M ENGGAGAS SISTEM PEM ERINTAHAN UM UM
YANG EFEKTIF
A. BEBERAPA HAL YANG KONTROVERSIAL
•
APA ARTI SEBUAH NAM A ATAU ISTILAH?•
Dewasa terjadi kerancuan penggunaan beberapa istilah sbb :- URUSAN PEM ERINTAHAN UM UM
- SISTEM PEM ERINTAHAN UM UM
- TUGAS UM UM PEM ERINTAHAN (VERSI PP 3/ 2007)
- TUGAS UM UM PEM ERINTAHAN (VERSI PP 19/ 2008)
* Apabila definisi dari masing-masing istilah tidak jelas atau bahkan
•
Penggunaan istilah “urusan pemerintahan umum” digunakan pada masa UU Nomor 5 Tahun 1974 yakni : “ Urusan pemerintahan yang meliputi bidang-bidang:- ketentraman dan ketertiban;
- politik;
- koordinasi;
- pengawasan;
- urusan pemerintahan lainnya yang tidak termasuk dalam tugas sesuatu instansi vertikal dan tidak termasuk urusan rumah tangga daerah.
(URUSAN RESIDUAL).
* Adanya urusan pemerintahan umum ini didasarkan pada kenyataan bahwa meskipun semua urusan pemerintahan yang ada sudah dibagi habis ke unit-unit organisasi yang ada, masih terdapat urusan yang tidak ditangani oleh satupun. Padahal prinsip utama dalam penyelenggaraan pemerintahan adalah “ TIDAK BOLEH ADA KEKOSONGAN
•
Karena urusan pemerintahan umum bersifat “tampung tantra”, maka karakteristiknya dapat diibaratkan seperti sebuah akordeon. Artinya, apabila sebagian urusan pemerintahan sudah dapat ditangani oleh unit-unit yang ada, maka isi urusan pemerintahan umum menjadi semakin sedikit. Sebaliknya, apabila urusan pemerintahan umum belum ditangani oleh unit-unit tertentu, maka isi urusan pemerintahan umum menjadi sangat luas.•
M elihat karakteristik seperti itu, memang agak sulit mengukur kinerja pelaksanaan urusan umum berdasarkan sebuah standaru yang berlaku secara menyeluruh, karena isi urusan pemerintahan umum dari satu daerah ke daerah lainnya berbeda-beda.•
Pada masa UU Nomor 22 Tahun 1999, istilah urusan pemerintahan umum ditiadakan, karena asas dekonsentrasi dibatasi hanya sampai di provinsi, sedangkan di kabupaten/ kota dijalankan melalui asasdesentralisasi.
•
Dalam praktek pemerintahan masa itu kemudian dirasakan ada yang kurang, karena peran pemerintah pusat dalam mengawasi jalannya pemerintahan daerah menjadi sangat lemah. Demikian pula dalampenyelenggaraan koordinasi pemerintahan karena tidak jelas siapa yang memiliki kewenangan melakukan koordinasi di daerah, baik yang
dijalankan oleh pemerintah daerah maupun oleh instansi vertikal yang ada di daerah.
•
Kemudian dengsn sedikit malu-malu menggunakan konsep UU Nomor 5 Tahun 1974, UU Nomor 32 Tahun 2004 memunculkan kembali istilah•
Di baw ah UU Nomor 32 Tahun 2004, ada dua PP yang
menggunakan istilah TUP, yakni PP Nomor 3 Tahun 2007 tentang
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada
Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjaw aban Kepala
Daerah Kepada Dew an Perw akilan Rakyat Daerah, dan Informasi
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Kepada M asyarakat, dan
PP Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan serta satu PP yang
menggunakan istilah urusan pemerintahan umum yakni PP Nomor
19 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan
Wew enang Serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil
Pemerintah di W ilayah Provinsi
(1)
Penyelenggaraan t ugas umum pemerint ahan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 huruf c meliput i :
a.
Kerjasama ant ar daerah;
b.
Kerjasama daerah dengan pihak ket iga;
c.
Koordinasi dengan inst ansi vert ikal di daerah;
d.
Pembinaan bat as w ilayah;
e.
Pencegahan dan penanggulangan bencana;
f.
Pengelolaan kawasan khusus yang menjadi kewenangan
daerah;
g.
Penyelenggaraan ket ent raman dan ket ert iban umum,
dan
h.
Tugast ugas umum pemerint ahan lainnya yang
dilaksanakan oleh daerah. (Pasal 6 PP Nomor 3 Tahun
2007).
•
Camat menyelenggarakan TUGAS UM UM PEM ERINTAHAN yang meliputi : a. mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;b. mengordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan
ketertiban umum;
c. mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan
perundang-undangan;
d. mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;
e. mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan;
f. membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/ atau
kelurahan; dan
g. melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang
lingkup tugasnya dan/ atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.
Pasal 3 ayat (1) PP Nomor 19 Tahun 2010
Gubernur sebagai wakil Pemerintah memiliki tugas melaksanakan
urusan pemerintahan (SEHARUSNYA URUSAN PEM ERINTAHAN UM UM )
meliputi:
a. koordinasi penyelenggaraan pemerintahan antara pemerintah daerah provinsi dengan instansi vertikal, dan antarinstansi vertikal di w ilayah provinsi yang bersangkutan;
b. koordinasi penyelenggaraan pemerintahan antara pemerintah daerah provinsi dengan pemerintah daerah kabupaten/ kota di w ilayah provinsi yang bersangkutan;
c. koordinasi penyelenggaraan pemerintahan antarpemerintahan daerah kabupaten/ kota di w ilayah provinsi yang bersangkutan;
e. menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara serta memelihara
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
f. menjaga dan mengamalkan ideologi Pancasila dan kehidupan
demokrasi;
g. memelihara stabilitas politik;
h. menjaga etika dan norma penyelenggaraan pemerintahan di
daerah; dan
i. koordinasi pembinaan dan pengaw asan penyelenggaraan tugas
pembantuan di daerah provinsi dan kabupaten/ kota.
Pasal 3 ayat (2)
•
Selain melaksanakan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), gubernur sebagai w akil Pemerintah juga
•
Pada PP Nomor 19 Tahun 2010 tidak terdapat istilah urusanpemerintahan umum, tetapi apabila disimak isi Pasal 3 ayat (1) dan (2) PP tersebut, sebenarnya mengandung makna seperti urusan
pemerintahan umum yang digunakan pada UU Nomor 5 Tahun 1974.
•
M enurut Pasal 4 ayat (1) PP Nomor 19 Tahun 2010, tugas pemerintahan yang dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil pemerintah pusatmencakup :
- koordinasi (ada 4 hal);
- pembinaan dan pengawasan (1 hal);
- politik ( ada 3 hal );
- etika ( ada 1 hal).
PRESIDEN
M enteri M DN Kementerian
Negara
Ka.
Kakanw il Gubernur KDH TK. I + DPRD
Perangkat W ilayah +
Perangkat Daerah
Ka. Kakandep
Kakandep Kec
Bupati/
Walikota KDH TK. II + DPRD
Perangkat W ilayah +
Perangkat Daerah
Camat
Cadin
Cadin
Keterangan:
--- = Garis Komando
PRESIDEN
M DN M enteri
(Kew.Concurrent)
Ka. Kanw il
Gubernur Sebagai W kl Pem. Pusat
KDH PROP. + DPRD
Ka. Kandep
KDH
Kab/ Kota + DPRD
Ka. UPT
Keterangan:
= Garis Komando = Garis Koordinasi
= Garis Koordinasi Vertikal = Garis Supervisi SPM
= Garis Pembinaan teknis fungsional dan administratif
M enteri (Kew. M utlak)
B. PROSPEK KEBERADAAN URUSAN PEM ERINTAHAN UM UM
•
Berdasarkan serangkaian diskusi dalam Tim Penyusun RUU Revisi UU Nomor 32 Tahun 2004, muncul keinginan untuk menghidupkan kembali urusan pemerintahan umum seperti yang digunakan oleh UU Nomor 5 Tahun 1974 dan berbagai UU sebelumnya, tanpa harus terjebak pada semangat sentralisasi seperti masa lalu.•
Alasan ilmiahnya adalah bahwa kendali penyelenggaraan pemerintahan daerah berada di tangan pemerintah pusat, dalam hal ini presiden dan jajarannya, karena daerah menerima transfer urusan pemerintahan dari pemerintah pusat- khususnya urusan pemerintahan eksekutif.•
Prinsipnya adalah “ semakin besar gerakan desentralisasi•
Bidang pemerintahan yang perlu memperoleh perhatian besar adalah mengenai koordinasi pemerintahan. Sebab sampai saat ini belum ada peraturan khusus mengenai koordinasi pemerintahan di daerah setelah PP Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi PenyelenggaraanPemerintahan di Daerah secara praktis tidak berlaku setelah UU Nomor 5 Tahun 1974 dicabut.
•
Salah satu fungsi hakiki dari pemerintah daerah adalah memelihara ketentraman dan ketertiban umum, selain menyediakan kebutuhan dasar masyarakat(pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, fasilitas umum).
•
Disebut hakiki karena semua lapisan masyarakat membutuhkan ketentraman dan ketertiban umum. Urusan ini meskipun selalu disebut dalam satu kalimat, tetapi masing-masing mengandung makna yang berbeda.•
Ketentraman adalah suasana batin dari setiap individu karena terpenuhinya kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan) serta adanya kesempatan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kemanusiaannya.U R U S A N P E M E R I N T A H A N
KONKUREN ABSOLUT 1. PERTAHANAN 2. KEAMANAN 3. AGAMA 4. YUSTISI5. POLITIK LUAR NEGERI
6. MONETER & FISKAL
PILIHAN
Pertambangan, Perdagangan, dll. Kesehatan, Pendidikan,
Pekerjaan Umum, dll.
WAJIB
K EM EN T ER I AN D ALAM N EGER I K EM EN T ER I AN D ALAM N EGER I K EM EN T ER I AN D ALAM N EGER I
CATATAN: CATATAN:
Urusan yang berbasis ekosistem (Kehutanan, Pertambangan, Perkebunan, Kelautan dan Perikanan) menjadi kewenangan Provinsi yang sebagian hasilnya dibagikan ke Kab/Kota Urusan yang berbasis ekosistem (Kehutanan, Pertambangan,
Perkebunan, Kelautan dan Perikanan) menjadi kewenangan Provinsi yang sebagian hasilnya dibagikan ke Kab/Kota
PRESIDEN
M DN M enteri
(Kew.Concurrent)
Ka. Kanw il
Gubernur Sebagai W kl Pem. Pusat
KDH PROP. + DPRD
Ka. Kandep
KDH
Kab/ Kota + DPRD
Ka. UPT
Keterangan:
= Garis Komando = Garis Koordinasi
= Garis Koordinasi Vertikal = Garis Supervisi SPM
= Garis Pembinaan teknis fungsional dan administratif
M enteri (Kew. M utlak)
•
Sesuai prinsip akordeon, isi urusan pemerintahan umum dapatbertambah maupun berkurang, sejalan dengan perkembangan susunan organisasi di kementerian/ lembaga dan tugas pokoknya.
C. NILAI EFEKTIVITAS
•
Dalam manajemen, nilai efektivitas adalah nilai pertama dan tradisional yang harus dicapai. Efektivitas dalam bahasa paling sederhana adalah gambaran perbandingan antara realisasi dengan target. Unit organisasi yang tidak memiliki target terukur tidak akan bisa diketahuiefektivitasnya. Organisasi yang tidak dapat diukur efektivitasnya, tidak akan dapat diketahui efisiensinya.
•
Nilai lainnya yang perlu dikembangkan adalah Efisiensi, “Equity” (dari George Frederickson), dan “Economic”. (dari E.S. Savas).