Karakteristik Peserta Dan Didik Berkebutuhan

14  Download (0)

Full text

(1)

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS A. Pengertian Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus pada awalnya dikenal dengan istilah anak cacat,anak berkelainan atau anak luar biasa. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya secara signifikan mengalami kelainan atau penyimpangan ( phisik, mental-intelektual, sosial, emosional ) dibanding dengan anak-anak lain seusianya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami gangguan dalam bidang intelegensi, fisik, sensori, emosi, atau perilaku, mempunyai gangguan belajar, atau mempunyai bakat khusus. Termasuk di dalamnya adalah anak dengan masalah kesehatan mental (misalnya depresi, gangguan bunuh diri), kesehatan medis (misalnya autism, asperger, disleksia, disgrafia, asma), kesulitan proses informasi, gangguan bahasa, kerusakan sensori, dan hidup dilingkungan sulit.

Anak Berkebutuhan Khusus memerlukan pelayanan yang spesifik, berbeda dengan anak pada umumnya karena mengalami hambatan dalam belajar dan perkembangan baik permanen maupun temporer yang disebabkan oleh:

1. Faktor Lingkungan

2. Faktor dalam diri Anak Sendiri 3. Kombinasi Keduanya

Hambatan yang dimiliki ABK tidak saja berdampak bagi dirinya tetapi juga berdampak bagi orang tua. Hal-hal yang dirasakan orang tua diantaranya adalah merasa kebingungan menghadapi hambatan anak, merasa takut akan masa depan anak, merasa bersalah, mengasihi dirinya, membenci dirinya, cemas, marah, dan lain sebagianya. Ketika orang tua memiliki tanggapan yang berbeda dalam memandang persoalan hambatan yang dimiliki oleh anaknya, maka ini sangat memungkinkan mereka untuk dapat berpartisipasi dalam proses treatment bagi anaknya.

B. Jenis-Jenis Anak Berkebutuhan Khusus 1. Anak berkelainan fisiknya:

a. Tunanetra ( Tidak dapat melihat/ buta ) b. Tunarungu ( Tidak dapat mendengar/ tuli ) c. Tunawicara ( Tidak dapat berbicara/ bisu ) d. Tunadaksa ( Cacat tubuh )

2. Anak Berkelainan Mental Emosional

a. Tunagrahita ( Ringan (IQ = 50-70), Sedang (IQ = 25-50), Berat (IQ<25) ) b. Tunalaras ( kelainan perilaku )

3. Anak Berkelainan Akademi

a. Anak Berbakat ( berkelainan mental tinggi yaitu di atas rata-rata anak normal ) b. Anak Berkesulitan belajar ( kesulitan untuk mencapai standar kompetensi ) c. Indigo

d. cerdas istimewa dan bakat istimewa

(2)

5. Gabungan dari 2 atau lebih jenis-jenis di atas (tunaganda)

C. Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

Karakteristik adalah ciri khas seseorang dalam meyakini, bertindak ataupun merasakan. Jadi karakteristik anak berkebutuhan khusus adalah ciri khas yang dimiliki oleh anak-anak yang pertumbuhan dan perkembangannya mengalami kelainan.

1. Karakteristik Anak Berkelainan Fisik a. Karakteristik Tunanetra

Tunanetra adalah istilah yang menunjuk pada kondisi ketidakfungsian organ penglihatan atau mata seseorang anak. Beberapa karakteristik anak tunanetra, diantaranya adaiah:

 Fisik, adanya kelainan pada indera penglihatan

 Kemampuan akademik, tidak berbeda dengan anak normal pada umumnya.  Motorik, kurang dapat melakukan mobilitas secara umum

 Sosial/emosianal, mudah tersinggung dan bersifat verbalism yaitu dapat bicara tetapi tidak tahu nyatanya

b. Karakteristik Tunarungu

Tunarungu adalah istilah yang menunjuk pada kondisi ketidak fungsian organ pendengaran atau telinga seseorang anak. Beberapa karakteristik anak tunarungu, diantaranya adalah:

 Fisik, kesan lahiriah tidak menampakan adanya kelainan pada anak

 Kemampuan akademik, tidak berbeda dengan keadaan anak-anak normal pada umumnya

 Motorik, sering anak tunarunggu kurang memiliki keseimbangan motorik dengan baik

 Sosial-emosional, sering memperlihatkan rasa curiga yang berlebihan, mudah tersinggung

c. Karakteristik Tunawicara

Tunawicara merupakan gangguan verbal pada seseorang sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi melalui melalui suara. Tunawicara sering dikaitkan dengan tunarungu.

d. Karakteristik Tunadaksa

(3)

anggota gerak dan kelumpuhan yang disebabkan karena kelainan yang ada di syaraf pusat atau otak, dengan karakteristik sebagai berikut:

 Fisik, jelas menampakkan adanya kelainan baik fisik maupun motorik

 Kemempuan akademik untuk tunadaksa ringan tidak berbeda dengan anak-anak normal pada umumnya sedangkan untuk tuna daksa berat terutama bagai anak yang mengalami gangguan neuro-muscular sering disertai dengan keterbelakangan mental.

 Motorik, banyak tunadaksa yang mengalami gangguan motorik baik motorik kasar maupun motorik halus.

 Sosial – emosional , anak tuna daksa memiliki kecenderungan rasa rendah diri (minder) dalam pergaulan dengan orang lain.

2. Karakteristik Anak Berkelainan Mental Emosional

Anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan mental-emosional, yaitu anak tunagrahita, dan tunalaras.

a. Karakteristik Tunagrahita

Karakteristik anak tunagrahita, yang lebih spesifik berdasarkan berat ringannya kelainan dapat dikemukakan sebagai berikut:

 Mampudidik

Mampudidik merupakan istilah pendidikan yang digunakan untuk mengelompokan tunagrahita ringan. Anak mampudidik kemampuan maksimalnya setara dengan anak usia 12 tahun atau kelas 6 sekolah dasar, apabila mendapat pelayanan dan bimbingan belajar yang sesuai maka anak mampudidik dapat lulus Sekolah dasar. Tunagrahita mampudidik umumnya tidak disertai dengan kelainan fisik baik sensori maupun motoris, sehingga kesan lahiriah anak mampudidik tidak berbeda dengan anak normal sebaya.

 Mampulatih

Tunagrahita mampu latih secara fisik sering memiliki atau diserati dengan kelainan fisik baik sensori maupun motoris, bahkan hampir semua anak yang memiliki kelainan dengan tipe klinik masuk dalam kelompok mampulatih sehingga sangat mudah untuk mendeteksi anak mampu latih, karena penampilan fisiknya (kesan lahiriah) berbeda dengan anak normal sebaya.

 Perlu rawat

(4)

b. Karakteristik Tunalaras

Anak tunalaras adalah anak-anak yang mengalami gangguan perilaku, yang ditunjukkan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun dalam lingkungan sosialnya.

3. Karakteristik Anak Berkelainan Akademi

Anak-anak berkelainan akademik terdiri dari anak berbakat dan anak berkesulitan belajar. Adapun karaketistik kelainan akademik meliputi :

a. Karakteristik Anak Berbakat

Anak berbakat merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya anak berkelainan mental tinggi yaitu di atas rata-rata anak normal. Adapun karakteristik atau ciri yang menonjol pada anak berbakat meliputi:

1. Karakteristik Intelektual, cepat dalarn belajar, rasa ingin tahunya tinggi, daya konsentrasinya cukup lama, memiliki daya kompetetif tinggi.

2. Karakteristik Sosial-emosional, mudah bergaul atau menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, memiliki sifat kepemimpinan (leadership) terhadap teman sebayanya, bersifat jujur, dan memiliki tenggangg rasa serta mampu mengontrol emosi.

3. Karakteristik Fisik-kesehatan, berpenampilan menarik, memiliki daya tahan tabuh yang baik terhadap penyakit. dapat memelihara penampilan fisik yang bersih dan rapi.

b. Karakteristik Anak Berkesulitan belajar

Berkesulitan belajar merupakan salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang ditandai dengan adanya kesulitan untuk mencapai standar kompetensi (prestasi) yang telah ditentukan dengan mengikuti pembelajaran konvensional.

Berkesulitan belajar spesifik pada dasarnya pada dasarnya dapat dipaham dengan 4 demensi yaitu:

 Kesenjangan antara kapasitas intelektual dan prestasi belajar  Adanya disfungsi minimal otak

 Adanya gangguan pada proses psikologi dasar

 Adanya kesulitan pada pencapaian prestasi belajar akademik

Kesulitan belajar dapat dibagimenjadi kesulitan belajar perkembangan bagi anak pra sekolah dan kesulitan akademik bagi anak usia sekolah.

(5)

Indigo adalah sebutan untuk orang yang memiliki kelebihan di bidang spiritual. Misalnya saja orang yang sudah bisa meramal sejak anak-anak, anak yang dapat bertelepati, anak yang dapat membaca pikiran orang lain, dll.

d. Karakteristik Cerdas Istimewa atau Bakat Istimewa ( Gifted )

Kondisi anak gifted tidak hanya mempunyai kecerdasan tinggi, tetapi berbagai keunggulan yang dimilikinya dapat mengakibatkan beragam masalah, seperti gangguan psikosomatis, psikologis, sosial, perilaku agresif, dan sebagainya. Berbagai keunggulan yang dimiliki anak gifted ini meliputi: motivasi internal yang tinggi, kosakata yang dikuasai banyak, mudah menerima dan mengingat informasi yang luas dan mendalam, kreatif, senang menggunakan caranya sendiri, rasa ingin tahu tinggi, mene-kankan kejujuran dan kebenaran, energik, semangat tinggi, rasa humor tinggi, dan mempunyai harapan tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain. Anak yang sangat cerdas pun termasuk dalam jenis anak berkebuthan khusus. hal ini dikarenakan mereka memiliki kemampuan di atas rata-rata yang menyebabkan mereka pun butuh perlakuan khusus dalam menghadapi kelebihan mereka. Sehingga mereka dipisahkan dari anak biasa agar mereka dapat belajar dengan nyaman dan sesuai dengan kemampuan mereka.

4. Karakteristik Korban Penyalahgunaan Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari 'Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif'. Karena akibatnya yang dapat mempengaruhi fisik dan mental anak korban penyalahgunaan narkoba, maka inilah yang menyebabkan anak tersebut harus mendapat perlakuan yang khusus pula.

5. Karakteristik Tuna Ganda

Orang yang memiliki tuna ganda merupakan orang yang mengalami kecacatan lebih dari satu jenis atau memiliki kombinasi dari beberapa kelainan. Dari sekian banyak kemungkinan kombinasi kelainan, ada beberapa kombinasi yang paling sering muncul dibandingkan kombinasi kelainan-kelainan yang lainnya, yaitu:

Kelainan Utama Adalah Tunagrahita

a. Tunagrahita dan cerbral palsy

(6)

b. Kombinasi Tunagrahita dan Tunarungu

Anak-anak tunarungu mengalami berbagai masalah dalam perkembangan bahasa dan komunikasi. Sementara itu, anak-anak tunagrahita akan mengalami kelambanan dan keterlambatan dalam belajar. Pada anak tunaganda, bisa saja terjadi anak tersebut mengalami tunagrahita yang sekaligus tunarungu. Anak-anak yang demikian, mengalami gangguan pendengaran, memiliki fungsi intelektual di bawah rata-rata dan mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya.

c. Kombinasi Tunagrahita dan Masalah-masalah Perilaku

Telah diketahui bahwa terdapat hubungan antara tunagrahita dengan gangguan emosional. Anak-anak yang mengalami tunagrahita berat ada kemungkinan besar juga memiliki gangguan emosional. Yang tidak diketahui adalah banyaknya anak secara pasti yang menampakkan kedua kelainan tersebut bersama-sama. Ada gejala-gejala bahwa tunagrahita yang cukup kuat dan nyata yang menyertai atau bersama-sama dengan gangguan emosional cenderung untuk diabaikan atau dikesampingkan.

Kelainan Utama Adalah Gangguan Perilaku

a. Autisme

Anak yang mengalami autisme sulit melakukan kontak mata dengan orang lain sehingga memberikan kesan tidak peduli terhadap orang di sekitarnya. Kelainan utama pada anak autistik adalah dalam hal komunikasi verbal. Apabila kegiatannya mengalami hambatan atau perubahan, maka mereka akan berperilaku aneh serta berteriak-teriak, berjalan mondar-mandir sambil menendang atau membenturkan kepalanya ke tembok. Kondisi ini juga sering terjadi apabila anak dalam keadaan tegang, senang atau berada di tempat yang asing.

b. Kombinasi Gangguan Perilaku dan Pendengaran

Memperkirakan secara pasti tentang berapa jumlah anak yang mempunyai gangguan emosional perilaku dan yang sekaligus gangguan pendengaran adalah hal yang sangat sulit. Hal ini sangat bergantung pada kriteria yang digunakan untuk menentukan seberapa besar gangguan emosional dan tingkat keparahan hilangnya pendengaran. Para ahli yang konsisten memberikan pelayanan kepada anak-anak yang mempunyai gangguan emosional dan yang sekaligus tuli, cenderung memakai klasifikasi kondisi anak-anak itu sebagai kondisi yang ringan, sedang dan berat.

Kelainan Utama Tunarungu dan Tunanetra

(7)

kondisinya memperoleh perhatian utama untuk difungsikan. Bagi anak yang tuli, maka saluran penglihatan digunakan untuk membentuk sistem komunikasi berdasarkan isyarat, ejaan jari dan membaca bibir. Bagi anak yang mengalami gangguan penglihatan (buta), maka program pendidikan dikompensasikan melalui alat pendengaran. Anak buta-tuli adalah seorang anak yang memiliki gangguan penglihatan dan pendengaran, suatu gabungan yang menyebabkan problema komunikasi dan problema perkembangan pendidikan lainnya yang berat sehingga tidak dapat diberikan program pelayanan pendidikan baik di sekolah yang melayani untuk anak-anak tuli maupun di sekolah yang melayani untuk anak-anak buta.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

http://blog.unila.ac.id/ratnawidiastuti/2009/07/24/makalah-semina/sekolah inklusi

http://inklusif.blogdetik.com/2010/01/12/siapa-saja-yang-disebut-anak-berkebutuhan-khusus-yaitu-anak-yang-mesti-dilayani-pada-pk-plk/

http://iryafickry.wordpress.com/2010/05/02/anak-berkebutuhan-khusus/ http://www.facebook.com/topic.php?uid=278331890744&topic=13558

http://salimchoiri.blog.uns.ac.id/2010/03/31/latar-belakang-pendidikan-inklusif-bagi-anak-berkebutuhan-khusus/

http://susilofy.wordpress.com/2010/10/18/anak-berkebutuhan-khusus/

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in