Pentingnya Strategi Keunggulan Bersaing Bersaing

Teks penuh

(1)

Pentingnya Strategi Keunggulan Bersaing Untuk Menjadi

Seorang Entrepreneur Muda

A Widyanti

Jurusan Manajemen, Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.112 – 116, Bandung, Indonesia

Correspondence email: armithawidyanti@email.unikom.ac.id

Abstrak. Sulitnya mencari pekerjaan membuat para generasi muda perlu memiliki kompetensi dalam membuka lapangan pekerjaan sinergitas kinerja pemasaran agar usahanya tidak kalah pamor. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya suatu strategi untuk mendapatkan keunggulan bersaing bagi seorang entrepreneur muda. Metode RBV yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode yang menggunakan sumberdaya strategis organisasi untuk menekankan peningkatan keunggulan bersaing. Seorang entrepreneur yang mengimplementasikan strategi keunggulan bersaing pada usahanya tentu akan memiliki kesempatan bertahan hidup lebih lama. Hal ini dapat terjadi karena dalam dunia usaha diperlukan strategi untuk dapat unggul, salah satunya dalam hal persaingan. Jadi, strategi keunggulan bersaing sangat penting dimiliki oleh seorang entrepreneur muda.

Pendahuluan

Strategi yaitu alat untuk menciptakan sebuah keunggulan bersaing. Jadi sebuah strategi memfokuskan pada sesuatu hal yaitu memutuskan apakah bisnis tersebut bisa terlaksana atau tidak. [1] Sebuah kinerja yang unggul dapat didapatkan sebuah perusahaan dalam jangka waktu tertentu jika perusahaan memiliki sebuah keunggulan bersaing (competitive advantage ) (Pitts and Lei, 2003:7). [2]

Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, keunggulan bersaing yang berkesinambungan dapat diraih apabila kemampuan suatu manajemen dalam perusahaan tersebut bias secara kreatif dalam mengimplementasikan sebuah strategi yang tahan dengan persaingan peniruan dan mampu menciptakan persaingan dalam jangka panjang . Sehingga penelitian mengenai hal ini dangat menarik untuk dilakukan dalam mencapai keunggulan bersaing dalam jangka waktu yang panjang atau keunggulan yang dapat bertahan dapat diawali dengan sebuah perencanaan stratejik yang matang. [3]

(2)

Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan Resource-Based View (RBV). Inti dari pendekatan RBV adalah setiap perusahaan memiliki perbedaan secara dasar karena memiliki seperangkat sumberdaya yang bebeda pula. Sebuah perusahaan dapat memiliki keunggulan bersaing dalam jangka waktu yang lama jika perusahaan tersebut dapat mengalokasikan asset-asetnya dengan baik dan efisien. Perusahaan dapat mempertahankan strategi bersaingnya dengan memanfaatkan elemen-elemen seperti sumber daya produktif yang unik, langka, saling berkaitan, saling melengkapi dan sulit untuk ditiru oleh para pesaing.[4]

Hasil dan Pembahasan

3.1. Entrepreneur Muda dan Lapangan Usaha Baru

Kewirausahaan yaitu mengenai suatu ambisi mencari keuntungan, dan ketika usaha itu berhasil, secara otomatis akan memperkaya ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan.[18] Ada banyak alasan seorang pengusaha muda atau wirausaha ingin membuka lapangan pekerjaan baru, hal ini tentu berkaitan dengan lingkungan hidup mereka, ada juga yang berkaitan dengan sikap pribadi mereka, minat mereka, tujuan dan kelebihan yang mereka miliki sebagaai seorang pengusaha.

Suatu motivasi umum seorang entrepreneur membuka usaha yaitu karena tidak adanya alternative lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut suatu penelitian yaitu penelitian GEM, keinginan berbisnis seorang entrepreneur yang didorong oleh kebutuhan di suatu negara dikaitkan dengan faktor-faktor seperti pendapatan pajak yang rendah sebagai persentase dari PDB, tingkat partisipasi yang rendah baik dalam pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dan tingkat pendapatan yang tinggi perbedaannya dan rendahnya tingkat jaminan sosial adalah alasan mengapa pada entrepreneur di negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah cenderung terlibat dalam bisnis karena kebutuhan ekonomi (misalnya kurangnya kesempatan kerja, kebutuhan untuk menambah pendapatan rumah tangga dan kemiskinan) .

Motivasi lain seorang entreoreneur membuka suatu kegiatan bisnis yaitu dikarenakan oleh peluang yang ada itu mengarah pada bisnis yang merupakan hasil dari keinginan untuk mengejar peluang bisnis yang dirasakan oleh entrepreneur itu sendiri dan bukan semata-maya hanya sebuah pilihan untuk menghasilkan pendapatan dan mencari nafkah pada suatu waktu. [16]

Motivasi dan faktor tertinggi seorng entrepreneur membuka usaha adalah kemauan atau kemampuan untuk mengambil risiko. 98% penelitian mengatakan ini adalah faktor yang penting, sangat penting, atau sangat penting, dan 50 % menilai ini sebagai sangat penting. Hal ini jelas menunjukkan bahwa para pendiri perusahaan ini menganggap kewirausahaan sebagai upaya yang memiliki resiko yang cukup tinggi.[20]

Para entrepreneur sebelumnya telah menemukan suatu fakta bahwa dengan mengurangi jumlah produk, layanan, dan target pasar mereka akan memungkinkan mereka untuk melayani lebih banyak orang dan melayani mereka dengan lebih baik, karena mereka memiliki waktu dan sumber daya untuk memperluas lingkup bisnis yang paling efektif dan dibutuhkan serta memperkenalkan secara berhati-hati produk dan layanan baru mereka.[19]

3.2. Keunggulan Bersaing dan Kompetensi

(3)

dan penuh dengan pembaharuan. Sumber daya dan kompetensi perusahaan dapat diletakkan dalam sebuah rangkaian untuk melihat bahwa sumber daya dan kompetensi tersebut tahan lama dan tidak dapat ditiru oleh pesaing, sama halnya dalam membuka lapangan pekerjaan yang baru. Dalam membuka lapangan pekerjaan di zaman ini tentunya perusahaan perlu menciptakan suatu inovasi produk yang tidak mudah ditiru oleh pesaing. [5]

Kompetensi didasarkan pada sebuha informasi, dari berbagai proses, baik proses yang berwujud dan yang tidak berwujud, yang kemudian dikembangkan secara terus menerus melalui interaksi yang saling berhubungan antara sumberdaya yang ada. Kompetensi inti haruslah menambah nilai, sulit tergantikan, sulit ditiru pesaing dan dapat dipindahkan untuk mempertahankan keunggulan bersaing. Kompetensi berhubungan dengan 4 kompetensi, yaitu kompresi waktu dis ekonomi, penggunaan asset dalam skala besar, keterkaitan antar aset, dan ambiguitas kasual dan hal ini kan membantu melinfungi aet dari keusangan dan meciptakan keunggulan bersaing yang tinggi. [6]

Suatu kompetensi itu perlu adanya sebuah penyatuan antara kemampuan dan teknologi sehingga terciptanya sebuah kekuatan besar, dan memberikan kemampuan untuk masuk ke pasar yang baru. Sebuah keahlian khusus yang dimiliki perusahaan dengan pengetahuannya untuk memberikan kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya juga disebut sebagai kompetensi inti. [7]

3.3. Strategi Keunggulan Bersaing

Strategi keunggulan bersaing terdiri dari langkah-langkah dan sebuah pendekatan yang diambil oleh para entrepreneur untuk menarik perhatian kosumen, bertahan dari banyaknya persaingan, dan meningkatkan posisi kekuatan pasarnya. Strategi bersaing berhubungan dengan apa yang dilakukan seorang pengusaha untuk mencoba menyaingi kekuatan dari perusahaan pesaing dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Strategi suatu perusahaan bisa sangat bersinggungan atau sebagian besar bertahan diri, bergeser dari satu ke yang lain sebagai jaminan kondisi pasar. Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia telah mencoba berbagai macam pendekatan yang mungkin digunakan dalam dunia bisnis untuk bersaing dengan pesaing dan memenangkan keunggulan di pasar. Dikarenakan seorang manajer haruslah menyesuaikan strategi agar sesuai dengan kekhasan situasi perusahaan mereka sendiri dan lingkungan pasar, ada banyak variasi strategi yang tak terhitung jumlahnya. Ada banyak strategi kompetitif karena ada perusahaan yang mencoba bersaing. [8]

1. Berjuang dengan menggunakan sebuah strategi untuk menjadi produsen berbiaya rendah secara keseluruhan dalam industri (strategi kepemimpinan berbiaya rendah). 2. Strategi dengan melakukan pencarian untuk membedakan penawaran produk seseorang

dari produk pesaing (strategi diferensiasi).

3. Strategi yang berfokus pada porsi pasar yang sempit daripada seluruh pasar (strategi fokus atau strategi niche) [9]

Perusahaan dapat memperoleh keunggulan bersaing yang lebih tinggi daripada pesaingnya apabila perusahaan tersebut dapat memberikan harga jual yang lebih murah dibandingjan dengan harga yang diberikan oleh pesaingnya dengan nilai atau kualitas yang sama baiknya. Harga jual yang lebuh rendah dapat dicapai oleh perusahaan tersebut karena perusahaan itu dapat memanfaatkan skala ekonomis, efisiensi produksi, penggunaan teknolohi, kemudahan dalam mengakses dengan bahan baku, dan lain sebagainya. [10]

(4)

produk mereka akhirnya menjadi terlalu dilucuti dan dibuat murah untuk membangkitkan daya tarik pembeli. [11]

Strategi diferensiasi adalah srategi yang membuat nilai pembeda pada nilai tertentu ke konsumennya seperti, nilai untuk keunggulan kerja perusahaan dan inovasi serta kreasi pada produk, pelayanan yang baik, dan brand image yang lebih unggul. Lalu untuk memperoleh keunggulan bersaing yang sesuai dengan struktur pasar sasaran yang diinginkan perusahaan dapat mengimplementasikan strategi fokus. [12]

Setiap strategi memiliki fitur yang khas, baik dalam segi target, dasar keunggulan bersaing, lini produk, penekanan terhadap produksi, penekanan dalam pemasaran dan cara mempertahankan strateginya.

Dalam strategi kepemimpinan biaya, target strategisnya ada dalam ruang lingkup pasar yang luas. Strategi ini memiliki dasar keunggulan bersaing dari segi biayanya yang relative rendah dibandingkan dengan pesaingnya. Dalam hal lini produk, produk dalam strategi ini memiliki dasar yang baik sama dengan produk lainnya namun produk ini memiliki keunikan atau adanya inovasi yang dilakukan secara terus menerus. Kualitas produk ini tentunya dapat diterima oleh konsumen namun pilihan terhadap produk ini sangat terbatas. Kemudian mengenai penekanan terhadap produksi dalam strategi ini, selalu adanya pencarian atau usaha untuk menekan biaya produksi serendah-rendahnya agar tetap menjadi pemimpin dalam segi biaya, walaupun biaya produksinya rendah tetapi kualitas produknya tidak berkurang. Kemudian untuk mempertahankan strategi ini, perlu dilakukannya pemberlakuan harga yang ekonomis secara berkesinambungan dan juga semua elemen dari tujuan strategi berkontribusi secara berkelanjutan agar biaya tersebut menjajdi kunci keberuntungan, caranya adalah dengan mengelola biaya turun, tahun demi tahun, di setiap bidang bisnis.

Dalam strategi diferensiasi, target strategisnya sama seperti strategi kepemimpinan biaya rendah yaitu ruang lingkup pasarnya yang cukup luas. Dasar keunggulan strategi ini yaitu memiliki loyalitas dalam pemberian produk yang berbeda daripada pesaing kepada konsumennya. Pada strategi ini lini produknya memiliki banyak variasi dan banyaknya pilihan, lalu adanya penekanan yang kuat pada fotur pemilihan produk yang berbeda-beda tersebut. Fitur penekanan produksi pada strategi ini yaitu mencoba memberikan nilai yang berbeda kepada pelanggan atau konsumen agar konsumen dapat merasakan perbedaan baik dari segi pelayanan maupun produk perusahaan yang menggunakan strategi ini.

Dalam segi penekanan pemasaran, strategi diferensiasi terus melakukan inovasi terhadap produknya dengan menambahkan berbagai fitur agar nilai tambah pada perusahaan ini bertambah. Penambahan fitur ini tentunya dapat diterima oleh pelanggan atau konsumen dan fitur ini akan dibeli oleh konsumen, selain itu dalam strategi ini juga harus dilakukan pembiayaan premium yang berguna untuk menutupi biaya-biaya dalam penambahan fitur yang dilakukan tadi.

Lalu mengenai fitur agar strategi ini dapat bertahan yaitu dengan selalu memulai sesuatu hal yang baru, menjadi titik awal sebuah inovasi suatu produk yang penuh dengan fitur yang dibutuhkan dan sesuai keinginan konsumen agar dapat selalu dikonsumsi oleh pelanggan dan nilai pembeda yang menajdi tujuan strategi ini dapat tercapai, lalu hal lain yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan secara konstan atau stabil sebuah inovasi agar selalu berada di depan competitor yang sewaktu-waktu bisa meniru inovasi perusahaan dan yang hal terakhir yang mungkin dapat dilakukan yaitu dengan berkonsenrasi dengan fitur utama yang menjadi andalan perusahaan agar perusahaan memiliki citra atau nama baik yang akan selalu diingat oleh konsumen.

Tentunya fitur utama ini haruslah yang memiliki kualitas yang sangat baik karena hal ini sangat memperngaruhi nama baik perusahaan dimata pelanggan dan juga tentunya menjaga loyalitas konsumen terhadap perusahaan. Jangan sampai fitur yang diutamakan perusahaan ini justru malah menjatuhkan citra perusahaan dimata konsumend dan lama kelamaan dikhawatirkan loyalitas konsumen akan berkurang dan hal yang paling berbahaya adalah hilangnya konsumen.

(5)

ruang lingkupnya yang kecil sehingga perusahaan bisa lebih focus pada kebutuhan masing-maisng konsumennya.

Karena ruang lingkupnya yang kecil maka biaya yang dikeluarkan pun relative kecil dan kemampuan perusahaan dalam menawarkan produknya ke pelanggan secara khusus dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan selera masing-masing konsumen. Mengenai lini produknya, strategi focus menyesuaikan kebutuhan khusus konsumen agar sesuai dnegan target di pasaran. Berhubungan dengan biaya yang relative kecil juga berpengaruh terhadap kebutuhan yang disesuaikan karena dikhawatirkan adanya produk yang tidak dibutuhkan konsumen yang justru diproduksi perusahaan, hal ini akan membuat biaya membengkak, maka dari itu strategi ini focus pada kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan konsumen.

Strategi focus atau niche mengenai lini produknya telah jelas yaitu mengikuti kebutuhan konsumen yang khusus. Penekanan produksi stategi focus dibuat secara focus dalam memproduksi hal-hal yang benar-benar sedang menjadi kebutuhan konsumen. Selanjutnya mengenai penekanan pemasarannya strategi ini melakukan komunikasi yang baik dengan para pelanggannya agar tidak terjadi miss communication mengenai kebutuhan konsumen tersebut. Komunikasi yang dilakukan ini sangat penting karena akan berpengaruh pada biaya dan persediaan produk yang diproduksi oleh perusahaan,

Mempertahankan strategi focus ini yaitu dapat melakukan sesuatu yang konsisten,berdedikasi tinggi terhadap pelanggan agar bisa mengalahkan competitor dan nuga pelanggan baru bisa berdatangan dan menambah luas pelanggan walaupun ruang lingkup pasarnya kecil, jangan memasukan produk-produk lain yang tidak jelas hanya demi menarik perhatian pasar. Dinamakan strategi focus berarti strategi ini haruslah benar-benar focus pada apa yang telah menjadi pekerjaan rutinnya.

Dalam satu bisnis terdapat suatu strategi yang dimana perusahaan akan bersaing dengan cara mengubah kompetensi yang berbeda menjadi keunggulan kompetitif, strategi tersbut yaitu strategi korporat. Dalam strategi ini pertanyaan-pertanyaan seperti kegiatan bisnis apa yang menjadi unggulan sehingga dapat bersaing dengan pesaing dan bagaimana masing-masing kegiatan bisnis tersebut dapat dilakukan secara terintegrasi akan terjawab dalam strategi ini.

Seorang ahli menjelaskan bahwa dalam menetapkan strategi korporat sebuah perusahaan terlebih dahulu harus mengetahui keinginan konsumen, kemudian keinginan konsumen tersebut menjadi dasar pemikiran sebuah perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan konsumen. Selain itu perusahaan juga perlu mengetahui keunggulan bersaing yang dimiliki atau yang akan diciptakan oleh perusahaan tersebut, kemudian keunggulan tersebut ditempatkan pada masing-masing unit bisnis agar keuntungan dapat diperoleh perusahaan . [13]

Fakta terkini tentang strategi yang ditempuh oleh para entrepreneur menggambarkan satu cara seorang entrepreneur muda untuk terjun ke bidang bisnis yang baru. Referensi kewiraushaan secara konfensional menawarkan dua cara untuk menjelaskan pengenalan peluang suatu bisnis dan perebutan peluang. Yang pertama menekankan rasionalitas akun-akun nyata yang mengarah pada persepsi kebutuhan di pasar dan sebuah cara untuk memuaskan mereka, sementara yang kedua berfokus pada faktor eksternal yang memungkinkan (dalam hal pernyataan yang sah dan daya saing) yang menggerakkan para entrepreneur mengajukan ke pasar.[14]

(6)

3.4. Faktor Penentuan Strategi

Dalam memilih suatu arah dan menentukan formula strategi mana yang akan digunakan dalam sebuah bisnis, perusahaan harus memperhatikan factor lingkungan karena dengan jika terjadi perubahan dalam lingkungan bisnis baik internal ataupun eksternal sebuah perusahaan dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan tersebut agar kelangsungan hidup (survival) perusahaan tetap bertahan lama. Lalu sebuah perencanaan perlu dilakukan sebuah perusahaan karena perencaan akan menajdi suatu alat untuk melakukan penyesuaian serta faktor penentu bagi kinerja perusahaan sehingga diharapkan menciptakan keunggulan bersaing.[15]

Dibawah ini tercantum beberapa penelitian yang menunjukan hubungan antara perencanaan stratejik dengan kinerja, dan beberapa variabel yang mempengaruhi sebuah perencanaan stratejik hingga mampu menciptakan keunggulan bersaing. Penelitian ini terdiri sebagai berikut :

Gap 1 mengatakan bahwa adanya hubungan yang positif antara perencanaan strategic dengan kinerja ( Rue dan Ibrahim, 1998 ). Perencanaan strategic meningkatkan keuntungan atau profit sehingga hal ini menjadi sebuah kunci kesuksesan. Lalu adanya hubungan yang positif tersebut berhubungan pula dengan hal yang diterapkan pada industry kecil. Industry kecil biasanya memiliki perencanaan strategic akan memiliki kinerja diatas rata-rata dibandingkan dengan perusahaan yang tidak mempunyai perencaan strategic.

Gap 2 mengatakan bahwa tidak adanya hubungan antara perencanaan strategic dengan kinerja ( aram dan Cowen, 1991 ). Penelitian ini mengatakan bahwa formulasi merupakan bentuk dari seuah perencanaan

Gap 3 mengatakan perencanaan strategic memiliki pengaruh terhadap keahlian manajerial ( Hopskin dan Hopskins, 1997 ). Perencanaan strategic tergantung pada keahlian dan kemampuan seorang manajer atau kemampuan manajerial. Semakin baik kemampuan manajerial maka penyusunan perencanaan strategic akan semakin baik.

Gap 4 mengatakan ketidakpastian lingkungan mempengaruhi terhadap perencanaan strategic (Matthews dan Scott,1995 ). Pada kegiatan usaha kecil menengah atau UKM perencanaan strategic belum banyak dilakukan karena adanya keterbatasan waktu dan sumberdaya, sedangkan top manajer selalu memperhatikan keadaan fungsional dan operasional perusahaannya sehingga fungsi operasional lah yang dilakukan dalam kegiatan usaha kecil menengah.

Gap 5 mengatakan bahwa kultur organisasi memiliki pengaruh terhadap perencanaan strategic (Greenley, Hooley, Broderick & Rudd ,2004 ). Perencanaan strategic yang disusun dipengaruhi oleh kultur atau budaya perusahaan dan juga kepribadian seorang manajer. Hal ini berarti perencanaan strategic tiap perusahaan akan berbeda karena berbeda perusahaan akan berbeda pula lingkungan atau kultur budayanya karena budaya perusahaan merupakan kekhasan yang dimiliki tiap perusahaan.

(7)

Pengaruh sebuah perencanaan strategi yang dipengaruhi oleh faktor manajerial, faktor lingkungan dan kultur organisasi merupakan suatu yang kritikal, namun penelitian empiris yang berkenaan dengan paradigma tersebut masih sedikit.

Kesimpulan

Keunggulan bersaing di dalam suatu perusahaan harus berdasarkan kepada sumber daya khusus yang menjadi penghalang aktivitas peniruan dan ancaman pengganti produk atau jasa perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa agar tetap bertahan hidup (survive) di tengah tekanan persaingan yang semakin tajam, perusahaan harus mengambil tindakan yang dapat mempertahankan dan memperkuat kompetensinya Sumber daya dan kompetensi perusahaan tersebut harus tahan lama dan tidak dapat ditiru, sama halnya dalam membuka lapangan pekerjaan yang baru. Dalam membuka lapangan pekerjaan di zaman ini tentunya perusahaan perlu menciptakan suatu inovasi produk yang tidak mudah ditiru oleh pesaing.

Oleh karena itu strategi keunggulan bersaing sangat penting untuk seorang entrepreneur muda yang baru terjun ke dalam dunia bisnis karena strategi ini merupakan suatu alat untuk

mempertahankan perusahaan dari persaingan bisnis yang ketat. Strategi yang dapat digunakan oleh seorang entrepreneur adalah seperti strategi kepemimpinan berbiaya rendah, strategi diferensiasi, dan strategi fokus atau niche.

Acknowlegements

Apresiasi dan terima kasih yang penulis berikan kepada Bapak Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto dan tim pengajar kewirausahaan sebagai dosen mata kuliah kewirausahaan. Serta ucapan terima kasih untuk Universitas Komputer Indonesia, Bandung.

Daftar Pustaka

[1] Rangkuti,Freddy.2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.p.3

[2] Absah Yeni.2008.Kompetensi: Sumberdaya Pendorong Keunggulan Bersaing Perusahaan.Jurnal Manajemen Bisnis.1(3).p.109

[3] Asmarani, DE.2006. Analisis Pengaruh Perencanaan Strategi Terhadap Kinerja Perusahaan dalam Upaya Menciptakan Keunggulan Bersaing.[tesis].Semarang (ID). Universitas Diponegoro.p.10 [4] Absah Yeni.2008.Kompetensi: Sumberdaya Pendorong Keunggulan Bersaing Perusahaan.Jurnal

Manajemen Bisnis.1(3).p.109

[5] Absah Yeni.2008.Kompetensi: Sumberdaya Pendorong Keunggulan Bersaing Perusahaan.Jurnal Manajemen Bisnis.1(3).p.111

[6] Absah Yeni.2008.Kompetensi: Sumberdaya Pendorong Keunggulan Bersaing Perusahaan.Jurnal Manajemen Bisnis.1(3).p.110

[7] Absah Yeni.2008.Kompetensi: Sumberdaya Pendorong Keunggulan Bersaing Perusahaan.Jurnal Manajemen Bisnis.1(3).p.110

[8] Collins, Jhons and Porter,ME.Strategy and Competitive Advantage. New York: Free Press.p.103 [9] Michael E. Porter, Competitive Strategy: Techniques for Analyzir1g Industries and Competitors (New York: Free Press, 1980), chap. 2, especially pp. 35-39 and 44-46.

[10] Rangkuti,Freddy.2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisni.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.p.6

[11] Collins, Jhons and Porter,ME.Strategy and Competitive Advantage. New York: Free Press.p.103 [12] Rangkuti,Freddy.2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus BisnisJakarta: PT Gramedia

(8)

[13] Rangkuti,Freddy.2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus BisnisJakarta: PT Gramedia Pustaka Utama..p.10

[14] Durand,Rodolphe.2013.Category Stretching: Reorienting Research on Categories in Strategy, Entrepreneurship, and Organization Theory.Journal of Management Studies.6(50).pp.1116-1117 [15] Asmarani, DE.2006. Analisis Pengaruh Perencanaan Strategi Terhadap Kinerja Perusahaan dalam

Upaya Menciptakan Keunggulan Bersaing.[tesis].Semarang (ID). Universitas Diponegoro.p.10 [16] Schoof, Ulrich.2006. Stimulating Youth Entrepreneurship: Barriers and incentives to enterprise

start-ups by young people.(76).p.12

[17] Barney, Jay.1991.Firm Resources and Sustained Competitive Advantage. Journal of Management.17(1).p.112

[18] Isenberg, Daniel.2011. The Entrepreneurship Ecosystem Strategy as a New Paradigm for Economic Policy: Principles for Cultivating Entrepreneurship.p13

[19] Boschee, Jerr.2006. Strategic Marketing for Social Entrepreneurs. Journal of Marketing.p.2 [20] Wadhwa,Vivek.,Raj, Anggarwal., Holly, ZH., Salkever, Alex.2009.Making of a Successful

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...