Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1094 PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR
HONDA BEAT (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNSIKA)
Abstrak
Perilaku konsumen adalah tingkah laku konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, atau memilih produk atau jasa yang mereka inginkan. Mempelajari dan menganalisa perilaku konsumen dalam keputusan pembelian adalah hal yang penting, sebab dengan pengetahuan dasar yang baik mengenai perilaku konsumen akan dapat memberikan masukan yang berarti bagi perencanaan strategi pemasaran.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan pengaruh antara perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS for Windows 16 dengan kuisioner yang dibagikan kepada 131 responden. Data tersebut dianalisis menggunakan metode skala likert, rentang skala, analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji transformasi data, analisis korelasi, koefisien determinan, uji signifikan dan pengujian hipotesis.
Adapun hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa :
1. Pengaruh perilaku konsumen sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang dengan menggunakan 15 butir pernyataan dari 15 indikator yang berdasarkan hasil olah kuisioner diperoleh nilai rata-rata sebesar 499,3. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen merasa setuju dalam menggunakan sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang. 2. Keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang
dengan menggunakan 15 butir pernyataan dari 13 indikator yang berdasarkan hasil olah kuisioner diperoleh nilai rata-rata sebesar 497. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen merasa setuju bahwa indikator-indikator tersebut mempengaruhi terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang.
3. Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 7,421 dan lebih besar dari t tabel dengan nilai 1,645 (t hitung > t tabel : 7,421 > 1,645). Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang menyatakan pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang adalah positif cukup kuat (r=0,547) dan signifikan dengan tingkat kesalahan 5% yang menghasilkan nilai koefisien determinasi sebesar 29,9%. Dan sisanya sebesar 70,1% merupakan faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Perilaku Konsumen, Keputusan Pembelian
A. PENDAHULUAN
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1095 B. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian Perilaku Konsumen
Menurut Schiffman dan Kanuk (1994) dalam buku Perilaku Konsumen (Ujang Sumarwan, 2004:25) yaitu :
Perilaku konsumen dapat diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk atau jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.
Menurut Supranto dan Nandan Limakrisna (2007:18) :
Bahwa perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor eksternal yang meliputi budaya (culture), subbudaya (sub-culture), status sosial (social status), demografi, family, kelompok rujukan. Dan faktor internal yang meliputi preferensi, pembelajaran (learning), memori, motivasi, kepribadian (personality), emosi, dan sikap.
Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2008:166) :
Perilaku konsumen yaitu studi bagaimana tentang individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.
Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh, menggunakan, dan menentukan produk dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut (Engel et al., 1990) dalam buku Strategi Pemasaran (Fandy Tjiptono, 2008:19).
Faktor yang berpengaruh pada perilaku konsumen adalah faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis (Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, 2008:166). Berikut penjelasan dari faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, adalah :
1. Faktor Kebudayaan
Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan paling dalam terhadap perilaku konsumen.
a. Budaya
Budaya adalah determinan dasar keinginan dan perilaku seseorang atau faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang.
b. Sub Budaya
Tiap budaya mempunyai sub budaya yang lebih kecil, atau kelompok orang dengan sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama, yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk anggota mereka.
c. Kelas Sosial
Kelas sosial adalah susunan yang relatif permanen dan teratur dalam suatu masyarakat yang anggotanya mempunyai nilai, minat, dan perilaku yang sama.
2. Faktor Sosial a. Kelompok Referensi
Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelempok referensi seseorang adalah semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut.
b. Keluarga
Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Anggota keluarga pembeli dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli.
c. Peran dan Status
Orang berpartisipasi dalam banyak kelompok, keluarga, klub maupun organisasi. Posisi seseorang dalam tiap kelompok dapat ditentukan dalam segi peran dan status.
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1096 a. Usia dan Tahap
Daur hidup orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang kehidupan mereka. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan bertambahnya usia. b. Pekerjaan
Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya.
c. Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi akan sangat mempengaruhi pilihan produk. d. Gaya Hidup
Gaya hidup seseorang menunjukan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya.
e. Kepribadian dan Konsep Diri
Kepribadian merupakan karakteristik kecenderungan merespon individu melintasi situasi yang serupa atau mirip. Setiap orang mempunyai karakteristik pribadi yang mempengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian adalah sekumpulan sifat psikologis manusia yang menyebabkan respon yang relatif konsisten dan tahan lama terhadap rangsangan lingkungan (termasuk perilaku pembelian).
4. Faktor Psikologis a. Motivasi
Motivasi merupakan kekuatan yang enerjik yang menggerakan perilaku dan memberikan tujuan dan arah pada perilaku.
b. Persepsi
Persepsi yaitu proses yang digunakan oleh individu untuk memilih dan mengorganisasikan masukan informasi guna menciptakan gambaran yang mempunyai arti.
c. Pembelajaran
Pembelajaran mendorong perubahan dalam perilaku kita yang timbul dari pengalaman. d. Memori
Semua informasi dan pengalaman yang kita hadapi ketika kita menjalani hidup dapat berakhir di memori jangka panjang kita.
2. Pengertian Keputusan Pembelian
Menurut Ujang Sumarwan (2004:294) bahwa keputusan konsumen untuk memutuskan membeli atau mengkonsumsi produk tertentu akan diawali oleh langkah-langkah yaitu pengenalan kebutuhan, waktu, perubahan situasi, pemilikan produk, konsumsi produk, perbedaan individu, pengaruh pemasaran,pencarian informasi, pencarian internal, dan pencarian eksternal.
Dalam keputusan membeli barang konsumen seringkali ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembeliannya menurut Fandy Tjiptono (2008:20).
Schiffman dan Kanuk (1994), dalam buku Perilaku Konsumen (Ujang Sumarwan, 2004:289) mendefinisikan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternative. Seorang konsumen yang hendak melakukan pilihan maka ia harus memiliki pilihan alternatif.
Ada lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian.
Gambar 2.1 Model Lima Tahap Proses Membeli
Berdasarkan kajian teori yang telah dibahas dan juga didukung oleh landasan penelitian terdahulu. Maka penulis membuat alur pikir penelitian yang tertuang dalam gambar yang
Pengenalan masalah
Pencarian informasi
Evaluasi alternatif
Keputusan pembelian
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1097 menghubungkan antara teori-teori perilaku konsumen, variabel yang digunakan dan buku acuan yang
dipakai dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut :
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran Sumber : Peneliti, 2012
C. METODELOGI PENELITIAN 1. Desain Penelitian
Pada penelitian ini desain yang digunakan berdasarkan tingkat eksplanasinya yang menjelaskan hasil penelitian termasuk pada penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan variabel tanpa membandingkan atau menghubungkan satu dengan yang lainnya. 2. Variabel Penelitian
3.2.1 Definisi Konseptual
3.2.1.1 Definisi Konseptual Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah tingkah laku yang diperlihatkan konsumen, tindakan individu secara langsung, dan studi bagaimana cara menggunakan, membeli barang atau jasa dan ide pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor personal, dan faktor psikologis.
1. Definisi Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian merupakan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan, memutuskan membeli atau mengkonsumsi produk tertentu, seringkali ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembeliannya.
Adapun tahap yang perlu diketahui dalam proses keputusan pembelian diantaranya mengenai pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.
3.2.2 Definisi Operasional
3.2.2.1 Definisi Operasional Perilaku Konsumen
Manajemen Pemasaran
Buchari Alma (2009:130) Fajar Laksana (2008:4)
Strategi Pemasaran
Fandy Tjiptono (2008:2) Sofjan Assauri (2010:3)
Kotler (2008:5)
Perilaku Konsumen Faktor Kebudayaan
Faktor Sosial Faktor Pribadi Faktor Psikologis
Sumber :
Philip Kotler, Kevin Lane Keller (2008:166) Bilson Simamora (2003:85)
Keputusan Pembelian Pengenalan Masalah
Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian Perilaku Pasca Pembelian
Sumber :
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1098 Perilaku konsumen adalah tingkah laku yang diperlihatkan konsumen tindakan individu secara
langsung dan studi bagaimana cara menggunakan, membeli barang atau jasa dan ide pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka yang ditunjukan oleh (responden) mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang.
3.2.2.2 Definisi Operasional Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian merupakan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan memutuskan membeli atau mengkonsumsi produk tertentu seringkali ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembeliannya yang dilakukan oleh (responden) mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang.
3. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Adapun uraian lebih jelas dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 3.1 Variabel Penelitian
Variabel Sub Variabel Indikator Nomor
Pernyataan Faktor Sosial 4. Kelompok Referensi
5. Keluarga
Pencarian Informasi 17.Sumber Pribadi 18.Publik 19.Pengalaman
17 18 19, 20 Evaluasi Alternatif 20.Manfaat
21.Pelayanan Jasa Sumber : Philip Kotler, Kevin Lane Keller (2008:166, 184)
Bilson Simamora (2003:85, 94)
4. Metode Pengambilan Data
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1099 Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai
berikut :
2 N . P . Q S =
d2 (N – 1) + 2 P. Q
Dimana : S = jumlah sampel P = Q = 0,5 dan d = 0,05 λ² = dengan dk = 1
taraf kesalahan sampai 1 %, 5 %, dan 10 %. Sumber : Sugiyono (2011:124)
b. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendukung metode tersebut peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1. Riset Kepustakaan 2. Observasi
3. Kuisioner
c. Teknik Skala
Penelitian ini menggunakan skala likert, digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Tabel 3.4 Skala Likert
Perilaku Konsumen Keputusan Pembelian Bobot Skor
Sangat Setuju (SS) Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) Setuju (S) 4
Cukup Setuju (CS) Cukup Setuju (CS) 3
Tidak Setuju (TS) Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Sumber : Sugiyono (2011:93)
d. Metode Analisis Data
3.4.1 Uji Validitas dan Realibilitas 3.4.1.1 Uji Validitas Instrumen
Validitas menunjukan sejauh mana skor atau nilai ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran atau pengamatan. Berkaitan dengan karakteristik psikologis, hasil pengukuran yang diperoleh sebenarnya diharapkan dapat menggambarkan atau memberikan skor atau nilai suatu karakteristik lain yang menjadi perhatian utama.
Bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0,3 ke atas maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat. Maka berdasarkan analisis faktor itu dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut validitas kontruksi yang baik menurut Sugiyono, (2011:125). Alat bantu yang digunakan adalah program SPSS for Windows 16.
3.4.1.2 Uji Reliabilitas Instrumen
Pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan metode Cronbach’s Alpha melalui bantuan
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1100 atas maka alat ukur ini dapat dipercaya atau diandalkan atau tingkat konsistensi dari suatu
informasi apabila dilakukan secara berulang-ulang. 3.4.2 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel bebas dan variabel terikat, keduanya didistribusikan secara normal atau tidak. Normalitas data dalam penelitian dilihat dengan cara memperhatikan titik pada Normal P-Plot of Regression Standardized Residual dari variabel terikat.
3.4.4.1 Analisis Korelasi
Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku konsumen dengan keputusan pembelian, analisa yang digunakan penulis merupakan data kuantitatif yang ada hubungannya dengan angka-angka dan menggunakan rumus analisis korelasi yang dikemukakan oleh Sugiyono (2011:183) sebagai berikut :
Dimana : r = koefisien korelasi n = jumlah sampel
x = variabel bebas y = variabel terikat
Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap korelasi yang ditemukan tersebut besar atau kecil,maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel berikut ini :
Tabel 3.6
Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199
Sumber : Sugiyono (2011:184) 3.4.4.2 Analisis Determinan
Koefisien determinasi adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui kekuatan pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang.
Rumus yang akan digunakan adalah sebagai berikut :
CD = r2 x 100%
Pengujian ini menggunakan hipotesis melalui uji pihak kanan, yaitu apabila :
Ho : ρ = 0 : Perilaku Konsumen berpengaruh tidak positif Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang).
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1101
Ha : ρ > 0 : Perilaku Konsumen berpengaruh positif Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor
Honda Beat (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang).
D. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Rekapitulasi Kuisioner Variabel Perilaku Konsumen Tabel 4.41
Rekapitulasi Kuisioner Perilaku Konsumen
No Indikator Nilai Keterangan
1 Pengaruh profesi (peran dan status) (6) 471 Setuju
2 Tuntutan pekerjaan (8) 471 Setuju
3 Sesuai dengan penghasilan (9) 473 Setuju
4 Persepsi pribadi (13) 482 Setuju
5 Pengaruh faktor usia (7) 486 Setuju
6 Opini pribadi (gaya hidup) (10) 486 Setuju
7 Memberikan kenangan yang menyenangkan (15)
492 Setuju
8 Budaya kebiasaan menggunakan sepeda motor Honda Beat (1)
493 Setuju
9 Harga sepeda motor Honda Beat yang terjangkau (3)
497 Setuju
10 Pembelajaran (pengalaman yang baik) (14) 511 Setuju
11 Ajakan seseorang (4) 518 Setuju
12 Pengaruh keluarga (5) 522 Setuju
13 Motivasi karena irit BBM (12) 523 Setuju
14 Bengkel Honda dekat dengan rumah (2) 531 Setuju 15 Kepribadian dan konsep diri (terbiasa sejak
dulu) (11)
534 Setuju
Total 7.490
Rata-rata 499,3 Setuju
Sumber : Hasil Olahan Penelitian 2012
STS TS CS S SS
2.
Gambar Bar Scale 4.16
Garis Skala Perilaku Konsumen Sepeda Motor Honda Beat Sumber : Hasil Olahan Penelitian 2012
Hasil analisis data dengan menggunakan alat bantu SPSS for Windows 16 dan rentang skala skor menunjukan bahwa dari 15 butir pernyataan dan 15 indikator yang berkaitan dengan perilaku konsumen, responden rata menjawab setuju dengan rekapitulasi data perilaku konsumen rata-rata yaitu : 7.490/15 = 499,3. Artinya, responden setuju bahwa 15 pernyataan tersebut mempengaruhi perilaku konsumen sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang.
2. Rekapitulasi Kuisioner Variabel Keputusan Pembelian Tabel 4.72
Rekapitulasi Kuisioner Keputusan Pembelian
No Indikator Nilai Keterangan
1 Kebutuhan transportasi (1) 462 Setuju
2 Saran dari keluarga/teman (2) 479 Setuju
3 Kuantitas waktu pemesanan barang relatif 481 Setuju 499,3
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1102 cepat (12)
4 Lokasi bengkel Honda yang mudah dijangkau (11)
488 Setuju
5 Merek Honda yang sudah terkenal dikalangan masyarakat (10)
492 Setuju
6 Kebutuhan transportasi yang mendesak (9) 493 Setuju 7 Pengalaman keluarga/teman/tetangga (5) 497 Setuju 8 Kepuasan akan fasilitas dan pelayanan (14) 497 Setuju 9 Manfaat karena membantu memudahkan
ketika akan berpergian (7)
498 Setuju
10 Ajakan teman (15) 498 Setuju
11 Pengaruh iklan (3) 503 Setuju
12 Pengalaman seseorang (4) 504 Setuju
13 Metode pembayaran yang mudah (13) 517 Setuju
14 Irit bahan bakar (manfaat) (6) 520 Setuju
15 Pelayanan jasa bengkel yang memuaskan (8) 528 Setuju
Total 7.457
Rata-rata 497 Setuju
Sumber : Hasil Olahan Penelitian 2012
STS TS CS S SS
3.
Gambar Bar Scale 4.32
Garis Skala Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat Sumber : Hasil Olahan Penelitian 2012
Hasil analisis data dengan menggunakan alat bantu SPSS for Windows 16 dan rentang skala skor menunjukan bahwa dari 15 butir pernyataan dan 13 indikator yang berkaitan dengan keputusan pembelian, responden rata-rata menjawab setuju dengan rekapitulasi data keputusan pembelian rata-rata yaitu : 7.457/15 = 497. Artinya, responden setuju bahwa 15 pernyataan tersebut mempengaruhi keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang.
3. Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian 1) Koefesien Korelasi
Untuk mengetahui keeratan antara variabel perilaku konsumen (X) dengan variabel keputusan pembelian (Y) digunakan koefesien korelasi product moment yang di olah dalam bentuk data MSI dengan alat bantu program SPSS for Windows 16 dan sebagai berikut :
Tabel 4.73 Hasil Analisis Korelasi
Correlations
Perilaku_Konsume n
Keputusan_Pembeli an
Perilaku_Konsumen Pearson Correlation 1 .547**
Sig. (1-tailed) .000
N 131 131
Keputusan_Pembelia n
Pearson Correlation .547** 1 Sig. (1-tailed) .000
N 131 131
Sumber : Hasil Olahan Penelitian 2012
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1103 Berdasarkan tabel di atas nilai koefisien korelasinya (+0,547) artinya angka tersebut menunjukan
bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan dan cukup kuat antara variabel perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat (0,40 – 0,599) antara perilaku konsumen dengan keputusan pembelian.
2) Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui besarnya hubungan perilaku konsumen (variabel independent) terhadap keputusan pembelian (variabel dependent) digunakan rumus koefisien determinan sebagai berikut :
CD = r2 x 100 % = (0,547)2 x 100 %
= 0,299 x 100 % = 29,9 %
Dengan demikian sumbangan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian sebesar 29,9% dan sisanya sebesar 70,1% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti. Dibawah ini adalah hasil penghitungan koefisien determinasi dengan alat bantu analisis SPSS for windows 16 yang mana nilai R square adalah 29,9% sama dengan hasil penghitungan di atas.
Tabel 4.74
Analisis Summary Variabel X terhadap Y Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .547a .299 .294 .415
a. Predictors: (Constant), Perilaku_Konsumen Sumber : Hasil Olahan Penelitian 2012
3) Pengujian Hipotesis
1. Pengujian hipotesis koefisien korelasi akan diuji pada tingkat signifikan 5% melalui uji pihak kanan, yaitu sebagai berikut :
Ho : ρ = 0 : Tidak terdapat hubungan antara variabel perilaku konsumen dengan variabel
keputusan pembelian.
Ha : ρ > 0 : Terdapat hubungan antara variabel perilaku konsumen dengan variabel keputusan pembelian.
2. Menentukan t tabel
Dk = n - 2 131 – 2 = 129
Pengujian hipotesis penelitian dengan uji pihak kanan (one tailed) untuk koefesien korelasi pada taraf nyata 5% dari derajat bebas 129 maka didapat nilai t tabel 1,645.
3. Statistik uji mengunakan program SPSS for Windows 16 adalah sebagai berikut : Tabel 4.75
Analisis Koefisien Variabel X terhadap Y Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.786 .229 7.790 .000
Perilaku_Konsumen .487 .066 .547 7.421 .000
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1104 Dari hasil perhitungan diatas diperoleh thitung sebesar 7,421 sedangkan ttabel dengan tingkat kesalahan
5% uji dua pihak dan dk = n – 2 atau 131 – 2 = 129, maka diperoleh ttabel sebesar 1,645.
α
1,645 7,421 Gambar 4.36
Kurva Pengujian Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sumber : Hasil Olahan Penelitian, 2012
Dari data tersebut diketahui t hitung > t tabel dan ini berarti bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesa alternatif diterima yang berat bahwa ada pengaruh yang signifikan antara perilaku konsumen dengan keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang.
E. PENUTUP 5.1 Simpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian perilaku konsumen sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang mendapat nilai pada interval Setuju, sehingga dapat disimpulkan secara umum bahwa responden (konsumen) Setuju terhadap pernyataan yang diungkap dalam kuisioner untuk memilih menggunakan sepeda motor Honda Beat.
2. Berdasarkan hasil penelitian keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang mendapat nilai pada interval Setuju, sehingga dapat disimpulkan secara umum bahwa responden (konsumen) Setuju terhadap pernyataan yang diungkap dalam kuisioner untuk memutuskan membeli sepeda motor Honda Beat.
3. Pengaruh Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang memiliki pengaruh yang cukup kuat, hal ini dibuktikan berdasarkan hasil analisis mengenai pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Beat di Universitas Singaperbangsa Karawang tersebut memiliki nilai korelasi 0,547 yang berarti memiliki pengaruh cukup kuat dan positif. Dari hasil perhitungan koefisien determinasi yang didapat angka 29,9% yang berarti pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian sebesar 29,9%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 70,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis mencoba memberikan saran-saran yang berguna bagi perusahaan produksi Sepeda motor Honda Beat di Karawang.
1. Secara umum responden menyatakan pendapat Setuju bahwa perilaku konsumen dipengaruhi oleh indikator-indikator yang diungkap dalam kuisioner. Namun salah satu dalam upaya melakukan peningkatan, maka disarankan kepada perusahaan produksi sepeda motor Honda Beat agar dapat mengikuti keinginan konsumen dan mempromosikan produknya lebik baik, serta perlu memperhatikan hal atau indikator-indikator yang memiliki skor dibawah nilai rata-rata yaitu pengaruh profesi, tuntutan pekerjaan, sesuai dengan penghasilan, persepsi pribadi, pengaruh faktor usia, opini pribadi (gaya hidup), memberikan kenangan yang memuaskan (memori), budaya kebiasaan, dan harga yang terjangkau.
2. Secara umum responden menyatakan pendapat Setuju bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh indikator-indikator yang diungkap dalam kuisioner, dengan demikian perusahaan harus bisa memenuhi keinginan konsumen, namun dari beberapa indikator yang diteliti masih ada yang memiliki skor dibawah nilai rata-rata yaitu kebutuhan transportasi, saran dari keluarga/teman,
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1105 kuantitas waktu pemesanan, lokasi bengkel Honda yang mudah dijangkau, merek Honda yang
terkenal dikalangan masyarakat, dan kebutuhan transportasi yang mendesak. Hal tersebut perlu ada perhatian yang serius, guna agar konsumen lebih banyak memutuskan untuk membeli sepeda motor Honda Beat.
3. Hasil perhitungan koefisien determinasi yang didapat adalah angka 29,9%, maka diperlukan penelitian lanjutan melalui variabel lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian selain perilaku konsumen, seperti harga produk, gaya hidup konsumen, pendapatan konsumen dan kualitas produk.
F. DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari (2009). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Cetakan 8. Bandung : Alfabeta.
Assauri, Sofjan (2010). Manajemen Pemasaran Dasar Konsep dan Strategi. Cetakan 10. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Hasibuan, Malayu S.P. (2006). Manajemen : Dasar, Pengertian dan Masalah. Cetakan 5. Jakarta : Bumi Aksara.
Kotler, Philip dan Kevin Lene Keller (2008). Manajemen Pemasaran. Edisi 13. Indonesia : PT.Gelora Aksara Pratama.
Simamora,Bilson (2003). Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel. Cetakan 2. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Cetakan 14. Bandung : Alfabeta.
Sumarwan, Ujang (2004). Perilaku Konsumen. Cetakan 2. Bogor Selatan : Ghalia Indonesia.
Supranto, J dan Nandan Limakrisna (2007). Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Edisi Pertama. Jakarta : Mitra Wacana Media.
Swastha DH , Bayu dan Irawan (2008). Manajemen Pemasaran Modern. Cetakan 13. Yogyakarta : Liberty.