Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)
PENELITIAN KUALITATIF (QUALITATIVE RESEARCH)
Oleh dr. Titik Kuntari,MPH1
A. Pengertian Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang banyak digunakan dalam penelitian di bidang sosial. Penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang hasil penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistic atau metode kuantifikasi yang lain. Peneliti menggunakan pendekatan naturalistik untuk memahami suatu fenomena tertentu. Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif yang berusaha menjelaskan hubungan sebab akibat, prediksi,serta generalisasi hasil. Penelitian kualitatif berusaha mendapatkan pencerahan, pemahaman terhadap suatu fenomena dan ekstrapolasi pada situasi yang sama (Golafshani, 2003). Penelitian kualitatif sangat efektif untuk mendapatkan informasi budaya yang spesifik seperti nilai-nilai, opini, perilaku dan konteks social pada suatu populasi (Mack et al, 2005)
Perbedaan penelitiian kualitatif dibandingkan penelitian kuantitatif adalah bahwa pada penelitian kualitatif ‘menerima’ atribut dan perspektif peneliti sehingga mempengaruhi proses penelitian. Posisi teoritikal, ketertarikan dan perspektif politik peneliti mempengaruhi pertanyaan penelitian, pendekatan metodologi dan analisis serta interpretasi data (Pyett, 2003)
Tabel 1. Perbandingan Penelitian Kualitatif dan penelitian Kuantitatif
Qualitative Research Quantitative Research
Subjective Objective
Holistic Reductionist
Phenomenological Scientific
Anti positivist Positivist
Descriptive Experimental Naturalistic Contrived Inductive Deductive (Sumber: Hancock, 2002) 1
Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)
Sumber: Mack et al, 2005
B. Jenis- jenis penelitian kualitatif
Ada beberapa jenis penelitian kualitatif, antara lain ethnography, case study, phenomenology, biography. Fenomenologi berarti studi tentang fenomena. Ini menjelaskan sesuatu yang ada sebagai bagian dari dunia di mana kita hidup. Fenomena bisa berupa kejadian, situasi, pengalaman atau konsep.
Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)
Kita dikelilingi fenomena, kita peduli tetapi tidak sepenuhnya bisa kita mengerti. Kekurang pengertian fenomena terjadi karena fenomena belum sepenuhnya dijelaskan atau pemahaman yang belum jelas (Hancock,2002).
Ethnografi berarti “potret masyarakat” dan merupakan metode penelitian deskriptif tentang kultur dan masyarakat. Parameter kultural adalah bahwa orang yang kita teliti memiliki sesuatu yang umum. Contoh parameter tersebut adalah: geografi (negara atau propinsi), agama, tribal atau pengalaman. Di bidang kesehatan, peneliti dapat memilih pendekatan ethnographi karena parameter cultural diduga mempengaruhi respon populasi untuk perawatan atau pengobatan (Hancock,2002).
C. Cara pengambilan data dalam penelitian kualitatif
Cara pengumpulan data pada penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Beberapa metode yang sering digunakan untuk memperoleh data penelitian kualitatif antara lain FGD (Focus Group Discussion), wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan telaah dokumen.
Observasi dilaksanakan untuk mengumpulkan data perilaku dalam konteks biasa secara alamiah. Wawancara mendalam optimal untuk mengumpulkan data mengenai sejarah kehidupan, perspektif dan pengalaman hidup seseorang, khususnya ketika suatu topic sensitif akan dieksplorasi. FGD efektif untuk mengumpulkan data tentang norma budaya suatu kelompok masyarakat dan untuk menggali pandangan/nilai tentang isu yang berkembang di suatu kelompok masyarakat (Mack et al,2005).
FGD adalah suatu diskusi yang diorganisir (tetapi flexible) yang melibatkan 6-10 partisipan. Biasanya diskusi berjalan selama 1-2 jam. Tujuan FGD adalah untuk mengumpulkan data mengenai topik penelitian. Seorang moderator yang terlatih bertugas memandu diskusi ini dan seorang notulis mencatat detail pelaksanaan diskusi. Diperlukan tape recorder untuk merekam pembicaraan yang akan ditranskrip untuk dianalisis. FGD bermanfaat untuk menggali data mengenai kepercayaan, pemikiran atau opini di kelompok
Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)
masyarakat tertentu. Selain itu, FGD juga bermanfaat untuk menyusun panduan wawancara indepth interview dan daftar pertanyaan secara terstruktur (Winch, et al,2000).
D. Pemilihan Narasumber (Sampling)
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif menggunakan metode purposive sampling. Peneliti melakukan pemilihan narasumber berdasarkan tujuan penelitian dan narasumber dianggap memiliki informasi yang dibutuhkan. Metode pemilihan narasumber yang cukup terkenal antara lain “snow ball”, yaitu peneliti mendapatkan satu responden kunci kemudian dari satu responden tersebut peneliti akan mendapatkan responden berikutnya. Metode ini biasanya diterapkan pada penelitian suatu kasus/ fenomena yang sensitif dan peneliti sulit untuk menjangkaunya, missal pekerja seks komersial, pengidap HIV/AIDS, pengguna narkoba dll (Katz, 2006).
E. Validitas
Joppe (2000) mendefinisikan pengertian validitas dalam penelitian kuantitatif sebagai bagaimana sebuah penelitian benar-benar mengukur apa yang akan diukur dan bagaimana kebenaran dari hasil penelitian tersebut. Dengan kata lain, validitas menunjukkan ketepatan instrument penelitian untuk mencapai sasaran penelitian tersebut (Joppe cit Golafshani, 2003)
Tiga validitas dalam penelitian kualitatif adalah validitas deskriptif (descriptive validity), validitas interpretatif (interpretative validity) serta validitas teoritikal (theoretical validity). Validitas deskriptif mengacu pada akurasi berdasarkan fakta-fakta yang sesungguhnya yang dilaporkan peneliti. Validitas interpretatif didapatkan berdasar sudut pandang, pemikiran, tujuan dan pengalaman yang dipahami dan dilaporkan oleh peneliti. Validitas teoritikal didasarkan pada seberapa besar sebuah teori atau penjelasan teoritikal yang diperoleh melalui penelitian sehingga dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan (Johnson, 1997).
Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)
Triangulasi merupakan metode yang digunakan oleh peneliti untuk mengecek dan meningkatkan validitas penelitian dengan menganalisis pertanyaan penelitian dari berbagai perspektif. Ada beberapa jenis triangulasi, yaitu triangulasi sumber data, triangulasi investigator, triangulasi teori, teori metodologi dan triangulasi lingkungan (Guion, Diehl dan McDonald, 2011).
Triangulasi sumber data berarti mengumpulkan data dan mencek kesahihan informasi pada sumber yang berbeda-beda. Triangulasi investigator (peneliti) adalah bahwa penelitian tersebut menggunakan lebih dari satu peneliti untuk mengobservasi atau mewawancarai. Masing-masing peneliti memiliki gaya, cara serta penilaian tersendiri sehingga dengan beberapa peneliti diharapkan penilaian menjadi lebih obyektif. Pada triangulasi teori, peneliti menggunakan dua teori atau lebih untuk diadu atau dipadukan. Triangulasi metode berarti peneliti menggunakan lebih dari satu metode untuk menggali data yang sama (Bachri,2010).
F. Kepustakaan
Bachri,B.S. 2010. Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi pada Penelitian Kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya. Vol 10 no. 1: 46-62
Golafshani, N.2003. Understanding Reliability and Validity in Qualitative Research. The Qualitative Report. Volume 8 no 4: 597-607. Diunduh dari http://www.nova.edu/ssss/QR/QR8-4/golafshani.pdf
Guion,L.A., Diehl,D.C., McDonald, 2011. Triangulasi: Establishing the Validity of Qualitative Studies. FCS6014. Department of Family, Youth and Community Sciences, Florida Cooperative Extension Service, Institute of Food and Agricultural Sciences, University of Florida. Diunduh dari http://edis.ifas.ufl.edu. Pada 28 Maret 2012
Hancock,B., 2002. Trent Focus Group An Introduction to Qualitative Research. Division of General Practice University of Nottingham.
Johnson, R.B. 1997. Examining the Validity Structure of Qualitative Research. Education; 118 (2): 282-292
Katz,H. 2006. Global surveys or Multi-national surveys? On Sampling for Global Surveys.Thoughts for the Globalization and Social Science Data Workshop UCSB, November 9, 2006
Elearning Pendidikan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)
Mack, N., Woodsong, C., MacQueen,K.M., Guest,G., Namey,E. 2005. Qualitative Research Method’s: A Data collector’s Fields Guide. Family Health International. USAID
Mack, N., Woodsong,C., MacQueen, K.M., Guest,G., Namey, E. 2005. Qualitative Research Method: A Data Collector:s Field Guide. Family Heatlh international. Noorth Carolina. USAID. USA
Pyett, P.M., 2003. Validation of Qulitative Research in the “Real World”. Qualitative Health Research. Vol 13.no 8: 1170-1179
Winch, P.J., Wagman,J.A., Malouin,R.A., Mehl, G.L.2000. Qualitative Research for Improved Health Programs. A Guide to Manuals for Qualitative and Participatory Research on Child Health, Nutrition, and Reproductive Health. Department of International Health Johns Hopkins University, School of Hygiene and Public Health for Support for Analysis and Research in Africa (SARA) Academy for Educational Development (AED). USAID, Bureau for Africa, Office of Sustainable Development