• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian Kinerja Perusahaan Dengan Pend

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penilaian Kinerja Perusahaan Dengan Pend"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Penilaian Kinerja Perusahaan Dengan Pendekatan Balanced

Scorecard melalui Perspektif Keuangan di POP Hotel Kuta beach.

Disusun Oleh :

ALDO SIMAFORA

1432122224

FAKULTAS EKONOMI /MANAJEMEN

UNIVERSITAS WARMADEWA

(2)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam beberapa tahun belakang ini sektor pariwisata POP Hotel Kuta beach semakin meningkat. Jasa perhotelan adalah salah satu sarana pendukung untuk mempromosikan kepariwisataan. Aktivitas hotel yaitu menyewakan kamar, menjual makanan, minuman serta penyediaan pelayanan penunjang yang bersifat komersial. Laju pertumbuhan pariwisata yang semakin meningkat diiringi dengan semakin berkembangnya industri perhotelan mengakibatkan meningkatnya persaingan antara pengusaha hotel.

Dengan meningkatnya persaingan antara pengusaha perhotelan. Pihak manajemen hotel akan mempersiapkan strategi - strategi untuk dapat bersaing. Pengusaha perhotelan perlu mengukur kinerja bisnis mereka untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas penerapan strategi tersebut. Pengelola hotel perlu mengetahui apakah strategi - strategi yang telah ditempuh telah berjalan dengan efektif, efisien, ekonomis untuk pencapaian tujuan dari hotel yang dikelola. Untuk mencapai hal tersebut, maka perusahaan dituntut untuk bisa menjalankan manajemen perusahaannya agar menjadi efisien dan kompetitif.

BSC sebagai suatu sistem pengukuran kinerja perusahaan yang memadukan secara komprehensif ukuran dari aspek keuangan maupun non keuangan, digunakan untuk mengevaluasi kinerja jangka pendek maupun jangka panjang, baik yang bersifat intern maupun ekstern perusahaan. (Mulyadi, 2009). Tujuan dan ukuran BSC dapat terwujud dengan dukungan dan kerjasama pihak perusahaan dengan selalu mengadakan evaluasi terhadap perusahaan itu sendiri baik di bidang pelayanan maupun fasilitas yang disediakan, menjamin dan menjaga hubungan keselarasan antara karyawan dan melaksanakan pekerjaan karena mereka merupakan salah satu faktor yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan.

POP Hotel Kuta beach. Mempunyai 120 kamar dengan tipe - tipe yang berbeda serta fasilitas penunjang lainnya. Letaknya yang strategis berdekatan dengan pelabuhan domestik dan internasional menjadikan tempat persinggahan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke

(3)

lebih berfokus pada kinerja keuangan. POP Hotel Kuta beach perlu menyeimbangkan penilaian kinerja yang bersifat keuangan maupun non keuangan. Penilaian kinerja perusahaan belum dilakukan dengan metode Balanced Scorecard, tetapi perusahaan hanya menggunakan analisis laporan keuangan (rasio keuangan).

Keunggulan pendekatan BalancedScorecard adalah untuk dapat memberikan ukuran yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam perbaikan strategis. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka dalam penelitian ini penulis tertarik untuk menyusun makalah dengan judul Penilaian Kinerja Perusahaan Dengan Pendekatan Balanced Scorecard melalui Perspektif Keuangan di POP Hotel Kuta beach.

1.2 Perumusan Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan bahwa perumusan dalam penelitian ini adalah Apakah kinerja di Nusa Dua Beach Hotel & Spa telah berjalan dengan baik dilihat dari pendekatan balanced scorecard?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja hotel dengan pendekatan balanced scorecard, dengan metode Current Ratio, Return on Investment (ROI), Return on Equity (ROE), dan Gross Profit Margin.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap perusahaan mengenai penilaian kinerja yaitu dengan konsep BSC dalam perspektif keuangan

3. Bagi pembaca

(4)

BAB II PEMBAHASAN

LANDASAN TEORI 2.1Kinerja

Menurut Mulyadi (2001:415), penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas suatu organisasi, bagian organisasi dari karyawan berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan pokok penilaian kinerja adalah memotivasi karyawan dalam pencapaian sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan.

2.2Rasio Keuangan

IBM Wiyasha (2010) dalam bukunya mengungkapkan beberapa rasio yang lazim diterapkan untuk mengevaluasi kinerja keuangan hotel diantaranya:

1. Rasio likuiditas Rasio ini terdiri dari:

a. Current ratio, membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar, karenanya rasio ini mengukur kemampuan hotel dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

b. Acid-test ratio atau quick ratio, mambandingkan antara aktiva lancar yang benar-benar likuid dengan kewajiban lancar hotel.

c. Tingkat perputaran piutang, membandingkan antara penjualan kredit dengan rata-rata piutang. Rasio ini mengukur tingkat perputaran piutang hotel menjadi kas.

d. Jangka waktu pengutipan piutang, mengukur jangka waktu piutang menjadi kas.

e. Arus kas operasional atas utang lancar, mengungkapkan informasi mengenai besaran arus kas dari kegiatan operasional hotel dibandingkan dengan kewajiban jangka pendek hotel.

2. Rasio Solvabilitas

Rasio ini mengukur kemampuan hotel unutk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio solvabilitas terdiri dari beberapa, diantaranya:

a. Rasio solvabilitas, membandingkan jumlah aset yang dimiliki oleh hotel dengan kewajiban hotel.

(5)

c. Number of times interest earned ratio (NTIE), mengukur kemampuan hotel dalam menutupi beban bunga dalam menutupi beban bunga jangka panjang dibandingkan dengan laba sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan hotel.

3. Rasio Aktivitas

Rasio ini mengungkapkan informasi mengenai efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya hotel. Rasio aktivitas diantaranya:

a. Perputaran persediaan, mengungkapkan informasi tingkat kecepatan berputar persediaan bahan makanan dan minuman dalam satu periode. Pengertian perputaran persediaan bahan makanan adalah dari saat bahan makanan diterima dari rekanan-disimpan di gudang makanan-keluar gudang unutk diproduksi-dijual di restoran.

b. Jangka waktu perputaran persediaan, mengukur berapa lama waktu hari yang diperlukan untuk satu kali perputaran bahan makanan untuk periode satu bulan.

c. Perputaran aset, mengungkapkan aktivitas manajemen dalam mengelola aset hotel yang digunakan. Dalam menentukan perputaran aset ini, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa nilai aset yang diterapkan dalam penghitungan adalah nilai buku aset. Rasio ini membandingkan antara total pendapatan dengan rata-rata total aset.

d. Persentase tamu yang bayar, membandingkan jumlah kamar yang dijual kepada tamu dengan jumlah kamar yang ditawarkan oleh hotel.

e. Persentase tamu komplimen, membandingkan antara jumlah kamar yang diberikan secara gratis dengan jumlah kamar yang ditawarkan hotel.

f. Persentase hunian ganda, mengungkapkan informasi jumlah kamar yang dihuni oleh lebih dari satu orang atau dihuni oleh dua orang. Rasio ini membandingkan antara jumlah tamu dikurangi jumlah kamar terhuni dengan kamar terhuni.

4. Rasio Profitabilitas

Rasio ini memberikan gambaran pada pihak-pihak yang berkepentingan tentang kemampuan manajemen hotel dalm menghasilkan laba untuk periode tertentu. Rasio ini ada beberapa macam, diantaranya:

a. Margin laba, mengungkapkan informasi kemampuan manajemen dalam menghasilkan laba dalam periode tertentu. Rasio ini membandingkan antara laba bersih dengan total pendapatan.

(6)

antara laba bersih setelah dikurangu dengan undistributed operating expenses dengan total pendapatan.

c. Return on asset, mengungkapkan informasi besaran laba yang diberikan oleh aset hotel. Rasio ini membandingkan antara laba bersih dengan rata-rata total aset.

d. Return on equity, mengungkapkan informasi laba yang diperoleh oleh investor untuk dana yang diinvestasikan pada hotel. Rasio ini membandingkan antara rata-rata total aset dengan rata-rata modal.

e. Earning per share, menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh pemilik atau investor. Rasio ini membandingkan antara laba bersih dengan average share outstanding.

5. Rasio Operasional

Dengan menganalisis rasio ini, manajemen hotel mendapatkan informasi tentang operasional hotel, baik untuk revenue generating department seperti room dan food and beverage. Maupun non-revenue department seperti marketing, administrative and general dan lainnya. Rasio ada beberapa macam diantaranya:

a. Rerata harga kamar harian, membandingkan antara pendapatan kamar dengan jumlah kamar yang terjual. Dalam menentukan rasio ini, penjualan kamar komplimen tidak dibutuhkan.

b. Pendapatan per kamar, memberikan informasi mengenai penjualan yang dihasilkan setiap kamar yang dimiliki hotel yang dapat dijual kepada tamu. Rasio ini membandingkan antara pendapatan kamar dengan jumlah kamar yang ditawarkan hotel.

c. Rerata pengeluaran tamu restoran, mengukur efektivitas penjualan makanan di restoran hotel. Rasio ini membandingkan antara penjualan makanan dengan food covers.

d. Persentase harga pokok makanan, menggambarkan efisiensi kinerja bagian produksi makanan hotel. Rasio ini diukur dari persentase harga pokok makanan yang dijual dengan harga pokok makanan baku.

e. Persentase harga pokok minuman, mengungkapkan informasi mengenai efisiensi bagian minuman (bar) hotel. Rasio ini membandingkan antara harga pokok penjualan minuman dengan penjualan minuman.

2.2 Struktur organisasi

(7)

dalamnya dapat bekerja dengan baik sehingga pekerjaan mudah dikerjakan. Untuk merealisasikan tujuan yang ditetapkan oleh POP Hotel Kuta beach, pemberian tugas wewenang dan tangggung jawab kepada anggotanya dapat dilihat pada struktur organisasi. 2.3 Aktivitas Usaha Perusahaan

POP Hotel Kuta beach sebagai tempat akomodasi bagi para wisatawan menyediakan berbagai fasilitas - fasilitas untuk memuaskan para tamu sebagai berikut:

1. Penjualan Room

POP Hotel Kuta beach memiliki 120 kamar terdiri dari: Jenis – jenis kamar

2.4 Analisis dan Pembahasan Balanced Scorecard

2.4.1 Perspektif Keuangan kewajiban/hutang lancar. Untuk menganalisis current rasio tahun 2010 – 2011 digunakan rumus (Ryanto, 2012) sebagai berikut:

(8)

dijamin dengan 2,45%. Ini berarti kemampuan perusahaan untuk melunasi setiap hutang lancar dengan menggunakan aktiva lancar menunjukan peningkatan sebesar 0,02%.

b. Return on Investment (ROI)

Analisis Return on Investment (ROI) menggambarkan perbaikan atas kinerja operasi dan mengukur efisiensi dari penggunaan total aktiva untuk menghasilkan profit. Untuk menganalisis ROI tahun 2010 dan 2011 digunakan rumus (Riyanto,2012) sebagai berikut: ROI = Laba Bersih x 100%

Berdasarkan hasil perhitungan diatas untuk 2 tahun terakhir yaitu dari tahun 2010 – 2011 menunjukkan bahwa pada tahun 2010 untuk setiap Rp 1 aktiva yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan laba sebesar 2,19%. Pada tahun 2011 untuk setiap Rp 1 aktiva yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan laba sebesar 2,23%. Ini berarti terjadi peningkatan laba bersih untuk setiap aktiva Rp 1 sebesar 0,04%.

c. Return on Equity (ROE)

ROE adalah ukuran yang mewakili harapan dari shareholder. Sebab tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkan dapat langsung diketahui dan menggambarkan keefektifan atas investasi yang dilakukan oleh shareholder. Untuk menganalisis ROE tahun 2010 dan 2011 digunakan rumus (Riyanto,2012) sebagai berikut:

ROE = Laba Bersih x 100%

(9)

perusahaan menghasilkan laba sebesar 3,47%. Pada tahun 2011 untuk setiap Rp 1 aktiva yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan laba sebesar 3,53%. Ini berarti terjadi peningkatan laba bersih untuk setiap aktiva Rp 1 sebesar 0,06%.

d. Gross Profit Margin Ratio

Untuk menganalisis gross profit margin ratio tahun 2010 dan 2011 menggunakan rumus (Riyanto,2012) sebagai berikut:

Gross Profit Margin Ratio = Penjualan Netto – HPP x 100% Penjualan Netto

Profit Margin Ratio 2010 = 2.356.879.865 – 585.436.904 x 100% = 0,75% 2.356.879.865

Profit Margin Ratio 2011= 2.743.466.798 – 643.650.369 x 100% = 0,76% 2.743.466.798

Berdasarkan hasil perhitungan diatas untuk 2 tahun terakhir yaitu dari tahun 2010 – 2011 menunjukkan bahwa pada tahun 2010 untuk setiap Rp 1 aktiva yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan laba sebesar 0,75%. Pada tahun 2011 untuk setiap Rp 1 aktiva yang dimiliki oleh perusahaan menghasilkan laba sebesar 0,76%. Ini berarti terjadi penurunan laba bersih untuk setiap aktiva Rp 1 sebesar 0,01%.

2.3.5 Penilaian Dengan Menggunakan Balanced Scorecard

Setelah data tersaji, langkah selanjutnya adalah menilai apakah kinerja perusahaan baik atau tidak. Kinerja Nusa Dua Beach Hotel & Spa ini diukur dengan membandingkan dari tahun ke tahun. Pembobotan menggunakan ukuran interval. Ukuran interval digunakan untuk mengurutkan objek berdasarkan suatu atribut. Interval/jarak yang sama pada skala interval dipandang dapat mewakili interval/jarak yang sama pada objek yang diukur. Jumlah item yang diukur adalah 11 item, maka total skor “kurang” adalah -10 skor, total skor “cukup” adalah 0 skor, dan total skor “baik” adalah 10 skor.

Skor Penilaian Balanced Scorecard

(10)

or Skor

Kurang -1 -10 Tingkat prestasi dibawah standar/target Cukup 0 0 Tingkat prestasi sesuai dengan

standar/target

Baik 1 10 Tingkat prestasi diatas standar target Sumber: Mulyadi 2001

Hasil penilaian kinerja perpektif keuangan dibawah ini merupakan hasil analisa dari data-data yang tersaji. Dilihat dari rasio current asset, ROI, ROE, gross profit margin. Kinerja keuangan Hotel menunjukkan peningkatan. Dengan membandingkan rasio rasio keuangan untuk kurun waktu tahun 2010 dan 2011, dapat diketahui bahwa kinerja Hotel ditinjau dari perspektif keuangan menunjukkan peningkatan pendapatan. Maka untuk perpektif keuangan diberi skor 1 atau baik.

Dilihat dari rasio Current Ratio, Kinerja keuangan Hotel menunjukkan peningkatan. Dengan membandingkan rasio rasio keuangan untuk kurun waktu tahun 2010 dan 2011, dapat diketahui bahwa kinerja Hotel ditinjau dari Current Rasio menunjukkan bahwa perushaan dapat membayar hutangnya dengan baik. Maka untuk Curent Rasio diberi skor 1 atau baik.

Dilihat dari rasio ROI, Kinerja keuangan Hotel menunjukkan peningkatan. Dengan membandingkan rasio rasio keuangan untuk kurun waktu tahun 2010 dan 2011, dapat diketahui bahwa kinerja Hotel ditinjau dari ROI menunjukkan peningkatan pendapatan. Maka untuk ROI diberi skor 1 atau baik.

Dilihat dari rasio ROE, Kinerja keuangan Hotel menunjukkan peningkatan. Dengan membandingkan rasio rasio keuangan untuk kurun waktu tahun 2010 dan 2011, dapat diketahui bahwa kinerja Hotel ditinjau dari ROI menunjukkan peningkatan pendapatan. Maka untuk ROE diberi skor 1 atau baik.

Dilihat dari Gross Profit Margin, Kinerja keuangan Hotel menunjukkan peningkatan. Dengan membandingkan rasio rasio keuangan untuk kurun waktu tahun 2010 dan 2011, dapat diketahui bahwa kinerja Hotel ditinjau dari Gross Profit Margin menunjukkan peningkatan profit. Maka untuk Gross Profit Margin diberi skor 1 atau baik.

(11)

BAB III

(12)

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis diatas, ditinjau dari perspektif BSC maka dapat disimpulkan bahwa perspektif keuangan pada POP Hotel Kuta Beach adalah cukup baik. Hal ini dapat dijelaskan dengan kinerja dari masing - masing perspektif, antara lain:

Dari perspektif keuangan menggunakan rasio yaitu rasio Current Ratio, rasio tersebut menunjukan bahwa perusahaan dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar hutang dengan tetap mendapatkan laba. Menijau dari ROI didapatkan hasil seperti yang dijelaskan diatas tersebut menujukan bahwa Investasi, kinerja operasi dan efisiensi perusahaan tersebut dapat menghasilkan laba.

Mealui metode ROE ditunjukan bahwa tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkan dapat langsung diketahui dan menggambarkan keefektifan atas investasi yang dilakukan.

Gross profit margin metode tersebut digunakan untk mengetahui profitabilitas yang didapatkan perusahaan jadi berdasarkan metode tersebut diketahui bahwa perusahaan mengalamai peningkatan profit. Dilihat dari rasio - rasio tersebut dapat ditarik kesimpulan kinerja perpektif keuangan sudah memenuhi target ini berarti kinerja perpektif keuangan dapat dikatakan baik. Penilaian kinerja menggunakan metode Balanced Scorecard dapat mengetahui keberhasilan perusahaan dalam hal ini adalah perspektif keuangan.

3.2 Saran

Setelah memperhatikan kinerja POP Hotel Kuta Beach berdasarkan empat perspektif

Balanced Scorecard, penulis ingin merekomendasikan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pihak manajemen POP Hotel Kuta Beach

Sebaiknya POP Hotel Kuta Beach menerapkan konsep Balanced Scorecard dalam persepektif keuangan sebagai alternatif pengukuran kinerjanya, agar mampu bersaing dalam persaingan bisnis yang kian ketat.

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Business Process Model and Notation (BPMN) merupakan suatu model standar untuk menggambarkan proses bisnis suatu organisasi. Tujuan utama BPMN adalah menyediakan

Maka dalam penelitian yang telah di analisa secara objektif, penulis menganalisis kebutuhan dengan menggunakan alat bantu penjualan barang berbasis Barcode untuk memudahkan

Untuk itu penulis perlu menyetujui pengalihan hak cipta dengan mengisi dan menandatangani Pernyataan Pengalihan Hak Cipta kemudian mengirim kembali ke alamat

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, karunia, perlindungan, dan ridho-Nya, baik kesehatan lahir maupun ketenangan batin

Bank Kustodian akan menerbitkan dan mengirimkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang menyatakan jumlah Unit Penyertaan yang dibeli dan dimiliki serta

Merujuk ke tabel 7 maka celah Sql Injection terhadap server.te.ugm.ac.id dapat di generate dan menghasilkan penilaian kemungkinan dengan angka 6.375 dengan tingkat

Tatacara pengelolaan jenis-jenis penerimaan dari kegiatan tertentu lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Undang-undang Nomor 20 Tahun 1987 tentang Penerimaan Negara Bukan

Suatu keamanan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam dunia internet baikkeamanan komputer maupun keamanan jaringan yang banyak dipenuhi dengan