• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar | Pemikiran | Panitia | Juklak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengantar | Pemikiran | Panitia | Juklak"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR

PEMBENTUKAN PENGURUS ISFI DAERAH

ISFI UNM Makassar

MENYATU, MENGABDI, DAN MEMBERI YANG TERBAIK!

Syukur Alhamdulillah Deklarasi ISFI UNM Makassar yang telah dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 2011 bertampat di Hotel Santika Makassar, Salah satu hasil deklarasi adalah terbentuknya Pengurus Pusat ISFI UNM Makassar dengan Ketua Umum terpilih adalah Drs. Muhammad Arsyad, M.T.

Dengan tekad yang kuat dan kerjasama dari berbagai pihak, seminggu setelah deklarasi tepatnya tanggal 07 Januari 2012 dilaksanakan Rapat Kerja (Raker I) ISFI UNM Makassar yang berlangsung di lantai 3 Jurusan Fisika FMIPA UNM Makassar.

Salah satu hasil program kerja yang direncanakan oleh Divisi Pengembangan Organisasi ISFI UNM Makassar adalah terbentuknya Pengurus Daerah khususnya untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Barat dan mengkaji terbentuknya Pengurus Wilayah Sulawesi Barat (Pengurus Provinsi).

Pengurus Daerah juga dibahas dalam Anggaran Dasar – Anggaran Rumah Tangga ISFI UNM Makassar, mau tidak mau Pengurus Daerah harus segera dibentuk untuk membantu Pengurus Pusat menjalankan organisasi di daerah.

Sebagai upaya memperlancar pembentukan Pengurus Daerah, maka Divisi Pengembangan Organisasi memandang perlu dibentuknya Panitia Persiapan Pembentukan Pengurus Daerah dengan komposisi kepanitiaan “sangat ramping”, yaitu Ketua Panitia, Sekretaris, Bendahara dan Anggota. Kepanitian ini diharapkan bahu membahu merancang terbentuknya Pengurus Daerah.

(2)

SEBUAH PEMIKIRAN

MODEL PEMBENTUKAN PENGURUS ISFI DAERAH

ISFI UNM Makassar

MENYATU, MENGABDI, DAN MEMBERI YANG TERBAIK!

Berdasarkan kunjungan ke daerah khususnya pada daerah Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, komunikasi dengan beberapa alumni dan mengamati perkembangan aspirasi alumni di facebook group. Menunjukkan tingginya ekspektasi alumni terhadap ISFI UNM Makassar untuk berorganisasi, khususnya terhadap program kerja yang telah disepakati pada RAKER I.

Mencoba menyambung harapan alumni tersebut di atas, kami dari Divisi Pengembangan Organisasi berusaha mengaktualisasikan sebuah pemikiran sebagai bakal wujud terbentuknya kepengurusan ISFI di daerah, khususnya kepada daerah-daerah yang siap dalam hal jumlah alumni fsika UNM Makassar, serta kesiapan beberapa alumni untuk membantu Pengurus Pusat ISFI UNM untuk mensosialisasikan rencana pembentukan Pengurus Daerah.

Dalam rangka pembentukan pengurus ISFI di daerah, ada tiga pemikiran kami dari Divisi Pengembangan Organisasi, yaitu:

1. Mengadakan Musyawarah Daerah Pertama (MUSDA I)

Desain pertama, dilakukan dengan diawali pembentukan panitia yang komposisi kepanitiannya tidak terlalu banyak. Selanjutnya panitia yang dibentuk oleh Pengurus Pusat mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah Pertama. Musyawarah Daerah diakhiri dengan agenda pelantikan oleh Ketua Umum ISFI UNM Makassar

2. Musyawarah Daerah Pertama (MUSDA I) sekaligus Rapat Kerja Pertama (RAKER I)

(3)

masing-masing daerah.

Selanjutnya, pengurus ISFI Daerah yang telah di SK-kan dengan legitimasi kepengurusannya membentuk panitia RAKER I yang selanjutnya mengagendakan kegiatan Raker-nya. Kegiatan Raker ini akan dihadiri oleh Ketua Umum (Pengurus Pusat) yang sekaligus melakukan kegiatan Pelantikan Pengurus Daerah yang telah di SK-kan.

(4)

SUSUNAN PANITIA

PEMBENTUKAN PENGURUS ISFI DAERAH

ISFI UNM Makassar

MENYATU, MENGABDI, DAN MEMBERI YANG TERBAIK!

SUSUNAN PANITIA yang kami sampaikan di bawah ini tidak berlaku jika seandainya Pengurus Pusat ISFI UNM telah mengeluarkan Surat Keputusan Pengurus ISFI di daerah, silahkan dibaca SEBUAH PEMIKIRAN Model Pembentukan Pengurus ISFI Daerah, point 3 (desain ketiga).

Dengan mengkaji kondisi alumni Fisika UNM Makassar di daerah dalam wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, serta informasi melalui komunikasi dan melalui media online facebook maka berikut ini kami sampaikan nama Koordinator Daerah dan Panitia Persiapan Pembentukan Pengurus Daerah, khusus untuk daerah yang menyatakan kesiapan membentuk kepengurusan di daerah.

Berikut daerah yang menyatakan kesiapan dan komposisi Kepanitiaan, antara lain:

1. Takalar

a. Koordinator: Hamzah, S.Pd. (Berdasarkan SK Pengurus Pusat ISFI UNM)

b. Panitia Persiapan Pembentukan Pengurus Daerah ISFI UNM

Ketua : Hamzah, S.Pd.

Sekretaris: Ridwan, S.Pd.

Bendahara : Nur Alam Bahar, S.Pd.

Anggota : Rosmin, S.Pd. Dian Islamiyati, S.Pd.

2. Jeneponto

a. Koordinator: Amrin, S.Pd., M.Pd./Mahfud, S.Pd., M.Pd. b. Panitia Persiapan Pembentukan Pengurus Daerah ISFI UNM

Ketua : Mansyur, S.Pd.

Sekretaris: Irfan Syahrun, S.Pd.

Bendahara : Siskawati Maharani, S.Pd.

Anggota : Lies Dora, S.Pd. Kamiluddin, S.Pd.

(5)

4. Bulukumba

a. Koordinator: Abdul Asis, S,Pd./Abdul Kahar, S.Pd.

b. Panitia Persiapan Pembentukan Pengurus Daerah ISFI UNM

Ketua : Rusmayudi, S.Pd.

Sekretaris: Miftahul Jannah, S.Pd.

Bendahara : Endang Rima Widyaningsih, S.Pd.

Anggota : Hasisba Isnayanto, S.Pd. Viyayanti Indah Arsih, S.Pd. A. Tanning, S.Pd.

Agusnaeni, S.Pd. A. Nina, S.Pd. Solihin, S.Pd. Irnayani, S.Pd.

5. Selayar

a. Koordinator: Chandra Purnama, S.Si., S.Pd.

b. Panitia Persiapan Pembentukan Pengurus Daerah ISFI UNM

Ketua : Chandra Purnama, S.Si., S.Pd.

Sekretaris: Ahmad Farid, S.Si., S.Pd.

Bendahara : Syamsurya, S.Pd.

Anggota : Andi Syawaluddin, S.Pd.

6. Bone

a. Koordinator: Drs. Mubarak, M.Pd / Drs. Abdul Haseng, M.Pd / Muh. Tahir, S.Pd / Basir, S.Pd.

b. Panitia Persiapan Pembentukan Pengurus Daerah ISFI UNM

Ketua : Muh. Tahir, S.Pd.

Sekretaris: Basir, S.Pd.

Bendahara : Kasnawati, S.Pd.

Anggota : A. Muh. Irfan, S.Pd. Sri Wahyuni, S.Pd. Juhardi, S.Si., S.Pd. Syamsul Alam, S.Pd. Maman Suparman, S.Pd.

7. Daerah Lain

Untuk membentuk panitia pelaksana Pembentukan Pengurus Daerah yang belum disampaikan seperti 6 daerah di atas, maka

(6)

PETUNJUK PELAKSANAAN

PEMBENTUKAN PENGURUS ISFI DAERAH

ISFI UNM Makassar

MENYATU, MENGABDI, DAN MEMBERI YANG TERBAIK!

Nama-nama yang telah disebutkan namanya pada bagian SUSUNAN PANITIA PERSIAPAN PEMBENTUKAN PENGURUS DAERAH ISFI UNM Makassar selanjutnya merancang kegiatan sebagai berikut:

A. Musyawarah Daerah Pertama (MUSDA I)

Berikut PETUNJUK PELAKSANAAN, jika seandainya yang dilakukan oleh anggota ISFI UNM adalah mengadakan Musyawarah Daerah Pertama (MUSDA I), yaitu:

1. Persiapan

a. Menyepakati tanggal dan hari pembentukan Pengurus Daerah dengan Pengurus Pusat

Catatan:

Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Selayar diharapkan pelaksanaannya hari SABTU (keputusan tanggal dari Pengurus Pusat, agar supaya Bapak Drs. Muhammad Arsyad, M.T menghadiri acara pelantikan pengurus terbentuk) b. Mempersiapkan Aula atau ruangan untuk mengadakan

Musyawarah Pembentukan Pengurus Daerah Catatan:

Koordinator dan Panitia mempertimbangkan untuk menggunakan aula yang sederhana dan tidak memberatkan dalam hal biaya.

c. Mengundang Pejabat dari Pemerintahan Daerah setempat * d. Mengundang Pejabat dari Dinas Pendidikan setempat *

e. Mengundang Alumni Fisika UNM Makassar dan Guru Fisika yang bukan lulusan UNM tapi memiliki keinginan mengembangkan dunia pendidikan terkait fsika dan pendidikan secara umum, sesuai tujuan dibentuknya organisasi ISFI UNM Makassar.

(7)

* Tidak wajib dihadirkan

2. Pelaksanaan

Berikut susunan acara pada pelaksanaan Musyawarah Daerah I, yaitu:

I. Pembukaan

a. Pembukaan oleh Protokol

b. Menyanyikan Lagu Wajib Indonesia Raya c. Laporan Ketua Panitia

d. Sambutan-sambutan: 1) Koordinator

2) Perwakilan Pengurus Pusat

3) Perwakilan Pemerintah yang hadir sekaligus membuka acara*

e. Penutupan oleh protokol

II. Musyawarah Daerah

a. Pemilihan Sterring Comite Catatan:

c. Pemilihan ketua dan anggota divisi 1) Divisi Pendidikan dan Pelatihan 2) Divisi Penelitian dan Pengembangan 3) Divisi Komunikasi dan Informasi

4) Divisi Pengembangan Organisasi dan Usaha Kreatif d. Penyampaian rekomendasi oleh peserta Musda I

e. Pelantikan Pengurus Daerah terpilih oleh Ketua Umum ISFI UNM

f. Pidato Ketua Pengurus Daerah terpilih

g. Pidato Ketua Umum ISFI UNM Makassar, sekaligus menutup acara Musda I

Catatan:

(8)

B. Musyawarah Daerah Pertama (MUSDA I) sekaligus Rapat Kerja Pertama (RAKER I)

Berikut PETUNJUK PELAKSANAAN, jika seandainya yang dilakukan oleh anggota ISFI UNM adalah mengadakan Musyawarah Daerah Pertama (MUSDA I) sekaligus dirangkaikan dengan RAKER I.

Jika dilakukan adalah poin B di atas, maka petunjuk pelaksanaan, yaitu: PERSIAPAN dan PELAKSANAAN sama dengan bagian A. Musyawarah Daerah Pertama (MUSDA I), hanya ditambahkan

Agenda Acara Rapat Kerja, yaitu: a. Rapat dipimpin Oleh Ketua ISFI Daerah b. Rapat Komisi oleh masing-masing Divisi c. Penyampaian Hasil Rapat Komisi

d. Penutupan.

C. Rapat Kerja Pertama (RAKER I)

Berikut PETUNJUK PELAKSANAAN, jika seandainya yang dilakukan oleh anggota ISFI UNM adalah mengadakan Rapat Kerja Pertama (RAKER I).

Jika dilakukan adalah poin C di atas, maka petunjuk pelaksanaan, yaitu: PERSIAPAN sama dengan bagian A. Musyawarah Daerah Pertama (MUSDA I), hanya ditambahkan Agenda Acara Rapat Kerja, yaitu:

I. Pembukaan

a. Pembukaan oleh Protokol

b. Menyanyikan Lagu Wajib Indonesia Raya c. Laporan Ketua Panitia Raker I

d. Sambutan-sambutan: 1) Ketua ISFI Daerah

2) Ketua Umum Pengurus Pusat, sekaligus membuka acara. e. Penutupan oleh protokol

II. Agenda Rapat Kerja I

a. Rapat dipimpin Oleh Ketua ISFI Daerah b. Rapat Komisi oleh masing-masing Divisi c. Penyampaian Hasil Rapat Komisi

Referensi

Dokumen terkait

Aturan-aturan yang hasilnya tidak terklasifikasi disebabkan karena semua atribut atau variabel yang terdefinisikan, seperti: kategori, tingkat perekonomian, tingkat

isu-isu yang menjadi ancaman dan mengganggu kepentingan nasional suatu Politik luar negeri suatu negara cenderung untuk memperhatikan. kepentingan nasionalnya dan memperjuangkannya

Banyak panas yang dihasilkan dari produk hasil reforming yang dimanfaatkan untuk pembangkit steam sebelum diproses lebih lanjut dalam conventer yang

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi mengenai ukuran kristal (D), microstrain () dan kerapatan dislokasi () dari sampel akibat proses milling dan uji oksidasi

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan yang diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan dan kadar zat pengawet natrium benzoat pada produk saus tomat yang diperdagangkan di pasar tradisional (pasar

Pengeditan data yang dimaksud adalah pengeditan data rumah sakit, toko, ATM, jalan, dan graph. Pada proses pengeditan data, admin diminta memasukkan kata kunci dari data yang

Soal seperti ini dapat dikerjakan dengan melihat pola dari gambar yang diberikan.. Pola pada gambar pertama dan kedua diterapkan pada gambar ketiga dan