• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Praktek Kerja Lapang Pengolahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proposal Praktek Kerja Lapang Pengolahan"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Pengolahan & Interpretasi Data Seismik Untuk

Mengidentifikasi Hydrocarbon Pada Reservoir

LEMIGAS (PPPTMGB)

DISUSUN OLEH

SAHRURRONI NIM. 145090700111005

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(2)

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

LEMBAR PERSETUJUAN

PROPOSAL KERJA PRAKTEK (KP)

Nama Kegiatan : Kerja Praktek (KP)

Judul Proposal : Pengolahan & Interpretasi Data Seismik Untuk Mengidentifikasi

Hydrocarbon Pada Reservoir

Tempat : LEMIGAS – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi

Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB)

Alamat : Jl. Ciledung Raya Kav.109 Cipulir, Kebayoran Lama, Jaksel

12230 PO BOX 1089/JKT

Waktu Pelaksanaan : 09 Agustus 2017 s/d 09 September 2017

Pelaksana

Nama : SAHRURRONI

NIM : 145090700111005

Institusi : Prodi Teknik Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika &

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan

rahmatnya sehingga proposal Kerja Praktek (KP) ini bisa terselesaikan. Penulis

menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam

penyusunan dan proses pembuatan proposal ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik

dan tepat waktu.

Penulis menyajikan proposal ini sebagai tugas mata kuliah wajib untuk

mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah ke dunia luar. Idealnya

sebuah teori tidaklah berguna tanpa dilakukan penerapan ke dunia kerja. Oleh karena itu,

penulis memohon kepada pihak LEMIGAS (PPPTMGB) dengan kebijaksanaanya

menerima peserta didik baru (penulis) untuk melakukan Kerja Praktek (KP) di LEMIGAS

(PPPTMGB)

Penulis menyusun proposal ini “Pengolahan & interpretasi data seismik untuk mengidentifikasi hydrocarbon pada reservoir” sebagai salah satu pengembangan untuk menyempurnakan pemahaman yang telah didapat dari bangku kuliah, serta beberapa

praktek telah diterapkan untuk menunjang pengetahuan penulis sendiri sebagai bekal ke

dunia kerja. Namun penulis tidak menutup kemungkinan untuk menyesuaikan topic

dengan kebijakan dari pembimbing pihak perusahaan. Adapun metode yang digunakan

disesuaikan dengan pembimbing Kerja Praktek dari pihak LEMIGAS (PPPTMGB) untuk

mempermudah proses bekerja selama Kerja Praktek berlangsung.

Atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan terimaksih.

Hormat Saya

(4)

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Tujuan Kegiatan ...2

1.3 Rumusan Masalah ...2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...3

BAB III METODE PELAKSANAAN ...14

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ...14

3.2 Metode Kegiatan ...14

3.2.1 Studi Pendahuluan ...14

3.2.2 Pengumpulan Data-Data Primer dan Sekunder ...14

3.2.3 Pengolahan Data Seismik ...15

3.2.4 Interpretasi Data Seismik ...15

3.2.5 Penyusunan Laporan ...15

3.3 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek ...16

BAB IV PENUTUP ...17

DAFATAR PUSTAKA ...18

(5)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Analisa dan interpretasi struktur dengan menggunakan data seismik pada

dasarnya adalah menginterpretasi keberadaan struktur sesar pada penampang seismik

dengan menggunakan bantuan sifat fisik dari lapisan batuan tersebut terhadap gelombang

bunyi. Struktur sesar yang secara sederhana dapat diamati secara visual pada suatu

singkapan di alam, berupa terpotong dan bergesernya bidang perlapisan oleh bidang

sesar, pada penampang seismik ditunjukkan dengan adanya kenampakan (outcroup)

discontinuitas atau ketidakmenerusan yang tiba-tiba dari seismik yang merefleksikan

bidang perlapisan secara lateral. Ketidakmenerusan ini dapat berupa terputus dan

bergesernya seismik tersebut secara lateral atau dapat juga berupa perubahan sudut

geometri yang terjadi secara tiba-tiba karena sesar adalah produk dari suatu gaya atau

rezim tegasan (stress fields), sedangkan rezim tegasan ini dapat berubah dengan waktu,

maka adalah umum dijumpai bentuk dan orientasi struktur sesar berubah pada bagian

yang berbeda dari penampang seismik, sehingga bentuk dan orientasi struktur sesar dapat

berubah terhadap kedalaman pada suatu penampang seismik. Ketelitian dalam

menginterpretasi data seismik terutama dalam menangkap perubahan geometri dan

orientasi dari suatu bidang sesar akan sangat membantu dalam menganalisa perubahan

pola tektonik daerah tersebut.

Pada tahapan pengembangan eksplorasi hydrocarbon, data bawah permukaan jauh

lebih dominan seiring bertambahnya jumlah sumur bor. Pada tahap pengembangan ini

diperlukan banyak data untuk dilakukan interpretasi data, dimana nantinya sebagai acuan

untuk analisis karakterisasi reservoir secara lebih kuantitatif.

Zaman dahulu, posisi sumur eksplorasi hanya ditentukan berdasarkan informasi

struktur geologi saja, seiring berkembangnya waktu, saat ini tidaklah cukup dengan

mengandalkan informasi geologi saja. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode baru

untuk mengidentifikasi keberadaan hydrocarbon yang dapat meminimalisir kesalahan

dalam penentuan posisi sumur bor sehingga menghasilkan sebuah system yang lebih

(6)

1.2 Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan ini untuk mengaplikasikan disiplin ilmu Teknik Geofisika

khususnya dibidang eksplorasi seismik ke dunia kerja sehingga menambah pemahaman

dan wawasan yang lebih luas bagi para Geofisikawan Indonesia dalam urusan industry

perminyakan.

1.3 Rumusan Masalah

Bagaimana mengidentifikasi hydrocarbon pada daerah prospek reservoir dengan

(7)

3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Metode Seismik

Metode seismik merupakan metode yang sangat efektif dalam melakukan

eksplorasi minyak dan gas bumi. Dengan berkembangnya zaman, metode seismik juga

mengalami perubahan menjadi teknologi paling banyak digunakan dalam eksplorasi

hydrocarbon mulai dari alat akuisis, serta metode-metode baru dalam pengolahan data

dan interpretasi data seismik. Penggunaan metode seismik dalam eksplorasi minyak dan

gas bumi mampu memperlihatkan data-data geologi bawah permukaan baik itu jenis

struktur batuan, jenis batuan, bahkan letak zona hydrocarbon. Hal inilah yang didasari

dalam eksplorasi minyak dan gas bumi (hydrocarbon) untuk mendapatkan letak titik

pengeboran yang tepat pada suatu struktur batuan yang didalamnya terdapat hydrocarbon.

Selain itu dalam eksplorasi hydrocarbon diperlukan suatu system. System ini disebut

dengan Basic Petroleum System yaitu system yang digunakan untuk menemukan suatu

keberadaan hydrocarbon dibawah permukaan. Di dalam basic petroleum system terdapat

elemen-elemen penting yang harus ada, diantaranya, source rock, reservoir rock,

migration, trap, dan seal.

Secara umum metode seismik dibagi dalam tiga tahapan yaitu, akuisis data

seismik, pengolahan data seismik, dan interpretasi data seismik.

1. Akuisisi Data Seismik

Akuisisi data seismik merupakan kegiatan untuk memperoleh data dari

lapangan yang di survey. Akuisisi yang baik sangat penting untuk mendapatkan

data yang baik dan benar. Persiapan awal yang harus dilakukan adalah

menentukan parameter-parameter lapangan yang cocok dari daerah survey.

Penentuan parameter tersebut dilakukan untuk menetapkan parameter awal dalam

suatu rancangan survey yang dipilih sedemikian rupa sehingga dalam

pelaksanaanya akan diperoleh informasi target selengkap mungkin dengan noise

serendah mungkin. Didalam survey kemungkinan pasti adanya masalah yang

(8)

2. Pengolahan Data Seismik

Data hasil akuisis survey seismik kemudian dilakukan tahap pengolahan

data seismik. Tujuan dari pengolahan data seismik adalah menghasilkan

penampang seismik dengan S/N (signal to noise ratio) yang baik tanpa mengubah

bentuk kenampakan-kenampakan refleksi, sehingga dapat di interpretasikan

keadaan dan bentuk dari perlapisan dibawah permukaan bumi seperti apa adanya

(Sismanto, 1996). Dengan demikian mengolah data seismik merupakan pekerjaan

untuk meredam noise dan atau memperkuat sinyal.

3. Interpretasi Data Seismik

Interpretasi data seismik merupakan tujuan dan produk akhir dari

pekerjaan seismik. Interpretasi merupakan penafsiran dari makna geologi yang

terdapat pada data seismik dengan cara penelurusan horizon, pembacaan waktu,

dan plotting pada penampang seismik yang hasilnya disajikan dalam penampang

seismik. Penampang ini berguna untuk mengetahui struktur atau model geologi

bawah permukaan.

Interpretasi data seismik bertujuan untuk menentukan makna geologi dari

suatu data seismik (Yilmaz,O. 1995). Proses reduksi data, pemilihan bagian pada

data seismik yang diyakini sebagai refleksi primer dan penempatan reflaktor yang

berhubungan juga merupakan bagian dari interpretasi data seismik, sehingga

nantinya akan didapatkan makna dari suatu data yang bisa dipercaya dan

dipertanggung jawabkan.

2.2 Data Seismik

2.2.1 Data Seismik 2D

Data seimsik 2D merupakan data awal untuk pembacaan daerah target dan hanya

memiliki komponen X dan Y saja. Penampang seismik 2D merupakan penampang

melintang dari benda 3D yang merupakan objek geologi bawah permukaan. Seismik 2D

mengandung banyak sinyal dari semua arah termasuk yang diluar bidang penampang,

akan tetapi migrasi 2D biasanya mengasumsikan bahwa sinyal yang terekam berasal dari

bidang penampang itu sendiri. Sinyal tersebut yang disebut sideswip, terkadang dapat

(9)

5

termigrasi. Oleh karena kelemahan-kelemahan tersebut maka pada tahun 1970 mulai

dikemukakan konsep survey seismik 3D yang dipelopori oleh Walton (1972), Bone dkk

(1976)

2.2.2 Data Seismik 3D

Data volume seismik 3D mengandung susunan orthogonal berspasi teratur dari

titik data yang didefinisikan dari geometri pengambilan data. Tiga arah utama susunan

tersebut menentukan tiga set potongan orthogonal yang dapat dibuat melalui volume data

terkait. Potongan vertical pada arah pergerakan lintasan disebut inline, titik spasi antar

inline disebut line. Sedangkan potongan vertical tegak lurus terhadap lintasan disebut

crossline (xline), titik spasi antar crossline disebut dengan trace. Potongan horizontal

disebut sebagai penampang horizontal (time slice). Arbitrary line adalah potongan

vertical pada arah sembarang sesuai dengan kebutuhan. Potongan sepanjang horizon yang

telah diinterpretasi disebut sebagi horizon slice. Penampang seismik pada tiap trace

disebut crossline section, penampang seismik pada tiap line disebut inline section,

sedangkan yang melalui bidang sesar disebut sebagai fault slice.

2.3 Metode Seismik Utama Dalam Karakteristik Reservoir

2.3.1 Seismik Stratigrafi

Studi seismik stratigrafi dimulai dengan analisis penampang seismik untuk

menguraikan kerangka stratigrafinya berdasarkan batas ketidakselarasan sekuen atau

analisis sekuen seismik. Hal ini bisa dilakukan dengan mengenali dan mengelompokkan

ketidakmenerusan dalam pola refleksinya. Dikenal dua jenis batas yaitu batas atas dan

bawah yang dikenal dengan batas sekuen seismic (sequence seismic boundary). Jika

paket refleksinya sudah ditetapkan, maka analisis konfigurasi internal paket refleksi dapat

dilakukan berdasarkan geometri, kemenerusan, amplitudo, frekuensi, dll atau analisis

fasies seismic. Analisis ini dapat digunakan untuk interpretasi sejarah geologi, gross

(10)

Gambar : Seismik stratigrafi

2.3.2 Seismik Inversi

Salah satu metode yang digunakan dalam melakukan interpretasi data seismic

adalah metode inversi acoustic impedance (AI). Seismic inversi merupakan tehnik untuk

membuat model bawah permukaan bumi menggunakan data seismic sebagai input dan

data sumur sebagai control (Sukmono, 2000). Inversi acoustic impedance merupakan

salah satu metode yang digunakan sebagai indicator lithology, porositas, hidrokarbon.

Secara natural AI akan memberikan gambaran lithology bawah permukaan yang lebih

detail karena memberikan gambaran tentang lapisan itu sendiri dibandingkan dengan data

seismic yang hanya memberikan gambaran batas lapisan.

(11)

7

2.3.3 Seismik Atribut

Atribut seismik dapat didefinisikan sebagai semua informasi berupa besaran

spesifik dari geometri, kinematika, dinamika atau statistik yang diperoleh dari data

seismik, yang diperoleh melalui pengukuran langsung maupun logis atau berdasarkan

pengalaman (Chien dan sidney, 1997).

▪ Ekstraksi amplitudo dengan menghitung semua amplitudonya. Contoh atribut

amplitudo tipe ini adalah RMS Amplitude, Average Energy, Reflection Strength,

Total Absolute Amplitude, dan Average Variance.

▪ Ekstraksi amplitudo dengan menghitung sebagian amplitudonya, seperti nilai

amplitudo yang negatif saja, positif saja, maksimal negatif, maksimal positif dan

sebagainya. Contoh atribut amplitudo tipe ini adalah Maximum Absolute Amplitude,

Maximum Peak Amplitude, Average Peak Amplitude, dan Maximum Trough

Amplitude.

2.3.4 Analisis AVO

Metode AVO (amplitude variation with offset) adalah suatu metode yang

mengamati variasi amplitude P-wave terhadap identifikasi bright spot pada penampang

seismic. Konsep AVO berdasarkan kepada suatu anomaly bertambahnya amplitude sinyal

terpantul dengan bertambahnya offset apabila gelombang seismic dipantulkan oleh

reservoir gas. Offset mempunyai batas maksimum yang tidak boleh dilewati yaitu sudut

kritis, karena untuk offset lebih besar dari sudut kritis respon amplitude sinyal terpantul

tidak sesuai dengan konsep AVO.

(12)

2.3 Data Well Log

Well logging merupakan suatu metode geofisika yang mengukur parameter fisis

batuan reservoir yang memberikan informasi bawah permukaan meliputi karakteristik

lithology, ketebalan lapisan, kandungan fluida, korelasi struktur, dan kontinuitas batuan

dari lubang bor (Gordon H, 2004). Sedangkan wireline log merupakan perekaman data

pengukuran secara kontinu disuatu lubang bor menggunakan geophysic probe yang

mampu merespon variasi sifat-sifat fisik batuan setelah dilakukan pengeboran (Reeves,

1986).

2.4 Pengikatan Data Seismik dan Data Sumur (Well Seismik Tie)

Untuk melakukan horizon seismik skala waktu pada posisi kedalaman sebenarnya

dan agar data seismik dapat dikorelasikan dengan data geologi lainya yang umum di plot

pada skala kedalaman, maka perlu dilakukan well seismik tie. Ada banyak teknik dalam

pengikatan ini, tetapi yang umum digunakan adalah dengan memanfaatkan seismogram

sintetik dari hasil survey kecepatan.

2.4.1 Seismogram Sintetik

Seismogram sintetik dibuat dengan cara mengkonvolusikan wavelet dengan

koefisien refleksi (KR). Sebaiknya wavelet yang digunakan memiliki frekuensi dan

bandwith yang sama dengan penampang seismik. Koefisien refleksi didapat dari data log

sonic dan density, dimana koefisien refleksi adalah hasil kecepatan dikali density.

Gelombang seismik akan dipantulkan pada setiap reflector dan besar gelombang yang

dipantulkan akan proporsional dengan koefisien refleksi. Seismogram sintetik

ditampilkan dengan format (polaritas dan bentuk gelombang) yang sama dengan rekaman

(13)

9

Gambar : Pembuatan seismogram sintetik.

2.4.2 Data Checkshot

Checkshot dilakukan bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara waktu dan

kedalaman yang diperlukan dalam proses pengikatan data sumur terhadap data seismik.

Survey ini memiliki kesamaan dengan akuisisi data seismik pada umumnya, namun

posisi geophone diletakkan di sepanjang sumur bor, atau dikenal dengan survey Vertical

Seismic Profilling (VSP). Sehingga data yang diperoleh berupa one way time yang dicatat

pada kedalaman yang ditentukan sehingga didapatkan hubungan antara waktu jalar

gelombang seismik pada lubang bor tersebut.

Kecepatan diukur dalam lubang bor dengan sumber gelombang di atas

permukaan. Sebaiknya sumber gelombang yang digunakan sama dengan yang dipakai

pada survey seismik. Dari data log geologi, dapat ditentukan posisi horizon yang akan

dipetakan dan dilakukan beberapa pengukuran pada horizon tersebut. Waktu first break

rata-rata untuk tiap horizon dilihat dari hasil pengukuran tersebut. Geophone sebaiknya

menempel sempurna pada dinding lubang bor pada saat dilakukan pengukuran

(14)

Gambar : Perbandingan konversi tempuh data log sonic, pengukuran kecepatan

pada core (DSV) dan dari stasiun checkshot.

2.5 Tahapan Umum Interpretasi Data Seismik

Interpretasi data seismik dilakukan untuk menerjemahkan penampang seismik

yang telah melalui tahap pemrosesan data seismik kedalam sebuah model geologi yang

dapat menggambarkan kondisi bawah permukaan bumi. Tujuan interpretasi seismik

sendiri adalah untuk menyediakan jawaban dan kesimpulan berdasarkan hasil analisis

seluruh data yang ada. Ada tiga tahapan utama dalam melakukan interpretasi seismik,

yaitu penyiapan data seismik, interpretasi, dan hasil interpretasi. Tahapan penyiapan data

seismik meliputi pengumpulan seluruh informasi yang relevan dan penyiapan data

seismik dimana pada tahap ini seorang interpreter harus mampu menganalisa seluruh

informasi yang tersedia dan menjembatani informasi dari rekaman seismik dan geologi

agar dapat dilihat kondisi yang mendeteksi geologi sebenarnya. Hasil interpretasi

kemudian digabungkan dan dianalisa sehingga didapatkan sintesa sejarah geologi serta

penentuan konsep play.

(15)

11

1. Pemahaman geologi daerah penelitian, terutama masalah evolusi cekungan dan

proses sedimentasi.

2. Pemahaman mengenai karakter data seismik yang digunakan, misalnya polaritas,

fase, resolusi, noise, dan lain-lain.

3. Karakterisasi horizon target, baik dari segi geologi (jenis lithology, tebal,

pelamparan lateral/vertical) maupun geofisika (kecepatan, density, perilaku kurva

gamma ray/SP, dll).

4. Pengikatan data seismik dan data sumur (well seismik tie), serta bila

memungkinkan dengan data outcrop juga.

5. Identifikasi pelamparan horizon target pada rekaman seismik dengan

menggunakan konsep stratigrafi sekuen dan seismik stratigrafi.

6. Pemetaan horizon target dengan menggunakan konsep stratigrafi sekuen dan

seismik stratigrafi.

7. Pembuatan peta kontur waktu dan/atau kedalaman serta analisa kualitas

interpretasi bila memungkinkan.

8. Analisa lingkungan pengendapan, facies dan system track berdasarkan data

seismik.

9. Analisa atribut dan pemodelan data seismik bila diperlukan.

10.Sintesa sejarah geologi dan penentuan konsep play daerah penelitian.

2.7 Respon Seismik Terhadap Hydrocarbon

Adanya gas dalam reservoir pada data seismik akan mengakibatkan perubahan

nilai impedansi akustik (AI), kecepatan, frekuensi, dll. Keberadaan gas dalam reservoir

tersebut tergantung pada nilai impedansi akustik reservoir tersebut, batuan penutup, dan

ketebalan gas tersebut. Ketebalan gas tersebut akan berarti penting karena apabila

kualitas gas tersebut tergolong tebal, maka akan terjadi flatspot. Flatspot akan selalu

memiliki koefisien refleksi positif, dimana hal tersebut terlihat sebagai trough pada

polaritas normal SEG atau peak pada polaritas reverse.

Anomaly amplitude pada data seismik diantaranya sebagai berikut (Sukmono &

Abdullah, 2001) :

(16)

Bright spot disebabkan oleh amplitude pada data seismik yang tinggi pada suatu

top reservoir. Hal tersebut terjadi karena adanya hydrocarbon gas yang menyebabkan

kontras impedansinya menjadi sangat tinggi/lebih kontras jika dibandingkan, baik pada

lithology yang sama (yang hanya terisi air) maupun lithology sekitarnya.

Gambar : Bright spot pada data seismik

2.7.2 Dim Spot

Dim spot dapat diakibatkan karena nilai impedansi batuan reservoir sedikit lebih

besar daripada batuan diatasnya sehingga akan terlihat pada penampang seismik dengan

amplitude rendah dibandingkan sekitarnya. Konfigurasi lithologynnya dapat digambarkan

baik dalam kasus nilai impedansi sand lebih besar dibandingkan impedansi shale maupun

impedansi karbonat lebih besar dibandingkan impedansi sand/shale.

2.7.3 Flat Spot

Flat spot pada data seismik digambarkan dengan tampilan reflector yang flat dan

umumnya berasosiasi dengan bright spot. Adanya reflector ini karena kontak fluida baik

gas / air, gas / minyak, maupun minyak / air. Kontak minyak / air sulit terlihat pada

penampang seismik berkenaan dengan tidak mencukupinya kontras impedansi yang

ditimbulkan. Jika salah satu kontak mengandung gas yang cukup besar, maka akan

dicerminkan oleh flat spot yang tidak benar-benar flat namun agak melengkung kebawah

(push down / velocity sag). Selain itu, fenomina flat spot juga tidak pasti datar, namun

(17)

13

Gambar : Flat spot pada data seismik

2.7.4 Polarity Reversal

Polarity reversal dapat terjadi karena adanya top reservoir yang terisi oleh

hydrocarbon dengan top reservoir yang tidak terisi oleh hydrocarbon. Pada polarity

reversal, factor hydrocarbon tersebut menyebabkan kontras impedansi pada suatu data

seismik berkebalikan.

(18)

BAB III

METODOLOGI PELAKSANAAN

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan kegiatan Kerja Praktek (KP) yang diajukan sepenuhnya

diserahkan berdasarkan kebijakan dari pihak lembaga/instansi dan dalam hal ini adalah

LEMIGAS (PPPTMGB). Namun kami sangat mengharapkan kiranya kegiatan ini dapat

dilaksanakan atau dilakukan pada :

Waktu : Pada 09 Agustus 2017 s/d 09 September 2017

Tempat : LEMIGAS – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi

Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB)

Kami mengharapkan agar dapat melaksanakan Kerja Praktek pada bulan diatas tersebut.

3.2 Metode Kegiatan

Dalam pelaksanaa kerja praktek, tahapan yang akan dilakukan oleh peserta kerja

praktek adalah sebagai berikut :

3.2.1 Studi Pendahuluan

Sebelum melaksanakan kerja praktek, dilakukan studi pendahuluan berupa

pemahan teori yang mendasari kerja praktek serta mengenali dan beradaptasi

dengan kondisi lingkungan perusahaan.

3.2.1 Pengumpulan Data-Data Primer dan Sekunder

Pengumpulan data-data primer dan sekunder dapat melalui metode :

▪ Observasi

Pada tahap observasi, peserta kerja praktek akan melihat secara langsung

penerapan teknologi yang ditinjau serta mengumpulkan data-data yang

dibutuhkan.

▪ Wawancara

Untuk mendukung data hasil observasi serta memastikan data yang diambil

saat observasi, maka dilakukan wawancara terhadap pihak pembimbing

(19)

15

▪ Studi Literatur

Selain melalui observasi di lapangan dan wawancara, studi literature juga

perlu dilakukan agar dapat diolah dan dibandingkan dengan data standar.

Teori yang didapatkan dari studi literature juga dapat dijadikan bahan untuk

melakukan evaluasi dan analisis dari hasil ebservasi, wawancara dan studi

literature.

▪ Analisis Permasalahan

Hasil evaluasi dapat dilakukan untuk menyusun analisis agar dapat

dihasilkan saran atau pengajuan usul yang bertujuan untuk memperbaiki

kinerja peserta. Proses pembuatan analisis dibantu dengan adanya diskusi

antara peserta praktek dan pembimbing.

3.2.3 Pengolahan Data

Pengolahan data seismik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak dari

Software yang tersedia di perusahaan. Di awali dengan pengaturan project data,

input data, dan pengolahan data.

3.2.4 Interpretasi Data

Proses interpretasi data seismik ini memiliki beberapa tahap untuk prosedur

pengerjaanya, antara lain, dari asumsi geologi, proses pengumpulan data,

pemilihan gelombang refleksi, pemetaan horizon refleksi, pendeduksian sejarah

geologi, penggabungan data sumur dalam proses interpretasi, dan deskripsi

kesimpulan.

(20)

3.3 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek

Kegiatan kerja praktek akan dilaksanakan selama satu bulan penuh, pada 09 Agustus

2017 s/d 09 September 2017 dengan timeline sebagai berikut :

(21)

17

BAB IV

PENUTUP

Demikian proposal Kerja Praktek ini yang saya buat. Besar harapan bagi saya

dapat diterima di LEMIGAS (PPPTMGB) untuk melaksanakan kerja praktek dengan

membawa semangat dan keinginan untuk terus berkembang, berkontribusi menjadi

manusia yang lebih baik dan berguna untuk keluarga, sahabat, lingkungan, masyarakat,

dan Negara. Semoga dengan kerja praktek ini dapat memberikan pengaruh yang positif

bagi pihak lembaga/instasni, terutama saya sebagai mahasiswa Teknik Geofisika

Universitas Brawijaya.

Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan Curriculum Vitae,

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, A. 2011. E-Book Ensiklopedia Seismik Online.

Munadi, S. 2002. Pengolahan Data Seismik Prinsip Dasar dan Metodologi. Jakarta :

Universitas Indonesia.

Russell, B. H., 1991. Introduction to Seismic Inversion Methods. S.N Dominico, Editor

Course Notes Series, Volume 2,3 rd edition.

Sukmono, Sigit. 1999. Interpretasi Data Seismik. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada

Telford, W.M., Geldart, L.P., & Sheriff, R. E. 1990. Applied Geophysics Second Edition.

Gambar

Gambar : Seismik stratigrafi
Gambar : Klasifikasi kelas pada AVO
Gambar : Perbandingan konversi tempuh data log sonic, pengukuran kecepatan
Gambar : Bright spot pada data seismik
+2

Referensi

Dokumen terkait

Besar Harapan kami agar proposal ini dapat menjadi bahan pertimbangan dari pihak manajemen PT Bintang Toedjoe untuk menerima kami sebagai mahasiswa yang ingin melakukan

Elangperdana Tyre Industry untuk berkenan menyetujui proposal ini dan membimbing kami selama kerja praktek sehingga tujuan utama dalam pelaksanaan kerja praktek lapangan ini

Adanya masukan bermanfaat yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan kualitas air yang disuplai sesuai dengan hasil pengamatan yang dilakukan

Proposal proposal skripsi ini merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi (Penelitian dan Pengembangan) dan untuk memenuhi syarat

Insan Bonafide diperoleh dengan urutan pengolahan crumb rubber SIR 20 yaitu adalah sebagai berikut : Sortasi bahan olah karet, Pengolahan lembaran blanket (Lembaran Crepe),

ILUFA bertujuan untuk memahami aplikasi teori yang telah diperoleh selama perkuliahan, serta mengetahui lebih proses pengolahan pangan khususnya pembekuan fillet

Proposal Praktik Kerja Industri di Bengkel Mobil Maju Mapan untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sekolah Berstandar

Proposal Praktek Kerja Industri untuk memenuhi salah satu syarat ujian