• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam DI MTSN 2 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2018/2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam DI MTSN 2 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2018/2019"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 PADA MATA

PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI MTSN 2 SUKOHARJO

TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Pendidian Agama Islam Fakultas Agama Islam

Oleh:

MAWAR WINANTI G000150213

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2019

(2)
(3)
(4)
(5)

1

PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTSN 2 SUKOHARJO

TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Abstrak

Pengembangan kurikulum harus menempuh beberapa cara sedikitnya dengan merumuskan visi dan misi pendidikan secara jelas dan berdasar pada kedua visi dan misi maka terjabrkan kompetensi kompetensi standar yang dapat mengakomodasi kebutuhan beberapa pihak tanpa melupakan masa lalu. Kurikulum 2013 merupakan suatu konstruksi kurikulum yang mengintegrasikan 2 kerangka besar yaitu kompetensi dan krakater dalam diri peserta didik. Pada rangka pengembangan dan peningkatan kualitas pembelajaran tentunya perlu pengembangan kurikulum yang digunakan di setiap sekolah masing-masing. Pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara jelas tentang pengembambangan kurikulum pendidikan agama Islam di MTsN 2 Sukoharjo, yang terangkum pada fokus penelitian tentang kurikulum apa yang digunakan serta upaya pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam yang digunakan di sekolah ini. Dan pada peneltian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan dengan jelas tentang kurikulum yang digunakan dalam pengajaran pendidikan agama Islam dan upaya pengembangannya di MTsN ini. Penulis menggunakanpenelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ada 2 dari waka kurikulum sebagai sumber data primer dan dokumnetasi sekolah sebagai sumber data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MTsN 2 Sukoharjo menggunakan kurikulum 2013 sejak tahun 2016 dan melakukan beberapa upaya dalam pengembangannya dalam pembelajaran di kelas, yaitu ; mengadakan pelatihan bagi guru setahun sekali, mengadakan evaluasi pembelajaran guru satu bulan sekali, penggunaan metode langsung dalam pengajaran dalam kelas, dan memaksimalkan penggunaan sarana pasrana yang sudah tersedia di sekolah.

Kata kunci : kurikulum 2013, pengembangan kurikulum.

Abstract

Curriculum development must take a number of ways at least by formulating an education vision and mission clearly and based on both vision and mission, thus competing standard competencies can accommodate the needs of several parties without forgetting the past. The 2013 curriculum is a curriculum construction that integrates 2 major frameworks, namely competency and character in students. In the framework of developing and improving the quality of learning, certainly the development of curriculum that is used in each school is necessary. This research is expected to provide a clear picture of the development of Islamic education curriculum in MTsN 2 Sukoharjo, which is summarized in the focus of research on what curriculum is used and efforts to develop Islamic religious education curriculum used in this school. And this research aims to explain and describe

(6)

2

clearly the curriculum used in the teaching of Islamic religious education and its development efforts in this MTsN. The author uses field research with a qualitative approach. There are 2 data sources in this study, curriculum waka as the primary data source and school documentation as a secondary data source. This study concludes that MTsN 2 Sukoharjo has used the 2013 curriculum since 2016 and made several efforts in its development in classroom learning, namely; conduct training for teachers once a year, conduct teacher learning evaluations once a month, use direct methods in classroom teaching, and maximize the use of pasrana facilities that are already available in schools.

Keywords: 2013 curriculum, curriculum development.

1. PENDAHULUAN

Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Kurikulum harus sesua dengan falsafah dan dasar Negara, yaitu pancasila dan UUD 1945 yang menggambarkan pandangan hidup suatu bangsa. Tujuan dan pola kehidupan suatu Negara banyak ditentukan oleh sistem kurikulum yang digunakannya, nilai dari kurikulum kanak-kanak sampai dengan kurikulum perguruan tinggi. Jika terjadi perubahan sistem ketatanegaraan, maka dapat berakibat pada perubahan sistem pemerintahan dan sistem pendidikan, bahkan sistem kurikulum yang berlaku. Pendidikan Agama Islam mempunyai tujuan yang terbagi pada 4 dimensi ; dimensi keimanan, dimensi pemahaman dan penalaran, dimensi penghayatan, dimensi pengamalan. Pendidikan Islam juga termasuk dalam subsistem dari pendidikan nasional, maka ketika pendidikan nasional mengalami pengembangan kurikulum, secara otomatis pendidikan Islam akan menyesuaikan dengan kurikulum terbaru.

Sejak indonesia merdeka kurikuklum telah megalami beberaa kali perubahan secara berturut-turut yatitu pada tahun 1947,1952,1964,1968,1975,1984,1994,2004, 2006 (KTSP) serta yang terbaru adalah kurikulum 2013. Perubahan atau pengembangan kurikulum menunjukkan bahwa sistem pendidikan itu dinamis. Jika sistem pendidikan tidak ingin terjebak dalam stagnis, semangat perubahan perlu terus dilakukan dan merupakan suatu keniscayaan. Perubahan dan pengembangan kurikulum 2013 tak hanya

(7)

3

perampingan mata pelajaran semata tetapi juga harus mampu menjawab tantangan perubahan dan perkembangan. Kurikulum 2013 melanjutkan pengembangan berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, ,dan keterampilan secara terpadu. Pengembangan kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan pencapaian pendidikan.

Pada tahun ajaran kali ini pendidikan di Indonesia menggunakan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 menggantikan kurikulum KTSP, hal ini dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan agar proses pendidikan di Indonesia akan semakin baik dengan harapan peserta didik akan lebih aktif lagi pada saat proses pembelajaran tidak hanya menerima pelajaran dari guru tapi peserta didik dapat ber[eran aktif dalam belajar. Dalam pelaksanaan kurikulum pemerintah sudah menyediakan dan menyiapkan administrasi dan kelengkapan untuk pelaksanaan pembelajaran dalam kelas. Lalu bagaimana seorang guru mengembangkan perangkat pembelajaran yang sudah tersedia, bagaimana guru mengajar untuk bisa mencapai tujuan kurikulum 2013 yang mewujudkan pesrta didik yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan. Berangkat dari inovasi pemikiran ini penulis kurikulum 2013 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di MTsN 2

.

2. METODE

2.1Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperoleh langsung dari responden. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Menurut Andi Prastowo dalam bukunya menatakan bahwa penelitian kualitatif adalah metode (jalan) penelitian yang sistematis yang digunakan untuk mengkaji atau menliti suatu objek pada latar alamiah tanpa ada manipulasi didalamnya dan tanpa ada pengujian hipotesis, dengan metode-metode

(8)

4

alamiah ketika hasil penelitian yang diharapkan bukanlah generalisasi berdasarkan ukuran-ukuran kuantitas, namun makna (segi kualitas) dari fenomena yang diamati. Sumber data yang akan penulis kumpulkan secara garis besar dari dua macam sumber. Sumber Primer, sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini yang mnjadi sumber data langsung adalah kepala sekolah dan waka kurikulum sekolah. Sumber Sekunder, sumber sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Adapun sumber data sekunder yang diperlukan yaitu dokumen mengenai langkah-langkah pengembangan kurikulum 2013 pendidikan agama Islam di MtsN 2 Sukoharjo.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1Pelaksanaan dan pengembangan kurikulum

Berdasar observasi peneliti, MTsN 2 Sukoharjo menggunakan dan melaksanakan kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI nya, terhitung dari tahun 2016 sejak ditetapkan kurikulum 2013 oleh pemerintah. Mata pelajaran PAI yang mencakup Al-Quran hadits, fikih, sejarah kebudayaan Islam. Dalam upaya mensukseskan pelaksanaan kurikulum 2013 ini sekolah berusaha untuk menciptakan sekolah yang mendukung berlangsungnya kurikulum 2013 ini, bisa di lihat dari sarana prasana yang di sediakan sekolah, seperti penyediaan lcd proyektor dan OHP, komputer yang terkoneksi wi-fi.

Pada pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah mengacu pada komponen kurikulum yang sudah disediakan oleh KEMENAG dengan di lakukan beberapa pengembangan yaitu :

3.2Struktur kurikulum

Tabel 1. Struktur Kurikulum MTSN 2 Sukoharjo

No Pelajaran Mata Kelas

VII VIII IX

KELOMPOK A (Wajib)

1 Al Quran Hadits 2 2 2

(9)

5 3 SKI 2 2 2 4 Aqidah Akhlak 2 2 2 5 Bahasa Arab 3 3 3 6 PKN 3 3 3 7 Bahasa Indonesia 6 6 6 8 Matematika 6 7 7 9 Bahasa Inggris 6 6 6 10 IPS 4 4 4 11 IPA 6 6 6

KELOMPOK B (tambahan dan muatan lokal)

12 SBK 2 2 2 13 Bahasa Jawa 1 1 1 14 TIK 1 1 1 15 Robotik 2 2 0 16 Engglish Convers 2 2 2 17 Penjaskes 2 2 2 18 Prakarya 2 2 2 19 BP/BK 1 1 1 20 Seni Budaya 2 1 1 21 Muhadatsah 2 2 2

(Dokumentasi MtsN 2 Sukoharjo, dikutip pada tanggal 26 maret 2019.)

Mengacu pada panduan pelaksanaan kurikulum 2013 dari KEMENAG, struktur pembelajaran yang diajukan berjumlah 46 jam pelajaran. Di sekolah MTsN 2 Sukoharjo, menambahkan 13 jam pelajaran yang di tambakan pada beberapa pelajaran di matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris, IPA, IPS, TIK, robotik, englilsh convers, BK untuk jam pembelajaran umum serta muatan lokal. Sedangkan pada porsi mata pembelajaran Pendidikan Agama Islam sendiri, di tambahkan 1 jam pelajaran untuk muhadatsah (pelatihan percakapan menggunakan bahasa arab). Berdasar pada data struktur kurikuklum MTsN 2 Sukoharjo.

3.3 Klasifikasi kelas

Pada sekolah ini mempunyai 3 jenis kelas, yaitu kelas reguler kelas fullday dan kelas boarding. Pada kelas reguler mengikuti pembelajaran seperti biasa dengan memulai masuk sekolah pada jam 7 pagi. Sedangkan untuk program fullday setiap murid mempunyai tambahan jam dari jam 06.30 07.30 untuk menghafalkan Al-kelas 9 menghafal juz 28. Untuk program boarding, setiap murid harus tinggal di

(10)

6

asrama, dan ini di khususkan untuk murid laki-laki saja. Pada program boarding ini setiap murid mempunyai kewajiban untuk menghafal 5 juz Al-Quran, dengan di dampingi oleh pembimbing asrama.

3.4 Upaya sekolah dalam pengembangan

Berdasarkan pada temuan peneliti bahwa kurikulum yang digunakan oleh sekolah menggunakan kurikulum 2013, yang mana struktur dan perangkat pembelajarannya sudah ada ketetapan dari KEMENAG, dari kompetensi inti, kompetensi dasar, struktur kurikulum, standar kompetensi lulusan, standar penilaian, standar proses, di semua mata pelajaran PAI yang terdiri dari Al Quran Hadits, Akidah Akhlak, fikih, dan sejarah kebudayaan Islam. Sesuai dengan metode pengembangan kurikulum yaitu the administratif model. Dimana struktur dan komponen kurikkulum sudah disiapkan oleh para administrator dan ahli ilmu pendiidkan, yang kemudian setelah matang barulah kurikulum di gunakan dan di implementasikan ke sekolah-sekolah. Dalam pelaksanaan kurikulum ini haruslah banyak pengembangan dalam sekolah oleh guru yang mana guru adalah pengembang utama dan kunci kesuksesan kurikulum tersebut. Di MTsN 2 Sukoharjo, setiap guru mempunyai perangkat pembelajaran yang sudah dalam bentuk buku yang terlengkapi dengan standar kelulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar, dan juga mempunyai rencana pelaksanaan pembelajaran yang di susun oleh guru dengan pengembangan indikator dan juga pengembangan pada metode ajar yang sesuai dengan prinsip dan tujuan kurikulum 2013, yaitu dengan menggunakan metode pembalajaran aktif, serta menggunakan sarana prasarana yang mendukung.

Setelah kurikulum terlaksana di MTsN 2 Sukoharjo, sekolah ini mempunyai penghambat dan kendala yang ada dalam pelaksanaan, yaitu ada murid sendiri yang masih belum bisa maksimal menngikuti pembelajaran yang berorientasi pada murid, adapula kendala pada guru sendiri yang masih belum secara menyeluruh menguasi tentang kurikulum 2013, serta sarana prasarana yang belum sangatlah mendukung. Maka untuk mengatasi kendala tersebut, waka kurikulum berinovasi dengan melakukan evaluasi pada setiap guru-guru dan melakukan konsolidasi setiap dua bulan sekali bergantian dari guru satu ke guru yang lainnya. Sesuai

(11)

7

dengan model pengembangan kurikulum yang di utarakan oleh Hilda Taba, yaitu dengan mengadakan eksperimen kurikulum terlebih dahulu lalu mengujinya di dalam kelas, setelah itu melakukkan revisi dan konsolidasi, setelahnya mendapatkan pengembangan startegi pembelajaran yang kemudian bisa di laksanakan kembali di kelas. Langkah selanjutnya yang diambil oleh waka kurikulum adalah dengan mengadakan pelatihan guru secara menyeluruh tentang kurikulum 2013, begitu juga dengan melengkapi sarana prasarana yang ada, seprti kelengkapan pada speaker aktif, proyektor, lcd guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

4 PENUTUP

Setalah melakukan berbagai riset dan juga pendalaman pada materi penulis menyimpulkan bahwa : Pada MTsN 2 Sukoharjo, penggunaan kurikulum 2013 ini sendiri mulai dari tahun 2016 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, agar bisa selalu eksis dan mengikuti perkembangan pendidikan di Indonesia. MTsN 2 Sukoharjo menambahkan jam pelajaran di beberapa mata pelajaran. Dan menambahkan 1 jam pembelajaran muhadatsah untuk menunjang penggunaan bahasa arab, juga menambahkan jam pembelajaran Tahfidz Al-Quran di jam 06.30 07.30 untuk program kelas fullday dan boarding. Perlunya pengembangan pada kurikulukm 2013 pada pelaksanaannya, MtsN 2 Sukoharjo melakukan berbagai upaya sebagai berikut ; Pengembangan indikator pencapaian pada perangkat pembelajaran. Menerapkan pembelajaran aktif (active learning) pada siswa saat pembelajaran. Mengadakan pelatihan guru dalam hal pelaksanaan kurikulum 2013 setahun sekali bersamaan. Melengkapi sarana pasrana yang mendukung pada kurikulum 2013, serta menghimbau guru untuk bisa menggunakan sarana pasrana yang ada dengan semaksimal mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tafsir,2004. Ilmu Pendidikan Dalam Prespektif Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya

Analis Deskriptif Guru Pai Dan Pengawas Tahun Pelajaran 2011-2012 (Analisisi Statistik Pendidik Islam) Pendis Kemenag.Go.Id

(12)

8

Andi Prastowo, 2014. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Beni Ahmad Saebani. 2008. Metode Penelitian. Bandung; CV Pustaka Setia. Chabib Toha, Dkk. 1999. Metodologi Pengajaran Agama. Semarang : Fakultas

Tarbiyah IAIN Walisongo Dan Pustaka Pelajar

Dedy Mulyana, 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi Dan Ilmu Sosial Lainnya (Bandung ; Pt Remaja Rosdakarya. Dr. H Abdullah, 2011. Pengembangan Kurikulum Teori & Praktik (Yogyakarta :

Ar Ruz Media.

E Mulyasa. 2014. Pengembangan Dan Implementasi Kurikuylum 2013. Bandung; Pt Remaja Rosdakarya.

H. Dzakir. 2010. Perencana Dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta : Pt Rineka Cipta.

Hery Noer Aly.1999. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Logos 1999.

Jhoon Dewey,. 2964. Democracy Adn Education. New York: The Macmillan Company.

Kurniasih Imas, 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Teori Dan Praktik

Surabaya; Kata Pena.

Mangun Budiyanto, 2010. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Griya Santri. Muhaimin, 2004. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Surabaya: Pustaka

Belajar.

Muhaimin, 2011. Pemikiran Dan Aktualisasi Pengembangan Pendidkan Islam,

Jakarta;Rajawali Pers.

Nana Syaodih Sukmadinanta. 2017. Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktik. Bandung; Pt Remaja Rosdakarya.

Nasution. 1988. Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif (Bandung; Tarsito. Nik Hariyanti, 2013. Kurikulum Dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Bandung : Alfabeta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, Standar Nasional Pendidikan, Pasal 26, Ayat (2)

Sugiyono, 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Tim Penyusun. 1999. Kamus Bahsaa Indonesia Jakarta : Dinas Pendidikan Nasional,

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 Wiji Suwarn, 2009. Dasar-Dasar Ilmu Pendiidkan Yogyakarta : Arruz Media. Yusuf Qardawi, 1999. Alquran Berbicara Tentang Akal Dan Ilmu Pengetahuan

Jakarta : Gema Insani Pres.

Zainal Arifin, 2013 Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.

Zainuddin, 2008. Pendidikan Agama Islam Jakarta : Bumi Aksara. Zakiyah Darajat, 2011. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta; Bumi Aksara.

Zuhirini Dan Abdul Ghofir,2004 Metodologi Pemelajaran Pendidikan Agama Islam. Malang; Um Press.

Referensi

Dokumen terkait

Dari pengertian diatas dapat kami simpulkan bahwa Konsep adalah suatu ide abstrak yang relative sempurna dan memiliki makna serta ciri yang sama yang pada umumnya dinyatakan

Tabel Hasil Diagnosis Pakar dan Sistem pada Pasien 16 Pakar Sistem Tingkat Penyakit Tingkat Penyakit Gejala kesehatan yang kesehatan yang gigi dan mungkin gigi dan mungkin

 Jika variabel terikat menentukan nama yang sudah ada atau non -variabel yang ada untuk permintaan ini adalah / akan dapat mengakses karena / tidak akan di MIB melihat

dibandingkan membuat laporan sebagai bukti kinerja usahanya, 2) sulit menyisihkan waktu menyusun laporan keuangan karena pelaku UKM sering merangkap tugas dalam

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model persamaan regresi cox proportional hazard untuk data status gizi balita, mengetahui variabel apa saja yang menyebabkan gizi

Maka model program yang kami buat ini mengambil data dari API twiter kemudian diolah data tersebut sehingga menyajikan suatu hasil yang bisa mengekspresikan perasaan

Metode yang dipergunakan pada penelitian ini adalah metode experimental, mulai dari perancangan rumah katalityc converter, jenis katalis sampai proses pembuatan catalityc

Untuk hasil temuan selama proses ekskavasi/penggalian di kotak gali B1.XX adalah adanya temuan batu lepas, bata dan batu putih tampak seperti pada foto di bawah. Temuan batu