Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya terhadap Rasionalitas Ekonomi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fkip Untan

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP RASIONALITAS EKONOMI MAHASISWA

PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNTAN Anggena Pricila, Maria Ulfah, dan M. Basri Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Untan

Email : anggena_pricila@yahoo.co.id

Abstract: This study aimed to investigate the influence of peer relationships on economic rationality economic education students FKIP Untan. The research method used is a form of associative method of research is survey. The sample was FKIP Untan economics education students in 2009-2011. There are positive effects of peer interaction on economic rationality students FKIP Untan Economic Education. Based on t count equal to 2.200 indicates that there is the influence of the independent variable (X) on the dependent variable (Y). When compared with the t table at 95% significance level of 1.662. Then t count greater than t table or 2.200> 1.662 so that Ha is accepted and Ho is rejected. The calculation of a simple linear regression equation obtained Y = 49 165 +0.164 X. The coefficient of determination in this study suggests contributions influence the independent variable (X) that peer relationships to the dependent variable (Y), ie 5.2% of economic rationality.

Keywords: Peer Relationships, Economic Rationality

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap rasionalitas ekonomi mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif dengan bentuk penelitiannya adalah survey. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan tahun 2009-2011. Terdapat pengaruh positif pergaulan teman sebaya terhadap rasionalitas ekonomi mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan. Berdasarkan t hitung sebesar 2,200 menunjukkan bahwa ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Jika dibandingkan dengan t tabel pada taraf signifikansi 95% sebesar 1,662. Maka t hitung lebih besar daripada t tabel atau 2,200 > 1,662 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Perhitungan regresi linier sederhana diperoleh persamaan Y = 49.165+0,164X. Koefisien Determinasi pada penelitian ini menunjukkan kontribusi pengaruh variabel bebas (X) yaitu pergaulan teman sebaya terhadap variabel terikat (Y) yaitu rasionalitas ekonomi sebesar 5,2% .

(2)

erilaku ekonomi merupakan proses pengambilan keputusan dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa sesuai kebutuannya. Perilaku ekonomi yang tergambar dari tindakan ekomomi yang dilakukan manusia setiap hari diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan pilihan. Tindakan ekonomi juga dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dengan mempertimbangkan antara pengorbanan yang dilakukan dengan hasil yang diperoleh .

Dewasa ini, manusia dituntut dapat membedakan mana kebutuhan yang harus didahulukan dan yang harus ditunda. Kebutuhan yang harus didahulukan merupakan skala prioritas yang harus diutamakan dalam membuat sebuah keputusan. Skala prioritas merupakan sesuatu yang dipilih oleh seseorang dalam membuat keputusan melalui pertimbangan tertentu. Dengan melakukan berbagai pertimbangan manusia dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk bagi kelangsungan hidupnya. Pertimbangan yang di lakukan manusia akan membantu manusia tersebut dalam mengambil keputusan berdasarkan akal sehatnya. Oleh karena itu, tindakan ekonomi harus dilakukan secara rasional atau berdasarkan akal sehat.

Tindakan ekonomi rasional merupakan setiap tindakan manusia yang dilandasi atas dasar pilihan yang paling baik dan menguntungkan. Rasional juga berarti kemampuan dan kemauan manusia bersikap dan bertindak dengan menggunakan akal sehat dalam menentukan sebuah pilihan.

Stephen P. Robbins (2002: 90) menyatakan, rasional adalah membuat pilihan yang konsisten dan memaksimalkan nilai dalam batasan tertentu. Pendapat ini diperkuat oleh Urip Putranto (2006: 9) yang menyatakan bahwa rasionalitas merupakan kemampuan untuk berfikir baik dan berlatih mengambil keputusan yang tepat. Manusia memiliki beberapa kendala, tetapi dengan menggunakan akal sehat manusia akan dapat mengatasi kendala tersebut. Dengan akal sehat manusia dapat membedakan kebutuhan apa yang harus didahulukan dan apa yang harus ditunda.

Akal sehat seseorang dapat dilatih dengan menggunakan pendidikan formal, non formal dan informal. Pendidikan formal ialah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan nonformal dapat diartikan sebagai jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Sedangkan pendidikan informal ialah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Pendidikan formal, informal, dan non formal ini tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri. Ketiganya saling mengisi terutama dalam memenuhi kebutuhan belajar sepanjang hayat. Ketiga kebutuhan ini dibutuhkan oleh masyarakat agar pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki lebih utuh.

Lingkungan teman sebaya biasanya lebih berpegaruh pada mahasiswa karena mereka memiliki rentan usia yang hampir sama serta pemikiran yang hampir sama pula, sehingga mereka merasa cocok dalam melakukan berbagai macam tindakan ekonomi khususnya penerapan disiplin ilmu yang telah mereka dapatkan dalam pendidikan formal yakni melakukan tindakan ekonomi

P

(3)

berdasarkan pertimbangan dan akal sehat atau biasa dikenal dengan rasionalitas ekonomi.

Dewasa ini, manusia mulai dipengaruhi oleh berbagai macam hal yang sering membuat seorang melalaikan rasionalitasnya akibat pengaruh media massa, pergaulan dan gaya hidup. Manusia dihadapkan dengan berbagai pilihan yang menggiurkan sehingga rasionalitas seseorang dalam membuat keputusan menjadi terbatas. Banyaknya pilihan tersebut membuat manusia sulit membedakan yang mana menjadi kebutuhan atau sekedar keinginan yang harus dipilah berdasarkan prinsip ekonomi.

Rasionalitas ekonomi merupakan prinsip-prinsip ekonomi dinama seseorang akan berfikir secara rasional apakah hal yang ia lakukan tidak bertentangan dengan prinsip ekonomi yang sebenarnya. Rasionalitas ekonomi menekankan pengambilan keputusan harus berdasarkan akal sehat dan mengguntungkan bagi orang tersebut.

Meskipun demikian, secara umum nampak bahwa sikap dan perilaku ekonomi manusia kurang rasional. Bila ditelaah, penyebabnya dapat berasal dari pergaulan lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, teman sepekerjaan, teman sepermainan, media massa dan lingkungan sekitar dimana manusia itu tinggal. Manusia memperoleh pengaruh positif dan juga memperoleh pengaruh negatif terkait dengan nilai-nilai rasionalitas ekonomi dari pergaulan yang dilakukannya setiap hari.

Pergaulan seseorang sangat berpengaruh pada keperibadian orang tersebut. Pergaulan teman sebaya memberikan banyak pengaruh terhadap pembicaraan, sikap, perilaku, hobi, minat, penampilan sampai pada tingkah laku orang tersebut melebihi pengaruh keluarga, sekolah, dan agama. Teman bergaul akan membantu membentuk pribadi seseorang. Kelompok teman sebaya memotivasi banyak hal yang baik selama orang tersebut bergaul dengan orang-orang baik.

Muhammad Al-Mighwar (2006: 124) menegaskan, pada masa remaja pegaruh kuat teman sebaya atau sesama remaja tidak dapat diremehkan, sehingga untuk pertama kalinya mereka menerapkan prinsip-prinsip hidup bersama dan bekerjasama. Disamping prinsip itu pengaruh kuat dari orang tua, tingkah laku, minat bahkan sikap serta perilaku remaja banyak dipengaruhi oleh teman-teman dan kelompok sebayanya.

Berdasarkan hal inilah peneliti tertarik guna melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya terhadap Rasionalitas Ekonomi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan.” Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pergaulan teman sebaya di bidang ekonomi mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan. (2) Untuk mengetahui rasionalitas ekonomi mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan. (3) untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap rasionalitas ekonomi mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.

John W. Santrock (dalam Yulita Rityastini 2006: 28) Peer group adalah sekumpulan remaja sebaya yang punya hubungan erat dan saling tergantung. Keadaan yang ada pada kelompok teman sebaya ini tidak hanya dari usia atau tingkat kedewasaan saja, tetapi bisa juga dari latarbelakang sosial, ekonomi,

(4)

aktifitas, minat dan sebagainya. Interaksi teman sebaya lebih banyak muncul pada anak-anak berjenis kelamin sama dari pada yang berbeda jenis kelamin.

Pengelompokan Teman Sebaya menurut Muhammad Al-Mighawar (2006: 128-129) adalah sebagai berikut: (1) Sahabat karib, (2) Kelompok sahabat, (3) Kelompok banyak remaja , (4)Kelompok yang terorganisasi, (5) Kelompok geng.

Fungsi Teman Sebaya menurut Vembriarto (dalam Singgih Tego Saputro 2012: 25) menyatakan bahwa (1) Di dalam kelompok teman sebaya anak belajar bergaul dengan sesamanya, (2) Di dalam kelompok teman sebaya anak mempelajari kebudayaan masyarakatnya, (3) Kelompok sosial teman sebaya mengajarkan mobilitas sosial. (4) Di dalam kelompok teman sebaya, anak mempelajari peranan sosial yang baru (5) Di dalam kelompok teman sebaya anak belajar patuh kepada aturan sosial yang impersonal dan kewibawaan yang impersonal pula.

Urip Putranto (2006 : 9) Rasionalitas merupakan kemampuan untuk berfikir baik dan berlatih mengambil keputusan yang tepat. Manusia memiliki beberapa kendal tetapi dengan akal sehat manusia akan dapat mengatasi kendala tersebut. Dengan akal sehat manusia dapat membedakan kebutuhan apa yang harus didahulukan dan apa yang harus ditunda dan Hendro Prabowo (2004: 14) menambahkan Rasional adalah ketika seseorang menggunakan akal sehat ketika menentukan pilihan. Ketika menggunakan akal sehat dalam mengkonsumsi, maka orang tersebut disebut konsumen yang rasional. Konsumen yang rasional menggunakan prinsip ekonomi dalam melakukan tindakan konsumsi. Ketika seseorang tidak menggunakan akal sehal dalam mengkonsumsi maka orang tersebut adalah konsumen yang irasional.

Stephen P. Robbins (2002: 90-91) menyatakan Langkah-langkah Pengambilan Keputusan Rasional adalah (1) Mendefinisikan masalah, (2) Mengidentifikasi kriteria keputusan: Hal ini dibutuhkan dalam pemecahan masalah (3) Menimbang kriteria, (4) Menghasilkan alternatif, (5) Menilai semua alternatif pada masing-masing kriteria, (6) Menghitung keputusan optimal.

Menurut Adiwarman A. Karim (2008: 51-52), ada dua tipe rasionalitas baik individu maupun kolektif. Pertama adalah tipe rasionalitas yang didasarkan atas kepentingan pribadi (self –interest rationality). Kepentingan tersebut bisa berbentuk prestise, cinta, aktualisasi diri dan lain-lain. Serta dapat pula berupa sebuah pencapain individu menjadi lebih baik dan membuat lingkungan sekelilingnya menjadi lebih baik juga pada saat yang bersamaan. Kedua, Rasionalitas berdasarkan tujuan yang ingin dicapai (present aim rationality). Asumsi dari teori ekonomi ini bahwa manusia tidak selalu bersikap mementingan dirinya sendiri. Teori ini berasumsi bahwa manusia menyesuaikan preferensinya dengan sejumlah aksioma.

Adiwarman A. Karim (2008: 52) menyatakan Aksioma-aksioma Pilihan Rasional adalah (1) Kelengkapan (completeness), (2) Transitivitas (transitivity), (3) Kontinuitas (continiuity)

Hal yang Mempengaruhi Rasionalitas Ekonomi menurut Dian Eka Prasastianta (2011: 36) adalah (1)Minat pada pelajaran ekonomi, (2) Status sosial ekonomi orang tua, (3) Pengetahuan ekonomi seseorang

(5)

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah ekonomi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οiκος (oikos) yang berarti keluarga, rumah tangga dan νόμος (nomos) yang berarti peraturan, aturan, hukum. Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga. (dalam Urip Putranto 2006: 5) “

Menurut Bambang Puji Raharjo (2008: 1) “Masalah pokok ekonomi adalah adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhan sangat terbatas. Jika kebutuhan manusia tidak terbatas tersebut dpat dipenuhi dengan alat pemuas yang tersedia, maka tercapailah kemakmuran.” Inti masalah ekonomi atau persoalan dasar ekonomi meliputi: Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak (what), bagaimana cara memproduksi (how), dan untuk siapa barang tersebut diproduksi (for whom)

Menurut Bambang Puji Raharjo (2008: 3) Prinsip ekonomi adalah pedoman atau patokan yang digunakan manusia dalam melakukan kegiatan tindakan ekonomi. Pedoman tersebut berupa dengan pengobanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang tertentu atau dengan pengorbanan yang tertentu untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.” Sedangkan “Motif ekonomi adalah gejala sesuatu yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi.” Tindakan tersebut berupa: untuk mencari keuntungan, untuk mencari penghargaan, untuk mencapai kepuasan, untuk melakukan kegiatan social.

METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode asosiatif. Menurut Hadari Nawawi (2007: 64), Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua varabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan penelitian deskriptif dan komparatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Dalam penelitian ini penulis ingin mencari tahu apakah pergaulan teman sebaya berpengaruh terhadap rasionalitas ekonomi mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.

Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Survey. Menurut Kerlinger dalam Sugiyono, 2006: 7 “Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi beser maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis. Bentuk penelitian ini digunakan untuk mencari tahu apakah pergaulan teman sebaya berpengaruh terhadap rasionalitas ekonomi mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP UNTAN.

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 90) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan dari tahun 2009-2011 berjumlah 354 orang.

(6)

Menurut Sugiyono (2006: 91) “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.” Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2006: 131) “Sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti.” Penentuan jumlah sampel yang dibutuhkan diketahui dengan menggunakan rumus Finite population diperoleh hasil sebanyak 91 mahasiswa. Pengambilan sampel dengan cara menggunakan teknik propotionate stratified random sampling.

Teknik pengumpulan data yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah Teknik komunikasi tidak langsung dan Teknik studi dokumenter. Teknik komunikasi tidak langsung yaitu dengan cara menyebarkan angket pada mahasiswa yang dijadikan sampel sedangkan teknik studi dokumenter adalah cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan kategorisasi dan klasifikasi bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan masalah penelitian, baik dari sumber dokumen maupun buku-buku, koran, dan majalah.

Alat pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Angket atau kuesioner setra Kertas kerja dokumntasi.Agar alat pengumpul data dapat digunakan sebagai alat pengumpul data yang objektif dan mampu menguji hipotesis penelitian, maka diprlukan analisis terhadap alat pengumpul data yaitu (1) validitas dengan rumus = ∑ ∑ )(∑ )(

∑ (∑ ) ∑ (∑ )

(2) reliabilitas dengan rumus r = [ ] 1∑ (3) normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov ( Duwi Priyatno, 2012 :37)

Menurut Sugiyono (2006: 236) “Analisis regresi dilakukan bila hubungan dua variabel berupa hubungan klausal atau fungsional. Untuk menetapkan dua berupa hubungan kausal atau tidak, maka harus didasarkan pada teori atau konsep-konsep tentang dua variabel tersebut.” Lebih lanjut lagi Sugiyono menyatakan (2006: 237) “regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Dengan rumus Y= a + b X Perhitungan analisis regresi dalam penelitian ini menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi16.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Dalam penelitian ini melibatkan mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP untan tahun 2009-2011 berjumlah 354 orang mahasiswa dan sampel sebanyak 91 orang mahasiswa. Angket atau kuisioner diedarkan pada 91 mahasiswa sesuai dengan ketentuan sampel menutut Riduwan (2010: 25). Pengolahan jawaban kuisioner dengan wujud data kualitatif ditransformasikan menjadi data kuantitatif. Sugiyono menyatakan bahwa: Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban yang ada diberi skor sebagai berikut :

Sangat Setuju/selalu/sangat positif diberi skor 5

Setuju/sering/positif diberi skor 4

Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor 3 Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi skor 2

(7)

Sangat tidak setuju/tidak pernah diberi skor 1 (Sugiyono, 2006: 108)

Berdasarkan pada data yang diperoleh dan hasil observasi dengan memberikan bobot (transformasi data kualitatif ke kuantitatif) sebagai berikut: 1. Alternatif jawaban A diberi skor 5

2. Alternatif jawaban B diberi skor 4 3. Alternatif jawaban C diberi skor 3 4. Alternatif jawaban D diberi skor 2 5. Alternatif jawaban E diberi skor 1 Pembahasan

Uji validitas pada 25 butir instrumen mengunakan SPSS 16 semua item dinyatakan valid karena r hitung > r tabel yaitu 0,361.

Tabel 1: Hasil Uji Validitas

No. Butir Instrrumen Koefisien Korelasi Keterangan

1 0,398 Valid 2 0,403 Valid 3 0,430 Valid 4 0,457 Valid 5 0,493 Valid 6 0,362 Valid 7 0,600 Valid 8 0,488 Valid 9 0,348 Valid 10 0,696 Valid 11 0,572 Valid 12 0,715 Valid 13 0,530 Valid 14 0,723 Valid 15 0,683 Valid 16 0,727 Valid 17 0,707 Valid 18 0,652 Valid 19 0,442 Valid 20 0,530 Valid 21 0,723 Valid 22 0,707 Valid 23 0,652 Valid 24 0,758 Valid 25 0,707 Valid

(8)

Setelah semua data valid, langkah selanjutnya yaitu uji reliabilitas mengunakan SPSS 16 semua item dinyatakan reliabel karena lebih besar dari 0,6.

Tabel 2 : Hasil Uji Reliabilitas

Setelah instrumen valid dan reliabel, maka tahap selanjutnya adalah uji normalitas. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS 16. Instrumen dinyatakan normal bila Asym. Sig(p-value) lebih besar dari 0,05.

Tabel 3 : Hasil Uji Normalitas No Nama Variabel Asym. Sig(p-value) Kondisi Keterangan Distribusi Data 1. Pergaulan Teman Sebaya 0.885 P > 0.05 Normal

No. Butir

Instrrumen Koefisien Korelasi Keterangan

1 0,696 Reliabel 2 0,695 Reliabel 3 0,693 Reliabel 4 0,692 Reliabel 5 0,688 Reliabel 6 0,736 Reliabel 7 0,678 Reliabel 8 0,688 Reliabel 9 0,700 Reliabel 10 0,745 Reliabel 11 0,741 Reliabel 12 0,739 Reliabel 13 0,738 Reliabel 14 0,742 Reliabel 15 0,741 Reliabel 16 0,751 Reliabel 17 0,745 Reliabel 18 0,741 Reliabel 19 0,742 Reliabel 20 0,741 Reliabel 21 0,736 Reliabel 22 0,742 Reliabel 23 0,745 Reliabel 24 0,741 Reliabel 25 0,739 Reliabel

(9)

2. Rasionalitas Ekonomi 0.634 P > 0.05 Normal

Pengolahan data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif yaitu penjabaran soal angket dan jawaban angket penelitian yang terdiri dari 25 item pertanyaan dan jawaban dari 91 responden. Masing-masing disajikan dalam gambar dan diinterpretasikan serta dipersentase menggunakan rumus persentase yaitu:

Presentase = X 100%

Skor ideal = skor maxsimal x jumlah soal x jumlah responden

Dengan kategori persentase menurut Riduwan (2008: 15) sebagai berikut: 81% 100% = Sangat Tinggi, 61% 80% = Tinggi, 41% 60% = Cukup, 21% -40%= Rendah, 0% - 20% = Sangat Rendah.

Berdasarkan analisis deskriptif Pergaulan teman sebaya memang memberikan pengaruh kepada seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi, baik dalam mengkonsumsi, memproduksi maupun mendistribusikan sesuatu. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang mewakili ke tiga indikator dalam variabel pergaulan teman sebaya yang menunjukan adanya pengaruh gaya hidup teman sebaya sebanyak 47,54%, intensitas interaksi antara teman sebaya 73,91% dan adanya perilaku positif antara teman sebaya 73,40%.

Dari hasil pengamatan dan penelitian yang peneliti lakukan bahwasannya sebagian besar mahasiswa Pendidikan Ekonomi memiliki rasionalitas ekonomi yang baik, hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden dalam menjawab pernyataan yang berkaitan dengan rasionalitas ekonomi yang menunjukkan responden memiliki rasionalitas ekonomi dalam melakukan tindakan ekonomi. . Hal ini jelas terlihat dari hasil angket yang mewakili ke empat indikator yang mewakili variabel rasionalitas ekonomi yang menunjukan bahwa banyak mahasiswa yang selektif dalam mengkonsumsi 89,12%, menerapkan prinsip ekonomi 89,12%, membuat skala prioritas dalam menentukan pilihan 84,39% dan mempunyai motif tertentu dalam tindakan ekonomi 84,21%.

Tabel 4: Tabel hasil perhitungan regresi menggunakan SPSS Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient s t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 49.165 3.027 16.243 .000 pengaruh_teman_se baya .164 .074 .227 2.200 .030

(10)

Dari hasil perhitungan di atas dapat, nilai-nilai tersebut dimasukkan ke dalam persamaan regresi, yaitu sebagai berikut: Y = a+bX atau Y = 49.165+0.164X. Yang berarti nilai konstanta adalah 49.165 yaitu jika pergaulan teman sebaya (X) bernilai 0 (nol), maka rasionalitas ekonomi (Y) bernilai 49.165. Nilai koefisien regresi variabel pergaulan teman sebaya (X) yaitu 0,164. Ini berarti bahwa setiap peningkatan pergaulan teman sebaya sebesar 1, maka rasionalitas ekonomi akan meningkat sebesar 0,164.

Uji t Berdasarkan output program SPSS maka di dapat nilai t hitung sebesar 2,200. Karena nilai t hitung > t tabel (2,200>1,662) maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pergaulan teman sebaya terhadap rasionalitas ekonomi mahasiswa pendidikan ekonomi fkip untan. Hal tersebut juga dapat dilihat pada tabel signifikansi di tabel 2.4 yang menunjukan 0,030 yang lebih kecil dari pada alpa 0.050 (sig < α atau 0,030 < 0,050 ) yang berarti terdapat pengaruh positif pergaulan teman sebaya terhadap rasionalitas ekonomi mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.

Dari tabel di atas nilai R2 sebesar 0, 052, artinya persentase sumbangan pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap rasionalitas ekonomi sebesar 5,2% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain, yang peneliti proyeksikan bersumber dari pembelajaran formal bidang ekonomi, pendidikan ekonomi di lingkungan keluarga, dan variabel lain yang tidak diteliti.

KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan, disimpulkan bahwa (1) Pergaulan teman sebaya memang memberikan pengaruh kepada seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi, baik dalam mengkonsumsi, memproduksi maupun mendistribusikan sesuatu. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang mewakili ke tiga indikator dalam variabel pergaulan teman sebaya yang menunjukan adanya pengaruh gaya hidup teman sebaya sebanyak 47,54%, intensitas interaksi antara teman sebaya 73,91% dan adanya perilaku positif antara teman sebaya 73,40%. (2) Dari hasil pengamatan dan penelitian yang peneliti lakukan bahwasannya sebagian besar mahasiswa Pendidikan Ekonomi memiliki rasionalitas ekonomi yang baik, hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden dalam menjawab pernyataan yang berkaitan dengan rasionalitas ekonomi yang menunjukkan responden memiliki rasionalitas ekonomi dalam melakukan tindakan ekonomi. . Hal ini jelas terlihat dari hasil angket yang mewakili ke empat indikator yang mewakili variabel rasionalitas ekonomi yang menunjukan bahwa banyak mahasiswa yang selektif dalam mengkonsumsi 89,12%, menerapkan prinsip ekonomi 89,12%, membuat skala prioritas dalam menentukan pilihan 84,39% dan mempunyai motif tertentu dalam tindakan ekonomi 84,21%. (3) Terdapat pengaruh positif pergaulan teman terhadap rasionalitas ekonomi mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan. Berdasarkan t hitung sebesar 2,200 menunjukkan bahwa ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Jika dibandingkan dengan t tabel pada taraf signifikansi 95% sebesar 1,662. Maka t hitung lebih besar daripada t tabel atau 2,200 > 1,662, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. (4) Dengan perhitungan regresi linier sederhana

(11)

diperoleh persamaan Y = 49.165+0,164X, yang artinya nilai konstanta adalah 49.165 yaitu jika pergaulan teman sebaya (X) bernilai 0 (nol), maka rasionalitas ekonomi (Y) bernilai 49.165. Nilai koefisien regresi variabel pergaulan teman sebaya (X) yaitu 0, 164. Ini berarti bahwa setiap peningkatan pergaulan teman sebaya sebesar 1, maka rasionalitas ekonomi akan meningkat sebesar 0,164. (5) Koefisien Determinasi pada penelitian ini menunjukkan kontribusi pengaruh variabel bebas (X) yaitu pergaulan teman sebaya terhadap variabel terikat (Y) yaitu rasionalitas ekonomi sebesar 5,2% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.

Saran

Peneliti memiliki beberapa saran yang ingin peneliti sampaikan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu (1) Kepada lembaga pendidikan khususnya FKIP Untan agar lebih dapat menyediakan atau memberikan dorongan kepada mahasiswa FKIP, seperti memberikan penguatan agar tetap mempertahankan nilai rasionalitas ekonomi, agar mahasiswa semakin banyak menerapkan rasionalitas dalam kesehariannya. (2) Kepada mahasiswa, agar dalam pergaulan dengan teman sebaya semakin memberikan pengaruh positif terutama dalam bidang ekonomi, agar nantinya dapat menerapan ilmu ekonomi yang telah didapat. (3) Kepada mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan agar lebih bersikap produktif dari pada konsumtif serta menggunakan rasionalitas dalam menentukan pilihan. (4) Dari penelitian yang telah peneliti lakukan, masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan. Peneliti mengharapkan agar pennelitian ini dilakukan lebih lanjut guna memperjelas mengenai pengaruh pergaulan teman sebaya dan rasionalitas ekonomi, terlebih tentang hal lain yang berhubungan dengan pergaulan teman sebaya dari segi baik dan buruk nya serta rasionalitas ekonomi dengan lebih mendalam.

DAFTAR RUJUKAN

Al-Mighawar Muhammad. (2006). Psikologi Remaja.Bandung. Pustaka Setia Arikunto Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik.

Jakarta. PT. Rineka Cipta

Bambang Puji Raharjo. (2008). Panduan Belajar SMA Kelas XII IPS. Yogyakarta. Primagama

Duwi Priyatno. 2012. Belajar Cepat Olah Data Statistik Dengan SPSS. Yogyakarta. Percetakan Andi Offset

Eka Prasastianta Dian. (2011). Pengaruh Minat Pada Mata Pelajaran Ekonomi, Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Rasionalitas Ekonomi terhadap Perilaku Ekonomi. Proposal Tesis Universitas Negeri Malang. Malang

(12)

Hadari Nawawi. (2007). Metode Penelitian Bidang Sosial (Cetakan ke-12). Yogyakarta. Gadjah Mada University Perss

Hendro Prabowo. (2004). Ekonomi SMA Kelas X. Depok. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Karim Adiwarman. (2011). Ekonomi Mikro Islami. Jakarta. Raja Grafindo Persada

P. Robbins Stephen. (2002). Perilaku Ekonomi Edisi Kelima. Jakarta. Erlangga Putranto Urip. (2006). Buku Ajar Ekonomi untuk SMP kelas VII. Surakarta.

Citra pustaka

Riduwan. (2010). Dasar-dasar Statistika.Bandung. Alvabeta

Rintyastini Yulita. (2006). Bimbingan dan Konseling SMP untuk Kelas VII. Jakarta. Erlangga

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Administrasi. Bandung. CV. Alvabeta Tego Saputro Singgih. (2012). Pengaruh Disiplin Belajar dan Lingkungan

Teman Sebaya terhadap Prestasi Belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Figur

Tabel 1: Hasil Uji Validitas

Tabel 1:

Hasil Uji Validitas p.7
Tabel 2 : Hasil Uji Reliabilitas

Tabel 2 :

Hasil Uji Reliabilitas p.8
Tabel 4: Tabel hasil perhitungan regresi menggunakan SPSS Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.BStd

Tabel 4:

Tabel hasil perhitungan regresi menggunakan SPSS Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.BStd p.9

Referensi

Memperbarui...