• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyederhanaan dan Strategi Pembalikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penyederhanaan dan Strategi Pembalikan"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Penyederhanaan dan

Strategi Pembalikan

(2)

Operasi penyederhanaan akan

menggunakan daftar ekuivalen logis dan hukum-hukum logika proporsional, baik yang memiliki nama maupun tidak.

Penyederhanaan ekspresi logika dibuat sesederhana mungkin sehingga tidak dimungkinkan dimanipulasi lagi.

Penyederhanaan akan berhenti pada bentuk ekspresi logika yang paling sederhana.

(3)

Contoh

1. (A0)(AA)

 A(AA) identitas

 A1 tautologi

(4)

2. (AB)(ABC)

 (AB)(A(BC)) tambah

kurung

 A( B(BC)) distributif

 A(( BB)( BC)) distributif  A(1( BC)) tautologi

(5)

3.  A→ (A→ B)

   A(A→ B) A→B   AB    A( AB) A→B 

 AB

   A(  AB) de Morgan  A(AB) negasi ganda

(6)

Konsistensi

Defnisi: koleksi dari pernyatan-pernyataan disebut konsisten jika pernyataan-pernyataan tersebut secara simultan semuanya benar.

Konsistensi dapat dibuktikan dengan

(7)

Contoh

1) Jika Peterpan mengadakan konser, maka penonton akan hadir jika harga tiket tidak terlalu tinggi.

2) Jika Peterpan mengadakan konser, maka harga tiket tidak terlalu tinggi.

3) Dengan demikian, jika Peterpan mengadakan konser, maka penonton akan hadir.

(8)

Langkah 1

Mengubah ke variabel proposisional. A = Peterpan mengadakan konser. B = Penonton akan hadir.

(9)

Langkah 2

Mengubah pernyataan menjadi ekspresi logika.

1) A→( C→B) 2) A→ C

(10)

Langkah 3

Menyusun ekspresi logika menjadi satu kesatuan.

Untuk argumen, cara menulis ekspresi logikanya ada

beberapa pilihan, yakni:

1) ((A→( C→B)) (A→ C))→(A→B)

2) {A→( C→B), A→ C}  = (A→B)

Untuk membuat tabel kebenaran sebaiknya pakailah

penulisan ke-1 agar lebih mudah menyusunnya ke dalam tabel kebenaran. Akan tetapi, jika dengan strategi pembalikan, kesimpulan diberi negasi dan diberi operator . Untuk itu pilihlah penulisan ke-2.

Untuk saat ini, digunakan strategi pembalikan berikut

(11)

Strategi Pembalikan

Strategi pembalikan dilakukan dengan cara

menyalahkan kesimpulan dari argumen yakni:

1) Menegasi kesimpulan, atau

2) Memberi nilai F

Dengan strategi pembalikan akan ada perlawanan

(opposite) dari kesimpulan yang tidak cocok dengan premis-premis, atau tidak konsisten.

Selanjutnya, contoh di atas kesimpulannya akan

(12)

Skema:

M =  C→B;

N = A→M; O = A→ C;

P = A→B;

Q = (A→( C→B)) (A→ C)

(13)
(14)

 Ternyata hasil negasi dari kesimpulan dengan

premis-premis tidak konsisten, hasilnya F. Karena adanya strategi pembalikan, hasil yang semula

bernilai F justru menjadi bernilai T sehingga argumen di atas valid.

 Pada dasarnya, untuk mencari premis-premis yang bernilai T dengan kesimpulan bernilai T sehingga mendapatkan hasil bernilai T, tidak memerlukan

tabel kebenaran secara keseluruhan, cukup dengan menemukan pasangan dari variabel proposisional yang akan menghasilkan nilai T pada premis-premis dan kesimpulan.

jika ada premis-premis dan kesimpulan yang

(15)

Model

dan

Countermodel

Teknik model berusaha mencari premis-premis

dan kesimpulan berupa ekspresi-ekspresi

logika yang bernilai T sehingga hasilnya pasti T juga dan berarti arguman valid.

Akan tetapi, karena nilai T diperoleh dari

berbagai kemungkinan, dipergunakan strategi pembalikan dengan memberi nilai F pada

(16)

Contoh

{A→( C→B), A→ C}  = (A→B) Dan ditulis sebagai berikut:

(A→( C→B)) (A→ C) (A→B)

Maka sekarang akan diberi nilai sebagai berikut:

1) (A→( C→B))  T (premis 1)

2) (A→ C)  T (premis 2)

3) (A→B)  F (kesimpulan)

Setiap premis dan kesimpulan serta variabel

(17)

Teknik model akan dilakukan sesuai langkah-langkah berikut ini:

Langkah 1: (Cek dengan kesimpulan)

1) Jika v(A→B)  F, maka hanya ada satu

kemungkinan yaitu: v(A)  T dan v(B)  F.

(18)

Langkah 2: (Cek dengan premis 1)

1) Jika (A→( C→B))  T, sedangkan sudah

diketahui v(A)  T, maka v( C→B)  T. 2) Jika v( C→B)  T, sedangkan v(B)  F,

maka di sini hanya ada pilihan yaitu v( C)  F.

(19)

Langkah 3: (Cek dengan premis 2)

1) Jika v(A→ C)  T, sedangkan v(A)  T,

dan v( C)  F.

2) Ini tidak mungkin terjadi. Jika v(A)  T,

dan v( C)  F, maka seharusnya

(20)

Langkah 4: (kesimpulan)

1) Jadi tidak mungkin pada saat yang sama v(A→(

C→B))  T, v(A→

C)  T dan

v(A→B)  F.

(21)

Lihat hasilnya dalam bentuk tabel kebenaran

yang diperoleh:

M =  C→B; N = A→M; O = A→ C;

P = A→B; Q = (A→( C→B)) (A→ C)

R = (A→( C→B)) (A→ C) (A→B)

A B C

(22)

 Dengan kata lain, kesimpulan (A→B) adalah konsekuensi yang logis dari premis-premis (A→( C→B)) dan (A→ C), atau (A→B)

adalah model dari (A→( C→B)) (A→ C).

 Model sebenarnya hanyalah berusaha mencari premis-premis yang bernilai T

dengan kesimpulan bernilai T juga di dalam tabel kebenaran dari sekian pasangan

(23)

 Perhatikan lagi pada tabel kebenarannya, jika tidak dilakukan strategi pembalikan. Penulisan ekspresi logika dari argumen tersebut adalah:

((A→( C→B)) (A→ C))→(A→B)

Skemanya:

M =  C→B; N = A→M; O = A→ C;

P = A→B; Q = (A→( C→B)) (A→ C)

(24)

Tabel kebenaran

Ternyata hasilnya adalah tautologi, dan membuktikan bahwa

argumen tersebut valid. Premis-premis dan kesimpulan yang bernilai T ada pada baris yang bernomor di depannya.

Referensi

Dokumen terkait

Pada tabel distrubusi frekuensi tersebut nilai siswa masih digolongkan baik sekali karena nilai yang didapatkan siswa dengan Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) sebesar

Dalam beberapa kasus, satu strain rizobakteri dapat memiliki kemampuan lebih dari satu kategori fungsi, sehingga fungsi perangsang pertumbuhan dan penyedia hara (fungsi

Nilai koefisien regresi kuaIitas pelayanan terhadap keputusan pembelian sebesar 0.291 dengan hasil uji t-hitung 3.217> t-tabel 1.65622 dan nilai signifikansi

Kategori S1 (sangat sesuai) sama dengan penelitian yang ada di pulau lara yaitu bahwa pada stasiun 1 termasuk kategori S1 (sangat sesuai) untuk kegiatan wisata

Gagal jantung kongestif merupakan salah satu masalah kesehatan dalam system kardiovaskuler yang jumlahnya meningkat cepat. Proses penyembuhan pasien dengan penyakit

Berdasarkan kajian ini dapat disimpulkan, bahwa terdapat peningkatan tingkat Serum Amiloid A di pasien stenosis koroner dibandingkan dengan yang bukan stenosis.. Kata kunci :

Sedang berdasarkan riwayat yang lain adalah barang yang sebanding (senilai) dengan salah satunya. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa sedikit-dikitnya mahar adalah

Yang paling berpengaruh bisa atau ketidak bisaan tubuh ialah disebabkan oleh kelainan tidak memiliki suatu enzim yang diperlukan untuk membantu metabolisme.