PLURALISME, LIBERALISME,
DAN SEKULARISME AGAMA
(SEPILIS)
Pengantar Studi Islam
Telaah Kritis
HAKIKAT SEPILIS
Pluralisme agama:
suatu paham yg mengajarkan
bahwa semua agama adalah sama & karenanya
kebenaran setiap agama adalah relatif, oleh sebab
itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim
bahwa hanya agamanya saja yg benar sedangkan
agama yg lain salah. Pluralisme agama juga
mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan
masuk & hidup berdampingan di surga.
HAKIKAT SEPILIS
Liberalisme agama:
memahami nash-nash agama
(al-
Qur’an
& Sunnah) dengan menggunakan akal
pikiran yg bebas, & hanya menerima doktrin-doktrin
agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.
Sekularisme agama:
memishkan urusan dunia dari
agama, agama hanya digunakan untuk mengatur
hubungan
pribadi
dengan
Tuhan,
sedangkan
hubungan sesama manusia diatur hanya dengan
berdasarkan kesepakatan sosial.
HAKIKAT SEPILIS
Pluralisme, Sekulerisme, dan Liberalisme agama
sebagaimana dimaksud sebelumnya adalah paham
yg bertentangan dengan ajaran agama Islam. Umat
Islam
haram
mengikuti
paham
Pluralisme,
Sekulerisme dan Liberalisme agama.
MENGKRITISI IDE ABSURD
PLURALISME AGAMA
Theologia abu-abu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolah-olah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam
gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru.
PLURALISME DAN PLURALITAS
Pluralitas:
deskripsi realitas bahwa di sana ada
keanekaragaman agama (Kenyataan, tak masalah)
Pluralisme Agama:
perspektif/pendirian filosofis
tertentu menyikapi realitas keanekaragaman agama
yg ada (sebuah paham, bermasalah).
Ide dan produk Pluralisme:
(1) Kebenaran setiap
PLURALISME DITOLAK ISLAM
Pluralisme
agama
bertentangan
secara
total
dengan Aqidah Islam. Sebab menurut Pluralisme,
semua agama adalah benar. Jadi, Islam benar,
Kristen benar, Yahudi benar, dan semua agama apa
pun juga adalah sama-sama benar.
Adapun menurut Islam, hanya Islam yang benar
PLURALISME BUKAN DARI ISLAM
Asal-usul paham pluralisme bukanlah dari umat Islam, tapi dari orang Barat, yg mengalami trauma konflik & perang antara Katolik & Protestan, juga Ortodok. Misal pada 1527, di Paris terjadi peristiwa yg disebut The St Bartholomeus Day’s Massacre. Suatu malam di tahun itu, sebanyak 10.000 jiwa orang Protestan dibantai orang Katolik.
Peristiwa mengerikan inlah yg mengilhami revisi teologi Katolik dalam
Konsili Vatikan II (1962-1965). Semula diyakini bahwa extra ecclesiam nulla salus (outside the church no salvation), tak ada keselamatan di luar gereja. Lalu diubah, bahwa kebenaran dan keselamatan itu bisa saja ada di luar gereja (di luar agama Katolik/Protestan).
PLURALISME & IMPERIALISME
Secara politis, wacana pluralisme agama dilancarkan di tengah dominasi kapitalisme yg Kristen, atas Dunia Islam. Arah/sasaran pluralisme patut dipertanyakan, konon pluralisme tujuannya menumbuhkan hidup berdampingan secara damai (peacefull co-existence), toleransi, & hormat menghormati antar umat beragama.
Sedangkan, menurut Amnesti Internasional, AS adalah pelanggar HAM terbesar di dunia. Sejak Maret 2003 ketika menginvasi Irak, sudah 100.000 jiwa umat Islam yg dibunuh AS.
MENGKRITISI IDE ABSURD
LIBERALISME
Pertahankanlah agama Islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina al-Qur’an, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para
pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, jihad dalam usaha memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib
MAKNA ASAL LIBERALISME
Liberalisme: Aliran ketatanegaraan & ekonomi yg
menghendaki demokrasi & kebebasan pribadi untuk berusaha & berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur) (KBBI).
Menurut Alonzo L. Hamby, PhD, Profesor Sejarah
Universitas Ohio AS, Liberalisme: paham ekonomi & politik yg menekankan kebebasan (freedom), persamaan (equality), dan kesempatan (opportunity).
Bila liberalisme awal (early liberalism) lebih menekankan
HISTORIS LIBERALISME PEMIKIRAN
Liberalisasi pemikiran (dalam arti perlawanan terhadap
LIBERALISASI PEMIKIRAN
Liberalisasi Pemikiran Islam adalah suatu gerakan
pemikiran yg berasal dari paham liberalisme yg lahir dan berkembang di Barat, maka gerakan ini dipengaruhi oleh cara berpikir manusia Barat sekuler.
Di Barat, liberal artinya bebas, bebas dari gereja, dari
LIBERALISME:
BERTENTANGAN DENGAN ISLAM
Liberalisme dalam segala bentuknya, baik pemikiran,
perbuatan, perkataan, dll, bertentangan dengan Islam. Islam memandang manusia tidak bebas, namun terikat hukum syariah. (QS. 99: 7-8)
Seorang Muslim mesti berfikir & bertindak berdasarkan
syariah, dengan memperhatikan hukum syara (Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh atau Haram). Tidaklah beriman seseorang di antara kalian hingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku (Rasul saw) bawa (HR Abu Hatim dalam Shahih-nya).
Bahkan kafir (dzimmi) pun, mesti tunduk pada syariah
SEKULARISME
IDE BERBAHAYA
Sekularisme merupakan akar dari liberalisme yang sejatinya masuk secara paksa ke Indonesia melalui proses penjajahan, khususnya oleh pemerintah Hindia Belanda. Prinsip negara sekuler telah termaktub dalam Undang-Undang Dasar Belanda tahun 1855 ayat 119 yang menyatakan bahwa pemerintah bersikap netral terhadap agama,
ASAL USUL SEKULARISME
sekularisme muncul di Eropa sekitar abad pertengahan.
Kemunculannya sebenarnya bukan merupakan proses berfikir yg sehat, karena adalah akidah jalan tengah (kompromi) yg terjadi antara kalangan intelektual filosof dan para tokoh gereja.
Seperti kasus Copernicus, Galileo, Giordano Bruno yg
SEKULARISME BERBAHAYA
Sekularisme berbahaya karena merupakan asas dari
ideologi Kapitalisme yg terbukti bobrok. Inti ide ini adalah menyingkirkan peran & fungsi agama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Kalaupun mau, agama hanya diberi peran yg bersifat moral saja.
Sekularisme berbahaya, khususnya bagi kaum Muslim,
SEKULARISME BERBAHAYA
BAGI AKIDAH
Sekularisme mendorong munculnya liberalisme dalam
berpikir di segala bidang. Kaum intelektual Barat sepenuhnya membuang segala sesuatu yg berbau doktrin agama. Mereka sepenuhnya ingin mengembalikan segala sesuatunya pada kekuatan akal manusia; termasuk melakukan reorientasi terhadap segala sesuatu yg berkaitan dengan hakikat manusia, hidup, & keberadaan alam semesta ini (persoalan akidah).
Munculnya berbagai aliran pemikiran seperti: pemikiran
SEKULARISME BERBAHAYA
BAGI AGAMA
Sekularisme meniscayakan Pluralisme agama, yg memiliki
SEKULARISME BERBAHAYA
BAGI PENDIDIKAN
Kerangka keilmuan di Barat berpijak pada prinsip
sekularisme. Buktinya dilihat dari kategorisasi filsafat yg mereka bangun, yaitu: (1) filsafat ilmu, mengkaji persoalan benar/salah; (2) filsafat etika, mengkaji persoalan baik/buruk; dan (3) filsafat estetika, mengkaji persoalan indah/ jelek.
Jika ditelaah 3 pilar utama yg dicakup dalam filsafat
SEKILAS FILSAFAT MENURUT ISLAM
filsafat bukan sekedar pengetahuan, tetapi merupakan
cara pandang tentang berbagai hal, baik yg teoretis atau praktis. Secara teoretis, filsafat menawarkan tentang apa itu kebenaran? Secara praktis, filsafat menawarkan tentang apa itu kebaikan? Dari 2 hal inilah, filsafat merambah ke berbagai wilayah kehidupan manusia, sekaligus memberikan tawaran-tawaran solutifnya.
Karena itu, Ibn Qayyim al-Jauziyah (w. 751 H/1350 M)
berkesimpulan, filsafat adalah paham (isme) di luar agama para nabi. Ditambah lagi, filsafat memang ajaran yg murni dihasilkan akal manusia. Jika demikian, jelas filsafat itu tidak ada dalam Islam. Sebab, Islam mengajarkan tentang
SEKULARISME DITOLAK ISLAM
Pemisahan agama dari kehidupan dan tidak menjadikan
Islam sebagai aturan penyelesaian segala problem kehidupan adalah haram. Karena:
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan.. (QS. al-Baqarah: 208)