• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mann Whitney Uji Beda mean tidak berpasa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mann Whitney Uji Beda mean tidak berpasa"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Uji U Mann-Whitney

Uji beda mean dua sampel tidak berpasangan

(2)

Kegunaan

Menguji perbedaan dua mean data hasil

kenyataan di lapangan dengan mean data hasil

kenyataan di lapangan.

(3)
(4)

Keterangan :

U

1

=Penguji U

1

U

2

=Penguji U

2

R

1

=Jumlah rank sampel 1

R

2

=Jumlah rank sampel 2

n

1

=Banyaknya anggota sampel 1

(5)

Rumus Sampel > 20

n

1

atau n

2

yang tertinggi > 20

12

)

1

n

n

.(

n

.

n

2

n

.

n

U

Z

2

1

2

1

2

1

Keterangan

U

1

=Penguji U

1

n

1

=Banyaknya anggota sampel 1

(6)

Persyaratan

Data berskala ordinal, interval atau rasio.

Data kelompok I dan kelompok II tidak harus

sama banyaknya

Signifikansi tabel U (sampel

≤20)

, U hitung

(7)

Contoh Aplikasi 1 Sampel

20

Pengukuran denyut nadi olahragawan wanita dan pria didapatkan data

sebagai berikut

NOMOR

DENYUT NADI PRIA

DENYUT NADI WANITA

1.

90

79

2.

89

82

3.

82

85

4.

89

88

5.

91

85

6.

86

80

7.

85

80

8.

86

9.

84

(8)

Penyelesaian :

Hipotesis

Ho : Dpria = Dwanita

tidak berbeda denyut nadi olahragawan pria

dan wanita

Ha : Dpria

Dwanita

ada berbeda denyut nadi olahragawan pria dan

wanita

Level signifikansi

= 5% = 0,05

Rumus statistik penguji

(9)

NOMOR

DENYUT NADI PRIA

DENYUT NADI WANITA

1.

90

79

2.

89

82

3.

82

85

4.

89

88

5.

91

85

6.

86

80

7.

85

80

8.

86

(10)

NOMOR

DENYUT NADI

RANKING

ASAL

1.

79

1

wanita

2.

80

2,5

wanita

3.

80

2,5

wanita

4.

82

4,5

pria

5.

82

4,5

wanita

6.

84

6

pria

7.

85

8

pria

8.

85

8

wanita

9.

85

8

wanita

10.

86

10,5

pria

11.

86

10,5

pria

12.

88

12

wanita

13.

89

13,5

pria

14.

89

13,5

pria

15.

90

15

pria

(11)

NOMOR

PRIA

RANKING

WANITA

RANKING

1.

82

4,5

79

1

2.

84

6

80

2,5

3.

85

8

80

2,5

4.

86

10,5

82

4,5

5.

86

10,5

85

8

6.

89

13,5

85

8

7.

89

13,5

88

12

8.

90

15

9.

91

16

(12)
(13)

U

1

= n

1

. n

2

U

2

U

1

= 9 . 7

10,5

U

1

= 52,5

U

2

= n

1

. n

2

U

1

U

2

= 9 . 7

52,5

U

2

= 10,5

(14)

Df/dk/db

Df tidak diperlukan

Nilai tabel

Nilai tabel pada tabel U

Uji dua sisi,

= 5%, m = 9 dan n = 7 nilai tabel U = 12

Daerah penolakan

Menggunakan rumus

10,5

< 12 ; berarti Ho ditolak, Ha diterima

Kesimpulan

(15)

Harga-harga kritis U untuk tes satu sisi pada

= 0,025 atau untuk test dua sisi pada

= 0,05

n2 n1

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

1

(16)

Analisa dengan SPSS

Input data satu kolom

Kolom Pertama sebagai

penanda kelompok

Operasi SPSS:

Klik Analyze

Non Parametric Test

(17)

Masukkan data

Masukkan Grup

(18)

Interpretasi Output

• P Value ≤ α

Tolak Ho

P Value >

α

Gagal Tolak Ho

2 Sisi

(19)

Analisa Minitab

(20)
(21)

Data Kelompok 1

Data Kelompok 2

CI = 100 -

α

Pilih:

Less than Jika A<B

Not Equal Jika A≠B

Greater Than Jika A>B

Klik OK

Interpretasi:

(22)

Contoh Aplikasi 2 Sampel > 20

Suatu riset tentang kepadatan hunian rumah antara di

daerah nelayan daerah pertanian, didapatkan data seperti

pada tabel di bawah.

Selidikilah dengan

= 5%, apakah ada perbedaan

(23)

NO

Kepdt Rmh Nelayan

Kepdt Rmh Petani

1

4,25

1,75

2

3,10

2,35

3

3,25

3,22

4

3,05

3,40

5

2,41

2,67

6

2,15

4,01

7

2,25

1,90

8

3,52

2,48

9

2,03

3,33

10

1,85

3,26

11

4,19

2,89

12

2,86

3,35

13

4,02

2,87

14

3,83

2,55

15

1,92

3,46

16

3,02

17

3,23

18

4,05

19

3,21

20

3,09

21

2,83

(24)

Penyelesaian :

Hipotesis

Ho : KRN = KRP

tidak berbeda kepadatan hunian rumah

nelayan dan rumah petani

Ha : KRN

KRP

ada berbeda kepadatan hunian rumah

nelayan dan rumah petani

Level signifikansi

= 5% = 0,05

(25)
(26)

Kepadatan Rumah RANK Rumah Nelayan (N), Petani (P) 1,75 1 RP

1,85 2 R N 1,9 3 RP 1,92 4 R N 2,03 5 R N 2,15 6 R N 2,25 7 R N 2,35 8 RP 2,36 9 RP 2,41 10 R N 2,48 11 RP 2,55 12 RP 2,67 13 RP 2,83 14 RP 2,86 15 R N 2,87 16 RP 2,89 17 RP 3,02 18 RP 3,05 19 R N 3,09 20 RP

(27)

NO Kepdt Rmh Nelayan Rank Kepdt Rmh Petani Rank

1 4,25 37 1,75 1

2 3,1 21 2,35 8

3 3,25 25 3,22 23

4 3,05 19 3,4 29

5 2,41 10 2,67 13

6 2,15 6 4,01 33

7 2,25 7 1,9 3

8 3,52 31 2,48 11

9 2,03 5 3,33 27

10 1,85 2 3,26 26

11 4,19 36 2,89 17

12 2,86 15 3,35 28

13 4,02 34 2,87 16

14 3,83 32 2,55 12

15 1,92 4 3,46 30

16 3,02 18

17 3,23 24

18 4,05 35

19 3,21 22

20 3,09 20

21 2,83 14

22 2,36 9

(28)
(29)
(30)

Df/dk/db

Df tidak diperlukan

Nilai tabel

Nilai tabel pada tabel Z, Uji dua sisi,

= 5%, =1, 96

Daerah penolakan

Menggunakan rumus

0,0309

< 1,96 ; berarti Ho diterima, , Ha ditolak

Kesimpulan

(31)
(32)

NOMOR

KELEMBABAN RMH KE TIMUR

KELEMBABAN RUMAH KE SELATAN

1

68

65

2

56

54

3

78

79

4

60

58

5

70

70

6

72

59

7

65

60

8

55

55

9

60

54

10

64

60

11

48

54

12

52

50

13

66

64

14

59

55

15

75

70

16

64

68

17

53

50

18

54

56

19

62

60

20

68

62

21

70

70

22

59

54

23

48

50

24

53

56

25

63

60

26

60

56

27

62

64

28

51

54

29

58

56

Referensi

Dokumen terkait

1' Data berikut t&#34;:n1-nJYkkan tentang.Produktivitas kerja pegawai yang dikelompokJ&lt;an berdasarkan Jenis Kelamin (Pria tzui wanita) dan'periode pengukuran?. (sebelum

Kegiatan pengumpulan data beban kerja sesudah menggunakan alat bantu dapat dilihat dalam rekapitulasi pengukuran denyut nadi pada 2 operator di stasiun pencetakan dan pengantaran

Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk suatu keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal

• Data sampel terdiri atas 10 pasien pria mendapat obat captopril dengan dosis 6,25mg. Pasien diukur dengan tekanan darah sistolik sebelum pemberian obat dan 60 menit

Selanjutnya, menurut hukum perkawinan agama Budha, bahwa perkawinan adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang pria sebagai suami dan seorang wanita sebagai

Dari hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pekerja pada   shif  t malam lebih tinggi tingkat kelelahan, tekanan darah sistol dan diastol, denyut nadi,

Pengujian ini dilakukan untuk memasukkan data variabel sebagai batas denyut nadi yang digunakan sebagai acuan pengendara mengantuk dan notifikasi alarm pada

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: antara tinggi badan dan berat badan dengan frekuensi denyut nadi terjadi hubungan yang secara statistik