitas jasa (jaminan,

Pengembangan serta Pretasi kerja terhadap Karier pegawai menguunakan analisa regresi berganda.Untuk pengujian hipotesis penelitian secara serempak dilakukan uji F

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kelima dengan menggunakan variabel ukuran perusahaan atau size, diperoleh nilai koefisien regresi bertanda positif sebesar

Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang sudah dilakukan dapat terlihat bahwa melalui nilai koefisien regresi (β 2 ) dan hasil pengujian uji t,

3.4.2 Pengujian Hipotesis Uji hipotesis sama artinya dengan menguji signifikan koefisien pada model regresi linier berganda secara parsial yang terkait dengan pernyataan hipotesis