• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH WAKTU TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS DUKUNG KELOMPOK TIANG PADA TANAH LUNAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH WAKTU TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS DUKUNG KELOMPOK TIANG PADA TANAH LUNAK"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH WAKTU TERHADAP PENINGKATAN

KAPASITAS DUKUNG KELOMPOK TIANG PADA

TANAH LUNAK

Razaq Arif Cakra Wardana

Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil S1 Fakultas Teknik Universitas Riau

Ferry Fatnanta

Dosen Jurusan Teknik Sipil S1 Fakultas Teknik Universitas Riau

Soewignjo Agus Nugroho

Dosen Jurusan Teknik Sipil S1 Fakultas Teknik Universitas Riau

ABSTRACT: Tests by previous researchers have discovered phenomenon increasing significantly of axial capacity foundation on soft soil. In this final project researchers created a model of the group piles in soft soil and given time variations of pile driving. By keeping the soil moisture conditions in order to condition the soil shear strength does not change, it is hoped the results of this study demonstrate and produce an increase in the amount of the axial bearing capacity of pile. The results of direct testing and interpretation of the results showed a significant increase until the end of the age of Pile Driving (68 days). At the age of 68 days, the pile axial capacity increased by an average 50.2% of the age of piling on one day. The study also produced an increase in the time factor (Δ10) that can be used in the empirical formula found by previous

researchers.

Keywords: time factor, axial capacity, group pile, soft soil.

1. PENDAHULUAN

Pada kondisi struktur tanah lunak, daya dukung pondasi mengandalkan friksi atau tahanan kulit untuk menahan beban diatasnya. Rendahnya daya dukung pondasi tersebut disebabkan kandungan air yang tinggi sehingga dapat merenggangkan ikatan antar butir tanah yang mengakibatkan daya dukung terhadap konstruksi yang didirikan di atasnya menjadi rendah (Das, 1993). Selain itu, daya dukung pondasi juga akan berkurang akibat proses pemancangan yang menyebabkan gangguan pada tanah disekeliling tiang pondasi.

Beberapa peneliti sebelumnya yang membahas tentang peningkatan daya dukung pada tanah lunak, diantaranya Skov dan Denver (1988), Bullock et al. (2005b), dan Augusteen et al. (2006). Pada penelitian tersebut, perbedaan terletak pada faktor peningkatan (Δ10) yang didapat berdasarkan

pengujian yang dilakukan.

Sejauh ini, penelitian yang telah dilakukan hanya untuk pondasi tiang tunggal. Selain itu, perencanaan pondasi pada tanah lunak sering

tidak memperhitungkan faktor waktu sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pondasi yang direncanakan.

Pada penelitian ini, peneliti melakukan perkuatan terhadap jenis tanah lanau plastisitas tinggi dengan memberikan kelompok tiang dan diuji kapasitas aksialnya berdasarkan pertambahan umur pemancangan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memperlihatkan pertambahan daya dukung pondasi kelompok tiang pada jenis tanah yang digunakan dalam penelitian.

2. METODE PENELITIAN

Jenis tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah lunak (tanah lanau dengan plastisitas tinggi) yang berasal dari pesisir Sei Pakning, dan kelompok tiang terdiri dari 4 buah tiang pacang dengan panjang tiang 65 cm dan diameter 23 mm.

Alat penelitian yang digunakan adalah seperangkat alat uji tekan bebas yang telah dimodifikasi, bak kedap air dengan dimensi 150 x 100 x 90 cm3 (panjang x lebar x tinggi) serta portal untuk kedudukan alat uji tekan.

(2)

100 cm 150 cm Gambar 1 Tanah l Pakning d dibuat ked cm dan didiamkan mengisi mencegah berlebihan permukaan kelembapa sedikit air Setelah kelompok bertahap a proses pem tertanam, p dilakukan dengan um Pada tercapai, pembebana dimodifika pengujian dial penuru dilakukan pembebana detik). Pe sampai di penurunan berturut-tu (a m 90 cm Tiang dapat d sesuai 1. (a) Bak Uj (c) Pil lanau yang dimasukkan ap air deng tinggi 90 selama sat kembali terjadiny , tanah d n tanah an kainnya secara rutin itu, di tiang den agar tanah mancangan. pondasi did pengujian mur pemanca saat umu selanjutnya an dengan a asi seperti p terdapat 2 unan dan di setiap 15 an yang ko embacaan ial beban atau tetap urut. a) (c penyanggah digeser kebutuhan Uji, (b) Alat U le Pondasi diambil da kedalam an dimensi cm. Kem tu bulan ag pori-porin ya pengu diberi kain yang se a dengan m n. ilakukan ngan cara tidak rus . Setelah se diamkan un n pembeb angan. ur pemanc a dilakuka alat uji teka pada Gamba dial yang al beban. Pe detik de onstan (2 pu Pengujia pada alat selama 5 ka (b) c)

Uji Tekan dan

ari pesisir bak uji ya 150 cm x 1 mudian tan gar tanah b nya. Unt uapan ya basah pa elalu dija menambahk pemancang manual d ak pada s emua pond ntuk kemud banan ses cangan te an penguj an bebas ya ar 2. Pada a diamati ya embacaan d ngan putar utaran tiap an dilakuk menunjukk ali pembaca ) 0,0 20,0 40,0 60,0 80,0 100,0 w   (%) n Sei ang 100 nah bisa tuk ang ada aga kan gan dan saat dasi ian uai lah ian ang alat aitu dial ran 15 kan kan aan S pe pe va pa dil seb 3. 3.1 dil pe da Ga air pe ya ba 75,46 75,38 4,50 4,7 0 0 0 0 0 0 1 2 Kadar Air ( Kuat Geser Setelah ke emancangan embebanan, ane shear un ada saat pen

lakukan ju bagai qualit dial penurunan portal bak uji tumpuan statis Gambar 2 HASIL PE 1. Hasil Pen Hasil pen lakukan embebanan apat dilihat p ambar 3. Ha Dari Gam r (w) dan ku emancangan ang signifik ahwa sampe 8 75,83 74,70 4,7 5,2 4 8 Umur Pe (w) r Tanah (Su) tiga samp n selesai kemudian ntuk menge ngujian dila uga penguj ty control p model kelompok prov dial gaya pemicu ga tanah 2. Sketsa Pen ENELITIAN ngujian Qua ngujian qua sesaat pada setiap pada Gamba asil Pengujian mbar 3 dapa uat geser tan n tidak m kan. Maka el tanah ya 74,85 74,56 5 4,9 16 32 engujian (Hari) el pada s dilakukan dilakukan etahui kuat akukan. Dan ian kadar penelitian in tiang ving ring aya ngujian Pem N ality Contro lity control setelah p umur pe ar 3. n Quality Co at dilihat ba nah (Su) dis mengalami a, dapat d ang digunak 2 75,49 75,18 5,2 4,89 0 2 4 6 8 1 68 Rata‐rata satu umur pengujian n pengujian geser tanah n kemudian air tanah ni. mbebanan ol Tanah tanah yang pengujian mancangan ontrol Tanah ahwa kadar setiap umur perubahan disimpulkan kan selama 2 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 Su   (kPa ) r n n h n h g n n r r n n a

(3)

3 0,25 0,30 0,35 0,40 0,45 0,50 0,55 1 10 100 Qu (kN)

Umur Pengujian (Hari)

1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 1,8 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Rasio

Umur Pengujian (Hari) Expon. (Direct Result)

Expon. (Qu Single Failure) Expon. (Qu Block Failure)

penelitian ini berlangsung tidak mengalami gangguan atau perubahan sifat fisik dari tanah yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan daya dukung pondasi.

3.2. Hasil Pengujian Pembebanan

Hasil pengujian pembebanan didapat 21 data kapasitas maksimum selama penelitian berlangsung (68 hari). Data diambil dari pengujian pembebanan pada umur 1 hari, 2 hari, 4 hari, 8 hari, 16 hari, 32 hari dan 68 hari. Disetiap umur pemancangan terdapat 3 sampel pondasi yang diuji.

Gambar 4. Hasil Pengujian Pembebanan 3.3. Hasil Perhitungan Manual Menggunakan

Metode Statis

Hasil perhitungan menggunakan manual metode statis dengan menggunakan Metode alfa (α-method). Berikut perhitungan untuk pondasi PG01 dimana :  D = 0,023 m  L = 0,6 m  Su = 4,5 kPa  s = 0,046 m  Pg = 4 x (s + D) = 0,276 m  P = π D = 0,0723 m  Ag = (s + D)2= 0,00476 m2  Ab = 0,25 . π . D2 = 0,000415 m2

Kapasitas daya dukung aksial (Qu) grup

tiang PG01 didasarkan pada Block Failure Mode adalah sebagai berikut :

Qu = (αu . Su . Pg . L) + (Nc . Su . Ag) ... (1)

= (1x4,5x0,276x0,6)+(9x4,5x0,00476) = 0,938 kN

Jumlah kapasitas daya dukung aksial (Qu)

tiang tunggal PG01 berdasarkan Single Failure Mode adalah sebagai berikut:

Qu = Σ (αu . Su . P . L) + (Nc . Su . Ab) ... (2)

= 4x(1x4,5x0,0723x0,6)+(9x4,5x0,000415) = 0,847 kN

Tabel 1. Daya Dukung Aksial Menggunakan Metode Alfa (α-method)

Grup Pondasi

Su Qu Block Failure Qu Single Failure

(kPa) (kN) (kN) PG01 4.5 0.938 0.848 PG02 4.7 0.980 0.885 PG04 4.7 0.980 0.885 PG08 5.2 1.084 0.980 PG16 5 1.042 0.942 PG32 4.9 1.021 0.923 PG68 5.2 1.084 0.980 Rata-rata 4.88 1.018 0.920

3.4. Perbandingan Rasio Menggunakan Metode Statis

Perbandingan rasio menggunkan mentode statis bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengingkatan hasil pengujian langsung dengan hasil perhitungan menual.

Gambar 5. Hasil Pengujian Pembebanan Dari Gambar 5, dapat dilihat bahwa rasio peningkatan kapasitas daya dukung (Qu) direct

result lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode statis. Penelitian ini membuktikan bahwa peningkatan kapasitas daya dukung (Qu) kelompok tiang dapat

meningkat seiring dengan bertambahnya umur pemancangan dan tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan kuat geser tanah (su) tetapi

(4)

4 y = 0,082ln(x) + 1 R² = 0,516 0,9 1,1 1,3 1,5 1,7 1,9 2,1 1 10 100 Rasio

Umur Pengujian (Hari)

Direct Result

Metode Skov and Denver

Metode Bullock et al.

Metode Augustesen '06

... (3) karena adanya faktor lain yang merupakan

faktor pemulihan dari struktur tanah lunak yang rusak pada saat proses pemancangan. 3.5. Perbandingan Peningkatan Kapasitas

Aksial Terhadap Efek Waktu

Perbandingan peningkatan kapasitas aksial hasil pengujian pembebanan dengan hasil peningkatan kapasitas aksial berdasaran faktor peningkatan (Δ10) telah diusulkan oleh

beberapa peneliti sebelumnya (Augusteen et al.,2006; Bullock et al., 2005; dan Skov dan Denver, 1988) bertujuan untuk mengetahui metode atau rumusan yang cocok digunakan untuk jenis tanah pesisir Sei Pakning.

Gambar 6. Rasio Peningkatan Kapasitas Dukung Terhadap Efek Waktu Hasil pada Gambar 6 merupakan grafik rasio (Qt/Qo) versus umur pengujian dalam

skala log10. Hasil menunjukkan perbedaan

yang jauh dari peneliti sebelumnya yang menggunakan faktor peningkatan (Δ10). Dan

dari hasil trendline grafik dari Gambar 6. dapat dilihat bahwa hasil grafik direct result berhimpit dengan hasil trendline grafik peningkatan kapasitas dukung berdasarkan efek waktu yang dirumuskan oleh Augustesen et al dengan posisi garis trendline sedikit berada diatas garis trendline yang dirumuskan oleh Augustesen et al.

3.6. Faktor Peningkatan (Δ10) Hasil Pengujian Pembebanan

Faktor peningkatan (Δ10) hasil pengujian

pembebanan didapatkan berdasarkan persamaan garis trendline pada Gambar 6.

Dengan menggunakan persamaan linier semi-logaritmik yang dibuat oleh Skov dan Denver (1988) dengan Qt/Q0 adalah rasio (rt), maka

menjadi :           o t t t r 1 10 log10

Dengan menggunakan perhitungan biasa melalui persamaan garis trendline pada Gambar 6. dan Persamaan (3), dapat diketahui faktor peningkatan (Δ10) hasil pengujian

pembebanan yaitu sebesar 0,188 dengan waktu refensi (t0) 1 hari.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan, didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

a. Kapasitas dukung ultimit (Qult)

kelompok tiang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap tenggang waktu atau umur pemancangan. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya kapasitas aksial kelompok tiang hingga rata-rata 50% pada akhir umur pemancangan (68 hari) dari kapasitas aksial kelompok tiang pada umur 1 hari. b. Pada penelitian sebelumnya seperti Skov

dan Denver (1988), Bullock et al. (2005b), dan Augusteen et al. (2006) memiliki hasil grafik yang berbeda cukup jauh. Dan jika dibandingkan dengan hasil pengujian pada penelitian ini, hasil garis trendline direct result berhimpit dengan posisi sedikit diatas hasil garis trendline dengan menggunakan faktor peningkatan (Δ10)

yang dirumuskan oleh Augusteen et al. (2006).

c. Besarnya faktor peningkatan (Δ10) dari

hasil pengujian pembebanan (direct result) adalah 0,188 yang sedikit lebih besar dari faktor peningkatan (Δ10) yang

dirumuskan oleh Augustesen yaitu sebesar 0,18.

(5)

5 DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainul. 2007. Komparasi Daya Dukung Aksial

Tiang Tunggal dihitung dengan Beberapa

Metode Analisis. Semarang: Program Pasca

Sarjana, Universitas Diponegoro.

Augustesen, Anders H . 2006. The Effects of Time on

Soil Behavior and Pile Capacity, DCE Thesis

No.4. Denmark: Aalborg University.

Budhi, Muni. 2000. Soil Mechanics & Foundation. New

York: John Wiley and Sons.

Clausen and Aas. 2000. Bearing capacity of driven piles

– Piles in Clay. NGI report 525211-1.

Norwegian: Geotechnical Institute.

Day, Robert W. 2006. Foundation Engineering

Handbook : Design and Construction With

The 2006 International Building Code.

United States of America: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Departemen Pekerjaan Umum. 1999. Tata Cara

Pelaksanaan Pondasi Cerucut Kayu di Atas

Tanah Lembek dan Tanah Gambut. Jakarta:

PT. Medisa.

F.K., Chin. 1970, “Estimation of The Ultimate Load of

Piles From Test Not Carried to Failure,”

Journal, ASCE.

M. Das, Braja. 1993. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip

Rekayasa Geoteknis), Jilid Kedua. Jakarta:

Erlangga.

M. Das, Braja. 1997. Advanced Soil Mechanics (Second

Edition). USA: Thomson.

Svinkin, M.R., C.M. Morgano & M. Morvant. 1994. Pile capacity as a function of time in clayey and sandy soils. Proc. Fifth Inter. Conf. and Exhibition on Piling and Deep Foundations,

Bruges, 13-15 June: 1.11.1-1.11.8.

Rotterdam: Balkema.

Tomlinson, M.J. 1971. Some effect on Pile Driving on

Skin Friction, Proceeding ICE Conference

Gambar

Tabel 1. Daya Dukung Aksial Menggunakan  Metode Alfa (α-method)
Gambar 6.  Rasio Peningkatan Kapasitas    Dukung Terhadap Efek Waktu

Referensi

Dokumen terkait

Sales suatu Hotel memiliki tujuan dan fungsi dasar sebaga i berikut: Sales Department suatu Hotel mempunyai tujuan dan fungsi dasar yang sangat penting dalam membantu Manajemen

Kemudian melakukakan tahap perencanaan penelitian, kemudian tahap selanjutnya ialah pelaksanaan penelitian dan pengambilan data dari sampel dengan melakukan tes dan

Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian faktor - faktor yang mempengaruhi kebijakan penyaluran kredit perbankan, yang meliputi Dana Pihak Ketiga DPK, Capital Adequacy Ratio

Hasil analisis diketahui bahwa persamaan garis regresi linier antara konsentrasi senyawa dengan persen penangkapan radikal bebas DPPH memiliki nilai besaran

Ditinjau dari penelitian terdahulu tentang empati dan pemaafan individu, penelitian yang dilakukan oleh Allemand, dkk 2007 mengenai “The Role of Trait Forgiveness and

Dengan demikian dapat disimpulkan, ada hubungan antara persepsi kepemimpinan melayani dan high quality connections terhadap kebahagiaan di tempat kerja pada karyawan

Dilihat dari unsur fungsi yang terkait, prosedur penggajian yang ada pada home industry Otak-otak Bandeng Mulya Semarang belum sesuai dengan teori (Mulyadi 2001), yang

Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk mengetahui kendala pada implementasi kebijakan Standar Nasional Pendidikan yang dijalankan di sekolah dasar tersebut mengingat