• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Politik-Birokrasi di Negara Berkembang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sistem Politik-Birokrasi di Negara Berkembang"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BUREAUCRATIC-PROMINENT

POLITICAL REGIMES

(2)

Sistem Politik-Birokrasi di Negara

Berkembang

Birokrasi militer-sipil memegang posisi kunci

dalam penentuan kebijakan

Elit (tradisional) dalam struktur masyarakat

secara aktif menggunakan kekuasaan untuk

memberikan pengaruh politik

Sistem parpol yang kompetitif belum terbangun

Tidak ada partai massa dominan untuk

(3)

Tipe dalam Bureaucratic Prominent

Political Regimes

Traditional Elite Systems

Personalist Bureaucratic Elite

Systems

Collegial

Bureaucratic Elite Systems

(4)

TRADITIONAL ELITE SYSTEMS

Elit politik dominan memiliki kekuasaan yang

mapan dalam sistem sosial

monarki atau

status aristokratik

Negara/Bangsa yang menerapkan sistem ini

jumlahnya menurun

diganti melalui kudeta

militer atau komunis (Afganistan, Libya,

Kamboja dan Laos)

Traditional Elite System : (1)Ortho-traditional

(5)

Ortho-traditional Regimes

Umum terbentuk di negara berkembang, memiliki

sejarah panjang, statis, tidak bertahan lama

Elit politik : keluarga yang berkuasa dengan

legitimasi kemonarkian

Mendukung moderninsasi dengan batas tertentu

untuk mempertahankan status quo

Menekankan pada industrialisasi dan pelayanan

publik, terutama karena memiliki sumber daya

minyak bumi

Politik kompetitif tidak diijinkan dan

(6)

Ortho…

Kelompok keluarga yang berkuasa mengandalkan

kekuatan militer dan birokrasi sipil

Birokrasi sebagai penggerak namun efektifitasnya

berdasarkan karakteristik tradisional

Contoh negara : Saudi Arabia

Keluarga Kerajaan mengelola masyarakat dengan solidaritas

internal berdasar nilai tradisional

Keluarga kerajaan menguasai posisi penting dan elit tradisional

masyarakat menguasai eselon teratas

Birokrasi Saudi yang terus berkembang menerapkan aturan baru

dalam formulasi dan administrasi program pembangunan namun tidak mampu memenuhi tuntutan publik

(7)

Neo-Traditional Regimes : Iran

Tradisi monarki menjadi kekuatan dan pemersatu

institusi dan masyarakat menjadi bagian dari sistem

monarki

Shah Reza Pahlevi : “White Revolution” investasi

infrastruktur untuk meningkatkan produksi dan

fasilitas komunikasi serta memperkuat militer

Minimal “trickle down” efek

Kekuasaan politik dan birokrasi tersentralisasi

dibawah Shah Iran

New Class : professional-bureaucratic intelligentia

direkrut oleh Shah untuk menempati posisi

pemerintahanmeningkatkan level kompetensi,

(8)

Neo…

Pengganti Rezim Shah : tidak di dominasi militer dan

birokrasielit tradisional rezim dengan orientasi

berbeda yang diinsiprasikan dan didominasi

pemimpin Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini

Konsolidasi kekuasaan berhasil dilakukan oleh elit

baru namun membentuk faksionalisasi elit

Hashemi Rafsanjani (1989) pengganti Ayatullah

 elit

yang moderat, transisi masih menerapkan kekuasaan

rezim

(9)

Neo…

Periode 1979-1982 : repolitisasi untuk

mengembangkan nilai Islam dan ideologi rezim

baru

Pemimpin institusi pemerintahan ditentukan oleh

pusat

Aktivitas pemerintahan diperluas untuk

nasionalisasi bank swasta, perusahaan asuransi,

industri besar dan perdagangan LN

Institusi berbasis revolusi dibuat untuk

(10)

PERSONALIST BUREAUCRATIC ELITE SYSTEMS

Kekuasaan ditangan satu orang (dominan) dan bergantung

pada birokrat profesional untuk kelangsungan rezim

umumnya berasal dari pemimpin militer (Caudillo/ Strongman)

Pola umum berkuasanya Caudillo sebagai dampak dari

political chaos

The Personalist Leader menjaga agar posisi penting

pemerintahan diberikan kepada indvidu yang menjadi sub-ordinat dan pendukungnya

Pejabat negara dan kelompoknya tidak dapat menghindari

bahwa kekuasaan yang dimilikinya berasal dari koersif

Karakteristik sistem administrasi personalist: sentralistis,

(11)

General Jorge Ubico (1930-1944)

Guatemala

Karakteristik elit politik (Amerika Latin) : pemilik tanah

perkebunan, pejabat senior militer, keluarga

bangsawan dan perwakilan kepentingan bisnis asing

Birokrasi Guatemala : disiplin kaku dan loyalitas

absolut, keputusan dan pemerintahan ditentukan oleh

Ubico dalam setiap rapat yang dipimpinnya di the

National Palace

Pengaruh birokrasi ala Ubico : resistensi terhadap

(12)

General Idi Amin Dada (1971-1979) Uganda

Kudeta militer menjatuhkan Presiden Milton Obote

Military Ethnocracy : penggabungan tentara tradisional

dengan faktor kekuasaan etnis sebagai basis organisasi politik dengan military technocracy

Birokrasi pemerintahan berakar pada sistem kolonial

Inggris

Setelah kemerdekaan : pribumi mengambil alih jabatan

yang dikuasai oleh non-pribumi

Aktifitas pemerintahan berbasis pada pendidikan Barat

karir sebagai birokrat menjadi posisi yang prestisius

Terbentuknya military-bureaucratic elitist regime dengan

kekuasaan berada di tangan individu dan akses

(13)

COLLEGIAL BUREAUCRATIC ELITE SYSTEMS

Penguasaan politik oleh suatu kelompok eksklusif dengan

latar belakang profesional birokrat militerCollegial atau Junta

Junta yang terbentuk tidak hanya beranggotakan militer

tetapi juga kelompok sipilumumnya Junta yang

membentuk rezim beranggotakan pejabat militery yang setingkat

Pemimpin Junta adalah pemimpin kudeta militer yang

dilakukan

Pengukuhan pemerintahan militer memiliki kewajiban

untuk melindungi kepentingan nasional

menterjemahkan kepentingan nasional dan konstitusi dengan dasar ini terlibat langsung dalam kehidupan politik

Kudeta militer melibatkan politisi sipil untuk memberikan

(14)

COLLEGIAL…

Politisi sipil (swingman) akan ditunjuk untuk menduduki

jabatan penting pasca kudeta atau sebagai gubernur

Kehadiran politisi sipil moderat dapat menimbulkan

konflik internal karena keinginannya untuk membentuk pemerintahan sipil dan normalisasi konstitusi

perubahan koalisi terjadi menggantikan anggota junta lama

Junta militer secara gradual akan menerapakan

pemerintahan sipil untuk menutupi kontrol militer yang dilakukan

Perkembangan : pemimipin militer (sipil) memilih

instrumen parpol dominan sebagai motor penggerak

(15)

Tipe Collegial…

Mesir penguasaan parpol dominan oleh pemimpin

militer

Korea Selatan : militer menempati jabatan politik dan

pemerintahan (sipil) dengan melapaskan atribut miiliter

Negara Barat : militer kembali ke barak

Birokrasi : antara tipe pemimpin militer dan

sipil-militer koalisi

Rezim Koalisi : keseimbangan kerjasama memberikan

kesempatan kepada birokrat sipil untuk terlibat dalam pengambilan keputusan politik dan melindungi

kelompok kepentingan

Junta militer menempatkan birokrat sipil secara

(16)

PENDULUM SYSTEM

Pergeseran kekuasaan politik dan birokrasi

sipil-militer

Brazil :

Kolaborasi milier dan birokrat sipil yang secara

bertahap memberikan kesempatan bagi kompetisi

politik

Memberikan jalan bagi kepemimpinan politik sipil :

pemilu tidak langsung thn 1985 dan pemilu langsung

1989

Awal kemerdekaan dari Portugal : periode Monarki

Pembentukan konstitusi federal dan terpilih presiden

(17)

Pendulum…

Presiden Getulio Vargas (1930) terpilih melalui

kudeta dan memerintah secara ototiter

Presiden Jao Goulart (1961) terpilih sebagai

presiden setelah menggantikan Presiden

Quadros

Pemerintahan Goulart : korupsi merajalela,

(18)

POLITIK

Bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem

(19)

PARTAI POLITIK

Kelompok yang terorganisir, yang

anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan

cita-cita yang sama

Tujuannya memperoleh kekuasaan politik dan

(20)

FUNGSI PARTAI POLITIK

(21)

JENIS PARTAI POLITIK

Partai massa

: memiliki jumlah anggota yang

besar. Kelemahannya masing-masing aliran

berusaha memaksakan kepentingan

Partai kader

: memiliki keketatan organisasi dan

disiplin kerja dari anggota yang terpilih melalui

saringan

Partai patronase

: memiliki organisasi nasional

(22)

Hubungan kekuasaan partai

politik dan birokrasi

Partai Politik

Kuat

Lemah

Birokrasi

Kuat

Responsible

Party

Party/Bureaucratic

Irresponsible

State

Lemah

Political

Machine

Regime of Notables

Corporatist State

Machine of

(23)

Pemerintahan/Rezim partai

politik

Polyarchal Competitive System

Dominant-Party Semicompetitive System

Dominant-Party Mobilization System

(24)

Polyarchal Competitive System

Elite dan politiknya sukar dipisahkan

Adanya mobilitas sosial sehingga memicu persainganKonsensus politik sukar tercapai

Mobilisasi dukungan massa dan keikutsertaan pada

program pembangunan sukar dilakukan

Birokrasi memiliki masalah internal

Adanya dukungan yang sifatnya tidak konsisten dari

pembuat kebijakan politik

Kelemahan: posisi pemerintah lemah, peraturan sukar

diterapkan

Negara yang menerapkan: PNG, Filipina, Kostarika,

(25)

Dominant-Party

Semicompetitive System

Adanya satu partai yang dominan dan

memonopoli kekuasaan politik selama

beberapa periode

Keberadaan partai-partai lain selain partai

dominan dianggap legal dan eksis

Munculnya elit muda, urban, sekuler, dan

berpendidikan

(26)

Dominant-Party Mobilization

System

Kurang adanya kebebasan di dalam berpolitik

Banyak terjadi tindak kekerasan

Partai dominan merupakan satu-satunya

partai yang diakui oleh negara

Partai selain partai dominan dikontrol secara

ketat

Menitikberatkan pada peran seorang

pemimpin

Negara: Mesir, Tanzania, Senegal, Zambia,

(27)

Communist Totalitarian System

Terjadi monopoli kekuasaan oleh satu partai, model

politik totalitarian, dan ideologi Marxist Leninist

Tidak mengenal adanya legitimasi oposisi secara

terbuka karena ideologi komunis yang mendominasi

tiap segi kehidupan

Terjadi mobilisasi massa karena adanya unsur

paksaan

Administrator berada di bawah pengaruh partai yang

berkuasa

Sistem partai tertutup dengan tujuan

mempertahankan status-quo

Negara: Kuba, RRC, Eropa Timur, Kamboja, Laos,

Referensi

Dokumen terkait

Karena diperlukan upaya untuk memelihara sektor ekspor yang ada guna memperoleh devisa bagi pembiayaan program industrialisasi, maka negara terbelakang justru

Sifat utama dari bentuk pemerintahan ini adalah dengan pemusatan kekuatan, kontrol kelompok sosial yang ketat, sehingga tidak adanya partai politik sebagai pesaing dan perwakilan

Namun karena partai politik belum mau mendukung sepenuhnya, perempuan belum banyak yang terpilih menjadi anggota DPRD pada Pemilu legislatif tahun 2009 lalu.. Hanya ada tujuh

Rumah sakit swasta yang ada di Australia, salah satunya rumah sakit yang dikelola oleh Healthscope menyediakan berbagai pelayanan perawatan kesehatan, yakni pelayanan

Bahwa partai- partai politik yang dibentuk di Indonesia belum bisa lepas dari politik aliran yang menunjukkan tingginya pluralitas spektrum ideologi dan kultur

Timbul dan tenggelamnya suatu parpol di kancah perpolitikan nasional dapat di nilai dari integritas internal partai khususnya para kader untuk terus menopang dan

Kesadaran hukum, ketertiban dan juga kepatuh terhadap penegakan hukum atau undang-undang yang ada belum terpenuhi, maka akibat daripada perilaku tersebut akan dikenakan

Dukungan Saudi bagi rezim baru di Kairo secara proporsional terkait dengan ketidaksetujuan atas Ikhwanul Muslimin sebagai buntut dari pemilu 2012, ketika menjadi semakin jelas