60 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
PERANAN LEMBAGA ADAT DALAM MENANGANI KASUS
HAMIL DI LUAR NIKAH DI DESA WATUMAETA
KECAMATAN LORE UTARA
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan
kehamilan di luar nikah di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara dan untuk mengidentifikasi upaya lembaga adat dalam menangani kasus hamil di luar nikah di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapun subjek pada penelitian ini berjumlah 11 orang informan. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan hamil di luar nikah dikarenakan oleh beberapa faktor yaitu, pergaulan yang kurang baik, kurangnya perhatian dari orang tua, pengaruh teknologi dan informasi, dan kurangnya kesadaran dan pengamalan agama. Adapun upaya yang dilakukan lembaga adat dalam menangani kasus hamil di luar nikah dengan memberikan sanksi atau denda bagi si pelaku dengan ketentuan atau peraturan yang telah di tetapkan oleh lembaga adat. Walaupun hal tersebut masih tidak sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang telah di sepakati oleh Lembaga Adat Tampo Pekurehua Tawaelia karena lembaga adat menyesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini, akan tetapi sanksi dan denda tetap di berlakukan sebagai efek jerah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan juga bertujuan untuk dijadikan pembelajaran terhadap remaja dan masyarakat setempat.
Kata kunci: Peranan; Lembaga Adat; Hamil di Luar Nikah.
PENDAHULUAN
Pacaran merupakan proses pengenalan antara pria dan wanita yang berada dalam
rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan keluarga yaitu pernikahan.
Akan tetapi seiring perkembangan zaman di era globalisasi ini kebanyakan remaja
berpacaran yang tidak sehat, setelah cukup lama berpacaran mereka melakukan
hubungan seksual. Ketika hubungan mereka membuahkan janin dalam kandungan,
timbul masalah karena mereka belum menikah dan kebanyakan masih harus
61 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
Resiko yang harus dialami oleh wanita adalah kehamilan, ketika sudah terjadi
kehamilan mulai ada pikiran bagaimana kehamilannya, siapa yang bertanggung jawab,
bagaimana menghadirinya dan berbagai macam pertanyaan yang timbul dalam pikiran
pelaku. Artinya yang ada dipikiran adalah penyelesaian masalah yang berasal dari setan.
Menurut Maria Ulfa (Wijayati, 2015 : 46) menyatakan bahwa aborsi adalah
pengguguran kandungan dan perampasan hak hidup janin atau perbuatan yang
memisahkan janin dari rahim ibunya.
Adat merupakan norma yang tidak tertulis, namun sangat kuat mengikat sehingga
anggota-anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat akan menerima sanksi yang
kadang-kadang secara tidak langsung dikenakan. Misalnya pada masyarakat yang
melanggar norma atau aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh satu komunitas
masyarakat terjadi patologi sosial “hamil di luar nikah” apabila terjadi hal seperti ini
maka tidak hanya yang bersangkutan yang mendapatkan sanksi atau menjadi tercemar,
tetapi seluruh keluarga atau bahkan masyarakat.
Di Desa Watumaeta terdapat kasus hamil diluar nikah, hal ini disebabkan karena
lingkungan pergaulan yang kurang baik, serta kemajuan teknologi dan informasi.
Masalah ini sebagian besar di alami bagi anak muda maupun remaja yang keluar dari
desa tersebut untuk menuntut ilmu di kota, sebagian juga dialami anak yang tinggal di
desa. Selain itu juga karena dampak teknologi yang disalah gunakan, dimana situs
porno yang merajalela keberbagai media, sehingga membawa ke hal-hal yang kurang
baik. Di Desa Watumaeta banyak anak muda dan remaja yang keluar dari kampung
untuk menuntut ilmu di kota, dimana mereka berpisah jauh dengan orang tua maka
perggaulan mereka tidak ada yang mengawasinya.Di Desa Watumaeta, hamil diluar
nikah merupakan hal yang melanggar norma-norma sosial dan nilai agama dalam
masyarakat, sehingga peran lembaga adat sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan kasus
tersebut.
Berdasarkan dari uraian di atas penulis tertarik untuk mengulas lebih lanjut
tentang faktor-faktor apa yang menyebabkan kehamilan diluar nikah dan bagaimana
upaya lembaga adat dalam menangani kasus hamil di luar nikah di Desa Watumaeta
62 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
METODE PENELITIAN
Sesuai dengan judul penelitian, maka yang menjadi fokus dalam penelitian ini
adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menekankan pada keadaan
sebenarnya dari suatu objek yang terkait langsung dengan konteks yang menjadi
perhatian peneliti. Menurut Moleong (1996: 89) mengatakan metodologi penelitian
kualitatif yaitu: “Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan
data yang deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang dan perilaku yang dapat
diamati.” Penelitian kualitatif yang dimaksud berarti mendeskripsikan atau memaparkan
tentang peranan lembaga adat dalam menangani kasus hamil diluar nikah di Desa
Watumaeta Kecamatan Lore Utara. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 05 Januari
2018 hingga tanggal 24 Februari 2018. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh tokoh
adat dan orang yang pernah hamil diluar nikah. Untuk memperoleh informasi yang
releven dan mendalam maka penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive
sampling, dalam hal ini sampel ditetapkan dengan sengaja oleh peneliti didasarkan atas
kriteria atau pertimbangan tertentu ( Arikunto 2006 : 183). Kriteria atau pertimbangan
yang dimaksud ialah dengan cara melihat atau menentukan subjek atau informan yang
berada dilokasi penelitian sesuai dengan informasi dan data yang dibutuhkan oleh
peneliti. Berdasarkan pertimbangan atau kriteria maka peneliti menetapkan jumlah
informan 11 (sebelas) orang yaitu: kepala Desa Watumaeta, 4 (empat) tokoh adat Desa
Watumaeta, 3(tiga) orang yang hamil diluar nikah Desa Watumaeta, 1(satu) tokoh
pemuda Desa Watumaeta, 1 (satu) orang tokoh agama kristen, 1 (satu) orang tokoh
agama islam. Penetapan jumlah informan ini didasari anggapan dan keyakinan peneliti
bahwa ke-11 (sebelas) orang informan yang telah ditetapkan ini bisa mewakili seluruh
masyarakat Desa Watumaeta dan bisa memberikan informasi yang dibutuhkan dalam
penelitian. Menurut Nazir (1999: 211) bahwa pengumpulan data merupakan langkah
yang amat penting dalam metode ilmiah, maka pengumpulan data sangat penting untuk
memperoleh data penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
63 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
HASIL PENELITIAN
1. Faktor – faktor yang menyebabkan hamil di luar nikah di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara
a.Pergaulan
Pergaulan merupakan salah satu cara manusia untuk berhubungan dengan
manusia lainnya. Dampak negatif dari adanya pergaulan salah satunya
menimbulkan adanya pergaulan bebas pada remaja. Begitupula yang terjadi
pada pemuda yang ada di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara, masih
banyaknya pemuda desa yang belum paham akan makna pergaulan sehingga,
dampak negatif yang timbul akibat pergaulan di Desa Watumaeta lebih
menonjol ketimbang dampak positifnya.
b.Keluarga
Faktor keluarga juga merupakan salah satu hal yang paling berdampak pada
kasus hamil di luar nikah yang terjadi di Desa watumaeta. Kurangnya perhatian
dan kasih sayang dalam rumah tangga menjadikan anak terjerumus ke dalam
seks di luar nikah, sehingga mengakibatkan timbulnya kasus hamil di luar nikah
di Desa Watumaeta.
c. Pengaruh Teknologi dan Informasi
Kemudahan teknologi dan memperoleh informasi selain memberi manfaat bagi
para pengguna juga memberi dampak negatif diantaranya yaitu untuk mencari
hal yang negatif, seperti gambar-gambar yang tidak senonoh atau video-video
aneh yang bersifat asusila.
d. Kurangnya Kesadaran dan Pengamalan Agama
Kurangnya pengamalan agama sangat berpengaruh, karena kurangnya
pengamalan pada agama akan membuat para remaja melakukan hal-hal yang
dilarang Allah SWT karena mereka kurang mampu membedakan yang baik dan
yang buruk. Kurang mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan dan lebih senang
berpergian ke luar rumah dengan tujuan yang tidak jelas menyebabkan lemahnya
iman pada seseorang, hal tersebut dapat menjerumuskan remaja kepada
pergaulan-pergaulan yang tidak baik sehingga mereka akan sulit untuk
64 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
2. Upaya lembaga adat dalam menangani kasus hamil di luar nikah di Desa Watumaeta
Kecamatan Lore Utara
Lembaga Adat juga berfungsi sebagai alat kontrol keamanan, ketentraman,
kerukunan, dan ketertiban masyarakat. Adapun tahapan-tahapan upaya lembaga adat
dalam menangani kasus hamil di luar nikah di Desa Watumaeta yakni:
a. Pelaporan kepada Lemabaga adat
upaya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus hamil di luar nikah melalui
proses atau tahapan pelaporan, dimana pada tahapan ini pihak yang dirugikan
melapor kepada lembaga adat agar dapat menyelesaikan kasus tersebut.
b. Musyawarah Adat
Musyawarah merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk memecahkan suatu
masalah atau persoalan atau dengan kata lain sebuah upaya untuk mencari jalan
keluar guna mengambil keputusan bersama dalam menyelesaikan suatu masalah
yang melibatkan dua orang atau lebih. Di Desa Watumaeta pada proses
musyawarah adat dalam menangani kasus hamil di luar nikah dimana pihak
lembaga adat memanggil kedua orang tua mereka serta semua aparatur desa di balai
desa.
c. Pemberian Sanksi
Pada proses pemberian sanksi ini melalui sidang adat. Dalam sidang adat ini
akan dibuka dengan pihak laki-laki menyetor uang administrasi kepada pihak
lembaga adat dalam bahasa pekurehua disebut dengan pemamai (buka bicara),
sidang belum bisa di buka sebelum menyetor uang administrasi kepada lembaga
adat. Setelah diserahkan Pemamai barulah kemudian sidang adat akan dibuka.
maka ketua adat memberikan sanksi atau denda kepada pasangan yang melakukan
perbuatan itu dengan di tetapkan 1 (satu) ekor babi atau uang berjumlah 3 (tiga)
juta rupiah yang mereka berdua harus berikan
d. Hak Istri dan anak
Pada kasus hamil di luar nikah yang perempuan berhak mengasuh anaknya, dan
anaknya mendapat jaminan dari laki-laki sejak dari kandungan sampai besar. Kalau
laki-laki mau menafkahi sejak dari kandungan, setelah anaknya lahir dia
65 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
tidak mau bertanggung jawab tidak bersedia menikahi perempuan yang di hamili,
maka akan di kenakan sanksi Tange Tampo (Pemulihan Nama Baik) seorang
wanita 1 (satu) ekor babi atau uang sebesar 1 (satu) juta rupiah, Kamba Tobalilona
(Pengganti Suami) 1(satu) ekor babi atau uang 1 (satu) juta rupiah dan Pokadipura
Anangkoi (pemeliharaan) bayi 1(satu) ekor babi atau uang sebesar 1 (satu) juta
rupiah.
PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di Desa Watumaeta
Kecamatan Lore Utara mengenai kasus hamil di luar nikah, dimana kasus hamil di luar
nikah merupakan tindakan asusila yang sering kali mencoreng nama baik keluarga dan
merugikan dirinya sendiri. Bahkan banyak anak remaja yang masih berstatus sekolah
akan tetapi menjalani sebuah hubungan dengan lawan jenisnya bagaikan sepasang
suami istri, tak hanya berbagi kemesraan di depan umum. Bahkan mereka juga berani
untuk melakukan hubungan seks pranikah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel
berikut:
Data yang hami di luar nikah di Desa watumaeta 2013-2017
No Tahun Banyak
1 2013 3 Orang
2 2014 3 Orang
3 2015 2 Orang
4 2016 1 Orang
5 2017 1 Orang
Sumber Data: Hasil Pengkajian data
Pergaulan remaja di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara pada umumnya tidak
bisa dipungkiri lagi sudah terkontaminasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dampaknya adalah adanya perubahan pola perilaku melalui gaya hidup
sehari-hari, perubahan ini tentu saja mengarah kepada hal-hal yang positif dan negatif.
Dimana masih banyaknya remaja desa yang belum paham akan makna pergaulan
66 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
menonjol ketimbang dampak positifnya. Dengan adanya perubahan ini dengan
sendirinya membentuk karakter remaja dalam pergaulannya. Perubahan tersebut
tentunya di sebabkan oleh beberapa faktor seperti yang di kemukakan oleh Seotjiningsih
(Minah, 2014: 14), mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seks
pranikah pada remaja selain pengetahuan adalah hubungan orang tua-remaja, tekanan
negatif teman sebaya, pemahaman aspek agama (religiusitas), dan eksposur media
pornografi memiliki pengaruh yang signifikan, baik langsung maupun tidak langsung
terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja.
Faktor penyebab remaja hamil di luar nikah di Desa Watumaeta Kecamatan Lore
Utara di karenakan yang pertama pergaulan yang kurang baik, dimana lingkungan
pergaulan yang tidak terkontrol dengan baik sangat berpengaruh besar pada
perkembangan remaja dalam mencapai kedewasaan. Pergaulan yang kurang baik
mempengaruhi dan mendorong terjadinya hamil di luar nikah. Dimana remaja di Desa
Watumaeta banyak yang melanjutkan pendidikan di kota, pergaulan mereka berubah
setelah tinggal di kota, adanya remaja desa yang pindah ke kota untuk melanjutkan
pendidikan ataupun untuk tujuan bekerja menyebabkan terjadinya perubahan gaya
hidup serta kebiasaan remaja, sehingga mereka yang baru mengenal dunia luar akan
sangat mudah terjerumus ke hal-hal yang kurang baik seperti pergaulan bebas.
Faktor yang kedua kurangnya perhatian dari orang tua, terdapat ada orang tua
yang bercerai dan tidak pernah mengurus anaknya, itu mengakibatkan anak merasa
terlantar dan jarang sekali mendapatkan perhatian dari orang tua mereka dan apa lagi
banyak remaja di Desa Watumaeta yang pergi ke kota untuk menuntut ilmu dan tinggal
bersama kekasihnya tanpa sepengetahuan orang tua atau keluarga mereka, itu di
sebabkan karena orang tua tidak terlalu mengontrol anaknya, mereka juga terlalu
mempercayai anak mereka dengan jarak yang terpisah dari mereka, dan ada ada pula di
karenakan orang tua tidak merestui karena melihat berbagai hal yang di khawatirkan
dalam membangun rumah tangga, dimana yang laki-lakinya belum mempunyai
pekerjaan tetap dan yang perempuan masih duduk di bangku sekolah. Kebanyakan yang
dicari para pemuda-pemudi hanya kesenangan, orang tua pasti akan terkena akibatnya
kalau anak tersebut sampai hamil di luar nikah, dan juga dampak-dampak terhadap
67 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
Faktor yang ketiga adalah perkembangan teknologi, dimana pengaruh media
sosial seperti televisi yang menyajikan tontonan-tontonan yang berbau pornografi dan
pornoaksi sehingga dapat memicu remaja melakukan seks bebas. Internet juga memiliki
andil yang besar dalam hal ini. Mudahnya mengakses situs-situs yang berbau porno juga
dapat membuat remaja yang masih dalam masa pubertas menjadi ingin tahu dan ingin
mencobanya.
Faktor yang ke empat adalah Ke empat kurangnya pemahaman atau pengetahuan
terhadap agama hal ini sangat berpengaruh sehingga membuat remaja akan melakukan
ha-hal yang di larang oleh agama, karena mereka kurang mampu membedakaan mana
yang baik dan yang buruk. Tanpa adanya benteng agama yang kuat mereka akan
bertindak hanya sesuai dengan kesenangan sesaat saja tanpa memikirkannya dari segi
agama.
Temuan ini sejalan dengan penelitian Itriyanti dan astriani (2014:79-82) dimana
dalam penelitiannyajuga membahas faktor-faktor hamil di luar nikah di kota
Yogyakaarta. Adapun faktor-faktor yang dijelaskan adalah yang pertama pergaulan
bebas, kedua anak yang broken home, ketiga anak yang tidak di perhatikan orang tua,
keempat pelaku seks bebas, kelima pemahaman agama yang kurang.
Berdasarkan hasil yang peneliti dapatkan di Desa Watumaeta Kecamatan Lore
Utara dimana upaya dalam menyelesaikan kasus hamil di luar nikah adalah dengan cara
penyelesaian lembaga adat, dimana lembaga adat adalah sebuah organisasi dalam
masyarakat, baik yang disengaja dibentuk maupun secara wajar telah tumbuh dan
berkrembang didalam masyarakat tersebut. Dimana lembaga adat berhak dan
berwenang untuk mengatur, mengurus dan menyelesaikan berbagai permasalahan
kehidupan yang berkaitan dalam masyarakat, Salah satunya dalam menyelesaikan kasus
hamil di luar nikah seperti yang di kemukakan oleh Taneko (1987:15) mengemukakan
bahwa Lembaga adat mengatur perilaku anggota masyarakat agar tidak melakukan
perilaku menyimpang. Pelaku penyimpangan sosial akan dihukum seperti: ditegur,
dikenakan sanksi, dikucilkan atau diusir dari lingkungan masyarakatnya
Di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara masyarakatnya sangat membutuhkan
lembaga adat dalam menangani kasus hamil di luar nikah. Bagi yang ketahuan telah
hamil diluar nikah lembaga adat tidak bisa melakukan apa-apa atau tidak memberikan
68 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
pemberian sanksi tidak hanya sekedar akan tetapi melalui proses atau tahapan-tahapan,
dimana untuk memperjelas permasalahan yang terjadi sehingga para tokoh adat tidak
sembarang dalam pemberian sanksi bagi pelaku.
Penyelesaian kasus hamil di luar nikah di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara
di pertemukan di Baruga dengan di hadiri kedua belah pihak dan keluarga dari laki-laki
maupun perempuan, semua anggota lembaga adat dan kepala desa serta semua
aparatur Desa Watumaeta. Sanksi yang di berikan kepala pelaku berupa 1 ekor babi atau
uang senilai Rp 3.000.000, dimana hewan tersebut sebagai Pobohoi Tambo (pengganti)
dari kesalahan dari pihak laki-laki (pelaku). seorang ibu yang mengandung
mendapatkan hak untuk mengasuh anak sedangkan seorang anak mendapat jaminan dari
bapak (pelaku) sejak dari kandungan hingga besar. Di Desa watumaeta, berbicara
tentang hak dari korban meupun pelaku kasus hamil di luar nikah, menurut sistem
kekerabatan Desa watumaeta, seseoraang laki-laki yang bertanggung jawab tetapi tidak
menikahi si wanita hanya menjaminnya sejak dalam kandungan. Setelah lahir si anak
harus menggunakan/memakai marga dari laki-laki tersebut dibelakang namanya. Hal ini
tentu sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak dalam proses pengurusan. Jika
si laki-laki tidak bersedia menikahi ataupun menafkahi si anak sejak dalam kandungan
maka si anak tidak harus memakai marga dari laki tersebut. Dan jika pihak
laki-laki tidak bersedia menikahi atau tidak bertanggung jawab maka pihak laki-laki-laki-laki akan di
berikan sanksi lagi Tange Tampo (Pemulihan Nama Baik), Kamba Tobalilona
(Pengganti Suami) dan Pokadipura Anangkoi (pemeliharaan) masing-masing sanksi itu
di nilai dengan 1 (satu) ekor babi atau uang sebesar Rp 1.000.000.
Di Desa Watumaeta masyarakatnya masih mempercayai adanya ikatan alam
dalam kehidupan masyarakat Desa Watumaeta. Seperti jika ada pasangan yang tidak
melapor atau pasangan yang tidak memberikan sanksi yang telah diberikan oleh
lembaga adat dan tidak dilaksanakan atau terdapat pasangan yang telah hamil diluar
nikah dan tidak secepatnya diselesaikan maka itu akan berdampak pada pertanian
masyarakat Desa Watumaeta.
Masyarakat Desa Watumaeta masih memegang kepercayaan bahwa setiap
persoalan yang terjadi dalam masyarakat khususnya yang hamil di luar nikah, selama
persoalan itu belum diselesaikan maka akan terjadi bencana pada tanaman persawahan
69 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
panen, sehingga masyarakat sangat khawatir akan hal itu. Dengan demikian masyarakat
akan tetap menuntut atau mendesak pihak keluarga yang telah melakukan perbuatan
zina atau yang hamil di luar nikah dan secepatnya untuk menyelesaikan atau
memberikan sanksi atau denda yang telah diberikan kepada pasangan tersebut. Dan
apabila hal tersebut sudah ketahuan dan telah terselesaikan maka bencanal tersebut
semakin hari semakin berkurang.
Peranan Lembaga Adat dalam mengartur kehidupan masyarakat Desa watumaeta
Kecamatan Lore Utara dengan aturan-aturan yang ada di desa watumaeta sudah cukup
baik karena Tokoh-tokoh Adat masih menjalankan tugas dan fungsinya. Hasil penelitian
menunjukan bahwa peranan lembaga adat dalam menangani kasus hamil di luar nikah
sudah cukup baik, meskipun ada pengaruh budaya dari luar, hanya saja lembaga adat
dalam pemberian sanksi belum cukup tegas, karena masih melihat pertimbangan
ekonomi dalam masyarakat dan tidak terlalu membebani pasangan atau pelaku tersebut.
Kedudukan Lembaga adat di Desa Watumaeta masih tetap di hormati. Masyarakat juga
masih mengetahui dan tetap menaati aturan-aturan Adat istiadat Pekurehua Tawaelia
yang di tetapkan dalam masyarakat tersebut karena Adat istiadat PekurehuaTawaelia
adalah warisan dari nenek moyang meskipun sudah ada perubahan mengikuti norma
agama. Dimana pada zaman dulu masyarakat Desa Watumaeta dalam pemberian sanksi
bagi yang ketahuan menghamili pasangannya, dimana pelaku dibunuh sebagai Pobohoi
Tampo (pengganti) dari kesalahan yang Dia perbuat, sehingga pada masyarakat Desa
Watumaeta jarang bahkan tidak pernah terjadi hamil di luar nikah. Akan tetapi sanksi
tersebut melanggar norma Agama dan HAM ( Hak Asasi Manusia ) di mana di atur
dalam UUD 1945 pasal 28A “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak
mempertahankan hidup dan kehidupannya”. Dan dilakukanlah musyawarah adat
Tampo Pekurehua Tawaelia, Dikeluarkanlah rancangan ketetapan tata cara adat istiadat
PekurehuaTawaelia tentang memberikan sanksi atau denda, yaitu 1 (satu) ekor
kerbau/sapi atau uang sebesar Rp 3.000.000. sehingga heman itu di pakai sebagai
Pobohoi Tampo (pengganti) dari kesalahan pelaku. Akan tetapi Lembaga Adat di Desa
Watumaeta masih di pengaruhi rasa kekeluargaan dan melihat kondisi ekonomi
masyarakat, sehingga Lembaga Adat di Desa Watumaeta memberikan sanksi atau denda
bagi pasangan yang hamil di luar nikah yaitu berupa 1 (satu) ekor babi atau uang
70 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
sebagai efek jerah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan juga bertujuan untuk
dijadikan sebagai pembelajaran terhadap remaja dan masyarakat setempat.
Hubungan pelaku yang hamil di luar nikah dengan masyarakat, dari masyarakat
tidak mengucilkan ataupun memberikan celaan-celaan yang membuat pelaku menjahui
diri dari lingkungan masyarakat, akan tetapi sebaliknya justru pelaku yang hamil di luar
nikah merasa terkucilkan dari lingkungannya, karena merasa malu dengan apa yang
telah dia perbuat.
Hamil di luar nikah merupakan pelanggaran dari norma agama, dimana norma
agama tidak hanya mengatur tentang hubungan antar manusia dengan Tuhannya, namun
juga mengatur tentang hubungan dengan manusia lainnya, manusia tersebut dengan
lingkungannya serta mengatur tentang bagaimana hubungan manusia dengan mahkluk
Tuhan lainnya. Dimana kasus hami di luar nikah merupakan larangan bagi setiap
agama. Bagi yang menyimpang dari ajaran agama seperti terlibat dalam kasus hamil
diluar nikah, menurut ajaran agama akan mendapatkan sanksi di dunia maupun di
akhirat. Bukan hanya dianggap melanggar ajaran agama, tetapi hamil diluar nikah juga
merupakan pelanggaran moral. Hamil di luar nikah juga melanggar norma kesusilaan
karena merupakan perbuatan asusila, bagi mereka yang melakukan perbuatan asusila
dalam hal ini dianggap memiliki moral yang kurang baik, karena setiap orang
beranggapan bahwa orang yang memiliki moral yang baik tidak akan melakukan
tindakan-tindakan yang merujuk kepada pelanggaran moral. Hal ini sangat sesuai
dengan pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, yang mana didalamnya
mengajarkan tentang bagaimana seharusnya menjadi warga negara yang baik dengan
tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar norma agama dan moral serta
tetap menjunjung nilai-nilai pancasila khususnya sila pertama yakni Ketuhanan Yang
Maha Esa dan mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
a. Faktor-faktor yang menyebabkan kehamilan di luar nikah di Desa Watumaeta
71 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
kedua ialah kurangnya perhatian dari orang tua, Faktor ketiga di pengaruhi oleh
perkembangan teknologi, Dan faktor yang keempat dikarenakan oleh
kurangnyakesadaran dan pengamalan Agama
b. Upaya yang dilakukan lembaga adat dalam menangani kasus hamil di luar nikah
yang ada di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara ialah dengan memberikan
sanksi atau denda bagi si pelaku dengan ketentuan atau peraturan yang telah di
tetapkan oleh lembaga adat yang ada di Desa Watumaeta Kecamataan Lore
Utara. Walaupun hal tersebut masih tidak sesuai dengan peraturan atau ketetapan
yang telah di sepakati oleh Lembaga Adat Tampo Pekurehua-Tawaelia karena
lembaga adat menyesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini, akan tetapi
sanksi dan denda tetap di berlakukan sebagai efek jerah agar kejadian serupa
tidak terjadi lagi dan juga bertujuan untuk dijadikan pembelajaran terhadap
remaja dan masyarakat setempat.
Saran
a. Perlunya penyuluhan tentang seks bebas, pergaulan bebas, penggunaan
teknologi yang memberi dampak positif bagi setiap kalangan dengan demikian
bertujuan untuk mewujudkan generasi yang baik dan berprestasi, dan perlunya
pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini. Untuk itu kegiatan ini,
melibatkan seluruh masyarakat mulai dari remaja, anak muda dan orang tua.
b. Perlunya ketegasan dari lembaga adat untuk pemberian sanksi dan tidak ada
kebijakan yang diberikan bagi si pelaku dan tetap pada peraturan yang telah
ditetapkan dari Lembaga Adat TampoPekurehua Tawaelia. Sehingga akan
mengurangi terjadinya hamil di luar nikah karena ada adat yang mengikatnya
dan sanksi yang berat, sehingga masyarakat tidak meresakan dampak dari
perbuatan mereka.
DAFTAR RUJUKAN
Arikunto. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Asdi
72 JURNAL EDU CIVIC MEDIA PUBLIKASI PRODI PPKN
Itriyanti dan Asriani. (2014). “Agensi dan Negosiasi Remaja Hamil dalam Menghadapi
Stigma dan Hambatan-hambatan dalam Kehidupannya di Kota Yogyakarta”.
Jurnal studi pemuda.3,(2), 73-88
Minah. (2014). “Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada
remaja di Desa Susukan Kecamatn Sumbang”.Jurnal Ilmiah Kebidanan. 5, (1),
13-18
Moleong. (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: remaja Rosda Karya
Nazir. (1999). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Taneko. (1987). Pelembagaan Hukum Adat. Bandung: Rosda Offset.
Wijayati. (2015). “Aborsi akibat kehamilan yang tak diinginkan (ktd): Kontestasi