BAB III
METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Lap an gan basket SMA N 1 Sulang. Jl. Raya Sulang- Kab. Rembang 59254 Telp./ Fax. 0295-6998826. Alasan peneliti memilih SMA N 1 Sulang Rembang karena kegiatan ekstrakurikuler bolabasket berjalan dengan baik, serta belum ada yang melakukan penelitian terhadap kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di sekolah tersebut.
2. Waktu Penelitian
Adapun pelaksanaannya yaitu pada tanggal 14 November 2015 bertempat di lapangan bolabasket SMA N 1 Sulang Rembang.
B. Metode Penelitian
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional. Penelitian korelasional adalah suatu penelitian untuk mendeteksi sejauh mana variabel-variabel pada satu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi (Sumadi Suryabrata, 1983 : 27).
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dalam penelitian ini menggunakan metode korelasional. Sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, yaitu untuk mengetahui ”hubungan antara power tungkai, tinggi badan dan kelincahan dengan keterampilan terhadap keterampilan bermain bola basket siswa ekstrakurikuler di SMA N 1 Sulang.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus (Arikunto Suharsimi, 1997 : 115). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas satu, dua, dan tiga yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMA N 1 Sulang Rembang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto Suharsimi, 1997 : 117). Selanjutnya sampel yang jumlahnya sama dengan populasi disebut sampel total. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas satu, dua dan tiga yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMA N 1 Sulang Rembang yang bejumlah 30 siswa, terdiri putra dengan rentang usia berkisar 16 - 18 tahun.
Penelitian ini adalah penelitian populasi (purposive sampling) apabila memenuhi syarat-syarat, sehingga seluruh populasi akan menjadi sampel. Populasi yang diambil telah memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Populasi adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMA N 1 Sulang Rembang dengan rentang usia 16 - 18 tahun
b. Populasi memiliki tingkat usia yang relatif sama.
c. Populasi mendapat latihan di tempat dan waktu yang sama. d. Populasi mendapat materi latihan yang sama.
D. V ariabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) variabel bebas (independent) dan 1 (satu) variabel terikat (dependent) dengan rincian yaitu:
1. Variabel independent/ prediktor terdiri dari :
a. power tungkai X1
b. Tinggi Badan X2
c. Kelincahan X3
2. Variabel dependent / kriterior yaitu : Keterampilan Bermain Bola Basket 2. Definisi Operasional
Tujuan definisi operasional variabel dalam penelitian adalah untuk menjelaskan masing-masing variabel dalam penelitian ini, agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda. Maka perlu dijelaskan definisi variabel-variabel penelitian sebagai berikut:
a. Power tungkai
Dalam penelitian ini yang dimaksud Power tungkai adalah sekelompok otot pada bagian tungkai untuk melakukan usaha semaksimal mungkin dalam melakukan lompatan setinggi mungkin dengan tes vertical jump. Hasil dari raihan lompatan dengan satuan
centimeter (cm).
b. Tinggi badan
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan tinggi badan adalah ukuran posisi tubuh berdiri (vertical) dengan kaki menempel pada lantai, posisi kepala dan leher tegak pandangan lurus kedepan, dada dibusungkan dan perut datar, tarik napas beberapa saat. Alat ukur yang
digunakan adalah stadiometer dengan satuan pengukuran centimeter (cm). c. Kelincahan
Kelincahan adalah kemampuan merubah arah dengan cepat, tepat dan seimbang pada saat tubuh bergerak dari satu tempat ketempat yang lain. Pelaksanaan tes kelincahan dilakukan dengan mengukur kemampuan bergerak secepat-cepatnya melalui garis start sampai melewati garis finish. Untuk mengukur kelincahan digunakan tes lari belak - belok dogging run dan hasilnya dicatat dalam satuan detik. d. Tes keterampilan bermain bolabasket Johnson Basket Ball Test
Tes keterampilan bermain bola basket adalah tes yang digunakan untuk mengukur kecakapan bermain dalam sebuah cabang olahraga bola basket. Tes keterampilan bermain yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan bermain bolabasket Johnson Basket Ball Test. Tes ini bertujuan mengukur kecakapan bermain bolabasket. Tes ini terdiri dari 3 item tes, yaitu:
1. Menembakkan bola ke ring basket
Untuk mengukur ketepatan dan ketelitian menembak bola ke dalam ring basket, pelaksanaan tes ini menghitung bola yang masuk ke ring Selama 30 detik dan hasilnya di catat dalam satuan skor.
2. Melemparkan bola ke arah sasaran
Untuk mengukur ketepatan mengoper bola ke sasaran yang telah dibuat dan sudah di ukur, pelaksanaan tes ini menghitung bola yang tepat ke sasaran yang sudah di beri angka poin, selama 10 lemparan dan hasilnya dicatat dalam satuan skor.
3. Menggiring bola
Untuk mengukur kecepatan dan kecakapan menggiring bola maupun kelincahan merubah arah, pelaksanaan tes ini menghitung seberapa banyak bangku yang terlewati siswa dalam menggring bola Selama 30 detik dan itu hasil dari nilainya.
E. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen yaitu alat pada waktu peneliti menggunakan suatu metode (Arikunto Suharsimi, 2010). Instrumen pengumpulan data sebenarnya dapat berupa alat evaluasi.
Berdasarkan uraian diatas, dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah intrumen tes. Adapun tes yang digunakan antara lain : a. Test Power tungkai
Tes vertical jump ini digunakan untuk mengukur power tungkai dengan menggunakan alat papan vertical jump yang memiliki skala
centimeter (cm), dengan jarak antara lantai dengan angka 0 (nol) pada
skala yaitu 170 cm. Tes ini mengukur raihan tegak dan raihan loncat tegak, penilaian dalam tes ini adalah hasil dari raihan loncat tegak dikurangi raihan tegak.
Pelaksanaan yang pertama mengukur raihan tegak dengan cara terlebih dahulu ujung jari tangan diolesin serbuk kapur atau mangnesium karbonat. Peserta berdiri tegak dekat dinding, kaki rapat, papan skala berada di samping kiri atau kanannya. Kemudian tangan yang dekat dinding diangkat lurus ke atas, telapak tangan ditempelkan pada papan yang berskala, sehingga meninggalkan bekas raihan, dan catat hasil raihannya.
Pelaksanaan yang kedua mengambil awalan dengan sikap menekuk lutut dan kedua tangan diayunkan ke belakang, kemudian peserta meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan dengan ujung jari sehingga meninggalkan bekas, kemudian catat hasil raihan loncat tegak. b. Tes Tinggi Badan (Stadiometer)
1) Tujuan: untuk mengukur tinggi badan
2) Fasilitas dan alat: lantai dan dinding yang rata, serta stadiometer 3) Petugas: pengukur tinggi badan dan pencatat skor.
Peserta tes berdiri tegak menghadap lurus ke depan, posisi kepala tegak, mata horizontal dengan telinga, bahu tegak, tidak ditarik ke belakang, kepala, bahu, siku, pinggul dan tumit menempel pada dinding. Posisi stadiometer sejajar dengan dataran ruas-ruas tulang belakang.
5) Penilaian: penilaian dilakukan apabila stadiometer berada tepat pada kepala (vertex). Skor tinggi badan dicatat dalam satuan cm dengan ketelitian 1 cm.
c. Tes kelincahan dogging run
Dengan lari melewati rintangan dogging run dan hasilnya dicatat dalam satuan detik dengan menggunakan stopwatch manual. Memiliki validitas tes sebesar 0,968 tujauanya adalah mengukur kelincahan testee.
Pelaksanaan tes ini adalah teste berdiri sedekat mungkin dibelakang garis start kemudian berlari secepat-cepatnya menurut arah yang ditentukan. Masing-masing teste melakukan dua kali ulangan dengan waktu satuan detik, dan penilainya akan diambil waktu yang terbaik.
Gambar 3.1 : Pelaksanaan Dogging Run Tes (Sumber: Ngatman, 2001 : 21).
d. Tes keterampilan bermain bolabasket Johnson Basket Ball Test Tes ini disusun untuk mengukur tingkat keterampilan bermain bolabasket junior high school boys (usia SMA) atau rentang usia berkisar 16 – 18 tahun. Tes ini bertujuan mengukur kecakapan bermain bolabasket. Tes ini bertujuan mengukur kecakapan bermain bolabasket, memiliki validitas tes sebesar 0,65 – 0,79 dan reliabilitas tes sebesar 0,73 – 0,80. Tes ini terdiri dari 3 item tes, yaitu:
1. Menembakkan bola ke ring basket 2. Melemparkan bola ke arah sasaran 3. Menggiring bola
Tes ini diperuntukkan bagi anak high school boys (usia SMP dan SMA), Alat dan Perlengkapan :
1. Lapangan bolabasket yang ada ringnya. 2. Stopwatch, bola baske
3. Tembok atau daerah sasaran dengan sasaran 70 x 70 cm, di depan tembok ada ruang kosong dengan jarak kurang lebih 15 meter dengan bangku (hurdle) banyaknya 5 buah dengan tinggi 6 feet / 1,80 m.
4. Blanko pencatatan Pelaksanaan :
1. Menembakkan bola ke ring Petunjuk pelaksanaan
a) Tujuan: untuk mengukur ketepatan dan ketelitian menembak bola ke dalam ring basket.
b) Sarana dan Prasarana (1) Bola basket
(2) Lapangan basket dengan ring (3) Stopwatch
(4) Peluit
(5) Blangko dan alat tulis
c) Petugas : pengambil waktu dan pencatat. d) Pelaksanaan
Pada aba-aba “siap”, testi berdiri bebas didekat ring basket dengan bola ditangan. Setelah aba-aba “ya”, peserta segera memasukkan bola ke dalam ring basket sebanyak- banyaknya selama 30 detik. Apabila bola tidak terkuasai lagi, maka bola segera diambil dan kembali secepat- cepatnya kearah ring basket untuk melakukan kembali.
e) Penilaian
Setiap bola yang masuk ke dalam ring basket mendapat nilai satu. Jumlah bola yang masuk kedalam ring basket selama 30 detik merupakan nilai yang diperoleh. Apabila waktu aba-aba “stop” telah diberikan, sedangkan bola sudah lepas dari tangan dan masuk kedalam ring tetap mendapat nilai.
2. Melemparkan bola ke arah sasaran Petunjuk pelaksanaan
a) Tujuan: untuk mengukur ketepatan mengoper bola. b) Sarana dan prasarana
(1) Bola basket
(2) Sasaran pada tembok (3) Blangko dan alat tulis
c) Petugas : Pemberi aba-aba dan pencatat hasil d) Pelaksanaan
Pada aba-aba “siap”, peserta berdiri dibelakang garis batas menghadap ke sasaran atau tembok. Ketika aba-aba “ya”, Peserta melemparkan bola menggunakan lemparan samping atau lemparan atas kepala. Peserta mendapatkan kesempatan melempar sebanyak 10 kali lemparan. Apabila bola jatuh
diantara garis batas, maka diambil skor terbesar. e) Penilaian
Penilaian sesuai dengan ketepatan peserta mengenai sasaran dengan nilai yang berbeda-beda. Nilai maksimal adalah 30, dan nilai terendah 0.
Gambar 3 :2 Pelaksanaan Tes Melemparkan Bola ke Arah Sasaran (Sumber: Ngatman, 2001 : 19)
3. Menggiring bola ( dribble) Petunjuk pelaksanaan
a) Tujuan: untuk mengukur kecepatan dan kecakapan menggiring bola maupun kelincahan merubah arah.
b) Sarana dan prasarana
(1) Lapangan bola basket (2) Bola
(3) 5 buah bangku (4) Stopwatch (5) Peluit
(6) Blangko dan alat tulis
c) Petugas : pengambil waktu dan pencatat d) Pelaksanaan
Pada aba-aba “siap”, peserta berdiri dibelakang garis start, bola berada di tangan peserta. Setelah aba-aba “ya”, peserta segera menggiring bola melewati bangku yang disediakan sesuai dengan arah atau yang ditentukan dalam gambar. Menggiring bola dilakukan selama 30 detik. Menggiring bola boleh berganti tangan sesuai dengan peraturan bola basket. Apabila saat menggiring bola mental jauh, ulangi tes tersebut dengan segera.
Gambar 3.3 : Pelaksanaan Tes Menggiring Bola (Sumber: Ngatman, 2001 : 19).
e) Penilaian
Waktu dimulai ketika aba-aba “ya”. Peserta melewati bangku sebanyak mungkin dalam waktu 30 detik. Bangku yang mampu dilewati selama 30 detik merupakan nilai peserta.
F. Teknik Analisis Data
Berdasarkan jenis data yang akan dikumpulkan dalam penelitian, maka teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian adalah menggunakan teknik analisis korelasi. S. Ali Muhidin dan Maman Abdurahman (2009: 105) menjelaskan bahwa, tujuan dilakukan analisis korelasi antara lain: (1) untuk mencari bukti terdapat tidaknya hubungan (korelasi) antarvariabel, (2) bila sudah ada hubungan, untuk melihat tingkat keeratan hubungan antarvariabel, dan (3) untuk memperoleh kejelasan dan kepastian apakah hubungan tersebut berarti (meyakinkan/signifikan) atau tidak berarti (tidak meyakinkan). Kemudian dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui perubahan pada variabel kriterior setiap perubahan satu satuan dari variabel prediktor. Analisis korelasi dan regresi akan digunakan dalam teknik analisis data dlam penelitian ini. Adapaun langkah-langkah analisis data sebagai berikut : 1. Uji Prasyarat Analisis
Sebelum data dianalisis lebih lanjut, terlebih dahulu dilakukan beberapa uji prasyarat statistik yaitu :
a) Uji Normalitas
Uji Normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data berasal dari suatu populasi yang normal (Singgih Santoso, 2003: 379). Asumsi tersebut diuji dengan menggunakan uji Kolmogorof Smirnov dengan menggunakan komputer program SPSS 19 for Windows. Apabila probalilitas (p) > 0,05, Ho diterima. Ho diterima berarti data yang digunakan dalam penelitian tersebut mempunyai distribusi normal. Apabila probabilitas (p) < 0,05, maka Ho ditolak. Ho ditolak berarti data yang digunakan tersebut berdistribusi tidak normal. Model yang baik adalah model yang dibentuk oleh variabel yang mempunyai distribusi data normal atau mendekati normal.
b) Uji Heterokedastisitas (uji kesamaan varian)
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varience dari residual satu pengamatan pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskesdatisitas atau tidak terjadi Heteroskesdatisitas. Pendeteksian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan analisis dengan grafik plots (scatterplot). Dasar analisisnya adalah jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Sedangkan jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2006). c) Uji Multikolinearitas (uji independensi)
Uji multikolinieritas bertujuan untk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas. Ragnar Frisch dalam Gujarati (1995:320), multikolinearitas merujuk pada adanya hubungan linear sempurna diantara beberapa variabel penjelas dalam suatu model regresi. Uji yang digunakan adalah Variance Inflation Factor (VIF). Sebagai rule of thumb adalah jika VIF melebihi 10 berarti terdapat multikolinearitas.
d) Uji Linieritas
Uji linieritas diperlukan untuk mendeteksi adanya hubungan linier antara variabel X dan Y. Jika dari hasil pengolahan data diperoleh plot yang menggambarkan suatu diagram pencar atau tidak berpola, hal ini bearti bahwa hubungan antara variabel X dan Y adalah linier (Siswandari, 2009: 32).
Sebagai pembanding dilakukan juga pengujian linieritas menggunakan uji LM (legrang multiplier). Kriteria dalam pengujian linieritas ini adalah apabila nilai C2 atau LM (R2 x N) < C2 (χ2n,α) tabel (9,21) maka data linier (Imam Ghozali, 2005: 118).
G. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan penghitungan dalam pengujian hipotesis sebagai berikut :
1. Hipotesis pertama, kedua, kedua, dan ketiga
Hipotesis pertama, kedua, dan ketiga menggunakan rumus korelasi parsial
a. menghitung rumus korelasi produk momen sebagai berikut:
Keterangan
R XY = koefisien korelasi antara X dengan Y N = jumlah sampel
ΣX = jumlah produk X ΣY = jumlah produk Y
Σ X2 = jumlah kuadrat produk X ΣY2 = jumlah kuadrat produk Y
b. menghitung rumus korelasi parsial sebagai berikut
Keterangan
ry1.2 = korelasi parsial dengan X2sebagai variabel kontrol ry1 = korelasi Y dengan X1
ry2 = korelasi Y dengan X2 r12 = korelasi antara X1 dan X2 Dan
c. menghitung rumus korelasi parsial dengan 2 variabel kontrol sebagai berikut
Keterangan
ry1.23 = korelasi parsial dengan X2dan X3sebagai variabel kontrol ry1.2 = korelasi Y dengan X1dengan X2sebagai variabel kontrol ry3.2 = korelasi Y dengan X3dengan X2sebagai variabel kontrol r13.2 = korelasi antara X1 dan X3 dengan X2 sebagai variabel
kontrol
Perhitungan korelasi parsial menggunakan bantuan SPSS. 19.0. Kriteria pengujian jika nilai rxy≥ r-tabel atau sig 2 tailed < 0.05 maka ada hubungan antara X dengan Y.
2. Hipotesis keempat a.Uji Statistik F
Uji F digunakan untuk menunjukkan linearitas garis regresi. Uji ini merupakan persyaratan untuk menentukan apakah model garis regresi dapat digunakan untuk menganalisis data. Dengan bantuan SPSS for
Windows, jika nilai Sig. lebih dari atau sama dengan 0,05 maka
persamaan garis regresi tidak linear, dan jika nilai Sig. kurang dari 0,05 maka persamaan garis adalah linear.
b. Uji R2
Uji R2 (koefisien determinasi) digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen. Nilai R2 berada di antara 0 dan 1. Jika nilai R2 mendekati 0 berarti variabel independen memiliki kemampuan terbatas dalam menjelaskan variabel dependen. Sedangkan nilai R2 yang mendekati 1 menandakan bahwa variabel independen mampu menjelaskan dengan baik variabel dependen. Namun, nilai R2 memiliki kelemahan yaitu bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model penelitian. Oleh karena itu digunakan nilai Adjusted R2.
c.Pengujian Hipotesis uji t
Hipotesis-hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini akan diuji menggunakan uji statistik t. Uji statistik t akan menunjukkan pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan bantuan SPSS for Windows, jika nilai Sig. kurang dari atau sama dengan 0,05, maka variabel independen tersebut berpengaruh terhadap variabel dependen, dan sebaliknya.