ASAL MUASAL BUDAYA
KERAPAN SAPI
A. ASAL MULA KERAPAN SAPI
Kerapan sapi pertama kali diadakan di polau podey (spudi) oleh pangeran Katandur yang diselenggarakan setiap tahun sekali sebagai wujud perayaan dan tasyakur atas hasil panen.
Beberapa peralatan yang dipergunakan dalam kerapan sapi yaitu keleles dan pangonong, pangangguy dan rarenggan
(pakaian dan perhiasan) rekeng (alat untuk mengejutkan sapi agar sapi-sapi dapat berlari cepat).
Pada waktu akan dilombakan pemilik sapi
kerap harus mempersiapkan
tokang tongko’
(joki),
tokang tambeng
(bertugas menahan,
membuka dan melepaskan rintangan untuk
berpacu),
tokang gettak
(mengertak sapi agar
sapi lari cepat),
tokang gubra
(orang-orang
mengertak sapi yang ada di tepi lapangan),
Pada masa itu kerapan sapi ini tidak mengunakan rekeng paku akan tetapai yang mereka gunakan rekeng bambu, perubahan rekeng paku ke rekeng bambu karena orang spudi berambisi terhadap sapi-sapinya yang mereka kerap. Kemudian pada tahun lalu diadakan oleh pemerintah agar tidak memakai benda tajam (rekeng paku) MUI juga melarangnya sehingga terpecah menjadi dua bagian: