MAKALAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA 2
Cara pembelajaran persentase dalam teori gagne
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran matematika 2
Semester Genap, Tahun Akademik 2018/2019
Dosen
Nur Fadli Hazhar Fachrial,ST.,M.Pd.
Di Susun Oleh:
Indriyati 168610028
SEMESTER 4
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ARRAHMANIYAH Jl. Masjid Al-Ittihad No.12 Bojong Pondok Terong – Cipayung
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, salah satu usaha yang dapat kita lakukan ialah dengan memahami anak-anak kita belajar. Dalam belajar haruslah terdapat suatu teori belajar, karena perumusan teori bukan hanya penting, melainkan vital bagi psikologi dan pendidikan, untuk dapat maju dan berkembang dan memecahkan masalah-masalah yang ditemukan pada setiap bidang pendidikan. Karena teori selalu berubah tanpa henti. Fungsi dari teori ini adalah untuk mensistematikan penemuan-penemuan, melahirkan hipotesis-hipotesis, membuat prediksi, memberikan penjelasan.Perjalanan pembelajaran matematika Indonesia tidak terlepas dari teori-teori belajar yang telah bervariasi di buat oleh ahli-ahli belajar. Bagaimana mereka menciptakan pembelajaran yang efektif demi tercapainya prestasi yang baik. Semakin banyaknya teori belajar ternyata banyak persamaan yang intinnya adalah menciptakan pembelajaran yang efektif dikelas. Salah satu teori belajar yang dapat diterapkan pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar adalah teori belajar Gagne. Penganut psikologi tingkah laku (behaviourist) seperti Thorndike, Skinner, atau Gagne memandang belajar sebagai hasil dari pembentukan hubungan antara rangsangan dari luar (stimulus) serta tanggapan dari dalam diri si anak (response) yang bisa diamati.
B. Rumusan masalah
1. apa teori gagne ?
2. bagaimana cara pembelajaran persentase dalam teori gagne ?
C. Tujuan
1. memenuhi tugas mata kuliah pembelajaran matematika 2
2. mengetahui teori gagne dalam pembelajaran matematika 2
BAB II
PEMBAHASAN
A.Teori Belajar Robert M. Gagne
Pandangan Gagne tentang belajar dikelompokkan menjadi 8 tipe. Kedelapan tipe tersebut adalah belajar dengan
: (1) isyarat (signal)
(2) stimulus respons
(3) rangkaian gerak (motor chaining)
(4) rangkaian verbal (verbal chaining)
(5) memperbedakan (discrimination learning)
(6) pembentukan konsep (concept formation)
(7) pembentukan aturan (principle formation)
(8) pemecahan masalah (problem solving) (Ruseffendi, 1988)
Terdapat 2 di antara 8 tipe belajar yang dikemukakan oleh Gagne yang erat kaitannya dengan pendekatan pengajuan masalah matematika, yaitu:
(1) rangkaian verbal (verbal chaining)
(2) pemecahan masalah (problem solving).Rangkaian verbal (verbal chaining).
Rangkaian verbal dalam pembelajaran matematika dapat berarti mengemukakan pendapat yang berkaitan dengan konsep, simbol, definisi, aksioma, lemma atau teorema, dalil atau rumus. Sedangkan pengertian rangkaian verbal itu sendiri menurut Ruseffendi (1988) adalah perbuatan lisan terurut dari dua rangkaian kegiatan atau lebih stimulus respons. Dengan
memperhatikan pengertian di atas, maka dapat dikatakan bahwa tipe belajar rangkaian verbal dapat mengantarkan siswa dalam mengaitkan antara skemata yang telah dimiliki siswa dengan unsur-unsur dalam matematika yang akan dipelajarinya.
dimaksud di atas adalah tuntutan kemampuan siswa untuk memahami masalah, merencanakan dan menjalankan strategi penyelesaian masalah. Ketiga langkah tersebut juga merupakan langkah-langkah dalam pembelajaran dengan pendekatan pengajuan masalah matematika (Silver et al., 1996). Selain itu, Cars (dalam Sutawidjaja, 1998) menegaskan bahwa untuk meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah matematika, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan jalan membiasakan siswa mengajukan masalah, soal, atau pertanyaan matematika sesuai dengan situasi yang diberikan oleh guru.
Menurut Gagne belajar matematika terdiri dari objek langsung dan objek tak langsung. objek tak langsung antara lain kemampuan menyelidiki, kemampuan memecahkan masalah, ketekunan, ketelitian, disiplin diri, bersikap positif terhadap matematika. Sedangkan objek tak langsung berupa fakta, keterampilan, konsep, dan prinsip.
Fakta adalah konvensi (kesepakatan) dalam matematika seperti simbol-simbol matematika. Fakta bahwa 2 adalah simbol untuk kata ”dua”, simbol untuk operasi penjumlahan adalah ”+” dan sinus suatu nama yang diberikan untuk suatu fungsi trigonometri. Fakta dipelajari dengan cara menghafal, drill, latiahan, dan permainan.
Keterampilan (Skill) adalah suatu prosedur atau aturan untuk mendapatkan atau memperoleh suatu hasil tertentu. contohnya, keterampilan melakukan pembagian bilangan yang cukup besar, menjumlahkan pecahan dan perkalian pecahan desimal. Para siswa dinyatakan telah memperoleh keterampilan jika ia telah dapat menggunakan prosedur atau aturan yang ada dengan cepat dan tepat.keterampilan menunjukkan kemampuan memberikan jawaban dengan cepat dan tepat.
Konsep adalah ide abstrak yang memunkinkan seseorang untuk mengelompokkan suatu objek dan menerangkan apakah objek tersebut merupakan contoh atau bukan contoh dari ide abstrak tersebut. Contoh konsep himpunan, segitiga, kubus, lingkaran. siswa dikatakan telah mempelajari suatu konsep jika ia telah dapat membedakan contoh dan bukan contoh. untuk sampai ke tingkat tersebut, siswa harus dapat menunjukkan atribut atau sifat-sifat khusus dari objek yang termasuk contoh dan yang bukan contoh.
B. Pembelajaran persentase menurut gagne
persentase atau perseratus adalah adalah sebuah angka atau perbandingan (rasio) untuk menyatakan pecahan dari seratus. Persentase sering ditunjukkan dengan simbol "%". Persentase juga digunakan meskipun bukan unsur ratusan. Bilangan itu kemudian diskalakan agar dapat dibandingkan dengan seratus. Sebagai contoh, 4 orang dosen sedang mengawas ujian di kampus, 3 dari mereka tak berkacamata, dan 1 orang berkacamata. Persentase dosen tak berkacamata adalah 3 dari 4 = 3/4 = 75/100 = 75%, sementara dosen berkacamata adalah 1 dari 4 = 1/4 = 25/100.
Untuk mengetahui suatu bilangan dalam bentuk persen perlu dipahami langkah-langkah berikut. 1. Ketahui nilai pecahan atau nilai perbandingan suatu bilangan
2. Kalikan bilangan tersebut dengan angka 100%
Contohnya kita akan menghitung persentase angka 17 dibandingkan dengan angka 25, maka: • Langkah 1: Tulis bentuk pecahan atau bentuk perbandingan dari angka 17 terhadap angka 25, yaitu 17/25.
• Langkah 2: Kalikan 17/25 dengan angka 100%. Maka nilai persentasenya (17/25)x100 % = 68 %.
Persentase = Nilai yang dibandingkan : nilai yang perbanding x 100%
Persentase Kenaikan
Salah satu penggunaan persentase adalah untuk menghitung kenaikan nilai. Persentase kenaikan nilai dihitung berdasarkan perbandingan nilai kenaikan dengan nilai semula (nilai referensi) sebelum adanya kenaikan. Untuk menghitung presentase kenaikan nilai, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Ketahui nilai semula (nilai referensi) sebelum kenaikan. 2. Katahui nilai kenaikan
3. Hitung perbandingan nilai kenaikan terhadap nilai semula.
4. Kalikan hasi langkah 3 (perbandingan nilai kenaikan terhadap nilai semula) dengan angka 100%.
BAB III
Soal: Hitung pecahan 1/4 dalam persen! (Petunjuk: Persentase = nilai perbandingan x 100%).
Jawab:
Angka 1/4 adalah nilai perbandingan,
maka persentase dari angka 1/4 = (1/4) x 100% = 25%. Contoh Soal 2
Soal: Hitung pecahan 0,375 dalam persen! (Petunjuk: Persentase = nilai perbandingan x 100%).
Jawab:
Angka 0,375 adalah nilai perbandingan yang sama dengan 375/1000. Jadi 0,375 = 0,375 x 100% = 37,5%
Contoh Soal 3
Soal: Berapa persen jika 5 dibandingkan dengan 60? (Petunjuk: Persentase = nilai perbandingan x 100 persen).
Jawab:
Persentase 5 dari 60 = (5/60) x 100% = 8,33% Contoh Soal 4
Soal: Sebuah sepatu dijual dengan harga 100.000 rupiah dari harga semula 150.000 rupiah. Berapa persen diskon harga sepatu tersebut? Persentase penurunan = perbandingan nilai penurunan terhadap nilai semula dikalikan 100%).
Jawab:
Penurunan harga = 150.000 – 100.000 = 50.000.
Persentase penurunan = (50.000/150000) x 100% = 33,33%. Contoh Soal 5
Soal: sebuah tangki air diperbesar kapasitasnya dari 2500 liter menjadi 3000 liter. Berapa persen kenaikan kapasitas tangki air tesebut? (Petunjuk: persentase kenaikan =
perbandingan nilai kenaikan terhadap nilai awal dikalikan 100%). Jawab: