• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KELAYAKAN BISNIS I PROFIL PERUSAHA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STUDI KELAYAKAN BISNIS I PROFIL PERUSAHA"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KELAYAKAN BISNIS

I

PROFIL PERUSAHAAN

A. NAMA DAN BENTUK PERUSAHAAN

Bentuk perusahaan : Perusahaan Produksi

Bidang usaha : Makanan dan minuman dalam dan luar negri untuk semua umur Nama perusahaan : YUZELS RESTO

B. ALAMAT PERUSAHAAN Kampung Cina kota Bukittinggi

C. VISI PERUSAHAAN

Mendirikan restaurant yang tidak hanya menyediakan makanan dalam namun juga luar negri,tidak hanya untuk orang dewasa namun juga untuk anak-anak dan untuk balita yang berkualitas tinggi, menyehatkan dan terbaik.

D. MISI PERUSAHAAN

Membuat restaurant yang bermutu dan berbeda dari restaurant lain. Membuat makanan dan minuman yang tepat bagi konsumen sehingga menjadi produk premier bagi para konsumen.

E. TUJUAN PERUSAHAAN

1. Menyediakan makanan dan minuman dengan lebih 500 restaurant di seluruh Indonesia. 2. Menciptakan Brand dan Francise

3. Restaurant dimana setiap pengunjung merasa puas

4. Makanan yang paling baik di kelasnya, menu makanan yang sehat namun lezat

(2)

II

LATAR BELAKANG PENDIRIAN PERUSAHAAN

Sebagaimana kita ketahui, Bukittinggi merupakan kota wisata yang sering dikunjungi oleh turis dalam maupun luar negri. Banyak para turis yang datang ke Bukittinggi tidak hanya untuk untuk menikmati keindahan alamnya namun juga mencicipi jajanan dan masakan yang terkenal dari daerah tersebut..

Dengan mengharapkan kenyamanan dikota ini, banyak para turis yang tidak segan-segan membayar mahal untuk mencicipi makanan yang benar-benar membangkitkan selera makan mereka. Turis yang berkunjung tidak hanya orang dewasa namun juga balita dan anak-anak. Walaupun hanya berwisata namun kebutuhan gizi mereka tidak dapat dikesampingkan. Mereka butuh lebih banyak lemak dan lebih sedikit serat, sedangkan anak yang telah berusia diatas 3 tahun lebih membutuhkan banyak serat dan vitamin untuk pertumbuhan tubuhnya. Anak kecil cenderung menyukai jajanan dan camilan buatan pabrik yang kebanyakan tidak memperhatikan gizi dan berbahan pengawet, sehinnga gizi si kecil tidak terpenuhi dengan baik.

Dengan demikian kami membuat restaurant dengan menu kreatif dengan gizi yang seimbang sesuai dengan semua usia, rasa yang lezat dan bentuk yang unik serta menarik akan membuat orang yang mencoba akan menyukainya. Kami juga akan memberikan panduan gizi langsung dari Dokter Ahli Gizi dan pengetahuan tentang gizi si kecil yang harus di penuhi sesuai tingkatan umur nya.

(3)

III

KAJIAN ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

Untuk mengetahui layak atau tidak nya usaha ini, pertama saya akan melakukan kajian aspek pasar dan pemasaran. Berikut rinciaan nya :

A. POTENSI PASAR

Yuzels Resto memiliki potensi pasar yang bagus, karena di lingkungan sekitar dan pasaran saat ini bisa dibilang belum ada restaurant yang menjual makanan dari luar makanan dari dalam dan luar negri serta makanan balita dan anak-anak yang mengandung gizi yang cukup dalam satu tempat yang sama, sehingga memungkinkan untuk menguasai pasar dalam menjual menu makanan untuk tersebut.

B. PELUANG PASAR

1. Memudahkan bagi para wisatawan untuk menemukan makanan yang sesuai dengan lidah mereka.

2. Trend saat ini yang lebih ke arah makanan sehat.

3. Menciptakan dan mengembangkan menu atau produk baru jenis makanan.

4. Pengembangan secara terus menerus ke pangsa pasar orang tua selain balita dan anak-anak.

5. Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat. 6. Kerjasama dengan berbagai pihak

C. RENCANA PENJUALAN

Untuk awal pembukaan Yuzels Resto kami menargetkan penjualan untuk setiap outlet nya sebesar 200 porsi per harinya, namun setelah Yuzels Resto dibuka selama 3 bulan kami menargetkan kenaikan penjualan per outlet nya yaitu minimal 600 porsi per hari nya. Dan untuk jangka panjang nya kami menargetkan pembukaan outlet di beberapa kota besar di Indonesia, sehingga penjualan akan semakin meningkat.

(4)

Yuzels Resto adalah restoran yang menyediakan makanan dan minuman dari luar maupun luar negri, untuk dewasa, balita dan anak-anak.

b. Price

Penentuan harga didapat dari metode markup pricing, yang presentase labanya di tentukan dengan mempertimbangkan market place sesuai dengan daya beli konsumen. c. Place

Lokasi pendirian restoran untuk pendistribusian kepada pelanggan tersebut berada di lokasi strategis dan mudah akses bagi target pasar , yaitu di kampong cina yang hanya berjarak beberapa meter dari Jam Gadang yang merupakan pusat Kota Bukittinggi. d. Promotion

Secara umum, program promosi dari market wide adalah program advertising melalui above the line, yaitu iklan radio. Strategi promosi yang dilakukan meliputi :

- Advertising, yaitu melalui above the line : kerjasama dengan stasion radio lokal untuk mengiklankan produk dan menginformasikan event-event yang diadakan oleh Yuzels Resto. Sedangkan melalui below the line : spanduk, poster, brosur, standing banner, hanging mobile

- E-commerce, atau melalui jaringan internet dan jejaring sosial, contohnya facebook, twitter, web atau html, blog, dan lain sebagainya.

- Show case, yaitu berupa merchandise Yuzels Resto.

- Event yang dilaksanakan di Yuzels Resto maupun di luar restoran yang dapat dijadikan sarana promosi yang merupakan kerjasama dengan perusahaan lain maupun sekolah-sekolah dan instansi lain.

e. Saluran distribusi

(5)

IV

KAJIAN ASPEK TEKNIS DAN OPERASIONAL A. RENCANA PROSES PRODUKSI

Proses produksi akan dilakukan di tiap outlet atau restoran sendiri untuk memudahkan proses produksi. Karena kami mengusung tema makanan sehat dan fresh, maka saat ada pemesanan, order atau pembelian barulah produk akan di buat ( dimasak ). Dan karena kami ingin menjaga kualitas dan kesegaran bahan-bahan makanan, kami akan menggunakan metode just in time, kami tidak akan melakukan sistem persedian. Jadi kami akan membeli bahan yang akan digunakan untuk jangka waktu satu hari produksi atau maksimal dua hari produksi saja.

B. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN Peralatan :

1. Kompor gas 7. Lemari pendingin 2. Ricecooker 8. Lemari es

3. Oven 9. Wajan 4. Mixer 10. Panci

5. Blender / juicer 11. Peralatan lain 6. Perkakas dapur ( sendok, baskom, irus)

Perlengkapan:

1. Meja dan kursi 100 set, terdiri dari bermacam-macam jenis dan model dan ukuran. 2. Perlengkapan kasir 1 unit

3. Mangkok dan piring 800 buah 4. Sendok, garpu 1000 pasang 5. AC 5 unit

6. Peralatan lain C. LOKASI USAHA

(6)

usaha ini. Kami membuka induk perusahaan di Kota Bukittinggi karena penduduk Bukittinggi cenderung konsumtif dan banyak sekali wisatawan yang berkunjung kesana. D. LAYOUT

Kami akan menggunakan layout yang nyaman bagi keluarga yang datang dengan ruangan indoor dan outdoor, interior seperti rumah dan ruangan-ruangan yang sangat mencerminkan Bukittinggi serta wilayah lain di Indonesia. Memiliki taman-taman yang nyaman, gambar-gambar dan ukiran-ukiran menarik di setiap dinding nya, juga meja dan kursi yang yang sangat mencerminkan Indonesia, penerangan yang baik, dan ventilasi serta sirkulasi udara yang langsung ke arah taman, sehingga udara lebih segar, dan yang terpenting kesemuanya tetap nyaman dan aman bagi pengunjung.

E. RENCANA JUMLAH PRODUKSI

Untuk rencana jumlah produksi, kami akan memproduksi menu tiap item dengan jumlah yang berbeda, sesuai dengan produk / menu mana yang paling diminati konsumen. Berikut adalah rencana produksi kami.

F. Penjadwalan

Untuk pelayanan toko, Yuzels Resto akan buka pukul 06.00 pagi hingga 08.00 malam. Tetapi untuk layanan delivery order, Yuzels Resto melayani pemesanan 24 jam.

G. PENGENDALIAN KUALITAS 1. Kualitas produk

Untuk kualitas produk dapat dikatakan baik, karena kami hanya menggunakan bahan-bahan yang bermutu baik dan masih segar. Dan ditanam oleh petani sayur dan buah dari kota setempat.

2. Diferensiasi produk

Kami akan membuat produk yang berbeda dari restaurant dan aneka makanan yang sudah beredar maupun tidak beredar di pasaran, kami memadukan sayur, buah , susu atau menu empat sehat lima sempurna yang sehat dengan paduan rasa lezat dan bentuk yang menarik bagi konsumen serta aman di konsumsi.

3. Diferensiasi pelayanan

(7)

4. Pelanggan atau konsumen

(8)

V

KAJIAN ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI A. PERENCANAAN (PLANNING)

a. Sisi Pendekatan Perencanaan

Yuzels Resto menggunakan pendekatan kombinasi dalam pembuatan suatu

perencanaan yaitu Pendekatan Atas-Bawah (Top-Down) dan Pendekatan Bawah-Atas (Bottom-Up) dengan persentase yang relatif seimbang antara keduanya. Sedangkan perencanaan detailnya diserahkan kepada kreativitas para karyawan dengan tetap mematuhi aturan yang ada, sehingga tercipta hubungan komunikasi yang baik dan feedback yang seimbang antara pemilik dengan para karyawan.

b. Sisi Jangka Waktu dan Tingkatan Manajemen

Jika dilihat dari waktu yang digunakan untuk pengaplikasian suatu rencana usaha, Yuzels Resto menerapkan Perencanaan Jangka pendek dan jangka panjang.

c. Sisi Program Kerja

Yuzels Resto berusaha melaksanakan aktivitas produksi untuk mencapai target dan omzet yang telah ditentukan sebelumnya.

B. PENGORGANISASIAN (ORGANIZING) Langkah Pengorganisasian

Tujuan utama usaha Yuzels Resto adalah mendapatkan keuntungan / laba / profit yang juga di imbangi dengan manfaat yang kami produksi dengan memberikan kepuasan maksimal kepada pelanggan. Jadi kami akan berusaha untuk menjaga pelayanan terbaik kami dan menjaga mutu serta meningkatkan kualitas yang terus meningkat untuk memenuhi usaha ini secara jangka panjang.

C. PENGARAHAN (ACTUATING)

(9)

D. PENGENDALIAN (CONTROLING)

Pengendalian yang dilakukan oleh Yuzels Resto untuk memastikan apakah aktivitas yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Oleh karena itu, kami menerapkan pelaporan pengawasan, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan dan menjamin diberlakukannya tindakan korektif / perbaikan atas kesalahan yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

E. STRUKTUR ORGANISASI

Yuzels Resto mengatur usaha agar sejalan dengan tujuan usaha, kemampuan sumber daya yang dimiliki, dan kondisi lingkungan usaha baik internal maupun eksternal.

Yuzels Resto di pimpin oleh Direktur, dengan tipe organisasi ini, maka perintah dalam perusahaan ini mengalir dari direktur ke manajer ahli gizi dan pengembngan produk yang mempunyai lima orang staf, manajer strategi dan pemasaran yang mempunyai sepuluh orang staf, manajer SDM yang mempunyai bawahan penanggungjawab masing-masing cabang, dan manajer keuangan yang mempunyai dua orang staf.

Setiap oulet atau restoran cabang di pimpin oleh penanggungjawab cabang, disetiap cabang terdiri dari lima orang staf produksi / masak, delapan orang pelayan dan 1 orang kasir.

F. JUMLAH TENAGA KERJA DAN JOB DESKRIPSI

Untuk jumlah tenaga kerja, Yuzels Resto membutuhkan satu orang penanggungjawab cabang, satu orang kepala koki sekaligus penganggung jawab dapur, lima belas orang untuk kegiatan produksi atau memasak menu, tiga puluh lima orang pelayan saat ada konsumen yang memesan menu,sepuluh orang pengantar pesanan,dan empat orang kasir yang meayani transaksi pembelian di toko dan juga struk pembelian delivery order. Berikut tugas dan wewenang dari tenaga kerja atau karyawan yang akan di perkerjakan ;

Jumlah tenaga kerja per restaurant / outlet : a. 1 orang penanggungjawab cabang

Tugas:

- Bertugas mengurus bahan, alat dan yang bersangkutan dengan proses produksi - Mencatat keuangan retoran cabang

(10)

- Melaporkan seluruh kegiatan operasi restoran kepada pemilik atau direktur - Mengawasi kinerja karyawan serta memberikan motivasi jika diperlukan Wewenang:

- Mengambil keputusan terbatas pada masalah jalannya kegiatan restoran - Merekrut dan memberhentikan karyawan dengan persetujuan direktur b. 1 orang kepala koki sekaligus penanggung jawab dapur

Tugas :

- Mengepalai semua kegiatan dan urusan di dapur c. 15 orang divisi produksi / memasak

Tugas :

- Bertugas memasak menu makanan

- Mencatat bahan yang dibutuhkan dan persediaan bahan - Mencuci alat dan perlengkapan produksi

Wewenang

- Mengatur dapur untuk kemudahan produksi d. 35 orang pelayan

Tugas :

- Melayani konsumen, mulai dari penyambutan hingga mencatat pesanan - Membersihkan restoran

e. 10 orang pengantar pesanan Tugas:

- Mengantarkan pesanan hingga sampai pada tempat pelanggan dengan selamat f. 4 orang kasir

Tugas:

- Melayani transaksi pembelian baik di restoran maupun struk delivery order

(11)

VI

KAJIAN ASPEK PERSAINGAN 1. IDENTIFIKASI PESAING

a. Jumlah Competitor

Jumlah pesaing secara keseluruhan tidak terlalu banyak, namun pesaing terberat kami adalah restauran-restauran cepat saji seperti KFC, Texas, dan restaurant lain disekitar yang digemari oleh seluruh kalangan dengan harga yang terjangkau. Namun di sisi lain Yuzels Resto ini mempunyai kelebihan, yaitu suatu menawarkan makanan yang beraneka ragam yang sesuai dengan tingkatan umur dan lidah konsumen.

b. Penguasa skala ekonomi

Penguasaan pasar dari restauran-restauran lain dapat dikatakan sebesar 60%. c. Merek

- KFC

KFC adalah suatu merk dgang waralaba dari Yum Brand, Inc, yang bermarkas di Louisville, kentucy. KFC dikenal dengan terutama karena ayam goreng nya, dengan iklan di televisi dan promosi ultah anak-anak di KFC, membuat anak-anak turut menggemari merk ini. Restoran KFC pertama di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1979 di jalan Melawai, Jakarta.

- Texas

Texas adalah rangkaian rumah makan siap saji internasional yang menjual burger, ayam goreng, kentang goreng dan minuman ringan. Tidak jauh berbeda dengan KFC, Texas juga mengincar segmen anak-anak dengan iklan.

d. Loyalitas pelanggan

Kesetiaan pelanggan terhadap restauran cepat saji tersebut karena makanan yang diproduksinya enak, menarik, unik dan terjangkau, serta pelayanan yang ramah dari para pelayannya.

e. Harga yang ditawarkan

(12)
(13)

internet karena penggunaan internet telah meningkat. -Kerjasama dengan berbagai pihak

-susahnya wisatawan mencari restaurant yang menghidangkan makan yang cocok dengan seleranya.

ANCAMAN (THREATS-T)

-banyak konsumen yang menyukai menu cepat saji

-harga yang sulit untuk bersaing dengan restoran cepat saji

STRATEGI ST

-membuat menu yang lebih menarik dari pada menu cepat saji -mencari pemasok yang murah agar dapat meminimalisir harga

STRATEGI WT

-membuat promosi di televisi yang menarik bagi konsumen

3. STRATEGI PERUSAHAAN

(14)

- Pengembangan produk baru yang sejenis, agar tidak jenuh, kami akan terus mengembangkan produk-produk lainnya untuk memenuhi tujuan jangka panjang kami.

- Menciptakan brand / merek yang kuat di pasaran

(15)

VII

KAJIAN ASPEK KEUANGAN A. Kebutuhan Dana Investasi

a. Modal Tetap

 Bangunan Rp.

3.050.000.000,- Tanah Rp

750.000.000,- Kendaraan (3 mobil @ Rp 150.000.000,

Motor 5 @ Rp. 15.000.000,-) Rp.

1.200.000.000,- Peralatan Rp.

12.000.000.000,- Kursi, sofá, dan meja Rp.

4.000.000.000,-Total Kebutuhan Modal Tetap Rp.

21.000.000.000,-b. Modal kerja

 Perlengkapan Rp.

8.000.000.000,- Bahan produksi Rp.

535.000.000,- BOP Rp.

315.000.000,- BTKL Rp.

20.150.000.000,-Total kebutuhan modal kerja Rp.

29.000.000.000,-Total kebutuhan dana investasi Rp.

50.000.000.000,-B. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana

(16)

C. Rencana Kebutuhan Dana a. Aktiva Tetap

a. Tanah Rp

750.000.000,-b. Bangunan Rp

3.050.000.000,-c. Kendaraan (3 mobil @ Rp 150.000.000,

Motor 5 @ Rp. 15.000.000,-) Rp.

1.200.000.000,-d. Peralatan Rp.

12.000.000.000,-e. Kursi, sofa, dan meja Rp.

4.000.000.000,-Jumlah Aktiva Tetap Rp

21.000.000.000,-b. Aktiva Lancar

1. Kas Rp 750.000.000,-

2. Perlengkapan Rp. 8.000.000.000,-3. Assuransi di bayar dimuka Rp. 24.0 00.000 ,-

Jumlah Aktiva Lancar Rp

8.052.000.000,-Total Aktiva Rp 29.052.000.000,-

D. Proyeksi Keuangan a. Proyeksi pendapatan

• Pendapatan per bulan Rp 3.063.000.000,- • Pendapatan per tahun Rp 36.756.000.000,-

b. Biaya operasi dan pemeliharaan

Biaya tidak tetap (per tahun)

 Biaya bahan baku (@ bulan Rp. 11.500.000) Rp. 138.000.000,- Biaya bahan pembantu (@ bulan Rp.8.000.000) Rp.

(17)

234.000.000,-Biaya tetap

 Gaji karyawan (per bulan x 12)

- 1 orang penanggung jawab cabang Rp. 144.000.000,-- 1 orang kepala koki Rp. 96.000.000,-- 15 orang devisi produksi / memasak Rp. 720.000.000,-- 35 orang pelayan Rp. 840.000.000,-- 10 orang pengantar pesanan

Rp.180.000.000,-- 4 orang kasir

Rp.168.000.000,-Total gaji karyawan Rp.

2.148.000.000,- Biaya listrik, telepon, dan air Rp.

75.000.000,- PBB Rp.

3.200.000,- PPH Rp.

11.026.800.000,- Dep. bangunan gedung 50th Rp. 70.000.000,- Dep. kendaraan 10 th Rp.

120.000.000,- Dep. peralatan Rp.

155.000.000,- Dep. Kursi, sofa, dan meja Rp. 200.000.000,- Biaya perawatan per tahun Rp.

20.000.000,-Total biaya tetap Rp.

13.818.000.000,-E. Cash in flow / Arus Kas

Uraian Tahun I Tahun II Tahun III

Aliran kas dari aktivitas operasi aliran kas masuk:

- Penjualan

Aliran kas keluar :

(18)

- BTK

Rp. 5.136.000.000,- Rp. 33.363.400.000,-

Rp.34.084.340.000,-Aliran kas dari aktivitas pendananaan

- Utang bank Rp. 15.000.000.000,- Rp. 15.000.000.000,-

Rp.15.000.000.000,-Penambahan atau

Kas dan setara kas akhir Rp. 20.886.000.000,- Rp. 49.113.400.000,- Rp.

49.834.340.000,-HPP = Harga pokok/unit + bahan pembantu + BTK + BOP

HPP thn I = Rp. 11.500.000,- + Rp. 8.000.000,- + Rp. 2.148.000.000,- + = Rp.

2.477.500.000,-HPP thn II = Rp. 13.454.000,- + Rp. 8.345.000,- + Rp. 2.148.000.000,- + = Rp.

(19)

F. LAPORAN LABA-RUGI

LAPORAN LABA RUGI (Thn I)

Penjualan Rp 36.756.000.000,- HPP ( Rp. 2.477.500.000,-) Laba kotor Rp.

34.278.500.000,-Biaya operasi

 Gaji karyawan Rp. 2.148.000.000,- Biaya listrik, telepon, dan air Rp.

75.000.000,- PBB Rp.

3.200.000,- Dep. bangunan gedung 50th Rp. 70.000.000,- Dep. kendaraan 10 th Rp. 120.000.000,- Dep. peralatan Rp. 155.000.000,- Dep. Kursi, sofa, dan meja Rp. 200.000.000,- Biaya perawatan per tahun Rp.

(20)

20.991.110.000,-Laporan laba rugi (thn 2)

Penjualan Rp.

35.945.400.000,-HPP ( Rp. 2.479.799.000,-) Laba kotor Rp.

33.465.601.000,-Biaya operasi

 Gaji karyawan Rp. 2.148.000.000,- Biaya listrik, telepon, dan air Rp.

74.550.000,- PBB Rp.

3.200.000,- Dep. bangunan gedung 50th Rp. 70.000.000,- Dep. kendaraan 10 th Rp. 120.000.000,- Dep. peralatan Rp. 155.000.000,- Dep. Kursi, sofa, dan meja Rp. 200.000.000,- Biaya perawatan per tahun Rp.

(21)

20.422.395.700,-Laporan laba-rugi (thn III)

Penjualan Rp.

36.775.340.000,-HPP ( Rp. 2.481.517.000,-) Laba kotor Rp.

34.293.823.000,-Biaya operasi

 Gaji karyawan Rp. 2.148.000.000,- Biaya listrik, telepon, dan air Rp.

75.553.000,- PBB Rp.

3.200.000,- Dep. bangunan gedung 50th Rp. 70.000.000,- Dep. kendaraan 10 th Rp. 120.000.000,- Dep. peralatan Rp. 155.000.000,- Dep. Kursi, sofa, dan meja Rp. 200.000.000,- Biaya perawatan per tahun Rp.

(22)

20.999.699.000,-PENILAIAN INVESTASI 1. B/C Ratio

Rasio ini berguna untuk memperhitungkan jumlah keseluruhan pendapatan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan biaya.

B/C Ratio = total Revenue/ total cost

= Rp 24.750.000.000,- / Rp.10.216.200.000,-= 2,42

2. Average Rate of Return

Yaitu dengan membandingkan Rata – rata EAT dengan Rata- rata Investasi ARR : Modal kerja : Rp.

29.000.000.000,- Rata-rata dana dalam aktiva tetap : Rp 21.000.000.000,- : 2 =Rp. 10.500.000.000,- Total investasi rata-rata : Rp. 10.500.000.000,- + Rp. 29.000.000.000,-

= Rp.

39.500.000.000,-Periode EAT Investasi rata- rata ARR

Tahun I Rp.

20.991.110.000,-Rp.

39.500.000.000,-Rp .20.804 .401.570

Rp.31.500 .000.000×100 %

Tahun II Rp. 20.422.395.700,-Tahun III Rp.

20.999.699.000,-Hasil Rp. 20.804.401.570,- Rp. 39.500.000.000,- = 52,70 %

Sebuah investasi dikatakan layak apabila menghasilkan ARR yang tinggi.

3. Payback Period (PP)

Menilai layak tidaknya usulan proyek investasi cukup dengan membandingakan antara waktu pengembalian jumlah dana untuk investasi dengan umur ekonomis proyek.

 Aliran kas masuk (CIF) = EAT + Depresiasi

Periode EAT Depresiasi CIF

Tahun I Rp. 20.991.110.000,- Rp.

545.000.000,-Rp.

21.536.000.000,-Tahun II Rp. 20.422.395.700,- Rp.

545.000.000,-Rp.

(23)

20.967.395.700,-Tahun  Investasi = modal kerja + modal tetap

= Rp. 29.000.000.000,- + Rp. = Rp.

50.000.000.000,- I0 = Rp. 50.000.000.000,-CIF thn I = (Rp. 21.536.000.000,-)

= Rp. 28.464.000.000,-CIF thn II = (Rp. 20.967.395.700,-) = Rp.

7.496.604.300,- PP = Rp .7.496 .604 .300,− ¿

Rp .21.544 .699.000,−¿×12bulan¿¿ = 4,18

= 4 bulan 6 hari

Total waktu = 2 tahun 4 bulan 6 hari

Jadi investasi yang telah ditanamkan oleh Yuzels Resto akan kembali dalam kurun waktu selama kurang lebih 2 tahun 4 bulan 6 hari.

4. Net Present Value ( NPV )

Tahun CIF DF (7%) PV

I Rp. 21.536.000.000,- 1,808 Rp. 38.937.088.000,-II Rp. 20.967.395.700,- 1,579 Rp. 33.107.517.810,-III Rp. 21.544.699.000,- 1,379 Rp.

29.710.139.920,-Total PV Rp.

101.754.745.700,-Diasumsikan bahwa diskon faktor sesuai dengan yang ditetapkan oleh perusahaan. Jika NPV > 0 Usulan proyek diterima ( Positif )

Jika NPV < 0 Usulan proyek ditolak ( Negatif )

Jika NPV = 0 Nilai perusahaan tetap dan perlu pertimbangan lagi

NPV

t n

¿1 ctf

(24)

= Rp. 101.754.745.700 - Rp. 50.000.000.000,-= Rp.

51.754.745.700,-Dengan demikian investasi yang dilakukan dalam pembuatan Yuzels Resto dapat dikatakan layak karena hasil dari NPV positif yaitu sebesar Rp. 51.754.745.700,- .

5. Internal Rate of Return

Tahun CIF DF (7%) PV DF=10 %

PV

I Rp. 21.536.000.000,- 1,808 Rp. 38.937.088.000,- 0,909 Rp. 19.576.224.000,-II Rp. 20.967.395.700,- 1,579 Rp. 33.107.517.810,- 0,826 Rp. 17.319.068.482,-III Rp. 21.544.699.000,- 1,379 Rp. 29.710.139.920,- 0,751 Rp. 16.180.068.950

Total PV Rp. 101.754.745.700,- Rp.

53.075.361.432,-NPV Rp. 51.754.745.700,- Rp.

3.075.361.432,-IRR = I1 + (I2-I1) ×

NPV1

NPV1−NPV2

= 7% + (10%-7%) × Rp .51.754 .745 .700Rp .51.754 .745 .700Rp .3.075 .361 .432

= 10,60%

Dengan demikian investasi yang dilakukan dalam pembuatan Yuzels Resto dapat dikatakan layak karena IRR (10,60%) > I (7%).

6. Pengembalian Modal Tahu

n

EAT Modal Pengembalian modal

I Rp. 20.991.110.000,- Rp. 50.000.000.000,- 41,98% II Rp. 20.422.395.700,- Rp. 50.000.000.000, 40,84%

III Rp. 20.999.699.000,- Rp. 50.000.000.000, 42,99%

Rasio ini menunjukkan bahwa perusahaan berada pada kondisi atau kinerja yang baik, karena mampu melakukan pengembalian modal sebesar 41,98 % dalam satu tahun.

VIII

(25)

Aspek-aspek lingkungan luar perusahaan yang paling dekat adalah aspek lingkungan industri, dimana bisnis perusahaan tersebut berada. Aspek lingkungan industri lebih mengarah pada aspek persaingan dimana perusahaan berada. Akibatnya, faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan, seperti ancaman pada perusahaan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri manjadi perlu untuk dianalisis guna Studi Kelayakan Bisnis.

a. Ancaman masuk pendatang baru

Dengan hadirnya Yuzels Resto di khawatirkan akan muncul pendatang baru juga, terlebih lagi inovasi yang kami lakukan akan menarik banyak pendatang baru yang tertarik pada keunikan dan ekspetasi usaha ini.

Faktor-faktor penghambat pendatang baru masuk ke dalam suatu industri (Hambatan Masuk) adalah sebagai berikut :

 Skala ekonomi

Dalam faktor ini, biasanya pendatang baru kalah dengan pesaing-pesaing lainnya yang lebih dikenal oleh konsumen dan mempunyai tempat yang lebih besar dari pendatang baru. Oleh karena itu, “Yuzels Resto ” berusaha untuk memperbesar skala produksi dan meningkatkan mutu kualitas.

 Diferensiasi produk

Dalam diferensiasi produk, pengusaha harus mencari banyak cara untuk menarik pelanggan atau konsumen. Salah satu cara yang diterapkan oleh Yuzels Resto adalah dengan strategi kualitas dan mutu serta inovasi yang unggul. Selain itu Yuzels Resto juga berorientasi pada kepuassan pelanggan.

 Kecukupan modal

Yuzels Resto berusaha untuk mencukupi kebutuhan modalnya untuk jangka panjang.

 Akses ke saluran distribusi

Yuzels Resto mempunyai metode untuk saluran distribusi yaitu berupa hotel-hotel selain memasarkan produknya secara langsung ke pihak konsumen.

 Ketidakunggulan biaya independen

Keunggulan biaya Yuzels Resto timbul dari teknologi dan inovasi produk yang telah dipatenkan pemilik usaha Yuzels Resto, konsesi bahan baku, atau bahkan memungkinkan subsidi dari pemerintah. b. Persaingan sesame perusahaan dalam industry

(26)

 Jumlah Kompetitor

Di daerah sekitar Yuzels Resto didirikan sejumlah kompetitor yang tidak terlalu mempengaruhi karena di daerah tersebut tidak ada usaha yang benar-benar sejenis dengan Yuzels Resto.

 Tingkat Pertumbuhan Industri

Keadaan Yuzels Resto sampai saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan perolehan keuntungan / proft / laba yang signifkan dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan masih belum ada pesaing yang benar-benar sejenis di daerah tersebut, sehingga memudahkan pertumbuhan usaha ini.

 Karakteristik Produk

Yuzels Resto sudah melakukan pembedaan produk dengan pesaing lain agar usaha ini mudah dikenal karena mempunyai ciri khas tersendiri. Yuzels Resto menerapkan spesifkasi produk yang diutamakan dan mempunyai kualitas dan inovasi yang lebih unggul dari pada restoran lain. Oleh karena itu, sebelum membuka usaha ini, terlebih dahulu dilakukan analisis mengenai produk pesaing sehingga Yuzels Resto mengetahui kelebihan dan keunggulan para pesaingnya.

 Biaya Tetap yang Besar

Yuzels Resto beroperasi pada skala ekonomi yang seadang, sehingga termasuk pada jenis usaha yang memiliki total biaya tetap yang besar. Akibatnya, Yuzels Resto menjual produk di atas biaya produksi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat menjaga efsiensi biaya per unit. Seiring dengan berjalannya waktu, jika suatu saat Yuzels Resto telah mampu berproduksi pada tingkat yang maksimal maka Yuzels Resto direncanakan akan melakukan penambahan fasilitas produksi.

 Hambatan Keluar

Hambatan keluar tesebut akan memaksa Yuzels Resto untuk tidak keluar dari area bisnis.

c. Ancaman dari produnk pengganti

(27)

berusaha untuk menstabilkan harga untuk menghindari persaingan dalam bidang harga dan ancaman dari produk substitusi.

d. Kekuatan tawar menawar pembeli (Buyers)

Pembeli dapat mempengaruhi usaha Yuzels Resto dalam memotong harga, meningkatkan mutu dan pelayanan, serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui kekuatan yang mereka miliki.

e. Kekuatan tawar menawar pemasok (Suppliers)

Pemasok dapat mempengaruhi produksi Yuzels Resto lewat kemampuan mereka menaikan harga atau mengurangi kualitas atau service. Untuk itu Yuzels Resto akan berusaha menjaga hubungan baik dengan pemasok dan jeli dalam memilih pemasok dan dapat saling memberikan keuntungan.

f. Pengaruh kekuatan stakesholder lainnya

Yang termasuk dalam pengaruh kekuatan ini adalah berupa kekuatan di luar usaha Yuzels Resto yang mempunyai pengaruh dan kepentingan secara langsung kepada usaha ini. Stakeholder yang dimaksud antara lain adalah pemerintah, lingkungan masyarakat, pemasok, dan kelompok yang mempunyai kepentingan lainnya. Pengaruh yang ditimbulkan oleh masing-masing stakeholder mempunyai variasi yang berbeda-beda di antara usaha satu dengan usaha yang lainnya. Oleh karena itu, Yuzels Resto berusaha untuk mampu mengendalikan pengaruh-pengaruh kekuatan tersebut dan memanfaatkannya / mengolahnya menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi “Yuzels Resto” sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi usaha ini, terutama untuk periode masa mendatang.

B. ASPEK LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL)

Studi aspek lingkungan hidup ini bertujuan untuk menentukan apakah secara lingkungan hidup, misalnya dari sisi udara dan air, rencana bisnis diperkirakan dapat dilaksanakan secara layak atau sebaliknya. Sedangkan yang dimaksudkan dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah suatu hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup. AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan memantau proyek dan lingkungannya dengan menggunakan dokumen yang benar. Analisis yang dilakukan oleh usaha Yuzels Resto ini meliputi keseluruhan kegiatan pembuatan dokumen yang terdiri dari sebagai berikut :

a. Rencana Kelola Lingkungan (RKL)

(28)

bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif sebagai akibat dari suatu rencana usaha / kegiatan yang dilakukan oleh Yuzels Resto. Dalam dokumen ini, Yuzels Resto memberikan pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip, atau persyaratan untuk pencegahan / pengendalian dampak lingkungan yang mungkin terjadi.

Yuzels Resto melakukan riset bahwa hampir tidak ada dampak yang membahayakan lingkungan dari kegiatan / aktivitas yang dilakukan oleh Yuzels Resto. Meskipun demikian, Yuzels Resto tetap melakukan program dan perencanaan untuk pembiayaan terhadap pengelolaan lingkungan. Hal itu dilakukan untuk mencegah jika sewaktu-waktu dibutuhkan dana yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan lingkungan serta menyangkut Yuzels Resto sebagai salah satu usaha / bisnis di lingkungan tersebut.

Hal-hal yang dilakukan oleh Yuzels Resto dalam mengelola lingkungan adalah sisa-sisa bahan produksi yang tidak digunakan akan dikumpulkan menjadi satu dan kemudian dikemas dengan rapat / rapi untuk dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang terdekat dengan lokasi Yuzels Resto berada. Dengan demikian, Yuzels Resto terus berusaha untuk menghindari dan mengupayakan untuk meminimumkan dampak negatif yang bisa mempengaruhi lingkungan di sekitar daerah usaha Yuzels Resto.

b. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

RPL ini dibuat untuk diajukan kepada instansi yang berwenang. Jadi Yuzels Resto melakukan suatu pemantauan terhadap lingkungan di sekitar daerah usaha Yuzels Resto. Selanjutnya, akan diteliti lebih jauh mengenai dampak apa saja yang mungkin bisa terjadi dan mempengaruhi lingkungan di sekitar daerah usaha Yuzels Resto. Hasil dari kegiatan / aktivitas ini akan dilaporkan dalam RPL dan kemudian akan dilampirkan dalam pengajuan surat izin usaha ke Dinas Perizinan di daerah setempat (kota Bukittinggi).

Berdasarkan kajian-kajian aspek lingkungan di atas, dapat disimpulkan bahwa usaha Yuzels Resto memiliki dampak / pengaruh pada lingkungan di sekitar usaha tersebut. Misalnya adalah sisa-sisa bahan produksi yang akan menjadi sampah lingkungan. Oleh karena itu, Yuzels Resto berusaha untuk mengantisipasi dampak tersebut dan mengupayakan agar tidak mengganggu / merugikan lingkungan di sekitar usaha tersebut.

(29)

pelanggan untuk datang dan memberikan order ke tempat Yuzels Resto. Hal ini dikarenakan adanya pemandangan yang kurang menyenangkan dan bau tidak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan-tumpukan sampah tersebut. Sedangkan untuk usaha pencegahan yang lain masih terus dilakukan oleh Yuzels Resto agar usaha ini benar-benar tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sekitar dan tidak merugikan masyarakat sekitar usaha ini.

IX

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Dari semua kajian aspek-aspek yang telah dipaparkan di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan. Melalui kajian aspek-aspek kelayakan bisnis, berikut memaparan kesimpulan dan rekomendasinya :

1. Melalui kajian aspek pasar dan pemasaran

Dapat diketahui usaha ini memiliki potensi dan peluang pasar yang baik, rencana penjualan yang jelas dan strategi pemasaran yang telah terencana dengan baik.

2. kajian aspek teknis dan operasional

(30)

Dapat diketahui usaha ini memiliki rencana organisasi yang baik dan cocok untuk usaha ini, jumlah tenaga kerja dan job diskripsi yang telah terencana dengan baik dan jelas. melalui kajian aspek persaingan, usaha ini memang memiliki banyak pesaing, tetapi usaha ini juga memiliki strategi yang baik dan efektif untuk menghadapi para pesaing.

4. Kajian aspek persaingan

Melalui kajian aspek persaingan, usaha ini memang memiliki banyak pesaing, tetapi usaha ini juga memiliki strategi yang baik dan efektif untuk menghadapi para pesaing. Sehingga Yuzels Resto dapat dikatakan layak. 5. Kajian aspek keuangan

Usaha ini melakukan perhitungan pada Analisis Cash Flow dan Laporan Laba Rugi, sehingga diketahui perkembangan keuangan dari tahun ke tahun. Selanjutnya juga dilakukan perhitungan kriteria investasi yaitu B/C Ratio, Average Rate of Return, Payback Period, Net Present Value, Interest Rate of Return. Perhitungan aspek keuangan tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa usaha Yuzels Resto dapat dikatakan layak.

6. Kajian aspek lingkungan

Usaha ini mengevaluasi aspek lingkungan, baik secara lingkungan industri maupun lingkungan hidup. Dalam lingkungan industri, usaha ini telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghindari pengaruh buruk yang dapat merugikan. Sedangkan dalam lingkungan hidup, usaha ini memberlakukan evaluasi terhadap AMDAL sehingga tidak merugikan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan aspek lingkungan tersebut, maka usaha Yuzels Resto dapat dikatakan layak.

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul (Lembaran Daerah

Jika 2 t it ik let is mempunyai parit as yang sama maka sesuai sif at penj umlahan maka dapat dipast ikan kedua t it ik let is memiliki j arak mendat ar dan j arak vert

Hal penting yang harus diketahui dalam pemrograman komunikasi data DTE-HP menggunakan AT Command adalah ketika akan melakukan instruksi- instruksi untuk pengiriman dan pembacaan

This study aims to find translation procedures from source language (English) to target language (Indonesian) used in translating the Eclipse novel which have

[r]

diterima, dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered

Memperhatikan ketentuan-ketentuan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana diubah terakhir dengan

Sedangkan pada lansia atau usia yang lebih tua, risiko kejadian efek samping obat dipengaruhi oleh beberapa faktor: polifarmasi; kemampuan hepar untuk memetabolisme dan