SMA KRISTEN 1 SALATIGA
Jl. Osamaliki No 32 Salatiga – Indonesia Telp (0298) 326506, Fax (0298) 314476RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) BIMBINGAN DAN KONSELING
Kelas : XII IPA 3 Semester / Tahun : I / 2016 / 2017
Waktu Pelaksanaan : Kamis, 22 September 2016 Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
Tempat : Ruang Kelas
Tugas Perkembangan : Memilih dan mempersiapkan karier
A. Judul / Spesifikasi Layanan : Lulus SMA mau kemana? B. Bidang Bimbingan : Karir
C. Jenis Layanan : Orientasi, Informasi D. Fungsi Layanan : Pemahaman
E. Tujuan Layanan :
1. Peserta didik dapat menjelaskan berbagai pilihan karir setelah lulus SMA
2. Peserta didik dapat mengetahui konsekuensi dari setiap pilihan karir yang akan diambil 3. Peserta didik dapat memilih jenis karir yang dikehendaki
4. Peserta didik dapat mempersiapkan pilihan karirnya dengan baik F. Pendidikan Karakter : Mandiri, Tanggung-jawab
Mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran peserta
didik
Apersepsi : apakah peserta didik mengetahui berbagai macam pilihan karir? Praktikan menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas
2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi
Peserta Didik menceritakan rencananya setelah lulus SMA Peserta Didik melakukan tanya jawab kepada Praktikan
b. Elaborasi
Peserta Didik diminta untuk menjelaskan tentang berbagai pilihan karier yang
diketahuinnya.
Peserta Didik memperhatikan materi yang disampaikan oleh Praktikan
c. Konfirmasi
Praktikan dan Peserta Didik memberikan umpan balik tentang materi Peserta Didik bertanya pada Praktikan apabila ada yang kurang jelas
3. Kegiatan Akhir
Praktikan dan Peserta Didik memberikan kesimpulan
Peserta Didik diberi kesempatan untuk merefleksikan pengalaman belajar yang telah
diperoleh dari kegiatan yang telah dilaksanakan
Peserta Didik diminta untuk menyampaikan manfaat yang telah diperoleh dari kegiatan
yang telah dilaksanakan
Praktikan memberikan harapan materi layanan yang telah diberikan
Praktikan mengamati perhatian, respon dan aktivasi Peserta Didik saat kegiatan layanan berlangsung dengan mengobservasi proses kegiatan layanan.
b. Penilaian Hasil 1. Penilaian Laiseg
Memberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mengetahui pemahaman siswa
terhadap materi yang diberikan. 2. Penilaian Laijapen
Mewawancarai Peserta Didik yang mengalami kesulitan untuk menentukan pilihan
karir setelah satu minggu diberikannya layanan. 3. Penilaian Laijapang
Memantau perubahan Peserta Didik, apakah sudah dapat menentukan pilihan
karir sesuai dengan bakat dan minat setelah diberikannya layanan. c. Tindak Lanjut
Apabila ada Peserta Didik yang belum bisa menjelaskan tentang pilihan karir setelah lulus
SMA, Praktikan akan menjelaskan kembali kepada Peserta Didik tersebut.
Jika Peserta Didik belum mengetahui berbagai pilihan karir setelah lulus SMA, Praktikan
akan membantu Peserta Didik dengan mencari informasi dari berbagai sumber.
Peserta Didik yang masih bingung dalam menentukan pilihan karir setelah lulus SMA,
akan diberikan Layanan Konseling Individu.
Alat dan Media : Laptop (Powerpoint) Keterkaitan layanan dengan kegiatan pendukung :
Sumber : http://blog.rivaekaputra.com/
Biaya :
-Catatan Khusus :
-Mengetahui, Salatiga, 21 September 2016
Guru Pamong Praktikan
Lampiran
Materi Layanan
Lulus SMA mau kemana?
Berdasarkan data dari Jawapos (17 Mei 2015), lulusan SMA/MA 2015 ada sebanyak 1.6 juta orang, yang melanjutkan kuliah sebanyak 60% atau sekitar 960 ribu orang. Sementara itu lulusan SMK sebanyak 1.2 juta orang dan hanya 8% atau sekitar 96 ribu orang yang melanjutkan ke bangku kuliah. Jadi, total lulusan sekolah menengah yang melanjutkan kuliah sekitar 1.1 juta orang per tahun. Artinya, ada sekitar 1.7 juta orang lulusan sekolah menengah yang memiliki profesi selain pelajar/mahasiswa.
Lazimnya semua lulusan SMA rata-rata telah berusia lebih dari 17 tahun sehingga telah memperoleh KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang di dalamnya tertera keterangan pekerjaan atau profesi. Lulusan sekolah menengah dewasa ini dapat memilih berbagai bidang profesi sesuai keinginannya, tentunya setelah dinyatakan mampu memenuhi syarat masuk yang telah ditentukan khususnya bagi pilihan profesi formal.
Berikut adalah 10 pilihan profesi setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) berdasarkan jenis pekerjaan versi KTP.
1. Belum / Tidak Bekerja
Pilihan ini terjadi akibat beragam alasan. Apakah itu karena keterbatasan biaya, tidak lulus masuk ke jurusan yang diinginkan di universitas atau akademi, atau memang karena lulusan sekolah menengah tersebut memang ingin beristirahat dari kegiatan belajar mengajar secara formal. Masa ini dapat dimanfaatkan untuk berkontemplasi atau merenung, berpikir mencari apa yang sebenarnya diinginkan untuk ke depannya, baik itu satu, lima, atau sepuluh tahun ke depan.
Masa ini juga dapat diisi dengan kegiatan kursus seperti contohnya kursus komputer, kesekretariatan, akuntansi, pijat shiatsu, memasak, Bahasa Inggris dan sebagainya. Kursus diambil baik itu berdasarkan hobi atau untuk mendukung profesi selanjutnya yang telah direncanakan. Bagi yang ingin mengikuti tes masuk universitas, dapat mengikuti bimbel-bimbel persiapan tes. Bagi yang memang ingin beristirahat, dapat menyalurkan hobi yang memang membutuhkan waktu banyak seperti traveling, dsb.
Bagi yang bercita-cita ingin menjadi Imam Masjid atau Ustadz/Ustadzah/ Mubaligh, dapat mengikuti pendidikan non formal di dalam pesantren dan menjadi santri/santriwati.
2. Mengurus Rumah Tangga
Pilihan profesi berikut ini kebanyakan dipilih oleh para wanita yang sudah siap untuk berumah tangga. Menjadi ibu rumah tangga bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Apabila tidak memahami arti rumah tangga dan peran sebenarnya dari seorang Ibu, tentu akan menjadi kekurangan terutama bagi anak-anaknya. Diharapkan para wanita yang memilih profesi ini sudah paham betul peran dan tanggung jawabnya yang begitu penting dan vital bagi kehidupan generasi selanjutnya. Tentunya para suami diharapkan dapat membimbing para istri apabila dirasa istri kurang paham betul.
3. Pelajar / Mahasiswa
Pelajar/mahasiswa terbagi beberapa pilihan diantaranya mengambil kuliah S1 di universitas atau perguruan tinggi baik itu negeri maupun swasta, mengambil D3 di akademi (keperawatan, perhotelan, farmasi, dsb), atau mengambil D3 di akademi dengan ikatan dinas.
Menjadi pelajar/mahasiswa D3 di akademi dengan ikatan dinas harus melewati syarat dan tes yang lebih ketat daripada S1 di universitas dan D3 di akademi umum karena tidak hanya jaminan lulusan langsung ditempatkan di instansi pemerintah namun selama menjalani pendidikan pelajar/mahasiswa ini mendapat uang saku dan uang pangkal saku. Akademi tersebut diantaranya adalah Akademi Kepolisian (AkPol), Akademi Militer (AkMil), Akademi Meteorologi dan Geofisika, Akademi Imigrasi, Akademi Kimia Analisis, Sekolah Tinggi Sandi Negara, dan masih banyak lagi.
4. Tentara Nasional Indonesia
TNI terbagi menjadi tiga yaitu darat, laut, dan udara dengan tiga rekrutmen dan pendidikan yaitu untuk tamtama, bintara, dan akademi militer (akmil). Calon tamtama biasanya tamatan SMP dan sederajat masih bisa mendaftar. Mereka kemudian akan mendapat pendidikan selama enam bulan di sekolah calon tamtama (secata). Setelah lulus, mereka akan mendapatkan pangkat prajurit dua (prada).
Calon bintara haruslah tamatan SMA dan menempuh pendidikan di sekolah calon bintara (secaba) selama lima bulan dan begitu lulus mendapatkan pangkat sersan dua. Sementara itu, untuk masuk akmil minimal merupakan lulusan SMA dan akan mendapat pendidikan selama empat tahun. Lulusan akmil akan berpangkat letnan dua (letda).
5. Kepolisian RI
Bagi para calon anggota Polri, terdapat 4 macam seleksi yaitu AkPol, bintara, bintara khusus, dan tamtama. Seperti halnya AkMil, AkPol merupakan akademi dengan ikatan dinas yang terbuka bagi lulusan sekolah menengah. Sementara untuk lulusan sekolah menengah lainnya bisa menjadi anggota Polri dengan mendaftar seleksi untuk menjadi bintara dan tamtama dengan salah satu syarat umumnya adalah memiliki Nilai Akhir (gabungan UN dan nilai sekolah) minimal 6,0.
6. Karyawan Swasta
Lulusan sekolah menengah langsung melamar pekerjaan pada perusahaan swasta tentu saja dapat dilakukan. Biasanya lowongan yang dibuka adalah untuk menjadi receptionist, staf administrasi, staf HRD, kasir, staf marketing, teller bank, dan sebagainya.
7. Seniman
Pada awalnya pilihan profesi ini dipandang sebelah mata karena dianggap kurang menghasilkan, tidak memiliki jabatan, dan bersifat hiburan semata. Namun seiring berjalannya waktu dan media video serta televisi banyak menampilkan artis-artis yang sukses secara pendapatan finansial baik itu dalam bidang akting atau olah vokal, menjadikan profesi ini laku keras dan menjadi salah satu cita-cita anak jaman sekarang. Predikat seniman tentu bukan saja menjadi aktor, aktris, atau penyanyi, namun diberikan juga kepada para pematung, pelukis, dan penari.
8. Penyiar Radio
Beberapa radio biasanya melakukan program bimbingan atau perekrutan untuk magang terhadap para siswa sekolah menengah yang merupakan pendengar setia dan ingin mencoba karier sebagai penyiar radio. Setelah lulus sekolah menengah profesi ini dapat dijalani baik itu penuh maupun paruh waktu.
9. Wiraswasta
hobi menjahit dan hasilnya bagus, pilihan profesi ini dapat dijalani setelah lulus sekolah menengah. Selain bermodal hobi, profesi ini juga dapat dilakukan di rumah.
10. Mekanik
Merupakan salah satu pilihan profesi yang dapat dipilih setelah lulus SMK utamanya jurusan Otomotif. Lowongan pekerjaan mekanik bisa didapatkan di bengkel-bengkel mobil maupun industri yang membutuhkannya.
Ada beberapa pilihan yang mungkin terpikirkan dan yang dapat dipilih oleh adik-adik sekalian.
1. Melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau kuliah.
Bagi sebagian orang yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, biasanya sejak SMA sudah buat rencana, akan kuliah dimana, di jurusan apa. Memilih untuk kuliah, pastinya tidak mudah. pertama-tama, sebaiknya sesuaikan jurusan yang dipilih dengan minat dan kemampuan adik-adik. Tidak perlu ikut-ikutan teman, karena teman dekatnya ingin masuk Kedokteran, jadinya pengen kuliah KEdokteran juga, padahal selama ini mungkin adik-adik lebih suka mengutak-atik komputer. Jadi, pilihkan jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan minat. Bila adik belum mengetahui apa yang menjadi minat dan kemampuannya, mungkin dapat dibantu dari meminta pendapat guru ataupun dari Tes Bakat Minat yang disedikan oleh Lembaga Psikologi Terapan atau Biro Psikologi. Hal kedua dalam memilih melanjutkan kuliah ini, pertimbangkan juga Perguruan Tinggi yang akan dimasuki, bagaimana akreditasinya, bagaimana mutu dosen-dosennya, bagaimana lingkungan kampusnya, fasilitasnya, citranya di mata masyarakat. Hal ketiga, bahwa Indonesia mengenal jalur pendidikan diploma dan pendidikan sarjana. Pendidikan Diploma biasanya fokus pada skills, jadi lebih banyak mengasah keterampilan kerja dan biasanya lebih siap pakai ketika terjun ke dunia kerja nantinya. Pendidikan Sarjana fokus pada pengembangan keilmuannya, jadi akan lebih banyak mikir dan menganalisa konsep. Hal ke-empat yang menjadi pertimbangan tentunya adalah biaya. Untuk hal ini perlu memperhitungkan sumber daya, apakah dari orangtua, beasiswa, atau membiayai sendiri. Tentunya hal ini perlu dibicarakan dengan donatur adik-adik.Hal ke-lima yang dapat dipertimbangkan, apakah akan kuliah diluar kota atau di dalam kota, atau apakah tetap tinggal dengan orangtua atau pergi merantau. Mungkin saja jurusan yang adik ingin pilih tidak terdapat di universitas yang ada di kota adik sehingga harus pergi merantau. Contoh jika adik tinggal di Medan dan ingin kuliah di Teknik PEnerbangan, satu-satunya hanya terdapat di ITB Bandung, berarti adik harus pergi ke Bandung.
2. Pilihan yang kedua adalah bekerja
adik-adik lulusan SMK, biasanya lebih sesuai dengan jurusan SMK-nya, contohnya lulusan SMK Otomotif dapat bekerja di bengkel-bengkel motor atau mobil.
3. Pilihan yang ketiga adalah menikah
Di beberapa daerah di Indonesia, masih sering kita jumpai bahwa anak-anak perempuan tamat SMA hanya menunggu ‘dilamar’. Namun, tentunya menikah bukanlah pilihan yang bijaksana, karena menikah menuntut kematangan emosi, sosial, psikologis mengingat tanggungjawab yang akan dipikul sebagai individu yang menikah juga akan besar sekali.
4. Pilihan yang ke-empat adalah menganggur
SEbenarnya pilihan yang terakhir ini tidak dapat dianggap sebagai sebuah pilihan..:) Namun seringkali terjebak dalam pilihan tersebut karena tidak ada biaya untuk kuliah, tidak ada kesempatan atau peluang untuk bekerja, dan mau menikah juga tidak ada dana atau tidak ada orang yang hendak dinikahi..:)
Tidak semua siswa SMA/SMK/MA tahu mau kemana setelah lulus nanti. Sebagian diantara mereka hanya ikut-ikutan temannya saja. Ada yang mau kuliah walaupun belum tahu juga mau kuliah dimana dan masuk jurusan apa. Sebagian lagi ingin langsung bekerja saja. Alasannya karena tak ada biaya untuk kuliah. Sepertinya pilihan bagi anak SMA cuma dua, kalo nggak kuliah ya kerja.
Padahal masih ada lagi alternatif lain yang bisa dilakukan oleh para pelajar setelah lulus sekolah. Alternatif itu diantaranya adalah:
1. Kursus
Tujuan kursus adalah meningkatkan keterampilan teknis yang siap pakai. Jadi kursus lebih banyak praktek daripada teori. Bahkan sering dilengkapi dengan magang atau praktek kerja. Jenis kursus yang bisa ditempuh pun banyak dengan biaya dan fasilitas yang bervariasi.
Bagi mereka yang suka komputer bisa kursus desain grafis supaya bisa merancang logo, desain kaos, banner dan sebagainya. Bisa juga bikin komik atau film kartun kalau kursus animasi 3 dimensi. Merancang website keren dipelajari di kursus desain web.
Buat yang suka mode ikutan aja kursus desain fashion, kamu bisa jadi desainer top. Kursus menjahit atau memasak pun bukan hal tabu untuk diikuti. Banyak penjahit bagus bisa berpenghasilan tinggi dengan membuka usaha menjahit di rumah. Begitu juga dengan koki atau chef yang bisa menyajikan masakan enak, bisa buka usaha sendiri atau kerja di restoran ternama.
Masih banyak jenis kursus lainnya. Sesuaikan dengan potensi diri yang dimiliki. Pada umumnya biaya kursus lebih murah daripada kuliah. Waktunya pun lebih singkat. Ilmu dan keterampilan yang didapatkan bisa langsung diterapkan untuk melamar kerja atau buka usaha.
2. Buka Usaha Sendiri
akan mudah mengikuti jadi pengusaha. Sayangnya sebagian besar orangtua berharap anaknya jadi pekerja.
Banyak usaha yang bisa dilakukan oleh anak muda. Orang sering menyebut modal uang sebagai kendala, padahal semestinya tidak. Untuk memulai usaha hanya perlu 1 M yaitu MAU. Kalau ada kemauan pasti ada jalan. Modal uang bisa dicari dari keluarga sendiri atau pinjam sana sini. Tidak semua usaha perlu modal uang besar untuk memulainya.
Buka usaha bisa disesuaikan dengan minat atau hobi yang kita miliki. Mungkin yang suka ngoprek motor bisa bikin bengkel. Bikin warnet dan game online, buka distro, kios pulsa, cafe atau warung makan, dan sebagainya. Jangan gengsi jadi pengusaha karena statusnya yang masih dianggap kurang keren di mata masyarakat. Padahal kalo mau kaya mestinya jadi pengusaha.
3. Pekerja Mandiri
Pekerja mandiri artinya kita bekerja untuk diri kita sendiri. Tanpa ada atasan dan bawahan. Contoh pekerja mandiri adalah pengajar les privat, desainer web, pelatih olahraga, dan sebagainya. Untuk bekerja mandiri, kita harus punya ilmu dan keterampilan yang memadai.
Lulusan SMA bisa mengajar les privat untuk anak SD atau SMP. Tentu kita harus tahu dan menguasai bahan pelajaran apa saja yang dipelajari oleh anak-anak. Tidak perlu modal hanya perlu mencari murid di sekitar tempat tinggal. Promosi bisa dilakukan dengan menyebarkan brosur ke sekolah terdekat atau ke rumah-rumah yang punya anak usia sekolah.
Bagi mereka yang punya kemampuan desain web bisa menerima order pembuatan website. Order bisa diterima secara online maupun offline. Cukup dengan modal komputer dan koneksi internet anda bisa mulai bekerja sendiri. Promosi bisa dilakukan melalui media online dengan membuat website, blog atau menyebarkan informasi di media sosial.
Jagoan olahraga bisa menjadi pelatih untuk anak-anak. Caranya sederhana kita bisa bekerjasama dengan pemilik lapangan futsal, lapangan bola, bulutangkis dan semacamnya. Kita akan membuat klub olahraga untuk anak-anak dengan latihan rutin. Tiap anak yang ikut dikenakan iuran bulanan. Sistem usahanya dengan format bagi hasil untuk kita sebagai pelatih dan pemilik lapangan.
LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI, ANALISIS DAN TINDAK SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
1. Topik Permasalahan : Lulus SMA mau kemana? 2. Spesifikasi Kegiatan :
a. Bidang Bimbingan : Karir b. Fungsi Bimbingan : Pemahaman 3. Pelaksanaan Kegiatan :
a. Hari/Tanggal : Kamis, 29 September 2016 b. Waktu : 1 x 45 menit
c. Kelas : XII IPA 3 (Ruang Guidance & Counselling) d. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan bimbingan klasikal :
Praktikan membuka kegiatan dengan mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran peserta didik dan menanyakan peserta didik yang tidak hadir sekaligus menanyakan apa yang dibahas minggu lalu.
Praktikan menyampaikan tujuan yang akan dicapai dalam layanan yaitu agar peserta didik dapat menjelaskan berbagai pilihan karir setelah lulus SMA, mengetahui konsekuensi dari setiap pilihan karir yang akan diambil sehingga peserta didik dapat memilih dan mempersiapkan jenis karir yang dikehendaki dengan baik..
Eksplorasi dapat dilakukan sesuai dengan tujuan yang dicapai pada satuan layanan bimbingan dan konseling. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dengan tepat dan variatif. Peserta didik berani berpendapat mengenai jenis-jenis pilihan karier setelah lulus SMA. Peserta didik antusias menceritakan pilihan kariernya, misalnya yohanes bercerita tentang keinginannya untuk menjadi tentara.
Elaborasi, dalam pemberian materi, praktikkan memberikan cakupan materi tentang beberapa alternatif pilihan setelah lulus SMA, kemudian menceritakan pengalaman yang telah dialami “kegagalan dalam menentukan pilihan karir.” Praktikkan menjelaskan tentang alternatif pengambilan keputusan kepada peserta didik apabila dalam kenyataanya tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Evaluasi :
a. Cara penilaian : Praktikan melihat antusias peserta didik di kelas, partisipasi peserta didik mengikuti layanan, aktivitas peserta didik, serta respon peserta didik setiap mendapatkan pertanyaan dari praktikan.
kurang kondusif. Tetapi praktikkan masih dapat mengendalikan kelas dengan meminta peserta didik untuk diam dan memperhatikan.
.
4. Kesulitan yang dihadapi praktikan : Ketika kelas dalam kondisi ramai, praktikan harus berbicara sangat keras agar didengar oleh seluruh peserta didik.
5. Tindak Lanjut
Mempersiapkan materi, strategi dan metode layanan bimbingan dengan lebih baik.
Mempersiapkan diri terhadap situasi yang tak terduga di setia layanan bimbingan klasikal.
Memperdalam terus wawasan yang berkaitan dengan materi dan keadaan psikologis remaja.
Mengetahui,
Guru BK SMA Kristen 1 Salatiga
(Yosep Arianto, S.Pd.)
Salatiga, 29 September 2016 Praktikan,
(Yohanes Danang S)
NIM : 132013003
Laporan Pelaksanaan, Evaluasi, dan Observasi
Satuan Layanan Bimbingan Klasikal
Materi “Lulus SMA mau kemana?”
Aspek yang Diobservasi Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik
Antusias siswa √
Partisipasi siwa √
Aktivitas siswa √
Respon siswa √
Kelancaran layanan √
Suasana layanan √
Keterangan: