• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN STRATEGI BEACH BALL II UNTUK M (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENERAPAN STRATEGI BEACH BALL II UNTUK M (1)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN STRATEGI BEACH BALL II UNTUK MENGAKTIFKAN MAHASISWA DALAM MENJAWAB PERTANYAAN DOSEN PADA

PERKULIAHAN GEOMETRI ANALITIK

Oleh : Rudianto Artiono Jurusan Matematika – FMIPA

Universitas Negeri Surabaya

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan strategi Beach Ball II dapat mengaktifkan mahasiswa dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh dosen. Penelitian ini dilakukan pada saat perkuliahan Geometri Analitik yang mengambil materi bola, paraboloida, elipsoida, dan hiperboloida. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2005 B dan mahasiswa lain yang memprogram mata kuliah geometri analitik sebanyak 80 mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui 3 siklus dalam tiga pertemuan. Pada awal siklus diberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang telah diajarkan sebelumnya untuk mengetahui jumlah mahasiswa yang aktif menjawab pertanyaan. Pada siklus berikutnya digunakan strategi Beach Ball II untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen. Pelaksanaan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dalam setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa yang aktif menjawab pertanyaan dosen mengalami peningkatan setelah dilakukan pembelajaran dengan menerapkan strategi Beach Ball II melalui tiga siklus.

(2)

A. PENDAHULUAN

Salah satu masalah yang ditemukan dalam perkuliahan geometri analitik yang telah berlangsung selama beberapa kali tatap muka adalah mahasiswa kurang berperan secara aktif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh dosen. Dari 80 mahasiswa yang memprogram matakuliah geometri analitik, hanya sekitar 5 mahasiswa (6,25%) yang selalu menjawab pertanyaan dosen. Akibatnya setiap kali dosen memberikan pertanyaan kepada mahasiswa, konsentrasi dosen hanya tertuju pada 5 mahasiswa yang aktif tersebut sehingga proses perkuliahan yang seharusnya ditujukan untuk 80 mahasiswa menjadi hanya untuk 5 mahasiswa.

Setelah dilakukan wawancara terhadap beberapa mahasiswa yang tidak aktif tersebut, diperoleh beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain: 1. Mahasiswa merasa malu jika jawaban yang

diberikan nantinya merupakan jawaban yang salah

2. Mahasiswa kesulitan dalam merangkai kata-kata yang akan digunakan dalam menyampaikan jawabannya

3. Mahasiswa tidak terbiasa menyampaikan jawaban

secara lisan di depan mahasiswa lain

4. Mahasiswa merasa grogi ketika menyampaikan pendapatnya

5. Anggapan yang telah membudaya pada mahasiswa

bahwa diam itu ”emas”

6. Mahasiswa merasa bahwa lebih baik diam seribu

kata daripada terlihat bodoh di hadapan orang banyak.

(3)

Untuk mengatasi masalah ketidakaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan dosen, maka diperlukan suatu tindakan khusus pada mahasiswa yang akan dapat memaksa para mahasiswa tersebut mampu menyampaikan pendapatnya di depan orang lain.

Salah satu tindakan yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan strategi beach ball atau bola pantai. Strategi yang dimaksud adalah dosen memberikan pertanyaan kepada mahasiswa kemudian setelah itu dilanjutkan dengan melempar bola pada salah satu mahasiswa yang diharapkan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Melalui penggunaan strategi beach ball, diharapkan masalah ketidakaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan dosen akan dapat teratasi. Hal ini disebabkan karena secara tidak langsung strategi ini memaksa mahasiswa untuk mampu menyampaikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh dosen. Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan strategi Beach Ball II dapat mengaktifkan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen pada perkuliahan geometri analitik?

Strategi Beach Ball II

Dalam suatu proses perkuliahan, ada beberapa strategi atau pendekatan yang dapat digunakan oleh seorang dosen dalam usahanya untuk membantu mahasiswa lebih memahami materi yang diajarkan. Menurut Syafriani (2006), strategi dalam suatu perkuliahan adalah suatu proses yang dapat dilakukan oleh seorang dosen dalam menyusun tahapan perkuliahan, prose situ dimulai dari menyusun persiapan, merencanakan, menentukan model, melaksanakan perkuliahan sampai pada proses evaluasi yang akan dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan perkuliahan. Dalam hal ini dosen mempunyai keleluasaan dalam hal memilih atau menentukan strategi yang akan digunakan.

(4)

adalah bahwa tidak semua strategi perkuliahan cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan.

Salah satu bentuk strategi dalam perkuliahan yang dapat dilakukan dosen pada mahasiswanya adalah dengan menggunakan strategi Beach Ball atau bola pantai. Strategi Beach Ball merupakan salah satu bentuk strategi yang terdapat pada model pembelajaran diskusi kelas. Menurut Soegijo (2000), strategi Beach Ball merupakan strategi yang paling efektif untuk meningkatkan partisipasi peserta dalam diskusi kelas. Aturan main dalam strategi Beach Ball adalah sebagai berikut:

1. Dosen memberikan suatu permasalahan untuk didiskusikan 2. Dosen memberikan bola kepada salah satu mahasiswa untuk

mengawali diskusi dengan mengemukakan pendapatnya atas permasalahan yang telah diberikan

3. Mahasiswa lain diminta untuk memberikan pendapatnya tentang pendapat awal yang telah diberikan oleh mahasiswa pertama

4. Mahasiswa yang akan mengemukakan pendapatnya tidak bisa langsung berbicara, melainkan harus menerima bola terlebih dahulu

5. Bola diberikan setelah mahasiswa yang akan mengemukakan pendapatnya tersebut mengacungkan tangan terlebih dahulu. (Soegijo, 2000:36)

Sedangkan strategi Beach Ball II adalah bentuk strategi yang dikembangkan oleh peneliti bersumber dari strategi Beach Ball. Straegi yang yang dikembangkan ini pada dasarnya sama, hanya saja terdapat perbedaan karakter dari mahasiswa yang akan mengemukakan pendapat. Jika pada Beach Ball mahasiswa telah lebih dulu aktif untuk menyampaikan pendapatnya atau dengan kata lain mahasiswa saling berebut untuk menyampaikan pendapatnya sedangkan pada Beach Ball II karakter mahasiswanya lebih banyak diam atau kurang berani mengemukakan pendapat.

(5)

memaksa secara terus menerus pada akhirnya akan dapat melatih mahasiswa untuk lebih berani mengemukakan pendapatnya.

Strategi Beach Ball II yang dikembangkan oleh peneliti mempunyai aturan main sebagai berikut:

1. Dosen memberikan pertanyaan kepada seluruh mahasiswa

2. Dosen melemparkan bola kepada salah satu mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan

3. Mahasiswa yang memegang bola diwajibkan untuk menjawab petanyaan 4. Untuk jawaban yang benar mahasiswa akan memperoleh tambahan nilai

+ sedangkan untuk jawaban salah akan memperoleh nilai –

5. Apabila mahasiswa tersebut tidak dapat memberikan jawaban yang benar, maka bola dilemparkan ke mahasiswa lainnya sampai diperoleh jawab yang benar

6. Dosen memberikan pertanyaan berikutnya

7. Mahasiswa yang sebelumnya telah memegang bola, melemparkan bola tersebut kepada mahasiswa lainnya untuk menjawab pertanyaan

8. Mahasiswa pemegang bola berikutnya diwajibkan untuk menjawab pertanyaan. Demikian seterusnya sampai pertanyaan habis

Penggunaan strategi Beach Ball II ini akan sangat efektif digunakan di kelas-kelas yang karakter mahasiswanya kurang berani dalam mengemukakan pendapat. Kondisi yang terbentuk dalam penerapan strategi Beach Ball II akan dapat memaksa mahasiswa untuk dapat menyampaikan pendapatnya secara lebih aktif. Keadaan yang selalu memaksa mahasiswa untuk dapat menyampaikan pendapatnya di depan mahasiswa lain, akan membawa pengaruh baik yaitu melatih atau membiasakan mahasiswa tersebut untuk menyampaikan pendapatnya di depan orang lain.

Keaktifan Mahasiswa Dalam Menjawab Pertanyaan

(6)

Menurut Suratiyah (2006) salah satu bentuk yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan dosen dalam perkuliahan adalah mahasiswa berpartisipasi secra aktif dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh dosen.

Apabila dalam suatu perkuliahan, hanya sedikit mahasiswa yang terlibat secara aktif dalam menjawab pertanyaan tentang materi yang telah disampaikan, maka dapat dikatakan bahwa dosen tersebut belum berhasil dalam menyampaikan materi. Sebaliknya, jika banyak mahasiswa yang berperan aktif dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh dosen tentang materi yang baru saja disampaikan, maka dosen tersebut dapat dikatakan berhasil dalam proses penyampaian materi. Jumlah mahasiswa yang aktif dalam suatu kelas setidaknya

3 1

dari total jumlah mahasiswa yang ada di kelas tersebut.

B. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus untuk tiga pertemuan. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Perubahan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah melihat jumlah mahasiswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan dosen pada perkuliahan geometri analitik dari masing-masing siklus. Sebelum memasuki siklus I dilakukan observasi awal untuk mengetahui tindakan yang tepat dalam rangka meningkatkan keaktifan mahasiswa tersebut.

Berdasarkan observasi awal, selanjutnya dilakukan refleksi yang hasilnya menetapkan bahwa tindakan yang digunakan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan dosen adalah dengan menerapkan strategi Beach Ball II. Dengan mengacu pada refleksi awal tersebut maka dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur: Perencanaan (planning), Pelaksanaan tindakan (action), Observasi (observation) dan Refleksi (reflection) dalam setiap siklus.

(7)

mahasiswa (b) kegiatan pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan dalam RPP dan mencatat nama mahasiswa-mahasiswa yang aktif dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan, (c) Observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat, (d) Refleksi berdasarkan hasil observasi digunakan untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan telah dapat mengaktifkan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan dosen. Hasil dari data-data yang diperoleh digunakan sebagai acuan pelaksanaan siklus berikutnya. Siklus akan dihentikan jika jumlah mahasiswa yang aktif menjawab pertanyaan telah mengalami peningkatan sebanyak 15 mahasiswa terhadap siklus sebelumnya

atau total jumlah mahasiswa yang aktif menjawab telah mencapai 3 1

dari total

jumlah mahasiswa seluruhnya yaitu sebanyak 27 mahasiswa telaj aktif dalam menjawab pertanyaan.

C. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

(8)

mahasiswa yang aktif belum mencapai 27 mahasiswa sehingga dilakukan siklus III. Tetapi setelah penelitian dilanjutkan pada siklus III, diperoleh hasil bahwa telah terjadi peningkatan jumlah mahasiswa yang aktif sebesar 18 mahasiswa dan total jumlah mahasiswa yang aktif telah mencapai 35 mahasiswa atau lebih besar

dari 3 1

total jumlah mahasiswa sehingga siklus dihentikan.

Perubahan Aktifitas Mahasiswa

Keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen turut serta dipengaruhi oleh beberapa aktifitas yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Dari lembar observasi tentang aktifitas mahasiswa, diperoleh data seperti pada tabel C.2 berikut

Tabel C.2

Rekapitulasi Aktifitas Mahasiswa

No Aktifitas Mahasiswa Siklus

I II III

1 Mahasiswa memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh dosen

17 19 17

2 Mahasiswa mencoba mencari tahu jawaban dari pertanyaan dosen (individual)

23 18 15

3 Mahasiswa mencoba mencari tahu jawaban dari pertanyaan dosen (melalui teman)

8 Mahasiswa berbicara di luar topik 3 2 1

9 Mahasiswa bermain-main dan bercanda 3 3 2 10 Mahasiswa tidak memperhatikan penjelasan

dosen

3 2 1

Dari tabel C.2 tampak bahwa pada siklus I kegiatan yang paling dominan adalah mahasiswa mencoba mencari tahu jawaban dari pertanyaan dosen secara individual. Pada siklus II kegiatan yang paling dominan adalah mahasiswa mencari tahu jawaban dari pertanyaan dosen melalui teman atau diskusi. Pada siklus III kegiatan yang paling mencolok sama dengan pada siklus II yaitu mencari jawaban melalui teman.

(9)

berpengaruh terhadap keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan dosen di depan kelas.

Perubahan Aktifitas Dosen

Selain data tentang aktifitas mahasiswa, aktifitas dosen juga mempengaruhi peningkatan keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen selama perkuliahan. Data tersebut disajikan dalam tabel C.3 berikut.

Tabel C.3

Rekapitulasi Aktifitas Dosen

No Aspek yang diamati Siklus

I II III

1 Persiapan dalam membagi kelompok C B B

2 Persiapan tempat / kelas B B B

3 Ketrampilan memotivasi siswa di awal pembelajaran C B B

4 Ketrampilan memimpin jalannya diskusi B B B

5 Ketrampilan mendorong mahasiswa untuk menjawab pertanyaan B B B

6 Ketrampilan membahas soal C B B

7 Ketrampilan memberikan penyegaran di tengah pembelajaran B B B 8 Ketrampilan memberikan kesimpulan di akhir pembelajaran C C B

9 Ketepatan dengan skenario B B B

10 Ketrampilan menstimulasi siswa B B B

11 Ketrampilan mengelola kelas C B B

12 Mahasiswa antusias C C B

13 Dosen antusias B B B

Ket: B = Baik, C = Cukup, K = Kurang

Berdasarkan tabel C.3, tampak bahwa pada siklus I aktifitas dosen seperti pembagian kelompok, pemberian motivasi di awal perkuliahan, pembahasan soal, penstimulasian mahasiswa serta peningkatan antusiasme mahasiswa memberikan pengaruh terhadap keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan dosen. Ini terlihat pada saat siklus II, dimana dosen telah memperbaiki aktifitas yang dilakukan di siklus I, maka jumlah mahasiswa yang aktif menjawab pertanyaan dosen semakin meningkat. Demikian pula pada saat pelaksanaan siklus III, dosen telah melakukan segala aktifitasnya dengan baik maka jumlah mahasiswa yang aktif menjawab pertanyaan dosen mengalami peningkatan yang signifikan.

D. SIMPULAN DAN SARAN

(10)

setiap siklus. Peningkatan jumlah mahasiswa antara siklus II dan siklus III telah mengalami peningkatan lebih dari 15 mahasiswa dan di siklus III jumlah mahasiswa yang aktif menjawab pertanyaan telah melebihi 27 mahasiswa atau

telah melebihi 3 1

jumlah total 80 mahasiswa.

Hasil lain menunjukkan bahwa aktifitas yang dilakukan mahasiswa turut serta memberikan pengaruh terhadap keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen. Aktifitas tersebut seperti aktifitas mahasiswa dalam memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh dosen, aktifitas mahasiswa dalam mencari tahu jawaban dari pertanyaan dosen baik secara individual maupun secara kelompok, aktifitas mahasiswa dalam berinteraksi dengan dosen serta aktifitas mahasiswa dalam mengikuti semua perintah yang diberikan oleh dosen.

Selain itu, aktifitas dosen selama perkuliahan juga memberikan pengaruh terhadap keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan seperti aktifitas dosen dalam membagi kelompok, aktifitas dosen dalam memberikan motivasi di awal perkuliahan, aktifitas dosen membahas soal, aktifitas dosen dalam menstimulasi mahasiswa serta aktifitas dosen untuk meningkatkan antusiasme mahasiswa

Berdasar hasil penelitian dapat disarankan bahwa: (1) Bagi dosen yang berkeinginan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, dapat melaksanakan perkuliahan dengan menggunakan strategi Beach Ball II, (2) Bagi peneliti lain yang berkeinginan untuk melaksanakan penelitian sejenis, perlu diperhatikan dalam hal penyusunan daftar pertanyaan. Ini dimaksudkan untuk menghindari pertanyaan yang terlalu sulit sehingga tidak dapat dijawab oleh semua mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA

Sanjaya, Wina, 2006, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Yakarta : Kencana.

Syafriani, Dewi, 2006, Strategi Pembelajaran Dalam Kurikulum 2006, http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/27/99forumguru.htm. Suratiyah, Ken, Peningkatan Jiwa Kewirausahaan Dan Pengalaman Bisnis

Bagi Mahasiswa Melalui Kegiatan Pendampingan, http://ppkb.ugm.ac.id/pdf/Bussino/ken.pdf.

(11)

Gambar

Tabel C.1Rekapitulasi Jumlah Mahasiswa Menjawab Pertanyaan
Tabel C.2Rekapitulasi Aktifitas Mahasiswa
Tabel C.3Rekapitulasi Aktifitas Dosen

Referensi

Dokumen terkait

RPP digunakan oleh mahasiswa untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran meliputi, media, materi, strategi pembelajaran, serta skenario pembelajaran yang

Pada tahapan pelaksanaan ini, guru model melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan. Guru lainnya melakukan

a) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disiapkan. b) Melaksanakan pengamatan terhadap siswa oleh observer. c) Mencatat

Tindakan yang dilakukan guru adalah melaksanakan proses belajar sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan dan melaksanakan tes akhir

Dalam pelaksanaan tindakan, kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan rencana persiapan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara alami dan

13 terlebih dahulu. Setelah direncanakan pada skenario pembelajaran, tahapan pelaksanaan tindakan dilakukan berdasarkan rencana atau planning. Tahapan pelaksanaan tindakan

Tahapan ini, peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun diimplementasikan pada tahap pelaksanaan. Dalam siklus I pelaksanaan perbaikan

1 Menyusun RPP pembelajaran IPA untuk tindakan Siklus II; 2 Menentukan materi pembelajaran pada tindakan Siklus II; 3 Menyusun skenario pembelajaran sama seperti pada Siklus I; 4