• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dagadu Aseli

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dagadu Aseli"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN OBSERVASI

LAPORAN OBSERVASI

PT.ASELI DAGADU DJOKDJA

PT.ASELI DAGADU DJOKDJA

Disusun Oleh : Disusun Oleh :  Nama

 Nama : Khakam Rosyid: Khakam Rosyid  NIM

 NIM : 12506134043: 12506134043 Prodi

Prodi : : Teknik Teknik Elektro Elektro D3D3

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2013/2014 2013/2014

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

Kata Pengantar

Assalamu‟alla ikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat,taufik dan hidayah-Nya kepada kami. Sehingga rangkaian kegiatan  penyusunan Laporan Observasi Industri ke PT.Aseli Dagadu Djogdjadi semester empat ini dapat terlaksana dan selesai. Laporan Observasi Industri ini disusun untuk memenuhi tugas semester dari mata kuliah Manajemen Industridi program studi Teknik Elektro D3. Topik dalam makalah ini yaitu tentang penerapan manajemen pada sebuah industri yang meliputi beberapa hal. Sesuai dengan topik tersebut makalah ini berisikan keterangan-keterangan mengenai manajemen SDM, proses, maupun, alat-alat produksi.

Pembuatan makalah ini disusun secara individu. Setiap Data ataupun informasi yang ada dalam makalah ini sebagian dikutip dari internet dan dengan sumber yang tertera  pada bagian daftar pustaka. Dengan demikian makalah ini adalah hasil dari penyusunan

tugas selama observasi industri di PT.Aseli Dagadu Djogdja

Penyusun juga menyadari bahwa semua yang tertuang dalam makalah ini masih  jauh darisempurna, oleh karena itu penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Terima kasih.

Wassalamu‟alla ikum Wr. Wb.

Yogyakarta, 20 April 2014

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Industri adalah suatu lokasi/tempat dimana aktivitas produksi akan diselenggarakan. Sedangkan aktivitas produksi dapat diartikan sebagai sekumpulan aktivitas yang diperlukan untuk merubah satu kumpulan masukan (Man, Money, Material, Machine, Methode, Minute, Market, energi, informasi, dll) menjadi suatu produk keluaran yang mempunyai nilai tambah.

Bagi mahasiswa teknik, pengetahuan mengenai dunia industri sangatlah  penting. Selain untuk mengetahui gambaran proses produksi, juga untuk memahamibagaimana suatu manjemen diterapkan pada sebuah industri, sehingga tercipta pekerjaan yang efisien dan efektif dalam usaha mencapai tujuannya. Dengan demikian mahasiswa bisa menganalisis beberapa hal yang merupakan kelebihan suatu manajemen yang diterapkan oleh sebuah industri dan kekurangannya yang ada.

Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya saya melaksanakan Observasi Industri ke PT.Aseli Dagadu Djogdja yang merupakan Perusahaan kaos dengan  brand merk“DAGADU” yang beralamat di Jl. IKIP PGRI 50 Yogyakarta.

B. Tujuan

Kunjungan Industri yang telah kami laksanakan memiliki beberapa tujuan, diantaranya :

1) Memberikan gambaran nyata tentang Dunia Industri kepada mahasiswa. 2) Mengamati manajemen yang ada di Industri dan menaganalisisnya lebih

lanjut.

3) Mengamati sistem Manajemen Industri yang diterapkan di PT.Aseli Dagadu Djogdja.

(4)

C. Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh Mahasiswa setelah melaksanakan kunjungan industri di PT.Dagadu Aseli Djokdja ini antara lain :

1) Mahasiswa memperoleh banyak pengetahuan terkait dengan manjemen industri

2) Mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses produksi di dunia industri.

BAB II

PROFIL UNIT USAHA

A. Profil Perusahaan PT.Aseli Dagadu Djokdja

PT Aseli Dagadu Djokdja adalah perusahaan di Yogyakarta yang  bergerak dalam bidang Industri Kreatif dengan beberapa Brand ternama seperti

Dagadu, OMUS, HirukPikuk dan DayaGagasDunia.

Sejarah Dagadu Djokja berawal dari ide-ide cemerlang 25 mahasiswa UGM, yang sebagian besar kuliah di Teknik Arsitektur UGM. Mereka sama-sama mempunyai minat di bidang kepariwisataan, perkotaan, dan tentu saja rancang grafis. Kesamaan minat itulah yang kemudian membuat mereka memantapkan niatnya setelah mendapat tawaran untuk membukan kios kaki lima di Malioboro Mall Yogya yang dibuka tahun 1994. Nama Dagadu berasal dari kata „matamu‟ yang dirubah dalam bahasa gaul anak -anak Yogya saat itu. Kemudian dibelakang kata Dagadu ditambah kata Djogja yang menyimbolkan kota dimana Dagadu berdiri. Sejak awal kelahirannya, Dagadu Djokdja sudah memposisikan diri sebagai produk cinderamata alternatif dari Yogya. Sebuah cinderamata, tentu saja akan mengeksplorasi semangat dan khasanah budaya lokal. Selain praktis dan ringan sebagai syarat fungsionalnya, cinderamata juga menjadi benda kenangan. Dengan kata lain, selalu ada cerita dibaliknya, ada keunikan yang dibawanya. Yogya selalu menjadi tema sentral produk Dagadu Djokdja.

(5)

B. Visi dan Misi 1. Visi

a. Menjadi perusahaan komersial terkemuka di Indonesia yang membawahi unit-unit bisnis dengan keunggulan kompetitif dan komparatif dibidang creative concept, creative desain dan creative activities yang memberikan keuntungan bagi seluruh stakeholder.  b. Menjadikan Dagadu Djokdja sebagai magnet bagi pembangunan

komunitas creative yang smart dan smile dengan focus utama pada  pengembangan potensi generasi muda Indonesia untuk berkembang menjadi individu yang kreatif dan inovatif yang siap menghadapi  persaingan global.

2. Misi

a.

Mengembangkan merek Dagadu Djokdja sebagai icon bagi  pengembangan bisnis cinderamata di Yogyakarta dengan

mempertahankan dan mengembangkan pasar wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

 b. Membangun icon baru bagi daerah-daerah wisata favorit lain baik di Indonesia maupun di luar Indonesia melalui pengembangan produk  berupa oblong wisata dengan mengangkat merek HirukPikuk®

dengan sasaran pasar wisatawan.

c. Mengembangkan bisnis casual dengan jangkauan pasar yang luas dengan menggunakan jaringan distribusi yang telah ada seperti department store di Indonesia melalui pengembangan merek AFTERHOUR® dengan sasaran pasar utama adalah kaum muda dan  professional muda.

d. Menjadikan bisnis Corporate Order sebagai embrio bagi bisnis Marketing Solution yang mengedepankan creative concept, creative desain dan creative activities sebagai keunggulan kompetitif dan komparatif yang ditawarkan dengan sasaran pasar perusahaan- perusahaan nasional yang concern pada peningkatan layanan

(6)

e. Merintis bisnis-bisnis baru yang didasarkan pada pemanfaatan  popularitas dan kredibilitas merek Dagadu Djokdja melalui

kerjasama strategis dengan pihak-pihak lain yang relevan.

f. Memperbaiki kualitas SDM dan sistem informasi manajemen (keuangan, perpajakan, inventori dan HRM) yang menyokong  peningkatan kinerja tim manajemen secara keseluruhan.

g. Secara terus-menerus berkreasi dan berinovasi melalui aktivitas-aktivitas yang didasarkan pada sinergi potensi gerasi muda dalam melahirkan karya yang unggul.

C. Sumber Daya Manusia

PT.Aseli Dagadu Djokdja sebagai industri kreatif tentu mempunyai organisasi terstruktur sehingga industri berjalan semestinya tanpa tumpang tindih. Pengurus perusahaan terdiri dari direktur dan komisioner. Sedangkan untuk manajemen membawahi 3 (tiga) bidang, yaitu bidang marketing, unit  bisnis, dan desain kreatif.

Marketing membawahi  Brand Manager Dagadu Djokdja , Sales Head Dagadu Djokdja , Promotion Events Dagadu Djokdja , Finance & General Affair  Manager, Finance, Purchasing, Accounting & Taxes, Product Coordinator. Unit bisnis membawahi Manager Daya Gagas Dunia, Account Executive Daya Gagas Dunia, Brand Manager AfterHour, Brand Manager Hiruk-Pikuk. Bidang Desain kreatif membawahi Coordinator Desainer, Desainer, Copywriter, Computer.

Sumber daya manusia d PT.ADD juga dibagi ke beberapa kelompok yaitu karyawan tetap, kontrak, harian, borongan, maupun gardep (gardu depan) atau front liner. Karyawan tetap yaitu mereka yang sudah melewati masa kerja dua tahun sedangkan karyawan kontrak mempunyai masa kerja selama dua tahun. Karyawan harian maupun borongan biasanya sebagai pelipat kaos yang berada di ruang produksi. Gardep atau front liner diperuntukkan bagi mahasiswa dengan sistem kerja shifty yang condong ke pemasaran.

(7)

PT.Aseli Dagadu Djokdja dalam menjalankan industrinya membagi ke  beberapa bagian atau merk dagang sebagai upaya manajemen yang baik.

Adapun merk dagang PT.Aseli Dagadu Djokdja adalah sebagai berikut:

A. Dagadu Djokdja™  adalah merek dagang yang digunakan dalam bisnis ritel yang focus pada pengembangan cinderamata alternatif bagi djokdja dengan sasaran pasar utama adalah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Beriringan dengan brand Dagadu Djokdja, dikembangkan  pula brand Dagadu Bocah Djokdja™.

B. Daya Gagas Dunia™  adalah usaha bisnis yang bergerak dibidang jasa konsultasi marketing yang ditunjang dengan studio creative dan unit  produksi sebagai unit eksekusi yang mendasarkan kegiatannya pada

keunggulan dibidang creative concept, creative design dan creative  product. Selain itu juga menjadi partner bagi perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia dalam hal pengadaan merchandice yang didasrkan  pada konsep yang kreatif dan unik.

C. Hiruk-Pikuk™ adalah merek dagang yang digunakan dalam bisnis ritel yang focus pada pengembangan cinderamata alternatif bagi obyek2 wisata favorit di Indonesia dengan mengedepankan kreatifitas design sebagai daya saing dgn produk utama berupa t-shirt yang dipopulerkan sebagai oblong wisata dengan sasaran utama adalah wisatawan yang berkunjung ke obyek2 wisata terpilih.

D.

AFTERHOUR™   adalah usaha bisnis ritel yang focus pada  pengembangan produk-produk fashion yang mengedepankan trend mode dikalangan anak muda global dengan keunggulan dibidang kreatif design, dan kualitas produk. Sasaran utamanya adalah kalangan muda dan professional muda.

D.

Bahan Baku

Bahan baku yang digunakan oleh industri ini dalam pembuatan kaos yaitu kain jenis combed 30 S untuk brand Dagadu maupun combed 24 S untuk  brand Omus. Bahan-bahan tersebut didatangkan dari Bandung. Sistem  pengiriman bahan kain ini seperti biasa melalui paket yang frekuensinya

(8)

E.

Peralatan Utama

Alat-alat yang digunakan seperti

 gunting, mesin jahit, dan alat-alat lain yang berhubungan dengan jahit menjahit. Sedangkan untuk sablon menggunakan mesin cetak sablon biasa maupun press. Sablon press diperuntukkan desain kaos yang berbeda dari biasa seperti desain timbul, bulu, dll.

BAB III

PROSES PRODUKSI

A. Gambaran Umum Proses Produksi

Pada dasarnya proses pembuatan kaos di PT.Aseli Dagadu Djokdja ialah sama dengan unit usaha lain seperti konveksi, namun tahap-tahap gambaran umum mengenai proses pemubuatan kaos di industri tersebut adalah sebagai  berikut:

a. Aplikasi Pesanan oleh manager marketing

 b. Desain Gambar atau tulisan oleh tim kreatif dan desainer c. Pemotongan Kain sesuai ukuran-ukuran standar

d. Penyablonan, sebgaian dikerjakan oleh suplier e. Penjahitan, sebagian dikerjakan oleh suplier f. Quality Control

g. Pelipatan h. Pergudangan

B. Pembahasan Proses Produksi

a. Aplikasi Pesanan, pada tahap ini awal mula sebuah item produksi dibuat seperti kaos, topi, tas, gantungan kunci, dll. Tahap ini dikomandoi oleh Manager marketing yang nantinya keluar surat perintah berisi tentang item produk berikut spesifikasinya. Surat tersebut akan diberikan oleh  bagian produksi, manager PPIC (Production Planning Inventory

(9)

 b. Desain Tulisan dan Gambar, langkah berikutnya adalah pembuatan desain atau tulisan yang akan dibuat pada jenis produk khususnya kaos, dimana disinilah letak keunikan dan kreatifitas dagadu djogja, dengan design yang menarik dan kata-kata yang nyentrik, sehingga produk dagadu banyak di gemari oleh masyarakat. Pembuatan design ataupun tulisan tersebut dikerjakan oleh tim kreatif dengan hasil yang disetujui oleh desainer dan marketing

c. Ruang Potong, selanjutnya dari bahan yang sudah tersedia dengan warna tertentu, akan masuk ruangan ini dimana beberapa pegawai menyiapkan (memotong) kain kaos, dengan ukuran yang telah ditentukan. Selesai  pemotongan kain, bahan diseleksi mana yang akan diproses ke tahap

selanjutnya dan mana yang sisa (tidak terpakai) atau mana yang cacat. d. Penyablonan, pada bahan (kain) yang selesai dipotong dan selesai di cek

(rusak), maka langkah selanjutnya adalah proses penyablonan atau  pencetakan desain maupun tulisan, proses tersebut dikerjakan setahap demi setahap warna demi warna. Kemudian setelah selesai penyablonan dan pengeringan, maka ada tahap pengecekan lagi (produk yang tidak memenuhi syarat). Sebagian produk seperti kaos proses penyablonan dikerjakan oleh suplier yang mana sudah diteken kontrak kerja. Jika ada hasil yang tidak memenuhi kriteria maka akan dikembalikan ke suplier sebagai cas.

e. Penjahitan, pada tahap ini kaos yang selesai di sablon akan dijahit sesuai dengan ukuran masing-masing, kebanyakan pekerja di tahap ini adalah ibu-ibu dan wanita muda. Sama halnya dengan penyablonan, pada tahap ini sebagian proses dikerjakan oleh suplier yang sudah diteken kontrak. Sebelum sampai ke suplier penjahit bahan kaos yang sudah disablon terlebih dahulu sampai di PT.ADD untuk dicek. Jika ada output yang tidak memenhi kriteria maka akan di kembalikan sebagai cas.

f. Pelabelan, selesai penjahitan kemudian di ruangan yang berbeda kaos-kaos dipasang label, dengan tujuan mempermudah manajemen  pemasaran dan produksi di PT. Dagadu Djogja. Pada tahap ini juga

(10)

diseleksi produk yang memenuhi kriteria atau juga disebut quality control dan menghasilkan sistem input berisi spesifikasi produk.

g. Pemakingan, pada tahap terakhir kaos yang telah dicek dan tanpa cacat dipaking menjadi beberapa paket sesuai desain, ukuran, maupun  pesanan.

h. Pergudangan, setelah selesai produk disimpan di gudang dan siap untuk dipasarkan.

Adapun pemasarannya oleh PT.Aseli Dagadu Djokdja disebar ke unit-unit yang sudah ada. Unit-unit tersebut antara lain:

1. POSYANDU (Pos Pelayanan Dagadu), yang merupakan unit pusat penjualan PT Aseli Dagadu Djogja.

2. UGD (Unit Gawat Dagadu), yang selalu siap apabila tidak sempat atau tidak bisa ke POSYANDU. Kelengkapan dan persediaan kaos di UGD tidak kalah lengkapnya dengan POSYANDU, sehingga konsumen tidak perlu khawatir akan kehabisan produk kaos terbaru Dagadu Djogja.

3. ULC (Unit Layanan Cepat), merupakan unit yang siap untuk menyapa konsumen apabila terdapat pameran, fun-games,road show, atau yang lainnya.

C. Permasalahan

Setiap industri tentu memiliki beberapa permasalahan masing-masing  baik internal maupun eksternal. Pada PT.ADD permasalahan internal datang dari hasil produksi yang reject. Hal tersebut bisa berupa produksi yang cacat seperti noda, sablon yang tidak sesuai desain, kain yang sobek, penjahitan yang tidak rapi dan sesuai standar industri, salah teknik, ukuran yang tidak pas dengan label, dll. Selain itu pada tahun 2012 banyak karyawan yang resign. Adapun  permasalahan dari luar seperti mati listrik sehingga proses produksi menjadi

terhambat. Permasalahan klasik PT.ADD adalah pembajakan produk yang marak terjadi sehingga merugikan dalam segi finansial selain itu juga melanggar hak paten produk

(11)

D. Alternatif Pemecahan Masalah

Alternatif pemecahan masalah-masalah tersebut oleh PT.ADD sudah  baik khususnya pada permasalahan internal. Pada suatu industri tentu menargetkan suatu hasil produksi dengan kualitas baik dengan standar minimal terpenuhi. Pada permasalahan internal seperti hasil produk reject, PT.ADD dalam produksi kaos melalui suplier sudah menerapkan sistem kerja kontrak dengan perjanjian-perjanjian yang menjamin hasil produksi baik dan sesuai standar, selain itu juga dalam perjanjian tersebut menjamin suplier menjaga kerahasiaan konten gambar maupun tulisan agar tidak bocor sebelum dipasarkan. Jika terjadi pelanggaran maka suplier akan dikenakan sanksi sesuai  persetujuan yang sudah ditandatangani. Selain itu dalam meneken kontak kerja dengan suplier, PT.ADD setidaknya sudah menyeleksi suplier yang mempuyai hasil kerja bagus dengan mengutamakan mantan karyawan mereka yang beralih  profesi sebagai suplier sehingga dalam kemitraan dapat terjalin dengan baik. Pada permaslahan eksternal seperti mati listrik, PT.ADD seharusnya menyediakan genset dengan daya yang mencukupi, khususnya yntuk memasok daya pada ruang produksi. Selain karena pentingnya genset sebagai cadangan  pasokan daya, jika terjadi pemadaman listrik proses kerj a tidak terhenti sehingga

target produksi terpenuhi. Selain itu juga dinamika kerja di bagian lain tidak tersendat atau terganggu. Mengenai permasalahan pembajakan yang sudah marak terjadi, PT.ADD sudah berupaya menyelesaikannya dengan berbagai cara seperti penyadaran, somasi, hingga ke ranah hukum. Dengan upaya tersebut  pembajak semakin berkurang dari waktu ke waktu. Walaupun masih ada

seetidaknya dengan upaya tersebut konsumen semakin sadar dan dapat membedakan mana produk asli PT.ADD dan mana yang palsu. Membedakan  produk asli PT.ADD dengan palsu sangat mudah yaitu bahwa produk asli hanya terdapat di gerai-gerai asli seperti Gerai Posyandu (Pos Pelayanan Dagadu) di Lowerground Malioboro Mall. Gerai DPRD (Djawatan Resmi Dagadu) di Ambarukmo Plaza Lt. 1. Gerai UGD (Unit Gawat Dagadu) di Jl. Pakuningratan 15 Jogja dan di Jalan Gedongkuning 128.

(12)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Penerapan Manajemen Industri

PT. Dagadu Aseli Djokdja yang berdiri sejak awal tahun 1994 sampai sekarang sudah menjadi ikon produk kreativitas di Yogyakarta. Unit usaha yang awalnya didirikan oleh sekumpulan mahasiswa telah berubah menjadi suatu unit usaha dengan penerapan manajemen yang profesional. Diantara penerapan manajemen industri yang dapat dianalisis oleh penulis selama observasi adalah sebagai berikut:

a. Manajemen dan Organisasi  b. Manejemen Operasi

c. Strategi sistem Produksi d. Perancangan Tata Kerja e. Manajemen Kualitas

f. Manajemen Sumber Daya Manusia

Adapun wujud penerapan manajemen industri tersebut dijelaskan pada sub-bab pembahasan

B. Pembahasan

Dalam sebuah industri tentu tidak terlepas dengan organisasi dan manjemen. Secara fungsional suatu organisasi mempunyai persamaan yang mendasar dalam hal  pengelolaannya. Manajemen mempunyai fungsi universal yang dapat diimplementasikan pada semua organisasi baik institusi pemerintah, sekolah, dunia usaha maupun industri. Organisasi mempunyai bentuk dan tujuan yang berbeda- beda bergantung pada visi dan misi yang diembannya. Fungsi manajemen dapat

diterapkan pada organisasi yang berorientasi pada keuntungan (profit) maupun non  profit, besar ataupun kecil.

Pada umumunya industri berskala besar mempunyai struktur organisasi yang terdiri dari direktur atau general manager yang membawahi manjer sesuai bidang

(13)

dipimpin direktur dan komisaris. Sedangkan untuk manajemen membawahi tiga  bidang, yaitu bidang marketing, unit bisnis, dan desain kreatif.

Bidang merketing membawahi Brand Manager Dagadu Djokdja , Sales Head Dagadu Djokdja , Promotion Events Dagadu Djokdja , Finance & General Affair  Manager, Finance, Purchasing, Accounting & Taxes, Product Coordinator. Unit  bisnis membawahi Manager Daya Gagas Dunia, Account Executive Daya Gagas Dunia, Brand Manager AfterHour, Brand Manager Hiruk-Pikuk. Bidang Desain kreatif membawahi Coordinator Desainer, Desainer, Copywriter, Computer. Untuk itu sebuah industri membutuhkan struktur organisasi yang jelas untuk menerapkan sebuah manajemen industri yang baik sehingga terjalin kerjasama secara terkoordinasi dan terstruktur untuk mcncapai tujuan tertentu yang dirumuskan dalam visi organisasi.

Selain itu PT.ADD juga menerapkan manajemen dalam proses produksi. Untuk sebuah item produksi seperti kaos, membutuhkan tata urutan yang terkoordinasi mulai dari manajer marketing sampai pemasaran. Hal ini bertujuan bukan hanya untuk memproduksi kaos melainkan juga strategi produksi yang meliputi  pengarsipan produk, evaluasi, hak karya cipta agar tidak ditiru oleh produsen lain

sebelum pemasaran.

Dalam industri sistem produksi merupakan jantungnya yang menjadi kehidupan dalam perusahaan. Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen struktural dan fungsional. Dalam sistem produksi modern terjadi suatu  proses transformasi nilai tambah yang mengubah input menjadi output yang dapat dijual dengan harga bersaing di pasar global. Sistem produksi secara tidak langsung  juga berkaitan dengan tata cara kerja. Strategi desain proses yang diterapkan disini

yaitu dengan proses flow shop, Proses flow shop dapat dibagi menjadi 2 yaitu: 1)  flow shop kontinu dan 2) flow shop terputus-putus. Pada proses produksi flow shop kontinu, proses bekerja untuk memproduksi jenis output yang sama. Pada flow shop terputus-putus, kerja proses secara periodik di interupsi untuk melakukan  pengaturan (set – up) bagi pembuatan produk dengan spesifikasi yang berbeda

(14)

Strategi pemasaran untuk merespon konsumen yang diterapkan PT.ADD  Make to Stock. Meskipun metode yang digunakan dalam proses produksi sama namun sifatnya berbeda. Pada produksi kaosbersifat kontinyu, artinya setiap hari ada output agar sesuai target. Sedangkan pada item lain seperti topi, tas, gantungan kunci, dll sifatnya terputus-putus, yaitu setiap hari output tidak ada target atau setiap aplikasi dibuat dalam waktu beberapa hari. Hal ini dikarenakan kaos mempunyai frekuensi lebih dari item lain pada pembelian sehingga efesiensi produk tetap terjamin.

Untuk menjamin kualitas suatu produk biasanya melewati beberapa  pengecekan atau yang biasa disebut quality control. Di anatara unit usaha yang ada,  beberapa menerapkan quality control tidak pada tahap demi tahap atau bahkan tidak sama sekali Kaos yang diproduksi di PT.ADD misalnya, agar lulus ke tahap selanjutnya harus lulus pengecekan. Dari tahap desain sebelum ke tahap tersebut kaos harus lulus persetujuan dari manajer marketing, apakah desain sesuai yang diinginkan atau tidak.. Demikian halnya dari tahap pemotongan kain ke tahap  penjahitan. Hal tersebut berlangsung sampai tahap akhir yaitu inventaris  pergudangan. Hal ini bertujuan agar produksi tepat target dan perencanaan dengan

mengedepankan kualitas.

Peranan tenaga kerja sangat menentukan di dalam menjalankan Proses konversi sehingga diperlukan perencanaan sumber daya manusia yang baik dan akurat. Perencanaan sumber daya manusia dibuat untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang menyangkut antara lain sebagai berikut.

1.

Menjaga Stabilitas Karyawan

Stabilitas karyawan sangat perlu dijaga, karena hal ini mementukan pada kelangsungan operasional perusahaan. Mengantisipasi stabilitas karyawan, sangat perlu diketahui kebutuhan tenaga kerja dann memperhitungkan:

1) Pembayaran tenaga kerja 2) Asuransi tenaga kerja

3) Besarnya premi upah yang merupakan ukuran bagi tenaga kerja dapat meningkatkan tenaga kerja.

(15)

Di Indonesia dan USA jam kerja lima hari kerja terdiri dari delapan jam per hari. Sama dengan USA ( five 8-hours days), artinya standar waktu kerja delapan jam  per hari, termasuk satu jam untuk beristirahat merupakan waktu jam kerja minimal yang berlaku secara umum di Indonesia atau USA. Pada PT.ADD waktu kreja yang diterapkan yaitu bagi karyawan setiap senin sampai jumat dari  jam 08:00-16:00. Sedangkan bagioperasional dari jam 08:00-17:00. Frekuensi

istirahat sekali selama satu jam yaitu pada siang jam 12:00-13:00.

3.

Peraturan Kerja dan Klasifikasi Kerja

Membuat klasifikasi tugas yang fleksibel dengan prinsip bagaimana dapat mempersembahkan produk kepada pelanggan secara cepat dan memuaskan agar menjadi keunggulan dalam melakukan persaingan terhadap kompetitor.

Sebagai industri kreatif PT.ADD juga menularkan kekreativitasan tersebut ke unit lain. Hal demikianlah tujuan dari industri tersebut lebih memilih menggunakan suplier sebagai mitra kerja daripada memproduksi massal sendiri. Dari Dagadu untuk Yogyakarta agar semakin istimewa.

(16)

BAB V KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen keindustrian di PT. Dagadu Aseli Djokdja sudah kompleks dan profesional. Hal itu bisa dilihat dari struktur organisasi dan manajemen produksi yang teroganisir. Semua organiasi untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya diperlukan manajemen yang baik. Jika organisasi  bekerja tanpa manajemen yang baik tentu akan mengalami kesulitan dan

hambatan yang berat dalam usaha mencapai tujuannya bahkan bisa berakibat fatal tidak dapat mencapai tujuan yang diiginkan.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

1. Ali, Muhammad, MT. Modul Kuliah Manjemen Industri. 2014

2.

http://diyandewi.blogspot.com/2012/12/analisis-marketing-plan-produk-dagadu.html

3.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Volume Produksi Air Minum dalam Kemasan PT. Komisi

Analisis Strategi Pemasaran untuk Peningkatan Volume Produksi Air Minum dalam Kemasan PT. Komisi

Kegiatan make atau produksi dapat dilakukan atas dasar ramalan untuk memenuhi target stok (make-to-stock), atas dasar pesanan (make-to-order), atau (engineer- to-order). Proses

Dalam mempromosikan produknya oleh Divisi Pengembangan Pemasaran PT Semen Gresik (Persero) Tbk melaksanakan strategi komunikasi pemasaran dengan konsumen dalam bentuk atau

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dan strategi bersaing yang diterapkan pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam

Berhasil tidaknya suatu perusahaan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen tergantung kepada strategi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan yang bersangkutan.Peranan

Saat ini dalam melakukan kegiatan produksi, PT PINDAD (Persero) dalam keseluruhan menggunakan dua metode yang pertama metode Make To Stock dimana metode tersebut PT

Pelaksanaan Strategi Pemasaran Produk Kosmetika Muslimah Zoya di PT Zoya Fashion Industry Cabang Bandung Strategi yang diterapkan manajemen Zoya Industry dalam memasarkan produk