• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH VARIASI CAMPURAN TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK DAN KADAR NUTRISI MI INSTAN SKRIPSI SAIPUL ANWAR LUBIS 090802033

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENGARUH VARIASI CAMPURAN TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK DAN KADAR NUTRISI MI INSTAN SKRIPSI SAIPUL ANWAR LUBIS 090802033"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH VARIASI CAMPURAN TEPUNG TERIGU DAN

TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK DAN

KADAR NUTRISI MI INSTAN

SKRIPSI

SAIPUL ANWAR LUBIS

090802033

DEPARTEMEN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PENGARUH VARIASI CAMPURAN TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK DAN

KADAR NUTRISI MI INSTAN

SKRIPSI

SAIPUL ANWAR LUBIS 090802033

DEPARTEMEN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2014

(3)

PERSETUJUAN

Judul : Pengaruh Variasi Campuran Tepung Terigu dan

Tepung Tapioka Terhadap Karakteristik dan Kadar Nutrisi Mi Instan

Kategori : Skripsi

Nama : Saipul Anwar Lubis

Nomor Induk Mahasiswa : 090802033

Program studi : Sarjana (S1) Kimia

(4)

PERNYATAAN

PENGARUH VARIASI CAMPURAN TEPUNG TERIGU DAN

TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK DAN

KADAR NUTRISI MI INSTAN

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa Skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing – masing disebutkan sumbernya.

Medan, Juli 2014

(5)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat

dan hidayahNya, Penulis bisa menyelesaikan skripsi ini dalam waktu yang telah

ditetapkan. Selanjutnya penulis menyampaikan penghargaan dan kasih sayang yang

paling tulus kepada Ibunda tercinta Dimawati Nasution dan Ayahanda tersayang

Sahdan Lubis yang dengan kerja keras dan doanya, telah mengorbankan banyak hal

untuk membesarkan dan mendidik penulis dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hal

yang sama juga penulis ucapkan kepada kakak tercinta Amni Bahria Lubis,S.Pdi, dan

kepada adik-adik tercinta Siti Saadah Lubis, raja Halomoan Lubis, Muhammad Wan

Aziz Lubis serta adik kecil Anggina Saputra Lubis yang telah memberikan dukungan

dan doanya kepada penulis baik dalam canda tawa juga dalam keadaan sedih atas

dukungannya baik berupa moril maupun materil.

Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih yang

sebesar–besarnya kepada Ibu Dr. Yuniarti Yusak, M.S selaku dosen pembimbing I

dan bapak Dr. Darwin Yunus, M.S selaku dosen pembimbing II yang telah

memberikan pengarahan dan bimbingan hingga terselesaikannya skripsi ini.Ibu Dr.

Rumondang Bulan Nst, M.S. dan Bapak Drs. Albert Pasaribu M.Sc selaku ketua dan

sekretaris departemen kimia FMIPA USU. Bapak Dr. Adil Ginting M.Si selaku dosen

wali penulis yang telah banyak memberikan masukan selama penulis mencari ilmu di

FMIPA USU, serta bapak dan ibu dosen secara umum di Kimia USU yang telah

memberikan ilmunya selama masa studi penulis di FMIPA USU. Serta kak Fia dan

kak Fika yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Saudara

penulis Reisya Ichwani yang telah mengajarkan tentang arti kesabaran dan kebesaran

serta kerendahan hati.

(6)

PENGARUH VARIASI CAMPURAN TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK DAN

KADAR NUTRISI MI INSTAN

ABSTRAK

(7)

THE EFFECT OF VARIATION MIXED WHEAT FLOUR AND TAPIOCA FLOUR ON CHARACTERISTICS AND LEVELS OF

NUTRIENTS INSTANT NOODLES

ABSTRACT

Has conducted research on the impact of variation mixed wheat flour and tapioca flour on characteristics and nutrient content of instant noodles. Instant noodles are made by mixing wheat flour and tapioca flour with a ratio of 100:0; 90:10; 80:20; 70:30, and with the addition of 1 gram of salt and 0.8 grams of baking soda and incubated for 10 min and then compressed using ampia to form a sheet of noodles and dried in an oven at 55OC for 10 hours. Instant noodles produced is tested

(8)

DAFTAR ISI

1.4 Tujuan penelitian 3

1.5 Manfaat penelitian 3

1.6 Lokasi penelitian 4

1.7 Metodologi penelitian 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.5.6 Kadar karbohidrat 18

2.6 Kehilangan padatan akibat pemasakan 18

(9)

3.2.1 Pembuatan larutan pereaksi 22 3.2.1.1 Pembuatan larutan NaOH 30% 22 3.2.1.2 Pembuatan Larutan H3BO3 3% 22

3.2.1.3 Pembuatan larutan NaOH 3,25% 22 3.2.1.4 Pembauatn indikator tahsiro 22

3.2.1.5 Pembuatan HCl 0,1 N 23

3.2.1.6 Pembuatan HCl 25% 23

3.2.1.7 Pembuataan H2SO4 1,25% 23

3.3 Pembuatan mi 23

3.4 Parameter yang diamati 24

3.4.1 Penentuan kadar air 24

3.4.2 Penentuan kadar abu 24

3.4.3 Penentuan kadar serat 24

3.4.4 Penentuan kadar lemak 25

3.4.5 Penentuan kadar protein 25

3.4.6 Penentuan kadar karbohidrat 26

3.4.7 Keutuhan 26

3.4.8 DSA 26

3.5 Bagan penelitian 27

3.5.1 Pembuatan mi 27

3.5.2 Penentuan kadar air Mi instan 28 3.5.3 Penentuan kadar abu Mi Instan 28 3.5.4 Penentuan kadar lemak Mi instan 29 3.5.5 Penentuan kadar serat Mi instan 30 3.5.6 Penentuan kadar protein mi instan 31 3.5.7 Penentuan kadar karbohidrat mi instan 32 3.5.8 Penentuan persen Keutuhan 32

4.2.7 Kadar Karbohidrat 38

4.2.8 Kadar Keutuhan 39

4.2.9 Kadar Daya Serap Air BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 40

5.2 Saran 40

DAFTAR PUSTAKA 41

(10)

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman

Tabel

2.1. Komposisi kimia tepung terigu per 100 g bahan. 8 2.2. Kandungan Nutrisi Pada Tepung Tapioka. 10

2.3. Kandungan mi instan secara umum. 12

2.4. Syarat mutu mi instan. 13

(11)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman

Gambar

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman

Lampiran

1 Perhitungan karakteristik dan kadar nutrisi 43 2 Hasil analisa kadar nutrisi mi instan dari 49 campuran tepung terigu da tepung tapioka

3 Hasil analisa kadar karakteristik mi instan dari 54 campuran tepung terigu da tepung tapioka

Referensi

Dokumen terkait

Dari perbandingan hasil kuat tarik dapat disimpulkan bahwa edible film pada variasi tepung tapioka dengan penambahan 3 gram tepung tapioka, 2 % kitosan, 10

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio tepung tapioka dibanding dengan tepung terigu dalam pembuatan kerupuk sawi hijau maka tekstur kerupuk keras.. Hal ini

Hal ini disebabkan peningkatan jumlah tapioka akan meningkatkan jumlah amilosa dan amilopektin pada bahan yang digunakan, sebab dalam pembuatan mi instan berbahan baku

Kerupuk putih telur merupakan kerupuk yang berbahan dasar putih telur dengan menggunakan kombinasi filler (tepung tapioka – tepung sagu dan tepung terigu – tepung sagu)..

Nilai kesukaan terendah terendah terhadap warna terdapat pada perlakuan A1B1 dengan komposisi 90 gram ubi jalar ungu : 37.5 gram tepung terigu : 22.5 gram tepung tapioka dengan

Hasil sidik ragam daya serap air menunjukkan bahwa perlakuan terhadap formulasi tepung terigu dan tepung sorgum dan suhu pengovenan serta interaksinya tidak memberikan

Maksud dari penelitian tersebut adalah untuk melakukan kajian mengenai perbandingan tepung tape dengan tepung terigu dan suhu baking dalam pembuatan roti tawar.. Metode

Hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa formulasi tepung terigu : MOCAF : pati jagung (A) dan proporsi penambahan CMC (B) memberikan pengaruh sangat nyata (P