• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Oleh : Dita Verolyna

D1E 003028

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS BENGKULU 2007

(2)

MOTTO

Kegagalan adalah sukses yang tertunda

Orang yang tak beruntung adalah orang yang tahu apa yang

dia tidak mau tetapi tak tahu apa yang dia mau

Tujuan hidup bukanlah semata untuk mengejar materi tetapi

tujuan hidup sebenarnya adalah mengetahui apa yang akan

ditabung untuk akhirat kelak

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan untuk kedua orang tua yang

kucintai ”Muntiana” dan ”Eridon”. Adikku ”Nana”, Anakku

”Muhammad Raffy” dan Omaku ”Rosmani”. Perjuanganku

semata demi kalian.

(3)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

Nama : Dita Verolyna/ TTl : Bengkulu, 16 Des ‘85/Hobi : Shopping, Ngabisin uang jatah Belanja/Kewarganegaraan :So Pasti Indonesia/Alamat :Jl.. Kz Abidin II Gg.Damai

3 Rt.03 Rw.01 no.39 Ps. Minggu/Cita-cita : Ingin jadi Ibu Rumah Tangga yang baik sekaligus career woman yang sukses/Status dalam keluarga : Anak pertama dari dua

bersaudara

DATA KELUARGA

Suami: Harry Oktaviansyah/ Anak : Muhammad Raffy Oktaviansyah/ Nama Orang tua ; Ayah : Eridon ;Ibu : Muntiana/ Oma : Rosmani/ Adik : Diana Andriasty

PENDIDIKAN FORMAL

SD Negeri 22 Bengkulu/SLTP Negeri 3 Bengkulu/SMU Negeri 5 Bengkulu/S1 Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu

PENDIDIKAN NON FORMAL

Kursus memasak biar jadi ibu yang baik/Kursus Bahasa Inggris dan Mandarin di UPT Unib/ Kursus Komputer di El-Rahma

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam analisis ini dilaksanakan sejak bulan April 2007 ini ialah Analisis Isi Iklan Sariayu (suatu riset analisis isi kuantitatif berdasarkan kode etik periklanan pada Tabloid Nova edisi Desember 2006-mei 2007)”.

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat dalam memenuhi gelar sarjana pada fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik program studi Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu.

Dalam penulisan skripsi ini penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak, untuk itu, pada kesempatan yang baik ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Drs. Heri suprianto selaku dosen Pembimbing Utama yang selalu meluangkan waktunya untuk memberi masukan dan nasihat serta motivasinya dalam upaya perbaikan skripsi ini.

2. Ibu Dra. Yudisiani, M.si selaku Dosen Pembimbing Pendamping yang selalu memberikan sumbangsih pemikiran dalam penulisan skripsi ini.

3. Bapak Heri Budianto S.sos, M.si dan Ibu Ratih Hasanah, S.sos yang telah bersedia menjadi Koder dalam penelitian ini.

4. Seluruh Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah ikut membantu sehingga dapat terlaksananya penyelesaian skripsi ini.

(5)

5. Ayah, Ibu, Nana dan Oma yang selalu membantu aku dalam mengasuh ”jagoan kecil” sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini.

6. Suami tercinta dan Putra kesayanganku, Muhammad Raffy Oktaviansyah yang selalu memberikan inspirasi terbaru dalam hari-hariku.

7. Teman-teman yang selalu memberikan semangat serta semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan sehingga penulis mengharapkan masukan, kritik dan saran yang dapat membangun sehingga dapat lebih menyempurnakan penulisan skripsi ini di waktu yang akan datang. Semoga skripsi ini bermanfaat.

Bengkulu, September 2007

(6)

THANK’S TO ALLAH

Alhamdulillah, dengan Rahmat Allah dan kegigihan yang luar biasa, dengan tatapan teduh sang buah hatiku “Raffy” akhirnya kutuntaskan juga perjuangan ini. Apa yang kudapatkan ini tidak lepas dari bantuan semua orang-orang yang menyayangiku. Melalui tulisan ini, aku ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada :

Kawan-kawan seperjuangan Komunikasi angkatan ’03 yang nyebelin dan pada gokil abis : Yaser si kribo, Bhu-bhu, Bunda selly ca’em, A’ie si juru rias, I’a si pengarang “monkey Love”, Iis si centil, Mak lex yang kebelet kawin, Adhe si rajin, Srie yang genit, Eva sang ratu centil, Reza ya habibie, Hanum ya ummairoh, Dinda, Dora, Yuli, Okta, Cucur, Astrid yang suka konser, Ria sekayu si calon reporter, Gita “urang awak”, me’I si olive nya yaser, Jika, Latif yang udah jadi ‘papa’, Ri-q, Puspita, Butet, Rhino, Bee, Anis de el el yang gak bisa disebutkan satu persatu………

Suamiku Tercinta : Harry Oktaviansyah

Adikku Tersayang : Diana Andriasty

K’ Thamzan yang Bantu jadi informan dalam ‘berburu’ tanda tangan dosen

(7)

DAFTAR ISI Halaman Riwayat Hidup... i Kata Pengantar ... ii Daftar Isi ... iv Daftar Tabel... vi

Daftar Lampiran ... vii

Abstrak... viii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 8

1.3 Batasan Masalah ... 8

1.4 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi Massa ... 10

2.2 Iklan ... 12

2.3 Pesan ... 13

2.4 Media Cetak ... 13

2.5 Struktur naskah iklan media cetak ... 15

2.6 Pengertian etika... 16

2.7 Etika periklanan ... 17

2.8 Konsumen ... 21

2.9 Keputusan departemen Kesehatan RI ... 22

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek yang diteliti... 25

(8)

3.2 Bentuk dan tipe penelitian... 25

3.3 Metode penelitian... 25

3.4 Unit analisis... 26

3.5 Penentuan kategorisasi ... 26

3.6 Penentuan populasi dan sample ... 29

3.7 Uji reabilitas ... 30

3.8 Tehnik pengumpulan data ... 31

3.9 Tehnik analisa data... 32

BAB IV DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN 4.1 Sejarah produk Sariayu ... 33

4.2 Produk Sariayu ... 34

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis iklan putih langsat Sariayu... 53

5.2 Analisis iklan Lulur SPA 2 IN 1 Sariayu ... 57

5.3 Analisis iklan Parijs van Java Sariayu ... 59

5.4 Analisis iklan Two Way Cake SPF 15 Sariayu... 61

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan ... 65

6.2 Saran... 67

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel

Tabel 1. Klasifikasi Modernisasi Media

Tabel 2. Jenis iklan yang dimuat di Tabloid Nova edisi Desember 2006 – Mei 2007

Tabel 3. Pelanggaran Iklan Sariayu Tabel 4. Uji Reliabilitas Kategori Tabel 5. Frekuensi Kategori

Tabel 6. Pemenuhan Kode etik Periklanan iklan Sariayu bulan Desember 2006 –

Mei 2007

Tabel 7. Pemenuhan Kode etik Periklanan iklan Sariayu bulan Desember 2006 –

Mei 2007

Tabel 8. Tabel Induk

Tabel 9. Pemenuhan Kode etik periklanan Iklan Lulur SPA 2 IN 1 Sariayu Tabel 11. Pemenuhan Kode etik periklanan Iklan Parijs Van Java Sariayu

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Keterangan Koder Lampiran 2. Lembar Uji Kategori

Lampiran 3. Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia Lampiran 4. Sampel Iklan Putih Langsat Sariayu

Lampiran 5. Sampel Iklan Lipstik Sariayu

Lampiran 6. Sampel Iklan Parijs Van Java Sariayu Lampiran 7. Sampel Iklan Two Way Cake Sariayu

(11)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Analisis isi Iklan Sariayu (suatu riset Analisis Isi Kuantitatif berdasarkan Kode Etik Periklanan pada Tabloid Nova edisi Desember 2006- Mei 2007). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah iklan sariayu yang dimuat pada Tabloid Nova telah memenuhi kode etik periklanan yang dibuat oleh asosiasi pengiklan indonesia. Penelitian ini menggunakan metode content analisis (analisis isi). Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan perhitungan koefisien reliabilitas dengan menggunakan rumus R. Holsty dan rumus scott untuk menguji reliabilitas kategori. Secara umum, iklan sariayu yang dimuat di tabloid nova edisi Desember 2006 - Mei 2007 dengan total kategori berjumlah 40, kategori yang memenuhi kode etik periklanan sebanyak 29 dan 11 kategori tidak terpenuhi. Maka hasil yang diperoleh adalah iklan sariayu yang dimuat di Tabloid Nova edisi desember 2006 – Mei 2007 secara umum telah memenuhi kode etik periklanan.

(12)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat (Kasali, 1995) Iklan bukanlah barang baru dalam sejarah perekonomian Indonesia. Namun iklan-iklan pada waktu itu memang belum banyak menggunakan gambar / ilustrasi. Tanda-tanda berkembangnya jasa periklanan di dalam negeri juga terlihat pada penggunaan tenaga kerja asing yang bekerja pada perusahaan jasa periklanan. Media yang muncul membawa perkembangan bagi dunia periklanan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan iklan semakin menjamur antara lain seperti yang disajikan dalam Tabel 1 :

Tabel 1. Klasifikasi Modernisasi Media

M e d i a F a k t o r P e n g u b a h 1. Surat Kabar 2. Televisi 3. Papan Reklame 4. Bioskop 5. Radio

Kemudahan izin, pendatang baru, tersedianya modal bank, profesionalisme wartawan, cetak jarak jauh, telefoto, dan lain-lain

Kehadiran TV swasta, antena parabola dan lain-lain

Teknologi konstruksi (dari konstruksi rangka kaki lidi sampai sistem tiang tunggal dan tiang berputar, papan reklame elektronik atau komputer)

Teknologi Cineplex layar tiga dimensi Format station, saluran FM

(13)

Perusahaan-perusahaan di bidang media adalah mitra utama bagi biro iklan. Jenis media yang diproduksi biasanya dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu media cetak dan elektronik. Sesuai dengan namanya, media cetak adalah kumpulan berbagai media informasi yang dibuat (diproduksi) dan disampaikan kepada khalayak sasaran (pembaca) melalui tulisan (cetakan) dan seringkali disertai gambar sehingga data dilihat dan dibaca. (Majadikara, 2004).

Berbeda dengan informasi di media radio, informasi di media cetak bisa menampilkan gambar dan informasinya lebih rinci. Selain itu, informasi di media cetak lebih mudah disimpan atau didokumetasikan. Inilah salah satu kelebihan media cetak dilihat dari segi keefektifan komunikasi, khususnya komunikasi pemasaran atau periklanan. Oleh sebab itu, iklan cetak digemari pengiklan dan produsen. Tetapi, seiring dengan majunya teknologi media , peranan para ilmuwan telah banyak membuktikan bahwa konsumen dapat dibujuk untuk membeli sesuatu. Semuanya dilibatkan untuk mencari titik lemah konsumen.

Keadaan yang tidak berimbang seperti ini mengakibatkan timbulnya kesadaran di kalangan konsumen bahwa mereka harus bersatu menentang tindakan semena-mena dari produsen dan pemasang iklan. Kebingungan akan informasi dalam iklan membuat pemerintah Indonesia menyusun kode etik periklanan yang melibatkan berbagai pihak. Kode etik ini merupakan tuntutan bagi terbinanya suatu dunia periklanan yang tertib, sehat, dan bertanggung jawab. Kode etik tersebut juga merupakan landasan untuk masyarakat dan berfungsi mengatur kehidupan periklanan yang dilaksanakan oleh masyarakat periklanan Indonesia. Namun, adanya kode etik periklanan ini belum

(14)

menjamin sepenuhnya bahwa iklan akan semakin bertanggung jawab. Iklan sariayu, yang merupakan iklan media cetak ternyata belum sepenuhnya menjalankan kode etik tersebut. Ini dapat dilihat dari perbandingan visual dan teks yang tampak dengan point-point etika iklan yang telah ada.

Iklan merupakan salah satu media bagi produsen untuk mengkomunikasikan produknya (barang atau jasa) kepada masyarakat konsumen. Hadirnya iklan sebagai bagian kehidupan kita tidak akan menjadi persoalan ketika iklan tersebut mampu memerankan peran esensial yang diembankannya serta tidak menimbulkan dampak negatif masyarakat, baik secara ekonomi, politik, sosial budaya dan keagamaan. Hal ini bukan tidak mungkin terjadi , karena iklan mempunyai kharisma tersendiri yang cukup mampu untuk memikat khayalan yang kemudian larut di dalam rub yang di set-up designernya.

Memang media masih terlihat berpihak pada pengiklan. Banyak media yang menjalankan kehidupannya dari hasil penerimaan iklan. Suatu media cetak dengan oplah 40.000 eksemplar yang dijual 3.000 Rupiah per eksemplar hanya menerima 120.000.000 Rupiah dari sirkulasinya. Dan itu belum dipotong pajak (PPN) komisi agen atau penyalur (30 %), biaya cetak (60 %), serta sejumlah biaya lainnya. Sulit sekali menutup semua biaya tersebut hanya dari penerimaan sirkulasi. Dari iklanlah pihak media dapat menyambung hidupnya. Jika ada 30 iklan yang masuk pada setiap edisi dan masing-masing membayar 4.000.000, rupiah maka pihak media dapat mensubsidi pembacanya tanpa menaikkan harga jual (Kasali,1995).

(15)

Gencarnya perusahaan pengiklan dalam menarik perhatian konsumen dapat dilihat dari banyaknya produsen kosmetik yang memuat iklan di media cetak seperti yang dimuat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2. Jenis Iklan yang dimuat di Tabloid Nova edisi Desember 2006-Mei 2007

No Bulan Terbit Produsen

Kosmetik

Jenis produk

1 Des 2006-Mei 2007 Sariayu Lipstik,Bedak TwoWay Cake SPF 15, Produk Putih Langsat, Lulur spa 2 in 1,Parijs van java

2 Des 2006-Mei 2007 Pixy Bedak Padat, Lipstik

4 Des 2006-Mei 2007 Revlon Mascara, Lipstik

5 Des 2006-Mei 2007 Viva Body Lotion, Lipstik, skin food 6 Des 2006-Mei 2007 Citra Lulur bengkoang, Body Lotion

Sumber : Data Pra Penelitian 2006-2007

Dari data di atas dapat dilihat bahwa iklan Sariayu memiliki jenis produk yang lebih banyak dibandingkan dengan produk kosmetik lainnya. Iklan yang dipasang oleh produsen kosmetik Pixy hanya iklan bedak padat dan lipstik saja, sedangkan iklan dari produsen kosmetik citra terdiri dari lulur bengkoang dan Body lotion. Iklan yang dimuat di Tabloid Nova merupakan salah satu cara produsen kosmetik sariayu dalam menjangkau konsumen. Masing-masing iklan dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat pembeli. Tinggal pada konsumen untuk memilih sesuai dengan kebutuhanmya. Tetapi konsumen perlu juga melihat kebenaran informasi produk, bukan hanya percaya pada iklan semata.

(16)

Pada abad informasi ini, para jurnalis dan pemilik media kembali diuji oleh suatu pertanyaan, sampai seberapa jauh kepentingan bisnis mampu menutupi kepentingan masyarakat banyak? Apakah kepentingan hati nurani dapat dikubur begtiu saja oleh kepentingan bisnis semata? Mereka yang terjun dalam bisnis media massa dan yang telah membaca bagaimana menjual ruang dan waktunya, hendaknya dapat bertindak lebih bijaksana, lebih berhati-hati dan lebih mengutamakan perjuangan hati nurani : kejujuran, kebebasan dan kebenaran.

Berbagai bentuk pengelabuan yang dilakukan produsen terhadap konsumen melalui iklan dapat dilihat dalam berbagai bentuk, yaitu :

1. Pernyataan yang salah

2. Pernyataan yang menyesatkan 3. Iklan yang berlebihan

4. Serta pemakaian tiruan ( Feriza, 2006)

Iklan dan pesan iklan mengandung dua unsur penting dalam promosi. Pertama, memberi informasi produk. Kedua, meningkatkan penjualan. Umumnya, semua pesan yang disampaikan harus benar (truthful) dan dalam zaman global ini pun manusia tidak luput dari tuntutan untuk tetap berpedoman kebenaran dalam hidupnya. Memang terdapat indikasi bahwa hidup manusia dewasa ini sudah tercemar dengan banyak kebohongan

Sengitnya kompetisi antar pengiklan di Indonesia, membuat harapan akan kebenaran informasi yang dipesankan semakin sulit terwujud. Tanggung jawab akan kebenaran informasi mungkin tidak dirasakan oleh pengiklan, apapun alasannya, karena

(17)

itu perusahaan pengiklan harus membantu memberi pengertian kepada pengiklan dan tidak boleh” Cuci tangan” terhadap dampak produk iklannya.

Produk kosmetik adalah kebutuhan dasar bagi kaum wanita. Berbagai kosmetik diiklankan dengan kata-kata yang membujuk agar menarik minat beli konsumen. Salah satu media yang digunakan pengiklan adalah Tabloid Nova Tabloid ini menyajikan informasi tentang beragam rubrik wanita dan tentu saja ada iklan di dalamnya. Iklan yang disajikan memiliki beragam desain, headline, slogan dan bodycopy.

Banyaknya ketidaktahuan konsumen akan informasi mengenai produk dapat membuat kerugian di pihak konsumen. Penggunaan kata-kata yang ambigu dan terlalu membujuk dapat menimbulkan salah interpretasi pada Konsumen Seperti contoh dalam iklan kosmetika bedak Sariayu disebutkan jaminan memperoleh hasil dalam waktu tertentu. Padahal ini dilarang oleh peraturan Departemen Kesehatan RI tentang pedoman pengiklan produk kosmetika. Disebutkan bahwa waktu dalam hasil tidak bisa disebutkan karena perbedaan metabolisme dari setiap orang. Pelanggaran iklan kosmetik sariayu tersebut seperti yang disajikan dalam tabel 3 berikut :

(18)

Tabel 3. Pelanggaran Produk Kosmetika Sariayu Jenis

iklan

Sumber Etika iklan Pelanggaran

Produk Kuning langsat series Sariayu Nova No.990/XIX

Media cetak : spot iklan harus dengan tulisan yang jelas terbaca.

- tidak mencantumkan kegunaan dan jenis bahan pembuat produk - Menjanjikan hasil dalam 4 minggu mmperoleh kulit putih Lulur SPA 2 in 1 Nova No.994/XIX

Media cetak : spot iklan harus dengan tulisan yang jelas terbaca.

Tidak mencantumkan nama dan alamat perusahaan Sariayu Tren Warna Parijs Van Java Nova No.984/XIX

Media cetak : spot iklan harus dengan tulisan yang jelas terbaca.

Iklan tidak boleh menjanjikan hasil mutlak seketika jika pemakaiannya harus dilakukan secara teratur dan terus-menerus

Tidak mencantumkan nama dan alamat perusahaan Bedak sariayu two way cake SPF 15 Nova No.981/XIX Kosmetika yang mengandung vitamin yang berfungsi bukan sebagai vitamin tidak boleh diiklankan dengan menyatakan fungsi vitamin tersebut dalam sediaan kosmetika yang dimaksud.

- Tidak memberikan keterangan lebih lanjut

- Menyebutkan vitamin dalam bahan yang bukan berfungsi sebagai vitamin.

(19)

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ada indikasi iklan sariayu melanggar kode etik periklanan. Berdasarkan tabel tersebut juga diketahui terdapat dua iklan sariayu tidak mencantumkan nama dan alamat perusahaan dalam iklan. Sedangkan iklan yang lain tidak mencantumkan keterangan yang lebih lanjut mengenai produknya. Adanya pelanggaran seperti di atas, maka dari itu menjadi alasan peneliti untuk melakukan analisis isi terhadap keempat iklan ini berdasarkan etika iklan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah : ”Apakah isi pesan iklan produk kosmetika Sariayu di Tabloid Nova telah memenuhi kode etik periklanan”

1.3 Batasan Masalah

Memperhatikan luasnya aspek ruang lingkup penelitian maka dalam penulisan ini penulis membatasi permasalahan pada iklan sariayu yang dimuat di Tabloid Nova edisi Desember 2006 – Mei 2007

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk :

™ Mengetahui apakah pesan iklan produk kosmetika Sariayu yang dimuat Nova edisi Desember 2006 – Mei 2007 telah memenuhi kode etik periklanan yang telah dibuat oleh assosiasi pengiklan indonesia

(20)

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah :

1. Memberikan bahan masukan pada konsumen untuk memilih produk kosmetika yang aman yang memiliki izin dan ketentuan legal.

2. Sebagai informasi dan masukan bagi pihak yang ingin melakukan penelitian dengan masalah yang sama.

(21)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komunikasi Massa

Tujuan periklanan umumnya mengandung misi komunikasi. Periklanan adalah suatu komunikasi massa dan harus dibayar untuk menarik kesadaran, menanamkan informasi, mengembangkan sikap atau mengharapkan adanya suatu tindakan yang menguntungkan bagi pengiklan.

Komunikasi massa adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi

interposed ketika antara sumber dan penerima tidak terjadi kontak secara langsung,

pesan-pesan komunikasi mengalir kepada penerima melalui saluran-saluran media massa seperti surat kabar, majalah, radio, film atau televisi (Pool dalamWiryanto, 2000)

Model komunikasi yang digunakan dalam periklanan adalah model DAGMAR yang dikemukakan oleh Russel H. Colley pada 1961 yang digunakan untuk memilih dan menetapkan tujuan. DAGMAR merupakan singkatan dari Defining Advertising Goals for

Measured Advertising Result.

Dalam pendekatan DAGMAR, dikembangkan metode yang disebut proses komunikasi yang terdiri dari langkah-langkah yang harus dilalui suatu produk untuk sampai pada tujuan yang dikehendaki yaitu berupa tindakan yang diambil konsumen. Proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

(22)

Ketidaksadaran (Unaware)

Kesadaran (Aware)

Pemahaman dan Citra (Comprehensive and Image)

Sikap (Attitude)

Tindakan (Action)

Seorang calon pembeli yang belum pernah melihat dan mendengar suatu produk bermula pada keadaan yang disebut tidak berkesadaran, yaitu tidak sadar atas kehadiran produk tersebut. Tugas periklanan di sini adalah meraih kesadaran calon pembeli sebagai langkah awal. Langkah pemahaman dibutuhkan sebagai suatu proses belajar dalam bidang kognitif. Calon pembeli akan mempelajari karakter spesifik produk tersebut, perbedaan dengan merk lain serta keuntungan produk tersebut. Langkah terakhir disebut tahap tindakan dimana produsen mengharapkan agar calon pembeli mengambil tindakan yang diharapkan seperti:

™ Pergi ke toko untuk mengambil percontoh ™ Mencoba memahami

™ Mengangkat telepon atau meminta brosur ™ Minta dikunjungi oleh salesman (Kasali,1995)

(23)

Dalam perusahaan, produk yang dipasarkan agar menjangkau khalayak dapat di tempuh melalui iklan. Biasanya iklan akan dititikberatkan dan memiliki departemen khusus.

Menurut Franchis (1999), iklan adalah bentuk komunikasi non personal yang menjangkau khalayak melalui media. Iklan membayar jasa sponsor dan batas waktu yang digunakan. Jadi, bisa ditentukan kapan iklan akan muncul atau ditayangkan.

2.2 Pengertian Iklan

Iklan juga nampaknya mempengaruhi orang menjadi dinamik, memiliki daya pikat dan kadang-kadang menjengkelkan. Iklan ibarat hama yang menganggu tanaman karena datangnya tidak berkepastian. Namun hadirnya iklan tetap dibutuhkan.

Oleh Karena itu menurut Klepper dalam Liliweri (1992) iklan artinya mengoperkan pikiran dan gagasan kepada pihak lain yang bersifat satu arah. Kemudian Sprigel menjelaskan iklan adalah pangan informasi barang dan jasa, gagasan yang menggunakan media non personal yang dibayar (Liliweri ,1992)

Iklan yang merupakan bentuk dari komunikasi persuasif, dapat ditayangkan melalui media massa baik cetak maupun elektronik. Untuk dimuat pada media cetak, iklan akan diletakkan di salah satu halaman media sesuai dengan pesanan dan biaya pemuatan. Iklan merupakan komunikasi antar produsen dengan khalayak melalui media. Lewat iklan, produsen dapat menyampaikan informasi segala sesuatu tentang apa yang ditawarkan kepada khalayak ( Sutisna, 2001).

(24)

2.3 Pesan

Pesan adalah ide atau pikiran yang berupa simbol, angka maupun tulisan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan (Mukijat,1988). Pesan sendiri dapat menyebabkan pengubahan atau penyimpangan dalam proses komunikasi, tidak pandang alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan. Pesan berupa verbal maupun non verbal. Pesan non verbal menggunakan bahasa tubuh seperti tindakan, gerakan tangan atau anggota tubuh lainnya dan ekspresi atas suatu kondisi.

Dalam komunikasi massa pesan yang disampaikan memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan komunikasi lainnya. Karakteristik tersebut antara lain :

™ Pesan yang disampaikan bersifat umum (universal)

™ Pesan yang disampaikan bersifat terbuka, berarti diperuntukkan bagi siapa saja

™ Pesan yang disampaikan bersifat segera/langsung. Tidak ada halangan komunikasi bagi komunikan untuk menerima pesan (Wiryanto,2000)

2.4 Media Cetak

Media cetak adalah suatu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Media ini terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dalam tata warna dan halaman putih. Seperti televisi dan radio dalam jajaran medium penyiaran, fungsi utama media cetak adalah memberi informasi dan menghibur. Media ini berbeda dengan media elektronik dalam hal kemampuannya untuk memperoleh penghargaan. Media cetak adalah suatu dokumen atas segala hal yang dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh sang jurnalis dan diubah dalam bentuk

(25)

kata-kata, gambar, foto dan sebagainya. Dalam pengertian ini, media cetak yang digunakan adalah media cetak yang digunakan sebagai media untuk periklanan dibatasi pada surat kabar dan majalah. (Kasali, 1995).

Berbeda dengan surat kabar, majalah telah jauh menspealisasikan produknya untuk menjangkau konsumen tertentu. Setiap majalah mempunyai pembaca yang jauh lebih sedikit daripada pembaca surat kabar, namun memiliki pasar yang jauh lebih panjang dari surat kabar. Disamping itu majalah memiliki kedalaman isi ketimbang surat kabar yang hanya menyajikan berita.

Kebanyakan majalah yang ada memang diterbitkan untuk menghibur kaum wanita. Salah satu penyebabnya adalah karena segmen ini cukup potensial untuk memasarkan produk tertentu seperti kosmetik, busana, aksessori, dan perabotan rumah tangga, dan lain-lain (kasali,1995).

Kekuatan dan kelemahan majalah (kasali,1995)

Kekuatan :

1. Khalayak sasaran

Salah satu keunggulan majalah dibandingkan media lainnya adalah kemampuannya menjangkau segmen pasar tertentu yang terspesialisasi.

2. Penerimaan khalayak

Keunggulan kedua adalah kemampuannya mengangkat produk-produk yang diiklankan sejajar dengan persepsi khalayak sasaran terhadap prestise majalah yang bersangkutan.

(26)

Majalah memiliki usia edar yang paling panjang diantara media lainnya. Hal ini dikarenakan banyaknya ragam warna yang menarik yang dapat didokumentasikan. Rubrik masakan misalnya, akan tetap disimpan oleh pembacanya yang gemar memasak

4. Kualitas visual

Kualitas visual majalah sangat prima karena umumnya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi. Dengan demikian kebanyakan majalah dapat menyajikan tata warna, reproduksi foto dengan sangat baik

5. Promosi penjualan

Majalah adalah media efektif untuk menyiarkan pesan iklan yang berbau promosi penjualan seperti kupon-kupon yang akan diundi, percontoh produk, dan kartu-kartu petunjuk.

Kelemahan :

1. Fleksibilitas terbatas 2. Biaya tinggi

3. Distribusi

Banyak majalah yang peredarannya lambat sehingga menumpuk di rak-rak toko buku. Biaya pengiriman yang tinggi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau menyebabkan pihak media enggan memasuki pasar ini.

Persyaratan iklan menurut Hendra Nugraha dalam Darmansyah (2003) :

1. Tanggung kawab utama bagi iklan yang benar dan tidak menyesatkan terletak pada pengiklan. Pengiklan harus siap untuk membuktikan setiap claim atau penawaran yang dilakukan sebelum dipublikasikan atau disiarkan, dan jika

(27)

diminta memberi bukti termaksud dengan segera kepada perusahaan iklan atau pihak yang berwenang.

2. Iklan yang tidak benar, menyesatkan melakukan pernyataan palsu, membohongi, menjelekkan kompetitor secara tidak benar, mengajukan penawaran yang tidak sungguh-sungguh tidak boleh dipakai. Suatu iklan secara keseluruhan mungkin menyesatkan walaupun setiap bagian kalimat bila dipisahkan secara harfiah benar.

Objektivitas berarti semua informasi yang diberikan dalam suatu bahan promosi harus berdasarkan kebenaran ilmiah dan secara pragmatis hal ini tercantum dalam product information yang telah disetujui yang berwenang. Semua jenis informasi harus informative, benar dan dapat dibuktikan, akurat, dapat dipercaya, seimbang, mutakhir, dan pantas dilihat atau didengar. Pernyataan tidak boleh menimbulkan salah interpretasi sehingga produknya dapat dipakai secara rasional dan dapat diantisipasi jenis efek sampingnya.

2.5 Struktur Iklan Media Cetak

Iklan cetak umumnya memiliki unsur-unsur utama yang menggunakan istilah– istilah sebagai berikut (Madjadikara, 2004) :

a. Headline atau judul ( yang tentu harus memiliki kaitan dengan bodycopy-nya)

b. Visual, ilustrasi, gambar atau foto orang (model) atau apapun yang berkaitan dengan konsep kreatif dan atau foto produk itu sendiri.

c. Bodycopy atau teks yang memberikan informasi lebih rinci tentang produk atau jasa yang dijual.

d. Product Shot atau foto produk (yang sekaligus bisa menampilkan nama merk). Produk shot ini bisa saja merupakan main visual atau ilustrasi utama.

(28)

e. Baseline yang biasanya terletak paling bawah di layout iklan. Di bagian ini bisa dimasukkan tagline, slogan, catch phrase, atau nama dan alamat perusahaan pengiklan.

f. Kupon yaitu apabila pengiklan menginginkan response langsung (direct

response) dari sasaran atau untuk kepentingan survei konsumen dengan

pencantuman kode tertentu.

g. Flash, yaitu misalnya perkataan ”baru”, ”harga diturunkan” dan sebagainya, yang ditulis dalam bentuk grafis tertentu untuk mendapatkan perhatian konsumen.

2.6 Pengertian Etika

Kata etika berasal dari kata ethos ( bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk dan baik.

Menururt Martin dalam CBN (2004), etika didefinisikan sebagai the dicipline

which can acts the performance index or references for our control system. Dengan

demikian, etika akan memberian semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosial. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (kode) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk

(29)

menghakimi segala macam tindakan ynag secara logika rasional umum dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian, etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan self control karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi itu sendiri).

2.7 Etika periklanan

Dari pengertian tersebut, maka kode etika periklanan adalah tata krama yang dibuat oleh asosiasi yang berwenang, Kode etik periklanan merupakan perilaku yang baik dengan mempertimbangkan pendapat umum secara nasional dan internasional.

Kode etika periklanan bersifat sukarela dan bertanggung jawab dijanjikan sendiri untuk dipenuhi. Tata krama atau kode etik periklanan yang akan dijadikan pedoman analisis dalam peneitian ini adalah (Kasali,1995 ) :

A. Asas-asas Umum

™ Iklan harus jujur, bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku

Hal ini dimaksudkan pada produk iklan yang ditawarkan. Kesesuaian isi iklan dengan judul iklan berarti menunjukkan adanya kejujuran dan tanggung jawab produsen dan pengusaha pengiklan dalam menawarkan produk kepada konsumen. Adapun kejujuran yang dimaksudkan di atas adalah :

a. iklan tidak boleh menyesatkan antara lain dengan memberikan keterangan yang tidak benar, mengelabui, dan memberikan janji yang berlebihan.

(30)

Jadi disini, iklan tidak boleh menuangkan kalimat yang seakan-akan memberikan janji yang berlebihan atas kemampuan produk yang ditawarkan. Seperti misalnya menyebutkan batasan waktu terhadap penggunaan produk . “dalam waktu 4 minggu”, “dalam waktu 1 minggu” adalah kalimat yang menggunakan kata-kata berlebihan.

b. isi iklan

pernyataan dan janji mengenai poduk dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Disini sangat diperlukan kejelasan sumber perusahaan yang memasang iklan. Apabila terdapat claim, maka konsumen dapat menghubungi melalui pos atau telepon untuk melakukan konfirmasi.

c. kesaksian konsumen

harus dilengkapi dengan pernyataan tertulis berdasarkan pengalaman sebenarnya. Nama dan alamat pemberi keterangan harus dinyatakan denga jelas dan sebenarnya.

Apabila dalam iklan terdapat kesaksian atas kemampuan produk maka harus tercantum lengkap nama dan alamat yang menjadi sumber kesaksian. Jika terdapat alamat sumber, maka konsumen yang lain bisa melakukan sendiri konfirmasi kepada pihak bersangkutan tentang kemampuan produk

d. pencantuman harga

bilamana suatu produk dicantumkan dalam iklan, maka harga harus jelas sehingga konsumen mengetahui barang apa yang akan diperoleh denga harga tersebut.

(31)

Pencantuman harga berarti telah memberikan informasi yang benar kepada konsumen. Konsumen tidak perlu takut untuk menerka berapa harga produk yang diiklankan. Konsumen juga dapat mempertimbangkan harga yang ditawarkan produsen apakah sesuai dengan produk atau terlalu mahal.

e. Istilah ilmiah dan statistik

Iklan tidak boleh menyalahgunakan istilah-istilah ilmiah dan statistik untuk menciptakan kesan yang berlebihan.

Istilah ilmiah dan statistik ini biasanya digunakan oleh pengiklan untuk menarik perhatian dan meyakinkan konsumen tentang kemampuan produknya. Misalnya saja dengan menyebutkan “ berdasarkan penelitian universitas ternama di Indonesia..produk “A” sangat baik bagi perkembangan otak anak” dan sejenisnya. Penggunaan kalimat seperti ini menciptakan kesan yang berlebihan dalam membujuk konsumen untuk membeli produknya.

f. Iklan harus dijiwai oleh asas persaingan yang sehat.

Isi pesan iklan yang dibuat tidak boleh menjelekkan perusahaan lain yang memproduksi produk sejenis. Hal ini dimaksudkan harus ada rasa saling menghormati terhadap sesama produsen pengiklan. Persaingan yang sehat turut mendukung kabenaran informasi yang akan diterima oleh produsen.

g. Penggunaan kata-kata yang berlebihan “ter”, “paling”, “nomor satu”

Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata “ter”, “paling”, “nomor satu” dan sejenisnya tanpa mejelaskan dalam bidang apa keunggulan itu.

(32)

Penggunaan kata-kata seperti ini menimbulkan kesan yang berlebihan dan terlalu membujuk konsumen.

h. Perbandingan langsung

Iklan yang baik tidak mengadakan perbandingan langsung dengan produk-produk saingannya. Apabila perbandingan semacam ini diperlukan, maka dasar perbandingan harus sama dan jelas. Konsumen tidak disesatkan oleh perbandingan tersebut.

i. Merendahkan

Iklan tidak boleh secara langsung atau pun tidak langsung merendahkan produk-produk lain.

j. Peniruan

Iklan tidak boleh meniru iklan lain sedemikian rupa sehingga menimbulkan penyesatan. Hal ini meliputi merk dagang, logo, komposisi huruf dan gambar, slogan-posisisoning, cara penampilan dan jingle.

k. Pemakaian tenaga professional

Dokter, ahli farmasi, tenaga medis dan para medis lainnya atau atribut profesinya tidak boleh dipakai untuk mengiklankan produk obat-obatan dan alat-alat kesehatan.

Penerapan khusus etika periklanan tentang kosmetika :

a. Iklan harus sesuai dengan indikasi jenis produk yang disetujui oleh Departemen Kesehatan RI

(33)

b. Iklan tidak boleh menjanjikan penyembuhan mutlak terhadap kelainan-kelainan yang pengendaliannya hanya tercapai apabila penggunaan kosmetika tersebut dilakukan secara teratur dan terus-menerus.

c. Iklan tidak boleh menawarkan pengobatan dan penyembuhannya sebenarnya berada di luar jangkauan kosmetika

Kosmetika bukanlah obat, jadi kalimat yang menyatakan penggunaan kosmetik untuk penyembuhan suatu penyakit tidak boleh dicantumkan

2.8 Konsumen

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. (CBN, 2004)

Pengertian konsumen di atas yaitu konsumen akhir, sedangkan produk berupa barang misal obat-obatan, suplemen makanan, produk kesehatan, dan produk jasa misalnya jasa pelayanan kesehatan yanag diberikan oleh dokter dan lain-lain.

Konsumen harus cermat dalam memilih produk dan mencerna pesan yang dimuat pengiklan. Kesalahan dalam pemahaman akan sangat merugikan konsumen. Apalagi produk-produk yang tidak terdaftar di balai POM.

Sebagai pengiklan yang baik seharusnya memperhatikan tata krama yang telah disepakati agar tidak terkesan “menyesatkan” konsumen berkenaan dengan informasi yang disampaikan.

(34)

Namun Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan DepKes RI 1994 menentukan pedoman bagi pengiklan dalam membuat pesan iklan ynag akan disampaikan.

2.9 Keputusan Departemen Kesehatan RI

Secara rinci tata krama iklan kosmetika yang dibuat berdasarkan keputusan Depertemen Kesehatan RI adalah (Anonim,1994):

¾ Kosmetika tidak boleh diiklankan dengan kata-kata “mengobati”. “menyembuhkan” atau kata lain yang semakna seolah-olah untuk

mengobati suatu penyakit.

¾ Kosmetika tidak boleh diiklankan seolah-olah dapat mempengaruhi fungsi fisiologis dan atau metabolisme tubuh. Contoh : melancarkan peredaran darah, melangsingkan tubuh.

¾ Kosmetika yang mengandung bahan yang tidak jelas kegunaannya tidak boleh diiklankan yang menyatakan kegunaan barang tersebut. Contoh : minyak rambut urang aring dapat menyuburkan rambut.

¾ Kosmetika yang tidak mengandung bahan aktif tidak dapat diiklankan dengan menyatakan kegunaan dari bahan aktif yang dimaksud. Contoh ; shampoo yang tidak mengandung bahan anti ketombe diiklankan dapat menghilangkan ketombe, sabun mandi yang tidak mengandung bahan antiseptik diiklankan dapat membunuh kuman.

(35)

¾ Kosmetika yang dibuat dengan bahan alami tetentu hanya dapat diiklankan mengandung bahan alami dimaksud.

¾ Kosmetika yang megandung bahan kimia tidak boleh diiklankan sebagai kosmetika tradisional.

¾ Kosmetika yang mengandung vitamin yang berfungsi bukan sebagai vitamin tidak boleh diiklankan dengan menyatakan fungsi vitamin tersebut dalam sediaan kosmetika yang dimaksud.

¾ Kosmetika yang mengandung bahan tabir surya tidak boleh diiklankan dengan menyembuhkan nilai SPF (Sun Protector Factor) bila tujuan penggunaan kosmetika tersebut bukan untuk berjemur.

¾ Iklan kosmetika tidak boleh diperagakan dan atau ditujukan untuk bayi kecuali kosmetika golongan sediaan bayi.

¾ Untuk kosmetika jenis tertentu yaitu : - pewarna rambut

- pelurus atau pengeriting rambut - depilatory

- pemutih kulit - anti jerawat

- shampoo anti ketombe - deodoran dan anti perspiran

- sediaan lainnya yang mengandung bahan kimia yang mempunyai persyaratan keamanan sesuai dengan peraturan yang berlaku, harus

(36)

disertai Spot : “ikut petunujuk pemakaian dan peringatan yang disertakan”.

¾ Ketentuan yang harus dipenuhi spot :

a. Untuk media televisi : spot iklan harus dicantumkan dengan tulisan yang jelas terbaca pada saat screen atau gambar terakhir.

b. Untuk media radio : spot iklan harus dibacakan pada akhir iklan dengan jelas dan dengan nada suara tegas.

c. Media cetak : spot iklan harus dengan tulisan yang jelas terbaca.

Kesemua petunjuk tersbut semata-mata untuk menjamin kesehatan konsumen. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Untuk kepentingan konsumen dan alasan bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum maka dibuatlah UU Nomor 8 Tahun 1999 atau peraturan yang mengatur tentang produk yang ditawarkan.

(37)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode Content Analysis, karena yang dijadikan permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai isi pesan yang tampak, sasaran/tujuan, dan teks atau bahasa yang digunakan, serta banyaknya pelanggaran berdasarkan kategori yang sudah ditetapkan.

Metode analisis isi adalah suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi– inferensi (kesimpulan) yang dapat ditiru (replicable) (Kripendroff, 1993). Analisis isi adalah metode yang bersifat non reaktif yang tidak melibatkan reaksi subjek karena metode analisis isi digunakan untuk meneliti objek tidak hidup (mati) seperti dokumen-dokumen, buku-buku, dan film. Pada umumnya digunkan untuk meneliti surat kabar, majalah atau buku.

Metode analisis isi pada dasarnya merupakan suatu teknik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan atau suatu alat untuk mengobservasi dan menganalisis isi pesan (Budd dalam Burhan Bungin, 2003)

3.2 Objek yang diteliti

Adapun yang menjadi Objek penelitian adalah isi pesan iklan Kosmetik Sariayu di Tabloid Nova Edisi Desember 2006 sampai dengan Mei 2007

(38)

3.3 Bentuk dan Tipe Penelitian

Penelitian dilakukan dengan menggunakan bentuk atau metode kuantitatif dengan mencatat nilai-nilai bilangan atau frekuensi untuk melukiskan berbagai jenis isi yang didefinisikan.

Penelitian bersifat kuantitatif yaitu si peneliti mengelompokkan karakteristik wacana ke dalam kategori, menentukan frekuensi masuknya karakteristik-karakteristik yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti ke dalam kategori dan melakukan uji statistik untuk menentukan besarnya perbedaan atau hubungan antara data frekuensi (Bulaeng, 2004)

3.5 Unit analisis

Unit analisis dalam penelitian ini adalah iklan produk sariayu berupa visual

dan teks iklan yang dimuat di Tabloid Nova pada edisi Desember 2006 – Mei 2007

3.6 Penentuan Kategorisasi

1. Kesesuaian produk iklan dengan isi pesan iklan

Sesuai berarti apabila kata-kata dalam pesan iklan sama dengan produk yang ada pada iklan. Kesesuaian disini menyangkut judul produk yang ditawarkan. Apabila produk yang ditawarkan adalah lipstik, maka judul dan isi pesan iklan harus tentang lipstik tersebut.

(39)

2. Penggunaan kelengkapan informasi atas produk iklan yang ditawarkan.

Lengkap apabila iklan dilengkapi dengan foto produk. Lengkap disini dimaksudkan kepada foto produk yang terlihat pada iklan. Apabila iklan tersebut menawarkan bedak maka akan terdapat foto/gambar bedak di dalam iklan.

3. Kebenaran kemampuan produk. Tidak adanya pencampuran opini si pengiklan. Ada pencampuran fakta produk dan opini pengiklan apabila dalam iklan terdapat kata-kata “aman’, “terjamin” dan hasil permanen. Opini di sini bisa dilihat dari kata-kata yang terdapat dalam pesan iklan. Kata-kata aman, terjamin dan hasil permanen merupakan indikasi adanya opini pengiklan. Apabila terdapat satu ata lebih kata-kata seperti ini, maka terdapat pencampuran opini pada iklan yang ditawarkan.

4. Sumber perusahaan jelas

Sumber perusahaan jelas apabila dalam pesan iklan dicantumkan identitas perusahaan pengiklan atas sesuatu yang memungkinkan untuk konfirmasi. Apabila produk dikeluarkan oleh suatu perusahaan, maka ada alamat perusahaan yang tertera pada iklan. Jika demikian berarti sumber perusahaan jelas.

5. Penggunaan model iklan dalam produk

Maksudnya pada iklan ctak terdapat gambar model yang memperagakan produk yang ditawarkan. Ada atau tidaknya model dalam iklan dibolehkan sepanjang model tersebut tidak mengeksploitasi anak-anak. Misalnya tidak

(40)

menggunakan model anak-anak dalam iklan rokok. Atau tidak menggunakan model wanita hamil untuk iklan minuman keras.

6. Pencantuman hasil pemakaian produk dalam batasan waktu tertentu

Ada batas waktu apabila dalam pesan iklan terdapat batasan waktu hasil yang diperoleh apabila produk dipakai. Misalkan terdapat indikasi kata-kata seperti “ dalam waktu 4 minggu “, “dalam waktu 1 minggu” setelah produk digunakan berarti ada pencantuman waktu untuk memperoleh hasil kemampuan produk.

7. Penggunaan Istilah Ilmiah dan Statistik dalam iklan

Menggunakan istilah ilmiah dan statistik dapat dilihat apabila dalam iklan tercantum kata-kata seperti “hasil penelitian di…”,” berdasarkan riset yang dilakukan oleh….” Atau menyebutkan istilah ilmiah seperti Sun protector

Factor (SPF) dan lain-lain.

8. Menyatakan perbandingan langsung dengan produk-produk saingan atau sejenisnya

Menyatakan perbandingan langsung berarti dalam iklan terdapat kata-kata yang membandingkan produk dengan produk sejenis yang lain. Misalnya ada kalimat yang menggunakan slogan produk lain, atau menampakkan produk ejenis dari perusahaan lain yang disamarkan di dalam iklan

9. Ketentuan harga

Mencantumkan ketentuan harga adalah memberikan harga jual produk yang ditawarkan, baik harga jual pasaran maupun pemberian potongan harga.

(41)

10. Isi pesan sesuai dengan etika iklan

Sesuai apabila isi pesan iklan sama dengan tata krama pada iklan Bab Penerapan Khusus tentang kosmetika

3.7 Penentuan Populasi dan Sampel

Populasi adalah seluruh obyek, seluruh individu, seluruh gejala atau sebuah kejadian pada semua unit-unit yang diteliti. Populasi tidak selalu berwujud manusia tetapi dapat juga gejala-gejala tingkah laku, pasal undang-undang informasi. Populasi adalah sejumlah individu dari mana sampel diperoleh (Kartono,1992). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh iklan yang terbit di Tabloid Nova pada bulan Desember 2006 – Mei 2007

Mengenai sample J Supranto (1981) mengatakan bahwa :

Sampling adalah suatu macam cara pengumpulan data yang sifatnya tidak secara menyeluruh, artinya tidak mencakup seluruh obyek penelitian (populasi = universe), akan tetapi hanya sebagian populasi saja, yaitu mencakup sample yang diambil dari populasi tersebut.

Sampel dalam penelitian ini adalah iklan kosmetik sariayu yang dimuat di tabloid Nova edisi Desember 2006 – Mei 2007 Penarikan sampel dilakukan dengan metode sampling non probabilitas : Purposive sampling (sampel bertujuan ). Alasan penarikan sampel Desember 2006 – Mei 2007 atas dasar pertimbangan karena pada bulan tersebutlah iklan produk sariayu lebih bervariasi / lebih banyak jenis produknya.

(42)

3.8 Uji Reabilitas

Reabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur (kategorisasi) dapat dipercaya atau diandalkan bila dipakai lebih dari satu kali untuk mengukur gejala yang sama. Rumus yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh R.Holsty (Dominick dalam Kriyantono, 2006 ) yaitu :

C.R. = 2M N1+N2 Keterangan :

C.R = coefficient reliability

M = jumlah pernyataan yang disetujui oleh tiga pengkode (peneliti dan hakim) N1,N2 = jumlah pernyataan yang diberi kode oleh pengkode dan peneliti

Dari hasil tersebut akan ditemukan observed agreement persetujuan yang diperoleh dari penelitian. Penyempurnaan untuk memperkuat hasil reliabilitas, maka digunakan rumus Scott :

pi = % observed agreement - % expected agreement

1- % expected agreement

Keterangan :

pi = nilai keterhandalan

Observed agreement = jumlah pernyataan yang disetujui oleh antar pengkode,

yaitu nilai C.R

(43)

suatu kategorisasi yang sama nilai matematisnya, dinyatakan dalam jumlah hasil pengukuran dari proporsi seluruh tema

Ambang penerimaan yang digunakan adalah 0,75. jika persetujuan antar apengkoding (periset dan hakim) telah mencapai minimal 0,75 maka kategorisas yang telah ditetapkan oleh periset sudah reliable.

3.9 Tehnik pengumpulan data

Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Menurut Arikunto (1999), “ teknik dokumentasi adalah pencarian data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrip buku, surat kabar, majalah, notulen, agenda, karangan indah, laporan dan sebagainya. Atau pengumpulan data dengan jalan mengumpulkan data berupa dokumen tertulis yaitu berupa dokumen tertulis yaitu berupa guntingan-guntingan berita”. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah iklan produk Sariayu yang dimuat di tabloid Nova edisi Desember 2006 – Mei 2007, data yang terkumpul akan dijadikan landasan dalam membahas permasalahan yang ada, selanjutnya data yang terkumpul dianalisis sesuai dengan tahapan-tahapannya.

Jenis Data yang digunakan :

- Data primer : Diambil dari dokumentasi 4 item iklan yang dimuat di tabloid Nova edisi Desember 2006 – Mei 2007.

- Data sekunder : Data yang digunakan adalah buku periklanan dan pustaka online yang berkaitan dengan rujukan iklan.

(44)

3.10 Tehnik analisa data

Analisis data menurut Moleong (1998) adalah pekerjaan yang mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengkategorisasikannya. Yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah iklan produk Sariayu yang dimuat di tabloid Nova. Analisis data bersifat kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif khususnya menggunakan tabel (distribusi) frekuensi. Tahap-tahap yang akan dilalui dalam analisis ini antara lain :

1. Mengumpulkan seluruh iklan produk sariayu yang dimuat di Tabloid Nova edisi Desember 2006 – Mei 2007

2. Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam tabel berdasarkan kategori tanggal, bulan terbit, judul dan sasaran / tujuan serta sumber iklan.

3. Diidentifikasikan sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan.

4. Hasil identifikasi dimasukkan ke dalam tabel data yang dalam peneltian ini menggunakan stasitik deskriptif ( untuk menggambarkan peristiwa, perilaku atau objek tertentu ) tabel distrbui frekuensi, kemudian dihitung persentasinya.

(45)

BAB IV

DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN

4.1 Sejarah berdiri Sariayu

Sariayu didirikan pada tahun 1970. Pada mulanya Sariayu berawal dari dibukanya sebuah salon kecil bernama “Martha Salon” di garasi rumah DR. Martha Tilaar yang nantinya menjadi pemilik perusahaan Sariayu. Pendirinya tersebut gemar sekali membuat produk kecantikan dari bahan-bahan alami. Perkembangan demi perkembangan terus dilalui oleh Martha Tilaar sehingga pada tahun 1977, dibuatlah kerjasama dengan PT Kalbe Farma yang melahirkan perusahaan kosmetik dengan nama PT Martina Berto dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. PT Sari Ayu Indonesia didirikan pada 1983 yang merupakan distributor resmi produk kosmetika sariayu.

Sariayu memiliki desain yang berbeda dari kosmetik lainnya. Hal ini dibuktikan dengan perpaduan unsur etnik dan budaya Indonesia pada hampir setiap produk yang diluncurkan. Misalnya “Puri Prameswari” yang memadukan etnik Cirebon dan Bali. Atau ‘Riwayat Asmat” yang diangkat dari budaya Papua. Tidak diragukan lagi apabila Sariayu menjadi trendsetter tata rias di Indonesia dan mampu mengalahkan perusahaan saingannya.

(46)

4.2 Sirkulasi

Sepanjang tahun 1988-1995 PT Martina Berto mengakusisi sejumlah perusahaan seperti PT Kurnia Harapan Raya, PT Cempaka Belkosindo Indah, PT Cedefindo, PT Estrella Lab, dan PT Kreasi Boga.

Anak perusahaan Martha tilaar group terdiri dari PT Martina Berto dan PT Tiara Permata Sari (sebagai pemanufaktur dan pemasar produk Sariayu Martha Tilaar, Biokos, Belia, bertho, Aromatic oil of java, dewi sri spa dan jamu garden martha tilaar)

Kemudian PT cedefindo (pemanufaktur dan pemasar produk Rudy Hadisuwarno, Madonna), PT Cempaka Belkosindo Indah (pemanufaktur dan pemasar produk Mirabella dan Cempaka), PT Sari Ayu Indonesia (distributor semua produk PT Martina Bertho dan PT Tiara Permata Sari, produk Cempaka Belkosindo Indah, kecuali produk Cempaka), PT Martha Beauty Gallery (perusahaan jasa untuk Martha tilaar Salon, Martha tilaar Salon dan Day Spa, Cipta Busana Martha Tilaar)

4.3 Produk Yang dikeluarkan

Dalam meracik komposisinya, Martha Tilaar menggunakan bahan alami yang disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari wanita Indonesia. Rangkaian produk Sariayu tersedia lengkap mulai dari Make up base, Decorative, solusi body care, sariayu skin

care, aromaterapi dan. Tradisonal Herbs.

Secara lengkap produk Sariayu tersebut adalah :

(47)

Bedak padat

Function

Berfungsi sebagai sentuhan akhir pada tata rias untuk menyempurnakan tata rias keseluruhan. Diperkaya dengan Ekstrak Pinang dan Tabir Surya Alami.

Compact Powder

Bedak Padat SPF 15

Function

Bedak padat dengan inovasi kandungan SPF 15, vitamin E dan palm oil sebagai pelembab alami. Terdiri dari dua varian, kuning langsat dan kuning pengantin yang cocok untuk kulit orang Asia.

Ingredients

• SPF 15 vitamin E

• palm oil Krem Alas Bedak

Function

Meratakan warna kulit dan menyamarkan noda/flek agar kulit terlihat halus, tahan lama, cocok untuk pesta maupun riasan panggung

Alas Bedak Cempaka Sari

Function

Menjadikan warna kulit tampak lebih rata. Menyamarkan noda/flek agar kulit terlihat lebih halus.Diperkaya dengan Ekstrak Pinang dan Tabir Surya Alami.

Loose Powder

Bedak Tabur

Function

Dengan butiran lembut yang menjadikan kulit tampak lebih halus. Diperkaya dengan Ekstrak Pinang dan Tabir Surya Alami

(48)

Variant :

Tersedia sesuai jenis dan warna kulit. Kuning Langsat, Kuning Pengantin, Kuning Kencana, Kuning Gading, Sawo Mateng.

Two Way Cake Bedak Dwiguna

Function

Paduan foundation dan bedak untuk hasil yang lebih menutup.Menyempurnakan riasan(Fungsi bedak)sekaligus menyamarkan noda(fungsi foundation). Praktis digunakan untuk merapikan( touch up)tata rias. Diperkaya dengan Ekstrak Pinang dan Tabir Surya Alami.

Two Way Cake

Bedak Dwiguna SPF 15

Function

Dasar tata rias yang berfungsi sebagai foundation sekaligus bedak, dengan inovasi kandungan SPF 15, vitamin E dan palm oil sebagai pelembab alami. Terdiri dari dua varian, kuning langsat dan kuning pengantin yang cocok untuk kulit orang Asia Ingredients SPF 15 vitamin E palm oil SARIAYU DECORATIVE Lipstick Imut

Lipstick cantik dengan fruity flavor segar, plus pelembap alami yang melembutkan bibirmu agar tidak kering. Diperkaya Vit A E & F serta tabir surya alami yang melindungi bibirmu dari sinar UV sehingga tidak iritasi.

1. Seudati No. 01 2. Seudati No. 02 3. Serimpi No. 06 4. Serimpi No. 07 5. Ronggeng No. 11 6. Ronggeng No. 12

(49)

7. Ronggeng No. 13 8. Legong No. 16 9. Legong No. 17 10. Legong No. 18

Lipshine

Kilau Lembut Menggoda

Setetes kesegaran tropical juice di bibirmu Mengandung :

- Pelembap Alami

- Vit. E Sebagai Anti Oksidan

- Nutrisi yag menjaga kesegaran Bibir

- Essential Oil sebagai anti depresi dan membangkitkan semangat. 1. Lipshine Bali Vanilla 1

2. Lipshine Bali Vanilla 2 3. Lipshine Toba Marquisa 1 4. Lipshine Toba Marquisa 2 5. Lipshien Java Guava 1 6. Lipshien Java Guava 2

Lip Care Mascara

Function

Sebagai pelentik bulu mata, tersedia dalam warna biru dan hitam. Pemulas Bibir Reguler

Pemulas Bibir Reguler

Function

Lipstick dengan pelembap alami untuk merawat bibir dari kekeringan. Mengandung tabir surya untuk melindungi bibir dari pengaruh sinar matahari, bisabolol untuk mencegah iritasi dan vitamin – vitamin untuk menjaga kelembapan bibir.

Pemulas mata Pemulas mata

(50)

Function

Banyak pilihan warna yang dapat dipadupadankan, Mengandung pelembap alami dilengkapi bahan tabir surya untuk mencegah kekeringan kulit serta melindungi dari pengaruh buruk sinar matahari. Tekstur yang halus dan mudah dibaurkan.

Ingredients

Titanium Dioxide : Sunscreen Agent

Polymethylmethacrylate : Smoothuing Agent Lauroyl Lysine : Silky Feeling Agent

Mica : Silky Feeling Agent Palm Oil : Moisturizer

Vitamin E Acetate : Anti Oxidant Dimethicone : Water Rapellent Pemulas Pipi

Pemulas Pipi

Function

Mengandung bahan-bahan alami yang dapat membantu mempercantik hasil ruasan Anda

Ingredients Variant: - Pagaruyung - Lembah Anai - Apokayan - Merah Delima SARIAYU SOLUSI Body Lotion

UV Whitening Body Lotion Function

Menjaga kelembapan, mencerahkan dan merawat kelembutan kulit tubuh.

SARIAYU WHITE AROMATIC

Body Lotion

(51)

Function

Melembapkan, memutihkan, melembutkan, melindungi kulit dari sinar matahari, membantu regenerasi kulit, dengan efek aromaterapi yang mengembalikan semangat sehingga lebih bergairah menghadapi hari.

Ingredients

• Minyak esensial Jeruk Nipis dan Jeruk untuk mengembalikan semangat.

• Ekstrak kembang sepatu dengan AHA dan vitamin C untuk memutihkan

• Ekstrak kencur sebagai tabir surya alami

• Vitamin E sebagai antioksidan

• Vitamin B3 dan Allantoin untuk melembapkan, melembutkan dan membantu regenerasi kulit

Body Lotion

Body Lotion - Harmoni

Function

Melembapkan, memutihkan, melembutkan, melindungi kulit dari sinar matahari, membantu regenerasi kulit, dengan efek aromaterapi yang menstimulasi sekaligus memberikan relaksasi sehingga dapat mengembalikan kesegaran tubuh.

Ingredients

• Minyak esensial Peppermint dan Cendana untuk menstimulasi sekaligus memberikan relaksasi

• Ekstrak kembang sepatu dengan AHA dan vitamin C untuk memutihkan

• Ekstrak kencur sebagai tabir surya alami

• Vitamin E sebagai antioksidan

• Vitamin B3 dan Allantoin untuk melembapkan, melembutkan dan membantu regenerasi kulit

SARIAYU SKIN CARE

Lotion Anti Jerawat

Function

Mengeringkan jerawat kecil. Ingredients

- Sulfur Serbuk : Mengeringkan & memudahkan pengeluaran jerawat. - Menthol : Mendinginkan.

(52)

- Champhora : Mengurangi rasa sakit/nyeri. - Glycerin : Melembapkan

Sabun Tolak Jerawat

Function

- Menghilangkan kelebihan Minyak pada wajah. - mencegah infeksi pada jerawat.

Ingredients

- Pegagan : Menyegarkan wajah - Ketapang : Anti jamur, Astringensia - Sirih : Anti septika

- Kemuning : Menghaluskan kulit - Bidari Laut : Anti radang & anti septik Cleanser

Pembersih Refreshing Aromatic Jeruk

Function

Untuk kulit normal-berminyak (150 & 100 ml) sebagai aromaterapi untuk memberi kesegaran, efektif membersihkan kotoran dan make up, mengurangi kelebihan minyak dan kilau pada wajah, memperkecil pori-pori dan membantu merawat kekencangan kulit.

Ingredients

Ekstrak Jeruk Nipis, Peppermint Oil, Ekstrak Pinang Cleanser

Pembersih Refreshing Aromatic Kenanga

Function

Untuk kulit normal (150 & 100 ml) sebagai aromaterapi untuk memberi kesegaran, efektif membersihkan kotoran dan make up, melembutkan kulit, dan membantu merawat kekencangan kulit.

Ingredients

Ekstrak Bunga Kenanga, Peppermint Oil, Ekstrak Pinang Cleanser

(53)

Function

Untuk kulit normal kering (150 & 100 ml) sebagai aromaterapi untuk memberi kesegaran, efektif membersihkan kotoran dan make up, menjaga kelembapan dan membuat kulit terasa lembut, serta merawat kekencangan kulit.

Ingredients

Ekstrak Bunga Mawar, Minyak Zaitun, Peppermint Oil, Ekstrak Pinang

Function

Membersihkan tata rias di daerah sekitar mata sekaligus melembapkan

Ingredients

- Sorbitol : Menjaga kelembaban

- Provitamin B5 : Melembapkan & melembutkan

- Turunan Asam Amino : Membersihkan & melembabkan.

SARIAYU BODY CARE

PUTIH LANGSAT LULUR SPA 2 IN 1

Hadirkan sensasi Lulur dan Mandi dalam 1 langkah dengan LULUR SPA 2 IN 1 dari seri Sariayu Putih Langsat. Menjadikan kulit putih cerah, harum dan lembut terawat setiap hari.

DENGAN 3 MANFAAT UTAMA DARI BAHAN-BAHAN ALAMI: 1. memutihkan kulit : dengan Ekstrak Buah Langsat

2. merawat kulit tetap halus : dengan butiran Scrub Alami dari jagung refreshing : diperkaya dengan Orange Essential Oil yang menyegarkan

Body Lotion

Body Lotion - Aktif

Function

Melembapkan, memutihkan, melembutkan, melindungi kulit dari sinar matahari, membantu regenerasi kulit, dengan efek aromaterapi yang mengembalikan semangat sehingga lebih bergairah menghadapi hari.

(54)

• Minyak esensial Jeruk Nipis dan Jeruk untuk mengembalikan semangat.

• Ekstrak kembang sepatu dengan AHA dan vitamin C untuk memutihkan

• Ekstrak kencur sebagai tabir surya alami

• Vitamin E sebagai antioksidan

• Vitamin B3 dan Allantoin untuk melembapkan, melembutkan dan membantu regenerasi kulit

(55)

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini diperoleh dengan melakukan analisis kode etik periklanan pada produk kosmetika Sariayu yang telah dipilih dari bulan Desember 2006 – Mei 2007 berdasarkan kategori-kategori yang telah ditetapkan pemeliti. Dalam menganalisis setiap iklan berdasarkan kategori yang telah ditetapkan menggunakan uji reabilitas kategori. Kategori dalam analisi isi merupakan instrumen pengumpul data. Fungsinya identik dengan kuisioner dalam survei. Supaya objektif, maka kategorisasi harus dijaga reliabilitasnya.

Pada penelitian ini periset menggunakan uji reliabilitas kategori berdasarkan rumus R. Holsty. Pada penelitian ini periset menunjuk satu orang dosen Universitas Mercu Buana dan satu orang praktisi iklan Kharisma Advertising sebagai pembanding atau hakim yaitu Heri Budianto,S.sos M.si dan Ratih Hasanah,S.sos. Uji ini dikenal dengan uji antar kode. Kemudian hasil pengkodingan dibandingkan dengan mengunakan rumus Holsty. Hasil yang diperoleh dari rumus tersebut disebut Observed Agreement.

Observed agreement adalah persentase persetujuan yang ditemukan dari pernyataan

yang disetujui antar pengkode.

Selanjutnya untuk memperkuat hasil uji reabilitas digunakan rumus Scott. Ambang penerimaan yang sering digunakan untuk uji reabilitas kategorisasi adalah 0,75. dengan demikian, jika persetujuan antar pengkoding (periset dan hakim) telah mencapai minimal 0,75 maka kategorisasi yang telah ditetapkan oleh peneliti sudah reliable.

(56)

5.1 Uji Reliabilitas Kategori

Tabel 4. Lembar Uji Kategori Analisis Kode Etik Periklanan Produk Sariayu Dalam Melindungi Konsumen

Kategori Sampel Koder 1 &

Koder 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 K1 V V V - V - V V - V 1 K2 V V V - V - V V - V K1 V V V - V V V V - V 2 K2 V V V - V V V V - V K1 - V V - V V V V - V 3 K2 - V V - V V V V - V K1 V V V V V V V V V - 4 K2 V V V V V V V V V -

Sumber : Hasil Penelitian 2007

Berdasarkan hasil lembar koding di atas, diketahui bahwa ada 4 sampel iklan produk sariayu yang diberi kode oleh periset dan koder (pembanding atau hakim) dimasukkan ke dalam 10 kategori yang telah ditetapkan peneliti. Jumlah yang disetujui oleh pengkode (hakim) dan periset adalah 4 iklan. Dengan demikian tidak terdapat perbedaan dalam pengkodingan kategorisasi antara periset dengan pengkoding lain. Hasil tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Holsty, sebagai berikut :

C.R. = 2M N1+N2 Keterangan :

C.R = coefficient reliability

M = jumlah pernyataan yang disetujui oleh tiga pengkode (peneliti dan hakim) N1,N2 = jumlah pernyataan yang diberi kode oleh pengkode dan peneliti Maka dalam penelitian ini dapat ditentukan bahwa :

(57)

N1,N2 = 4 + 4 = 8 Sehingga CR = 2 (4) 4 + 4 CR = 8 8 CR = 1

Dari hasil di atas maka CR (coefisient Reliability) adalah 1. Dengan demikian hasil yang diperoleh dari rumus di atas adalah 1 disebut observed agreement (persetujuan yang diperoleh dari penelitian). Selanjutnya untuk memperkuat uji reliabilitas di atas, digunakan rumus Scott sebagai berikut :

pi = % observed agreement - % expected agreement

2- % expected agreement

Keterangan :

pi = nilai keterhandalan

Observed agreement = jumlah pernyataan yang disetujui oleh antar pengkode,

yaitu nilai C.R

Expected agreement = persetujuan yang diharapkan atas banyaknya tema dalam

suatu kategorisasi yang sama nilai matematisnya, dinyatakan dalam jumlah hasil pengukuran dari proporsi seluruh tema

(58)

Tabel 5. Frekuensi Kategori

Kategorisasi Frekuensi Proporsi dari total Iklan (X) Pengkuadratan X 1+ 4 0,1 0,01 1- 0 0 0 2+ 4 0,1 0,01 2- 0 0 0 3+ 4 0,1 0,01 3- 0 0 0 4+ 4 0,1 0,01 4- 0 0 0 5+ 4 0,1 0,01 5- 0 0 0 6+ 4 0,1 0,01 6- 0 0 0 7+ 4 0,1 0,01 7- 0 0 0 8+ 4 0,1 0,01 8- 0 0 0 9+ 4 0,1 0,01 9- 0 0 0 10+ 4 0,1 0,01 10- 0 0 0 Jumlah 40 1 0,1

Sumber : Hasil Penelitian 2007

Berdasarkan tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan antara koder satu dan koder 2. Sehingga kategori persetujuan antar pengkode (+) selalu memiliki nilai frekuensi 4 (empat). Nilai ini sesuai dengan jumlah sampel yaitu 4 sampel iklan yang diberikan kepada koder. Hasil penambahan proporsi dari total iklan berjumlah satu, dan pengkuadratan nilai tersebut menjadi 0,1.

Keterangan :

Tanda (+) = persetujuan antar pengkode (hakim setuju dengan kode yang ditemukan dalam pesan)

(59)

Tanda (-) = tidak ada persetujuan antar hakim terhadap kode dalam pesan Jadi perhitungan ke dalam rumus Scott:

pi = (1 – 0,01) (1 - 0,01) pi = 0,99 = 1 0,99

Ambang penerimaan yang sering digunakan untuk uji reliabilitas kategorisasi adalah 0,75. dengan demikian hasil 1 telah menunjukkan kategori peneliti reliabel.

Berdasarkan kategori-kategori yang telah ditetapkan tersebut, peneliti menganalisis 4 sampel iklan produk sariayu pada bulan desember 2006-Mei 2007. pemenuhan kode etik periklanan iklan sariayu seperti yang disjaikan dalam tabel berikut ini :

(60)

Tabel 6. Pemenuhan Kode Etik Periklanan Iklan Sariayu Bulan Desember 2006 – Mei 2007 Jumlah Iklan No Kategori Terpenuhi (%) Tidak Terpenuhi (%)

1 Kesesuaian produk iklan dengan isi pesan iklan

3 10,34 1 9,09 2 Penggunaan kelengkapan informasi

atas produk iklan yang ditawarkan

4 13,8 0 0 3 Kebenaran kemampuan produk. Tidak

adanya pencampuran opini si pengiklan

3 10,34 1 9,09

4 Sumber perusahaan jelas 1 3,45 3 27,27

5 Penggunaan model iklan dalam produk 4 13,8 0 0

6 Pencantuman hasil produk dalam satuan waktu

3 10,34 1 9,09 7 Mengggunakan istilah ilmiah dan

statistik dalam iklan

4 13,8 0 0 8 Ada/tidak ada Perbandingan secara

langsung terhadap produk saingan

3 10,34 0 0

9 Pencantuman Ketentuan harga 1 3,45 3 27,27

10 Isi pesan iklan sesuai dengan etika iklan

3 10,34 1 9,09

Jumlah 29 100 11 100

Sumber : Hasil Penelitian 2007

Dari tabel 6 diatas dapat dilihat bahwa dari keempat iklan sariayu yang telah ditetapkan peneliti, ternyata semua sampel memenuhi kategori kelengkapan informasi atas produk yang ditawarkan. Artinya iklan sariayu telah memberikan informasi yang benar kepada konsumen dangan memberikan foto produk yang ditawarkan tersebut. Namun jumlah ini berbanding terbalik dengan kategori kejelasan sumber perusahaan. Dari keempat sampel iklan tersebut, hanya satu iklan yang mencantumkan alamat sariayu dalam bentuk website yaitu iklan bedak two way cake SPF 15. Seharusnya walaupun sariayu telah menjadi produk yang memiliki brand di Indonesia, tetap saja harus mencantumkan alamat perusahaannya. Tidak semua penduduk indonesia

(61)

mengetahui dimana alamat sariayu. Sehingga persentase terbesar terdapat pada kategori kejelasan sumber perusahaan dan pencatuman ketentuan harga. Besarnya mencapai 27,27 %. Ini berarti terdapat banyak iklan yang tidak memenuhi kategori kejelasan sumber perusahaan dan tidak mencantumkan ketentuan harga dalam iklannya. Keterangan harga ini sangat membantu konsumen untuk mengetahui produk apa yang dapat diperoleh dengan harga yang tertera dalam iklan.

Dari keseluruhan kategori tersebut dapat dilihat bahwa iklan sariayu lebih banyak memenuhui kode etik periklanan dibandingkan dengan pelanggarannya. Angka pemenuhan kode etik itu mencapai 29 dari 40 kategori. Sedangkan kategori yang tidak memenuhi kode etik periklanan memiliki nilai 11. Hal ini berarti secara keseluruhan iklan sariayu telah memenuhi kode etik periklanan.

Dari tabel pemenuhan Etika Periklanan Produk Sariayu pada bulan Juli-Desember 2006 diketahui bahwa 10,34% dari iklan mengandung kesesuaian antara judul iklan dengan isi pesan iklan dan 9,09% tidak memenuhi kesesuaian judul iklan dengan isi pesan iklan, 13,8% menggunakan kelengkapan informasi mengenai produk yang ditawarkan, 9,09% mengandung pencampuran fakta dan opini si pengiklan dan 10,34% tidak mengandung pencampuran fakta dan opini, 27,27% tidak memenuhi kejelasan sumber perusahaan dan 3,45% memenuhi kejelasan sumber perusahaan, 13,8% menggunakan model iklan yang memperagakan produk, 9,09% mencantumkan hasil produk dalam satuan waktu dan 10,34% tidak mencantumkan hasil produk dalam satuan waktu, 13,8% tidak menggunakan istilah ilmiah dan statistik dalam iklan, 9,09% mengandung pernyataan perbandingan secara langsung terhadap produk saingan dan

Gambar

Tabel 1. Klasifikasi Modernisasi Media
Tabel 2. Jenis Iklan yang dimuat di Tabloid Nova edisi Desember 2006-Mei 2007  No Bulan  Terbit  Produsen
Tabel 3. Pelanggaran Produk Kosmetika Sariayu  Jenis
Tabel 4. Lembar Uji Kategori Analisis Kode Etik Periklanan Produk Sariayu       Dalam Melindungi Konsumen
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi responden terhadap iklan produk seksualitas (iklan kondom) berdasarkan karakteristik agama dan gender ditinjau dari etika

Masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Bagaimana isi dari blog sitisstreet.blogspot.com periode bulan Juli – Desember 2012 milik Siti Juwariyah sebagai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi responden terhadap iklan produk seksualitas (iklan kondom) berdasarkan karakteristik agama dan gender ditinjau dari etika

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimanakah tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya tentang isi pesan iklan

Sebelum melakukan penyampaian pesan dalam kegiatan periklanan, terlebih dahulu yang harus dipahami adalah tujuan dari penyampaian pesan iklan serta dampak dari

Di tengah persaingan antar layanan pesan-antar makanan tersebut khususnya pada periklanan, Shopeefood memang sangat gencar dalam melakukan periklanan karena iklan

Model untuk masalah pemrograman nonlinier dalam penetapan jumlah produksi optimal di Salis Konveksi untuk bulan Juli 2016 sampai bulan Desember 2016 dengan biaya

Yang dimaksud dengan media periklanan adalah segala sarana komunikasi yang dipakai untuk mengantarkan dan menyebar luaskan pesan – pesan iklan. Pada prinsipnya, jenis media iklan dalam