STANDAR 2
TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN,
DAN PENJAMINAN MUTU
2.1 Tata Pamong
Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama untuk memelihara dan menggerakkan semua unsur, fungsi, dan peran dalam institusi perguruan tinggi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan oleh tegaknya aturan, tata cara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.
Hal-hal yang menjadi fokus di dalam tata pamong termasuk bagaimana kebijakan dan strategi disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan terpilihnya pemimpin dan pengelola yang kredibel dan sistem penyelenggaraan program studi secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan menerapkan prinsip-prinsip keadilan. Organisasi dan sistem tata pamong yang baik (good governance) mencerminkan kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, bertanggung jawab dan keadilan institusi perguran tinggi.
2.1.1 Uraikan secara ringkas sistem tata pamong (sebutkan lembaga yang berperan, perangkat pendukung, kebijakan dan peraturan/ketentuan termasuk kode etik yang dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan perguruan tinggi, serta prosedur penetapannya) di institusi perguruan tinggi dalam membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil, serta pelaksanaannya.
ketentuan peraturan perundangan tersebut (Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1990). Dalam beberapa tahun terakhir, di Undana telah mengalami perkembangan struktur organisasi dan tatapamong yang cukup dinamis yang pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan organisasi yang sehat, akuntabel, dan memiliki tatapamong yang baik (Good University Governance) untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tridharma yang bermutu, efektif dan efisien. Pada dasarnya secara de-facto Statuta Undana 2009 dan OTK Undana 1995 berkaitan dengan struktur organisasi sudah tidak relevan lagi dengan kondisi obyektif dan perkembangan struktur organisasi Undana saat ini, terutama dengan terbentuknya unit-unit baru seperti Lembaga/Pusat/UPT, fakultas dan program studi baru. Menyikapi adanya regulasi baru dibidang penyelenggaraan pendidikan tinggi, maka Undana mulai mengambil langkah responsif dengan menyusun Statuta dan OTK Undana yang baru sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip Good University Governance. Pada saat ini Undana telah berhasil menyusun draft Statuta dan OTK yang baru (tahun 2012) dengan mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2010 yang kemudian disempurnakan lagi setelah terbitnya dengan UU Dikti No 12 Tahun 2012. Pada saat ini, draft Statuta dan OTK Undana yang baru ini telah disahkan oleh Senat Universitas dan statusnya saat ini tinggal diusulkan dan menunggu pengesahan legal dari Kemendikbud dan Kemenpan-Reformasi Birokrasi.
Sistem tata pamong di Undana diarahkan untuk menjamin terselenggaranya praktek-praktek pengelolaan universitas yang baik berdasarkan lima pilar GUG
yaitu (i) kredibel, (ii) transparansi, (iii) akuntabel, (iv) bertanggung jawab, dan (v) adil; yang dapat digambarkan sebagai berikut:
kepercayaan untuk mengelola hibah luar negeri seperti ADB, DUE, IMHERE, NUFFIC (Agri-4, SIM-4, Fish-4), dan HPEQ; (b) kepercayaan terhadap Rektor Undana untuk mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menyampaikan makalah dalam pertemuan di Perancis; (c) kepercayaan ADS kepada salah satu pakar Undana sebagai interviwer bagi mahasiswa penerima beasiswa ADS; (d) kepercayaan negara Republic Democratic Timor Leste untuk menyusun kurikulum bagi program studi pendidikan jasmani, kesehat an, dan rekreasi (PENJASKESREK); (e) kepercayaan negara Republic Democratic Timor Leste untuk Undana menjadi fasilitator legal drafting untuk rancangan regulasi; (f) kepercayaan Australia dan San Francisco University terhadap Undana di bidang legal drafting; (g) pemanfaatan jasa kepakaran dosen dari Fakultas Hukum, FISIP, dan Perikanan untuk mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Republic Democratic Timor Leste; (h) kepercayaan untuk melakukan berbagai kegiatan seminar dan lokakarya internasional; (i) kerjasama dengan IALF (Australia) dalam penyelenggaraan ELTA (English Language Training Assitance) secara rutin.
Kawasan Indonesia Timur; (f) kepercayaan terhadap Undana sebagai tuan rumah untuk berbagai forum nasional seperti Forum Rektor Kawasan Timur Indonesia tahun 2011; (g) Forum Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan seluruh Indonesia tahun 2012, Forum Dekan Peternakan seluruh Indonesia tahun 2013, dan Forum Dekan Ilmu Sosial dan Politik seluruh Indonesia tahun 2013; (h) pada tahun 2010, Undana menjadi tempat untuk studi strategis dari 5 orang Jenderal siswa Lemhanas; (i) kepercayaan Pemda Aceh, untuk studi pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Undana; (j) penggunaan tenaga pakar dari Undana di bidang penjaminan mutu sebagai fasilitator dalam kegiatan supervisor dan bimtek evaluasi mutu internal di beberapa perguruan tinggi yaitu Universitas Tanjung Pura Lampung, Universitas Dwijendra Denpasar, dan Universitas Cendrawasih di Jayapura; (k) Undana dipilih sebagai universitas narasumber pembahasan draft RUU oleh DPR dan DPD RI; (l) Undana dipercaya oleh Mahkamah Konstitusi dalam penggelaran perkara konflik hasil pemilukada; (m) Undana sebagai Koordinator Pengawas Ujian Nasional untuk wilayah NTT sejak 2005 sampai kini; (n) kepercayaan kepada dosen Undana menjadi staf Wantimpres; dan (o) Rektor Undana dipercaya sebagai pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN).
Daerah) dan kabupaten/kota (sebagai Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Sekretaris Daerah) di NTT, dan g) kepercayaan bagi Undana sebagai universitas pembina untuk beberapa perguruan tinggi swasta di NTT; (f) kepercayaan kepada dosen Undana untuk menjadi Ketua Ombudsman NTT dan NTB; (g) kepercayaan kepada dosen Undana menjadi Komisaris Independen Bank NTT; dan (h) Undana sebagai penyelenggara SMPTN.
2. Transparansi. Undana senantiasa menerapkan asas keterbukaan dengan cara mendiseminasikan informasi penting kepada pihak-pihak yang berkepentingan misalnya, proses pengadaan barang dan jasa yang menggunakan sistem e-procurement (LPSE) yang dikoordinir oleh unit khusus yaitu Unit Layanan Pengadaan (ULP) Undana, penerimaan CPNS dilakukan mengacu pada prosedur baku yang berlaku secara nasional, standar tarif yang telah disahkan oleh Kemenkeu dapat diakses melalui website Undana, pendistribusian laporan Rektor setiap Dies Natalis kepada pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas, dan memori jabatan rektor setiap periode kepemimpinan, publikasi kinerja Undana pada berbagai media massa lokal dan pelibatan insan pers dalam setiap acara penting baik di dalam Undana maupun di luar Undana.
berbagai sistem dan instrumen yang dimiliki oleh Undana antara lain melalui (a) mekanisme pengawasan secara intensif melalui jalur struktural (berjenjang) atau sistem pengendalian internal; (b) mekanisme pengawasan secara intensif oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan dan diberi tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi (built-in control); (c) pengawasan melalui Satuan Pengawasan Intern (SPI) d a n Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi; (d) mekanisme intensifikasi Rapat Koordinasi baik di tingkat universitas maupun di tingkat fakultas dan program studi; dan (e) hasil pelaksanaan renstra secara berkala juga disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan baik secara vertikal maupun horizontal.
Akuntabilitas secara vertikal dilakukan melalui penyerahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah (LAKIP) dan Laporan Keuangan secara tepat waktu kepada Kemendikbud dan Kemenkeu. Sedangkan
akuntabilitas horizontal dilakukan melalui publikasi laporan kinerja dan kegiatan melalui berbagai media antara lain: buku laporan dies natalis Undana yang dibagikan kepada publik pada saat perayaan dies, media elektronik seperti
lembaga akreditasi independen). Akuntabilitas di bidang pengelolaan keuangan dilakukan dalam bentuk pertanggungjawaban secara bulanan, triwulan, semester dan tahunan kepada Kemenkeu dan Kemendikbud. Laporan keuangan tahunan diaudit oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbud dan SPI, sedangkan untuk akuntabilitas dalam pengelolaan hibah, Undana bekerjasama dengan BPKP sejak tahun 2007 dan diperbaharui pada tahun 2011 untuk melakukan pembinaan/pendampingan dan reviu/audit terhadap pengelolaan keuangan Negara khususnya untuk dana hibah PHKI dan dana hibah luar negeri seperti, IMHERE, NUFFIC, dan HPEQ. Di samping itu Undana bekerjasama dengan KPK dalam membangun kesepahaman mendukung program anti korupsi. Akuntabilitas bagi pemangku kepentingan, Undana secara berkala melakukan evaluasi kepuasan pelanggan baik internal meliputi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan maupun pelanggan eksternal yaitu alumni, pengguna lulusan, orangtua mahasiswa, dan pihak kerjasama. Selain itu untuk akuntabilitas eksternal, Undana melaksanakan akreditasi prodi oleh BAN PT dan khusus untuk Fapet Undana dilaksanakan pula akreditasi berbasis ISO 9001-2008 oleh PT SAI Global. Akuntabilitas profesi, untuk menjamin profesionalisme pelaksana program dan kegiatan di Undana, maka Undana telah membuat dokumen kode etik antara lain kode etik dosen, kode etik pegawai, kode etik mahasiswa, kode etik auditor, kode etik penelitian dan publikasi. Dalam implementasinya dilaksanakan oleh komisi etik yang dibentuk untuk memastikan bahwa kode etik tersebut ditaati dan dilaksanakan. Di samping itu dilakukan akuntabilitas profesi dosen melalui pelaksanaan BKD (beban kerja dosen) setiap tahun. Akuntabilitas kepemimpinan, sebagai bentuk akuntabilitas kepemimpinan, maka Undana selalu membuat dokumen pertanggungjawaban kinerja setiap masa kepemimpinan dalam bentuk memori akhir jabatan Rektor dan Dekan, selanjutnya dokumen tersebut disampaikan kepada semua pemangku kepentingan dan pihak internal Undana.
berbagai bentuk sesuai dengan kebijakan K e m e n d i k n a s / Kemendikbud melalui penerapan prinsip – prinsip organisasi yang sehat. Bentuk tanggung jawab tercermin dari adanya berbagai aturan internal mulai dari universitas sampai pada fakultas yang selalu mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian halnya berdasarkan hirarki, aturan internal pada tingkat fakultas tidak boleh bertentangan dengan aturan internal universitas. Adapun hirarki aturan internal Undana dimulai dari (1) peraturan universitas, (2) keputusan rektor, dan (3) peraturan fakultas/lembaga, dan (4) keputusan dekan/ketua lembaga. Undana senantiasa konsisten di dalam menjalankan peraturan dan perundang-undangan, termasuk pelaksanaan kode etik melalui komisi etik, SPI, dan jalur struktural (pengawasan melekat), selain itu bentuk tanggungjawab Undana terwujud dalam peningkatan perluasan akses (aksesibilitas) pelaksanaan layanan pendidikan bagi masyarakat melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, antara lain penyelamatan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta yang belum memiliki ijin operasional, melakukan penelitian untuk menghasilkan naskah akademik untuk usulan pemekaran wilayah otonom di NTT, dan membantu pemerintah daerah dalam membuat kebijakan publik (legal drafting) serta membantu memecahkan masalah pembangunan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
penerimaan lulusan FKIP Undana untuk mengikuti program SM3T yang ditenpatkan di daerah Papua dan Kalimantan.
2.1.2 Struktur Organisasi, Koordinasi, dan Cara Kerja Institusi Perguruan Tinggi.
Gambarkan struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas dan fungsi dari tiap unit yang ada. Sebutkan nama lembaga, fakultas, jurusan dan laboratorium yang ada.
Berdasarkan lima pilar prinsip good university governance tersebut di atas, maka sistem tata kelola Undana terdiri atas unsur-unsur, sebagai berikut :
a. Dewan Penyantun: melaksanakan fungsi pertimbangan
b. Unsur pimpinan (rektor dan wakil rektor): pemimpin pelaksana akademik dan manajemen universitas)
c. Senat universitas: fungsi pengawasan akademik
d. Satuan Pengawas Internal: fungsi pengawasan non-akademik e. Unsur pelaksana akademik (fakultas dan lembaga)
f. Unsur pelaksana administrasi: biro
g. Pelaksana Penjaminan Mutu (Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi) h. Unsur penunjang: Tim Pengembangan Tridharma
Sebagai organisasi pendidikan tinggi yang merupakan bagian dari satuan kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka secara vertikal Rektor selaku pemimpin bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan tridharma dan manajemen Undana. Dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma, fungsi pengawasan akademik dilakukan oleh senat universitas, sedangkan fungsi pengawasan non akademik dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern.
universitas dengan unsur pertimbangan lainnya seperti dewan penyantun hanya berupa hubungan koordinasi. Dalam praktek penyelenggaraan sistem tata kelola dan hubungan antara kedua unsur tersebut cukup dekat. Setiap enam bulan, pertemuan atau rapat berkala selalu dilaksanakan antara kedua unsur tersebut. Baik diminta atau tidak, Dewan Penyantun memberikan berbagai pertimbangan kepada rektor terkait dengan aspek penyelenggaraan kegiatan tridharma serta sistem tata kelola dan manajemen universitas. Sementara rektor selaku penanggung jawab dan pimpinan tertinggi universitas, juga selalu melakukan rapat koordinasi secara berkala, sekali sebulan, dengan unsur-unsur di bawahnya. Khusus pada level pimpinan universitas, Rektor dan Pembantu Rektor, bahkan dengan para Dekan Fakultas dan Direktur PPs berkoordinasi melalui tatap muka maupun dengan komunikasi melalu telepon, undangan tertulis, pesan singkat (SMS), dan email untuk menjaga terlaksananya program-program yang telah dieksekusi dan pemecahan masalah yang muncul setiap saat dengan berbagai tingkat kerumitan. Struktur organisasi Undana yang berlaku sesuai kondisi obyektif Undana dapat dilihat pada (Gambar 4) Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Undana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0180/O/1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Undana. Melengkapi ketentuan tersebut, telah ditetapkan pula Statuta Undana dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 2 Tahun 2009. Di dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0180/O/1995, ditetapkan bahwa Undana mempunyai tugas pokok untuk menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau profesional, dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian tertentu. Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Undana mempunyai fungsi:
i. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan tinggi;
ii. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian;
iii. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat;
lingkungan;
v. Melaksanakan kegiatan layanan administratif yang diintensifkan melalui optimalisasi pola interaksi organisasi melalui rapat-rapat seperti rapat pengambilan keputusan strategis, rapat konsultatif, rapat informative, rapat pertanggung jawaban, rapat penyelesaian kasus-kasus, dan rapat untuk tugas kepanitian.
Struktur Organisasi Undana
Organisasi dan Manajemen Undana masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 2009 dan SK Mendikbud Nomor 0180/O/1995, yang didasari oleh Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1990 tentang Susunan Organisasi Perguruan Tinggi, namun susunan organisasi Undana telah mengalami penyesuaian sesuai dengan perkembangan yaitu:
1. Senat Universitas
2. Rektor dan Pembantu Rektor
3. Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi
4. Biro Administrasi Umum dan Keuangan 5. Program Pascasarjana
6. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 7. Fakultas Peternakan
8. Fakultas Hukum
9. Fakultas Sosial dan Ilmu Politik 10. Fakultas Pertanian
11. Fakultas Sains dan Teknik 12. Fakultas Kesehatan Masyarakat 13. Fakultas Kedokteran
14. Fakultas Kelautan dan Perikanan 15. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis 16. Fakultas Kedokteran Hewan 17. Lembaga Penelitian
18. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
19. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) 20. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (LPMPT) 21. Satuan Pengawasan Intern (SPI)
24. UPT Pusat Komputer 25. UPT Pusat Bahasa 26. UPT PPL
27. UPT MKU
28. UPT Laboratorium Terpadu (Bio Science)
Struktur organisasi menjelaskan manajemen/tata kelola kepemimpinan dan tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing unsur sebagai berikut:
a) Senat Universitas. Senat Undana yang selanjutnya disebut senat adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan Undana (Statuta Undana Bab I Pasal 1). Selanjutnya senat universitas di atur dalam Bab II Pasal 31 dan Pasal 32. Senat diketuai oleh rektor dibantu oleh seorang Sekretaris Senat yang dipilih di antara anggota senat. Senat terdiri atas unsur guru besar atau profesor, rektor dan pembantu rektor, dekan, wakil dosen, dan unsur lain yang ditetapkan senat. Jumlah dan tata cara pemilihan wakil dosen dan unsur lain sebagai anggota senat ditetapkan oleh senat. Masa tugas anggota senat adalah 4 (empat) tahun. Dalam melaksanakan tugasnya, senat dapat membentuk komisi yang diperlukan yang beranggotakan anggota senat. Ketua dan sekretaris komisi ditetapkan oleh rektor setelah mendapat persetujuan Senat. Rapat senat rutin diselenggarakan setiap 3 (tiga) bulan sekali. Rapat senat khusus diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan. Rapat senat kecuali untuk pemberian pertimbangan dan penetapan nama calon rektor dan calon pembantu rektor, ditetapkan dengan keputusan rektor. Pengambilan keputusan dalam rapat senat kecuali rapat senat untuk pemberian pertimbangan dan penetapan nama calon rektor dan calon pembantu rektor, didasarkan atas musyawarah untuk mufakat dan bila musyawarah untuk mufakat tidak berhasil dicapai, pengambilan keputusan dilakukan melalui pemungutan suara. Hasil keputusan rapat Senat didokumentasikan oleh Sekretaris Senat.
harmonis dengan lingkungan internal maupun eksternal. Disamping itu, rektor secara aktif menginisiasi, mengkoordinasikan, melaksanakan, mengembangkan dan membina kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah, swasta dan masyarakat untuk membantu mengatasi dan memecahkan masalah yang timbul terkait tanggungjawabnya.
c) Pembantu Rektor (PR): PR1, secara intensif membantu rektor dalam mengkoordinasikan dan memfasilitasi pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; PR2, membantu rektor dalam mengkoordinasikan dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum, kepegawaian dan keuangan; PR3, membantu rektor dalam mengkoordinasikan dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan serta layanan kesejahteraan mahasiswa; PR4, membantu rektor dalam menginisiasi, memfasilitasi, mengembangkan dan membina pelaksanaan kegiatan kerjasama dengan berbagai institusi dan hubungan alumni.
d) Dekan: memimpin dan memantau seluruh kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga administras dan bertindak sebagai penjamin mutu dan layananan akademik, serta bertanggungjawab kepada rektor.
e) Pembantu Dekan: Pembantu Dekan1, membantu dekan dalam memfasilitasi pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengadian kepada masyarakat; Pembantu Dekan 2, membantu dekan dalam pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan; Pembantu Dekan 3, membantu dekan dalam memfasilitasi pelaksanaan di bidang pembinaan serta layanan kesejahteraan mahasiswa.
f) Jurusan/Bagian/Program Studi: melaksanakan pendidikan akademik dan/atau professional dalam sebagian dan/atau cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian tertentu.
h) Lembaga Penelitian: melaksanakan, mengkoordinasi, memantau, menilai pelaksanaan kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh pusat-pusat penelitian dan ikut mengusahakan serta mengendalikan administrasi sumberdaya yang diperlukan. i) Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat: menyelenggarakan kegiatan pengebadian kepada masyarakat dan ikut mengusahakan sumberdaya yang diperlukan.
j) Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pembelajaran: melaksanakan dharma pendidikan dan pembelajaran yang mengkoordinasikan, memantau dan menilai kegiatan pembinaan dan pengembangan dan/atau satuan pelaksana lainnya. Ikut pula mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumberdaya yang diperlukan. k) Lembaga Penjaminan Mutu Perguran Tinggi: melaksanakan dan mengembangkan
sistem penjaminaan mutu dan audit internal pada semua program studi, strata pendidikan dan unit kerja di Undana.
l) Satuan Pengawasan Intern : melaksanakan tugas reviu laporan keuangan dan BMN, audit kinerja institusi (keuangan, kepegawaian, BMN), audit perencanaan dan anggaran, audit pelaporan, audit dalam bidang pengadaan barang dan jasa, monev dan pendampingan dalam pengelolaan institusi, tindak lanjut hasil audit internal dan eksternal.
m) Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem informasi: memberi layanan administrasi di bidang akademik. Kemahasiswaan, perencanaan dan sistem informasi.
n) Biro Administrasi Umum dan Keuangan: memberikan layanan administrasi umum dan keuangan
o) UPT Perpustakaan: memberi layanan bahan pustaka untuk keperluan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
p) Pusat Komputer: mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyimpan data dan
layanan untuk program-program pendidikan informasi serta member, penelitian dan
Struktur organanisasi dan kelembagaan Undana, sejalan dengan perubahan dan perkembangan pendidikan dan IPTEKS yang berkembang secara cepat. Di samping organisasi formal, Undana juga telah membentuk organisasi non formal yaitu Ikatan Alumni Undana dan Asosiasi Purnabhakti Undana (APU) sebagai organisasi mitra dalam upaya pengembangan Undana ke depan.
Adapun tugas dan fungsi setiap personil dalam struktur organisasi Undana, sebagai berikut :
a. Dewan Penyantun
Dewan penyantun adalah suatu dewan yang dibentuk oleh Rektor dengan persetujuan senat, tertuang dalam Statuta Undana Bab VIII Bagian Ketujuh Pasal 50. Dewan penyantun berkedudukan sebagai pembina dan pengasuh Undana melalui Rektor dan mempunyai tugas dan fungsi ikut membina, mengasuh dan membantu memecahkan permasalahan Undana. Dewan penyantun terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian dalam bidang pendidikan. Pengurus dewan penyantun dipilih oleh dan dari anggota dewan penyantun dan bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
b. Rektor dan Pembantu Rektor
memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan serta layanan kesejahteraan mahasiswa; PR4, membantu Rektor dalam menginisiasi, memfasilitasi, mengembangkan dan membina pelaksanaan kegiatan kerjasama dengan berbagai institusi dan hubungan alumni.
c. Senat Universitas
Senat Universitas Nusa Cendana yang selanjutnya disebut senat adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan Undana (Statuta Undana Bab I Pasal 1). Selanjutnya senat universitas di atur dalam Bab II Pasal 31 dan Pasal 32. Senat diketuai oleh rektor dibantu oleh seorang sekretaris senat yang dipilih di antara anggota senat. Senat terdiri atas unsur guru besar atau profesor, rektor dan pembantu rektor, dekan, wakil dosen, dan unsur lain yang ditetapkan senat. Jumlah dan tata cara pemilihan wakil dosen dan unsur lain sebagai anggota senat ditetapkan oleh senat. Masa tugas anggota senat adalah empat tahun. Dalam melaksanakan tugasnya, senat dapat membentuk komisi yang diperlukan yang beranggotakan anggota senat. ketua dan sekretaris komisi ditetapkan oleh rektor setelah mendapat persetujuan senat. Rapat senat rutin diselenggarakan setiap 3 (tiga) bulan sekali. Rapat senat khusus diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan. Rapat senat kecuali untuk pemberian pertimbangan dan penetapan nama calon rektor dan calon pembantu rektor, ditetapkan dengan keputusan rektor. Pengambilan keputusan dalam rapat senat kecuali rapat senat untuk pemberian pertimbangan dan penetapan nama calon rektor dan calon pembantu rektor, didasarkan atas musyawarah untuk mufakat dan bila musyawarah untuk mufakat tidak berhasil dicapai, pengambilan keputusan dilakukan melalui pemungutan suara. Hasil keputusan rapat senat didokumentasikan oleh sekretaris senat.
d. Fakultas
Pimpinan Fakultas terdiri dari dekan, pembantu dekan dan ketua jurusan/program studi/bagian. Undana mempunyai 11 fakultas. Fakultas, Jurusan, dan Program Studi yang dimiliki oleh Undana adalah sebagai berikut :
fakultas yakni FKIP. Kini Undana telah berkembang menjadi 11 fakultas, yakni FAPET, FISIP, FH, FAPERTA, FKM, FST, FK, FKH, FEB, FKP dengan 43 Program Studi S-1 dan 8 Program Studi S-2, masing-masing: Managemen Pembangunan Peternakan (MPP), Ilmu Lingkungan, Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Hukum, Ilmu Linguistik, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, sedangkan program studi S-3 yang telah dibuka adalah Program Studi Ilmu Peternakan dan Program Studi Ilmu Administrasi. Pengembangan Program Studi di Undana disesuaikan dengan potensi wilayah dan perkembangan pasar kerja baik regional, nasional, dan internasional.
Organisasi Fakultas, Program Pascasarjana, dan Lembaga I. Program pascasarjana
I.1. Strata-2
1. Program Studi Ilmu Administrasi Publik 2. Program Studi Peternakan
3. Program Studi Ilmu Lingkungan 4. Program Studi Ilmu Hukum 5. Program Studi Linguistik 6. Program Studi Pendidikan IPS 7. Pendidikan Bahasa Inggris 8. Ilmu Kesehatan Masyarakat I.2. Strata-3
1. Ilmu Ternak 2. Ilmu Administrasi
II. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) 1. Jurusan pendidikan Bahasa dan Seni
2. Jurusan Pendidikan MIPA
1. Program Studi Pendidikan Matematika 2. Program Studi Pendidikan Biologi 3. Program Studi Pendidikan Fisika 4. Program Studi Pendidikan Kimia
3. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 4. Jurusan Pendidikan Ekonomi
5. Jurusan Pendidkan Geografi 6. Jurusan Pendidikan Sejarah
7. Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan
1. Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan 2. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin 3. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro 8. Jurusan Ilmu Pendidikan
1. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 2. Program Studi Bimbingan dan Konseling
3. Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGAUD) 4. Program Studi Pendidikan Luas Sekolah (PLS)
5. Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Laboratorium
1. Laboratorium Pendidikan Bahasa 2. Laboratorium Pendidikan MIPA 3. Laboratorium Pendidikan Geografi 4. Laboratorium Pendidikan Sejarah
5. Laboratorium Pendidikan Teknik Kejuruan
6. Laboratorium Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
2. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak 3. Program Studi Peternakan
Laboratorium
1. Laboratorium Teknologi Hasil Ternak
2. Laboratorium Biologi Reproduksi & Kesehatan Ternak 3. Laboratorium Kimia Makanan Ternak
4. Laboratorium Lapangan
IV.Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 1. Jurusan Ilmu Administrasi Negara 2. Jurusan Ilmu Administrasi Niaga 3. Jurusan Sosiologi
4. Jurusan Ilmu Politik 5. Jurusan Ilmu Komunikasi Laboratorium
1. Laboratorium Administrasi Negara 2. Laboratorium Bisnis
3. Laboratorium Sosiologi
V. Fakultas HUKUM
1. Bagian Hukum Pidana 2. Bagian Hukum Perdata 3. Bagian Hukum Tata Negara 4. Bagian Hukum Acara
5. Bagian Hukum Administrasi Negara 6. Bagian Hukum Internasional
Laboratorium
VI. Fakultas Pertanian 1. Jurusan Agroteknologi
1. Program Studi Agronomi 2. Program Studi Ilmu Tanah
3. Program Studi Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman 2. Jurusan Agribisnis
Laboratorium
1. Laboratorium Produksi Tanaman dan Teknologi Benih 2. Laboratorium Kimia Tanah
3. Laboratorium Hama Tumbuhan
4. Laboratorium Kebun Percobaan dan Rumah Kaca 5. Laboratorium Lahan Kering
6. Laboratorium Penyakit Tumbuhan
7. Laboratorium lapangan dan Kolam Percontohan 8. Laboratorium Fisika dan Tanah
9. Laboratorium Mikrobiologi 10. Laboratorium Agribisnis
11. Laboratorium Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
VII. Fakultas Kesehatan Masyarakat
1. Jurusan Epidemologi dan Biostatistika 2. Jurusan Gizi Kesehatan Masyarakat
3. Jurusan Kesehatan Lingkungan dan kesehatan kerja 4. Jurusan Administrasi dan Kesehatan Kerja
5. Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Laboratorium
1. Laboratorium Komputasi dan Pengelolaan Data
4. Laboratorium kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja
VIII.Fakultas Sains dan Teknik 1. Jurusan Matematika 2. Jurusan Biologi 3. Jurusan Fisika 4. Jurusan Kimia 5. Jurusan Teknik Sipil 6. Jurusan Teknik Mesin 7. Jurusan Teknik Elektro 8. Jurusan Ilmu Komputer 9. Jurusan Teknik Arsitektur 10. Jurusan Teknik Pertambangan Laboratorium
1. Laboratorium Kimia 2. Laboratorium Biologi 3. Laboratorium Fisika 4. Laboratorium Matematika 5. Laboratorium Teknik Mesin 6. Laboratorium Teknik Elektro 7. Laboratorium Ilmu Komputer 8. Laboratorium Arsitektur 9. Laboratorium Mekanik Tanah 10. Laboratorium Beton
11. Laboratorium Teknik Pertambangan
IX. Fakultas Kedokteran
1. Program Studi Kedokteran
Laboratorium
1. Laboratorium Kedokteran dan CSL
X. Fakultas Kedokteran Hewan
1. Program Studi Kedokteran Hewan Laboratorium Klinik Hewan
XI. Fakultas Kelautan dan Perikanan
1. Program Studi Kelautan dan Perikanan Laboratorium Kelautan
XII. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
1. Program Studi Ekonomi pembangunan 2. Program Studi Akuntansi
Lembaga – Lembaga dan UPT I. Lembaga Penelitian (LP)
1. Pusat Penelitian dan Pengembangan ARBORETUM 2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sapi Timor
3. Pusat Penelitian dan Pengembangan Umbi – umbian dan Kacang-kacangan 4. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
5. Center For Australia and Pasific Studies
6. Pusat Penelitian Gender dan Anak 7. Pusat Penelitian Lahan Lering 8. Pusat Studi Hak Asasi Manusia
9. Pusat Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup 10.Pusat Penelitian Kependudukan
11.Pusat Penelitian Manajemen
13.Pusat Penelitian Perikanan dan Kelautan 14.Pusat Studi Perubahan Sosial Politik Lokal 15.Pusat Penelitian Kebijakan Kesehatan
II. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat ( LPM ) 1. Pusat Inovasi dan Pengembangan IPTEKS
2. Pusat Informasi Kesempatan Kerja dan Pengembangan Karier 3. Pusat Pendidikan dan Pelayanan pada Masyarakat
4. Pusat Pengembangan KKN 5. Pusat Legal Drafting
6. Pusat Pengembangan Wilayah dan Desa Binaan
III. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran ( LP3 ) 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kurikulum
2. Pusat Pelatihan dan Evaluasi Pembelajaran
3. Pusat Perancangan dan Pengembangan Media Pembelajaran IV. Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi
V. Satuan Pengawasan Intern (SPI) VI. Unit Pelaksana Teknis ( UPT )
1. UPT Program Pengalaman Lapangan (PPL) 2. UPT Mata Kuliah Umum (MKU)
3. UPT Perpustakaan 4. UPT Komputer 5. UPT Pusat Bahasa
6. UPT Laboratorium Terpadu (Bio Science) 7. Unit Bimbingan Konseling
Tabel 2. Tugas Pokok dan Fungsi Generik Unit dan Unit di Undana No
.
Nama
Generik Unit Nama Unit di PT Tugas Pokok dan Fungsi 1 Pimpinan
institusi
pengabdian pada masyarakat , membina PR I Memiliki tugas membantu Rektor dalam
memimpin pelaksanaan pendidikan,
penelitian, dan pengabdian pada masyarakat PR II Memiliki tugas membantu Rektor dalam
memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang keuangan dan administrasi umum
PR III Memiliki tugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan tugas di bidang pembinaan serta layanan kesejahteraan mahasiswa
Intern (SPI) lingkungan Undana dan untuk menjalankan tugas, SPI menyelenggarakan fungsi :
1. Penyusunan program pengawasan
5. Pendampingan dan reviu laporan keuangan 6. Pemberian saran dan rekomendasi
kebijakan Rektor di bidang non akademik 3. Merumuskan saran dan pendapat terhadap kebijakan Rektor di bidang non akademik 4. Memberikan pertimbangan kepada Rektor
dalam mengelola Undana
usaha, pengelolaan universitas 5 Pelaksana
Kegiatan Akademik
Fakultas Fakultas mempunyai tugas mengkoordinir dan/atau melaksanakan pendidikan akademik dan/atau professional dalam satu atau
seperangkat cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian tertentu. Untuk menyelenggarakan tugas, fakultas memiliki fungsi :
1. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan
2. Melaksanakan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,dan/atau seni
3. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat
4. Melaksanakan pembinaan sivitas akademika
5. Melaksanakan urusan tata usaha fakultas Program
Pascasarjana
Mempunyai tugas menyiapkan mahasiswa menjadi intelektual dan/atau ilmuan yang berbudaya, mampu memasuki dan/atau menciptakan lapangan kerja serta mampu mengembangkan diri menjadi professional. Untuk melaksanakan tugas, Program Pascarajana memiliki fungsi :
1.Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan magister dan doktor 2.Melaksanakan penelitian untuk
magister dan doktor
3.Melaksanakan pengabdian pada masyarakat pada tingkat magister dan doktor
4.Melaksanakan pembinaan sivitas akademika pada tingkat magister dan doktor
5.Melaksanakan urusan tata usaha program pascasarjana
Lembaga Penelitian (LP)
Memiliki tugas melaksanakan,
mengkoordinasikan, memantau, menilai pelaksanaan kegiatan penelitian yang diselenggarakan oleh pusat-pusat penelitian, dan ikut mengusahakan, serta mengendalikan administrasi sumberdaya yang diperlukan. Dalam melaksanakan tugasnya, lembaga penelitian mempunyai fungsi :
1.Melaksanakan penelitian ilmiah murni 2.Melaksanakan penelitian ilmu pengetahuan,
teknologi dan/atau kesenian tertentu untuk menunjang pembangunan
3.Melaksanakan penelitian pendidikan dan pengembangan institusi
4.Melaksanakan penelitian ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta penelitian untuk mengembangkan konsepsi
pembangunan nasional, wilayah, dan/atau daerah melalui kerjasama baik di dalam maupun dengan luar negeri
Lembaga badan lain baik di dalam maupun dengan luar negeri
4. Melaksanakan pengembangan pola dan konsepsi pembangunan nasional, wilayah, dan/atau daerah melalui kerjasama antar perguruan tinggi dan/atau badan lain baik di dalam maupun dengan luar negeri 5. Melaksanakan urusan tata usaha lembaga 6 Pelaksana umum dan keuangan di lingkungan Undana. Dalam melaksanakan tugasnya, BAUK memiliki fungsi :
Tinggi (LPMPT) diperlukan. Dalam melaksanakan tugas, perguruan tinggi dan/atau badan lain baik di dalam maupun dengan luar negeri 6. Melaksanakan urusan tata usaha lembaga 8 Unit seperti: renstra, blueprint pengembangan Undana, Rencana Induk pengembangan universitas
2. Monitoring dan mengevaluasi pelaksanaan renstra
manajemen pendidikan tinggi
2.1.3 Kelembagaan Kode Etik
Jelaskan kode etik, lembaga serta prosedur penyelesaian pelanggaran kode etik sivitas akademika dan karyawan di institusi ini beserta sosialisasinya.
Dalam rangka meningkatkan displin serta menciptakan suasana akademik yang sehat dan kondusif bagi sivitas akademika dan tenaga kependidikan, Undana telah memiliki sistem, instrumen dan lembaga terkait dengan kode etik. Pada saat ini Undana telah memiliki dokumen kode etik mahasiswa, kode etik dosen, kode etik audit (audit charter), kode etik PNS, kode etik penulisan ilmiah, serta kode etik plagiasi dan penanganannya. Dokumen kode etik tersebut dicetak dalam bentuk buku saku dan dibagikan kepada seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan untuk kepentingan sosialisasi internal. Untuk sosialisasi eksternal, dokumen kode etik diunggah pada website Undana. Secara kelembagaan Undana telah mempraktekkan sistem dan kelembagaan untuk menangani berbagai permasalahan yang terkait dengan pelangaran kode etik. Undana membentuk lembaga etik untuk menangani berbagai pelanggaran displin. Penanganan terhadap pelanggaran disiplin baik yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan, dilakukan oleh pihak pimpinan terkait.
bersangkutan kuliah dan melakukan penindakan sesuai dengan sanksi yang telah ditetapkan dalam kode etik. Implementasinya, kode etik telah dilakukan pada 11 mahasiswa FST dan FKIP yang melakukan tawuran dalam kampus dan miras dengan pemberian skorsing selama 2 semester. Dalam kerangka antisipasi, maka pada tahun 2010, Rektor Undana bersama mahasiswa mendeklarasikan Undana sebagai Kampus Anti Kekerasan dan Miras.
Dari aspek penghargaan, pemerintah memberikan Satya Lencana bagi pegawai yang berkerja 10, 20, 30 tahun. Setiap tahun dilakukan pemilihan dosen teladan/berprestasi pada tingkat Program Studi, fakultas dan universitas. Hal yang sama dilakukan terhadap tenaga administrasi, laboran, pustakawan, teknisi, dan mahasiswa.
Undana juga telah memberikan apreasiasi terhadap dosen, pegawai, mahasiswa yang memiliki prestasi dalam bentuk pemberian piagam penghargaan dan finansial, hal ini dilakukan untuk menumbuhkan motivasi dari berbagai elemen sivitas akademika untuk meningkatkan kinerjanya.
2.2 Kepemimpinan
Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam institusi perguruan tinggi mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.
Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam institusi perguruan tinggi. Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dikenal kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik.
2.2.1. Jelaskan pola dan kinerja kepemimpinan institusi perguruan tinggi, mencakup informasi tentang kepemimpinan operasional, organisasi, dan publik.
1. Pola dan Kinerja kepemimpinan Undana
Pola kepemimpinan Undana merupakan sebuah proses manajemen pendidikan tinggi yang sistemik, strategis, dan inovatif dengan memperhatikan input, proses,
output, dan outcome. Pada aras sistem, maka sumberdaya yang dimiliki Undana meliputi sumberdaya manusia, sumberdaya fisik, sumberdaya finansial, sumberdaya informasi, sumberdaya intelektual atau hardware, software, dan brainware terus didorong untuk digunakan secara optimal dalam mendukung pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran organisasi secara efektif, efisien dan akuntabel. Dalam implementasinya, sistem kepemimpinan tersebut dapat dibedakan dalam 3 aspek yaitu kepemimpinan operasional, organisasi, dan publik.
Efektivitas kepemimpinan operasional berhubungan dengan kemampuan untuk menjabarkan visi dan misi organisasi ke dalam program dan kegiatan operasional institusi. Untuk mencapai target tersebut kepemimpinan operasional Undana ditandai dengan perumusan visi misi Undana pada tahun 2007 dan mendapat legalitas dengan terbitnya Permendiknas Nomor 2 Tahun 2009 tentang Statuta Undana. Dalam statuta tersebut, pernyataan visi Undana adalah ”Perguruan Tinggi Berwawasan Global”.
baru dan mendorong masing-masing unit untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan tetap mengacu pada hubungan tata kerja antar unit yang sudah ada dalam statuta Undana. Dalam tataran implementasi, untuk menjamin mutu pelayanan, maka tiap unit dilengkapi prosedur standar operasional (SOP). Secara organik untuk menjawab perkembangan yang terjadi khususnya di bidang pendidikan tinggi, Undana juga telah membentuk unit-unit baru dengan tugas dan fungsi yang sifatnya mendukung peningkatan kinerja institusi antara lain Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) pada tahun 2006 dan mengalami perubahan nama menjadi pada tahun 2009 menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (LPMPT),
International Relationship Office (IRO) pada tahun 2006, Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada tahun 2010, Satuan Pengawasan Intern (SPI) dengan SK. Inspektur Jenderal KemdiknasNomor 67/B/Kp.2010 tanggal 10 Februari 2010.
Sebagai bentuk komitmen Undana dalam pengembangan pola ilmiah pokok (PIP) yaitu perrtanian lahan kering, kelautan dan pariwisata, maka secara organisasi telah dibentuk beberapa pusat terkait di LP yaitu Pusat Penelitian Lahan Kering; Pusat Penelitian Umbi-Umbian dan Kacang-Kacangan dengan SK. Rektor Nomor 20/KP/2006, Pusat Penelitian Kebudayaan dan Pariwisata; Pusat Penelitian Sapi Timor dengan SK. Rektor Nomor 13/KP/2006, Pusat Penelitian Perikanan dan Kelautan; Pusat Penelitian Arboretum dengan SK. Rektor Nomor 14/KP/2012.
1986, di Lembaga Penelitian dan di Lembaga Pengabdian pada Masyarakat yaitu Pusat Inovasi dan Pengembangan IPTEKS; Pusat Informasi Kesempatan Kerja dan Pengembangan Karier; Pusat Pendidikan dan Pelayanan pada Masyarakat; Pusat Pengembangan KKN; Pusat Legal Drafting; dan Pusat Pengembangan Wilayah dan Desa Binaan; Dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran, maka secara organisasi di LP3 telah dibentuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Kurikulum; Pusat Pelatihan dan Evaluasi Pembelajaran; dan Pusat Perancangan dan Pengembangan Media Pembelajaran.
Efektivitas kepemimpinan publik, dalam beberapa tahun terakhir keberterimaan Undana di masyarakat semakin baik yang diindikasikan meningkatnya animo masyarakat untuk mempercayakan anak-anak mereka untuk kuliah di Undana bukan saja dari wilayah NTT tetapi dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri terutama Australia dan RDTL. Kepemimpinan publik Undana juga dapat dilihat dari jumlah menjalin kerjasama dalam berbagai aspek dengan berbagai pihak baik pada aras regional, nasional, dan Internasional.
Pada aras regional atau daerah berbagai kerjasama yang dilakukan adalah kerjasama dengan hampir semua kabupaten/kota untuk melaksanakan program pengumpulan kredit hasil belajar (PPKHB) bagi guru non S-1 untuk disertifikasi, kerjasama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan pada tahun 2013, Undana juga telah bekerjasama dengan Kabupaten Ngada dan Sumba Barat Daya untuk membuka program studi di luar domisili yang merupakan kebijakan nasional, Undana juga membantu pengalihan ribuan mahasiswa STKIP Weetebula, STIKES CHMK, STKIP Betun dan Universitas Uyelindo yang belum memiliki ijin operasional dan menjadi pembina perguruan tinggi swasta (PTS) di NTT.
Kementerian Perumahan Rakyat untuk membangun RUSUNAWA, BAPPENAS untuk pelaksanaan evaluasi kinerja pembangunan daerah (EKPD), kementerian PDT untuk pengembangan daerah tertinggal, pihak swasta yaitu PT. Pertamina untuk pembangunan studio center dan juga melalui kerjasama dengan FLIPMAS Hetfen bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di NTT, PT. PLN untuk bantuan beasiswa dan peningkatan sarana prasarana, Bank Indonesia dan LIPPO Bank untuk bantuan beasiswa, perguruan tinggi lainnya yaitu Universitas Airlangga dan UNDANA untuk pembukaan dan pengembangan Fakultas Kedokteran, UB, UM, dan Unair untuk studi S-3 dosen Undana, UNJ dan Undana untuk studi lanjut calon dosen dari kampus 2 Undana Bajawa.
Pada aras internasional, Undana telah menjalin kerjsama dengan perguruan tinggi dan lembaga di luar negeri Dili Institute of Technology, The University of Newcastle, Australia, Flinders University, Food And Agriculture Organization
(FAO), Kumamoto University, Universidade Dili, Forum For Integrated
Development of eleven Universities on Energy, Marine and human Settlement
(FIND-11), Utah State University Logan, Utah USA, Universidade Da Paz, Charles Darwin
University (CDU), AUSAID (Amerika), Cooperative Research Centre for National
Plant Biosecurity (CRC NPB Ltd), Pasific Institute for Sustainnable Development,
University Of Tasmania, Flinders Overseas Health Group Inc, University Of New
England, Tiri-Making Integrity Work, London, UK, and Indonesia Australia
Language Foundation, Universidade De Coinbro, Portugal, Papua Nuigenia,
University Vilnius Lithuania, Korea Thechnology University, Vriej University, The
Asia Foundation, ACIAR, World Vision International (WVI) .
seluruh Indonesia. Pada tahun 2013 Undana dipercaya untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan forum Dekan Peternakan seluruh Indonesia dan Forum Dekan FISIP seluruh Indonesia. Disamping itu juga Undana sering dipilih sebagai mitra dalam diskusi untuk penyempurnaan sejumlah draft Undang-Undang yang dilakukan oleh DPR dan DPD RI seperti RUU Perbatasan, RUU Kode Etik DPR, RUU Daerah Kepulauan, dan RUU Susunan dan kedudukan DPR; kerjasama antara Mahkamah Konstitusi (MK) dan FH Undana dalam persidangan semu dan kerjasama dengan BPKP pusat dalam rangka pendampingan pengelolaan keuangan dan audit keuangan untuk program Hibah luar negeri seperti PHKI, I-MHERE, dan HPEQ serta kerjasama dengan KPK untuk pendidikan anti korupsi, sebagai implementasinya, maka dalam setiap pembekalan KKN bagi mahasiswa diberikan materi tentang anti korupsi. Undana juga menjadi tempat pelaksanaan konfrensi internasional 8 negara dengan tema Aplikasi GIS dalam pembangunan.
Efektivitas kepemimpinan Undana didukung oleh garis perintah yang jelas, seperti telah diatur dalam statuta dan OTK Undana. Dokumen tersebut memastikan bahwa implementasi kepemimpinan memiliki alur yang jelas dari hulu ke hilir, sehingga beban kepemimpinan dan tata kelola dapat didistribusikan secara merata berdasarkan tingkat otoritas elemen kepemimpinan sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, jika karena satu dan lain hal salah satu elemen pada level kepemimpinan tertentu tidak menjalankan tugas tertentu, maka beban tugas tersebut dapat dialihkan kepada elemen kepemimpinan yang setara atau di bawahnya.
Alur kepemimpinan dari hulu ke hilir tersebut sekaligus menggambarkan alur pertanggungjawaban, walaupun alur pertanggunjawaban tersebut dimulai dari hilir ke hulu atau level kepemimpinan dari bawah ke level puncak. Secara umum pengalihan (deputizing) dalam paraktik kepemimpinan di Undana selama ini dapat dikatakan cukup berjalan efektif dan mencerminkan proses yang sistemik yaitu input
kepada elemen pemberi wewenang.
2.3 Sistem Pengelolaan
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional institusi perguruan tinggi mencakup fungsi pengelolaan (planning, organizing, staffing, leading, dan
controlling)dalam penyelenggaraan program dan kegiatan perguruan tinggi.
2.3.1 Jelaskan sistem pengelolaan institusi perguruan tinggi serta dokumen pendukungnya (jelaskan unit / bagian / lembaga yang berperan dalam setiap fungsi pengelolaan serta proses pengambilan keputusan).
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional Universitas Nusa Cendana, meliputi : 1. Perencanaan (planning).
Perencanaan di Undana secara terpusat dilakukan oleh Bagian Perencanaan pada Biro Adminsitrasi Akademik Kemahasiswaan, Perencanaan dan SistemInformasi (BAAKPSI) dengan menerima usulan kegiatan dari masing-masing unit dan untuk pemantapannya dilakukan Rapat Koordinasi Perencanaan yang melibatkan semua unit di lingkungan Undana. Adapun usulan program dan kegiatan yang diusulkan unit harus berpedoman pada visi, misi, tujuan, dan sasaran yang tertuang dalam Rencana Strategis Undana (RENSTRA) dan rencana kegiatan tahunan (RKT). Penyusunan RKT diawali dengan pelaksanaan rapat koordinasi (RAKOR) perencanaan dengan melibatkan semua unit pengguna anggaran meliputi biro, lembaga, fakultas/PPs, dan UPT. Dari aspek perencanaan anggaran dimulai dengan penyusunan rencana kegiatan anggaran kementerian lembaga (RKAKL) dan dibahas pada tingkat kementerian sebelum menetapkan DIPA. Dalam perencanaan juga selalu memperhatikan perkembangan di bidang regulasi khususnya keuangan dengan mengacu pada regulasi terkait yang mengatur tentang pengelolaan anggaran.
2. Pengorganisasian (organizing).
adalah suatu pedoman atau model yang disusun dan disepakati bersama serta dapat diterima pada suatu tingkat praktek untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan SOP adalah tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu. Dokumen standar operasional prosedur (SOP) yang meliputi :
1. Akademik, terdiri dari 60 SOP
2. Administrasi keuangan, terdiri dari 25 SOP
3. Administrasi kemahasiswaan, terdiri dari 24 SOP
4. Perencanaan dan sistem informasi pada biro terdiri dari 5 SOP 5. Administrasi umum, terdiri dari 1 1 0 SOP
6. Audit Internal terdiri dari 6 SOP
SOP Undana tersebut bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi.
3. Kepegawaian (staffing)
Pengelolaan kepegawaian di Undana dikoordinir langsung oleh PR II dan dilaksanakan oleh BAUK bagian kepegawaian, seperti rencana pengadaan/seleksi pegawai. Pelaksanaan manajemen kepegawaian dilakukan berdasarkan uraian tugas bagian dan sub bagian di fakultas, program pascasarjana, bagian, lembaga, UPT, Pusat-Pusat di Lingkungan Undana. Pengelolaan kepegawaian diarahkan pada peningkatan kompetensi, kinerja, jabatan, karir, dan kepuasan baik untuk dosen maupun tenaga kependidikan.
4. Kepemimpinan (leadership).
mendapatkan reward dan melalui penegakan disiplin pegawai, maka pegawai yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat indisipliner yang dilakukan.
5. Pengawasan (controlling), dilakukan rapat evaluasi secara berjenjang oleh pimpinan unit dari aras paling tinggi sampai ke unit paling rendah. Untuk pengawasan kinerja akademik dan non akademik dilakukan oleh SPI, sedangkan di bidang pembelajaran dan kurikulum dilakukan oleh LP3 Undana. Sebagai bahan evaluasi kinerja unit organisasi, masing-masing unit pengguna anggaran membuat Laporan Akuntabiltas Instansi Pemerintah (LAKIP) setiap tahunnya. Pengawasan juga dapat dilakukan oleh stakeholder melalui komplain atau juga melalui masukan dalam pelaksanaan survei kepuasan pelanggan. Selain itu, setiap semester dilakukan evaluasi Beban Kerja Dosen (BKD) baik secara internal oleh Undana maupun ke Direktorat Ketenagaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2.3.2 Jelaskan program peningkatan kompetensi manajerial untuk menjamin proses pengelolaan yang efektif dan efisien di setiap unit.
Program peningkatan kompetensi manajerial pimpinan yang dilakukan Undana adalah :
1. Program Peningkatan Kompetensi Manajerial Pimpinan
Peningkatan komptensi manajerial pimpinan di Undana dilakukan mulai dari pimpinan Program Studi sampai kepada pimpinan unit lebih tinggi terutama dalam bidang pengelolaan organisasi pendidikan tinggi. Adapun kegiatan peningkatan kompetensi diikuti oleh pimpinan baik secara in house training
Inspektorat Jenderal Kemendiknas, Diklat Pengadaan Barang dan Jasa. Melalui pendanaan NUFFIC tahun 2011, Undana melaksanakan kegiatan ”Leadership Training” untuk pimpinan rektorat dan fakultas di Soe Kabupaten TTS.
Peningkatan kompetensi manajerial pimpinan Undana dilakukan melalui kegiatan
benchmarking baik di perguruan tinggi dalam negeri antara lain IPB, UGM, UB, UNHAS, UNAIR, ITS, UKSW, UNS, UNJ, UI, ITB, INSTITUT TEKNOLOGI 10 NOPEMBER, UNHAS, UNS; maupun luar negeri antara lain RDTL, Australia, Thailand, Jepang, Belanda, Inggris, USA, Lithunia, Tasmania, Portugal. Kegiatan tersebut menjadi best practice untuk pelaksanaan tugas pimpinan di unit kerja masing-masing.
2. Program peningkatan Kompetensi manajerial Tenaga Kependidikan dan Tenaga Fungsional non Dosen (Pustakawan dan Laboran).
Kegiatan peningkatan kompetensi manajerial tenaga kependidikan dan tenaga fungsional non dosen (pustakawan dan laboran) dilakukan baik melalui in house training maupun melalui pengiriman staf untuk kegiatan non degree training di luar Undana. Adapun beberapa kegiatan yang telah diikuti oleh staf tenaga kependidikan dan tenaga fungsional non dosen, yaitu 1) DIKLAT ADUM, 2) DIKLATPIM III, 3) DIKLATPIM IV, 4) Diklat Tenaga Laboran, 5) Diklat Pustakawan, 6) pelatihan Arsiparis, 7) pelatihan pengadaan barang dan jasa, 8) pelatihan pengelolaan keuangan, 9) pelatihan Sistemakuntasi keuangan, 10) pelatihan sekretaris pimpinan, 11) pelatihan pengelolaan BMN, 12) pelatihan SIMPEG, 13) pelatihan SIMAK BMN, 14) pelatihan penatausahaan barang milik negara, 15) pelatihan penghapusan barang milik negara, 16) pelatihan manajemen SDM perguruan tinggi, 17) Diklat Administrasi Kepegawaian, 18) pelatihan teknis mekanisme pengelolaan adminsitrasi keuangan,19) Diklat Keprotokolan/Kehumasan.
2.3.3 Jelaskan diseminasi hasil kerja perguruan tinggi sebagai akuntabilitas publik.
pemerintah di bidang pendidikan tinggi menjadi keharusan dan didiseminasikan dalam beberapa bentuk atau media. Materi pertanggungjawaban tersebut, berfungsi sebagai laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat, menjadi acuan perbaikan dan peningkatan mutu kinerja Undana ke depan, sumber acuan para pemangku kepentingan dalam rangka memperoleh manfaat semaksimal mungkin atas pelayanan yang disediakan, dan menjadi acuan atau menginspirasi, memberikan kritik untuk kemajuan institusi. Diseminasi capaian hasil kerja Undana merupakan bentuk akuntabilitas publik yang disampaikan kepada pemangku kepentingan melalui:
1. Perayaan Dies Natalis, Rektor menyampaikan pidato dies natalis pada Rapat Senat Luar Biasa, bersifat terbuka, diselenggarakan setiap tahun, minggu kedua bulan September. Pidato ini berupa laporan capaian kinerja universitas dan dikemas dalam bentuk buku yang isinya meliputi (1) Visi, Misi, dan Nilai yang menjadi acuan dasar dalam pengelolaan dan pengembangan Undana, (2) capaian program tridharma prioritas, (3) kinerja manajemen keuangan, dan (4) rencana pengembangan jangka pendek dan jangka panjang. Rapat ini diikuti oleh para pemangku kepentingan antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur selaku Ketua Dewan Penyantun, para anggota Dewan Penyantun secara ex-officio sebagai anggota Forum Pimpinan Daerah Provinsi NTT, para pebisnis dan tokoh masyarakat nasional dan daerah. Selain itu rapat ini juga dihadiri oleh tamu khusus yang dianggap penting dalam rangka pengembangan universitas, antara lain tokoh nasional dan internasional yang sedang berpengaruh, pimpinan perguruan tinggi dan atau lembaga riset dalam/luar negeri; dengan kegiatan dalam bentuk orasi ilmiah dan atau penandatanganan nota kesepahaman/ kerja sama.
dan penetapan Program Kerja setahun kedepan. Walaupun rapat kerja ini tidak terbuka bagi masyarakat umum tetapi tetap merupakan wahana pertanggunjawaban kinerja setiap unit yang akan dirangkum menjadi pertanggunjawaban kinerja universitas dan masyarakat berhak mendapatkan informasi tanpa membuka rahasia negara.
3. Pidato Wisuda, Rektor melaporkan hasil kerja Undana, khusus tentang penyelenggaraan Wisuda Sarjana dan Magister sebanyak empat kali setahun, yaitu bulan Februari, Juni, September yang dirangkaikan dengan dies natalis, dan Desember. Dalam pidato wisuda tersebut, rektor melaporkan hasil praktek baik usaha pengembangan pembelajaran yang sedang diselenggarakan, ditunjukkan oleh peningkatan IPK rata-rata lulusan dan masa studi rata- rata yang makin pendek. Usaha perbaikan pembelajaran tersebut dimulai dari pelatihan dosen, penyediaan bahan ajar secara manual dan digital, dan perbaikan sarana/prasarana pembelajaran serta penciptaan lingkungan belajar yang makin kondusif dalam tahun berjalan.
4. Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), sebelumnya bernama Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri (EPSBED), yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, dapat ditemui data hasil kerja Undana, khusus yang berhubungan dengan masalah akademik, yaitu mahasiswa terdaftar dan aktif setiap tahun, dosen dan kegiatan tridharma, dan nilai hasil belajar setiap mahasiswa dari semester ke semester. Pemenuhan pelaporan data ke PDPT menjadi syarat awal pengajuan akreditasi program studi dan syarat awal pengajuan dosen mengikuti proses sertifikasi.
tiga tahap, yaitu (1) internalisasi pengisian borang akreiditasi melalui lokakarya, dan (2) pengisian borang akreditasi oleh suatu task force program studi.
6. Website Undana, yaitu www.undana.ac.id, memuat profil Undana, yang terdiri atas profil setiap unit, hasil kerja dan kegiatan, berita aktivitas yang telah berlangsung, serta bentuk pelayanan Undana baik kepada sivitasnya sendiri maupun kepada masyarakat luas. Website ini telah diperkenalkan sejak tahun 2005. Pengelola website ini adalah unit pelaksana teknis tersendiri, yaitu Pusat Komputer (PUSKOM). Website ini juga dipersiapkan untuk mengelola pelayanan
online berbagai kegiatan akademik, seperti pendaftaran peserta seleksi mahasiswa baru, registrasi dan pengisian KRS mahasiswa, pendaftaran calon peserta KKN, pendaftaran calon peserta wisuda semua level, S-1 dan S-2, repositori karya ilmiah dan laporan pengabdian kepada masyarakat.
7. Majalah “Warta Undana”, dimana Undana memberitakan hasil-hasil kerja dan aktivitas yang telah/sedang/akan berlangsung, terbit secara berkala sekali sebulan. Majalah ini juga berfungsi sebagai media ekspresi atau unjuk kemampuan menulis sivitas akademika dan memberitakan ide-ide cemerlang yang dapat menginspirasi dan memotivasi masyarakat berbuat lebih produktif.
8. Jumpa pers untuk pemberitaan yang dilakukan secara periodik atau dalam waktu-waktu tertentu
2.3.4 Jelaskan sistem audit internal (lembaga/unit kerja, ruang lingkup tugas, prosedur kerja dsb).
Undana memiliki sistem audit internal yang menjamin kepastian semua program yang telah direncanakan dan semua lini organisasi berfungsi dengan baik, bukan hanya diperlukan perencanaan yang baik dan sesuai dengan ketersediaan pembiayaan dan tenaga yang terampil, juga diperlukan pemantauan yang terencana. Untuk itu, Undana memiliki unit-unit pemantau sebagai berikut :
1. Memonitor dan mengevaluasi laporan pengelolaan keuangan, asset, kinerja sumber daya manusia, dan administrasi akademik;
2. Melakukan klarifikasi, verifikasi, dan investigasi, terhadap unit kerja atau perorangan yang dinilai melakukan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan, asset, kinerja sumber daya manusia, dan atau administrasi/penyelenggaraan kegiatan akademik.
3. Melakukan audit internal bidang non akademik dan sejak tahun 2013, SPI Undana juga melakukan tugas audit di bidang akademik.
4. Melaporkan hasil a u d i t , p e n g a w a s a n , klarifikasi, verifikasi, dan investigasi kepada pimpinan universitas sebagai acuan tindakan penertiban untuk menjamin terlaksananya program sebagaimana mestinya.
Dalam melaksanakan tugas, anggota SPI Undana berpedoman pada peraturan yang berlaku baik eksternal maupun dokumen internal antara lain kode etik auditor, manual prosedur pelaksanaan audit, program kerja audit, dan instrumen pengawasan dan audit yang semua sudah disiapkan oleh SPI Undana. Hasil kerja SPI, temuan kesesuaian/ketidaksesuaian, dilaporkan kepada rektor sebagai bahan pertimbangan kebijakan pimpinan universitas. Pelaporan hasil verifikasi dan atau investigasi suatu masalah kepada Rektor dilakukan segera mungkin bila masalah tersebut dipandang perlu mendapat penyelesaian secepatnya. Sedangkan hal-hal yang memerlukan penyelesaian oleh beberapa jenjang struktural maka dilaporkan berkala minimal enam bulan sekali/semester.
Diseminasi hasil temuan SPI disampaikan oleh Rektor melalui rapat koordinasi tingkat universitas yang diikuti pimpinan unit kerja, fakultas, program pascasarjana, lembaga, biro, dan UPT, atau pada rapat senat universitas.
Lembaga Penjaminan Mutu P e r g u r u a n T i n g g i (LPMPT), sebagai salah
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3), sebagai salah satu lembaga dengan fungsi utama mengkaji dan mengembangkan kurikulum dan teknologi pembelajaran di Undana. LP3 di Undana dibentuk dengan SK. Rektor Nomor 128/LK/2003 tanggal 19 Desember 2003. Lembaga ini bertugas untuk menangani pembinaan, pengkajian, peningkatan, dan pengembangan pembelajaran/pendidikan. LP3 berperan mendampingi program studi dalam program pengembangan kurikulum dan sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi kurikulum dan teknologi pembelajaran pada program studi, di samping itu juga bertanggungjawab dalam penyusunan dokumen yang berhubungan dengan mutu pembelajaran antara lain Norma dan Tolok Ukur Undana, kode etik dosen dan pegawai serta mahasiswa.
2.3.5. Jelaskan sistem audit eksternal (lembaga/unit kerja, ruang lingkup tugas, prosedur kerja dsb).
Sebagai institusi pendidikan tinggi negeri yang merupakan satuan kerja dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta sekaligus sebagai wujud akuntabilitas publik Undana, maka secara berkala dilakukan audit eksternal yang antara lain dilakukan oleh berbagai lembaga eksternal seperti: Inspektorat Kemendikbud, BPK/BPKP, BAN-PT, Audit ISO 9001:2008. Dalam mengelaborasi audit eksternal tersebut, Undana melalui SPI (Satuan Pengawasan Intern) melakukan koordinasi dengan unit kerja dalam lingkup Undana, terutama pada unit kerja yang akan menjadi cakupan audit dari lembaga eksternal yang bersangkutan. Khusus audit dari BAN-PT, koordinasi dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (LPMPT) terutama pada program studi yang akan divisitasi. Hasil temuan audit kemudian dirangkum oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI) dan Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (LPMPT) untuk kemudian didiskusikan dengan pimpinan guna menindaklanjuti hasil temuan audit. Lembaga, ruang lingkup tugas, dan prosedur kerja audit eksternal dipaparkan pada uraian berikut:
Inspektorat Kemendikbud (IK) melakukan audit setiap tahun terhadap Undana yang dengan ruang lingkup pemeriksanan: aspek akademik (penyelenggaraan kegiatan tridharma), SDM (dosen dan tenaga kependidikan), keuangan, dan aset (sarana dan prasarana). Audit oleh IK biasanya biasanya dilakukan sekitar bulan Agustus atau September selama 12 hari kerja. Pelaksanaan audit diwali dengan penyampaian surat Inspektur IK kepada Rektor Undana yang berisi waktu rencana audit dan tim auditor (ketua dan anggota) yang akan bertugas. Tahapan aktivitas auditor IK di Undana adalah:
i. Rapat temu pertama yang diikuti pimpinan unit-unit seperti fakultas, PPs, lembaga, dan biro; rapat dipimpin oleh Rektor Undana dengan Ketua Tim Auditor sebagi narasumber. Rapat ini memaparkan jadwal, pendistribusian tugas auditor, unit sasaran, dan bidang pemeriksaan.
ii. Pelaksanaan audit, hari berikut setelah Tim Auditor turun ke unit-unit sampel sesuai jadwal yang telah disampaikan pada rapat temu pertama, dan pimpinan dan staf yang berubungan dengan bidang pemeriksaan. Pemeriksaan setiap unit biasanya memerlukan waktu 2 – 3 hari. Pemeriksaan dilakukan dengan cara melakukan verifikasi antara hasil pekerjaan dan aturan yang bersesuaian. Apabila hasil kerja yang tidak sesuai dengan aturan yang mengaturnya maka disebut temuan. Auditor meminta klarifikasi pimpinan unit mengenai temuan; bila pimpinan unit dapat menyanggah temuan tersebut dengan menunjukkan aturan yang membenarkan atau mampu memberikan pembenaran pengecualian karena pertimbangan yang lebih produktif maka temuan tersebut dieleminir; tetapi bila temuan itu tidak dapat dibenarkan oleh aturan yang berlaku maka tetap akan menjadi temuan dan dituliskan dalam
Lembar Hasil Pemeriksaan, ditandatangani auditor dan pimpinan unit bersangkutan.
yang intinya menghasilkan daftar temuan.
iv. Rapat temu akhir, seperti rapat temu awal, rapat ini dipimpin oleh Rektor Undana dengan Ketua Tim Auditor sebagi narasumber, diikuti pimpinan unit-unit: fakultas, PPs, lembaga, dan biro. Ketua Tim Auditormemaparkan laporan hasil pemeriksaan yang intinya menyampaiakan daftar temuan.
v. Penyampaian hasil pemeriksaan IK secara resmi, Inspektur IK menyampaian secara resmi kepada Rektor Undana hasil pemeriksaan IK, melalui surat beseta lampiran berupa daftar temuan, dan meminta menindak lanjuti untuk memulihkan berlakunya ataran dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi.
vi. Tindak lanjut temuan IK, Rektor memerintahkan unit atau perorangan yang terkait dengan temuan tersebut untuk memulihkan kembali hal-hal yang tidak sesuai menjadi sesuai aturan yang berlaku dan memberikan snksi kepada mereka yang tidak patuh dengan aturan.
vii. Laporan pemulihan, Rektor menyampaikan kepada Inspektur IK pemulihan dan tindakan pendisiplinan yang telah dilakukan dari semua temuan yang ada, dan unit-unit yang terkait diminta mengusahakan mengeliminir temuan- temuan sehingga tidak terjadi lagi waktu yang akan datang.
2. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Dalam rangka mencapai “good university governance” Undana telah melakukan
kerjasama dengan BPKP Pusat sejak tahun 2007 dan diperbaharui melalui MoU No
78/K/D2/2011 tanggal 31 Januari 2011, dengan fokus reviu dan pendampingan dalam hal
pengelolaan keuangan dan asset. Kegiatan audit oleh BPKP di Undana dilakukan melalui
penugasan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berfokus pada
pengelolaan dana Hibah seperti dana PHKI, IMHERE dan HPEQ. Ruang lingkup
pemeriksaan BPKP dipusatkan pada pembiayaan pembangunan dan proyek bantuan luar
negeri. Tahapan kegiatan pemeriksaan BPKP: