• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI PUSKESMAS BANTARKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "View of HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI PUSKESMAS BANTARKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Distribusi Frekuensi Usia Responden
Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden
Tabel 5 Distribusi Frekuensi PolaAsuh Ibu

Referensi

Dokumen terkait

Variabel lantai rumah dapat diketahui bahwa dari 36 responden yang memiliki lantai rumah memenuhi syarat mayoritas tidak sakit atau tidak menderita ISPA pada balita yaitu sebanyak

berkah yang senantiasa Allah SWT limpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah

Tabel 4 menunjukkan bahwa distribusi orang tua balita yang mencuci tangan menggunakan sabun dan tidak meng- alami ISPA sebanyak 18 responden (51,43%), sedangkan balita yang meng-

Distribusi Frekuensi Berdasarkan Status Pekerjaan Ibu.Tabel 4.3.Distribusi frekuensi kategori pekerjaan responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar

usia balita merupakan usia rentan untuk terjadinya masalah kesehatan khususnya ISPA karena anak bawah lima tahun memiliki daya tahan tubuh yang rendah.Infeksi Saluran

Dari ketiga penelitian tersebut, sub variabel sanitasi fisik yang memiliki hasil signifikan sehingga dapat membedakan dengan kejadian ISPA pada anak Balita adalah

Menurut WHO (2007), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular, yang dapat menimbulkan berbagai spektrum

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor ISPA yaitu BBLR, status gizi, imunisasi, kepadatan tempat tinggal dan lingkungan fisik